Merupakan resiko yang dihadapi perusahaan terkait dengan perkembangan tehnologi yang mampu membuat barang jaminan emas palsu yang sulit dideteksi, sehingga lolos dari pengamatan penaksir Pegadaian. Di sisi lain apabila perusahaan ingin terus mengikuti perkembangan tehnologi diperlukan biaya investasi yang sangat besar.
c. Risiko Hukum
Risiko Hukum, yaitu risiko yang timbul sebagai akibat lemahnya aspek yuridis yang dapat menimbulkan kerugian perusahaan, antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, tiadanya undang undang yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti syarat sahnya suatu pengikatan jaminan yang diagunkan debitur, memiliki sub risiko sebagai berikut :
Risiko Peraturan Pemerintah
Mengingat kegiatan usaha Perusahaan berhubungan dengan kepentingan umum, maka biasanya Pemerintah senantiasa melakukan pengawasan secara ketat melalui berbagai peraturan. Munculnya peraturan-peraturan baru yang ditetapkan Pemerintah dapat menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi perusahaan apabila berpengaruh pada adanya perubahan atau penyesuaian dalam kegiatan operasional, salah satunya adalah dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat sejak tanggal 5 Maret 2000.
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar, yaitu risiko yang disebabkan oleh terjadinya pergerakan variabel pasar, seperti pergerakan nilai agunan terutama pergerakan harga emas dan gejolak pasar yang dapat mempengaruhi tingkat suku
bunga pinjaman, memiliki sub risiko sebagai berikut:
Risiko Pendanaan
Dalam memberikan pinjaman kepada nasabah, Perusahaan menghadapi kemungkinan risiko yang terkait dengan pendanaan, yaitu kemungkinan Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran jangka pendek. Hal itu dapat disebabkan oleh terjadinya fluktuasi tingkat bunga di pasar, dan terkait dengan struktur permodalan, sehingga kemampuan Perusahaan untuk memberikan pinjaman menjadi berkurang. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan pendapatan dan akhirnya akan menurunkan pertumbuhan tingkat keuntungan Perusahaan.
Risiko Pendanaan terdiri dari :
a. Risiko Likuiditas dan Solvabilitas
Adalah kemungkinan PT Pegadaian (Persero) tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran jangka pendek dan jangka panjang kepada para krediturnya.
- Kreditur secara bersama menarik atau tidak memperpanjang pinjaman jangka pendeknya.
- Belum adanya kreditur pengganti.
- Kinerja keuangan menurun sehingga kepercayaan investor juga menurun.
Probabilitas risiko ini muncul relatif kecil, hal ini dikarenakan :
- Current Ratio Pegadaian 152,50%, dimana 2,20% dari total aset merupakan kas dan setara
kas sedangkan 90,02% merupakan outstanding pinjaman dengan jangka waktu kredit (cash
collection) 4 bulan, sedangkan sebagian besar utang berjangka waktu kurang dari 1 tahun.
- Kinerja keuangan Pegadaian dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan, sekalipun dalam
kondisi krisis seperti yang terjadi di tahun 1998-1999.
- Terkait dengan kinerja keuangan yang baik, kepercayaan investor semakin meningkat. Hal ini
terlihat dari penilaian Pefindo untuk Obligasi PT Pegadaian (Persero) mendapat rating AA+ (double A plus; stable outlook) klasifikasi investment grade.
- Telah dilakukannya portofolio sumber pendanaan jangka pendek yang berasal dari 6 (enam)
kreditur perbankan.
b. Risiko Suku Bunga
Adalah risiko yang terjadi karena fluktuasi tingkat suku bunga di pasar sehingga akan berdampak
pada kenaikan cost of fund maupun penurunan laba. Di samping itu, naiknya tingkat suku bunga
sumber pendanaan Perusahaan, tidak dapat langsung diberlakukan kepada nasabah yang masih memiliki pinjaman sehingga mengurangi kemampuan Perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan.
Risiko ini muncul apabila terjadi :
a. Kondisi makro ekonomi tidak kondusif sehingga tingkat suku bunga meningkat.
b. Kenaikkan lending rate tidak dapat segera diberlakukan dengan pertimbangan daya beli
masyarakat menurun (inflasi sangat tinggi).
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau kewajiban keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau kewajiban keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, perusahaan mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.
Besarnya suku bunga efektif sebagai berikut :
Tingkat Suku Bunga Efektif
%
Kas dan Bank 0.00 - 1.50
Pinjaman Yang Diberikan (Tenor 4 Bulan) 6.00 – 9.20
Piutang Lainnya Non Bearing Interest
Pinjaman Bank 7.70 – 9.00
Pinjaman Obligasi 6.60 – 13.10
Pinjaman dari Pemerintah 4.67 – 5.75
Aset
Liabilitas
Probabilitas risiko ini muncul relatif kecil, hal ini dikarenakan:
1. Keputusan untuk menaikkan atau menurunkan lending rate sepenuhnya berada di bawah
2. Penundaan kenaikan lending rate dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kinerja keuangan.
Kurang Dari Lebih Dari Kurang Dari Lebih Dari Tidak Dikenakan Jumlah
Satu Tahun Satu Tahun Satu Tahun Satu Tahun Bunga
Aset :
Kas dan Bank 204.312.981.623 -- -- -- 442.842.076.389 647.155.058.012 Pinjaman Yang Diberikan -- -- 23.057.566.281.910 3.329.779.429.389 -- 26.387.345.711.299
Piutang Lainnya -- -- -- -- --
--Piutang Pihak Berelasi -- -- -- -- --
--Jumlah Aset Keuangan 204.312.981.623 -- 23.057.566.281.910 3.329.779.429.389 442.842.076.389 27.034.500.769.311 Liabilitas :
Pinjaman Bank -- -- -- -- --
--Pinjaman Obligasi -- 492.532.006.202 149.962.626.747 4.014.052.752.599 -- 4.656.547.385.548 Pinjaman Lainnya 15.000.000.000 -- -- -- -- 15.000.000.000 Utang Kepada Rekanan -- -- -- -- 41.826.400.843 41.826.400.843 Utang Kepada Nasabah -- -- -- -- 86.998.465.975 86.998.465.975 Liabilitas Jangka Pendek Lainnya -- -- -- -- 309.590.067.880 309.590.067.880
Pinjaman dari Pemerintah -- -- -- -- --
Pusat dan Daerah -- -- -- 410.000.000.000 -- 410.000.000.000 Jumlah Liabilitas Keuangan 15.000.000.000 492.532.006.202 149.962.626.747 4.424.052.752.599 438.414.934.698 5.519.962.320.246
31 Desember 2012 Suku Bunga Mengambang / Suku Bunga Tetap
Mengambang Tetap
c. Risiko Permodalan
Adalah risiko yang muncul terkait dengan struktur permodalan atau rasio antara jumlah utang dengan jumlah ekuitas. Munculnya risiko ini merupakan akumulasi dari risiko operasi dan risiko
financial leverage.
Risiko ini muncul apabila terjadi:
Aktivitas operasional berfluktuasi sehingga pendapatan yang diterima berfluktuasi.
Meningkatnya Debt to Equity Ratio (DER) yaitu perbandingan antara jumlah utang dengan
jumlah ekuitas.
Rendahnya retained earning dibanding ekspansi usaha.
Probabilitas risiko ini muncul relatif kecil, hal ini dikarenakan :
Pertumbuhan usaha dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan rata-rata di atas 34,47%
per tahun.
Mengingat utang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, maka biaya
bunga yang timbul berbanding lurus dengan pendapatan perusahaan.
e. Risiko Reputasi
Risiko Reputasi, yaitu risiko yang disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha perusahaan, atau adanya persepsi negatif terhadap perusahaan, memiliki sub risiko sebagai berikut :
Risiko Keamanan
Resiko keamanan merupakan resiko perusahaan yang dihadapi sehubungan dengan situasi keamanan yang kurang/tidak kondusif yang ditandai dengan semakin meningkatnya tindak kriminal dengan berbagai modus operandi, di mana Pegadaian menjadi salah satu sasaran kejahatan/perampokan.
Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mengurangi risiko :
• Melakukan peningkatan standar kualitas barang yang dijaminkan.
• Mencari aternatif-alternatif pendanaan yang mempunyai cost of fund yang lebih murah dan
pencarian modal kerja dari berbagai sumber dengan berbagai jangka waktu yang sebagian besar lebih lama dari jangka waktu piutang.
• Pelatihan dan pengembangan SDM yang intensif dan berkesinambungan, sehingga tercipta
tenaga kerja yang profesional, yang dapat menunjang operasi perusahaan secara optimal.
• Melakukan restrukturisasi cabang-cabang.
• Membagun corporate culture dan corporate image melalui pencanangan dan sosialisasi terus
berbakti untuk negeri.
• Mengasuransikan barang jaminan milik nasabah dan seluruh aset Perusahaan.
• Mengasuransikan pinjaman yang disalurkan kepada nasabah untuk Kredit Angsuran Fidusia
(Kreasi).
• Menempatkan aparat keamanan (TNI dan atau Kepolisian) di Cabang PT Pegadaian dan
meningkatkan system penyimpanan barang jaminan, antara lain: pemasangan alarm, penggunaan CCTV, teralis dan penempatan brankas/kluis.
• Membangun kerjasama penanganan keamanan untuk daerah yang tergabung (cluster) sehingga
lebih efisien.
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari semua aset dan liabilitas keuangan:
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp
ASET
Kas dan Bank 647.155.058.012 647.155.058.012
Pinjaman Yang Diberikan 26.553.855.654.256 26.387.345.711.299
Piutang Lainnya 34.665.556.643 34.665.556.643
Piutang Pihak Berelasi 5.282.141.029 5.282.141.029
LIABILITAS
Pinjaman Bank 17.378.982.918.261 17.378.982.918.261
Pinjaman Obligasi 4.663.500.000.000 4.656.547.385.549
Pinjaman Lainnya 15.000.000.000 15.000.000.000
Pinjaman Pemerintah Pusat 410.000.000.000 410.000.000.000
Utang Kepada Nasabah 86.998.465.975 86.998.465.975
31 Desember 2012
Metode dan asumsi untuk estimasi nilai wajar adalah untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan yang memiliki jatuh tempo dibawah satu tahun, atas nilai wajar tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai tercatatnya. Namun untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan mendekati nilai tercatatnya, karena mempunyai jangka waktu yang kurang dari 5 tahun dan dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif baik untuk
perhitungan amortized cost maupun perhitungan penurunan nilai discounted cash flow, sehingga nilai wajar
(sama dengan discounted cash flow) yang merupakan nilai tercatat dikurangi dengan penurunan nilai.
Manajemen Permodalan
Perusahaan adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh Negara dan tidak terbagi atas saham-saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan jasa keuangan, untuk menyalurkan pinjaman atas dasar hukum gadai dan fidusia serta usaha lain yang menguntungkan sehingga dapat menunjang tercapainya maksud dan tujuan Perusahaan sesuai dengan UU PT No. 40 tahun 2007.
Untuk menjalankan kegiatan usaha dalam upaya mencapai tujuan tersebut, maka pengelolaan modal dilaksanakan dengan mencadangkan atau menahan sebagian laba untuk pemupukan modal. Penambahan modal dari eksternal sesuai dengan ketentuan yang ada untuk saat ini tidak dimungkinkan. Komponen modal entitas adalah berupa Penyertaan Modal Pemerintah dan Saldo Laba, dimana Saldo Laba terbagi atas cadangan umum untuk modal kerja dan cadangan tujuan untuk investasi.
Kebijakan dividen/pembagian laba dilakukan setiap akhir periode setelah mendapatkan Persetujuan Laporan Tahunan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Laba dibagi dan ditetapkan penggunaannya sebagai berikut dividen, cadangan tujuan, cadangan umum, program kemitraan dan bina lingkungan.