• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KEGIATAN ROHIS DAN PAI

C. Rumusan Hipotesis

Dalam pra-research yang dilakukan peneliti, tidak terdapat kesesuaian materi antara mata pelajaran PAI dengan kegiatan Rohis di SMA Negeri 1 Weleri.

Hal tersebut dikarenakan kegiatan Rohis lebih menitik beratkan pada pemahaman dan praktek keagamaan peserta didik untuk menjadi biasa dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Penelitian ini di tujukan guna membuktikan apakah terdapat pengaruh antara kegiatan Rohis Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012.

43 Muhaimin, et. all., Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah), hlm. 79-80.

33 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Tujuan Penelitian

Metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi. Pendekatan ini berangkat dari data. Ibarat bahan baku dalam suatu pabrik, data ini diproses dan dimanipulasi menjadi informasi berharga bagi pengambilan keputusan. Pemrosesan dan manipulasi data mentah menjadi informasi yang bermanfaat inilah yang merupakan jantung dari analisis kuantitatif.1

Menurut Borg and Gall (1989) metode Kuantitatif disebut juga metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.2 Metode ini sebagai metode ilmiah (scientific) karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit (empiris), obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.3

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk mendapatkan data yang akurat dari lapangan untuk membuktikan hipotesis peneliti yaitu: dalam pra-research yang dilakukan peneliti, tidak terdapat kesesuaian materi antara mata pelajaran PAI dengan kegiatan Rohis di SMA Negeri 1 Weleri. Hal tersebut dikarenakan kegiatan Rohis lebih menitik beratkan pada pemahaman dan praktek keagamaan peserta didik untuk menjadi biasa dalam menjalankan ajaran agama Islam.

1Mudrajad Kuncoro, Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi, (Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP) STIM YKPN, 2007), hlm. 1.

2 Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat.

3 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2008), hlm. 7.

34

Oleh karena itu penelitian ini ditujukan guna membuktikan apakah terdapat Pengaruh Antara Kegiatan Rohis Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat dari penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Weleri. SMA Negeri 1 Weleri dipilih sebagai tempat penelitian karena lembaga pendidikan ini berbasis umum akan tetapi religius, salah satu buktinya adalah adanya kegiatan Rohis yang berbasis keagamaan disana. Dari hasil penelitian, model pembelajaran kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri antara peserta didik laki-laki dengan perempuan dipisah, baik pembimbing maupun tempat bimbingannya. Pembimbing peserta didik laki-laki dibimbing oleh pembimbing laki-laki dan dibimbing di dalam masjid SMA Negeri 01 Weleri, sedangkan peserta didik perempuan dibimbing oleh pembimbing perempuan dan dibimbing di teras masjid SMA Negeri 01 Weleri.

Adapun waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012, tepatnya dari tanggal 3 Januari 2012 sampai tanggal 30 Maret 2012.

Penelitian dilakukan setiap hari jum’at untuk mendapatkan data kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri, dan di hari-hari tertentu untuk mendapatkan data tambahan guna menunjang penelitian.

C. Metode Penelitian

Metode ilmiah yang digunakan oleh peneliti adalah metode Observasi Lapangan (field Observation). Dalam pendekatan ilmiah metode ini, peneliian dilakukan dalam situasi ilmiah yang didahului oleh semacam intervensi (campur tangan) dari pihak peneliti yang bertujuan agar fenomena yang dikehendaki oleh peneliti dapat segera tempak dan diamati sehingga terjadi semacam control atau kendali parsial terhadap situasi lapangan. Terdapat beberapa kelompok dalam peelitian lapangan, tetapi yang dipilih oleh peneliti yaitu penelitian korelasional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel yang diteliti tanpa melakukan suatu intervensi terhadap variasi variabel-variabel yang bersangkutan. Data yang diperoleh merupakan data ilmiah seperti apa adanya.

35

Kendali parsial terbatas pada control statistical dalam analisisnya sehingga dimungkinkan untuk melihat hubungan antara dua variabel, misalnya tanpa dicemari variabel-variabel lain.

Metode penelitian adalah tata cara bagaimana sesuatu penelitian dilaksanakan. Metode yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian Pengaruh Antara Kegiatan Rohis Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Agama Islam (PAI) Di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012 ini adalah metode korelasi.

Pada metode korelasional, hubungan antara variabel diteliti dan dijelaskan.

Hubungan yang dicari ini disebut korelasi. Korelasi yang mungkin terjadi antara dua variabel atau lebih dapat berupa:

1. Korelasi positif, dimana jika variabel yang satu meningkat, maka variabel yang lain meningkat pula atau sebaliknya.

2. Korelasi negatif, dimana jika variabel yang satu meningkat, maka variabel yang lain menurun atau sebaliknya.

3. Tidak ada korelasi, dimana kedua variabel tidak menunjukkan hubungan.

4. Korelasi sempurna, dimana kenaikan atau penurunan variabel yang selalu berbanding seimbang dengan kenaikan atau penurunan variabel lain.4

D. Jenis Data dan Teknik Perolehannya

Jenis data dalam penelitian ini diambil dengan metode observasi, dimana peneliti mengamati langsung proses kegiatan Rohis dan hasil belajar kognitif PAI di Di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012 dengan memberikan skor pada proses kegiatan Rohis dan mengambil nilai hasil belajar kognitif PAI dari peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut.

E. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah keseluruhan data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.5 Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena peneliti meneliti seluruh populasi.

4 Mochamad Fauzi, Metode Penelitian Kuantitatif: Sebuah Pengantar, (Semarang:

Walisongo Press, 2009) hlm. 22-26.

5 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan: komponen MKDK, (Jakarta: P.T. Rineka Cipta, 2010), hlm. 118.

36

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik yang ikut kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri yang berjumlah 40.

F. Variabel dan Indikator penelitian

Pada dasarnya variabel bisa diamati memiliki sifat discrete, artinya tiap nilai-nilai variabel dipisahkan antara satu dengan yang lain oleh suatu kesatuan tertentu.

Adapun variabel dari penelitian ini ada 2 macam yaitu:

1. Variabel independen, variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang terjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).6 Dalam penelitian ini, variabel independen (variabel bebas) disimbolkan dengan variabel x yaitu keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis (variabel x), adapun indikatornya sebagai berikut:

a. Kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti ikut serta dalam kegiatan Rohis guna mengamati langsung absensi dari peserta didik dengan memberikan indikator penilaian sebagai berikut:

Indikator: skor

Tepat waktu 3

Terlambat 10 menit 2

Terlambat lebih dari 10 menit 1

Tidak masuk 0

b. Perhatian peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti mengamati langsung peserta didik ysng memperhatikan materi selama proses kegiatan Rohis dengan rincian dan indikator sebagai berikut:

1) Kesediaan peserta didik mendengar materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti mengamati langsung peserta didik

6 Mochamad Fauzi, Metode Penelitian Kuantitatif: Sebuah Pengantar, hlm. 148-150.

37

yang mendengarkan pembimbing menyampaikan materi. Dengan pengamatan langsung tersebut, peneliti dapat langsung mengetahui peserta didik yang mendengar dan menyimak materi selama proses kegiatan Rohis berlangsung.

Bagi peserta didik yang mendengarkan dan menyimak akan diberikan skor sebagai berikut:

a) peserta didik yang mendengar dan menyimak materi dari awal sampai selesai akan diberikan skor 2.

b) peserta didik yang mendengarkan sampai ditengah (selama proses mereka membuat forum sendiri) maka akan diberikan skor 1.

2) Kesediaan peserta didik mencatat materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti akan mengikuti langsung proses dan mengamati peserta didik yang mencatat materi yang disampaikan, dan memastikannya dengan melihat catatan dari peserta didik setelah selesai kegiatan ekstrakurikuler Rohis. Dan bagi yang mencatat materi akan mendapatkan skor sebagai berikut:

a) peserta didik yang mencatat materi akan mendapatkan skor 2 b) peserta didik yang tidak mencatat materi akan diberikan skor 1.

3) Kesediaan peserta didik bertanya tentang materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti mengamati langsung peserta didik selama proses kegiatan ekstrakurikuler Rohis berlangsung. Dan bagi peserta didik yang bertanya akan mendapatkan skor dengan indikator sebagai berikut:

a) peserta didik yang bertanya sesuai materi akan mendapat skor 3,

b) peserta didik yang bertanya diluar materi akan mendapatkan skor 2, dan c) peserta didik yang tidak bertanya akan mendapat skor 1.

2. Variabel Dependen, sering disebut sebagai variabel output, kreteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat, merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.7 Dalam penelitian ini, variabel dependen (variabel terikat) disimbolkan dengan variabel y yaitu hasil belajar kognitif PAI dari peserta

7 Mochamad Fauzi, Metode Penelitian Kuantitatif: Sebuah Pengantar, hlm. 150.

38

didik yang mengikuti kegiatan Rohis (variabel y). Adapun indikatornya adalah nilai mid semester 2 tahun ajaran 2011-2012 yang dilaksanakan pada tanggal 20-25 Februari 2012.

G. Teknik Pengumpulan Data Penelitian

Metode pengumpulan adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.8

Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini ada 4 macam yaitu;

1. Observasi

Metode ini digunakan untuk meneliti langsung kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri yang diadakan setiap hari jum’at jam 13.00-14.00 WIB. Dalam hal ini, peneliti ikut terlibat dalam kegiatan sebagai peserta guna mendapatkan data yang valid dalam penelitian.

Adapun yang diambil dari metode ini adalah data keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Keaktifan diambil dari 2 aspek dari peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Rohis, yaitu kehadiran dan perhatian. Perhatian disini dibagi menjadi 3, yaitu kesediaan peserta didik mendengar materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri, kesediaan peserta didik mencatat materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri, dan kesediaan peserta didik bertanya tentang materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Sehingga dalam hal ini peneliti ikut terlibat langsung dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri.

2. Wawancara

Metode wawancara digunakan untuk mencari data tentang kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti akan melakukan wawancara kepada Guru mapel PAI dan Pembimbing kegiatan Rohis. Peneliti melakukan wawancara langsung kepada Guru mapel PAI dan Pembimbing kegiatan Rohis.

Wawancara disini meliputi seluruh kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri, seperti pengertian Rohis sendiri, Tujuan dari Rohis, program-program yang diadakan oleh Rohis, dan ruang lingkup kegiatan Rohis.

8 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 220.

39 3. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial. Pada intinya metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Metode ini sering digunakan pada penelitian sejarah. Namun, kemudian Sosiologi dan Antropologi menggunakan metode dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Oleh karena sebenarnya sejumlah besar fakta dan data sosial tersimpan dalam tubuh pengetahuan sejarah yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia seperti terdapat surat-surat, catatan harian (jurnal), laporan-laporan dan sebagainya.9

Metode dokumentasi digunakan untuk mencari data tentang materi dalam kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri. Dalam hal ini peneliti menghubungi langsung Guru mapel PAI dan Pembimbing untuk mendapatkan dokumen tentang kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri.

Dokumen yang dimaksudkan adalah daftar peserta didik kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri dan materi menjadi acuan dalam kegiatan Rohis.

4. Metode Tes

Metode tes dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. 10

Metode tes digunakan untuk mencari data hasil belajar kognitif yaitu hasil mid semester 2 tahun ajaran 2011-2012 mata pelajaran PAI di SMA Negeri 01 Weleri.

9 M. Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Prenada Media, 2005), hlm. 144.

10 Ismail S.M., Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Paikem: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. (Semarang: RaSAIL Media Group, 2008), hlm. 147.

40

Dalam hal ini peneliti meminta data hasil belajar mid semester 2 tahun ajaran 2011-2012 mata pelajaran PAI dari Guru mapel PAI di SMA Negeri 01 Weleri.

H. Teknik Analisis Data Penelitian

Setelah data penulis harapkan terkumpul maka untuk selanjutnya data-data dianalisis statistik. Sedangkan pengertian statistik sebagaimana dikemukakan oleh Anas Sudijono,11 adalah data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan, peristiwa akan gejala tertentu.

Dalam analisis data akan dibagi menjadi tiga tahapan yaitu : 1. Analisis Pendahuluan

Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam tabel distribusi frekuensi.12

Di dalam analisis pendahuluan ini akan menggambarkan data tentang keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis. Hasil dari tahap ini dimasukkan dalam tabel distribusi untuk memperoleh gambaran setiap yang dikaji.

2. Analisis Uji Hipotesis

Analisis ini merupakan jenis analisis yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan oleh peneliti. Adapun tekniknya dari hasil analisis pendahuluan, data yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan statistik.

Dalam hal ini digunakan dua variabel yang berbeda yaitu keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan Rohis sebagai variabel x, dan hasil belajar kognitif PAI dari peserta didik yang mengikuti kegiatan Rohis sebagai variabel y., maka dapat disimpulkan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan akan menggunakan rumus korelasi product moment angka kasar karena sampel dan

11Anas Sudijono, Statistik Pendidikan, (Jakarta: Gradindo Persada, 1996), hlm. 2.

12 Koentjaraningrat, Metode Penelitian Masyarakat, hlm. 63.

41

jumlah respondennya sehingga teknik perhitungannya berdasar skor aslinya.

Adapun rumusannya sebagai berikut :

Keterangan :

: Koefisien korelasi antara variabel X dan Y X : Variabel Kegiatan Keagamaan

Y : Variabel hasil belajar kognitif Pendidikan Agama Islam N : Jumlah populasi

∑ : Sigma (jumlah) 13 3. Analisis Lanjut

Analisis ini merupakan pengolahan data lebih lanjut dari hasil-hasil nilai kualitatif analisis sebelumnya, yakni membandingkan besarnya “r” observasi ‘r0” dengan “r” tabel dengan taraf signifikan 1 % dan 5 %. Jika ‘r0” sama dengan atau lebih besar dari “r” tabel, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, sehingga interpretasinya adalah ada pengaruh yang sedang/cukup signifikan antara Kegiatan Rohis terhadap hasil belajar kognitif Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012.

Tetapi apabila ‘r0” lebih kecil dari “r” tabel, maka (Ha) ditolak dan (Ho) diterima yang berarti tidak ada pengaruh, sehingga interpretasinya tidak ada hubungan Kegiatan Rohis terhadap hasil belajar kognitif Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 01 Weleri Tahun Ajaran 2011-2012.

13 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hlm. 243.

42 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan tentang hasil penelitian ini penulis sajikan sesuai hasil observasi dari tanggal 3 Januari 2012 sampai tanggal 30 Maret 2012 dengan obyek penelitian yaitu sejumlah empat puluh siswa SMA Negeri 01 Weleri yang aktif mengikuti kegiatan Rohis.

Adapun langkah-langkah yang penulis gunakan untuk memudahkan jalannya analisis adalah melalui tiga tahapan, yaitu analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis lanjut.

A. Analisis Pendahuluan

Analisis ini merupakan pengolahan awal dari data yang terkumpul melalui observasi selama penelitian, yaitu dari tanggal 3 Januari 2012 sampai tanggal 30 Maret 2012. Kegiatan Rohis yang merupakan aplikasi dari mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dalam mapel PAI. Menurut teori yang diungkapkan oleh Korten, kegiatan ekstrakurikuler akan mempengaruhi hasil belajar karena lingkungan kelas menjadi masyarakat kecil untuk menerapkan pembelajaran yang didapat serta mengembangkan diri untuk menjadi pribadi muslim yang siap bergelut di masyarakat kelak. Sedangkan PAI menjadikan kegiatan Rohis sebagai pengembangan dari materi untuk memahamkan peserta didik akan pentingnya menjalankan syari’at Islam. Sehingga keduanya bisa saling mendukung ketika terdapat keterkaitan antara materi kegiatan Rohis dengan mapel PAI. Tetapi sebaliknya, jika tidak terdapat keterkaitan materi, hanya akan memberikan pemahaman searah tanpa ada titik temu antara keduanya.

Data hasil penelitian tersebut akan didistribusikan sebagai berikut:

1. Data keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri.

Untuk mengetahui nilai kuantitatif data tentang keaktifan kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri selama 6 minggu. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

43 Tabel 4.1

Data Keaktifan Peserta Didik Dalam Kegiatan Rohis

N Jumlah rata-rata Nilai/N (N=Jumlah Frekwensi) 2722:40x10=

68.05

44

Hasil observasi di atas dapat di ketahui bahwa perolehan nilai tertinggi dari keaktifan kegiatan Rohis di SMA Negeri 01 Weleri adalah 87 dan nilai terendah adalah 55.

a. Mencari interval nilai

Langkah Pertama, mencari nilai R (Total Range)

Ket: R = Total Range;

H = Highest Score (Nilai Tertinggi);

L = Lowest Score (Nilai Terendah);

1 = Bilangan Konstan.

Di atas kita ketahui: H = 87 dan L = 55, maka dengan mudah dapat diperoleh R, yaitu R = 87 – 55 + 1 = 33. Angka 33 ini mengandung arti bahwa apabila kita menghitung banyaknya nilai mulai dari nilai terendah sampai dengan nilai tertinggi pada data yang telah dikemukakan di atas, akan diperoleh sebanyak 33 butir nilai.

Langkah Kedua, mencari i (interval nilai)

i

Rsebaiknya menghasilkan bilangan yang besarnya 10 sampai dengan 20.

Ket: R = Total Range;

i = interval nilai, yaitu luasnya pengelompokan data yang dicari, atau nilai interval.

10 sampai dengan 20 maksudnya di sini ialah bahwa jumlah kelompok data yang akan disajikan dalam Tabel Distribusi Frekuensi itu sebaiknya tidak kurang dari 10 dan tidak lebih dari 20.

Sebagian para ahli statistik berpendapat bahwa jumlah kelompokan data yang akan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.

Karena R = 27, maka:

45 i

33 jadi i = 3 karena 33 : 3 = 11, dan bilangan 11 ini terletak

antara 10 sampai dengan 20. 1

Langkah Ketiga, memasukkan data ke dalam tabel.

Dari data di atas, maka:

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Hasil Kegiatan lRohis

Interval Tanda/Jari-jari f (frekuensi) Frekuensi Relatif

85-87 I 1 2.5 %

Berdasarkan data tentang distribusi frekuensi relatif di atas kemudian divisualisasikan dalam bentuk histogram seperti pada gambar berikut:2

Tabel 4.3

1 Anas Sudiyono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), hlm.

52-53.

2 Anas Sudiyono, Pengantar Statistik Pendidikan, hlm. 55-56.

46 b. Mencari nilai rata-rata

Hasil observasi di atas, dapat diketahui bahwa perolehan nilai tertinggi dari keaktifan kegiatan Rohis di SMA N 01 Weleri:

Tabel 4.4

Nilai Tengah Hasil Kegiatan Rohis

Interval f (frekuensi) X FX

85-87 1 86 86

82-84 3 83 249

79-81 0 80 0

76-78 2 77 154

73-75 4 74 296

70-72 8 71 568

67-69 4 68 272

64-66 4 65 260

61-63 4 62 248

58-60 7 59 413

55-57 3 56 168

Total: 40 = N

Ket: x = nilai tengah;

= nilai rata-rata.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis di SMA N 01 Weleri mempunyai nilai rata-rata sebesar 67.85, berada pada interval 67 – 69 dalam kategori sedang.3

3 Hartono, Statistik Untuk Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), hlm34-38.

47 2. Data hasil nilai PAI

Tabel 4.5

Hasil Belajar Kognitif Peserta Kegiatan Rohis Pada Mid Semester 2 Dalam MAPEL PAI di SMA N 01 Weleri

No Nama Kelas Nilai nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah 80.

48 a. Mencari interval nilai

Langkah Pertama, mencari nilai R (Total Range)

Ket: R = Total Range;

H = Highest Score (Nilai Tertinggi);

L = Lowest Score (Nilai Terendah);

1 = Bilangan Konstan.

Di atas kita ketahui: H = 90 dan L = 80, maka dengan mudah dapat diperoleh R, yaitu R = 90 – 80 + 1 = 11. Angka 11 ini mengandung arti bahwa apabila kita menghitung banyaknya nilai mulai dari nilai terendah sampai dengan nilai tertinggi pada data yang telah dikemukakan di atas, akan diperoleh sebanyak 11 butir nilai. Karena H = 90 dan L = 80 akan terdapat 11 nilai; perhatikanlah: 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90 = 11 butir nilai.

Langkah Kedua, mencari i (interval nilai)

sebaiknya menghasilkan bilangan yang besarnya 10 sampai dengan 20.

Ket: R = Total Range;

i = interval nilai, yaitu luasnya pengelompokan data yang dicari, atau nilai interval.

10 sampai dengan 20 maksudnya di sini ialah bahwa jumlah kelompok data yang akan disajikan dalam Tabel Distribusi Frekuensi itu sebaiknya tidak kurang dari 10 dan tidak lebih dari 20.

Karena R = 11, maka:

jadi i = 1 karena 11 : 1 = 11, dan bilangan 11 ini terletak antara 10 sampai dengan 20. 4

Langkah Ketiga, memasukkan data ke dalam tabel.

Dari data di atas, maka:

4 Anas Sudiyono, Pengantar Statistik Pendidikan, hlm. 52-53.

49 Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Kognitif Peserta Kegiatan Rohis Pada Mid Semester 2 Dalam MAPEL PAI di SMA N 01 Weleri Interval Tanda/Jari-jari f (frekuensi) Frekuensi Relatif

90 I 1 2.5 %

Berdasarkan data tentang distribusi frekuensi relatif di atas kemudian divisualisasikan dalam bentuk histogram seperti pada gambar berikut:5

Tabel 4.7

Diagram Hasil Belajar Kognitif Peserta Kegiatan Rohis Pada Mid Semester 2 Dalam MAPEL PAI di SMA N 01 Weleri

0

5 Anas Sudiyono, Pengantar Statistik Pendidikan, hlm. 55-56.

50 c. Mencari nilai rata-rata

Hasil observasi di atas, dapat diketahui bahwa perolehan nilai tertinggi dari keaktifan kegiatan Rohis di SMA N 01 Weleri:

Tabel 4.8

Nilai Tengah Hasil Belajar Kognitif Peserta Kegiatan Rohis Pada Mid Semester 2 Dalam MAPEL PAI di SMA N 01 Weleri

Y f (frekuensi) FY

90 1 90

89 0 0

88 3 264

87 2 174

86 4 344

85 15 1275

84 4 336

83 5 415

82 3 246

81 2 162

80 1 80

Total: 40 = N

Ket: Y = nilai tengah;

MY = nilai rata-rata.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis di SMA N 01 Weleri mempunyai nilai rata-rata sebesar 84.65 berada dalam kategori

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis di SMA N 01 Weleri mempunyai nilai rata-rata sebesar 84.65 berada dalam kategori

Dokumen terkait