• Tidak ada hasil yang ditemukan

60 - Risiko Mata Uang Asing

Dalam dokumen PT Danayasa Arthatama Tbk dan Entitas Anak (Halaman 64-71)

Grup terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai eksposur mata uang, terutama terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi komersial di masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko nilai tukar terutama berhubungan dengan utang bank jangka panjang dan liabilitas lain-lain. Transaksi umum yang dilakukan Grup (seperti penjualan, pembelian dan beban usaha) sebagian besar menggunakan mata uang Rupiah. Manajemen melakukan review berkala atas eksposur mata uang asing (Catatan 41).

Pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, jika mata uang Rupiah melemah/menguat sebesar 5% terhadap Dolar Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba sebelum pajak untuk periode-periode yang berakhir pada tanggal tersebut akan lebih tinggi/rendah masing-masing sebesar Rp 11.312.473 dan Rp 14.189.106.

Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan utang bank.

Manajemen Grup melakukan penelaahan atas suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang telah ditetapkan. Apabila suku bunga pasar turun secara signifikan, manajemen Grup akan melakukan negosiasi untuk menurunkan suku bunga tersebut. Tabel berikut adalah nilai tercatat berdasarkan jatuh temponya, atas liabilitas keuangan konsolidasian Grup yang terkait risiko suku bunga:

Jatuh Tempo JatuhTempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo

Suku Bunga dalam Satu Tahun Pada Tahun ke-2 Pada Tahun ke-3 Pada Tahun ke-4 Pada Tahun ke-5 Jumlah %

Liabilities

Utang Bank:

Utang bank jangka pendek 14% - 14,75% 74.974.000 - - - - 74.974.000 Utang bank jangka panjang 5% - 9,75% 103.092.731 103.434.758 51.876.790 - - 258.404.279 Jumlah 178.066.731 103.434.758 51.876.790 - - 333.378.279

Jatuh Tempo JatuhTempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo

Suku Bunga dalam Satu Tahun Pada Tahun ke-2 Pada Tahun ke-3 Pada Tahun ke-4 Pada Tahun ke-5 Jumlah %

Liabilities

Utang Bank:

Utang bank jangka pendek 14% - 14,75% 74.974.000 - - - - 74.974.000 Utang bank jangka panjang 6% - 9,75% 103.611.368 103.930.503 104.346.652 - - 311.888.523 Jumlah 178.585.368 103.930.503 104.346.652 - - 386.862.523

- 61 -

Pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, jika suku bunga atas pinjaman lebih tinggi/rendah 1% dan variabel lain dianggap tetap, laba sebelum pajak untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut akan lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar Rp 3.333.783 dan Rp 3.868.625, terutama sebagai akibat tingginya/rendahnya beban bunga dari pinjaman dengan suku bunga mengambang.

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi utang kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.

Berikut adalah eksposur maksimum yang terkait risiko kredit pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016:

Jumlah Bruto Jumlah Neto Jumlah Bruto Jumlah Neto Pinjaman yang diberikan dan piutang

Kas dan setara kas 360.233.940 360.233.940 359.550.322 359.550.322 Piutang usaha 34.096.238 33.209.598 26.778.151 25.884.683 Piutang lain-lain 14.285.619 14.285.619 2.904.396 2.904.396 Aset lain-lain

Setoran jaminan 9.495.599 9.495.599 9.438.698 9.438.698 Deposito berjangka yang

dibatasi pencairannya 1.444.104 1.444.104 2.705.240 2.705.240 Tersedia untuk dijual

Aset Pengampunan pajak

-investasi saham 3.061.221 3.061.221 3.061.221 3.061.221 Jumlah 422.616.721 421.730.081 404.438.028 403.544.560

30 Juni 2017 31 Desember 2016

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

- 62 -

Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016:

<= 1 tahun 1 - 2 tahun 3 - 5 tahun > 5 tahun Jumlah Biaya Transaksi Nilai Tercatat

Liabilitas

Utang bank jangka pendek 74.974.000 - - - 74.974.000 - 74.974.000 Utang bank jangka panjang 103.914.000 103.914.000 51.957.000 - 259.785.000 (1.380.721) 258.404.279 Utang usaha 37.382.684 - - - 37.382.684 - 37.382.684 Beban akrual 40.757.816 - - - 40.757.816 - 40.757.816 Utang pihak berelasi

non-usaha 6.400.124 - - - 6.400.124 - 6.400.124 Liabilitas lain-lain 197.382.667 64.959.146 27.669.291 418.564.850 708.575.954 - 708.575.954

Jumlah 460.811.291 168.873.146 79.626.291 418.564.850 1.127.875.578 (1.380.721) 1.126.494.857 30 Juni 2017

<= 1 tahun 1 - 2 tahun 3 - 5 tahun > 5 tahun Jumlah Biaya Transaksi Nilai Tercatat

Liabilitas

Utang bank jangka pendek 74.974.000 - - - 74.974.000 - 74.974.000 Utang bank jangka panjang 104.616.000 104.616.000 104.616.000 - 313.848.000 (1.959.477) 311.888.523 Utang usaha 24.320.656 - - - 24.320.656 - 24.320.656 Beban akrual 44.369.700 - - - 44.369.700 - 44.369.700 Utang pihak berelasi

non-usaha 6.216.828 - - - 6.216.828 - 6.216.828 Liabilitas lain-lain 291.302.319 70.082.763 60.257.129 341.907.746 763.549.957 - 763.549.957

Jumlah 545.799.503 174.698.763 164.873.129 341.907.746 1.227.279.141 (1.959.477) 1.225.319.664 31 Desember 2016

39. Perjanjian Penting dan Komitmen

a. Perjanjian dengan Conrad International Investment Corporation (Conrad) dan Perusahaan Afiliasinya

Pada tahun 1994, Perusahaan dan Conrad menandatangani perjanjian sehubungan dengan pendirian perusahaan patungan dengan nama PT Jakarta International Artha (JIA). Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Penghentian (Termination Agreement) tanggal 22 Juli 2005, Perusahaan, Conrad dan JIA menyetujui untuk menghentikan perjanjian kerjasama tersebut dengan beberapa persyaratan yang disepakati oleh para pihak tersebut.

b. Perjanjian Kerjasama

AT, entitas anak, telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan berbagai pihak berkaitan dengan sarana telekomunikasi.

- 63 -

c. Perjanjian antara PT Pacific Place Jakarta (PPJ) dengan International Hotel Licensing Company (IHLC)

Pada tanggal 31 Maret 2006, PPJ, entitas anak, mengadakan perjanjian dengan IHLC yang berlaku untuk jangka waktu dua puluh (20) tahun terhitung sejak tanggal mulai operasi dan dapat diperpanjang kembali untuk jangka waktu sampai sepuluh (10) tahun.

d. Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan Kembali

Perusahaan, mengadakan Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan Kembali (Build, Operate and Transfer/BOT) dengan PT Bukit Lentera Sejahtera (BLS), dimana BLS akan membangun hotel bintang lima di atas lahan milik Perusahaan yang berlokasi di Lot 11 Kawasan Niaga Terpadu Sudirman. Hotel tersebut akan diberi nama Alila Suites. Jangka waktu BOT adalah 25 tahun sejak tanggal diterbitkannya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), dan dapat diperpanjang selama 5 tahun dengan persetujuan Perusahaan. Seluruh biaya proyek menjadi tanggungan BLS. Setelah jangka waktu BOT berakhir, BLS wajib menyerahkan hotel tersebut kepada Perusahaan. Perjanjian BOT ini telah didokumentasikan dengan Akta No. 76 tanggal 10 Maret 2011 dari Sutjipto, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta.

e. Perjanjian Kerjasama Pengembangan Bisnis

Pada tanggal 14 Februari 2013, Perusahaan dan PT Sanggata Lestari Utama (SLU), pihak berelasi, menandatangani Perjanjian Kerjasama, dimana Perusahaan menugaskan SLU untuk mencari lahan yang dapat dijadikan sebagai lahan pengembangan bagi Perusahaan. Terkait dengan tujuan ini, Perusahaan akan memberikan sejumlah uang muka kepada SLU. Kedua belah pihak setuju bahwa penyerahan lahan akan dilakukan dengan proses balik nama kepada Perusahaan atau dengan penyertaan saham SLU oleh Perusahaan.

f. Perjanjian Jual Beli Tanah

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tanah tanggal 23 Mei 2013, CA, entitas anak, telah menjual tanah yang terletak di Lot 10 KNTS kepada PT Prima Bangun Investama (PBI), pihak ketiga, seharga US$ 184.000.000. CA berkewajiban untuk menyampaikan beberapa perijinan kepada PBI yang diperlukan untuk pembangunan proyek di Lot 10, dan CA telah memenuhi kewajiban yang telah disyaratkan tersebut.

g. Perjanjian Kerjasama Lot 13

Pada tanggal 16 Desember 2014, AP, entitas anak, dan PT Sumbercipta Griyautama (SCGU), pihak ketiga, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sehubungan dengan rencana kerjasama pembangunan gedung, dimana AP sebagai pemilik tanah seluas 11.572 m2 yang terletak di Lot 13 KNTS akan menyerahkan tanah tersebut kepada SCGU untuk digabungkan dengan tanah milik SCGU, dan selanjutnya SCGU akan membangun dua (2) buah gedung di atas tanah gabungan tersebut yang berlokasi di District 8. Setelah pembangunan dua (2) gedung tersebut selesai, SCGU akan menyerahkan satu (1) buah gedung kepada AP. Pada bulan Desember 2014, AP telah mengalihkan tanah Lot 13 kepada SCGU. Pengalihan ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan dalam perolehan ijin untuk pembangunan gedung.

MoU ini telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama tanggal 23 Februari 2015. Apabila SCGU gagal menyerahkan gedung kepada AP sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian

- 64 -

Kerjasama maka SCGU wajib mengembalikan tanah Lot 13 kepada AP dan membayar seluruh biaya yang akan timbul.

h. Perjanjian Kerjasama Usaha Patungan

Pada tanggal 17 Desember 2014, AP, entitas anak, mengadakan Perjanjian Kerjasama Usaha Patungan dengan SCGU sehubungan dengan rencana pembentukan perusahaan ventura bersama dalam rangka pembangunan hotel. Modal yang rencananya akan ditempatkan dari perusahaan ventura bersama tersebut adalah sebesar Rp 570.000.000 yang akan diambil bagian oleh AP dan SCGU masing-masing sebesar Rp 228.000.000 dan Rp 342.000.000 atau dengan persentase masing-masing sebesar 40% dan 60%.

40. Informasi Segmen

Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang bertanggung jawab atas alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi hotel, real estat dan jasa konstruksi dan jasa telekomunikasi.

Jasa

Hotel Real Estat Telekomunikasi Eliminasi Konsolidasi Pendapatan Usaha 149.851.996 269.919.272 87.445.542 - 507.216.810 Hasil segmen 93.841.527 228.464.002 87.445.542 (4.056.184) 405.694.887 Laba usaha 58.838.116 (2.479.439) 15.027.282 14.363.680 85.749.639 Pendapatan sewa dan

pengelolaan kawasan - 70.523.101 - (5.702.621) 64.820.480 Pendapatan bunga - 3.246.257 1.995.443 - 5.241.700 Beban bunga dan beban

keuangan lainnya - (14.522.930) - - (14.522.930) Lain-lain - bersih (53.374.461) 116.181.648 (416.362) (60.637.798) 1.753.027 Laba sebelum pajak 5.463.655 172.948.637 16.606.363 (51.976.740) 143.041.915 Beban pajak - (8.435.898) (2.957.579) - (11.393.477) Laba tahun berjalan 5.463.655 164.512.739 13.648.784 (51.976.740) 131.648.438 Pengukuran kembali liabilitas

imbalan pasti - - - - -Jumlah penghasilan komprehensif 5.463.655 164.512.739 13.648.784 (51.976.740) 131.648.438 Aset segmen 133.253.608 6.153.170.998 221.257.611 (998.955.465) 5.508.726.752 Aset yang tidak dialokasikan - 223.756.124 10.730.807 - 234.486.931 Penyertaan saham - 1.428.754.784 - (1.424.368.861) 4.385.923 Jumlah aset 133.253.608 7.805.681.906 231.988.418 (2.423.324.326) 5.747.599.606 Liabilitas segmen 122.785.963 2.480.135.914 44.184.327 (1.164.807.325) 1.482.298.879 Liabilitas yang tidak dialokasikan 3.437.099 5.591.327 2.701.572 - 11.729.998 Jumlah Liabilitas 126.223.062 2.485.727.241 46.885.899 (1.164.807.325) 1.494.028.877

- 65 -

Jasa

Hotel Real Estat Telekomunikasi Eliminasi Konsolidasi Pendapatan Usaha 174.963.669 271.647.974 81.245.601 - 527.857.244 Hasil segmen 112.135.754 226.216.793 81.245.601 (3.042.135) 416.556.013 Laba usaha 72.199.755 4.774.785 17.206.991 7.999.824 102.181.355 Pendapatan sewa dan

pengelolaan kawasan - 52.527.641 - (5.778.312) 46.749.329 Pendapatan bunga - 2.333.365 2.896.302 - 5.229.667 Beban bunga dan beban

keuangan lainnya - (18.838.303) - - (18.838.303) Lain-lain - bersih (65.827.876) 132.028.730 (1.116.455) (63.589.058) 1.495.341 Laba sebelum pajak 6.371.879 172.826.218 18.986.838 (61.367.546) 136.817.389 Beban pajak - (7.673.248) (3.526.924) - (11.200.172) Laba tahun berjalan 6.371.879 165.152.970 15.459.914 (61.367.546) 125.617.217 Pengukuran kembali liabilitas

imbalan pasti - (1) - - (1) Jumlah penghasilan komprehensif 6.371.879 165.152.969 15.459.914 (61.367.546) 125.617.216 Aset segmen 137.254.816 6.124.807.333 190.081.858 (960.714.071) 5.491.429.936 Aset yang tidak dialokasikan - 54.410.136 10.521.430 - 64.931.566 Penyertaan saham - 1.296.796.911 - (1.290.908.231) 5.888.680 Jumlah aset 137.254.816 7.476.014.380 200.603.288 (2.251.622.302) 5.562.250.182 Liabilitas segmen 124.719.878 2.599.758.216 42.120.902 (1.124.377.055) 1.642.221.941 Liabilitas yang tidak dialokasikan 3.338.119 10.693.671 1.124.608 - 15.156.398 Jumlah Liabilitas 128.057.997 2.610.451.887 43.245.510 (1.124.377.055) 1.657.378.339

30 Juni 2016

41. Aset dan Liabilitas Moneter Bersih dalam Mata Uang Asing

Tabel berikut mengungkapkan jumlah aset dan liabilitas moneter konsolidasian:

Mata uang asing Ekuivalen Mata uang asing Ekuivalen

US$ Rp US$ Rp

Aset

Kas dan setara kas

Pihak berelasi 4.943.896 65.847.754 5.626.492 75.597.543 Pihak ketiga 949.192 12.642.289 878.031 11.797.227 Piutang Usaha Pihak ketiga 100.390 1.337.092 114.289 1.535.587 Piutang lain-lain Pihak berelasi 1.950 25.974 2.073 27.859 Pihak ketiga - - 101 1.358 Aset lain-lain Pihak berelasi - - 23.249 312.377 Pihak ketiga 87.684 1.167.859 169.931 2.283.193 Jumlah Aset 6.083.112 81.020.968 6.814.166 91.555.144 30 Juni 2017 31 Desember 2016

- 66 -

Mata uang asing Ekuivalen Mata uang asing Ekuivalen

US$ Rp US$ Rp

Liabilitas

Utang bank jangka panjang

Pihak ketiga 14.920.952 198.732.158 17.888.439 240.349.063 Utang Usaha

Pihak ketiga 344.573 4.589.369 363.012 4.877.424 Beban akrual

Pihak ketiga 541.667 7.214.458 500.000 6.718.000 Utang pihak berelasi non-usaha 228.240 3.039.929 462.685 6.216.633 Liabilitas lain-lain Pihak berelasi 110.363 1.469.918 135.825 1.824.945 Pihak ketiga 6.924.288 92.224.596 8.585.234 115.351.208 Jumlah Liabilitas 23.070.083 307.270.428 27.935.195 375.337.273 Liabilitas Bersih (16.986.971) (226.249.460) (21.121.029) (283.782.129) 30 Juni 2017 31 Desember 2016

Pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.

42. Standar Akuntansi Keuangan Baru a. Diterapkan pada Tahun 2016

Grup telah menerapkan standar akuntansi baru dan amandemen standar-standar akuntansi berikut, namun tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian:

1. PSAK No. 4, Laporan Keuangan Tersendiri: Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan

Tersendiri

2. PSAK No. 5, Segmen Operasi

3. PSAK No. 7, Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi

4. PSAK No. 15 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas

Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasian

5. PSAK No. 24, Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja

6. PSAK No. 65, Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan

Pengecualian Konsolidasi

7. PSAK No. 66, Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam

Operasi Bersama

8. PSAK No. 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi:

- 67 -

9. PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar

10. PSAK No. 70, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

b. Standar Akuntansi Keuangan Berlaku Efektif 1 Januari 2017 dan 2018

Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru, amandemen PSAK, dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) baru yang akan berlaku efektif pada periode yang dimulai:

1 Januari 2017

1. PSAK No. 1, Penyajian Laporan Keuangan: Prakarsa Pengungkapan

2. PSAK No. 3, Laporan Keuangan Interim

3. PSAK No. 24, Imbalan Kerja

4. PSAK No. 58, Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

5. PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan

6. ISAK No. 31, Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi

1 Januari 2018

1. PSAK No. 2, Laporan Arus Kas: Prakarsa Keuangan

2. PSAK No. 16, Agrikultur: Tanaman Produktif

3. PSAK No. 46, Pajak Penghasilan: Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk Rugi yang

Belum Direalisasi

4. PSAK No. 69, Agrikultur

Grup memperkirakan bahwa penerapan PSAK dan ISAK di atas tidak berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Dalam dokumen PT Danayasa Arthatama Tbk dan Entitas Anak (Halaman 64-71)

Dokumen terkait