• Tidak ada hasil yang ditemukan

224 JUMLAH SISWA

15 Ruang Koperasi Seklolah

Sebagai sarana penanaman kejujuran, ketertiban dan pendidikan.

Tabel 4.8

Sarana dan Prasarana Penunjang di MTs Al Hidayah Wajak Tabel di atas menunjukkan bahwa sarana prasarana di MTs Al Hidayah sudah cukup memadai meskipun ada beberapa sarana prasarana yang masih dalam proses renovasi. Keberadaan sarana dan prasarana ini diharapkan untuk bisa mendukung adanya proses pembinaan keagamaan bagi siswa.

Khusus mengenai sholat dhuha dan istighotsah yang dilakukan di MTs Al Hidayah di lapangan olah raga bukan karena memang inginnya demikian, tetapi lebih karena kondisi fasilitas musholla yang masih belum bisa menampung kapasitas semua siswa dan guru di MTs Al Hidayah . Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Bapak Supriyanto selaku Wakil Bidang Kesiswaan sebagai berikut:

“Sarana dan prasarana yang ada di MTs ini memang kalau dibilang cukup ya cukup, dibilang kurang ya memang masih kurang. Cukup karena semua yang dibutuhkan sebagai sarana proses KBM relative ada, seperti lab. Computer, lab IPA, perpustakaan yang memadahi, ruang multimedia, dan lain sebagainya. Namun dibilang kurang ya memang masih ada yang belum memadahi, seperti musholla. Ruang guru yang memang masih bangunan lama, dan sebagainya .”13

Hal ini mengindikasikan bahwasannya kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di MTs Al Hidayah relative cukup baik karena tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga bersifat praktis dan dilengkapi dengan fasilitas yang sesuai. Dengan demikian, maka internalisasi karakter religius bagi siswa akan

13

105 lebih mudah dicapai karena siswa sudah terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang tidak hanya sebatas teori saja tetapi juga melakukan sendiri.

f. Kondisi Tenaga Pendidik dan Kependidikan di MTs Al Hidayah Wajak Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di MTs Al Hidayah dibagi menjadi dua komponen, yaitu tenaga edukatif dan tenaga administratif. Tenaga edukatif adalah guru yang bertugas mengajar, mendidik dan membimbing siswa di kelas. Sedangkan tenaga administratif adalah guru yang mengurusi bidang administrasi yang berkaitan dengan kebutuhan siswa, pegawai dan perlengkapan Madrasah. Oleh karena itu, perlu tenaga professional untuk masing-masing komponen tersebut agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab termasuk dalam hal pembinaan keagamaan bagi siswa. Berikut data guru yang ada di MTs Al Hidayah adalah sebagai berikut: 14

No. Nama Guru Mata Pelajaran Kls Jam Jml Total Jam 1. HERNGANTI IKA ANGGRAINA, S.Pd IPS 8A,B 6 6

2. H. MASNUR, S.Ag QUR'AN H. 7 24 32

SKI 9 8

3. ABDUL MUJIB, S.Pd B. INDONESIA 8,9 24 32 4. AHMAD SYAIKHU, S.Pd PENJASKES 7,8,(9A,B) 20 20

5. PUJI ASTUTIK, S.Pd PKn 8,9 24 24

6. Drs. ABAS FIQIH 7,8,9 24 24

7. LUTFI AMIN B. INGGRIS 8A,B 10 10

8. Dra. MISIYATI MATEMATIKA 7,(8A,B) 24 24

9. MUSLIMIN, S.PdI IPS 9 20 20

10. Drs. SUPRIANTO B. INGGRIS 8C, 9 25 25 11. AINUR RIFA'I, S.Hi ASWAJA 7,8,9 12 12

12. ENI RAHAYU, S.Pd TIK 7,8,9 24 24

13. KHUSNUL KHOTIMAH, S.S BHS. ARAB 8,9 16 24

SKI 7 8

14. ROHMAT HARTANTO, S.Si MATEMATIKA B. JAWA 20

15. MOH. ALIMIN, S.PdI B.JAWA 9 8 8

16. Drs. H. MASYKUR B. ARAB 7 12 20

NASHOR 8,9 8

14

106 17. MUHAMMAD ISLAHUL MUKMIN, S.Si MATEMATIKA (8 C,D), 9 24 24

18. Dra. ASTI FATMA PKN 7 12 26

IPS 8 14

19. AINUL MAHFUD, S.Si IPA (8A,B), 9 30 30

20. TRIMAYANTI ISNAINI, S.Pd IPS 7 20 20

21. ETIKA SUTJIATI, S.Pd KESENIAN 7,8,9 24 24 22. DEWI YULIA M, S.Pd B. INDONESIA B. JAWA 7,8 7 16 8 24 23. SITI MUNIROH, S.Si IPA 7, (8C,D) 30 30

24. M. JAMALUDDIN, S.Psi AQIDAH AKHLAK 7,8,9 24 32

SKI 8 8

25. AHMAD FARID, S.Pd B. INGGRIS 7, (8D) 25 25

26. ASKUT, S.Pd PENJASKES 9C,D 4 4

Tabel 4.9

Daftar Guru di MTs Al Hidayah Wajak

Jika dilihat dari tabel tersebut, bahwasannya setiap guru yang ada di MTs Al Hidayah tidak hanya bertanggung jawab atas pembelajaran sesuai dengan jadwal di dalam kelas tetapi juga bertanggungjawab dalam membina religiusitas siswa khususnya melalui kegiatan ubudiyah, seperti hafalan Juz Amma, bacaan waqi‟ah, shalat dhuha, dan lain-lain.

Sedangkan tenaga kependidikan di MTs Al Hidayah dapat dilihat dalam table berikut:

No NAMA TUGAS

1. Lukman Nurokhim Kepala TU

2. Erik Agustin Tenaga Perpustakaan 3. Ula Khowiyah Tenaga TU

4. Suryanto Tenaga TU

5. Mosleh Satpam

Tabel 4.10:

107 g. Kondisi dan Kegiatan Siswa di MTs Al Hidayah Wajak

Murid atau siswa adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Didalam proses ini, murid/siswa sebagai pihak yang membutuhkan bantuan untuk memaksimalkan kemampuan dan potensinya.

1) Perencanaan dan Penerimaan Siswa Baru

Setiap tahunnya siswa baru yang ingin melanjutkan pendidikannya di MTs Al Hidayah cukup banyak. Proses penerimaan peserta didik baru di MTs Al Hidayah tidak berbeda dengan lembaga-lembaga lain. Persyaratan yang diperlukan adalah persyaratan administrative seperti foto copi ijasah, STTB, foto copy NISN, foto dan mengisi formulir. Setelah mendaftarkan diri mereka harus mengikuti tes seleksi masuk, materi yang diujikan meliputi mata pelajaran umum dan agama. Hal ini dilakukan untuk mengklasifikasikan kemampuan mereka. Selain tes seleksi masuk juga ada tes seleksi untuk masuk ke kelas khusus (unggulan) yang meliputi tes kemampuan akademik, bakat, dan minat.

Dalam implementasi karakter religius, siswa merupakan komponen utama yang harus dibentuk karakternya dalam setiap satuan pendidikan. Begitu juga dalam rangka menginternalisasikan karakter religius bagi siswa maka siswa harus dibina sesuai dengan tingkat kemampuan dan potensi masing-masing. Berikut ini data perkembangan siswa MTs Al Hidayah tiga tahun terahir. 15

15

108 KLS Tahun 2011 2012 2013 P L P L P L VII 52 44 48 61 49 57 VIII 69 57 47 53 45 60 IX 67 56 67 47 45 41 JUMLAH 188 157 162 161 139 158 345 323 297 Tabel 4.11:

Data Siswa di MTs Al Hidayah Wajak

2) Pengaturan dan Pengelompokan Siswa dalam Pembinaan Keagamaan

Pengelompokan pembinaan siswa didasarkan pada kemampuan akademik dan pemahaman keagamaan mereka. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembinaan siswa. Misalnya siswa yang nilai akademik baik, akan dibina secara terpisah dengan yang telah memiliki kemampuan akademik dan kemampuan keagamaan rata-rata. Selain itu, untuk pembagian kelas mulai kelas 7 telah dilakukan seleksi penempatan yang terdiri dari kelas regular dan kelas unggulan. Kelas unggulan bagi mereka yang memiliki kemampuan akademik yang baik, disamping juga untuk kelas 8 dan 9, kelas unggulan dapat berubah. Disamping yang lolos pada seleksi awal masuk, yang masuk juara 1 dan 2 pada kelas regular akan dimasukkan ke kelas unggulan.

Untuk penempatan kelas, kelas unggulan tidak harus di tempatkan di kelas A atau dengan nama khusus, misalnya kelas unggulan, tetapi mereka diberi label yang sala. Misalkan di kelas 7, kelas unggulan ada di kelas B, kelas 8 ada di kelas C dan kelas 9 ada dikelas D. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari diskriminasi perlakuan diantara para siswa. Bahkan, setelah keluar ruangan, mereka berinteraksi dengan teman-teman siswa lainnya dari kelas regular sebagaimana biasanya. Hal ini untuk menekan perasaan minder atau tidak mampu bagi kelas regular, dan juga menekan perasaan superior bagi kelas unggulan, walaupun dalam beberapa kasus itu masih terjadi. Tidak

109 ada pembedaan signifikan fasilitas kelas, hanya kemampuan anak yang menjadi pembeda.

Di samping itu, semua murid diwajibkan mengikuti kegiatan yang telah diprogramkan oleh madrasah mulai dari jam 06.30 WIB – 13.10 WIB dengan berbagai kegiatan yang telah dirancang. Disamping itu, ada beberapa kegiatan ekstra yang ditempatkan setelah KBM semesai.