• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Ruang Terbuka Hijau Tridharma

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap jenis vegetasi tingkat pohon yang tumbuh di RTH Tridharma disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4. Vegetasi tingkat pohon RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara

No Nama Jenis Nama Latin Jumlah K KR (%) D DR (%) INP pi pi ln pi 1 Mahoni Swietenia macrophylla 277 261.32 93.27 0.09 4.16 97.43 0.93 -0.07 2 Sengon Paraserianthes falcataria 8 7.55 2.69 0.20 8.97 11.66 0.03 -0.10

3 Angsana Pterocarpus indicus 3 2.83 1.01 0.12 5.39 6.40 0.01 -0.05

4 Trembesi Samanea saman 1 0.94 0.34 1.06 47.73 48.07 0.00 -0.02

5 Rau Drancontomelon mangiferum 2 1.89 0.67 0.05 2.09 2.76 0.01 -0.03

6 Kemiri Aleurites moluccanus 2 1.89 0.67 0.06 2.70 3.37 0.01 -0.03

7 Durian Durio zibethinus 3 2.83 1.01 0.08 3.40 4.41 0.01 -0.05

8 Manggis Hutan Garcina bancana 1 0.94 0.34 0.57 25.56 25.90 0.00 -0.02

297 280.19 100 100 200 -0.36 vegetasi tingkat pohon dengan 297 jumlah individu yang ditemukan. Mahoni (Swietenia macrophylla) mendominasi RTH Tridharma dibandingkan vegetasi pohon lainnya. Dari 297 individu yang didapatkan, 93 % adalah vegetaasi mahoni.

Nilai INP tertinggi adalah mahoni (swietenia macrophylla) dengan INP sebesar 97,43 % dan vegetasi tingkat pohon dengan INP terendah adalah rau (Dracontomelon mangiferum) sebesar 2,76 %. Nilai indeks Shannon-Wiener vegetasi tingkat pohon pada hutan Tridharma sebesar 0,36. Berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener, tingkat keanekaragaman menurut (Krebs, 1989) yang didapat dari hutan Tridharma dapat dikategorikan kedalam tingkat keanekaragaman rendah.

RTH Tridharma juga memiliki peranan penting dalam menjaga dan memelihara keseimbangan ekosistem perkotaan di kampus Universitas Sumatera Utara. Vegetasi pohon yang terdapat pada RTH Tridharma membantu dalam meredam kebisingan sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang tenang.

Pohon pada RTH Tridharma juga berperan sebagai resapan air sehingga dapat mengurangi potensi banjir pada kampus Universitas Sumatera Utara. Tingginya

kerapatan vegetasi pada RTH Tridharma mempengaruhi jenis fauna yang hidup di dalam nya. Fauna yang terdapat pada RTH Tridharma tergolong rendah.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap jenis vegetasi tingkat tiang yang tumbuh di RTH Tridharma disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5. Vegetasi tingkat tiang RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara

No Nama Jenis Nama Latin Jumlah K KR (%) D DR (%) INP pi pi ln pi 1 Mahoni Swietenia macrophylla 112 105.66 86.82 0.016 19.15 105.97 0.87 -0.12 2 Sengon Paraserianthes falcataria 5 4.72 3.88 0.017 19.90 23.77 0.04 -0.13 3 Kemiri Aleurites moluccanus 3 2.83 2.33 0.013 15.33 17.66 0.02 -0.09 4 Nangka Artocarpus heterophyllus 8 7.55 6.20 0.014 16.81 23.01 0.06 -0.17 5 Durian Durio zibethinus 1 0.94 0.78 0.024 28.81 29.58 0.01 -0.04

129 121.70 100 100 200 -0.55

Vegetasi tingkat tiang pada RTH Tridharma terdapat 5 jenis dari 129 individu yang ditemukan. Pada vegetasi tingkat tiang mahoni (Swietenia macrophylla) memiliki nilai INP tertinggi sebesar 105,97 % dan kemiri (Aleurites moluccanus) memiliki INP terendah sebesar 17,66 %. Nilai indeks Shannon-Wiener vegetasi tingkat tiang pada RTH Tridharma adalah 0,55. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman yang didapat dapat dikategorikan kedalam tingkat biodiversitas biodiversitas rendah. Pada tingkat tiang didominasi oleh vegetasi mahoni sebanyak 87 % dari 129 total individu yang ditemukan pada RTH Tridharma.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap jenis vegetasi tingkat pancang yang tumbuh di RTH Tridharma disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Vegetasi tingkat pancang RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara

No Nama Jenis Nama Latin Jumlah K KR (%) D DR (%) INP pi pi ln pi 1 Mahoni Swietenia macrophylla 40 37.74 85.11 0.0028 19.26 104.37 0.85 -0.14 2 Sengon Paraserianthes falcataria 2 1.89 4.26 0.0043 29.52 33.77 0.04 -0.13 3 Pulai Alstonia scholaris 1 0.94 2.13 0.0005 3.15 5.28 0.02 -0.08 4 Kemiri Aleurites moluccanus 1 0.94 2.13 0.0017 11.62 13.75 0.02 -0.08 5 Asam Jawa Tamarindus indica 1 0.94 2.13 0.0027 18.16 20.29 0.02 -0.08 6 Jambu biji Psidium guajava 1 0.94 2.13 0.0015 10.21 12.34 0.02 -0.08 7 Rambutan Nephelium lappeceum 1 0.94 2.13 0.0012 8.07 10.20 0.02 -0.08

47 44.34 100 100 200 -0.68

Total Keterangan:

K = Kerapatan D = Dominansi

KR = Kerapatan Relatif (%) DR = Dominansi Relatif (%)

d = Diameter (cm) INP = Indeks Nilai Penting (%)

Vegetasi tingkat pancang pada RTH Tridharma terdapat 7 jenis dari 47 individu yang ditemukan. Pada vegetasi tingkat tiang mahoni (Swietenia macrophylla) memiliki nilai INP tertinggi sebesar 104,37 % dan pulai (Alstonia scholaris) memiliki INP terendah sebesar 5,28 %. Nilai indeks Shannon-Wiener vegetasi tingkat tiang pada RTH Tridharma adalah 0,68. Berdasarkan nilai indeks Shannon-Wiener yang didapat, vegetasi tingkat tiang pada RTH Tridharma dapat dikategorikan kedalam tingkat keanekaragaman rendah. Pada tingkat tiang didominasi oleh vegetasi mahoni sebanyak 85 % dari 47 total individu yang ditemukan pada RTH Tridharma.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 7. Keragaan Mahoni (Swietenia macrophylla) (a) pohon mahoni, (b) akar, (c) tajuk, (d) batang.

Mahoni (Swietenia macrophylla) memiliki INP tertinggi pada RTH Tridharma dengan total 277 individu dari 297 jumlah keseluruhan individu pada tingkat pohon dengan nilai diameter terkecil sebesar 20,1 cm dan diameter tertinggi sebesar 89,3 cm. Pada tingkat tiang , terdapat 112 individu dari 129 jumlah keseluruhan individu dengan nilai diameter terkecil sebesar 10 cm dan diameter tertinggi sebesar 19,6 cm. Pada tingkat pancang terdapat 40 individu dari 47 jumlah keseluruhan individu dengan nilai diameter terendah sebesar 2,5 cm dan diameter tertinggi sebesar 9,9 cm.

RTH Tridharma di dominasi vegetasi pohon jenis mahoni (Swietenia macrophylla) dengan total 429 individu dari total keseluruhan 473 individu yang ada di RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara. Mahoni mendominasi dengan 90 % dari jumlah keseluruhan individu yang terdapat pada RTH Tridharma.

Tingginya tingkat dominasi suatu jenis mengakibatkan RTH Tridharma memiliki

tingkat keanekaragaman yang rendah. Nilai indeks Shannon-Wiener yang dimiliki RTH Tridharma < 1 sehingga masuk dalam kategori rendah.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 8. Keragaan Rahu (Drancontomelon mangiferum) (a) pohon rahu, (b) akar, (c) tajuk, (d) batang.

Pada vegetasi tingkat pohon, Rahu (Drancontomelon mangiferum) memiliki INP terendah dibandingkan vegetasi lainnya. Terdapat 2 individu jenis rahu dari 297 jumlah keseluruhan individu vegetasi tingkat pohon dengan diameter terkecil sebesar 21,5 cm dan diameter terbesar sebesar 28,6 cm pada RTH Tridharma. Rahu bukan merupakan spesies yang mendominasi hutan Tridharma.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 9. Keragaan Kemiri (Aleurites moluccanus) (a) pohon kemiri, (b) akar, (c) tajuk, (d) batang.

Pada vegetasi tingkat tiang, kemiri (Aleurites moluccanus) memiliki INP terendah dibandingkan vegetasi lainnya. Terdapat 3 individu jenis kemiri dari 129 jumlah keseluruhan individu vegetasi tingkat tiang dengan diameter terkecil sebesar 11,3 cm dan diameter terbesar 15,6 cm. Pada RTH Tridharma, kemiri bukan merupakan spesies yang mendominasi.

(a) (b) (c) (d) Gambar 10.Keragaan Pulai (Alstonia scholaris) (a) pohon pulai, (b) akar, (c)

tajuk, (d) batang.

Pada vegetasi tingkat pancang, pulai (Alstonia scholaris) memiliki INP terendah dibandingkan vegetasi lainnya. Terdapat 1 individu jenis pulai dari 47 jumlah keseluruhan individu pada tingkat pancang dengan diameter sebesar 2,5 cm pada hutan Tridharma. Pulai bukan merupakan spesies yang mendominasi RTH Tridharma.

Tingginya tingkat dominasi dari suatu spesies pada RTH Tridharma mengakibatkan rendahnya tingkat keanekaragaman pada area tersebut. Nilai INP yang dihasilkan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat dominasi dari suatu spesies pada area tersebut. Semakin banyak jumlah individu dari suatu spesies yang ditemukan pada area tersebut, maka semakin tinggi nilai INP yang dihasilakan dari spesies tersebut sehingga spesies tersebut mendominasi area tersebut.

Fauna

Dalam hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH) pada lingkungan ekosistem perkotaan juga dapat ditemui fauna yang hidup didalamnya.

Keseimbangan ekosistem dan juga tingkat keanekaragaman dalam hutan kota atau ruang terbuka hijau akan mempengaruhi banyaknya jenis fauna yang ada dalam lingkungan tersebut. Habitat yang baik dapat menyediakan keperluan bagi fauna untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Semakin banyak jenis pohon yang terdapat pada suatu habitat memungkinkan banyak jenis fauna yang hidup (Zoer’aini, 2005).

Perbandingan jenis fauna yang terdapat di RTH gedung Pancasila dan RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara berdasarkan hasil analisis disajikan pada Tabel 7.

Tabel 7. Fauna pada RTH gedung Pancasila dan Tridharma Universitas Sumatera Utara

No Nama Fauna Nama Latin No Nama Fauna Nama Latin

1 Kucing rumah Felis catus 1 Katak Pohon Rhacophorus arboreus 2 Belalang kayu Valanga nigricornis 2 Semut Besar Componotus pennsylvanicus 3 Laba-laba Araneus diadematus 3 Nyamuk hutan Aedes albopictus

4 Semut hitam Dolichoderus thoracicus 4 Semut rangrang Oecophylla smaragdina 5 Nyamuk hutan Aedes albopictus 5 Belalang kayu Valanga nigricornis 6 Semut Besar Camponotus pennsylvanicus 6 Kodok Sawah Fejervarya cancrivora 7 Kodok Sawah Fejervarya cancrivora 7 Burung Gereja Passer domesticus 8 Kupu-kupu Lethe confusa 8 Laba-laba Araneus diadematus 9 Semut rangrang Oecophylla smaragdina 9 Semut hitam Dolichoderus thoracicus 10 Bangau putih Ciconia ciconia

11 Capung ciwet Pantala flavescens 12 Ular hijau Ahaetulla prasina 13 Burung Gereja Passer domesticus

Fauna RTH Gedung Pancasila Fauna RTH Tridharma

Jumlah spesies fauna yang ditemukan pada RTH gedung Pancasila dan RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara relatif rendah. Hal ini dipengaruhi oleh luas area yang relatif sempit dan keanekaragaman jenis vegetasi yang rendah.

Berada dekat dengan aktivitas manusia juga bukan suatu habitat yang baik untuk fauna. Jenis spesies fauna yang ada di RTH gedung Pancasila lebih banyak dibandingkan dengan jumlah jenis spesies fauna yang ditemukan di RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara. Keanekaragaman jenis vegetasi pohon yang lebih tinggi menjadi faktor yang mempengaruhi RTH gedung Pancasila memiliki lebih banyak jenis spesies yang hidup di dalam area RTH tersebut dibandingkan dengan RTH Tridharma yang tingkat keanekaragaman jenisnya lebih rendah.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 11. Keragaan Fauna (a) kucing, (b) kodok , (c) bangau, (d) belalang kayu.

Tabel 8. Perbandingan Komposisi dan Struktur RTH Gedung Pancasila dan RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara

Indikator RTH Gedung Pancasila RTH Tridharma

Luas Area 1,26 ha 1,06 ha

Dominasi spesies Mahoni Mahoni

Indeks Biodiversitas :

Dari perbandingan tabel diatas, RTH gedung Pancasila memiliki area yang lebih luas dibandingkan RTH Tridharma. Komposisi jenis yang dimiliki RTH gedung Pancasila pada tingkat pohon dan tiang lebih tinggi. Pada tingkat pancang RTH Tridharma memiliki komposisi jenis yang lebih tinggi. Total individu pohon yang terdapat pada RTH gedung Pancasila sebanyak 259 dan RTH Tridaharma memiliki total individu sebanyak 473.

Berdasarkan indeks Shannon-Wiener tingkat keanekaragaman menurut (Krebs, 1989) pada RTH gedung Pancasila tergolong sedang pada tingkat tiang dan pancang, RTH Tridharma memiliki tingkat keanekaragaman yang tergolong rendah. Pada tingkat pohon RTH Gedung Pancasila meliliki nilai indeks Shannon-Wiener sebesar 0,99 lebih besar dibandingkan nilai indeks Shannon-Wiener RTH Tridharma sebesar 0,36. Pada tingkat tiang RTH gedung Pancasila memiliki nilai indeks Shannon-Wiener 1,6 sedangkan pada RTH Tridharma memiliki nilai indeks Shannon-Wiener yang lebih kecil sebesar 0,6. RTH gedung Pancasila juga memiliki nilai indeks Shannon-Wiener yang lebih tinggi pada tingkat pancang yaitu sebesar 1,5 dibandingkan RTH Tridharma yang memiliki nilai indeks Shannon-Wiener pada tingkat pancang sebesar 0,7.

Keanekaragaman jenis pohon pada RTH gedung Pancasila lebih besar dibandingkan Keanekaragaman jenis pohon pada RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara. Mahoni (Swietenia macrophylla) menjadi jenis vegetasi yang mendominasi area RTH gedung Pancasila dan RTH Tridharma Universitas Sumatera Utara. 73 % vegetasi pohon pada RTH gedung Pancasila didominasi oleh mahoni (Swietenia macrophylla), sedangkan pada Tridharma 91 % juga di dominasi oleh mahoni (Swietenia macrophylla). RTH Tridharma dan gedung Pancasila sama-sama didominasi oleh vegetasi pohon jenis mahoni (Swietenia macrophylla).

Perbedaan tingkat keanekaragaman jenis pohon pada RTH Tridharma dan gedung Pancasila juga mempengaruhi keanekaragaman spesies yang terdapat didalam nya. Tingkat keanekaragaman pohon RTH gedung Pancasila lebih tinggi dibandingkan RTH Tridharma. Spesies fauna pada RTH gedung Pancasila lebih banyak dibandingkan spesies fauna pada RTH Tridharma. Semakin banyak jenis pohon yang terdapat dalam suatu habitat akan menciptakan banyak relung ekologi yang memungkinkan banyak jenis fauna yang hidup didalamnya.

Keadaan lingkungan area sekitar juga mempengaruhi banyak nya fauna yang dapat hidup di dalamnya. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi keberadaan fauna seperti, kondisi fisik muka bumi, ketersediaan makanan, seleksi alam, dan juga aktivitas manusia. Area RTH Tridharma memiliki kondisi fisik yang sangat lembab sehingga tidak semua fauna dapat hidup didalamnya. Area yang dekat dengan aktivitas manusia bukan merupakan tempat yang nyaman bagi kehidupan fauna. Bebebrapa fauna juga berbahaya bagi manusia untuk hidup berdampingan seperti ular hijau yang terdapat pada RTH gedung Pancasila.

RTH Tridharma dan gedung Pancasila Univeritas Sumatera Utara memiliki peranan penting dalam menyangga ekosistem perkotaan di kota Medan.

Selain menjaga iklim mikro di wilayah kampus Universitas Sumatera Utara, RTH Tridharma dan gedung Pancasila juga berperan dalam penyerapan karbon dan juga sebagai resapan air di wilayah kampus. RTH Tridharma dan gedung Pancasila juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan sumberdaya hayati yang ada di lingkungan kampus.

Ruang terbuka hijau gedung Pancasila dan Tridharma memiliki keanekaragaman yang lebih besar berdasarkan indeks Shannon-Wiener dibandingkan Universitas Samawa, Sumbawa Besar. Menurut (Sumiyanti et al, 2020) nilai indeks Shannon-Wiener yang dimiliki Universitas Samawa pada kampus 1 sebesar 0,28 dan kampus 2 sebesar 0,29. Universitas Samawa berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangunan bagian dari hutan kota Sumbawa. Universitas Sumawa juga sedang merencanakan pembangunan Green Campus untuk menciptakan lingkungan yang indah. Berdasarkan data diatas Universitas Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan Green Campus karena memiliki tingkat keanekaragaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan Universitas Samawa, kota Sumbawa.

Vegetasi karst di kawasan kampus Universitas Padjadjaran yang terletak di Provinsi Jawa Barat menurut (Nasrudin dan Parikesit, 2020) memiliki nilai keanekaragaman berdasarkan indeks Shannon-Wiener yang lebih tinggi dibandingkan RTH gedung Pancasila dan Tridharma. Terdapat sebuah kebun campuran di kawasan pembangunan kampus yang sebelumnya merupakan hutan sekunder, namun mengalami perambahan, sehingga banyak lahan di hutan tersebut mengalami suksesi dan berubah menjadi kebun campuran dan ladang.

Hutan kota Pekanbaru yang memiliki luas area 6,1 ha dalam (Mariana dan Warso F W, 2016) memiliki indeks Shannon-Wiener di stasiun 1 sebesar 0,99, pada stasiun 2 sebesar 1,26, pada stasiun 3 sebesar 1,62, dan pada stasiun 4 sebesar 1,01. Indeks Shannon-Wiener pada vegetasi tiang stasiun 1 sebesar 0,94, pada stasiun 2 sebesar 1,07, pada stasiun 3 sebesar 0,92, dan pada stasiun 4 sebesar 0,97. Indeks Shannon-Wiener pada vegetasi pancang stasiun 1 sebesar 0,80, pada stasiun 2 sebesar 0,87, pada stasiun 3 sebesar 0,86, dan pada stasiun 4 sebesar 0,87. Dari data yang di hasilkan, hutan kota Pekanbaru memiliki keanekaragaman yang sedang pada vegetasi pohon dan keanekaragaman yang rendah pada vegetasi tiang dan pancang. Berbanding terbalik dengan RTH gedung Pancasila yang memiliki keanekaragaman yang rendah pada vegetasi pohon dan keanekaragaman yang sedang pada vegetasi tingkat tiang dan pancang. Berbeda dengan RTH Tridharma yang memiliki keanekaragaman yang rendah pada vegetasi tingkat pohon, tiang, dan pancang.

Dokumen terkait