• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO MANAJEMEN

Dalam dokumen PT PROVIDENT AGRO Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 59-64)

31. (RUGI) LABA PER SAHAM DASAR

34. RISIKO MANAJEMEN

a. Pendahuluan dan tinjauan

Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen risiko.Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Perusahaan.Sedangkan fungsi internal audit memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur manajemen risiko, dan untuk menelaah kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dengan memberikan laporannya kepada Dewan Direksi.

Tujuan keseluruhan dari manajemen risiko adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko yang dihadapi Perusahaan, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta untuk mengawasi risiko dan kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan, namun tanpa terlalu mempengaruhi daya saing Perusahaan dan fleksibilitas.

Perusahaan menghadapi risiko dari instrumen keuangan sebagai berikut: • Risiko pasar

• Risiko kredit • Risiko likuiditas • Risiko operasional

b. Risiko pasar

Risiko pasar adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan pada harga pasar, seperti tingkat suku bunga, mata uang dan harga. Risiko pasar yang melekat kepada perusahaan adalah risiko mata uang asing, di mana Perusahaan melakukan transaksi dalam mata uang asing dan memiliki aset dan liabilitas keuangan yang didenominasi dalam mata uang asing.

Risiko pasar dikendalikan dengan menilai dan memantau pergerakan mata uang asing terhadap laporan keuangan perusahaan dan entitas anak.

Tabel dibawah ini menggambarkan detail aset dan liabilitas keuangan berdasarkan mata uang asing:

Valas Rp Valas Rp

Aset

Kas dan bank AS$ 4,824,211.24 46,254,536 960,873.41 8,713,201 SG$ 377.22 2,952 -

-RM 2,340.00 7,328 - -Aset tidak lancar lainnya AS$ 1,500,000.00 14,382,000 1,500,000.00 13,602,000

Jumlah aset 60,646,816 22,315,201

Liabilitas

Utang usaha AS$ 114,522.77 1,098,044 24,459.00 221,794 EUR 180.00 2,233 12,445.00 146,092 SG$ - - 700.00 4,882 Utang bank AS$ 14,430,500.00 138,359,634 142,071,98315,667,400.00 Biaya yang masih harus dibayar AS$ 42,115.53 403,804 50,297.97 456,102 Utang jangka panjang AS$ 18,506,320.31 177,438,599 18,826,031.09 170,714,450 Utang pemegang saham AS$ - - 250,000.00 2,267,000 Utang lain-lain AS$ 84,497,245.48 810,159,590 348,999.48 3,164,727

Jumlah liabilitas 1,127,461,904 319,047,030

Jumlah liabilitas bersih 1,066,815,088 296,731,829

2 0 1 1 31 Desember 30 September

Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan entitas anak gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya kepada Perusahaan dan entitas anak.Risiko kredit Perusahaan dan entitas anakterutama melekat kepada kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada institusi keuangan yang terpercaya, sedangkan piutang usaha dan piutang lain-lain sebagian besar hanya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan mitra usaha yang memiliki reputasi baik dan melalui perikatan atau kontrak yang dapat memitigasi risiko kredit.

Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi risiko penurunan nilai atas piutang.

Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit dan konsentrasi risiko yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan:

Jumlah Bruto Jumlah Neto Jumlah Bruto Jumlah Neto Pinjaman yang diberikan dan piutang

Kas dan bank 91,714,768 91,714,768 38,197,076 38,197,076 Piutang usaha 3,504,135 3,504,135 6,165,065 6,165,065 Piutang lain-lain 205,702,693 205,702,693 50,726,985 50,726,985

Piutang pemegang saham 44,951,500 44,951,500 -

-J u m l a h 345,873,096 345,873,096 95,089,126 95,089,126

30 September 31 Desember

2 0 1 1 2 0 1 2

d. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan dan entitas anak tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Kebutuhan likuiditas Perusahaan dan entitas anak terutama timbul dari kebutuhan untuk membiayai investasi dan pengeluaran modal untuk ekspansi lahan dan penanaman baru kelapa sawit.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional perusahaan dan entitas anak dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

Tabel dibawah ini menggambarkan detail jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan:

30 September 2012 2013 dan Nilai

2012 seterusnya wajar

Aset

Kas dan Bank 91,714,768 - 91,714,768

Piutang usaha 3,504,135 - 3,504,135

Piutang lain-lain 205,702,693 - 205,702,693 Piutang pemegang saham 44,951,500 - 44,951,500 Jumlah aset 345,873,096 - 345,873,096

Liabilitas

Utang bank 98,502,942 1,043,312,860 1,141,815,802

Utang usaha 84,897,890 - 84,897,890

Utang lain-lain 872,286,793 - 872,286,793

Biaya yang masih harus dibayar 24,376,214 - 24,376,214 Utang sewa pembiayaan 7,035,734 2,557,229 9,592,963 Utang lain jangka panjang - 177,438,599 177,438,599 Jumlah liabilitas 1,087,099,573 1,223,308,688 2,310,408,261 Jumlah liabilitas bersih 741,226,477 1,223,308,688 1,964,535,165

Jatuh tempo

31 Desember 2011 2012 dan Nilai

2011 seterusnya wajar

Aset

Kas dan Bank 38,197,076 - 38,197,076

Piutang usaha 6,165,065 - 6,165,065 Piutang lain-lain 50,726,985 - 50,726,985 Jumlah aset 95,089,126 - 95,089,126 Liabilitas Utang bank 64,026,646 609,640,461 673,667,107 Utang usaha 29,306,731 - 29,306,731 Utang lain-lain 3,221,408 - 3,221,408

Biaya yang masih harus dibayar 23,903,070 - 23,903,070 Utang sewa pembiayaan 5,087,325 3,272,964 8,360,289

Utang Pemegang Saham 3,999,619 - 3,999,619

Utang lain jangka panjang - 170,714,450 170,714,450 Jumlah liabilitas 129,544,799 783,627,875 913,172,674 Jumlah liabilitas bersih 34,455,673 783,627,875 818,083,548

Jatuh tempo

e. Risiko operasional

Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kurang memadainya atau kegagalan dari proses internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan produk perusahaan.

Perusahaan melalui fungsi pengawasan yang melekat dioperasional dan melalui sistem manajemen Perusahaan, melakukan review berkala terhadap aktivitas operasional untuk mengurangi kemungkinan atau frekuensi terjadinya risiko operasional dan meminimalisir dampak dari kejadian-kejadian yang mungkin menjadi risiko operasional tersebut.

Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Sumatera Barat cq. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Agam (selaku para tergugat), digugat oleh Mamak Adat/Kepala Kaum/Suku-Suku Tanjung di Nagari Manggopoh (selaku para penggugat) berdasarkan gugatan tanggal 11 Juni 2008.

Pokok gugatan yang diajukan oleh para penggugat yaitu tanah ulayat para penggugat seluas + 2.500 Ha yangmenurut para penggugat masuk ke dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) No. 4/Tanjung Mutiara milik MAG, entitas anak.

Selanjutnya, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Basung terhadap perkara No. 14/PDT/G/2008/PN.LB.BS pada tanggal 10 Agustus 2009, Pengadilan Negeri Lubuk Basung memutuskan mengabulkan gugatan para penggugat dan dikeluarkannya tanah seluas + 2.500 Ha tersebut dari tanah Hak Guna Usaha No. 4/TanjungMutiara.

Para tergugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Padang. Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Padang No. 131/PDT/2009/PT.PDG pada tanggal 13 Januari 2010, Pengadilan Tinggi Padang memutuskan menerima permohonan banding dari para tergugat dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Lubuk Basung tanggal 10 Agustus 2009 No. 14/PDT/G/2008/PN.LB.BS.

Para penggugat kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan hasil amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi para penggugat berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 1236K/PDT/2010 tanggal 27 Oktober 2010.

Para penggugat mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Negeri Lubuk Basung telah menyampaikan pemberitahuan kepada MAG, entitas anak mengenai permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh para Penggugat, melalui surat tertanggal 27 September 2011.

Pada tanggal 7 Agustus 2012, MAG, Entitas Anak telah menerima Putusan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung R.I. tanggal 19 Maret 2012 Nomor: 749PK/Pdt/2011 ("Putusan PK"), yang memutuskan sebagai berikut: 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;

2. Menyatakan sah bahwa Para Penggugat adalah sebagai Mamak Adat/Penghulu Suku-Suku Tanjung dan Penguasa Tanah Ulayat Suku Tanjung di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam; 3. Menyatakan Sah bahwa Tanah Objek Perkara adalah Tanah Ulayat Suku Para Penggugat di Nagari

Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Agam;

4. Menyatakan Perbuatan Para Tergugat menguasai/memiliki Tanah Objek Perkara adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum;

5. Menyatakan Sertifikat Hak Guna Usaha No. 4 Tahun 1992 Gambar Situasi Khusus No.01/1990 Lumpuh dan tidak mempunyai Kekuatan Hukum sepanjang menyangkut Tanah Ulayat Suku Para Penggugat yang menjadi Objek Perkara;

6. Menghukum Para Tergugat untuk menyerahkan kembali Tanah Objek Perkara kepada Para Penggugat dalam keadaan kosong dari Hak Miliknya dan Hak Milik orang lain yang diperdapat dari padanya, jika ingkar dapat dimintakan bantuan Alat Negara;

7. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar Ganti Kerugian kepada Para Penggugat berupa Kerugian Materil Rp 203.704.200 dan Kerugian immateril Rp 1.000.000;

8. Menghukum Tergugat III untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara ini;

9. Menolak gugatan Para Penggugat untuk selebihnya. Menghukum tergugat III untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara ini.

Kemudian berdasarkan pendapat Konsultan Hukum Hendra Soenardi & Rekan tanggal 10 Agustus 2012 dinyatakan bahwa objek eksekusi tidak dapat ditemukan, dan barang yang ditunjuk untuk eksekusi tidak sesuai dengan barang yang disebutkan di dalam amar putusan. Amar Putusan menyebut wilayah Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, sementara bidang dalam HGU 4 secara keseluruhan berada di luar Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Wilayah HGU 4 berada di dalam Kecamatan Tanjung Mutiara.

pencadangan ganti rugi terkait dengan putusan PK. Untuk mengantisipasi biaya yang mungkin timbul atas proses penyelesaian gugatan tersebut, MAG, entitas anak melakukan provisi sebesar Rp 55.539.800 yang terdiri atas biaya jasa hukum, jasa penilai dan biaya lain-lain yang dicatat sebagai akun utang lain-lain. Manajemen akan melakukan evaluasi secara periodik atas pencadangan ganti rugi dan nilai provisi berdasarkan perkembangan atas Putusan PK.

Dalam dokumen PT PROVIDENT AGRO Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 59-64)

Dokumen terkait