• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup

Dalam dokumen Diskripsi Matakuliah : (Halaman 84-89)

BAB VI Definisi Ergonomi

2. Ruang Lingkup

Didalam suatu lapangan kerja, ergonomi berperan sangat penting. Semua bidang pekerjaan seringkali menggunakan ergonomi. Ergonomi diaplikasikan pada dunia kerja supaya pekerja dapat nyaman didalam melakukan pekerjaannya.

Dengan adanya rasa nyaman itu maka manfaatnya terhadap produktivitas kerja yang diinginkan dan dapat semakin meningkat.

Secara garis besar ergonomi dalam dunia kerja menaruh minat pada hal berikut:

Bagaimana seorang pekerja melakukan pekerjannya

Bagaimana posisi dan gerak tubuh yang dilakukan ketika bekerja Alat-alat yang mereka gunakan

Apa efek atau dampak dari faktor diatas terhadap kesehatan dan kenyamanan pekerjaan.

3. Manfaat

Pada umumnya, manfaat dari ergonomi dalam pekerjaan untuk cepat selesai, dengan risiko kecelakaan lebih kecil, efisien terhap waktu, risiko penyakit karena bekerja menjadi kecil dan lain-lain. Adapun manfaat yang didapat dari ergonomi adalah sebagai berikut:

Kerja meningkat, misalnya kecepatan, ketepatan, keselamatan dan mengurangi energi ketika bekerja

Waktu menjadi berkurang, dan juga biaya pelatihan dan pendidikan Optimalisasi terhadap Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan

keterampilan yang diperlukan

Efisiensi waktu agar tidak terbuang percuma

Kenyamanan karyawan ketika bekerja menjadi meningkat 4. Prinsip

Prinsip ergonomi yaitu suatu panduan dalam penerapan ergonomi di tempat kerja. Menurut Baiduri, prinsip ergonomi antara lain:

Berkurangnya kelebihan beban Meliputi jarang ruang

Memperkecil gerakan statis

Menjadikan supaya display dan contoh cepat dimengerti Bekerja dalam posisi atau postur normal

Meletakkan peralatan ada dalam jangkauan Berkurangnya gerakan berulang dan berlebihan Terciptanya lingkungan kerja yang nyaman Memperkecil risiko titik beban

Melakukan gerakan olahraga dan peregangan ketika bekerja Bekerja selaras dengan ketinggian dimensi tubuh

Secara umum, prinsip ergonomi dibedakan menjadi lima yakni: 1. Kegunaan (Utility)

Prinsip kegunaan artinya masing-masing produk yang dihasilkan memiliki manfaat untuk seseorang dalam mendukung kegiatan atau kebutuhan dengan maksimal tanpa mengalami kesulitan atau masalah dalam penggunaannya. Misalnya prinsip ergonomi adalah suatu kemeja yang diberi kancing agar lebih mudah mengenakan dan melepaskan.

2. Keamanan (Safety)

Prinsip keamanan memiliki arti masing-masing produk yang dihasilkan mempunyai fungsi yang bermanfaat tanpa berisiko membahayakan keselamatan ataupun kerugian penggunanya. Misalnya adalah saku baju diberi tutup dan kancing supaya benda yang dimasukkan tidak mudah jatuh.

3. Kenyamanan (Comfortability)

Prinsip kenyamanan mempunyai arti produk yang dihasilkan memiliki tujuan yang selaras atau tidak mengganggu kegiatan dan juga diusahakan mendukung kegiatan seseorang. Misalnya adalah kain dipilih dari serat lembut, sejuk dan dapat menyerap keringat.

4. Keluwesan (Flexibility)

Prinsip keluwesan berarti ergonomi bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pada kondisi ataupun fungsi ganda. Misalnya adalah baju diberi saku supaya bisa menyimpan benda ukuran kecil.

5. Kekuatan (Durability)

Prinsip kekuatan berarti harus tahan lama dan awet dan juga tidak cepat rusak apabila digunakan. Misalnya adalah bahan baju yang awet dan dijahit kuat.

b. Argonomi dengan Komputer

Office ergonomics menjadi suatu isu baru di tempat kerja perkantoran. Penggunaan komputer yang semakin intens tiap hari, mulai di kantor hingga di rumah, membuat isu ini semakin hangat. Data menunjukkan bahwa semakin banyak pekerja yang menderita keluhan nyeri punggung bawah (low back pain, LBP) dan sakit pada pergelangan tangan (carpal tunnal syndrome, CTS). Berbagai survei baik di Indonesia maupun luar negeri menunjukkan bahwa hampir 50-60% karyawan kantor melaporkan keluhan yang tidak biasa pada bagian tubuhnya sesudah bekerja komputer di kantor

Posisi ergonomis untuk menghindari penyakit dari posisi bekerja dengan komputer: Usahakan pekerjaan terlihat dengan kepala dan badan tegak, kepala agak ke depan. Usahakan benda yang akan Anda jangkau berada maksimal 15 cm di atas landasan kerja. Jika memungkinkan menyediakan meja yang dapat diatur turun dan naik.

Saat tubuh melakukan pekerjaan melebihi kapasitas fisik dari otot, tendon, ligamen, sendi syaraf, urat nadi atau tulang, hal yang memungkinkan terjadi adalah cidera otot rangka (Musculoskeletal Disorder / MSDs). Cidera ini dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh dengan gejala hampir sama yaitu munculnya rasa sakit ketika bergerak dan diam, pembengkakan organ tubuh tertentu, keterbatasan jangkauan / gerak, sampai pada mati rasa. Bekerja secara terus menerus di depan komputer terdapat sejumlah faktor resiko yang dapat menyebabkan gangguan pada sisteim otot rangka karena mengerjakan pekerjaan secara berulang-ulang (repetitif), postur tubuh yang tidak normal, kurang istirahat. Gangguan ini diawali dengan gejala pegal-pegal dan kemudian rasa nyeri ringan, setelah terakumulasi dalam waktu yang lama rasa nyeri akan terasa dalam waktu yang lama.

Gambar 6.1 kemungkinan gangguan karena kurang penerapan Ergonomi( sumber https://nuruddinmh.wordpress.com/2013/04/12/ergonomi-komputer/)

Menghindari gangguan-gangguan tersebut bekerja di depan komputer harus menerapkan prinsip-prinsip ergonomi, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

- Pengaturan tempat kerja - Penggunaan Kursi

- Penggunaan Keyboard dan Mouse - Pengaturan Monitor

- Istirahat Sejenak (Break)

Pengaturan Tempat Kerja Mengatur tempat kerja seperti posisi dokumen, telepon, mouse sangat penting untuk mencegah cidera otot.Posisi Argonomi dengan Komputer bseperti berikut :

1. Posisi Badan

Usahakan pekerjaan terlihat dengan kepala dan badan tegak, kepala agak ke depan

Usahakan benda yang akan Anda jangkau berada maksimal 15 cm di atas landasan kerja

Jika memungkinkan menyediakan meja yang dapat diatur turun dan naik

Posisi kepala dan leher harus tegak dengan wajah menghadap langsung ke layar monitor. Leher tidak boleh membungkuk, karena dapat menyebabkan sakit pada leher

Posisi punggung tegak, tidak miring kesamping, tidak membungkuk, dan tidak terlalu menyender ke belakang. Untuk itu diperlukan tempat duduk yang baik dan nyaman

Posisi pundak yang tidak terlalu terangkat dan terlalu kebawah. Bila otot-ototnya masih tegang, berarti posisinya belum benar

Posisi lengan yang baik adalah ketika mengetik dan menggunakan mouse dengan nyaman. Masing-masing orang mempunyai posisi nyamannya tersendiri. Posisi lengan yang baik berada disamping badan, dan siku membentuk sudut lebih besar 90° Posisi kaki harus diletakkan di lantai atau sandaran kaki, dan seluruh

tapak kaki menyentuh lantai dan siku membentuk sudut tidak kurang dari 90°

Gambar 6.1 Posisi Pada Ergonomi( sumber

Dalam dokumen Diskripsi Matakuliah : (Halaman 84-89)