• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup

Dalam dokumen Profil Pendidikan. Kabupaten Tangerang (Halaman 12-0)

BAB I PENDAHULUAN

C. Ruang Lingkup

Profil ini menyajikan keadaan umum nonpendidikan dan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Keadaan umum nonpendidikan yang disajikan meliputi informasi tentang administrasi pemerintahan daerah, demografi, geografi, ekonomi, sosial budaya dan agama, serta transportasi dan komunikasi. Informasi itu sangat diperlukan dan mempunyai saling keterkaitan yang mendukung perkembangan pendidikan di daerah. Keadaan umum pendidikan mencerminkan variabel-variabel pendidikan menurut jenjang pendidikan serta kemajuan yang dicapai melalui indikator-indikator pendidikan di setiap jenjang pendidikan.

Sesuai dengan bahan yang tersedia disajikan kinerja dan analisis profil pendidikan yang mencerminkan kaitan antara indikator-indikator internal dan eksternal dengan permasalahannya sehingga diharapkan dapat memberikan informasi untuk keperluan perencanaan pendidikan. Data yang tersedia disajikan dalam bentuk tabel dan memuat data dasar, (baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pendidikan maupun dari instansi lain) mengenai pendidikan dan data olahan pendidikan yang menghasilkan indikator seperti angka, rasio, dan perbandingan pendidikan menurut jenis dan jenjang pendidikan.

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 12

BAB II

ORGANISASI

A. V

ISI DAN

M

ISI

V

ISI

Berdasarkan Visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang “MENUJU MASYARAKAT YANG BERIMAN, SEJAHTERA, BERORIENTASI INDUSTRI, DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN” dan dengan mempertimbangkan kondisi obyektif seluruh sumber daya serta komitmen untuk meraih masa depan yang lebih baik, visi Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai berikut :

“ TERUNGGUL DALAM MUTU LULUSAN DALAM RANGKA MENYIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN TANGERANG YANG CERDAS, TERAMPIL,

DAN BERDAYA SAING “

M

ISI

Untuk mewujudkan visi tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menetapkan misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan kompetensi kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, tenaga struktural dan lainnya;

2. Meningkatkan pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Nonformal dan Informal;

3. Meningkatkan standar sarana dan prasarana pendidikan yang mendukung proses pembelajaran;

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 13 4. Meningkatkan peran serta masayarakat, dunia industri jasa dalam bidang

pendidikan;

5. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pendidikan.

B. D

ASAR

H

UKUM

1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4048);

2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara No.

4048);

3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4425);

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

6. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 No.

126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

7. Undang-undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Wilayah Kota Tangerang Selatan;

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 14 8. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar

(Lembaran Negara Tahun 1990 No. 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1998 (Lembaran Negara Tahun 1998 No. 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3763);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1992 No. 16, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2876);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 No. 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP);

12. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun;

13. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0259/U/1977 tentang Koordinasi Pengolahan Data pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor : 17 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Tangerang (Lembaran Daerah Tahun 2004, Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1704);

15. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor : 08 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang

16. Peraturan Bupati Tangerang Nomor : 37 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang .

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 15

C. T

UGAS

P

OKOK DAN

F

UNGSI

(T

UPOKSI

)

Berdasarkan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 37 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut :

1. Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pendidikan sesuai kebijakan Pemerintah Daerah;

1. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang Pendidikan

b. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang Pendidikan

c. Pembinaan dan pelaksanaan bidang pendidikan

d. Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendaliaan bidang TK dan SD, Bidang SMP, Bidang SMA, SMK, Bidang Non Formal dan informal

e. Pengelolaan dan penyelenggaraan jalur pendidikan formal, meliputi Kesiswaan, pendidikan dasar, dan Sekolah Menengah Pertama

f. Pengelolaan dan penyelenggaraan jalur Taman Kanak-Kanak, meliputi penyelenggaraan satuan pendidikan dan program pendidikan non formal g. Pengelolaan dan penyelenggaraan jalur pendidikan informal

h. Pengelolaan dan penyelenggaraan jalur pendidikan khusus pada satuan pendidikan umum dan satuan pendidikan kejuruan sesuai dengan kebutuhan peserta didik

i. Penyelenggaraan pendidikan layanan khusus

j. Penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional k. Penyelenggaraan satuan pendidik berbasis keunggulan lokal l. Pembinaan, pengembangan teknologi pendidikan

m. Pembinaan pengembangan, dan pengurus pegawai Struktural pada lingkup Dinas

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 16 n. Pembinaan dan pengembangan kurikulum

o. Pembinaan dan pengembangan teknologi pendidikan

p. Pengadaan, pemeliharaan, dan pengurusan sarana pendidikan q. Pembinaan dan pengurusan peserta didik atau siswa

r. Penjaminan proses pembelajaran s. Penjaminan mutu pendidikan

t. Pengarahan, pembimbingan, peyupervisian, pengawasan, pengoordinasian, pemantauan, pengevaluasian dan pengendalian terhadap penyelenggaraan satuan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

u. Pelaksanaan kegiatan yang bersifat administrative dalam rangka proses pembelajaran

v. Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan tugas dan fungsi dinas w. Penyusunan program kerja dan anggaran tahunan Dinas

x. Pengendalian dan pengkoordinasian seluruh kegiatan unsur organisasi Dinas y. Pelaporan pelaksanaan program kerja dan penggunaan anggaran kepada

Bupati melalui Sekretaris Daerah

z. Pembinaan dan pengurusan kurikulum Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar/

Sederajat, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/ Sederajat, Sekolah Menengah Atas/ Sederajat, Sekolah Menengah Kejuruan dan Pendidikan Keaksaraan, Kesetaraan, Informal dan Kursus;

2. Dinas dipimpin oleh Kepala Dinas yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah;

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 17

D. S

TRUKTUR

O

RGANISASI

D

INAS

Berdasarkan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 37 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, susunan organisasi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut :

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat;

b.1. Sub Bagian Umum;

b.2. Sub Bagian Keuangan;

b.3. Sub Bagian Perencanaan.

c. Bidang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar;

c.1. Seksi Kurikulum;

e. Bidang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan;

e.1. Seksi Kurikulum;

e.2. Seksi Kesiswaan;

e.3. Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

f. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal;

f.1. Seksi PAUD;

f.2. Seksi Pendidikan Kesetaraan dan Keaksaraan;

f.3. Seksi Kursus dan Kelembagaan.

g. Unit Pelaksana Teknis;

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 18

E. S

EJARAH

S

INGKAT

D

INAS

P

ENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berdiri pada tahun 2000, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1995 tentang Perluasan dan Pengembangan Wilayah di Kabupaten/ Kota, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Otonomi Daerah) yang telah diubah dengan UU Nomor 32 Tahun 2004, serta dikukuhkan dengan :

1. Surat Keputusan Bupati Tangerang Nomor 32 Tahun 2000 tentang TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG.

Mengalami perubahan dengan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 34 Tahun 2004;

2. STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH pada DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG diatur dengan PERDA Nomor 11 Tahun 2000.

Mengalami perubahan dengan PERDA Nomor 16 Tahun 2004;

3. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor : 02 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang (SOTK);

4. Peraturan Bupati Tangerang Nomor : 14 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Laksana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang;

5. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 08 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang;

6. Peraturan Bupati Tangerang Nomor 37 Tahun 2010 tentang Tugas Pokok Fungsi dan Tata Laksana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terbentuk dari hasil penggabungan (Merger) dari beberapa instansi, antara lain Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K), dan sebagian dari Departemen Penerangan (Deppen)

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 19 Nama satuan organisasi mengalami perubahan sebanyak 6 (enam) kali; sampai dengan akhir tahun 1997 bernama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), pada awal tahun 1998 sampai dengan pertengahan tahun 2000 diganti menjadi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), pada akhir tahun 2000 bernama DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG sesuai dengan PERDA Nomor 11 Tahun 2000 serta pada awal tahun 2004 menjadi DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TANGERANG. Pada Tahun 2008 dengan PERDA Nomor 02 Tahun 2008 menjadi DINAS PENDIDIKAN.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sebelum dan sesudah Otonomi Daerah sudah 6 (enam) kali mengalami perubahan kepemimpinan, antara lain :

1. Tahun 1997 sampai dengan Oktober 2002 dipimpin oleh Drs. H. MUHYI SYARIFUDIN, MM.;

2. Oktober 2002 sampai dengan Agustus 2003 dipimpin oleh Dra. Hj. NANI RISJANI, MM.;

3. September 2003 sampai dengan Maret 2004 dipimpin oleh Drs. H. MAS IMAN KUSNANDAR, SH.;

4. April 2004 hingga Juli 2007 kembali dipimpin oleh Drs. H. MUHYI SYARIFUDIN, M.Pd.;

5. Agustus 2007 hingga Juli 2010 dipimpin oleh H. ACHMAD SUWANDHI, SH.;

6. Juli 2010 hingga Nopember 2011 kembali dipimpin oleh Drs. H. MAS IMAN KUSNANDAR, SH.;

7. Nopember 2011 hingga Maret 2012 dipimpin oleh Drs. H. BAMBANG MARDISENTOSA, MM.;

8. Maret 2012 hingga saat ini Dinas Pendidikan dipimpin oleh Drs. H. M. ARSYAD HUSSEIN, MM

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 20

BAB III

KEADAAN UMUM

ada bab III keadaan umum dimulai dengan peta Kabupaten Tangerang yang menggambarkan letak Kabupaten Tangerang dalam kaitannya dengan lingkungan sekelilingnya. Kemudian, dilanjutkan dengan keadaan nonpendidikan yang meliputi enam faktor, yaitu 1) administrasi pemerintahan daerah, 2) demografi, 3) geografi, 4) ekonomi, 5) sosial budaya, dan 6) transportasi dan komunikasi. Terakhir dijelaskan tentang keadaan pendidikan yang dimulai dari tingkat SD sampai tingkat SM.

A. N

ON

P

ENDIDIKAN

Keadaan nonpendidikan dimasukkan dalam profil pendidikan karena selama ini terdapat kesan bahwa faktor lingkungan sering kurang diperhitungkan dalam perencanaan pendidikan sehingga timbul berbagai masalah, antara lain 1) input pendidikan kurang dikelola secara optimal dan 2) output pendidikan dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau kebutuhan lingkungan sehingga belum mampu menunjang pembangunan nasional. Untuk itu, masalah nonpendidikan perlu dikaitkan dengan pendidikan yang ada.

1.

P

ETA

K

ABUPATEN

T

ANGERANG

Berdasarkan Peta pada Gambar 1 dapat dikemukakan bahwa batas wilayah Kabupaten Tangerang ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Lebak. Dengan melihat peta tersebut, diketahui bahwa daerah tersebut dilalui oleh sungai Cimanceri.

P

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 21

2. A

DMINISTRASI

P

EMERINTAHAN

D

AERAH

Sesuai dengan UU Nomor 22, Tahun 1999, pemerintah daerah merupakan koordinator semua instansi sektoral dan kepala daerah yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pembinaan dan pengembangan wilayahnya. Pembinaan dan pengembangan tersebut mencakup segala bidang kehidupan dan bidang pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Tangerang sebagai satu kesatuan wilayah pemerintahan, melaksanakan pembangunan yang memiliki arah dan tujuan tertentu yang harus dicapai melalui pembangunan di semua bidang, termasuk di bidang pendidikan dan kebudayaan. Hal itu berarti, bahwa rencana pembangunan pendidikan di Kabupaten Tangerang tidaklah berdiri sendiri melainkan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pembangunan Kabupaten Tangerang secara keseluruhan. Oleh karena itu, segala usaha dan kegiatan pembinaan dan pengembangan di bidang pendidikan di Kabupaten Tangerang harus berada di bawah koordinasi atau sepengetahuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang untuk menjaga keserasian dan keterkaitannya dengan sektor lain dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 22

GAMBAR 1

PETA WILAYAH KABUPATEN TANGERANG

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 23 Kabupaten Tangerang terdiri dari 29 Kecamatan, 28 Kelurahan dan 246 desa dengan luas wilayah seluruhnya 959,61 km2. (Tabel 1)

TABEL 1 pendidikan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan salah satu tujuannya adalah meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan penduduk secara maksimal. Dengan demikian, penduduk baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat merupakan sasaran kegiatan pembangunan pendidikan. Oleh karena itu, aspek-aspek kependudukan, dinamika penduduk dan masalah yang ditemui dalam masyarakat akan sangat mempengaruhi pendidikan. Dengan demikian, aspek kependudukan perlu dipertimbangkan dalam pengembangan pendidikan.

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 24

8. Penduduk 16-18 tahun 87.477 82.935 170.412

9. Penduduk 15-24 tahun 293.590 278.334 571.924

Jumlah penduduk seluruhnya sebesar 2.834.376 yang terdiri dari laki-laki sebesar 51% (lima puluh satu persen) dan perempuan sebesar 49% (empat puluh sembilan persen). Penduduk usia 0-6 tahun adalah penduduk usia PAUD sebesar 396.375.

Penduduk usia 4-5 tahun adalah penduduk usia masuk TK sebesar 113.383. Penduduk usia 4-6 tahun adalah penduduk usia TK sebesar 169.713. Penduduk usia 6-7 tahun dalah penduduk usia masuk SD sebesar 112.353. Penduduk usia 7-12 tahun adalah penduduk usia SD sebesar 331.346. Penduduk usia 13-15 tahun adalah penduduk usia SMP sebesar 165.959. Penduduk usia 16-18 tahun adalah penduduk usia SM sebesar 170.412.

TABEL 3

KEADAAN DEMOGRAFI

No. Komponen Jumlah % No. Komponen Jumlah %

Tingkat Pendidikan Penduduk Tingkat Kepandaian Membaca & menulis 1. Belum pernah sekolah 187.352 6,61%

7. Tamat Diploma I/II 28.910 1,02% Bukan Angkatan Kerja 8. Tamat Diploma

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 25 Tingkat pendidikan penduduk yang dirinci menjadi 9 kategori dapat digambarkan sebagai berikut 1) tidak/belum pernah sekolah sebanyak 187.352 orang ( 6,61 persen), 2) tidak/belum tamat SD sebanyak 432.525 orang (15,26 persen), 3) tamat SD sebanyak 783.532 orang (27,64 persen), 4) tamat SMP sebanyak 564.324 orang (19,91 persen), 5) tamat SMA sebanyak 480.994 orang (16,97 persen), 6) tamat SMK sebanyak 179.700 orang (6,34 persen), 7) tamat Diploma I dan II sebanyak 28.910 orang (1,02 persen), 8) tamat Diploma III/Sarmud sebanyak 54.987orang (1,94 persen), 9) tamat Sarjana 103.170 orang (3,64 persen, sedangkan yang tidak terjawab 18.883 orang (0,67persen).

Penduduk yang dapat membaca menulis sebanyak 2.628.141 (92,72 persen) sedangkan yang buta huruf sebanyak 19.787 (0,70 persen). Jumlah angkatan kerja pada tahun 2012 dapat diuraikan sebagai berikut 1) jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 1.364.185 orang (48,13 persen) dan 2) jumlah penduduk yang mencari pekerjaan sebanyak 186.502 orang (6,58 persen), sehingga jumlah angkatan kerja adalah 1.550.687 orang. Penduduk bukan angkatan kerja terdiri atas 1) jumlah penduduk bersekolah 812.899 orang (28,68 persen), 2) jumlah penduduk mengurus rumah tangga 345.510 orang (12,19 persen); dan 3) lain-lain 125.279 orang (4,42 persen), sehingga jumlah penduduk bukan angkatan kerja adalah 1.283.689 orang. Jumlah penduduk miskin di daerah desa (yang berpenghasilan Rp 8.084.856 /kapita/bulan ke bawah sebanyak 172.333 orang (6,08 persen) dari penduduk seluruhnya

4. G

EOGRAFI

Faktor geografi dimaksud mencakup aspek keadaan alam dan sumber daya alam (SDA) sehingga dapat berpengaruh besar terhadap pembangunan pendidikan. Pengaruh ini dapat bersifat menunjang dan dapat pula bersifat menghambat. Tersedianya SDA merupakan faktor yang menunjang pendidikan baik langsung maupun tidak langsung. Keadaan geografi yang tidak menguntungkan karena keadaan pemukiman penduduk yang berpencar-pencar dan terpencil serta pemukiman yang padat merupakan kendala dalam upaya peningkatan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.

Keadaan topografi di wilayah Kabupaten Tangerang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan enam faktor, yaitu 1) rencana penentuan lokasi sekolah; 2) rencana

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 26 rayonisasi penerimaan siswa baru; 3) rencana supervisi sekolah dan pengendalian; 4) rencana penempatan guru; 5) rencana pengadaan dan pendistribusian buku-buku; dan 6) peralatan pendidikan lainnya.

TABEL 4 GEOGRAFI

No. Variabel Keterangan

1. Letak Geografis Dibagian Timur Propinsi Banten

2. Luas Wilayah 959,61 km2

3. Koordinat 106020’ – 106043’ Bujur Timur

6000’’ – 6020’ Lintang Selatan

4. Batas-batas

-Sebelah Utara Laut Jawa

-Sebelah Timur Provinsi DKI Jakarta dan Kota Tangerang -Sebelah Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok -Sebelah Barat Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak 5. Kemiringan Tanah Rata-rata 0 – 3 % menurun ke Utara 6. Ketinggian Wilayah 0 – 85 meter di atas permukaan laut 7. Wilayah Bagian Utara Daerah pesisir pantai sepanjang ± 50 km 8. Topografi relatif datar, terdiri dari 2

bagian :

a. Dataran Rendah Terletak dibagian Utara

- Ketinggian 0 -25 meter diatas permukaan laut

- Meliputi Kecamatan Teluknaga, Mauk, Kemiri, Sukadiri Kresek, Kronjo, Pakuhaji dan Sepatan

b. Dataran Tinggi Dari bagian Tengah ke arah Selatan

- Ketinggian Lebih dari 25 meter diatas permukaan laut penghujan serta banyaknya curah hujan juga akan berpengaruh terhadap lingkungan seperti terhadap tingkat kesuburan lahan, kekeringan, banjir dan sebagainya, yang pada

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 27 gilirannya berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Secara tidak langsung, faktor iklim juga akan mempengaruhi pendidikan.

Musim kemarau di Kabupaten Tangerang biasanya pada bulan Mei sampai September (5 Bulan) sedangkan musim hujan terjadi bulan Oktober sampai April dengan curah hujan rata-rata adalah 166 mm2, serta curah hujan tertinggi dan terendah masing-masing adalah 377 mm2 dan 15 mm2 (Tabel 4).

5. E

KONOMI

Bidang ekonomi merupakan penggerak utama pembangunan seiring dengan pengembangan kualitas SDM. Oleh karena itu, pembangunan di bidang pendidikan yang merupakan bagian dari upaya peningkatan SDM memegang peranan yang sangat penting.

Melalui pendidikan diharapkan dapat terbentuk manusia yang berkualitas sebagaimana yang dicita-citakan, yaitu manusia yang memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ekonomi, sosial budaya dan berbagai bidang lainnya secara serasi dan seimbang (harmonis).

TABEL 5

KEADAAN EKONOMI

No Komponen Jumlah No Komponen Jumlah

1. PAD (Ribu Rp.) 448.067.721 Mata pencaharian

2. PBB (Ribu Rp.) 141.585.028 1. Pertanian, kehutanan 307.599 3. PDRB (Juta Rp.) 34.802.038 2. Pertambangan & penggalian 32.867 4. APBD (Juta Rp.) 4.257.650 3. Industri pengolahan 328.173 5. Pendapatan per Kapita 12.278.553 4. Listrik, gas, & air 25.591

6. UMR (Rp.) 1.125.000 5. Bangunan 96.344

6. Perdagangan besar, eceran 540.181 7. Angkutan, pergudangan 51.936 8. Keuangan, asuransi 124.696 9. Jasa kemasyarakatan 1.001.508

Jumlah 2.509.895

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 28 Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), pendapatan asli daerah (PAD), produk domestik regional bruto (PDRB), anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) serta gambaran kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. PAD tahun 2010 Kabupaten Tangerang adalah sebesar Rp 448.067.721.000, penerimaan dari PBB sebesar Rp 141.585.028.000, PDRB sebesar Rp 34.802.038.000.000, APBD sebesar Rp 4.257.650.000.000 dan rata-rata pendapatan per kapita adalah Rp 12.278.553 sedangkan UMR yang berlaku adalah Rp. 1.125.000 (Tabel 5)

Jumlah koperasi di Kabupaten Tangerang terinci sebagai berikut: Koperasi Angkutan 4, Koperasi Distribusi 20, Inkra 10, Kopkar 182, Koppas 23, KPRI 42, KSU 293, KUD 20, Masjid 33, PD K5 3, Pembiayaan 13, Pemuda 2, Pensiunan 13, Perikanan 6, Pertanian 37, KWP 16, Peternak 3, Pol/ABRI 3, Pontren 71, Profesi 2, Pusat 4, Simpan Pinjam 27, Wanita 8, Wisata 2, Lain lain 103. Jumlah keseluruhan koperasi sebanyak 940.

6. S

OSIAL

B

UDAYA DAN

A

GAMA

Adat istiadat yang sampai sekarang hidup di kalangan masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut.

 Gotong royong masyarakat dalam menuntaskan kemiskinan;

 Gerakan rereongan berhias dan rereongan sarupi;

 Gerakan santri raksa desa dan Jum’at bersih;

 Gerakan Penghijauan Lingkungan.

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 29

Gambaran keadaan keagamaan dapat diuraikan bahwa jumlah penduduk beragama Islam sebanyak 2.687.272 orang (94,81persen), Protestan sebanyak 60.089 orang (2,12 persen), Katolik 40.248 orang (1,42 persen), Hindu sebanyak 6.519 orang (0,23 persen), Budha sebanyak 34.863 Orang (1,23 persen), dan khonghucu sebanyak 5.385 Orang (0,19 persen). Untuk mengamalkan ibadahnya, pemeluk agama tersebut didukung oleh 7.078 mesjid/mushalla, 70 gereja, 42 Vihara (Tabel 6)

Keadaan kesehatan masyarakat dapat digambarkan bahwa gizi masyarakat pada umumnya bervariasi, yaitu ada yang baik, kurang atau buruk. Puskesmas induk sebanyak 42 buah dan puskesmas pembantu 39 buah, rumah sakit sebanyak 13 Buah sedangkan balai pengobatan sebanyak 437 buah.

7. T

RANSPORTASI DAN

K

OMUNIKASI

Sarana dan prasarana perhubungan baik transportasi dan komunikasi merupakan sarana untuk memperpendek jarak antara daerah satu dengan yang lain. Transportasi merupakan alat angkut baik transportasi darat (kereta api, bus, mobil pribadi, sepeda motor, sepeda dan lain-lain), maupun transportasi perairan (kapal laut, motor boat, perahu, dan lain-lain) dan transportasi udara, sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Semua sarana tersebut ditujukan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan mobilitas manusia ke tempat tujuan baik dari pedesaan sampai ke perkotaan, daerah perbatasan sampai ke daerah terpencil, ataupun membantu kemudahan siswa dari tempat tinggal menuju ke sekolah.

Pembangunan transportasi jalan merupakan bagian penting dalam kegiatan pembangunan yang memiliki nilai ekonomi, sosial dan strategis, yang diharapkan

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 30 mampu memberikan pelayanan manfaat bagi masyarakat luas. Jaringan jalan merupakan bagian dari sarana terpenting dalam sistem transportasi. Jangkauan pelayanan jalan di Kabupaten Tangerang saat ini terbatas pada wilayah-wilayah yang secara alami berkembang dengan pesat. Tingkat kepadatan jalan perhektar tertinggi di Kabupaten Tangerang berada di wilayah bagian tengah dan selatan, sedangkan jangkauan pelayanan jalan di wilayah utara yang perkembangannya relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan wilayah selatan.

Keadaan jalan setiap tahunnya terus ditingkatkan baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Jaringan jalan yang ada di Kabupaten Tangerang kondisi tahun 2010 terdiri dari Jalan Nasional sepanjang 27,93 Km, Jalan Propinsi sepanjang 114,44 Km, dan 990,62 Km merupakan jalan kabupaten yang terbagi menjadi 293 ruas dan jalan desa 640,93 Km. Kondisi jalan tersebut pada umumnya baik mencapai 431,47 Km (43,6%), Sedang 142,58 Km (14,4%) dan Rusak Ringan mencapai 188,04 Km (19%) dan Rusak Berat 227,53 Km (23%). (Tabel 7)

Tangerang sebagai bagian dari pusat pertumbuhan Industri wilayah Indonesia bagian barat, memiliki prasarana jaringan jalan, terminal, dry port, angkutan umum dan rel kereta api. Jaringan jalan paling strategis ialah jalan bebas hambatan Jakarta-Merak yang memanjang 100 Km dari Pintu Tol Tomang di Jakarta dan berhenti di Merak, Cilegon.

Jembatan juga sarana transportasi yang tidak kalah pentingnya dalam menunjang aktifitas masyarakat. Pada tahun 2010, panjang jembatan mencapai 2.753,8 Km dengan jumlah jembatan mencapai 258 buah, prasarana irigasi pengairan mencapai 142.056 Km. Saat ini fungsi irigasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian tetapi juga untuk perikanan, PDAM IKK dan industri. Untuk daerah irigasi setengah teknis dan sederhana dominan digunakan untuk keperluan drainase.

Infrastruktur irigasi yang ada saat ini diantaranya daerah Irigasi Cisadane yang luasnya mencapai 17,929 Ha meliputi saluran induk 3 ruas, saluran sekunder 25 ruas dan saluran tersier 250 petak, daerah Irigasi Cidurian 10.272 Ha terdiri dari saluran induk 1 ruas, saluran sekunder 17 ruas dan saluran tersier 227 petak dan Irigasi Garukgak mencapai 4.124 Ha terdiri dari saluran induk 1 ruas, saluran sekunder 7 ruas

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 31 dan saluran tersier 41 petak dengan 60 unit kelembagaan P3A dan 18 unit kelembagaan

Profil Pendidikan Tahun 2012 | 31 dan saluran tersier 41 petak dengan 60 unit kelembagaan P3A dan 18 unit kelembagaan

Dalam dokumen Profil Pendidikan. Kabupaten Tangerang (Halaman 12-0)

Dokumen terkait