BAB II KAJIAN PUSTAKA
E. Penelitian yang Relevan
Penelitian yang diajukan pada dasarnya berpatokan pada beberapa penelitian sebelumnya yang menghasilkan sejumlah temuan yang mengatakan bahwa pemanfaatan media sosial memiliki dampak atau pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Beberapa penelitian itu adalah sebagai berikut : 1. Penelitian ini di tulis oleh Hilwa Putri Kamila, pada tahun 2018 dari UIN
Syarif Hidayatullah. Penelitian ini berkaitan dengan pengaruh pemanfaatan media sosial whatsapp terhadap motivasi belajar bahasa Indonesia di SMP Islam Al Wahab Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan media sosial dalam dunia pendidikan sangat membantu dalam tugas tugas yang di berikan guru, dan dapat menumbuh kembangkan semangat belajar, keeratan variable antara media sosial whatsappdengan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa sebesar 25,2%, Sedangkan 74,8% ditentukan oleh factor lainnya, seperti factor lingkungan belajar, faktor keluarga, factor kecerdasan siswa, dan serta beberapa factor lain baik dari dalam diri siswa maupun dari luar.
Jantung keseluruh tubuh jantung
Perbedaan penelitian yang di lakukan oleh Hilwa Putri Kamiladengan penelitian penulis adalah dari segi mata pelajaran dan materi yang digunakan pada saat meneliti.
2. Penelitian Nur Lia Pangestika, pada tahun 2018, dengan judul skripsi
‟Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial WhatsApp Terhadap Penyebaran Informasi Pembelajaran di SMA Negeri 5 Depok” dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil dari penelitian ini bahwa pemanfaatan media sosial WhatsApp berpengaruh terhadap penyebaran informasi pembelajaran.
Hasil uji Koefisien Korelasi yaitu nilai Pearson Correlation sebesar 0,620 yang berarti tingkat korelasi antara kedua variabel adalah kuat. Hasil Uji Koefisien Determinasi yaitu, besarnya adjusted R square adalah 0,385, hal ini berarti pemanfaatan media sosial WhatsApp memiliki pengaruh sebesar 38,5% terhadap penyebaran informasi pembelajaran. Sedangkan sisanya (100%- 38,5% = 61,5 %) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Nur Lia Pangestika dengan penelitian penulis adalah objek penelitian yaitu penyebaran informasi pembelajaran dan sumber data yang digunakan adalah siswa SMA sedangkan sumber data penelitian penulis adalah siswa SD. Sedangkan persamaan pada penelitian Nur Lia Pangestika dengan penulis adalah subjek pada penelitian yaitu pemanfaatan media sosial whatsapp.
3. Penelitian Randi Rahmatullah, 2017, dengan judul skripsi‟Penggunaan Media Sosial Whatsapp Messenger Terhadap Pencarian Informasi‟‟ dari Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa adanya hubungan yang lemah antara frekuensi penggunaan media sosial whatsapp messenger untuk mencari informasi di kalangan dosen, berdasarkan ini menyatakan bahwa dosen di Fakultas Adab lebih teliti dalam mencari dan menerima informasi yang ada di media sosial walau penggunaannya sebentar saja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya penggaruh yang lemah antara hubungan frekuensi penggunaan media sosial terhadap pencarian informasi yang tersebar dalam media sosial Whatsapp Messenger.
Perbedaan penelitian yang di lakukan oleh Randi Rahmatullah dengan penelitian penulis adalah objek yang dituju yaitu pencarian informasi dan sumber data yang digunakan adalah Dosen di Fakultas Adab. Sedangkan persamaan pada penelitian Randi Rahmatullah dengan penulis adalah subjek pada penelitian yaitu WhatsApp Messenger.
F. Profil Sekolah SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima
Sekolah SDN 1 Kore Alamat: Jln La Hami Kore Sanggar, Kode Pos 84191
Visi
Unggul dalam prestasi yang berwawasan iptek dan imtaq, berbudaya, disiplin, berbudi pekerti luhur dalam suasana aman dan menyenangkan.
Misi
1. Menanamkan keyakinan/akidah melalui pengalaman agama 2. Mengembangkan pengetahuan di bidang iptek
3. Membiasakan jujur, disiplin, dan tepat waktu
4. Mengoptimalkan proses pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan 5. Menumbuhkan nilai-nilai budi pekerti luhur
6. Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah, komite sekolah, dan lingkungan sekolah
Tujuan
Meningkatkan profesionalisme sekolah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan nilai berdasarkan standar nasional, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi.
G. Kerangka Pikir
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) setiap saat, setiap waktu bersamaan dengan ilmu pengetahuan selalu ada perkembangan yang baru kita tidak pernah tau bahwa saat ini, kita telah memasuki era dimana teknologi informasi dan komunikasi telah banyak merubah perilaku di masyarakat tidak hanya di level individu, komunitas, kelompok, maupun organisasi. Tetapi lahirnya berbagai inovasi baru yang mempermudah hidup manusia. Melihat fenomena tersebut, penulis mengusulkan pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran IPA materi sistem peredaran darah manusia. Pemanfaatan media sosial ini dianggap sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran yang bisa langsung diamati oleh siswa.
Penggunaan teknologi informasi seperti penggunaan internet yang sudah memiliki berbagai aplikasi seperti media sosial,merupakan salah satu media dimana penggunanya dapat mencari informasi, saling berkomunikasi dan menjalin
pertemanan secara online.seperti di ketahui ragam media sosial yakni adalah facebook, twitter, line, bbm, whatsapp, instagram, path, snap chatt dan beberapa media sosial lain.
Hemawan (2009) menyatakan bahwa dalam penggunaan media sosial juga dapat dengan mudah menciptakan suatu forum dimana individu satu dengan yang lain dapat saling berkomunikasi dan bertukar pikiran satu sama lain. Dalam hal ini akan sangat mudah membuat individu berkomunikasi dan berkomentar tentang berbagai topic maupun kasus yang di bahas oleh invidu lain. Individu juga dapat membangun asumsi, emosi dan kepercayaan melalui komentar maupun sudut pandang maupun pemikiran indidu lain dalam media sosial, hal ini memungkinkan kita dapat secara reaktif berkomentar maupun berkesimpulan.Dari uraian penjelasan diatas dapat digambarkan skema kerangka berpikir sebagai berikut :
Rendahnya nilai hasil belajar siswa pada materi sistem peeredaran darah manusia
Bagan 2.3 Kerangka Pikir
H. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian pustaka dan penyusunan kerangka diatas, maka hipotesisis penelitian ini adalah: pemanfaatan media sosial WhatsApp berpengaruh terhadapa hasil belajar IPA materi sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Adapun hipotesis statistik dari penelitian yaitu :
Penilaian proses dan hasil belajar siswa menggunakan Media Sosial WhatsApp
Hasil Belajar
H0:
µ
1 =µ
2H1:
µ
1 ˂µ
2Analisis
Temuan
Rekomendasi
Keterangan:
H0 : Tidak ada penerapan media sosial WhatsApp dalam pembelajaran terhadap Hasil belajar IPA pada konsep sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima
H1 : Ada penerapan media sosial WhatsApp dalam pembelajaran terhadap Hasil belajar IPA pada konsep sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima
µ
1 : Rata rata hasil belajar sebelum diberikan perlakuanµ
2 : Rata rata hasil belajar setelah diberikan perlakuan32 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian 1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dengan demikian, tujuan penelitian eksperimen sejalan dengan tujuan penelitian yang akan dilaksankan oleh peneliti yaitu untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media sosial terhadap hasil belajar IPA pada materi system peredaran darah manusia kelas V SD Negeri 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
2. Desain penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode penelitian eksperimen Pra Experimental. Pra Experimental terdiri dari tiga bentuk yaitu One Shot Case Study, One Group Prettest-Posttest dan Intac Goup Comparison. Adapun jenis desain yang di pilih dalam penelitian ini yaitu One Group Prettest-Posttest. Teknik pengambilan data dan sampel dalam penelitian iniyaitu sampling jenuh. Objek penelitian ini adalah pengaruh pemanfaatan media sosial (X) terhadap hasil belajar IPA materi sistem peredaran darah manusia (Y).
Desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: (Sugiyono, 2019:114)
O
1 XO
2Tabel 3.1 Desain Eksperimen Keterangan :
O
1 : Pretest, sebelum diberi perlakuan X : Treatment, perlakuanO
2 : Posttest, setelah diberi perlakuanBerdarsarkan gambar diatas, mengilustrasikan bahwa pada desain ini terdapat suatu kelompok di beri pretest (O) hasilnya (treatmen adalah sebagai variable independen, dan hasil adalah sebagai variabel dependen) dengan cara membandingkan keadaan sebelum dan sesudah di beri perlakuan.
B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yaitu terdiri atas obyek/subyek yang memenuhi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (sugiyono, 2016:117).
Berdasarkan desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest posttest, dimana desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol/pembanding, dengan demikian populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri 1 Kore.
Tabel 3.2 Keadaan Populasi
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah Laki- Laki Perempuan
V 9 11 20
Jumlah Keseluruhan 20
( Sumber : SD Negeri 1 Kore ) 2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (sugiyono,2016:118). Sampel dalam penelitian ini mengunakan satu kelas yaitu kelas V yang terdiri dari 20 siswa, Sampel penelitian ini dikuatkan dengan skripsi Musdalifah (2018) dengan judul”Pengaruh Penggunaan Metode Bermain Terhadap Keterampilamn Memabaca Permulaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN 183 Lappaddumpu Kabupaten Soppeng” dengan jumlah 20 siswa.
Tabel 3.3 Keadaan Sampel
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah Laki- Laki Perempuan
V 9 11 20
Jumlah Keseluruhan 20
( Sumber : SD Negeri 1 Kore ) C. Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini terdapat dua variabel penelitian, yaitu variabel bebas dan variabel terikat, adapun penjelasanya sebagai berikut :
1. Variabel Bebas (variabel independen)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Variabel Bebas pada penelitian ini yaitu Media Sosial.
Media sosial merupakan perkembangan dari teknologi-teknologi web berbasis internet, memudahkan semua orang untuk berkomunikasi dan berpartisipasi. Media sosial adalah teknologi digital yang memudahkan penggunanya untuk membuat dan berbagi materi dengan orang lain melalui internet. Internet selalu dibutuhkan oleh setiap orang.
Kehadiran media sosial adalah torehan sejarah yang telah membawa perubahan dalam proses komunikasi manusia. Proses komunikasi yang selama ini dilakukan hanya melalui komunikasi tatap muka, komunikasi kelompok, komunikasi massa, berubah total dengan perkembangan teknologi komunikasi virtual, khususnya internet.
2. Variabel Terikat (variabel dependen)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas (indeependen). Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa.
Hasil belajar dalam hal ini adalah untuk mengetahui hasil kognitif belajar siswa yang dapat diukur dengan menggunakan alat evaluasi yang disebut tes hasil belajar.
D. Instrumen Penelitian
Menurut Arikunto (2010:134) Instrumen penelitian merupakan alat bantu dalam penelitian dalam mengumpulkan data. Kualitas instrumen menentukan kualitas data yang tekumpul, sehingga tepatlah jika hubungan antara instrumen dengan data ini dikemukakan dalam ungkapan garbage tool garbage result. Itulah sebabnya menyusun instrumen bagi kegiatan penelitian ini merupakan langkah penting yang dipahami betul-betul oleh peneliti. Instrumen penelitian yang digunakan penelitian ini adalah : a. Tes hasil belajar
Tes hasil belajar, dengan mengunakan media sosial pada proses pembelajaran setelah diberikan serangkaian tindakan. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes isian dan essay. Peneliti memilih tes isian dan essay karena tes ini mencerminan hasil belajar siswa dari aspek kognitif.
b. Lembar observasi
Lembar observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran, instrumen ini digunakan untuk mengelolah aktivitas siswa dalam pembelajaran.
Lembar obsevasi ini berisi item-item yang akan di amati pada saat terjadi proses pembelajaran mengunakan media sosial berbasis internet.
E. Prosedur Penelitian
Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan persiapan. Hal ini dilakukan agar proses penelitian dapat berjalan lancar. Adapun tahap persiapannya yaitu:
a. Mengidentifikasi masalah yang akan diteliti
b. Memilih materi yang akan digunakan dalam penelitian c. Mengurus perizinan sekolah yang dijadikan tempat penelitian d. Membuat RPP yang akan digunakan untuk penelitian.
2. Tahap pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Memberikan prettest kepada siswa
b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media sosial dalam mata pelajaran IPA materi sistem peredaran darah manusia, serta melakukan observasi pada saat pelaksaan proses pembelajaran.
c. Memberikan posttest kepada siswa.
3. Menganalisis data hasil dan pelaporan
Teknik analisis data yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
a. Mengumpulkan hasil pengolahan tes hasil belajar b. Menganalisis hasil pengolahan tes hasil belajar
c. Membuat laporan hasil belajar F. Teknik Pengumpulan Data a. Teknik Tes
Adapun langkah-langkah pengumpulan data mengunakan teknik tes yang akan dilakukan sebagai berikut:
1. Tes awal ( prettest)
Tes awal dilakukan sebelumperlakuan, prettest dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum memanfaatkan media sosial.
2. Pemberian Perlakuan (treatment)
Dalam hal ini peneliti memanfaatkan media sosial pada pembelajaran IPA materi system pernapasan pada manusia di kelas V.
3. Tes akhir (posttest)
Setelah perlakuan, tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media sosial dalam proses pembelajaran.
b. Teknik Obsevasi
Teknik ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi. Data tentang aktivitas siswa diambil dengan mengunakan instrumen lembar observasi aktivitas siswa selama pembelajaran IPA dengan mengunakan media sosial.
G. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis deskriptif dan infrensial data yang terkumpul berupa nilai prettest dan nilai posttest kemudian dibandingkan. Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai prettest dengan nilai posttest.
Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rata-rata kedua nilai saja, dan keperluan itu digunakan teknik disebut uji-t (t-test). Dengan demikian langkah-langkah anasilis data eksperimen dengan model eksperimen Pre- test and Post- test adalah sebagai berikut :
1. Analisis Statistik Deskriptif
Menurut Sugiyono (2017:199-200) bahwa statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah terkumpul sebagai mana adanya tanpa bermasuk membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Hasil belajar siswa di analisis dengan mengunakan analisis statistika deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA yang diperoleh siswa guna mendapakan gambaran yang jelas tentang hasil belajar IPA siswa yang dikelompokan kedalm lima kategori : sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Adapun langkah-langkah dalam menyusun melalui analisis dalam hal ini adalah
a. Rata-rata ( Mean )
b. Presentase (%) Nilai rata-rata P =
Keterangan :
P = Angka presentase
f = Frekuensi yang di cari presentasenya N = Jumlah subyek (Sampel)
Dalam hal ini peneliti meningkatkan tingkat kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan prosedur (KKM) yang ditetapkan oleh Depdikbud (2017) yaitu :
Tabel 3.4 standar ketuntasan belajar Interval Kategori Hasil Belajar 0-59
2. Analisis Data Statistik Inferensial
Menurut Sugiyono (2017:201) bahwa statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Dalam pengunaan statistik inferensial ini peneliti mengunakan teknik statistik t (uji t).
T-test dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian mengenai ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA sebelum dan sesudah diberikan media sosial pada siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima dengan tahapan sebagai berikut:
t =
√
Keterangan :
Md : Mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 : Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 : Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d : deviasi masing-masing subjek
X²d : Jumlah kuadrat deviasi N : Subjek pada sampel
db : ditentukan dengan N-1
Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai beriku : a. Mencari nilai “ Md “ dengan mengunakan rumus :
Md = Keterangan :
Md = Mean dari perbedaan pretest dengan posttest d = Jumlah dari gain (posttest-pretest)
N = Subjek pada sampel.
b. Mencari nilai “ X²d” dengan menggunakan rumus : X²d = d² -
Keterangan :
X²d = Jumlah kuadrat deviasi d = Jumlah gain (posttest-protest) N = Subjek atau sampel.
c. Dalam pengujian statistik, hipotesis ini dinyatakan sebagai berikut :
H0 : ≤ H1 : ≥
Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriterial yang signifikan kaidah pengujian signifikan :
1. Jika > maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti Pemanfaatan Media media sosial pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
2. Jika < maka H0 diterima, berarti Pemanfaatan Media sosial pada mata pelajaran IPA berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
3. Mencari dengan menggunakan tabel distribusi t dengan taraf segnifikan a = 0,05 dan dk = N – 1
4. Membuat kesimpulan apakah Pemanfaatan Media Sosial pada mata pelajaran IPA materi sistem peredaran darah pada manusia berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar murid berupa nilai dari kelas V SD Negeri 1 Kore. Adapun hasilnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis penelitian. Hasil Analisis Statistik Deskriptif.
Analisis statistik deskriptif dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah manusia mata pelajaran IPA sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) digunakan media sosial pada siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
1. Deskripsi aktivitas belajar selama menggunakan Media Sosial WhatsApp Dalam Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
Hasil pengamatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengikuti pembelajaran dengan mengunakan Media Sosial WhatsApp selama 3 kali pertemuan dinyatakaan dalam presentase sebagai berikut:
a. Hasil Observasi Aktivitas Guru
Tabel 4.1 Hasil Analisis Data Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran
No Komponen yang diamati
Pertemuan I II III IV V 1 Guru mengawali pembelajaran dengan salam dan mengecek
kehadiran siswa 2 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3 4 3 3 Guru mengingatkan kembali siswa tentang pelajaran
Sebelumnya 1 3 3
4 Guru menyajikan materi yang diajarkan
4 4 4 5 Guru membagi gambar yang dapat siswa amati lewat
pemanfaatan WhatsApp 4 4 4
6 Guru mengirimkan siswa berupa vidio animasi mengenai
sistem peredaran darah manusia 4 4 4
7 Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk
menyimak video dan catat apa yang bisa siswa simpulkan dari vidio
4 4 4 8 Guru mengklarifikasi permasalahan yang ada dalam
vidio tersebut sehingga siswa mengetahuitujuan yang
diharapkan dari vidio tersebut. 4 4 3
9 Siswa menggali dan mengungkapkan pendapat sebanyak- banyaknya berkaitan dengan strategi pemecahan masalah
yang dihadapi dalam vidio tersebut. 3 3 3
10 Setelah diperoleh daftar gagasan- gagasan, guru
membimbing siswa mengevaluasi dan menyeleksi berbagai gagasan tentang strategi pemecahan masalah, sehingga pada akhirnya diperoleh suatu strategi yang optimal dan tepat.
4 4 4
11 Guru menyuruh siswa mengirimkan hasil kerjanya yaitu menggambar sistem peredaran darah di WhatsApp
3 3 3 12 Guru memberi kuis secara individual dengan bertanya di
3 3 3 13 Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang telah
mempresentasikan hasil kerjanya baiksecara individu maupun kelompok
3 3 3 14 Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi
yang telah dipelajari
3 3 4 15 Guru memberikan tugas pekerjaan rumah kepada
siswa menyangkut materi yang telah dipelajari
4 4 4
16 Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam 4 4 4
RATA-RATA TIAP PERTEMUAN 3,44 3,63 3,6
b.Hasil Obsevasi Aktivitas Siswa
Tabel 4.2 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa
N o
Akivitas Siswa Jumlah siswa yang
aktifitas pada darah manusia yang itugaskan guru guru pada saat pembelajaran berlangsug
mengungkapkan perasaan dan pendaptnya setelah melakukan kegiatan memperhatikan gambar dan vidio
15 17 18 16,67 83,35 Aktif
9 Siswa yang mampu
Hasil pengamatan untik pertemuan 1 sampai dengan pertemuan III menunjukan bahwa:
a. Persentase kahadiran siswa sebesar 98,35%
b. Persentase siswa yang tidak mengirim gambar sistem peredaran darah manusia yang ditugaskan guru 8,35%
c. Persentase siswa yang mengirim gambar sistem peredaran darah manusia yang ditugaskan guru 90%
d. Persentase siswa yang mengetahui cara menggunakan aplikasi WhatsApp 85%
e. Persentase Siswa yang merasa lebih mudah menggunakan aplikasi WhatsApp dibandingkan dengan aplikasi lain 86,65%
f. Persentase siswa yang bertanya kepada guru pada saat pembelajaran berlangsung 83,35%
g. Persentase siswa yang berani mengajukan diri untuk menjawab sesuai pemikirannya 85%
h. Persentase siswa yang mampu mengungkapkan perasaan dan pendapatnya setelah melakukan kegiatan memperhatikan gambar daan video oleh guru 83,35%
i. Persentase siswa yang mampu menyimpulkan materi pembelajaran pada akhir pembelajaran 83,35%
j. Rata-rata persentase aktivitas siswa terhadap hasil belajar perdasarkan gambar dan video yang di sediakan dengan menggunakan Media sosial Whatsapp yaitu: 78,16%
Sesuai dengan kriteria aktivitas siswa yang telah ditentukan peneliti yaitu siswa dikatakan aktif dalam proses pembelajaran jika jumlah siswa yang aktif ≥ 75%, baik untuk aktivitas siswa perindikator maupun rata-rata aktivitas siswa. Dari hasil pengamatan rata-rata persentase jumlah siswa yang aktif melakukan aktifitas yang di harapkan yaitu mencapai 78,15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran bahasa indonesia telah mencapai kriteria aktif.
2. Deskripsi Hasil Pretest sebelum menggunakan Media Sosial WhatsApp Dalam Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia Siswa kelas V SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SDN 1 Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui pemberian instrument tes soal essay sebanyak 5 nomor terkait materi sistem peredaran darah manusia sehingga diketahui hasil dari tingkat kemampuan menajawab soal siswa kelas V berupa nilai. Adapun hasil analisis data dengan menggunakan SPSS versi 21 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Pretest Terhadap Hasil Belajar Siswa Distribusi frekuensi
Frequency Percent Valid percent
Berdasarkan table 4.1 di atas dapat diketahui frekuensi nilai siswa pada peretest yaitu siswa yang mendapat nilai 15 sebanyak 2 siswa, nilai 20 sebanyak 1 siswa,nilai 30 sebanyak 1 siswa,nilai 63 sebanyak 7 siswa, nilai 70 sebanyak 1 siswa, nilai 75 sebanyak 2 siswa, nilai 80 sebanyak 1 siswa, nilai 90 sebanyak 4 siswa, dan nilai 98 sebanyak 1 siswa. Dilihat dari
Berdasarkan table 4.1 di atas dapat diketahui frekuensi nilai siswa pada peretest yaitu siswa yang mendapat nilai 15 sebanyak 2 siswa, nilai 20 sebanyak 1 siswa,nilai 30 sebanyak 1 siswa,nilai 63 sebanyak 7 siswa, nilai 70 sebanyak 1 siswa, nilai 75 sebanyak 2 siswa, nilai 80 sebanyak 1 siswa, nilai 90 sebanyak 4 siswa, dan nilai 98 sebanyak 1 siswa. Dilihat dari