• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risiko Kredit

Dalam dokumen PT. BANK SINARMAS Tbk. (Halaman 91-95)

Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi liabilitasnya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan dana), treasury, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).

Dalam mengelola risiko kredit, Perusahaan telah menetapkan risk appetite dan risk tolerance untuk Konvensional dan unit usaha syariah. Perusahaan secara berkesinambungan melakukan penyempurnaan dan pengkinian atas metodologi, kebijakan, prosedur penerapan manajemen risiko dan kerangka manajemen risiko yang ada untuk meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi.

Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan-kebijakan dan prosedur terkait dengan produk dan transaksi perbankan yang meliputi kriteria pemberian kredit dan persetujuan kredit, pemantauan, pengendalian risiko kredit, pengelolaan kredit bermasalah dan manajemen portofolio. Kebijakan dan prosedur tersebut dievaluasi/dikaji secara berkala untuk disesuaikan dengan adanya kebutuhan, perubahan kondisi, perkembangan bisnis serta arah kebijakan Perusahaan dengan memperhitungkan dampak risiko terhadap kinerja Perusahaan sehingga potensi risiko dapat dimitigasi.

Selain itu, melakukan uji ketahanan (stress testing) secara berkala untuk melengkapi pengukuran risiko kredit menggunakan berbagai skenario untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit yang direstrukturisasi dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan, pembentukan CKPN, NPL, Ketahanan dan kecukupan Modal serta Capital Adequacy Ratio (CAR). Perusahaan telah membangun infrastruktur dan sistem IT yang dapat melakukan proses Classification & Measurement, perhitungan Impairment (Collective & Individual), serta Disclosure Reporting. Cakupan penurunan nilai berdasarkan PSAK No. 71 (IFRS 9) telah memperhitungkan kerugian di masa mendatang (expected credit loss model) dan menghitung penurunan nilai pada Portofolio (1) Kredit; (2) Treasury; (3) Trade Finance baik untuk On B/S

maupun Off B/S setiap bulan. Perusahaan melakukan permodelan Probability Of Default, Loss Given Default, Exposure At Default, dan Forward Looking Macroeconomic Information untuk semua segmentasi portofolio instrumen keuangan sesuai dengan metodologi yang telah ditentukan oleh Perusahaan.

Selain itu, Perusahaan juga telah mengembangkan Digital Loan. Dalam penerapannya telah dilakukan implementasi One Limit System untuk mengukur repayment capacity setiap applicant, serta dilakukan analisa performance monitoring. Perusahaan juga telah melakukan tinjauan atas pengembangan scoring dan dilakukan validasi model secara berkala.

Proses pemantauan kualitas kredit sampai dengan penanganan kredit bermasalah terus ditingkatkan dengan berbagai strategi yang dimonitor secara periodik untuk memastikan agar kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Pengelolaan kredit yang efektif dapat meminimalkan kerugian risiko kredit dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan. Proses underwriting kredit telah dikaji ulang dengan melakukan revisi, penyempurnaan dan menerbitkan beberapa kebijakan perkreditan disetiap segmen kredit termasuk batas wewenang memutus kredit, monitoring kredit, Ketentuan Penanganan Kredit/Pembiayaan yang Terdampak Penyebaran Covid-19 dan lainnya.

Selain itu, Perusahaan mengelola kecukupan sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas, menetapkan kualifikasi SDM yang jelas untuk setiap jenjang jabatan yang terkait dan memastikannya memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam penerapan Manajemen Risiko. Untuk mendukung pertumbuhan kredit yang sehat, Perusahaan mengadakan training dan workshop antara lain pelatihan mengenai Analisa Kredit, Pembiayaan Haji, Credit Scoring Development, Bank Garansi Sharing Session Internal terkait kredit/pembiayaan dengan pembahasan diantaranya terkait isu-isu legal, pencadangan kredit, penanganan kredit bagi debitur yang terdampak Covid-19, mekanisme penilaian agunan, ketentuan Internal Bank, Credit Analyst, Early Warning, Produk Trade Finance, dan lainnya.

Terkait dengan masa Pandemi Covid-19, Perusahaan juga telah menyusun strategi dan action plan untuk aktivitas perkreditan, yang akan lebih fokus pada debitur saat ini (existing) terutama yang terdampak dan akselerasi proses restrukturisasi bagi debitur yang terdampak, penghentian sementara penyaluran kredit (untuk segmen non korporasi) dan fokus pada supervisi perpanjangan kredit serta secara selektif menerapkan pembatasan pencairan terhadap unused credit facility/kelonggaran tarik fasilitas kredit dan memberikan penyaluran kredit kepada debitur-debitur yang memiliki jaminan/agunan yang memadai dan dan sektor-sektor yang masih memiliki prospek usaha.

Pengukuran Cadangan Kerugian Kredit Ekpektasian

Mulai 1 Januari 2020, perhitungan Perusahaan mengacu pada PSAK No. 71 yang memperkenalkan metode kerugian kredit ekspektasian dalam mengukur kerugian instrumen keuangan akibat penurunan nilai. Berbeda dengan PSAK No. 55 sebelumnya yang mengakui kerugian kredit pada saat peristiwa kerugian kredit terjadi, PSAK No. 71 mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit ekspektasian setelah pengakuan awal aset keuangan. Perusahaan mengembangkan permodelan parameter risiko seperti PD (Probability of Default), LGD (Loss Given Default) dan EAD (Exposure at Default) yang digunakan sebagai komponen perhitungan kerugian kredit ekspektasian.

PSAK No. 71 mensyaratkan entitas untuk mengelompokkan aset keuangan ke dalam tiga tahapan penurunan nilai (stage 1, stage 2 dan stage 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan. Perusahaan mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekpektasian 12 bulan untuk aset keuangan yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan (stage 1) dan kerugian kredit sepanjang umur untuk aset keuangan

yang mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2). Pada setiap tanggal pelaporan, entitas menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan (SICR) sejak pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian tersebut, entitas membandingkan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal serta mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan risiko kredit secara signifikan (SICR) sejak pengakuan awal.

Secara umum, aset keuangan dengan tunggakan 30 hari atau lebih dan belum mengalami penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR). Aset keuangan hanya akan dianggap mengalami penurunan nilai dan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya diakui, jika terdapat bukti objektif penurunan nilai yang dapat diobservasi, termasuk antara lain gagal bayar atau mengalami kesulitan keuangan yang signifikan.

Dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian, Perusahaan memperhitungkan pengaruh dari proyeksi makroekonomi. Selain itu, Perusahaan juga menentukan bobot probabilitas untuk kemungkinan terjadinya sebuah skenario makro tersebut. Berbagai variabel makroekonomi digunakan dalam permodelan PSAK No. 71 tergantung pada hasil analisis statistik kesesuaian variabel dengan data historis pembuatan model penurunan nilai.

Perhitungan kerugian kredit ekspektasian dan proyeksi makroekonomi tersebut direviu oleh Perusahaan secara berkala. Variabel yang digunakan Perusahaan antara lain GDP, nilai inflasi, nilai kurs dan lain-lain. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19 yang telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global dan domestik, Perusahaan senantiasa melakukan identifikasi dan pemantauan secara berkelanjutan dan tetap berjaga-jaga untuk melakukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai atas debitur yang telah mendapatkan fasilitas restrukturisasi.

Stage 1 Stage 2 Stage 3 Syariah Jumlah Laporan Posisi Keuangan

Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Efek-efek

Reksadana 69.407 - - - 69.407 Aset Lain-lain

Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Efek-efek

Obligasi korporasi 2.726.968 - - - 2.726.968 Diukur pada biaya perolehan dimortisasi

Giro pada bank lain - pihak ketiga 2.158.349 - - - 2.158.349 Penempatan pada bank lain

Call money 100.000 - - - 100.000 Efek-efek

Obligasi korporasi 131.602 - - 10.375 141.977 Kredit yang diberikan (termasuk

pembiayaan prinsip syariah) 11.164.733 3.203.055 950.123 5.159.381 20.477.292 Tagihan akseptasi 153.617 - 119.800 - 273.417 Pendapatan yang masih akan diterima 226.310 - - 17.458 243.768 Aset lain-lain 167.834 - 864 - 168.698 Jumlah 16.898.820 3.203.055 1.070.787 5.187.214 26.359.876

31 Desember 2020

Eksposur maksimum risiko kredit tercermin dari persentase setiap kategori kredit yang diberikan terhadap jumlah kredit. Portofolio kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 20 jenis sektor ekonomi, dimana untuk posisi 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020, kelompok sektor ekonomi yang memperoleh penyaluran kredit terbesar dari Perusahaan adalah sektor ekonomi Perdagangan Besar dan Eceran dan Industri Pengolahan.

Sebagai bagian dari manajemen portofolio, Perusahaan juga melakukan pemantauan dan pengukuran risiko melalui penilaian terhadap profil risiko (risk profile) dengan mempertimbangkan signifikansi dan materialitas risiko yang dinilai dalam menentukan peringkat profil risiko dengan melakukan perhitungan penilaian terhadap Risiko inheren dan kualitas penerapan Manajemen Risiko dalam aktivitas operasional Perusahaan. Dalam upaya antisipasi dan mitigasi risiko secara portofolio maupun secara individu, Perusahaan juga melakukan monitoring perkembangan dan kualitas portofolio berdasarkan konsentrasi per kategori portofolio, 25 debitur besar, sektor industri, sektor wilayah, jenis produk, tujuan penggunaan, jenis valuta. dan juga melalui penyempurnaan proses penerapan manajemen risiko kredit, baik melalui penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun pengembangan sistem informasi kredit yang memadai.

Berikut adalah eksposur risiko kredit atas aset Perusahaan (termasuk pembiayaan yang diberikan berdasarkan prinsip syariah) pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020:

Telah jatuh tempo

Dalam melaksanakan aktivitasnya, Perusahaan terekspos pada risiko pasar yang terdiri atas risiko suku bunga dan risiko nilai tukar. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional Perusahaan seperti kegiatan treasuri dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance). Perusahaan senantiasa melakukan pengelolaan terhadap risiko pasar tersebut secara rutin dan/atau berkala.

Pemantauan terhadap risiko pasar dilakukan secara harian yang memuat informasi mengenai posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan, Posisi Devisa Neto (PDN) serta pemantauan limit-limit risiko pasar lainnya, seperti Value at Risk (VaR) nilai tukar, Present Value of One Basis Poin Changes (PV01) maksimum posisi surat berharga per penerbit, seri, serta kategori buku portfolio.

Dalam dokumen PT. BANK SINARMAS Tbk. (Halaman 91-95)

Dokumen terkait