• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

C. Ruang lingkup

Ruang lingkup kegiatan ini adalah pengembangan (1) Rencana Program Semester (RPS), (2) materi ajar, dan (3) media pembelajaran, dan (4) instumen penilaian dari satu mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) yaitu mata kuliah “Perpajakan” dan satu mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya yaitu mata kuliah Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha.

D. Target

Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dihasilkan luaran (output) berupa satu set perangkat pembelajaran dari satu mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) sebagai sebagian bobot evaluasinya yaitu mata kulah “Perpajakan” dan satu mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya yaitu mata kuliah “Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha”.

Perangkat pembelajaran tersebut terdiri dari (1) Rencana Program Semester (RPS), (2) materi ajar, (3) media pembelajaran dan (3) instumen penilaian.

E. Sasaran

Sasaran dari kegiatan ini adalah penjaminan mutu pembelajaran, percepatan pencapaian IKU UNRI dan pengadaan dokumen bukti yang diperlukan guna menghadapi reakreditasi prodi. Secara operasional, kegiatan ini akan melibatkan dosen pengampu mata kuliah dan dosen yang menguasai pembelajaran berbasis kasus (case based learning) dan project based learning yang ada di Prodi Pendidikan Ekonomi.

BAB II

RANCANGAN KEGIATAN

Dalam kegiatan ini akan berisi kegiatan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran satu mata kuliah menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan satu mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya.

Berdasarkan luaran yang diharapkan terbagi dalam 4 (empat) aktivitas, yaitu (1) Penyusunan RPS, (2) pengembangan bahan ajar, (3) perancangan media pembelajaran, dan (3) penyusunan instrumen penilaian. Untuk mencapai luaran tersebut akan terbagi dalam 2 kelompok kegiatan (kerja) yaitu kelompok mata kuliah case based learning dan kelompok mata kuliah project based learning.

A. Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) 1. Latar Belakang

Salah satu komponen penjamin mutu dalam perkuliahan adalah adanya perangkat pembelajaran dalam pelaksanaan perkuliahan. Mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan (case method) dan mata kuliah yang menerapkan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) menjadi salah satu IKU PTN yaitu dengan mengukur persentasenya jumlah mata kuliah yang menerapkannya. Pada saat ini, di Prodi Pendidikan Ekonomi belum mengembangkan perangkat pembelajaran dari mata kuliah case based learning dan mata kuliah project based learning secara lengkap dan dengan perancangan instrumen penilaiannya sebagai sebagian bobot evaluasinya. Untuk mempercepat pencapaian IKU UNRI, maka jenis mata kuliah ini harus diterapkan dan oleh sebab itu pengembangan perangkat pembelajarannya sangat diperlukan. Salah satu perangkat pembelajaran tersebut adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Dalam suatu perkuliahan RPS memegang peranan yang sangat penting sebagai komponen dari dokumen perencanaan, dimana RPS akan berisi rencana yang akan dilaksanakan dalam perkuliahan. Oleh sebab itu dalam suatu perkuliahan, RPS harus disusun terlebih dahulu sebelum perkuliahan dimulai.

2. Rasional

Dilihat dari pandang manajemen, dinyatakan bahwa “seburuk-buruk rencana lebih baik dari pada tanpa rencana”. Oleh sebab itu guna kepentingan penjaminan mutu, RPS sangat diperlukan dalam suatu perkuliahan.

3. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah melakukan pengembangan perangkat pembelajaran dari 1 (satu) mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan satu mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya di Prodi Pendidikan Ekonomi. Dengan pengembangan perangkat pembelajaran ini lebih lanjut diharapkan mampu mempercepat pencapaian IKU UNRI yaitu “Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif”.

4. Mekanisme dan Rancangan

Dalam pelaksanaan penyusunan RPS akan dilaksanakan oleh tim. Ada 2 tim penyusun yaitu (1) tim penyusun RPS mata kulaih dengan case based learning, dan (2) tim penyusun RPS mata kuliah dengan project based learning. Masing-masing tim terdiri dari 3 dosen. Masing-Masing-masing tim akan diketuai oleh dosen pengampu mata kuliah yang dikembangkan perangkat pembelajarannya.

5. Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan penyusunan RPS direncanakan diselesaikan selama satu bulan yaitu pada bulan April 2021. Rincian kegiatan ini dapat ditunjukkan

2 FGD dan Penyusunan oleh Tim 3 Pleno

6. Target Luaran Program Yang Akan dicapai

Target luaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah RPS lengkap (sebanyak 14 kali pertemuan) dari satu mata kuliah satu mata kuliah (Perpajakan) yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan satu mata kuliah (Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha) yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya

7. Sumber daya yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan sejumlah sumber daya (dana) seperti terinci dalam tabel 2.2.

Tabel 2.2.

Sumber Daya Yang dibutuhkan Dalam Penyusunan RPS No Sub Kegiatan Volume Harga Satuan 8 SanDisk Cruzer Blade

CZ50 USB Flashdisk 4 Pcs 150.000 600.000

11 Fotocopy dan penjilidan

Dokumen RPS Final 3 Exemplar 65.000 195.000

Total 2.896.000

Administrasi lembaga (PPN dn PPh 12%) 347.520

Total Anggaran yang Dibutuhkan 3.343.520

8. Strategi Keberlanjutan

Setelah berhasil disusun dua RPS ini, selanjutnya dilakukan penyusunan RPS mata kuliah yang lain dalam kelpopok yang sama. Pada akhirnya RPS ini bisa diseminarkan dan dibukukan sebagai dokumen penjaminan mutu mata kuliah.

9. Penanggung jawab kegiatan

Penanggung jawab kegiatan ini secara kelembagaan berada di tangan koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi. Secara tim, penanggungjawab penyusunan satu mata kuliah menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dikoordinir oleh Mujiono, S.Pd., MM. Mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya dikoordinir oleh Drs. Gani Haryana, M.Pd., M.Si.

B. Pengembangan Bahan Ajar

1. Latar Belakang

Bahan ajar merupakan komponen yang sangat menentukan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu keberadaan bahan ajar yang baik akan menjadi komponen penjamin mutu dalam perkuliahan. Mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya menjadi salah satu IKU PTN yang harus diselenggarakan di prodi. Mata kuliah ini dilakukan dengan metode yang khusus maka sangat diperlukan ramuan materi ajar yang khusus pula. Oleh sebab itu pengembangan bahan ajar untuk mata kuliah ini sangat penting dilakukan.

2. Rasional

Isi dan warna dari suatu kegiatan pembelajaran (perkuliahan) akan sangat ditentukan pada ketersediaan bahan ajar. Jika bahan ajar tersedian dan materi tersusun dengan tepat diharapkan tujuan akan tercapai dengan mudah. Oleh sebab itu pengembangan bahan ajar sangat diperlukan guna menyediakan materi ajar sesuai dengan skenario kegiatan pembelajaran dan pencapaian tujuan dari kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.

3. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah melakukan pengembangan bahan ajar dari mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya di Prodi Pendidikan Ekonomi. Dengan pengembangan perangkat pembelajaran ini lebih lanjut diharapkan mampu mempercepat pencapaian IKU UNRI yaitu “Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif”.

4. Mekanisme dan Rancangan

Dalam pelaksanaan pengembangan bahan ajar ini akan dilaksanakan oleh tim pengembang bahan ajar. Ada 2 tim penyusun yaitu (1) tim penyusun bahan ajar mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan (2) tim penyusun bahan ajar mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya. Masing-masing tim terdiri dari 3 dosen. Bahan ajar akan disusun berdasarkan RPS yang telah disusun sebelumnya.

5. Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pengembangan bahan ajar ini direncanakan dapat diselesaikan selama dua bulan yaitu pada bulan Mei – Juni 2021. Rincian kegiatan ini dapat ditunjukkan dalam tabel 2.3.

Tabel 2.3.

Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Bahan ajar

N 2 Inventarisasi dan pengumpulan

sumber referensi

6. Target Luaran Program Yang Akan dicapai

Target luaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah draft bahan ajar (draft modul) dari satu mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) yaitu mata kuliah Perpajakan dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya yaitu mata kuliah Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha.

7. Sumber daya yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan sejumlah sumber daya (dana) seperti terinci dalam tabel 2.4.

Tabel 2.4.

Sumber Daya (Dana) Yang dibutuhkan Dalam Penyusunan Bahan Ajar

No Sub Kegiatan Volume Harga

5 Tinta Printer Hitam 1 Kotak 40.000 40.000

Sertifikasi SPMI-AMI 1 Paket 4.000.000 4.000.000 9

Biaya pengadaan Bahan

Ajar (buku referensi) 10 Exemplar 145.000 1.450.000

Total 6.740.000

Administrasi lembaga (PPN dn PPh 12%) 808.800

Total Anggaran yang Dibutuhkan 7.548.800

8. Strategi Keberlanjutan

Setelah berhasil disusun dua draft bahan ajar (modul), selanjutnya dilakukan penyempurnaan isi dan tampilan untuk dikembangkan menjadi buku ajar dan diharapkan bisa dicetak dan diperbanyak. Di samping itu dapat menjadi dokumen penjaminan mutu mata kuliah yang dikembangkan.

9. Penanggung Jawab Kegiatan

Penanggung jawab kegiatan ini secara kelembagaan berada di tangan koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi. Secara tim, penanggungjawab penyusunan mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya, masing-masing di tangan dosen penanggungjawab mata kuliah.

C. Pengembangan Media Pembelajaran 1. Latar Belakang

Media pembelajaran mengambil peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dengan tepat akan mampu mempermudah pemahaman materi oleh mahasiswa dan mempermudah dosen dalam penyampaian materi. Dengan demikian keberadaan dan penggunaan media pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pembelajaran (perkuliahan). Karena pentingnya keberadaan media pembelajaran, maka media pembelajaran perlu dikembangkan dalam suatu pembelajaran.

2. Rasional

Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pembelajaran (perkuliahan), oleh sebab itu upaya pengadaan media pembelajaran harus terus ditingkatkan.

3. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah melakukan pengembangan media pembelajaran yang tepat dari satu mata kuliah (Perpajakan) yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan satu mata kuliah (Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha) yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya.

4. Mekanisme dan Rancangan

Dalam pelaksanaan pengembangan media pembelajaran ini akan dilaksanakan oleh tim pengembang media pembelajaran. Ada 2 tim pengembang yaitu (1) tim pengembang media pembelajaran mata kulaih yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya. Masing-masing tim terdiri dari 2 dosen pengampu mata kuliah. Media pembelajaran akan disusun berdasarkan RPS dan bahan ajar yang telah ditetapkan sebelumnya.

5. Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pengembangan media pembelajaran ini direncanakan dapat diselesaikan selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Juli 2021. Rincian kegiatan ini dapat ditunjukkan dalam tabel 2.5.

Tabel 2.5.

Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Media Pembelajaran

NO SUB KEGIATAN Juli

1 2 3 4

1 Pembentukan Tim dan FGD Tim Pengembang

2 Pengumpulan bahan Pengembangan media Pembelajaran

3 Penyusunan media Pembelajaran 4 Pleno rapat dosen Prodi

6. Target Luaran Program Yang Akan dicapai

Target luaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah seperangkat (satu set) media pembelajaran dari satu mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dalam hal ini mata kuliah Perpajakan dan mata kuliah yang menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya, dalam hal ini mata kuliah Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha.

7. Sumber daya yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan sejumlah sumber daya (dana) seperti terinci dalam tabel 2.6.

Tabel 2.6.

Sumber Daya (Dana) Yang dibutuhkan Dalam Pengembangan Media Pembelajaran No Sub Kegiatan Volume Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp) 1 Biaya Pengembangan

Tutorial Media Ajar Mata Kuliah Case Based

Learning berbentuk Audio Visual

1 Mata

Kuliah 1.500.000 1.500.000

2 Biaya Pengembangan Tutorial Media Ajar Mata Kuliah Project Based Learning berbentuk Audio Visual

1 Mata

Kuliah 1.500.000 1.500.000

Total 3.000000

Administrasi lembaga (PPN dn PPh 12%) 360.000

Total Anggaran yang Dibutuhkan 3.360.000

8. Strategi Keberlanjutan

Setelah berhasil disusun media pembelajaran tidak berhenti sampai di situ aja, akan tetapi terus dikembangkan agar lebih lengkap dan lebih menarik. Di samping itu dapat menjadi dokumen penjaminan mutu mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah yang

menggunakan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot dalam evaluasinya di Prodi Pendidikan Ekonomi.

9. Penanggung Jawab Kegiatan

Penanggung jawab kegiatan ini secara kelembagaan berada di tangan koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi. Secara tim, penanggungjawab koordinatif pengembangan media pembelajaran ini berada pada dosen penanggung jawab mata kuliah yang dikembangkan.

D. Pengembangan Instrumen Penilaian

1. Latar Belakang

Salah satu (dari delapan) IKU PTN yaitu IKU 7 adalah “Pembelajaran Kelas”, dimana IKU ini mengukur “persentase mata kuliah S1 yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasi” (Direktorat Belmawa, Dirjen Dikti, Kemendikbud, 2021). Dari pernyataan ini, guna mempercepat pencapaian IKU tersebut diperlukan instrumen evaluasi yang cocok dan tepat. Instrumen penilaian merupakan alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, ketersediaan instrumen penilaian tepat merupakan hal yang sangat penting.

Saat ini Prodi Pendidikan Ekonomi belum mengembangkan instrumen penilaian mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya. Dari persoalan ini, maka kegiatan ini sangat penting segera dilakukan.

2. Rasional

Tanpa ketersediaan instrumen penilaian, maka ketercapaian pembelajaran tidak bisa diketahui dengan tepat. Oleh sebab itu pengembangan instrumen penilaian sangat penting dilakukan. Pengembangan instrumen penilaian memerlukan analisis yang cermat terhadap tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, pengembangan instrumen penilaian sangat penting dilakukan.

3. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah melakukan pengembangan instrumen penilaian dengan tepat dari mata kuliah yang

menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya.

4. Mekanisme dan Rancangan

Dalam pelaksanaan pengembangan instrument penilaian pembelajaran ini akan dilaksanakan oleh tim pengembang instrumen penilaian hasil pembelajaran.

Ada 2 tim pengembang yaitu (1) tim pengembang instrumen penilaian pembelajaran mata kulih dengan case based learning, dan (2) tim pengembang instrumen penilaian pembelajara mata kuliah dengan project based learning.

Masing-masing tim terdiri dari 2 dosen pengampu mata kuliah.

5. Jadwal Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan pengembangan instrumen penilaian pembelajaran ini direncanakan dapat diselesaikan selama 1 (satu) bulan yaitu pada bulan Agustus 2021. Rincian kegiatan ini dapat ditunjukkan dalam tabel 2.7.

Tabel 2.7.

Jadwal Pelaksanaan Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran

NO SUB KEGIATAN Juli

1 2 3 4

1 Pembentukan Tim dan FGD Tim Pengembang

2 Penyusunan kisi-kisi soal.

3 Penyusunan instrument penilaian Pembelajaran

4 Pleno rapat dosen Prodi

6. Target Luaran Program Yang Akan dicapai

Target luaran yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah seperangkat (satu set) instrumen penilaian pembelajaran dari satu mata kuliah mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) yaitu mata kuliah Perpajakan dan satu mata kuliah dengan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya yaitu mata kuliah Perencanaan dan Studi Kelayakan Usaha.

7. Sumber daya yang dibutuhkan

Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan sejumlah sumber daya (dana) seperti terinci dalam tabel 2.8.

Tabel 2.8.

Sumber Daya (Dana) Yang dibutuhkan

Dalam Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran

No Sub Kegiatan Volume Harga

Administrasi lembaga (PPN dn PPh 12%) 88.030

Total Anggaran yang Dibutuhkan 847.680

8. Strategi Keberlanjutan

Setelah berhasil disusun instrument penilaian pembelajaran tidak berhenti sampai di situ aja, akan tetapi terus dikembangkan untuk mengembangkan instrument dengan bentuk dan versi yang berbeda agar terdapat instrumen penilain yang banyak.

9. Penanggung Jawab Kegiatan

Penanggung jawab kegiatan ini secara kelembagaan berada di tangan koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi. Secara tim, penanggungjawab koordinatif pengembangan instrumen penilaian pembelajaran ini berada pada dosen penanggung jawab (dosen pengampu) mata kuliah yang dikembangkan.

A. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan hibah program Bantuan Program Studi Menuju Akreditasi Internasioanal dan Akreditasi Unggul ini akan dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Agustus 2021 dengan jadwal sebagai berikut.

Tabel 3.1

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Hibah program Bantuan Program Studi Menuju Akreditasi Internasioanal dan Akreditasi Unggul (Skema-4) Tahun 2021

No Kegiatan

Bulan

MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1

Penyusunan dan Pengajuan Proposal Hibah program Bantuan Program Studi Menuju Akreditasi Internasioanal dan Akreditasi

Unggul

2

Pengumuman Hasil Seleksi Proposal Hibah program Bantuan program Studi Menuju Akreditasi Internasioanaldan Akreditasi

Unggul 3

Penandatanganan Kontrak Hibah program Bantuan program Studi Menuju Akreditasi

Internasioanaldan Akreditasi Unggul 4 Penyusunan Rencana Pembelajaran

5

Penyusunan Bahan Ajar mata kuliah Case Based Learning dan Project Based

Learning 6

Monitoring dan Evaluasi program Bantuan program Studi Menuju Akreditasi

Internasioanaldan Akreditasi Unggul 7

Pengembangan Media Pembelajaran mata kuliah Case Based Learning dan Project

Based Learning 8

Pengembangan Instrumen Penilaian mata kuliah Case Based Learning dan Project

Based Learning 9

Seminar Akhir Hibah program Bantuan program Studi Menuju Akreditasi

Internasioanaldan Akreditasi Unggul 10

Penyampaian Laporan Hibah program Bantuan program Studi Menuju Akreditasi

Internasioanaldan Akreditasi Unggul

B. Anggaran Kegiatan

Pengajan anggaran kegiatan hibah program Bantuan Program Studi Menuju Akreditasi Internasioanal dan Akreditasi Unggul sebagai berikut.

Tabel 3.2

Anggaran Kegiatan Hibah program Bantuan Program Studi Menuju Akreditasi Internasioanal dan Akreditasi Unggul Tahun 2021 No Sub Kegiatan Volume Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp)

I

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Case Based Learning dan Project Based Learning

1 Kertas HVS F4 2 Rim 60.000 120.000

Penyusunan Bahan Ajar mata kuliah Case Based Learning dan Project Based Learning

7 Fotocopy dan penjilidan 3 Exemplar 115.000 345.000

Dokumen Bahan Ajar Mata kuliah Project Based Learning

8 Mengikuti Pelatihan

Sertifikasi SPMI-AMI 1 Paket 4.000.000 4.000.000 9 Biaya pengadaan Bahan

Ajar (buku referensi) 10 Exemplar 145.000 1.450.000

Sub Total 5.740.000

III

Pengembangan Media Pembelajaran mata kuliah Case Based Learning dan Project Based Learning

1

Kuliah 1.500.000 1.500.000

2

Kuliah 1.500.000 1.500.000

Sub Total 3.000.000

IV

Pengembangan Instrumen Penilaian mata kuliah Case Based Learning dan Project Based Learning

Penilaian Akhir 3 Exemplar 62.050 186.150

Sub Total 759.650

Total 13.395.650

Administrasi lembaga (PPN dn PPh 12%) 1.604.350

Total Anggaran yang Dibutuhkan 15.000.000

BAB IV

RENCANA TINDAK LANJUT

A. Indikator Keberhasilan Program Dikaitkan Dengan Capaian IKU UNRI/PTN

Keberhasilan dari kegiatan program ini adalah dihasilkannya luaran kegiatan yaitu ketersediaan perangkat pembelajaran (RPS, bahan Ajar, media pembelajaran dan instrumen penilaian) dari mata kuliah yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) dan mata kuliah dengan pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasinya. Luaran tersebut menjadi dokumen dan instrumen yang sangat diperlukan dalam mencapai IKU UNRI yaitu “Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif” atau IKU PTN yaitu IKU 7 “Pembelajaran Kelas”, dimana IKU ini mengukur “persentase mata kuliah S1 yang menggunakan metode pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis proyek (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasi” (Direktorat Belmawa, Dirjen Dikti, Kemendikbud, 2021). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran ini akan menjadi unsur perencanaan dalam mempercepat ketercapaian IKU tersebut.

B. Program Keberlanjutan

Luaran yang diperoleh dari kegiatan program ini berupa draft yang belum diuji validitasnya, oleh sebab itu draft tersebut akan dilanjutkan melakukan uji validitasnya. Setelah teruji, selanjutnya bisa dikembangkan menjadi buku ajar (dari pengembangan bahan ajar). Langkah ini akan dilakukan untuk mengembangkan mata kuliah yang lain, sehingga persentase mata kuliah dengan

“Kelas Kolaboratif dan Partisipatif” di Prodi Pendidikan Ekonomi makin besar dan makin banyak mata kuliah yang terdukung dengan perangkat pembelajaran yang lengkap, dimana hal ini sangat penting untuk menghasilkan dokumen pembelajaran yang diperlukan guna menghadapi reakreditasi Prodi Pendidikan Ekonomi pada tahun 2022.

LAMPIRAN

A. SK Akreditasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Terbaru

B. Sertifikat Akreditasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Terbaru

C. Izin Pendirian Program Studi Pendidikan Ekonomi

Dokumen terkait