Sub Bag Evaluasi dan Pelaporan
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL
4 Ruang Lingkup : Kementerian Hukum dan HAM
B. IDENTIFIKASI KEGIATAN
Judul Kegiatan : Inventarisasi
Langkah Awal : Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi dilingkungan Kemenkumham .
Langkah Utama : Pelaksanaan kegiatan inventarisasi di daerah dikoordinasikan oleh Kanwil sesuai wilayah tugasnya masing-masing.
Langkah Akhir : Menyusun laporan hasil inventarisasi.
C. IDENTIFIKASI LANGKAH
Langkah Awal : 1. Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi diseluruh satker di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 123
Langkah Utama : 2. Kepala Biro perlengkapan menugaskan Kepala Bagian Penatausahaan BMN untuk menyiapkan prosedur inventarisasi
3. Kepala Bagian menugaskan Kasubag inventarisasi membuat draf prosedur inventarisasi
4. Kasubag Inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum (PFU) untuk mengetik draf prosedur inventarisasi 5. PFU mengetik draf prosedur inventarisasi
6. Kasubag Inventarisasi mengoreksi draf prosedur inventarisasi
7. Kabag Penatausahaan mengoreksi dan menyajikan draf prosedur inventarisasi kepada Kepala Biro Perlengkapan 8. Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur inventarisasi
9. Kantor wilayah mengkoordinasikan pelaksanaan inventarisasi sesuai prosedur inventarisasi
10. Kanwil melaporkan perkembangan (progress report) pelaksanaan kegiatan inventarisasi di wilayah kerja masing-masing sesuai prosedur inventarisasi
11. Kasubag Inventarisasi melakukan evaluasi perkembangan (progress report) pelaksanaan kegiatan inventarisasi 12. Kepala Bagian Penatausahaan BMN membuat laporan hasil inventarisasi
13. Kepala Biro Perlengkapan mengesahkan laporan hasil inventarisasi
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 124
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL
BIRO PERLENGKAPAN
NOMOR SOP : SEK.OT.02.02-42.1
TGL. PEMBUATAN : 22 Nopember 2011
TGL. REVISI : 24 Nopember 2011
TGL. EFEKTIF : 01 Desember 2011
DISALIN SESUAI ASLINYA
Kepala Biro Perlengkapan,
Drs. Tjipto Rahardjo, S.H.,M.Si
NIP 19540328 197903 1 001
NAMA SOP : Penyusunan Pedoman Inventarisasi
DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA:
1.Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2.Undang-undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 3.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 4.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik negara.
5.Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. MHH.05-PL.04.10 tahun 2009 tentang Pembentukan Unit Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
1.Memiliki kemampuan mengoperasikan aplikasi Simak BMN Tingkat Wilayah 2.Mengetahui tugas dan fungsi Sistem dan Prosedur Administrasi Pemerintahan
KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:
1.SOP Pencatatan pelaporan aset tetap
2.SOP Penatausahaan BMN dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM
1. Data BMN
2. Komputer/Printer 3. Jaringan internet
PERINGATAN: PENCATATAN DAN PENDATAAN:
Pelaporan BMN dapat mempengaruhi neraca dalam Laporan Keuangan yang berdampak menjadi penyumbang opini BPK,
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 125
28. SOP Penyusunan Pedoman Inventarisasi
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Keterangan Setjen KaroKap Kabag Penatausahaan BMN Kasub
Inventarisasi PFU Kanwil Kelengkapan Waktu Output
1
Setjen menetapkan pelaksanaan kegiatan inventarisasi diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
15 menit Nota Dinas 2 Karokap menugaskan Kabag Penatausahaan BMN
untuk menyiapkan prosedur inventarisasi. Disposisi 15 menit Disposisi
3 Kabag menugaskan Kasubag inventarisasi membuat
konsep prosedur inventarisasi. Instruksi 30 menit
Bahan konsep prosedur 4
Kasubag Inventarisasi menugaskan pejabat fungsional umum untuk mengetik konsep prosedur inventarisasi.
Instruksi 30 menit Bahan konsep prosedur
5 PFU mengetik konsep prosedur inventaris Bahan konsep
prosedur 30 menit
Konsep prosedur inventarisasi 6 Kasubag Inventarisasi mengkoreksi konsep prosedur
inventarisasi Konsep prosedur inventarisasi 20 menit Konsep prosedur inventarisasi 7
Kabag Penatausahaan mengkoreksi dan menyajikan prosedur inventarisasi kepada Kepala Biro perlengkapan
Konsep prosedur inventarisasi 1 hari
Prosedur inventarisasi 8 Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur
inventarisasi
prosedur
inventarisasi 20 menit
prosedur inventarisasi 9 Kanwil mengkoordinasikan pelaksanaan inventarisasi
sesuai prosedur inventarisasi Instruksi 20 menit
Pelaksana kegiatan inventarisasi 10
Kanwil melaporkan perkembangan pelaksana kegiatan inventarisasi diwilayah kerja masing-masing sesuai prosedur inventarisasi
Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 11 Kasubag Inventarisasi melakukan evaluasi
perkembangan pelaksanaan kegiatan inventarisasi
Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 12 Kabag Penatausahaan BMN membuat laporan hasil
inventarisasi Pelaksanaan kegiatan inventarisasi 1 hari laporan inventarisasi 13 Kepala Biro Perlengkapan mengesahkan laporan
hasil inventarisasi
laporan
inventarisasi 15 menit
laporan inventarisasi 14 Kepala Biro menyampaikan laporan hasil
inventarisasi kepada Sekretaris Jenderal
laporan
inventarisasi 15 menit
laporan inventarisasi
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 126
LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN/AKTIVITAS
BIRO PERLENGKAPAN
A. DATA KEGIATAN
1 Judul SOP : Opname Fisik
2 Jenis Kegiatan : Rutin
3 Penanggung Jawab : Sekretaris Jenderal a. Produk : Kepala Biro Perlengkapan
b. Kegiatan : Kepala Bagian Penatausahaan BMN
4 Ruang Lingkup : Kementerian Hukum dan HAM
B. IDENTIFIKASI KEGIATAN
Judul Kegiatan : Opname Fisik
Langkah Awal : Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
Langkah Utama : Pelaksanaan kegiatan opname fisik di satker dikoordinasi oleh kepala kantor.
Langkah Akhir : Pengesahan prosedur Opname Fisik
C. IDENTIFIKASI LANGKAH
Langkah Awal : 1. Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
Langkah Utama : 2. Kepala Biro perlengkapan menugaskan Kepala Bagian Penatausahaan untuk menyiapkan draf prosedur opname fisik 3. Kepala Bagian menugaskan Kasubag inventarisasi membuat draf prosedur opname fisik
4. Kasubag Inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum (PFU) untuk mengetik draf prosedur opname fisik 5. PFU mengetik draf prosedur opname fisik
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 127
6. Kasubag Inventarisasi mengoreksi draf prosedur opname fisik
7. Kabag Penatausahaan mengoreksi dan menyajikan prosedur opname fisik kepada Kepala Biro Perlengkapan 8. Kepala Biro Perlengkapan menyetujui prosedur opname fisik
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 128
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL
BIRO PERLENGKAPAN
NOMOR SOP : SEK.OT.02.02-42.1
TGL. PEMBUATAN : 22 Nopember 2011
TGL. REVISI : 24 Nopember 2011
TGL. EFEKTIF : 01 Desember 2011
DISALIN SESUAI ASLINYA
Kepala Biro Perlengkapan,
Drs. Tjipto Rahardjo, S.H.,M.Si
NIP 19540328 197903 1 001
NAMA SOP : Pedoman Penyusunan Opname Fisik
DASAR HUKUM: KUALIFIKASI PELAKSANA:
1.Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 2.Undang-undang No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 3.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 4.Peraturan Menteri Keuangan RI No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik negara.
5.Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. MHH.05-PL.04.10 tahun 2009 tentang Pembentukan Unit Penatausahaan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
1.Memiliki kemampuan mengoperasikan aplikasi Simak BMN Tingkat Wilayah 2.Mengetahui tugas dan fungsi Sistem dan Prosedur Administrasi Pemerintahan
KETERKAITAN: PERALATAN/PERLENGKAPAN:
1.SOP Pencatatan pelaporan aset tetap
2.SOP Penatausahaan BMN dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM
1. Data BMN
2. Komputer/Printer 3. Jaringan internet
PERINGATAN: PENCATATAN DAN PENDATAAN:
Pelaporan BMN dapat mempengaruhi neraca dalam Laporan Keuangan yang berdampak menjadi penyumbang opini BPK,
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 129
29. SOP Pedoman Penyusunan Opname Fisik
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Keterangan Setjen KaroKap Kabag
Penat
Kasub
Invent PFU
Kelengkapan Waktu Output
1 Sekretaris Jenderal menetapkan pelaksanaan opname fisik diseluruh satker dilingkungan
Kementerian Hukum dan HAM
15 menit Nota Dinas 2 Karokap menugaskan kabag Penatausahaan untuk
menyiapkan draf prosedur opname fisik
Disposisi 15 menit Disposisi 3 Kabag menugaskan Kasubag inventarisasi membuat
draf prosedur opname fisik
Instruksi 30 menit Bahan draf opname fisik 4
Kasubag inventarisasi menugaskan Pejabat Fungsional Umum untuk mengetik draf prosedur
opname fisik Instruksi 15 menit Bahan draf opname fisik 5 PFU mengetik draf prosedur opname fisik
Bahan draf
opname fisik 20 menit
Draf opname
fisik 6 Kasubag inventarisasi mengkoreksi draf prosedur
opname fisik
Draf opname fisik 20 menit
Draf opname
fisik
7
Kabag Penatausahaan mengkoreksi dan menyajikan prosedur opname fisik kepada Kepala Biro
Perlengkapan
Draf opname fisik 30 menit
Prosedur opname
fisik
8 Kepla Biro perlengkapan menyetujui prosedur
opname fisik Prosedur opname fisik 15 menit Prosedur opname fisik 9 Sekretaris Jenderal mengesahkan prosedur opname
fisik Prosedur opname fisik 15 menit Prosedur opname fisik
Standard Operating Procedure (SOP) | Biro Perlengkapan 130
LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN/AKTIVITAS
BIRO PERLENGKAPAN
A. DATA KEGIATAN