• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO PASAR

Dalam dokumen Daftar Isi - Tinjauan Operasional (Risk) (Halaman 57-60)

PENGUNGKAPAN SEKURITISASI ASET

B. RISIKO PASAR

Manajemen Risiko Pasar tidak hanya terbatas pada pengelolaan risiko, namun juga pengawasan atas semua risiko yang dihadapi Bank akibat dari pergerakan faktor pasar (suku bunga dan nilai tukar). Risiko pasar timbul dari dua area yang berbeda dan dikelola secara terpisah. Area pertama, aktivitas trading di treasury (risiko Trading Book) dan area kedua adalah aktivitas pada balance sheet Bank (khususnya risiko suku bunga pada Banking Book). Penerapan Manajemen Risiko Pasar mencakup pengelolaan kedua risiko tersebut.

1) Organisasi Manajemen Risiko Pasar

Pengelolaan risiko pasar merupakan proses top-down dalam struktur organisasi Danamon dimulai dari Komite Pemantau Risiko, Direksi melalui Assets & Liabilities Committee (ALCO)

dan Senior Management yang secara aktif

terlibat dalam perencanaan, persetujuan, peninjauan kembali dan pengkajian seluruh risiko yang terkait.

2) Penerapan Manajemen Risiko Pasar

Penerapan Manajemen Risiko Pasar dilakukan melalui proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko pasar, dengan didukung penerapan sistem informasi manajemen. Risiko pasar dimonitor oleh divisi Market and Liquidity Risk (sebagai second line

of defense) yang merupakan fungsi independen dalam Danamon yang mengembangkan, menerapkan dan memelihara kerangka manajemen risiko pasar secara menyeluruh dan terintegrasi. Hal ini mencakup aspek kualitatif dan kuantitatif untuk melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian dan pelaporan risiko pasar.

a) Risiko Perdagangan (Trading Risk)

Trading Risk terutama dikelola melalui struktur limit dan dipantau setiap hari oleh divisi Market and Liquidity Risk (MLR). b) Risiko Suku Bunga pada Banking Book. Risiko suku bunga adalah eksposur yang

timbul atas pergerakan suku bunga pasar yang merugikan (adverse movement) terhadap neraca Bank. Risiko tersebut merupakan bagian yang melekat dari bisnis perbankan. Pengelolaan risiko dengan baik, dapat menjadikan eksposur tersebut sumber tambahan pendapatan yang akan meningkatkan nilai pemegang saham. Namun, eksposur risiko suku bunga berlebihan dapat menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap pendapatan dan modal bank. Pemantauan dari risiko suku bunga pada banking book dilakukan secara harian oleh divisi MLR.

3) Faktor-faktor Risiko

Faktor risiko didefinisikan sebagai variabel yang menyebabkan perubahan nilai dari instrumen keuangan atau sebuah portofolio dari instrumen keuangan baik di on atau off- balance sheet. Faktor risiko pasar utama yang termasuk di dalam sistem pengukuran risiko adalah nilai tukar, suku bunga, ekuitas dan komoditas.

Faktor-faktor risiko tersebut dapat timbul secara terpisah ataupun merupakan kombinasi dari beberapa faktor risiko apabila suatu produk ataupun aktivitas Bank memungkinkan memiliki beberapa faktor risiko untuk dikelola. Pengelolaan risiko pasar pada perbankan di Indonesia hanya terbatas pada faktor risiko suku bunga dan nilai tukar.

4) Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko

Secara umum, pengukuran risiko pasar telah mencakup risiko nilai tukar dan suku bunga, yang tercatat dalam trading book dan banking book Danamon. Pengukuran risiko pasar meliputi proses valuasi instrumen keuangan,

perhitungan market risk capital charge,

stress testing dan sensitivity analysis. Metode pengukuran yang dipakai mengacu kepada regulatory requirement dan standar umum manajemen risiko pasar dalam perbankan.

Danamon mengelola risiko suku bunga dengan menggunakan analisa sensitivitas berdasarkan format repricing gap dan metode Earning-at- Risk (EAR). EAR mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap pendapatan bunga bersih Bank pada kurun waktu 1 tahun kedepan. Untuk melengkapi pengelolaan risiko tingkat suku bunga, Danamon juga menggunakan metode Economic Value of Equity (EVE). EVE mengukur risiko suku bunga pada periode yang lebih panjang serta memberikan estimasi dampak perubahan suku bunga terhadap modal Bank.

Pengukuran EAR dan EVE dilakukan secara periodik (harian) terhadap setiap instrumen banking book dan trading book sesuai asumsi repricing baik untuk produk dengan contractual maturity maupun non maturing. Pengukuran EAR dan EVE dilakukan terhadap kenaikan atau penurunan yang simetris pada kurva imbal hasil baik dalam kondisi normal maupun dalam kondisi stres. Asumsi yang digunakan dikaji ulang secara periodik berdasarkan kesesuaiannya terhadap metodologi yang secara umum dipakai.

Proses pemantauan (monitoring) dan pengendalian (controlling) dilakukan melalui penerapan Limit Risiko Pasar, baik limit atas

parameter trading book maupun banking

book, termasuk di dalamnya pemantauan terhadap utilisasi limit Treasury. MLR secara independen melakukan pemantauan atas limit terkait Risiko Pasar secara harian dengan

mempertimbangkan risk appetite manajemen

dan arah strategi bisnis Danamon.

Per 31 Desember 2017, utilisasi limit EAR (Earning at Risk) secara individu maupun konsolidasi masih berada dalam batasan internal threshold. EAR Rupiah (IDR) maupun Valuta Asing (FCY) secara individu dan konsolidasi menunjukkan utilisasi limit sekitar 42-52%.

Dari sisi utilisasi limit EVE (Economic Value of Equity) pada Danamon secara individu dan konsolidasi juga berada dalam batasan internal threshold. EVE IDR dan FCY, baik individu maupun konsolidasi menunjukkan utilisasi limit sekitar 30-36%.

Secara umum, berdasarkan komposisi aset dan kewajiban (kombinasi tenor serta fixed/ floating rate) yang dimiliki saat ini, risiko suku bunga yang mempengaruhi Capital baik Danamon secara individu maupun konsolidasi masih dalam batasan internal sesuai dengan Risk Appetite.

5) Kecukupan Modal Minimum

Danamon berkomitmen untuk memenuhi Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang ditentukan oleh regulator. Oleh karena itu, setiap bulan Danamon menghitung ATMR risiko pasar dengan menggunakan pendekatan standar. Di dalam perhitungan, Danamon memperhitungkan dua eksposur, yakni eksposur risiko suku bunga dan eksposur risiko nilai tukar (foreign exchange - FX). Eksposur risiko suku bunga, terdiri dari risiko spesifik dan risiko umum, mencakup debt, debt related instruments, dan interest rate derivatives pada trading book. Sedangkan eksposur risiko nilai tukar mencakup eksposur risiko yang ada pada trading book dan banking book.

1. Pengungkapan Risiko Pasar dengan Menggunakan Metode Standar

(dalam jutaan rupiah)

No. Jenis Risiko

31 Desember 2017 31 Desember 2016

Bank Konsolidasi Bank Konsolidasi

Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Risiko Suku Bunga 302.863 302.863 146.963 146.963

a. Risiko Spesifik - - - - - - - -

b. Risiko Umum 24.229 302.863 24.229 302.863 11.757 146.963 11.757 146.963 2 Risiko Nilai Tukar 18.949 236.868 18.994 237.425 13.707 171.334 13.751 171.888

3 Risiko Ekuitas - - - -

4 Risiko Komoditas - - - -

5 Risiko Option - - - - - - - -

Dalam dokumen Daftar Isi - Tinjauan Operasional (Risk) (Halaman 57-60)

Dokumen terkait