• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Ruang Lingkup Ketatausahaan Peserta Didik

Perencanaan peserta didik menurut Ali Imron (2011: 21) adalah suatu aktivitas memikirkan di muka tentang hal-hal yang harus dilakukan berkenaan dengan peserta didik di sekolah, baik peserta didik akan memasuki sekolah maupun mereka akan lulus dari sekolah. Pengertian perencanaan peserta didik dikemukakan pula oleh Tatang M. Amirin dkk (2011: 51) bahwa perencanaan terhadap peserta didik menyangkut perencanaan siswa baru, kelulusan, jumlah putus sekolah dan kepindahan. Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan peserta didik adalah kegiatan merencanakan kebutuhan dan aktivitas peserta didik mulai dari yang bersangkutan masuk sekolah sampai keluar dari sekolah.

Pada perencanaan peserta didik terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh pihak sekolah. Kegiatan tersebut sebagaimana dikemukakan Meilina Bustari dan Tina Rahmawati (2005: 13), meliputi:

a. menentukan panitia penerimaan peserta didik baru, b. menentukan daya tampung,

26 d. menyediakan formulir pendaftaran, e. pengumuman pendaftaran,

f. pelaksanaan seleksi calon peserta didik, g. menentukan calon yang akan diterima,

h. daftar ulang/registrasi bagi siswa yang akan diterima, i. pencatatan siswa baru ke dalam buku induk,

j. pencatatan siswa baru ke dalam buku klaper.

Pada perencanaan peserta didik tersebut berhubungan langsung dengan kegiatan penerimaan, proses pencatatan atau dokumentasi data pribadi siswa, pencatatan atau dokumentasi hasil (prestasi belajar) dan hal lain yang diperlukan dalam kegiatan kurikuler maupun ko-kurikuler.

2. Pembinaan Peserta Didik

Pembinaan peserta didik dilakukan agar siswa mengenal lingungan belajar, menyesuaikan diri dengan tuntutan sekolah, serta menemukan pengalaman belajar. Pada kegiatan pembinaan peserta didik tersebut sebagaimana dikemukakan Meilina Bustari dan Tina Rahmawati (2005: 29) meliputi aktivitas sebagai berikut:

a. Orientasi Peserta Didik Baru

Orientasi peserta didik baru tersebut berupa orientasi secara fisik, mental, dan emosional untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah. Pada orientasi peserta didik baru tersebut terdapat hal-hal yang harus diperkenalkan kepada peserta didik baru, antara lain mengenai tenaga pendidik,

27

tenaga non-pendidik, pengurus osis, tata tertib sekolah, fasilitas-fasilitas sekolah, program sekolah, dan struktur sekolah.

b. Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas merupakan upaya penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan pembinaan siswa di kelas, yaitu: partisipasi siswa, nilai-nilai intrisik, tingkat efisiensi proses belajar, dan ketercapaian tujuan belajar. Oleh karena itu, pada kegiatan pengelolaan kelas dilakukan pencatatan kehadiran siswa-guru dan pelaksanaan kegiatan belajar.

c. Pembinaan Disiplin Peserta Didik

Tata tertib sekolah merupakan catatan atau peraturan yang berguna untuk mengatur sikap warga sekolah termasuk peserta didik selama berada di dalam sekolah. Tata tertib tersebut mengatur aturan waktu belajar; kegiatan yang harus diikuti peserta didik; sopan santun sekolah; aturan pakaian dan seragam sekolah; keamanan dan kebersihan sekolah; serta sanksi yang diberikan kepada peserta didik yang melanggar aturan sekolah.

d. Pembinaan Minat Bakat Peserta Didik

Peserta didik memiliki hak untuk mengembangkan bakat dan minat masing-masing. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler merupakan organisasi yang wajib ada dan resmi dikelola sekolah yaitu OSIS. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan potensi siswa yang dilakukan di luar jam pelajaran. Perkembangan setiap bakat siswa perlu dilakukan pencatatan secara berkala.

28 3. Evaluasi terhadap Peserta Didik

Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 57 ayat 1 dijelaskan bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan kepada pihak pihak yang berkepentingan, diantaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan. Terkait dengan peserta didik, Tatang M. Amirin dkk (2011: 55) berpendapat bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik berarti kegiatan menilai proses dan hasil belajar siswa baik yang berupa kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Jadi, pada dasarnya kegiatan evaluasi peserta didik bertujuan untuk melihat kemajuan belajar peserta didik.

Kegiatan evaluasi belajar peserta didik sebagai kegiatan penilaian peserta didik mempunyai empat fungsi pokok sebagaimana dikemukakan Suharsimi Arikunto (2012: 18) yaitu:

a. Fungsi selektif, yaitu evaluasi digunakan sebagai alat memilih peserta didik yang diterima, kenaikan tingkat, beasiswa, dan kelulusan.

b. Fungsi diagnostik, yaitu evaluasi digunakan sebagai metode untuk mengetahui setiap kelemahan dan kelebihan peserta didik sehingga dapat ditentukan suatu solusi.

c. Fungsi penempatan, evaluasi digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik sehingga dapat ditentukan kelompok yang sesuai kemampuan yang dimiliki masing-masing peserta didik.

d. Fungsi pengukur keberhasilan, yaitu evalusi digunakan sebagai alat pengukur ketercapaian program yang telah dilaksanakan.

29

Berkaitan dengan beberapa kegiatan evaluasi belajar peserta didik tersebut maka setiap hasil evalusi belajar peserta didik harus dicatat, didokumentasikan, dan dibuat statistik perkembangan belajar siswa. Dengan demikian, hasil evaluasi tersebut dapat menggambarkan tingkat perkembangan belajar dan tingkat kemampuan masing-masing peserta didik.

4. Mutasi Peserta Didik

Mutasi dilakukan agar peserta didik mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mutasi peserta didik merupakan perpindahan peserta didik pada satu sekolah maupun ke luar sekolah. Hal tersebut juga dikemukakan Tatang M. Amirin, dkk. (2011: 64) bahwa mutasi peserta didik terdiri dari dua macam yaitu mutasi intern dan mutasi ekstern.

a. Mutasi Intern

Mutasi intern merupakan perpindahan peserta didik dalam suatu sekolah dikarenakan kenaikan kelas maupun pindah kelas. Kenaikan kelas adalah peserta didik yang telah menyelesaikan program pendidikan selama satu tahun, apabila telah memenuhi syarat dapat dinaikkan ke kelas berikutnya. Pindah kelas merupakan perpindahan peserta didik pada kelas yang lain dalam satu sekolah namun pada tingkat dan jenjang pendidikan yang sama.

b. Mutasi ekstern

Mutasi ekstern adalah perpindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain. Penyebab dari mutasi ekstern ini bermacam-macam antara lain kepentingan peserta didik untuk mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhan maupun sebagai

30

perlindungan kepada sekolah untuk melaksanakan proses pendidikan secara wajar. Pada mutasi ektern perlu memperhatikan mengenai ketentuan mutasi, alasan mutasi, syarat mutasi, penomoran buku induk, penempatan peserta didik, dan surat izin belajar bagi WNA.

Pelaksanaan mutasi peserta didik, baik yang bersifat intern maupun ekstern pasti akan disertai dengan adanya ketentuan dan persyaratan tertentu. Pada pelayanan mutasi peserta didik tersebut, petugas tata usaha sekolah memiliki tugas dalam menyediakan informasi mengenai proses mutasi, syarat mutasi, melayani proses mutasi, menyimpan pemberkasan mutasi, serta melakukan pencatatan mutasi setiap peserta didik.

Berdasarkan rangkaian pelaksanaan manajemen peserta didik tersebut bukan hanya terdapat aspek operasional yang membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah, melainkan terdapat aspek administratif. Aspek administrastif tersebut bertujuan untuk menunjang aspek operasional.

D. Pelayanan Ketatausahaan Peserta Didik

Dokumen terkait