• Tidak ada hasil yang ditemukan

111 Risiko utama dari instrumen keuangan Kelompok

Dalam dokumen PT Set Sempurna Tbk (Halaman 113-117)

Usaha adalah risiko pasar (termasuk risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Kelompok Usaha dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Kelompok Usaha.

The main risks arising from the Group’s financial instruments are market risk (including foreign currency risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Group’s treasury policies are designed to mitigate the financial impact of fluctuations in interest rates and foreign exchanges rates and to minimized potential adverse effects on the Group’s financial risk.

Faktor-faktor Risiko Keuangan Financial Risk Factors

a. Risiko Pasar a. Market Risk

Risiko Mata Uang Asing Foreign Currency Risk

Mata uang pelaporan konsolidasi Kelompok Usaha adalah Rupiah. Risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terkait dengan Kelompok Usaha terutama adalah terdapatnya pinjaman dan pembelian bahan baku dan bahan pembantu yang dilakukan dalam denominasi mata uang asing. Manajemen berkeyakinan bahwa risiko perubahan nilai tukar mata uang asing tersebut dapat dikendalikan dengan penjualan yang sebagian besar merupakan penjualan ekspor yang dilakukan dengan mata uang asing. Selanjutnya, manajemen juga senantiasa melakukan penelaahan secara periodik terhadap perubahan nilai mata uang asing tersebut atas posisi aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dan, jika dirasakan perlu, Kelompok Usaha melakukan perikatan kontrak forward atas mata uang asing untuk mengendalikan risiko perubahan nilai mata uang asing.

The Group’s consolidated reporting currency is Rupiah. Foreign currency risk that is exposed to the Group’s is primarily incurred in loans and purchases of raw materials and supplies denominated in foreign currencies. Management believes that Group can handle the foreign exchange risk with export sales in foreign currency. Furthermore, management also reviews the changes of foreign exchange currencies in periodically for assets and liabilities moneterary position that contains foreign currencies and, if neccesary, the Group will sign of foreign currency forward contract to handle foreign exchange risk.

Aset dan liabilitas moneter neto dalam mata uang asing disajikan pada Catatan 36.

Net monetary assets and liabilities

denominated in foreign currencies are disclosed in Note 36.

Risiko Tingkat Bunga Interest Rate Risk

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

Interest rate risk is defined as a risk in which the fair value of future cash flows might fluctuatate due to the changes of market interest. Loans obtained at variable rates expose the Group to cash flow interest rate risk.

Risiko tingkat bunga Kelompok Usaha terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Kelompok Usaha.

The Group’s interest rate risk mainly arises from loans obtained by the Group.

a. Risiko Pasar (lanjutan) a. Market Risk (continued)

Risiko Tingkat Bunga (lanjutan) Interest Rate Risk (continued)

Kelompok Usaha melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga komposisi pendanaan dengan pinjaman tingkat bunga variabel dan tetap sesuai kebutuhan untuk mengelola risiko suku bunga. Pinjaman dengan bunga tetap diperoleh Perusahaan melalui penerbitan utang obligasi yang tercatat di BEI. Berdasarkan analisis tersebut, Kelompok Usaha menghitung dampak terhadap laba rugi dari pergeseran tingkat bunga yang ditetapkan.

The Group performs regular review on the impact of interest rate changes and always maintains the composition of loans obtained in variable and fixed rates in accordance to their needs to manage the interest rate risk. The Company obtained fixed rate loans from the issuance of bonds payable which are listed in IDX. Based on this analysis, the Group calculate the impact on profit and loss of a defined interest rate shift.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Kelompok Usaha yang terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

The following table sets out the carrying amounts, by maturity, of the Group’s financial instruments that are exposed to interest rate risk:

31 Maret 2015/March 31, 2015

Nilai tercatat

Kurang dari Lebih dari pada tanggal satu tahun/ satu tahun/ 31 Maret 2015/

Less than More than Carrying value as of

one year one year March 31, 2015

Suku Bunga Mengambang Floating rate

Aset Asset

Setara kas 55.869 - 55.869 Cash equivalents

Liabilitas Liabilities

Utang bank jangka pendek (109.958) - (109.958) Short-term bank loans Utang bank jangka panjang

yang jatuh tempo dalam Long-term bank loans

waktu satu tahun - neto (23.750) - (23.750) current maturities - net

Liabilitas - neto (77.839) - (77.839) Liabilities - net

b. Risiko Kredit b. Credit Risk

Kelompok Usaha tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Kelompok Usaha senantiasa melakukan penelaahan berkala atas kredit pelanggan yang ada.

The Group has no significant concentrations of credit risk. The Group has policies in place to ensure that sales of products are made to customers with an appropriate reputation and credit history. In addition, the Group always perform regular credit reviews of their existing customers.

113

c. Risiko Likuiditas c. Liquidity Risk

Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan setara kasyang memadai untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Kelompok Usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai. Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan likuiditas Kelompok Usaha berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang dianggap perlu.

Prudent liquidity risk management implies

maintaining sufficient cash and cash

equivalents to meet operating capital

requirements. In their regular conduct of business, the Group always maintain flexibility through adequate cash and cash equivalents funds and availability of funding in the form of adequate credit lines. Management manages the liquidity risks by continuously monitoring the rolling forecasts of the Group’s liquidity reserve on the basis of expected cash flows and reviewing financing requirements for working capital and funding activities on a regular basis and where deemed necessary.

d. Pengelolaan Modal d. Capital Management

Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

The primary objective of the Group’s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value.

Kelompok Usaha diharuskan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman. Persyaratan tersebut telah dipenuhi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014. Selain itu, Undang-undang Perseroan Terbatas, efektif tanggal 16 Agustus 2007, mengharuskan Kelompok Usaha untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Kelompok Usaha pada Rapat Umum Pemegang Saham.

The Group’s are required by the respective loan agreements to maintain the level of existing share capital. This requirement has been complied with by the relevant entities for the period ended March 31, 2015 and December 31, 2014. In addition, the Corporate Law, effective August 16, 2007, requires the Group to allocate a non-distributable reserve fund until the reserve reaches 20% of the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirement is considered by the Group at the Annual General Shareholders’ Meeting.

Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.

The Group manages its capital structure and makes adjustments in light of changes in economic conditions. To maintain and adjust the capital structure, the Group may adjust dividend payments to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made to the objectives, policies or

processes for the period ended

d. Pengelolaan Modal (lanjutan) d. Capital Management (continued)

Kelompok Usaha memantau tingkat permodalan dengan menggunakan ukuran keuangan seperti rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 100% pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.

The Group monitors the level of capital using financial ratios such as a debt-to-equity ratio of not more than 100% as of March 31, 2015 and December 31, 2014, respectively.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, akun-akun Kelompok Usaha yang membentuk rasio utang terhadap ekuitas adalah sebagai berikut:

As of March 31, 2015 and December 31, 2014, the Group’s certain accounts that form the debt-to-equity ratio are as follows:

2015 2014

Total utang yang dikenakan bunga 213.659 259.556 Total interest bearing debt

Total ekuitas 1.193.347 1.113.881 Total equity

Rasio utang terhadap ekuitas 18% 23% Debt to equity ratio

38. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN 38. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS

Tabel berikut menyajikan estimasi nilai wajar aset dan liabilitas keuangan Kelompok Usaha pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2014/31 Desember 2013:

The following table sets forth estimated fair values of Group’s financial assets and liabilities as of March 31, 2015 and December 31, 2014 and January 1, 2014/December 31, 2013:

1 Januari 2014/

31 Desember 2013/

31 Desember 2014/ January 1, 2014/

December 31, 2014 December 31, 2013

(Disajikan Kembali - (Disajikan Kembali - Catatan 2n/ Catatan 4 dan 2n/ 31 Maret 2015/ As Restated - As Restated -

March 31, 2015 Note 2n) Note 4 and 2n)

Aset Keuangan Financial Assets

Pinjaman yang

diberikan dan piutang Loans and receivables

Kas dan setara kas 65.945 75.860 94.808 Cash and cash equivalents

Piutang usaha Trade receivables

Pihak ketiga - neto 505.383 561.344 546.502 Third parties - net

Pihak berelasi 14.265 12.708 15.241 Related parties

Piutang lain-lain Other receivables

Pihak ketiga 123 362 2.759 Third parties

Pihak berelasi 162 249 129 Related parties

Investasi pada entitas asosiasi 30.147 30.147 30.147 Investment in associated company

Aset tidak lancar lainnya - Other non-current assets -

piutang karyawan 4.953 5.037 4.523 receivable from employee

Total 620.978 685.707 694.109 Total

115

Dalam dokumen PT Set Sempurna Tbk (Halaman 113-117)

Dokumen terkait