• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup : Kementerian Hukum dan HAM

Dalam dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) (Halaman 129-137)

Sub Bag Evaluasi dan Pelaporan

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL

4 Ruang Lingkup : Kementerian Hukum dan HAM

B. IDENTIFIKASI KEGIATAN

Judul Kegiatan : Inventarisasi

Langkah Awal : Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi dilingkungan Kemenkumham .

Langkah Utama : Pelaksanaan kegiatan inventarisasi di daerah dikoordinasikan oleh Kanwil sesuai wilayah tugasnya masing-masing.

Langkah Akhir : Menyusun laporan hasil inventarisasi.

C. IDENTIFIKASI LANGKAH

Langkah Awal : 1. Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi diseluruh satker di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 123

Langkah Utama : 2. Kepala Biro perlengkapan menugaskan Kepala Bagian Penatausahaan BMN untuk menyiapkan prosedur inventarisasi

3. Kepala Bagian menugaskan Kasubag inventarisasi membuat draf prosedur inventarisasi

4. Kasubag Inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum (PFU) untuk mengetik draf prosedur inventarisasi 5. PFU mengetik draf prosedur inventarisasi

6. Kasubag Inventarisasi mengoreksi draf prosedur inventarisasi

7. Kabag Penatausahaan mengoreksi dan menyajikan draf prosedur inventarisasi kepada Kepala Biro Perlengkapan 8. Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur inventarisasi

9. Kantor wilayah mengkoordinasikan pelaksanaan inventarisasi sesuai prosedur inventarisasi

10. Kanwil melaporkan perkembangan (progress report) pelaksanaan kegiatan inventarisasi di wilayah kerja masing-masing sesuai prosedur inventarisasi

11. Kasubag Inventarisasi melakukan evaluasi perkembangan (progress report) pelaksanaan kegiatan inventarisasi 12. Kepala Bagian Penatausahaan BMN membuat laporan hasil inventarisasi

13. Kepala Biro Perlengkapan mengesahkan laporan hasil inventarisasi

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 124

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL

BIRO PERLENGKAPAN

NOMOR SOP : SEK.OT.02.02-42.1

TGL. PEMBUATAN : 22 Nopember 2011

TGL. REVISI : 24 Nopember 2011

TGL. EFEKTIF : 01 Desember 2011

DISALIN SESUAI ASLINYA

Kepala Biro Perlengkapan,

Drs. Tjipto Rahardjo, S.H.,M.Si

NIP 19540328 197903 1 001

NAMA SOP : Penyusunan Pedoman Inventarisasi

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA:

1.Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2.Undang-undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 3.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 4.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik negara.

5.Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. MHH.05-PL.04.10 tahun 2009 tentang Pembentukan Unit Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

1.Memiliki kemampuan mengoperasikan aplikasi Simak BMN Tingkat Wilayah 2.Mengetahui tugas dan fungsi Sistem dan Prosedur Administrasi Pemerintahan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

1.SOP Pencatatan pelaporan aset tetap

2.SOP Penatausahaan BMN dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM

1. Data BMN

2. Komputer/Printer 3. Jaringan internet

PERINGATAN: PENCATATAN DAN PENDATAAN:

Pelaporan BMN dapat mempengaruhi neraca dalam Laporan Keuangan yang berdampak menjadi penyumbang opini BPK,

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 125

28. SOP Penyusunan Pedoman Inventarisasi

No. Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Keterangan Setjen KaroKap Kabag Penatausahaan BMN Kasub

Inventarisasi PFU Kanwil Kelengkapan Waktu Output

1

Setjen menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

15 menit Nota Dinas 2 Karokap menugaskan Kabag Penatausahaan BMN

untuk menyiapkan prosedur inventarisasi. Disposisi 15 menit Disposisi

3 Kabag menugaskan Kasubag inventarisasi membuat

konsep prosedur inventarisasi. Instruksi 30 menit

Bahan konsep prosedur 4

Kasubag Inventarisasi menugaskan pejabat fungsional umum untuk mengetik konsep prosedur inventarisasi.

Instruksi 30 menit Bahan konsep prosedur

5 PFU mengetik konsep prosedur inventaris Bahan konsep

prosedur 30 menit

Konsep prosedur inventarisasi 6 Kasubag Inventarisasi mengkoreksi konsep prosedur

inventarisasi Konsep prosedur inventarisasi 20 menit Konsep prosedur inventarisasi 7

Kabag Penatausahaan mengkoreksi dan menyajikan prosedur inventarisasi kepada Kepala Biro perlengkapan

Konsep prosedur inventarisasi 1 hari

Prosedur inventarisasi 8 Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur

inventarisasi

prosedur

inventarisasi 20 menit

prosedur inventarisasi 9 Kanwil mengkoordinasikan pelaksanaan inventarisasi

sesuai prosedur inventarisasi Instruksi 20 menit

Pelaksana kegiatan inventarisasi 10

Kanwil melaporkan perkembangan pelaksana kegiatan inventarisasi diwilayah kerja masing-masing sesuai prosedur inventarisasi

Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 11 Kasubag Inventarisasi melakukan evaluasi

perkembangan pelaksanaan kegiatan inventarisasi

Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 12 Kabag Penatausahaan BMN membuat laporan hasil

inventarisasi Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari laporan inventarisasi 13 Kepala Biro Perlengkapan mengesahkan laporan

hasil inventarisasi

laporan

inventarisasi 15 menit

laporan inventarisasi 14 Kepala Biro menyampaikan laporan hasil

inventarisasi kepada Sekretaris Jenderal

laporan

inventarisasi 15 menit

laporan inventarisasi

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 126

LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN/AKTIVITAS

BIRO PERLENGKAPAN

A. DATA KEGIATAN

1 Judul SOP : Opname Fisik

2 Jenis Kegiatan : Rutin

3 Penanggung Jawab : Sekretaris Jenderal a. Produk : Kepala Biro Perlengkapan

b. Kegiatan : Kepala Bagian Penatausahaan BMN

4 Ruang Lingkup : Kementerian Hukum dan HAM

B. IDENTIFIKASI KEGIATAN

Judul Kegiatan : Opname Fisik

Langkah Awal : Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Langkah Utama : Pelaksanaan kegiatan opname fisik di satker dikoordinasi oleh kepala kantor.

Langkah Akhir : Pengesahan prosedur Opname Fisik

C. IDENTIFIKASI LANGKAH

Langkah Awal : 1. Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Langkah Utama : 2. Kepala Biro perlengkapan menugaskan Kepala Bagian Penatausahaan untuk menyiapkan draf prosedur opname fisik 3. Kepala Bagian menugaskan Kasubag inventarisasi membuat draf prosedur opname fisik

4. Kasubag Inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum (PFU) untuk mengetik draf prosedur opname fisik 5. PFU mengetik draf prosedur opname fisik

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 127

6. Kasubag Inventarisasi mengoreksi draf prosedur opname fisik

7. Kabag Penatausahaan mengoreksi dan menyajikan prosedur opname fisik kepada Kepala Biro Perlengkapan 8. Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur opname fisik

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 128

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL

BIRO PERLENGKAPAN

NOMOR SOP : SEK.OT.02.02-42.1

TGL. PEMBUATAN : 22 Nopember 2011

TGL. REVISI : 24 Nopember 2011

TGL. EFEKTIF : 01 Desember 2011

DISALIN SESUAI ASLINYA

Kepala Biro Perlengkapan,

Drs. Tjipto Rahardjo, S.H.,M.Si

NIP 19540328 197903 1 001

NAMA SOP : Pedoman Penyusunan Opname Fisik

DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA:

1.Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2.Undang-undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 3.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 4.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik negara.

5.Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. MHH.05-PL.04.10 tahun 2009 tentang Pembentukan Unit Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

1.Memiliki kemampuan mengoperasikan aplikasi Simak BMN Tingkat Wilayah 2.Mengetahui tugas dan fungsi Sistem dan Prosedur Administrasi Pemerintahan

KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:

1.SOP Pencatatan pelaporan aset tetap

2.SOP Penatausahaan BMN dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM

1. Data BMN

2. Komputer/Printer 3. Jaringan internet

PERINGATAN: PENCATATAN DAN PENDATAAN:

Pelaporan BMN dapat mempengaruhi neraca dalam Laporan Keuangan yang berdampak menjadi penyumbang opini BPK,

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 129

29. SOP Pedoman Penyusunan Opname Fisik

No. Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Keterangan Setjen KaroKap Kabag

Penat

Kasub

Invent PFU

Kelengkapan Waktu Output

1 Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan

Kementerian Hukum dan HAM

15 menit Nota Dinas 2 Karokap menugaskan kabag Penatausahaan untuk

menyiapkan draf prosedur opname fisik

Disposisi 15 menit Disposisi 3 Kabag menugaskan Kasubag inventarisasi membuat

draf prosedur opname fisik

Instruksi 30 menit Bahan draf opname fisik 4

Kasubag inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum untuk mengetik draf prosedur

opname fisik Instruksi 15 menit Bahan draf opname fisik 5 PFU mengetik draf prosedur opname fisik

Bahan draf

opname fisik 20 menit

Draf opname

fisik 6 Kasubag inventarisasi mengkoreksi draf prosedur

opname fisik

Draf opname fisik 20 menit

Draf opname

fisik

7

Kabag Penatausahaan mengkoreksi dan menyajikan prosedur opname fisik kepada Kepala Biro

Perlengkapan

Draf opname fisik 30 menit

Prosedur opname

fisik

8 Kepla Biro perlengkapan menyetujui prosedur

opname fisik Prosedur opname fisik 15 menit Prosedur opname fisik 9 Sekretaris Jenderal mengesahkan prosedur opname

fisik Prosedur opname fisik 15 menit Prosedur opname fisik

Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 130

LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN/AKTIVITAS

BIRO PERLENGKAPAN

A. DATA KEGIATAN

Dalam dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) (Halaman 129-137)