• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Aktiva Tidak Berwujud

Dalam dokumen MAKALAH INTAGIBLE ASSET (Halaman 6-0)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Aktiva Tidak Berwujud

Menurut Kieso, 2011:401 Aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva-aktiva yang umurnya lebih dari satu tahun dan tidak memunyai wujud fisik.

Pada umumnya aktiva tetap tidak berwujud merupakan hak-hak yang dimiliki yang dapat digunakan lebih dari satu tahun. Aktiva seperti ini mempunyai nilai karena dapat memberikan sumbangan pada laba. Aktiva tidak berwujud antara lain dapat berbentuk hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang dan good will.

Menurut IFRS : PSAK No. 19 Aktiva tetap tidak berwujud diakui memenuhi kriteria dapat diidentifikasi, dapat dikendalikan dan memiliki manfaat ekonomi pada masa yang akan datang (IAS 38 par.11-17). Aktiva tetap tidak berwujud dapat dinilai dengan mengunakan dua pendekatan, yaitu model revaluasi dan model harga perolehan. Selisih akibat revaluasi diakui sebgai “Surplus Revaluasi” yang dikelompokkan sebagai nagian ekuitas(IAS 38 par.74-75,85)

Aktiva tak berwujud mungkin timbul dari Pemerintah-seperti hak paten, hak cipta, frenchis, merek dagang, dan nama dagang, Perusahaan lain-misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill, dan Perjanjian tertentu-seperti frenchise dan lease.

B. KARATERISTIK AKTIVA TIDAK BERWUJUD Karakterisitk aktiva tidak berwujud, antara lain.

1. Tidak memiliki keberadaan secara fisik 2. Bukan merupakan instrumen keuangan

3. Bersifat jangka panjang dan harus diamortisasi

C. HARGA PEROLEHAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Harga perolehan aktiva tidak berwujud meliputi semua biaya yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tersebut pada saat memperolehnya. Dalam hal aktiva tidak berwujud diperoleh melalui:

1. Pembelian, maka harga perolehannya sama dengan jumlah yang dibayarkan.

2. Pertukaran, maka harga perolehannya ditentukan oleh harga aktiva yang lebih pasti.

3. Dibuat sendiri, biaya yang diperlukan untuk mendapat pengakuan pemerintah.

D. AMORTISASI AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Aktiva tidak berwujud harus diamortisasi menjadi beban sepanjnag masa manfaat aktiva tersebut. Dalam PSAK No.19 disebutkan bahwa periode amortisasi aktiva tidak berwujud tidak boleh melebihi 20 (dua puluh) tahun berdasarkan pertimbangkan bahwa selama 20 tahun sudah banyak perkembangan yang terjadi sehingga untuk tenggang waktu selebihnya aktiva tidak berwujud diperkirakan tidak lagi memiliki manfaat keekonomian.

Metode amortisasi aktiva tidak berwujud adalah mtode garis lurus, kecuali jika ada metode lain yang lebih sesuai dengan kondisi perusahaan. Jika dipakai metode lain, laporan keuangan harus mengungkapkan metode dan periode amortisasi yang digunakan. Faktor-faktor yang mempertimbangkan dalam menentukan umur ekonomis aktiva tidak berwujud.

1. Hukum, peraturan dan konrak

2. Izin untuk pembaharuan atau perpanjangan

3. Dampak keusangan, permintaan, kompetensi, dan faktor ekonomisnya 4. Masa manfaat bisa seiring dengan masa jasa seseorang atau sekelompok

Harga perolehan aktiva tak berwujud kategori.

1. Diamortisasikan selama jangka waktu yang dinyatakan dalam ketentuan.

Bila ternyata jangka waktu kegunaannya lebih lama atau lebih singkat dari perkiraan semula, maka dapat dilakukan koreksi seperlunya. Aktiva yang termasuk dalam kategori.

2. Diamortisasikan sesuai pertimbangan perusahaan, asalkan amortisasi tersebut layak dan masuk akal. Amortisasi aktiva tak berwujud dicatat dengan mendebit perkiraan biaya amortisasi dan mengkredit perkiraan akumulasi amortisasi atau langsung ke perkiraan aktiva yang bersangkutan.

E. PENGELOMPOKAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD Aktiva tidak berwujud dapat dikelompokkan kepada.

1. Kemampuan dapat diidentifikasikan (dapat atau tidak dapat diidentifikasikan secara khusus)

 Dapat diidentifikasikan seperti hak cipta, hak paten, dan sebagainya.

 Tidak dapat diidentifikasikan seperti goodwill.

2. Cara perolehan.

 Secara pemberlian, seperti hak paten.

 Secara penggabungan badan usaha, seperti goodwil.

 Dikembangkan sendiri seperti formula rahasia.

3. Masa manfaat yang diharapkan.

 Tergantung pada pembatasan yang diatur oleh hukum/ perjanjian seperti hak paten, hak cipta, dsb.

 Jangka waktu yang tidak terbatas seperti goodwill, merk dagang 4. Kemampuan untuk dipisahkan dari ekstensi dagang.

 Dapat dipisahkan seperti hak cipta.

 Tidak dapat dipisahkan seperti goodwill.

F. CONTOH AKTIVA TIDAK BERWUJUD (Intangible Asset)

Berikut adalah contoh - contoh Aktiva Tidak Berwujud yang biasa kita jumpai dalam dunia usaha adalah.

1. Hak Sewa (Lease Hold)

Hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha, sewa gedung, sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu, disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris). Hak sewa dinyatakan sebagai aktiva tetap (tak berwujud) karena dua alasan.

 Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan, atau dengan kata lain, atas sumber daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak sewa akan memberikan manfaat kembali (berpotensi menghasilkan kas atau manfaat) di masa yang akan datang.

 Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kepemilikan hak sewa, akan dinikmati oleh perusahaan untuk periode waktu lebih dari satu tahun buku.

Melihat batasan (bisa dikatakan syarat) di atas, maka kita dapat memilah-milah atas kejadian sewa, apakah dibukukan sebagai aktiva tetap tak berwujud atau sebagai biaya sewa.

2. Organization Cost

Pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi, contohnya : pembayaran kepada notaris. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud, karena atas pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga, yaitu selama perusahaan masih beroperasi.

3. Perijinan (Permit & Licences)

Hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya. Ijin-ijin perusahaan tentu ada jangka waktunya, dan jika masa berlakunya telah habis maka ijin tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. Namun demikian ijin usaha atau aktivitas tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka waktu 3 sampai 30 tahun, yang artinya lebih dari satu tahun buku. Untuk itu izin diakui sebagai aktiva tetap tidak berwujud.

4. Hak Paten

Hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. Dimana atas penemuan tersebut, penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang. Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk, atau rekayasa, atau formula, atau system, atau cara tertentu.

5. Merk Dagang (Trade Mark)

Hak yang diperoleh atas suatu merk komersial tertentu. Hak ini bisa berupa logo, tulisan, bentuk, symbol, atau kombinasinya, yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu.

6. Hak Penggandaan (Copyright)

Hak yang berikan atas suatu penulisan, baik itu berupa karya ilmiah, puisi, novel, maupun lyric lagu, notasi lagu/irama tertentu, script atau scenario film tertentu. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya.

7. Franchise

Hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu, atau memasarkan produknya, sekaligus mengikuti pola usaha, cara pengelolaan, penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise.

8. Goodwill

Kelebihan-kelebihan, keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain.

Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan lain-lain.

Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi, yang mana dalam transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa berupa : penjualan perusaahaan, bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru, merger atau akuasisi.”

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah kita mengupas beberapa masalah seputar tidak berwujud, dapat disimpulkan bahwa.

1. Aktiva tidak berwujud adalah aktiva tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat dinyatakan, tetapi berpengaruh terhadap kontinuitas perusahaan.

2. Pengelompokan Aktiva Tidak Tetap terbagi menjadi 4 yaitu.

 Kemampuan dapat diidentifikasikan Cara perolehan.

 Masa manfaat yang diharapkan.

 Kemampuan untuk dipisahkan dari ekstensi dagang.

B. Saran

Setelah kita mengupas beberapa masalah seputar tidak berwujud, menyarankan bahwa aset tidak berwujud yang walaupun tidak ada wujudnya tapi termasuk harta yang dimiliki oleh perusahaan dan tidak boleh di abaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Rahmasaniah. “kegiatan akuntansi secara umum”,

https://brainly.co.id/tugas/23896862, diakses pada 22 Maret 2020 pukul 10.27.

Suhayati Ely, dan Sri Dewi Anggadini. 2014. Dasar Akuntansi. Bandung : Rekayasa Sains

Wadio, SE. 2020. “Inilah 8 Aset Tak Berwujud, Andalan Anda Mana?”,

https://www.google.com/amp/s/manajemenkeuangan.net/aset-tak-berwujud/amp/, diakses pada 22 Maret 2020 pukul 11.15.

Dalam dokumen MAKALAH INTAGIBLE ASSET (Halaman 6-0)

Dokumen terkait