BAB I PENDAHULUAN
D. Tinjauan tentang Hasil Belajar
3. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
5. Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
6. Sumber nilai, yaitu memberikan pedoman untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.75
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.76
b. Masalah keislaman (syariah)
Syariah adalah semua aturan Tuhan dan hukum-hukum Tuhan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sesama manusia dengan alam sekitar. Namun ada pengertian syariah yang lebih dekat kepada fiqih, yaitu tatanan, peraturan-peraturan, perundang-undangan dan hukum yang mengatur segala aspek kehidupan. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 21 disebutkan:
Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa”. 77
Materi syariah dalam pendidikan agama Islam diharapkan dapat menjadi hal yang fungsional dalam hidup manusia, dengan harapan manusia yang telah menerima pendidikan agama Islam paham akan bentuk dan juga aturan, yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan manusia serta manusia dengan alam
76 Depag RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. (Bandung: Gema Risalah Press, 1989), hlm. 654.
77 Ibid., hlm.11.
sekitarnya dengan landasan nilai-nilai Islam. Dan juga agar out put dari pendidikan agama Islam mampu mengaplikasikan ajaran Islam secara murni dan baik, yang dilandasi pengetahuan yang sesuai dengan kaidah-kaidah hukum Islam.
c. Masalah Ikhsan (akhlak)
Tujuan pendidikan agama Islam adalah terbentuknya pribadi muslim, dalam arti manusia yang berakhlak mulia sehingga segala aspek hidupnya sesuai dengan norma-norma agama dan masyarakat. Dimana akan tercapainya keharmonisan hubungan antar manusia, untuk menuju kebahagiaan hidup, baik dunia maupun akhirat.
Sedangkan tujuan pendidikan akhlak adalah mendorong manusia agar berbuat kebajikan dalam rangka membentuk manusia yang berakhlak mulia. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Luqman ayat 18 yang berbunyi:
Artinya: “Dan janganlah memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh sesungguhnya Allah tidak meyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”.78
Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa akhlak menduduki peranan yang penting bagi manusia. Menurut Barwa Umari:
78 Ibid., hlm. 655.
“Dengan akhlak manusia dapat mengetahui batas antara yang baik dengan yang buruk dan dapat menempatkan pada proporsi yang sebenarnya.
4. Kurikulum PAI di SD
a. Struktur Kurikulum di SD/MI
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Kedalamam muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.79
Tabel 2. Struktur Kurikulum SD/MI
Kelas dan Alokasi Waktu Komponen
I II III IV, V, dan VI A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama Islam (3) 6
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2
3. Bahasa Indonesia 5
4. Bahasa Arab 2*)
5. Matematika (5) 6
6. Ilmu Pengetahuan Alam (4) 5
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 3
8. Seni Budaya dan Keterampilan 4
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 4
B. Muatan Lokal 2
C. Pengembangan Diri
TEMATIK
2**)
Jumlah 29 30 31 39
Keterangan:
1. PAI di MI terdiri atas: Al Qur’an dan Hadits, Aqidah dan Akhlak, Fikih, SKI 2. *) Bahasa Arab merupakan ciri khas madrasah
3. **) = Ekuivalen 2 jam pembelajaran
4. ( ) = Angka di dalam kurung merupakan beban belajar yang tercantum dalam Permendiknas, sedangkan angka diluar kurung merupakan beban belajar tambahankarena hendak mencapai keunggulan-keunggulan tertentu sebagaimana terkandung dalam visi, misi, dan tujuan sekolah/madrasah sebagai berikut.
a. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam b. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS.
79 Muhaimin, dkk. Pengembangan Model KTSP pada Sekolah & Madrasah (Jakarta: Raja Gravindo Persada, 2008), hlm.228-231
b. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI Standar adalah acuan bagi peserta didik tentang kecakapan dan keterampilan yang menjadi fokus dalam pembelajaran dan penilaian.
Sedangkan kompetensi merupakan kecakapan hidup yang mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan. Jadi Standar Kompetensi yaitu pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata ajar tertentu.80
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Bagi SD/MI yang lebih rendah dan yang sejajar mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006. Namun bagi SD/MI yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/KD tersebut.81
80Mimin Haryati, Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat satuan Pendidikan (Jakarta:
Gaung Persada Press, 2007) hlm. 6
81 Muhaimin, dkk. Op.cit., hlm.204
TABEL 3. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD
SK & KD PERMENDIKNAS NO. 22/2006 UPAYA PENGEMBANGAN SK & KD AL QUR’AN-HADITS DI SD/MI
SK KD KLS SMT SK-QH.SD/MI-1 KD-QH.SD/MI-1
Al Qur’an Hadits Mengenal kalimat dalam Al Qur’an
− Membaca kalimat dalam Al Qur’an
− Menulis kalimat dalam Al Qur’an III 1
Mampu memahami cara melafadkan surat-surat tertentu dalam juz agama dan mampu menghafal surat-surat tersebut dengan baik
1. Melafadkan dan hafal surat Al Qur’an.
2. Melafadkan dan hafal surat Al Zalzalah.
3. Melafadkan dan hafal surat Al Humazah.
4. Melafadkan dan hafal surat At Tiin.
Mengenal ayat-ayat Al Qur’an
− Membaca huruf Al Qur’an
− Menulis huruf Al Qur’an
III 2
− Mampu memahami arti surat
tertentu dalam juz agama
− Menerapkan ketentuan-ketentuan ilmu tajwid dalam membaca Al Qur’an dan mampu memahami cara melafadkan hadits tentang niat yang baik dan menghafal hadits tersebut dengan baik
1. Mengartikan surat Al Fatihah.
2. Membaca dengan menerapkan tanda baca syiddah.
3. Membaca Al Qomariah dan Al Syamsiyah secara benar.
4. Menerjemahkan surat Al Ikhlas.
5. Melafadkan dan hafal hadits tentang niat.
Akidah
Mengenal sifat wajib Allah Akhlak Membiasakan perilaku terpuji
− Menyebutkan 5 sifat wajib Allah
− Mengartikan 5 sifat wajib Allah
− Menampilkan perilaku percaya diri
− Menampilkan perilaku tekun
− Menampilkan perilaku hemat III 1
Mampu menghayati kalimat thayyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asma al Husna (al-Mushowwir, al-Karim, al-Halim), beriman kepada malaikat Allah dan berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.
1. Meyakini adanya Allah melalui pengenalan terhadap kalimat thayyibah.
2. Meyakini Allah melalui pengenalan terhadap sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asma al Husna (al-Mushowwir, al-Karim, al-Halim).
3. Membiasakan berakhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari (kreatif, rendah hati, santun, ikhlas dan dermawan).
4. Membiasakan diri untuk menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari (tercela, bodoh, pemarah, kikir, dan boros).
5. Meyakini adanya malaikat Allah.
73
SK & KD PERMENDIKNAS NO. 22/2006 UPAYA PENGEMBANGAN SK & KD AL QUR’AN-HADITS DI SD/MI
SK KD KLS SMT SK-QH.SD/MI-1 KD-QH.SD/MI-1
Akidah
Mengenal sifat mustahil Allah Akhlak Membiasakan perilaku terpuji
− Menyebutkan sifat mustahil Allah SWT
− Mengartikan sifat mustahil Allah SWT
− Menampilkan perilaku setia kawan
− Menampilkan perilaku kerja keras
− Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan
− Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan
III 2
Terbiasa beradab secara Islam dalam pergaulan, di jalan dan bertamu serta meneladani akhlak terpuji dari perilaku Nabi, tokoh atau orang
1. Membiasakan beradab secara Islam dalam pergaulan dengan sesama dan yang lebih tua dalam kehidupan sehari-hari.
2. Membiasakan beradab secara Islam kepada para dhu’afa’.
3. Membiasakan beradab secara Islam dalam perjalanan 4. Membiasakan beradab secara Islam ketika bertamu dan
menerima tamu.
5. Mencintai dan meneladani orang/tokoh yang berakhlak mulia (sifat dermawan Nabi Sulaiman as. dan para ulama).
6. Menghindari sifat-sifat dan perilaku orang/tokoh yang berakhlak tercela.
Fiqih
Melaksanakan shalat dengan tertib
− Menghafal bacaan shalat
− Menampilkan keserasian gerakan
dan bacaan shalat III 1
Mampu memahami dan
melaksanakan shalat berjama’ah, shalat jum’at dan mengerti syarat syah dan sunnahnya
1. Melaksanakan shalat berjama’ah.
2. Melaksanakan shalat jum’at.
Melakukan shalat fardhu
− Menyebutkan shalat fardhu
− Mempraktikkan shalat fardu
III 2
Mampu memahami dan
melaksanakan shalat sunnah rawatib, tarawih, witir, dan shalat Id dan memahami tata cara shalat bagi orang yang sakit
1. Melaksanakan shalat sunnah rawatib.
2. Melaksanakan shalat tarawih dan witir.
3. Melaksanakan shalat Idhul Fitri dan Idhul Adha.
4. Memperagakan cara shalat bagi orang sakit.
Sejarah Kebudayaan Islam
III 1
Kemampuan mengenal,
mengidentifikasi sejarah masyarakat Arab pra Islam
1. Mendeskripsikan kondisi masyarakat Arab pra Islam.
2. Mengambil I’tibar dari sejarah masyarakat Arab pra Islam.
III 2
Kemampuan mengenal,
mengidentifikasi sejarah kelahiran, dan sejarah kerasulan Nabi Muhammad SAW, serta dapat mengambil ibrahnya
1. Mendeskripsikan Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW 2. Mengambil Ibrah Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW 3. Mendeskripsikan Peristiwa Diutusnya Nabi Muhammad
SAW. Sebagai Nabi Terakhir
4. Menunjukkan Bukti-Bukti Kerasulan (Mu’jizat) Nabi Muhammad SAW.
Sumber: Muhaimin, Sutiah, Sugeng Listyo Prabowo, Pengembangan Model KTSP pada sekolah dan Madrasah,2007, Jakarta, Raja Gravindo Persada, hal 206-215