• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS BISNIS (Halaman 10-63)

C. Bab III. Arah dan Program Strategis

3.1 Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai

3.3. Rancangan Peta Strategi Balanced Scorecard (BSC) 3.4. Indikator Kinerja Utama

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 4

b) Kamus IKU

3.5. Roadmap 5 Tahun Kedepan 3.6. Program Kerja Strategis H. BAB IV PROYEKSI KEUANGAN

4.1. Estimasi Pendapatan

4.2. Rencana Kebutuhan Anggaran

a) Anggaran Kelangsungan Operasional b) Anggaran Pengembangan

4.3. Rencana Pendanaan I. BAB V PENUTUP

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 5

BAB II KONDISI SATKER

2.1. Profil Satker

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta atau yang selanjutnya disingkat dengan BBLK Jakarta berdiri sejak tahun 1972 sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Labkes Daerah DKI Jakarta dalam struktur organisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tahun 1978 Labkesda DKI Jakarta berubah status kepemilikan dari UPT Pemda DKI Jakarta menjadi UPT Departemen Kesehatan dan berubah nama menjadi Balai Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta dengan status kelas B. Pada awalnya lokasi Balai Labkes Jakarta berada di Jalan Kesehatan No 10 Jakarta Pusat dan sejak tanggal 29 Juni 1999 Balai Labkes DKI Jakarta pindah kantor di jalan Percetakan Negara No.23 B Jakarta Pusat dengan luas tanah 1.280 m2 dan luas bangunan 1.125 m2.

Dalam perjalanan Balai Labkes DKI selanjutnya Balai Laboratorium Kesehatan Jakarta statusnya meningkat menjadi Balai Laboratorium Kesehatan kelas A dengan Eselon IIIb. Dengan peningkatan status tersebut maka Balai Labkes Jakarta dipimpin oleh seorang Kepala Balai dibantu seorang Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan dua Kepala Seksi (Seksi Laboratorium Klinik & Kesmas, dan Seksi Pengendalian Mutu).

Selanjutnya pada tanggal 31 Maret 2006 status Balai Laboratorium Kesehatan DKI Jakarta meningkat menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, dengan eselon IIb. Dengan perubahan tersebut maka Balai Besar Labkes Jakarta dipimpin oleh seorang Kepala Balai dibantu seorang Kepala Bagian Tata Usaha dan dua orang Kepala Bidang (Bidang Pelayanan dan Bidang Pemantapan Mutu dan Bimtek). Dalam menjalankan tugasnya Kepala Bagian Tata Usaha di bantu dua orang Kepala Sub Bagian (Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian). Sedangkan Kepala Bidang Pelayanan dibantu dua orang Kepala Seksi(Seksi Laboratorium Klinik dan Seksi Laboratorium Kesmas), dan Kepala Bidang Pemantapan Mutu dan Bimbingan Teknis dibantu dua orang Kepala Seksi (Seksi Pemantapan Mutu dan Seksi Bimtek).

Setelah peningkatan status BBLK Jakarta kemudian memulai proses selanjutnya untuk menjadi Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum. Melalui proses pengusulan ke Ditjen Bina Pelayanan Medik dan presentasi di depan Tim PPK BLU Kementerian Keuangan pada tanggal 2 November 2009 maka terhitung sejak tanggal 26 Januari 2010 Balai Besar

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 6

Laboratorium Kesehatan Jakarta ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No.34/KMK.05/2010 tanggal 26 Januari 2010 tentang penetapan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Labkes Jakarta terakhir terjadi pada tahun 2013 dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor 52 Tahun 2013 tentang Struktur dan Organisasi Balai Besar di lingkungan Kementerian Kesehatan tanggal 13 Februari 2013.

Dalam kegiatan pelayanan dan pembinaan pemeriksaan laboratorium kesehatan Balai Besar Laboratorium Kesehatan pernah mencatatkan prestasi terbaiknya yang dicapai pada tahun 2006 setelah melalui penilaian Tim dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Kesehatan, dimana BBLK Jakarta memperoleh Penghargaan Citra Pelayanan Prima untuk Unit Kerja Pelayanan Publik Tahun 2006 dengan status Unit Pelayanan dengan Predikat Terbaik sesuai Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 210/KEP/M.PAN/12/2006 Tanggal 14 Desember 2006.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor 52 Tahun 2013 tanggal 22 Juli 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan, maka BBLK mempunyai tugas melaksanakan pelayanan laboratorium klinik, uji kesehatan dan laboratorium kesehatan masyarakat, dan pemberian bimbingan teknis di bidang laboratorium kesehatan, atas dasar hal tersebut diatas maka peranan BBLK Jakarta adalah :

a. Melaksanakan pelayanan laboratorium klinik, uji kesehatan dan laboratorium kesehatan masyarakat;

b. Melakukan pemantauan, analisis dan evaluasi pemantapan mutu laboratorium kesehatan;

c. Melaksanakan bimbingan teknis laboratorium kesehatan di wilayah kerja; d. Melaksanakan sistem rujukan laboratorium kesehatan;

e. Melaksanakan jejaring kerja dan kemitraan di bidang laboratorium kesehatan, dan;

f. Melaksanakan urusan keuangan dan administrasi umum BBLK.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan R.I maka tugas pokok dan fungsi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta adalah melaksanakan pelayanan laboratorium klinik, uji kesehatan dan laboratorium kesehatan masyarakat

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 7

untuk pelayanan laboratorium mikrobiologi, imunologi, kimia kesehatan, toksikologi, biomolekular dan patologi klinik. BBLK Jakarta juga melakukan bimbingan teknis di bidang laboratorium kesehatan pada 6 (enam) wilayah yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi D.I Jogjakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang menjadi layanan unggulan adalah pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat yang meliputi pemeriksaan laboratorium kimia kesehatan dan laboratorium mikrobiologi. Hal ini didasari oleh karena tidak semua laboratorium kesehatan dapat melakukan pemeriksaan tersebut.

Selain itu dengan status sebagai Instansi yang menerapkan Pola Pengelolaan Badan Layanan Umum dan seiring dengan era globalisasi maka Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dituntut untuk memanfaatkan peluang dengan mengembangkan pelayanan yang mengarah kepada pemantapan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan.

2.2. Gambaran Kinerja

A. Kinerja Aspek Pelayanan

Sesuai dengan Permenkes Nomor 52 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan, BBLK Jakarta melaksanakan pelayanan laboratorium klinik, uji kesehatan dan kesehatan masyarakat. Kinerja pelayanan pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dari pelayanan pemeriksaan laboratorium klinik dan uji kesehatan serta pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat.

Jenis pelayanan pemeriksaan laboratorium di BBLK Jakarta adalah sebagai berikut :

a. Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium Klinik dan Uji Kesehatan - Hematologi - Kimia Klinik - Urinalisa - Imunologi - Biomolekuler - Mikrobiologi Klinik

b. Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat - Mikrobiologi Lingkungan

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 8

- Toksikologi c. Pelayanan Lainnya

- Penyelenggara Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) - Magang/PKL

- Pemeriksaan Laboratorium Post Market Surveilance :

 Uji Sensitivitas dan Spesifitas RDT ( HIV, Siphilis, Hepatitis )

 Uji Sterilitas Alat Kesehatan serta Uji Anti Bakteri dan Uji Koefisien Fenol pada PKRT)

- Penyewaan Ruangan Rapat dan Ruangan Laboratorium - Pemeriksaan Laboratorium berpotensi wabah dan Surveilans - Pemeriksaan Laboratorium Program Pengelolaan Penyakit Kronis - Pemeriksaan Laboratorium untuk deteksi dini penyakit tidak menular Rekapitulasi jumlah pemeriksaan laboratorium tahun 2015 s/d 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Rekapitulasi Jumlah Pemeriksaan Laboratorium Tahun 2015 s/d 2019 No. Parameter

Pemeriksaan

Jumlah Per Tahun

2015 2016 2017 2018 2019 1 Patologi Klinik 9.666 14.112 10.308 8.850 11.412 2 Imunologi 20.456 6.476 3.470 362 4.047 - Rutin 707 709 1.035 362 1.344 - Survey 19.749 5.767 2.435 0 2.703 3 Biomolekuler 1.406 389 116 0 0 4 Mikrobiologi Klinik 31.528 20.977 13.014 13.151 16.794 5 Mikrobiologi Lingkungan 38.929 43.027 36.814 39.745 45.645 6 Kimia Kesehatan 76.074 85.166 87.687 100.696 117.788 Jumlah 178.162 170.443 151.713 162.920 199.733

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 9

Grafik 1

Rekapitulasi Jumlah Pemeriksaan Laboratorium Tahun 2015 s/d 2019

Tabel 2

Rekapitulasi Kinerja Instalasi Pendukung Tahun 2017 s/d 2019

No. Kegiatan Satuan Jumlah Per Tahun

2017 2018 2019

1 Uji Kesehatan Orang 286 116 277

2 Sampling Sampel 9.861 12.169 14.049

3 Media Reagensia

a. Pembuatan Media Reagensia Liter 3.252,0 4.062,55 4.356,87

b. Revenue Tabung/Petri 18 0 19 0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 Patologi Klinik

Imunologi Biomolekuler Mikrobiologi Klinik Mikrobiologi Lingkungan Kimia Kesehatan 2015 2016 2017 2018 2019

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 10

Grafik 2

Rekapitulasi Kinerja Penunjang Tahun 2017 s/d 2019

Sampel / bahan uji yang diperiksa di BBLK Jakarta terdiri dari sampel / bahan uji laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat. Rekapitulasi jumlah penerimaan sampel / bahan uji di BBLK Jakarta tahun 2017 s/d 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 3

Rekapitulasi Jumlah Penerimaan Sampel / Bahan Uji Tahun 2017 s/d 2019

Bulan Jumlah Sampel

2017 2018 2019 Januari 2.466 3.087 3.132 Februari 5.774 2.731 4.401 Maret 1.980 3.322 3.614 April 2.759 3.578 4.462 Mei 2.519 3.530 3.779 Juni 1.820 2.323 3.988 Juli 2.641 3.946 5.027 Agustus 1.473 3.668 6.956 September 2.313 4.280 2646 Oktober 2.906 4.673 2421 November 2.745 4.347 2992 Desember 2.432 3.791 2340 Jumlah 31.828 43.276 45.758 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000

Uji Kesehatan Sampling Media Reagensia

2018 2019

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 11

Grafik 3

Rekapitulasi Jumlah Penerimaan Sampel / Bahan Uji Tahun 2017 s/d 2019

Rekapitulasi jumlah sampel berdasarkan kategori pelanggan tahun 2017 s/d 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 4

Rekapitulasi Jumlah Sampel / Bahan Uji Berdasarkan Jenis Pelanggan Tahun 2017 s/d 2019

Jenis Pelanggan Jumlah Per Tahun

2017 2018 2019

Apartemen 127 128 111

Rujukan Internal Klinik 1.057 995 818

Catering/Restaurant 2.710 3.055 2.351

Depot Air Minum Isi Ulang 454 742 790

Rujukan Eksternal Klinik 531 597 939

Hotel 437 645 607 Instansi Pemerintah 8.841 6.260 9.238 Klinik Swasta 37 583 682 Perusahaan / PT 6.325 7.852 10.814 RS Swasta 1.925 3.310 5.536 Universitas 59 370 289 Jumlah 22.503 24.509 32.175 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 2017 2018 2019

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 12

Grafik 4

Rekapitulasi Jumlah Sampel / Bahan Uji Berdasarkan Jenis Pelanggan Tahun 2017 s/d 2019

Tabel 5

Rekapitulasi Persentase Sampel yang Diambil ke Lokasi Pelanggan Tahun 2017 s/d 2019

Tahun

Jumlah Sampel

Diambil ke lokasi

pelanggan Seluruhnya Persen

2017 9861 31.828 30,98%

2018 12.169 43.276 28,12%

2019 14.049 45.758 30,7%

Pemeriksaan parameter yang dilakukan di BBLK Jakarta berasal dari sampel yang diterima secara langsung di laboratorium dan sampel yang diambil ke lokasi pelanggan. Dari sampel yang diterima untuk dilakukan pengujian/pemeriksaan, maka yang berasal dari sampel yang diambil oleh petugas BBLK Jakarta ke lokasi

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 2017 2018 2019

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 13

pelanggan tahun 2017 sebesar 30,98%, tahun 2018 sebesar 28,12% dan pada tahun 2019 sebesar 30,7%.

Grafik 5

Persentase Sampel yang Diambil ke Lokasi Pelanggan Tahun 2017 s/d 2019

d. Kinerja Aspek Bidang Pemantapan Mutu dan Bimtek

Pengukuran indikator Bidang Pemantapan Mutu dan Bimtek dalam pencapaian sasaran strategis BBLK Jakarta adalah :

1. Mengukur tingkat Kepuasan Masyarakat Grafik 6 81 81,5 82 82,5 83 83,5 84 84,5 85 2016 2017 2018 2019 TARGET (%) 85 85 85 85 CAPAIAN (%) 82,6 85 83,33 83,59

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 14

Beberapa hal masih harus diperbaiki seperti terbatasnya lahan parkir dan waktu tunggu pelayanan pemeriksaan yang masih melebihi standar serta peningkatan budaya melayani dengan standar pelayanan prima, indikator ini terus ditingkatkan pencapaiannya di dalam renstra 5 tahun kedepan.

2. Bertambahnya jumlah parameter pemeriksaan layanan yang terakreditasi Pemeriksaaan laboratorium terakreditasi berfokus pada jenis parameter pemeriksaan yang telah masuk kedalam ruang lingkup akreditasi. Di BBLK Jakarta terdapat 433 parameter pemeriksaan, yang telah terakreditasi sebanyak 214 parameter sehingga setiap tahun harus dilakukan peningkatan ruang lingkup akreditasi untuk parameter lainnya agar seluruh parameter yang ada diakui memiliki jaminan mutu

a) Belum semua layanan yang ada sudah terakreditasi, namun sudah memiliki jaminan mutu.

b) Pada Tahun 2020-2024 masih sangat dibutuhkan percepatan pencapaian validasi dan verifikasi metode khususnya metode pengujian mikrobiologi lingkungan.

c) Meningkatkan target penambahan ruang lingkup belum disertai dengan dukungan sarana prasarana.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 15

3. Tingkat Kepesertaan Penyelenggaraan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Penyelenggara Pemantapan Mutu Eksternal Tingkat Nasional adalah salah satu kegiatan pembinaan penjaminan mutu terhadap kinerja laboratorium di wilayah kerja BBLK Jakarta. Tingkat kepesertaan penyelenggaraan PME adalah jumlah Persentase Peningkatan Jumlah Peserta PME tahun berjalan dibandingkan dengan Jumlah Peserta tahun lalu pada siklus PME yang sama.

Grafik 8

4. Mengikuti PME/Uji Banding sebagai bagian jaminan mutu pelayanan Mendapat nilai baik dari hasil kepesertaan PME/Uji Banding

5. Pelaksanaan Bimtek di wilayah kerja BBLK Jakarta

Program bimbingan teknis di BBLK Jakarta meliputi bimbingan manajemen dan teknis laboratorium di lingkungan internal dan wilayah kerja BBLK Jakarta yaitu dengan memfasilitasi kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), Magang, Penelitian dan Pelatihan bagi analis laboratorium.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 16

Grafik 9

6. Ketepatan kalibrasi alat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Grafik 10

B. Kinerja Aspek Keuangan

Sumber penerimaan BBLK Jakarta bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)/BLU dan dari pemerintah pusat berupa subsidi dana APBN Rupiah Murni (RM). Berikut disajikan Tabel tentang perkembangan pendapatan PNBP/BLU Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta Tahun 2015 s.d 2019.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 17

Tabel 6

Penerimaan BBLK Jakarta Tahun 2015-2019

No Tahun Target Realisasi % Capaian

1 2015 3.000.000.000 4.044.643.478 135% 2 2016 3.250.000.000 6.043.331.131 186% 3 2017 3.500.000.000 8.345.556.883 238% 4 2018 6.804.706.000 9.676.152.475 142% 5 2019 10.508.956.000 11.791.409.368 112% Grafik 11

Penerimaan BBLK Jakarta Tahun 2015-2019

2015 2016 2017 2018 2019 3.131.439.308 4.024.237.432 5.958.466.611 8.147.255.381 11.454.446.230 15.473.031 20.406.046 84.864.520 198.301.502 336.963.138

Penerimaan Jasa Layanan

Penerimaan Jasa Layanan Perbankan

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 18

Grafik 12

Target dan Realisasi Penerimaan BBLK Jakarta Tahun 2015-2019

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa trend penerimaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sebagai institusi pemerintah Badan Layanan Umum (BLU) yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai pelayanan publik dalam bidang kesehatan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta tidak dapat berdiri sendiri sehingga masih membutuhkan subsidi dari pemerintah untuk membiayai kegiatan operasional, investasi, pemeliharaan, sdm dan kegiatan lainnya adapun komposisi pendanaan BBLK Jakarta dari sumber Rupiah Murni (RM) dan PNBP dari tahun 2015 -2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 7

Sumber Dana RM dan PNBP 2015-2019

No Tahun PNBP (BLU) RM Total

1 2015 3.300.000.000 17.481.190.000 20.781.190.000 2 2016 4.594.474.000 18.155.605.000 22.750.080.000 3 2017 4.615.636.000 21.830.624.000 26.446.260.000 4 2018 8.851.489.000 20.202.648.000 29.054.137.000 5 2019 12.759.425.000 19.672.626.000 32.432.051.000 2015 2016 2017 2018 2019 3.000.000.000 3.250.000.000 3.500.000.000 6.804.706.000 10.508.956.000 4.044.643.478 5.958.466.611 8.345.556.883 9.688.348.375 11.791.409.368 Target Realisasi

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 19

Grafik 13

Sumber Dana RM dan PNBP 2015-2019

Adapun realisasi pengeluaran Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dari tahun 2015 s.d tahun 2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 8

Realisasi Pengeluaran RM dan PNBP 2015-2019

No Tahun Alokasi RM+PNBP Realisasi RM+PNBP %

1 2015 20.781.190.000 18.7622.927.703 90%

2 2016 22.750.000.000 20.837.385.864 92%

3 2017 26.446.260.000 23.886.000.037 90%

4 2018 29.054.137.000 26.204.052.341 90%

5 2019 32.432.051.000 30.338.178.747 94%

Adapun indikator kinerja keuangan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dari tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :

Tabel 9

Indikator Kinerja Keuangan Tahun 2015-2019

No. INDIKATOR 2015 2016 2017 2018 2019

ASPEK KEUANGAN

A Rasio Keuangan 10,10 13,25 16,25 15,25 15,25

1 Rasio Kas (Cash Ratio) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25

2 Rasio Lancar (Current Ratio) 2,50 2,50 3,00 3,00 3,00

3 Periode penagihan piutang (Collection Periods) 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 3.300.000.000 4.594.474.000 4.615.636.000 8.851.489.000 12.759.425.000 17.481.190.000 18.155.605.000 21.830.624.000 20.202.648.000 19.672.626.000 2015 2016 2017 2018 2019 RM PNBP (BLU)

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 20

4 Perputaran Aset Tetap (Fixed asset turnover) 2,00 2,00 2,00 1,50 1,50 5 Imbalan atas asset tetap (Return on Asset) 0,80 2,00 2,00 2,00 2,00

6 Imbalan equitas (Return on Equity) 0,80 2,00 2,00 2,00 2,00

7 Perputaran Persediaan ( Inventory turnover) 0,75 0,50 1,00 0,50 0,50 8 Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional 0,50 1,50 4,00 4,00 4,00

9 Rasio Subsidi Biaya Pasien 0,50 0,50 - - -

B Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU 11,00 11,00 11,00 11,00 11,00 1 Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00

2 Laporan Keuangan Berdasarkan SAK 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00

3 Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00

4 Tarif Layanan 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00

5 Sistem Akuntansi 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00

6 Persetujuan Rekening 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

7 SOP Pengelolaan Kas 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

8 SOP Pengelolaan Piutang 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

9 SOP Pengelolaan Utang 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

10 SOP Pengadaan Barang dan Jasa 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

11 SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,50 0,50 0,50 0,50 0,50

Jumlah Nilai Aspek Keuangan 21,10 24,25 27,25 26,25 26,25 Dalam rangka opini dari pihak luar terkait kinerja keuangan, pelayanan dan mutu

serta bimbingan teknis, dilakukan pemeriksaan kinerja oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Berikut hasil opini Kantor Akuntan Publik tahun 2015-2019 BBLK Jakarta :

Tabel 10

Hasil Audit KAP Tahun 2015-2019

No Tahun Nama KAP Hasil Kategori

1 2015 Noorsalim, Nursehan & Sinarahardja

WTP Sehat

2 2016 Junaedi, Chairul dan Subyakto WTP Sehat

3 2017 Noorsalim dan Rekan WTP Sehat

4 2018 Junaedi, Chairul dan Rekan WTP Sehat

5 2019 Junaedi, Chairul dan Rekan WTP Sehat

C. Kinerja Aspek SDM

Aspek kinerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta tidak hanya dari aspek kinerja pelayanan dan keuangan saja melainkan bisa dilihat juga dari kinerja sumber daya manusia, sumber daya manusia sangat menentukan kinerja dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. Berikut ini dapat dilihat

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 21

ketersediaan sumber daya manusia berdasarkan unit kerja, tingkat pendidikan, golongan, jenis jabatan dan jenis kelamin per 31 Desember 2019.

Grafik 14

Ketersediaan SDM Berdasarkan Unit Kerja Per 31 Desember 2019

Berdasarkan data pada grafik diatas maka komposisi pegawai di BBLK Jakarta terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 73 orang dan Pegawai Non PNS/Honor Kontrak sebanyak 20 orang.

Grafik 15

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 22

Berdasarkan data ketersediaan SDM Berdasarkan Pendidikan dapat dilihat bahwa untuk pendidikan DIII dan SMA lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah pegawai dengan pendidikan S1,S2,SMP,SD/sederajat, sehingga ini merupakan potensi sumber daya manusia yang potensial dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta.

Grafik 16

Ketersediaan SDM Berdasarkan Golongan Per 31 Desember 2019

Dari data kepegawaian per golongan yaitu golongan IV sebanyak 11 Orang, Golongan III 42 Orang, Golongan II sebanyak 17 Orang dan Golongan I sebanyak 3 orang.

Grafik 17

Ketersediaan SDM Berdasarkan Jenis Jabatan Per 31 Desember 2019

10 3 2 2 2 41 2 31 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Jab. Struktural Dokter Umum Dokter Spesialis

Perawat Farmasi Pranata Labkes

Humas JFU

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 23

Berdasarkan jenis jabatan maka jabatan yang paling banyak adalah jabatan pranata Labkes.

Grafik 18

Ketersediaan SDM Berdasarkan Jenis Kelamin Per 31 Desember 2019

BBLK Jakarta memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan baik teknis maupun non teknis di dalam maupun di luar negeri. Kegiatan terlihat dari data dibawah ini.

Tabel 11

Jumlah SDM Yang Mengikuti Diklat Tahun 2015-2019

No Jenis Pelatihan, Workshop, Seminar,

Kursus Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1. Dalam Negeri a. Teknis 37 93 170 181 123 b. Non Teknis - 25 96 98 41 2. Luar Negeri a. Teknis - - - 2 1 b. Non Teknis - - - 1 Jumlah Total 37 118 266 282 165

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta memiliki komitmen dalam upaya peningkatan kualitas dan kemampuan SDM yang ada sesuai dengan perkembangan IPTEK, yang pada akhirnya akan

25

68

JENIS KELAMIN

Laki - Laki Perempuan

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 24

berdampak pada kontribusi yang besar dalam peningkatan penerimaan dan pelayanan terhadap masyarakat.

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa, Mahasiswa dan pegawai dari luar Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta untuk melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), Magang atau Penelitian. Kegiatan tersebut dapat terlihat dari data dibawah ini :

Grafik 19

Jumlah Peserta Bimtek BBLK Jakarta Tahun 2016 - 2019

D. Kinerja Aspek Sarana dan Prasarana

Dalam rangka peningkatan kinerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta aspek sarana dan prasarana merupakan bagian yang harus diperhatikan, karena sarana dan prasarana yang baik juga akan mendukung kualitas pelayanan yang baik dan dapat meningkatkan kinerja bagi pegawai. Perkembangan Kompoisi sarana dan prasarana Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta periode 2015 sampai dengan 2019 sangat berkembang dan banyak bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan alat kesehatan dan non kesehatan terkini.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 25 Tabel 12

Komposisi Sarana dan Prasarana Tahun 2015-2019

No Sarana & Prasarana Satuan

Tahun

2015 2016 2017 2018 2019

Baik Rusak Baik Rusak Baik Rusak Baik Rusak Baik Rusak

1 Luas Bangunan Gedung

(2 Lantai) m

2

2545 2545 2545 2545 2545

2 Luas Bangunan Gedung

Lainnya (4 Lantai) m

2 3789 3789 3789 3789 3789

3 Daya Listrik Gedung (2

Lantai) kVA 105 164 164 164 164

4 Daya Listrik Gedung

Lainnya (4 Lantai) kVA 105 105 105 105 105

5 Kendaraan Bermotor Roda

Dua Unit 5 2 5 2 5 5 4 1

6 Kendaraan Bermotor Roda

Empat Unit 3 1 4 1 4 6 5 1

7 Alat Kesehatan Unit 257 20 277 20 292 20 353 20 397 38

8 Alat Non Kesehatan Unit 579 611 624 744 455 366

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 26

Data Komposisi Sarana dan Prasarana Tahun 2015 – 2019 diambil dari data per 31 Desember.

Bangunan Gedung BBLK Jakarta terdiri dari dua (2) bangunan yaitu Gedung Lama dan gedung baru , gedung lama dengan tahun perolehan 1999 dan Gedung Baru dengan tahun perolehan 2010. Gedung Lama BBLK Jakarta seluas 2545 m2 terdiri dari dua (2) lantai yang digunakan sebagai laboratorium (lantai 1), Lobby (Lantai 1) dan administrasi (Lantai 2). Gedung Baru BBLK Jakarta seluas 3789 m2 terdiri dari empat (4) lantai yang digunakan sebagai laboratorium dan gudang Reagen (lantai 1), ruangan server (lantai 2), Ruang makan dan laktasi (lantai 2), aula dan mushola (lantai 3), aula dan gudang ATK (lantai 4) dan selama periode tahun 2015 – 2019 tidak ada penambahan luas Gedung BBLK Jakarta.

Penambahan daya listrik untuk gedung lama BBLK Jakarta sebesar 59 kVA yang semula 105 kVA menjadi 164 kVA. Penambahan daya tersebut dilakukan karena adanya pembangunan Laboratorium BSL 2+ pada tahun 2016. Sementara untuk daya listrik gedung baru tidak ada perubahan selama periode 2015 – 2019.

Pada tahun 2016 BBLK Jakarta memperoleh mobil untuk operasional pimpinan. Kemudian dilakukan penghapusan terhadap satu (1) unit kendaraan bermotor beroda empat (4) dan dua (2) unit kendaraan bermotor beroda dua (2) pada tahun 2017. Pengadaan mobil laboratorium keliling sebanyak dua (2) unit dilakukan pada tahun 2018 berdasarkan kebutuhan operasional kegiatan sampling yang meningkat.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 27

Grafik 20

Komposisi Alkes dan Non Alkes Tahun 2015-2019

Dapat dilihat pada grafik komposisi alkes dan non alkes, pertambahan jumlah alat kesehatan di BBLK Jakarta setiap tahun sekitar 5-8% kecuali di tahun 2018 dengan pertambahan ±20%. Sebagian besar pengadaan alat kesehatan di tahun 2018 merupakan alat kelengkapan untuk pengambilan sample seperti pH meter portable,

particle air monitor, soundlevel meter, lux meter dan lainnya. Persentase alat kesehatan yang rusak dibandingkan dengan jumlah keseluruhan alat dari tahun 2015-2019 sebesar 5-10%. Pengusulan penghapusan alat non kesehatan pada tahun 2019 sebanyak 366 unit terdiri sebagian besar dari kursi kantor, meja kerja dan lemari penyimpanan.

2.3. Tantangan Strategis

Tantangan strategis yang tengah dihadapi dan menentukan dan realisasi visi yang akan menimbulkan suatu kerugian yang lebih besar atau sebaliknya dan apabila tidak dimanfaatkan akan menghilangkan peluang untuk pencapaian visi dan misi dalam jangka panjang. Tantangan strategis tersebut diantaranya adalah:

a. Terwujudnya kepuasan pelanggan / stakeholder b. Terwujudnya layanan unggulan dan terpercaya c. Terwujudnya standard mutu pelayanan

d. Terwujudnya peningkatan jejaring laboratorium kesehatan e. Terwujudnya penambahan ruang lingkup PME

0 100 200 300 400 500 600 700 800 2015 2016 2017 2018 2019

Komposisi Alkes dan Non Alkes

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 28

f. Terwujudnya pengembangan layanan lab klinik dan labkesmas g. Terwujudnya promosi pelayanan yang aktif

h. Terwujudnya SDM yang kompeten

i. Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan

2.4. Benchmarking

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pencapaian visi dan misi BBLK Jakarta, maka dilakukan benchmarking ke beberapa institusi yang mempunyai keunggulan : a. Laboratorium rujukan Pemantapan Mutu Eksternal

b. Laboratorium rujukan Biomolekular

c. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sebagai laboratorium rujukan campak dan polio

d. Rujukan laboratorium lingkungan

e. Rujukan uji alkes dan Perbekalan Kesehatan dan Rumah Tangga (PKRT) f. Laboratorium rujukan uji reagen / Rapid Diagnostic Test (RDT)

g. Institusi yang telah meraih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani h. Laboratorium yang telah menerapkan Biorisk dan Biosecurity

i. Laboratorium rujukan pangan

j. Institusi yang telah menerapkan inovasi Pelayanan Publik k. Rujukan Gerakan Kantor BERHIAS

l. Rujukan Laboratory Integrated System (LIS)

2.5. Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, yang selanjutnya aka digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths).

Ada dua macam pendekatan dalam analisis SWOT, yaitu: a. Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT.

Pendekatan kualitatif matriks SWOT menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal (Kekuatan dan Kelemahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemuan antara faktor-faktor internal dan eksternal.

RENSTRA BBLK JAKARTA TAHUN 2020 - 2024 29

Sel A: Comparative Advantages

Sel ini merupakan pertemuan dua elemen kekuatan dan peluang sehingga memberikan kemungkinan bagi suatu organisasi untuk bisa berkembang lebih cepat.

Sel B: Mobilization

Sel ini merupakan interaksi antara ancaman dan kekuatan. Di sini harus dilakukan upaya mobilisasi sumber daya yang merupakan kekuatan organisasi untuk memperlunak ancaman dari luar tersebut, bahkan kemudian merubah ancaman itu menjadi sebuah peluang.

Sel C: Divestment/Investment

Sel ini merupakan interaksi antara kelemahan organisasi dan peluang dari luar.

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS BISNIS (Halaman 10-63)

Dokumen terkait