• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO SUKU BUNGA INTEREST RATE RISK Untuk mengelola maturity gap , Bank dan entitas

Dalam dokumen Bank Jabar dan Banten Bilingual 31 Mrt 2013 (Halaman 188-193)

LIABILITIES Nilai wajar yang diungkapkan di bawah ini adalah

49. RISIKO SUKU BUNGA INTEREST RATE RISK Untuk mengelola maturity gap , Bank dan entitas

anak mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

To manage the maturity gap, the Bank and subsidiaries take the following steps:

a. Melakukan pemantauan terhadap adanya pencairan dan penempatan dana setiap hari;

a. Performs regular monitoring of funds

withdrawal and placement on a daily basis; b. Memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi

kepada nasabah utama;

b. Gives higher interest rate to priority customers;

c. Menjaga hubungan baik dengan para deposan agar tetap menanamkan dananya pada Bank.

c. Maintains good relationship with depositors to maintain their funds in the Bank.

Risiko suku bunga merupakan potensi kerugian Bank dan entitas anak yang timbul akibat fluktuasi suku bunga pasar yang berlawanan dengan posisi portofolio Bank dan entitas anak.

Interest rate risk is the Bank‟s and subsidiaries‟

potential losses arising from market interest rates fluctuations as opposed to the position of the

Bank‟sand subsidiaries‟ portfolios.

Bank dan entitas anak melakukan pengukuran risiko suku bunga meliputi penilaian risiko suku bunga yang melekat pada aset, kewajiban dan pada posisi off balance sheet; penggunaan konsep keuangan yang berlaku secara umum dan teknik- teknik manajemen risiko; asumsi dan parameter yang terdokumentasi dan dievaluasi secara berkala; terintegrasi dengan proses manajemen risiko secara rutin baik dari aspek pengambilan keputusan, struktur governance maupun proses alokasi modal internal. Dengan menggunakan metodologi tersebut, Bank dan entitas anak dapat mengidentifikasi risiko suku bunga dari portofolio aset dan kewajiban yang sensitif terhadap perubahan suku bunga serta menentukan besaran risiko terhadap Bank dan entitas anak.

The Bank and subsidiaries conduct measurement of interest rate risk that includes assessing inherent interest rate risk in asset, liabilities and off balance sheet positions; implementation of the generally applicable financial concept and risk

management techniques; assumptions and

parameters which are documented and evaluated regularly; intergrated with periodic risk management process either from the aspect of decision making, governance structure or internal capital allocation process. By using such methodologies, the Bank and subsidiaries can identify interest rate risk of asset and liabilities portofolio that are sensitive to interest rate changes and determine the risk scale for the Bank and subsidiaries.

Tabel di bawah ini merupakan kisaran tingkat bunga per tahun untuk aset dan liabilitas yang signifikan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012:

The table below summarizes the range of interest rates per annum for significant assets and liabilities as of December 31, 2012 and 2011:

31 Maret 2013/ 31 Desember 2012/

March 31, 2013 December 31, 2012

Mata uang Mata uang

asing/ asing/

Rupiah/ Foreign Rupiah/ Foreign

Rupiah currencies Rupiah currencies

% % % %

ASET ASSETS

Giro pada bank lain - 0,10 - 0,50 - 0,10-0,50 Current accounts with other banks

Penempatan pada bank lain 4,18 – 4,29 - 4,35-4,90 - Placements with other banks

Surat berharga 0,00 - 11,25 - 0,00-14,25 - Marketable securities

Marketable securities

Efek-efek yang dibeli dengan janji purchased under

dijual kembali 4,65 - 4,66 - 4,43-4,63 - agreement to resale

Wesel ekspor dan tagihan lainnya 8,90 - 8,95 3,51 8,60 – 8,92 3,25 Bills and other receivables

Kredit yang diberikan 3,00 - 31,14 7,00 - 14,00 5,75-19,00 7,00 - 14,00 Loans

Obligasi Pemerintah 4,45 - 6,25 - 4,30-6,625 - Government Bonds

LIABILITAS LIABILITIES

Simpanan nasabah Deposits from customers

- Giro 0,0 - 6,55 0,1 - 0,75 0,00 - 6,55 0,00 - 0,75 Current accounts -

- Tabungan 0,0 - 6,55 0,0 - 0,75 0,00 - 6,55 0,00 - 0,75 Savings -

- Deposito berjangka 0,0 - 8,5 0,0 - 1,80 0,00-8,50 0,00 - 3,00 Time deposits -

Simpanan dari bank lain Deposits from other banks

- Giro 0,00 - 3,00 - 0,00 - 3,00 - Current accounts -

- Tabungan 0,00 - 3,50 - 0,00 - 4,50 - Savings -

- Deposito berjangka 0,04 - 0,06 - 5,00 - 7,75 - Time deposits -

- Interbank call money 4,19 - 4,55 2,30 - 2,50 4,25 - 4,90 0,40 - 0,45 Interbank call money –

Marketable securities

Efek-efek yang dijual dengan janji sold under

dibeli kembali (repo) 4,45 - 4,65 - 4,50 – 4,75 - agreement to repurchase

Pinjaman yang diterima 0,00 - 9,60 - 0,00 - 9,60 - Borrowings

186

tidak lebih tidak lebih tidak lebih tidak lebih tidak lebih

dari 1 tahun/ dari 2 tahun/ dari 3 tahun/ dari 4 tahun/ dari 5 tahun/ Tidak Tidak lebih More than More than More than More than More than Lebih dari Suku bunga dikenakan dari 3 bulan/ 3 months but 1 year but 2 years but 3 years but 4 years but 5 tahun/ tetap/ bunga/

Not more than not more than not more than not more than not more than not more than More than Fixed interest Non-interest Total/ 3 months 1 year 2 years 3 years 4 years 5 years 5 years rate bearing Total

Aset Keuangan Financial Assets

Kas - - - - - 1.569.899 1.569.899 Cash

Giro pada Bank Indonesia 3.659.489 - - - - 3.659.489 Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank lain 238.711 - - - - 238.711 Current accounts with other banks

Penempatan pada Bank Placements with Bank Indonesia and

Indonesia dan bank lain - - - - - 6.927.151 - 6.927.151 other banks

Surat berharga - - - - - 3.911.464 - 3.911.464 Marketable securities

Efek-efek yang dibeli dengan Marketable securities purchased

janji dijual kembali 8.762.754 - - - - 8.762.754 under agreements to resell

Wesel ekspor dan tagihan lainnya 7.725 49.502 - - - 56.777 Bills and other receivables

Tagihan derivatif 7 - - - - 7 Derivative receivables

Tagihan akseptasi 12.458 154.332 - - - 166.790 Acceptance receivables

Kredit yang diberikan 7.715 1.520.549 1.433.180 3.779.228 1.914.497 1.674.626 27.491.884 - - 37.821.679 Loans

Pembiayaan syariah - 822.203 206.875 1.382.521 - - 656.476 - - 3.068.075 Sharia financing

Penyertaan saham - - - - - 31.984 31.984 Investment in shares

Bunga yang masih akan diterima - - - - - 410.162 410.162 Interest receivables

Aset lain-lain*) - - - - - - - - 1.512.450 1.512.450 Other assets*)

Total aset keuangan 12.688.409 2.546.586 1.640.055 5.161.749 1.914.497 1.674.626 28.148.360 10.838.615 3.524.495 68.137.392 Total financial assets

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Liabilitas segera - - - - - 691.759 691.759 Obligations due immediately

Simpanan nasabah Deposits from customers

- Giro 15.474.006 - - - - 15.474.006 Current accounts -

- Tabungan 7.195.607 - - - - 7.195.607 Savings-

- Deposito berjangka 9.416.336 8.861.510 2.568.956 1.040.656 386.962 147.541 246.577 - - 22.668.538 Time deposits -

Simpanan syariah - - - - - 165.282 165.282 Customer deposits - sharia

Simpanan dari bank lain Deposits from other banks

- Giro 49.197 - - - - 49.197 Current accounts -

- Tabungan 94.922 - - - - 94.922 Savings -

- Deposito berjangka 21.771 63.486 3.075 - - - 88.332 Time deposits -

- Call money 6.096.328 - - - - 6.096.328 Call money -

Efek-efek yang dijual dengan janji Marketable securities sold under

dibeli kembali 2.191.118 - - - - 2.191.118 agreement to repurchase

Liabilitas derivatif 1 - - - - 1 Derivative payables

Liabilitas akseptasi 26.077 130.860 - - - 156.937 Acceptance payables

Efek hutang yang diterbitkan - - - - 272.484 649.268 1.473.704 - - 2.395.456 Debt securities issued

Pinjaman yang diterima - - - - - 235.865 - 235.865 Borrowings

Bunga yang masih harus dibayar - - - - - 122.418 122.418 Interest payable

Liabilitas lain-lain - - - - - - - - 1.513.247 1.513.247 Other liabilities

Total liabilitas keuangan 40.565.363 9.055.856 2.572.031 1.040.656 659.446 796.809 1.720.281 235.865 2.492.706 59.139.013 Total financial liabilities

Total gap repricing suku bunga (27.876.954)) (6.509.270) (931.976) 4.121.093 1.255.051 877.817 26.428.079 10.602.750 1.031.789 8.998.351 Total gap repricing interest rate

187

tidak lebih tidak lebih tidak lebih tidak lebih tidak lebih

dari 1 tahun/ dari 2 tahun/ dari 3 tahun/ dari 4 tahun/ dari 5 tahun/ Tidak

Tidak lebih More than More than More than More than More than Lebih dari Suku bunga dikenakan

dari 3 bulan/ 3 months but 1 year but 2 years but 3 years but 4 years but 5 tahun/ tetap/ bunga/

Not more than not more than not more than not more than not more than not more than More than Fixed interest Non-interest Total/ 3 months 1 year 2 years 3 years 4 years 5 years 5 years rate bearing Total

Aset Keuangan Financial Assets

Kas - - - - - 1.795.074 1.795.074 Cash

Giro pada Bank Indonesia 4.666.015 - - - - 4.666.015 Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank lain 289.755 - - - - 289.755 Current accounts with other banks

Penempatan pada Bank Placements with Bank Indonesia and

Indonesia dan bank lain - - - - - 8.013.850 - 8.013.850 other banks

Surat berharga - - - - - 4.142.992 - 4.142.992 Marketable securities

Efek-efek yang dibeli dengan Marketable securities purchased

janji dijual kembali 11.567.261 - - - - 11.567.261 under agreements to resell

Wesel ekspor dan tagihan lainnya 18.304 49.096 - - - 67.400 Bills and other receivables

Tagihan akseptasi 77.645 147.330 - - - 224.975 Acceptance receivables

Kredit yang diberikan - - 34.885.042 489.348 - - - 35.374.390 Loans

Pembiayaan syariah - - - - - 2.958.322 2.958.322 Sharia financing

Penyertaan saham - - - - - 31.984 31.984 Investment in shares

Bunga yang masih akan diterima - - - - - 350.560 350.560 Interest receivables

Aset lain-lain*) - - - - - - - - 7.078 7.078 Other assets*)

Total aset keuangan 16.618.980 196.426 34.885.042 489.348 - - - 12.156.842 5.143.018 69.489.656 Total financial assets

Liabilitas Keuangan Financial Liabilities

Liabilitas segera - - - - - 1.761.134 1.761.134 Obligations due immediately

Simpanan nasabah Deposits from customers

- Giro 14.527.781 - - - - 14.527.781 Current accounts -

- Tabungan 8.739.254 - - - - 8.739.254 Savings-

- Deposito berjangka 9.369.981 10.182.373 3.381.514 785.618 314.911 89.150 242.281 - - 24.365.828 Time deposits -

Simpanan syariah - - - - - 294.650 294.650 Customer deposits - sharia

Simpanan dari bank lain Deposits from other banks

- Giro 42.809 - - - - 42.809 Current accounts -

- Tabungan 135.658 - - - - 135.658 Savings -

- Deposito berjangka 95.369 3.585 - - - 98.954 Time deposits -

- Call money 6.115.213 - - - - 6.115.213 Call money -

Efek-efek yang dijual dengan janji Marketable securities sold under

dibeli kembali 1.922.795 - - - - 1.922.795 agreement to repurchase

Liabilitas akseptasi 77.645 147.330 - - - 224.975 Acceptance payables

Efek hutang yang diterbitkan - - 676.531 - 599.166 - 1.119.394 - - 2.395.091 Debt securities issued

Pinjaman yang diterima - - - - - 231.160 - 231.160 Borrowings

Bunga yang masih harus dibayar - - - - - 129.272 129.272 Interest payable

Liabilitas lain-lain - - - - - - - - 700.401 700.401 Other liabilities

Total liabilitas keuangan 41.026.505 10.333.288 4.058.045 785.618 914.077 89.150 1.361.675 231.160 2.885.457 61.684.975 Total financial liabilities

Total gap repricing suku bunga (24.407.525) (10.136.862) 30.826.997 (296.270) (914.077) (89.150) (1.361.675) 11.925.682 (2.257.561) 7.804.681 Total gap repricing interest rate

188

i. Risiko tingkat suku bunga i. Interest rate risk

Analisis sensitivitas untuk beberapa faktor pasar menunjukkan bagaimana laba rugi dan ekuitas dapat dipengaruhi oleh perubahan dari beberapa faktor risiko sesuai dengan tabel dibawah ini. Secara umum, sensitivitas diestimasi dengan membandingkan suatu nilai awal ke nilai tertentu setelah perubahan tertentu dari faktor pasar, dengan mengasumsikan seluruh variabel lainnya tetap. Sensitivitas atas laporan laba rugi merupakan efek atas perubahan estimasi suku bunga atas laba rugi untuk suatu periode, berdasarkan nilai suku bunga mengambang atas aset dan liabilitas yang diperdagangkan dan tidak diperdagangkan yang dimiliki Bank dan entitas anak pada tanggal 31 Maret 2013. Analisis sensitivitas atas laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dihitung dengan menilai kembali perubahan estimasi suku bunga tetap atas aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tanggal 31 Maret 2013. Jumlah sensitivitas atas laporan laba rugi komprehensif konsolidasian didasarkan pada asumsi bahwa terdapat perubahan paralel dalam kurva penghasilan.

Sensitivity analysis for several market factors showing how profit or loss and equity could be affected by changes in the relevant risk factor are in the following tables below. In general, sensitivity is estimated by comparing an initial value to the value derived after a specified change in the market factor, assuming all other variables are constant. The sensitivity of the statement of income is the effect of the assumed changes in interest rates on the profit or loss for a period, based on the floating rate trading and non-trading financial assets and liabilities held by the Bank and subsidiaries as of March 31, 2013. The sensitivity of the consolidated statement of comprehensive income is calculated by revaluing fixed rate available-for-sale financial assets, as of March 31, 2013 for the effects of the assumed changes in interest rates. The total sensitivity of the consolidated statement of comprehensive income is based on the assumption that there are parallel shifts in the yield curve.

Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas dari laporan laba rugi komprehensif konsolidasian Bank dan entitas anak terhadap kemungkinan perubahan wajar atas suku bunga untuk aset dan liabilitas keuangan dengan suku bunga tetap pada tanggal 31 Maret 2013:

The table below demonstrates the sensitivity of

the Bank‟s and subsidiaries‟ consolidated

statement of income and statement of

comprehensive income to reasonably possible changes in interest rates for fixed rate financial assets and liabilities as of March 31, 2013:

31 Maret 2013/March 31, 2013

Dampak ke

laporan laba rugi

komprehensif

konsolidasian/

Impact to the

consolidated

Perubahan basis statement

poin/Change of comprehensive

in basis point income

Rupiah +1,25% (241.916) Rupiah

+0,50% (41.523)

-0,50% 68.876

189 Risiko operasional adalah risiko kerugian langsung ataupun tidak langsung yang terjadi karena tidak memadainya atau karena adanya kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem atau adanya masalah eksternal yang dapat mempengaruhi operasional Bank dan entitas anak.

Operational risk is a direct or indirect losses risk incurred by insufficient or malfunction of internal processes, human error, system failure, or external problems that affect the operations of the Bank and subsidiaries.

Sebagai wujud pelaksanaan proses pengawasan terhadap risiko operasional yang mungkin terjadi, Bank dan entitas anak telah mengembangkan suatu sistem dengan menggunakan metodologi pengukuran sendiri, menggunakan tools Risk Control Self Assessment (RCSA) yang dilakukan oleh masing-masing risk taking unit, melakukan penilaian terhadap terhadap indikator-indikator utama (Key Risk Indicator) Bank yang digunakan sebagai early warning system serta wajib melaporkan timbulnya kerugian/potensi kerugian yang timbul akibat risiko operasional dalam tools Lost Event Database (LED). Keseluruhan proses dimaksud merupakan upaya guna meningkatkan budaya risk awareness terhadap potensi-potensi risiko yang dihadapi oleh Bank dan sebagai pedoman bagi manajemen guna melakukan pengendalian dan mitigasi terhadap dampak risiko yang timbul.

As a form of implementation of the monitoring process to the operational risks that may occur, Bank and subsidiaries have developed a system using its own measurement methodology, using tools Risk Control Self Assessment (RCSA) conducted by each risk taking unit. Besides it, every month each risk-taking unit take an

assessment of the Bank‟s key indicators (Key Risk

Indicators) which are used as an early warning system and also requirement report potential losses arising from operational risks in Lost Event Database (LED) tools. The entire process is an attempt to intensify a risk awareness culture to potential risks encountered by the Bank and as a guideline for management in order to control and mitigate the impact of arising risks.

Disamping melakukan proses manajemen risiko terhadap risiko yang melekat dalam aktivitas existing, Bank dan entitas anak juga menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh atas rencana penerbitan produk dan aktivitas baru sesuai dengan jenis risiko yang telah ditetapkan dalam PBI No. 5/8/PBI/2003 beserta perubahannya melalui PBI No. 11/25/PBI/2009 tentang penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan SE BI No. 11/35/DPNP tanggal 31 Desember 2009 perihal Pelaporan Produk dan Aktivitas Baru.

In addition of conducting risk management process for inherent risk in the existing activity, the Bank and subsidiaries also implement a comprehensive risk management for issuance of new products and activities plan and in accordance with the type of risk that has been established in PBI No. 5/8/PBI/2003 and its amandement through PBI No. 11/25/PBI2009 on the Implementation of Risk Management for Bank and Bank Indonesia Circular Letter No. 11/35/DPBP dated December 31, 2009, regarding New Products and Activities Report. Sejak tahun 2010, Bank dan entitas anak telah

mengalokasikan kebutuhan modal risiko

operasional berdasarkan Basel Committee on Banking Supevision dan SE BI No. 11/13/DPNP tanggal 27 Januari 2009 perihal Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risiko Operasional dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar (PID). Bank dan entitas anak

menggunakan metodologi pendekatan Basic

Indicator dan saat ini masih melakukan

pengembangan terhadap perhitungan penyisihan modal dengan metode Standardized Approach serta pengumpulan data risiko yang digunakan

dalam perhitungan beban modal Risiko

Operasional dengan menggunakan pendekatan yang lebih kompleks (Advanced Measurement Approach).

Since 2010, the Bank and subsidiaries have been allocating operational risk capital requirements under Basel Committee on Banking Supervision

and Bank Indonesia Circular Letter No.

11/13/DPNP dated Januari 27, 2009 regarding the calculation of Risk Weighted Assets (RWA) Operational risk by Using the Basic indicator Approach (BIA). The Bank and subsidiaries using Basic Indicator approach and methodology, are currently doing a development of the capital allowance calculation by using Standardize Approach method and the collection of risk data which are used in calculating operational in capital charges risks using a more complex approach (Advanced Measurement Approach).

190 Bank telah mengembangkan suatu kerangka kerja serta kebijakan dan pedoman Business Continuity

Management (BCM) yang digunakan sebagai

contingency plan bagi Bank dalam rangka meminimalkan kerugian yang timbul dari potensi- potensi risiko operational yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti bencana alam, kebakaran, serta gangguan lainnya seperti gangguan sistem, listrik, saluran komunikasi dan lain-lain yang berada diluar kewenangan Bank dan entitas anak. Ruang lingkup BCM terdiri dari Business Continuity Plan (BCP) sebagai prosedur kelangsungan usaha Bank dan entitas anak serta Emergency Response Plan (ERP) sebagai prosedur tanggap darurat bencana dalam rangka penyelamatan data dan asset serta DisasterRecovery Plan (DRP) sebagai prosedur kelangsungan sistem dan infrastruktur pendukung Teknologi Informasi dan terus

disempurnakan serta disesuaikan dengan

perkembangan bisnis dan sistem yang dimiliki Bank dan entitas anak.

Bank has developed a framework as weel as policies and also guidelines for Business Continuity Management (BCM) which are used as a contingency plan for the Bank and subsidiaries in order to minimize losses arising from potential operational risks caused by external factors such as natural disasters, fires, and other disruptions such as system, electricity, communication lines,

and others that are outside the Bank‟s and subsidiaries‟ authority. The scope of BCM consists

of Business Continuing Plan (BCP) as the Bank‟s

and subsidiaries‟ business continuity procedures

and Emergency Response Plan (ERP) as an emergency procedure in order to save data and assets also a Disaster Recovery Plan (DRP) as the continuity procedures for systems and supporting infrastructures of Information Technology and also enhanced and adapted continuously to business development and systems held by The Bank and subsidiaries.

51. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM

Dalam dokumen Bank Jabar dan Banten Bilingual 31 Mrt 2013 (Halaman 188-193)