• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sepanjang tahun 2012 Perseroan melaksanakan penilaian, penanganan dan mitigasi serta pemantauan risiko-risiko yang melekat pada seluruh fungsi operasional dan strategis. Potensi risiko Perseroan yang melekat pada kegiatan usaha Perseroan tidak mengalami perubahan signifikan dari potensi risiko tahun sebelumnya.

Kegiatan operasional MedcoEnergi menghadapi berbagai risiko, dimana beberapa diantaranya berada di luar kendali Perseroan dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan jika tidak dikelola dengan baik, berhati-hati dan bijaksana.

Berikut ini adalah analisa profil risiko utama Perseroan dan strategi penanganannya yang dikelompokkan ke dalam beberapa faktor:

1. Faktor Risiko dari Jenis Usaha Utama

Perseroan mempunyai jenis usaha utama eksplorasi dan produksi (E&P) pada bagian hulu minyak dan gas bumi (migas). Pendapatan utama Perseroan adalah dari hasil penjualan migas yang diproduksi dari pusat-pusat produksi yang tersebar di lapangan-lapangan migas yang dikelola Perseroan.

Perseroan mengusahakan dengan hati-hati agar produksi migas yang dikeluarkan dari bumi dapat optimal sesuai perencanaan dan prediksi cadangan yang sudah diperkirakan sebelumnya, sehingga secara keseluruhan hasil produksi mempunyai tingkat kelayakan ekonomi yang diharapkan Perseroan. Jika tingkat keekonomian seluruh lapangan-lapangan yang dikelola Perseroan dapat terealisir sesuai target dan harapan, maka kelangsungan usaha Perseroan dapat terus berkesinambungan dan Perseroan juga dapat tumbuh seperti yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan Perseroan.

a. Risiko Penurunan Jumlah Cadangan

Risiko yang dihadapi perusahaan migas adalah turunnya cadangan migas yang dimiliki Perseroan karena diproduksi terus menerus. Keberhasilan kinerja Perseroan bergantung pada kemampuannya mempertahankan penggantian/meningkatkan cadangan terbuktinya dalam jangka panjang. Upaya dalam mengelola risiko ini dengan cara meningkatkan teknologi pemetaan cadangan dan interpretasinya, sertifikasi oleh konsultan independen yang kompeten, sekaligus juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia terkait. Selain itu Perseroan juga terus melihat peluang untuk akuisisi lapangan migas baru dari tahun ke tahun.

b. Risiko Eksplorasi

Aktivitas eksplorasi migas yang dilakukan oleh Perseroan memiliki risiko dengan tidak ditemukannya sumber cadangan migas baru sesuai prediksi yang diharapkan atau ditemukannya sumber migas yang secara komersial tidak memberikan keuntungan kepada Perseroan. Untuk mengelola risiko ini, Perseroan melakukan semua tahapan dengan teliti dan prudent, mulai dari studi awal G&G (Geology

and Geophysics), seismik, penentuan titik sumur pengeboran, estimasi biaya

hingga perhitungan keekonomian. Selain itu, Perseroan berupaya terus mengikuti perkembangan teknologi dan berusaha mengembangkan teknologi dan standar yang digunakan dan menggunakan sumber daya internal dan juga konsultan yang terlatih dan berpengalaman pada bidangnya. Mulai tahun 2011, Perseroan menunjuk secara khusus pejabat setingkat Direktur yang menangani Eksplorasi secara khusus untuk menjalankan salah satu strategi usaha Perseroan yaitu meningkatkan indeks jangka waktu dengan melakukan kegiatan eksplorasi yang berkualitas tinggi.

c. Risiko Pengembangan

Aktivitas pengembangan proyek migas yang dilakukan oleh Perseroan (seperti Proyek-Proyek Utama) memiliki beberapa risiko yang berkaitan penyelesaian proyek sampai dapat beroperasi secara komersial, seperti risiko tertundanya penyelesaian proyek, risiko terjadinya kenaikan biaya investasi dan risiko operasi pada tahun-tahun awal setelah mulai berproduksi. Sebagai penanganan risiko ini, Perseroan secara khusus menempatkan Direktur Pengembangan mulai tahun 2011 untuk memastikan realisasi penyelesaian Proyek-Proyek Utama Perseroan dapat memenuhi target waktu, biaya sesuai dengan rencana awal dan proyek dapat beroperasi handal di tahun-tahun awal dan seterusnya. Pada tahun 2012 Perseroan berfokus pada penyelesaian Proyek Senoro, DSLNG, Libya 47, Block A dan EOR Rimau sesuai dengan target masing-masing proyek tersebut.

d. Risiko Produksi

Risiko penurunan produksi adalah salah satu risiko yang selalu dihadapi oleh perusahaan migas. Perseroan telah menangani risiko ini dengan baik, dengan keberhasilannya mempertahankan tingkat produksi migas selama beberapa tahun terakhir. Manajemen, di bawah arahan Direktur Operasi, telah melakukan identifikasi, mitigasi serta pemantauan risiko yang yang bisa menghalangi pencapaian target produksi secara terus menerus baik melalui laporan produksi harian, laporan Safety Health and Environment (SHE) dan rapat harian produksi.

horizontal dan penerapan secondary recovery technique serta penerapan standar

SHE yang tinggi untuk menjaga kestabilan operasional di lapangan. Perseroan juga mempersiapkan teknologi terkini, yaitu EOR (Enhanced Oil Recovery) untuk memperoleh tambahan cadangan minyak, di samping juga terus mencari peluang akuisisi aset migas yang sudah berproduksi.

Jika ada indikasi yang mengarah suatu risiko terjadi dari laporan harian yang diterima, Direksi dapat langsung menentukan strategi tindakan yang dilakukan dari beberapa pilihan strategi tindakan yang sudah disiapkan sebelum risiko terjadi.

2. Faktor Risiko dari Jenis Usaha Tambahan

Perseroan selain berusaha di bidang E&P migas, juga mengembangkan usahanya di bidang hilir migas, energi terbaharukan, jasa penyewaan rig, batubara dan usaha di bidang ketenagalistrikan.

Di bidang hilir migas, Perseroan mempunyai beberapa usaha yaitu perdagangan bahan bakar High Speed Diesel (HSD), pengolahan LPG dan usaha jalur pipa distribusi gas. Dalam perdagangan HSD, Perseroan memiliki marjin yang sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan fluktuasi harga HSD. Pada tahun 2012, Perseroan mengundang mitra strategis yaitu Puma Energy yang merupakan Entitas Anak Trafigura Beheer BV, salah satu perusahaan niaga komoditas terbesar dunia. Dengan adanya Puma Energy, Perseroan dapat berbagi risiko dalam manajemen risiko lonjakan mata uang asing dan fluktuasi harga HSD melalui pengembangan usaha yang lebih besar dan perdagangan produk-produk selain HSD.

Dalam pengolahan LPG, Perseroan menghadapi risiko ketersediaan pasokan gas yang makin berkurang dari lapangan Kaji-Semoga di Blok Rimau. Perseroan sedang mengkaji relokasi kilang LPG ke lokasi sumber lapangan gas yang lain, selain juga opsi kemitraan dengan pihak lain yang mempunyai sumber gas yang bisa digunakan.

Dalam usaha distribusi gas, risiko utama adalah kerusakan pipa yang bisa

mengakibatkan terganggunya distribusi gas ke konsumen. Perseroan mengelola risiko ini dengan melakukan kontrak asuransi.

Di bidang energi terbarukan, Perseroan memiliki pabrik pembuatan etanol dengan bahan baku singkong. Salah satu risiko utama pada bidang usaha ini adalah

ketersediaan pasokan bahan baku yang berkesinambungan serta lonjakan harga bahan baku, yang bisa menyebabkan kesinambungan pengoperasian pabrik terhalangi serta berkurangnya keekonomian operasi pabrik. Perseroan telah mengantisipasi risiko ini dengan menggunakan tetes tebu (molasses) sebagai alternatif bahan baku dan juga terus mencari peluang kemitraan strategis dengan pihak lain yang mempunyai akses

usaha sudah cukup dikelola dengan kontrak penjualan yang memadai. Sedangkan risiko-risiko lainnya seperti kerusakan fisik peralatan produksi dan gangguan usaha lainnya dilakukan melalui kontrak asuransi.

Di bidang ketenagalistrikan, Perseroan mengelola risiko usaha melalui kemitraan strategis dengan PT Saratoga Power (Saratoga). Melalui perusahaan patungan MPI, Perseroan, bersama-sama Saratoga, membangun, mengelola dan memproduksi listrik untuk disalurkan dan dijual ke Perseroan Listrik Negara (PLN). MPI mengoperasikan mesin-mesin pembangkit listrik, dengan bahan bakar sebagian besar adalah gas alam, tersebar di beberapa daerah di Indonesia. MPI telah mengantisipasi dan menangani risiko yang terkait dengan usaha ketenagalistrikan, seperti kerusakan mesin pembangkit, lonjakan harga gas dan lonjakan nilai tukar melalui klausal-klausal di dalam Kontrak Penjualan Listrik, Kontrak Pasokan Gas dan Kontrak Pemeliharaan masing-masing dengan PLN, pemasok gas dan pihak pembuat mesin, di samping juga menggunakan jasa asuransi.

3. Faktor Risiko Finansial

Keadaan ekonomi global dipengaruhi oleh dinamika perubahan pasar dunia, utamanya perubahan harga minyak mentah, nilai tukar mata uang dan tingkat suku bunga, baik domestik maupun internasional. Risiko harga minyak mentah, tingkat suku bunga dan nilai tukar mata uang bisa menimbulkan downside risk jika tidak dikelola dengan kehatian-hatian oleh Perseroan.

a. Risiko harga minyak mentah dunia

Risiko harga minyak mentah dunia merupakan suatu risiko yang dihadapi oleh pasar energi global selama ini. Dengan usaha migas yang sebagian besar berada dalam jenis kontrak PSC ataupun PSA, Perseroan membagi risiko ini bersama-sama dengan pemerintah setempat. Selain itu Perseroan juga memproduksi gas dan menjual ke pasar domestik, di mana harga gas domestik ditentukan dengan mengacu ke suatu formula tidak terkait dengan harga minyak mentah dunia. Dengan produksi dan penjualan gas ke pasar domestik ini, Perseroan memperoleh pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh risiko fluktuasi harga minyak mentah dunia b. Risiko Kenaikan Tingkat Suku Bunga

Perseroan terpapar pada risiko tingkat suku bunga yang timbul dari fluktuasi tingkat suku bunga pada utang pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang, terutama pada saat likuiditas pasar finansial sedang ketat. Perseroan mengelola risiko tingkat suku bunga dengan pemantauan pasar finansial baik domestik maupun internasional. Strategi mengadakan pinjaman baru yang berbunga rendah dilakukan Perseroan dan sekaligus melunasi pinjaman dengan bunga tinggi yang ada sekarang agar terjaga biaya bunga pinjaman yang efisien dalam jangka pendek maupun panjang. Perseroan mempunyai banyak pilihan pembiayaan untuk merealisasikan keperluan usahanya baik dengan obligasi, utang bank, pembiayaan di tingkat proyek dan jenis pembiayaan lain dengan mata uang rupiah dan juga mata uang asing baik di pasar finansial domestik maupun internasional. Kejelian

c. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang

Perseroan mempunyai usaha yang tersebar selain di Indonesia juga di Oman, Libya, Yaman dan Amerika Serikat. Aktivitas eksplorasi dan prduksi migas di negara-negara tersebut mempunyai potensi risiko fluktuasi mata uang negara-negara setempat. Pendapatan serta sebagian besar biaya Perseroan dinyatakan dalam mata uang Dolar AS, demikian juga pembukuan Perseroan dilakukan dalam mata uang Dolar AS. Biaya operasi dan sebagian kewajiban, termasuk utang Perseroan dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing lainnya, terpapar oleh risiko nilai tukar mata uang tersebut terhadap Dolar AS. Dalam memitigasi risiko ini Perseroan terus menerus melakukan monitor dan telaah risiko keamanan dan ekonomi kawasan tempat beroperasinya unit usaha Perseroan serta melakukan transaksi lindung nilai jika dianggap terpapar risiko yang mendekati ambang toleransi risiko yang bisa diterima.

4. Faktor Risiko Regulasi/Kebijakan Pemerintah, Hukum dan Keamanan Kawasan

a. Risiko Regulasi/Kebijakan Pemerintah bisa berdampak langsung terhadap usaha Perseroan di bidang migas, ketenagalistrikan, industri hilir, tambang dan energi terbarukan. Bidang usaha-usaha tersebut di beberapa negara dianggap strategis, sehingga pengaturan dan pengawasannya masih dilakukan oleh Pemerintah melalui peraturan, perundang-undangan dan badan regulasi lainnya. Perseroan mengelola risiko ini dengan ikut aktif memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk rancangan perubahan peraturan yang akan dilakukan, praktek-praktek usaha yang belum diatur dan saran peraturan yang sebaiknya diberlakukan. Selain itu, manajemen juga ikut aktif di dalam asosiasi-asosiasi bidang energi dan kelompok pemerhati yang berkaitan dengan bidang usaha Perseroan agar mendapatkan informasi penting mengenai kemungkinan perubahan peraturan dan kebijakan pemerintah sedini mungkin.

b. Risiko Hukum berupa tuntutan/litigasi terkait dengan kemitraan dengan pihak lain atau dengan masyarakat sekitar di lokasi Perseroan beroperasi. Perseroan melakukan mitigasi melalui program-program CSR yang dibutuhkan masyarakat setempat meliputi pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Selain itu Perseroan juga berusaha membangun keterbukaan informasi baik dengan masyarakat sekitar maupun dengan mitra Perseroan lain. c. Risiko Keamanan Kawasan pada negara dimana Perseroan beroperasi terus

menerus diawasi perkembangan informasinya oleh manajemen melalui konsultan maupun melalui penasehat Perseroan. Usaha ini juga dilakukan melalui partnership dengan perusahaan lokal dan program-program persahabatan sosial dan informal lainnya.

5. Faktor Risiko Keselamatan, Lingkungan dan Bencana Alam

a. Risiko Lingkungan yang terjadi akibat tumpahan migas dan kebakaran dapat menimbulkan kerugian pihak ketiga dimana Perseroan harus mengganti kerugian

b. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Operasi

Risiko keselamatan dan kesehatan operasi menjadi prioritas utama Perseroan. Manajemen mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan di tempat operasi dengan prosedur standar operasi yang jelas dan ketat, menumbuhkan kesadaran akan keselamatan (safety first) dan kesehatan melalui program-program pelatihan, petunjuk serta pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program tersebut. Perseroan juga menutup kontrak pertanggungan asuransi yang memadai untuk mengurangi dampak risiko jika terjadi.

c. Risiko Bencana Alam

Kegiatan usaha Perseroan yang berada di berbagai lokasi tidak terlepas dari risiko bencana alam seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan kebakaran. Dalam usaha mitigasi terhadap risiko ini, Perseroan menerapkan segenap sumber dayanya untuk menjaga akses sumber-sumber energi secara aman bila risiko tersebut di atas terjadi, dan juga menggunakan jasa asuransi yang memadai bila memungkinkan.

Dokumen terkait