• Tidak ada hasil yang ditemukan

Salat Istikha-rah

C. Salat Sunah Secara Munfarid

2. Salat Istikha-rah

a. Pengertian Salat Istikharah Secara bahasa, kata istikha- rah berasal dari bahasa Arab yang bermakna meminta atau memohon sesuatu yang lebih baik. Dengan demikian, secara istilah dapat diartikan dengan salat sunah dua rakaat yang diiringi dengan doa tertentu, untuk memohon petunjuk yang baik kepada Allah terhadap rencana yang masih ragu untuk diputuskan.

Setelah melakukan salat istikha-rah dan berdoa, petunjuk Allah Swt. biasanya diperoleh melalui mimpi tentang pilihan melakukan pekerjaan atau ke- pentingan yang terbaik. Pekerja- an atau kepentingan tersebut bisa bersifat pribadi maupun umum.

Hukum melakukan salat istikharah adalah sunah. Hal ini ber- dasarkan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berbunyi:

Artinya: Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata: Rasulullah saw. mengajarkan kepada kami cara salat istikharah dalam beberapa urusan, seluruhnya sebagaimana kami ingin mengetahui surah Al- Qur’an, beliau bersabda: ”Apabila di antara kamu sekalian mempunyai maksud dalam suatu urusan, maka hendaklah ia salat

Sumber: www.wordpress.com

Gambar 12.7

Memohonlah petunjuk kepada Allah dengan mengerjakan salat istikharah.

Dalam hadis riwayat lain, pada akhir hadisnya menggunakan redaksi yang berbeda, yaitu, ”Maka hendaklah dia melakukan salat dua rakaat, selain salat fardu.”

b. Ketentuan Salat Istikharah

Tata cara pelaksanaan salat istikharah sama dengan salat-salat yang lain. Jumhur ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat salat istikharah ada dua, tetapi menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dibolehkan lebih dari dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Untuk bacaan surah yang dipilih, dianjurkan pada rakaat pertama setelah membaca Surah al-Fa-tih.ah [1] diteruskan membaca Surah al-Ka- firu-n [109]. Sedangkan untuk rakaat kedua membaca Surah al-Ikhla-s. [112]. Ibnu Hajar al-Asqalani berpendapat lain, yaitu setelah membaca Surah al-Ka-firu-n [109] pada rakaat pertama dilanjutkan dengan Surah al-Qas.as. [28] ayat 68 dan setelah membaca Surah al-Ikhla-s. [112] pada rakaat kedua dilanjutkan dengan membaca Surah al-Ah.za-b [33] ayat 36.

Tata cara melakukan salat istikharah secara ringkas sebagai berikut.

1) Bersuci atau berwudu.

2) Berniat salat istikharah dua rakaat. Niat salat istikharah jika dilafalkan sebagai berikut.

Artinya: Sengaja aku salat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.

3) Setelah membaca Surah al-Fa-tih.ah [1] pada rakaat pertama, dilanjutkan dengan membaca Surah al-Ka-firu-n [109]. Setelah membaca Surah al-Fa-tih.ah [1] pada rakaat kedua, dilanjutkan membaca Surah al-Ikhla-s. [112].

4) Setelah selesai salat kemudian membaca doa istikharah.

Bacaan doa istikharah sangat khusus dan berpadu dengan salatnya, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Bacaan doanya berbunyi sebagai berikut.

Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon petunjuk yang baik kepada- Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dari kekuasaan-Mu, aku memohon anugerah-Mu yang agung, karena hanya Engkaulah yang kuasa sementara aku lemah, Engkaulah Yang Mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (disebutkan perkara atau urusan apa) baik bagiku di dalam agamaku, kehidupanku, dan kesudahan hidupku (dalam urusan dunia dan akhiratku), maka jadikanlah aku mampu untuk melaksanakannya, mudahkanlah ia bagiku, dan berkatilah aku di dalamnya. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan itu buruk bagiku di dalam agamaku, kehidupanku, dan kesudahan hidupku (dalam urusan dunia dan akhiratku), maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Jadikanlah kebaikan itu bagiku di mana pun, kemudian jadikanlah aku rida kepadanya.

Agar pelaksanaan salat istikharah bisa lebih sempurna, perlu dilengkapi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

1) Waktu mengerjakannya sebaiknya dalam suasana hening dan sunyi, misalnya pada malam hari sebelum tidur atau pada sepertiga malam yang terakhir.

2) Berdoa harus dilakukan dengan benar-benar khusyuk, karena biasanya setelah doa selesai dibaca, dapat dirasakan sesuatu yang pertama kali masuk ke hati (semacam isyarat kebaikan).

3) Setelah salat dan berdoa, sebaiknya langsung tidur dengan keadaan yang masih suci (tidak batal wudu) dan tidur dengan menghadap kiblat.

Setelah kalian mempelajari ketentuan salat sunah, baik yang dilakukan secara berjamaah maupun munfarid, perlu membiasakan hal-hal berikut ini.

1. Menyempurnakan ibadah salat wajib lima waktu dalam sehari dengan memperhatikan syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

2. Mengerjakan salat wajib dan sunah karena ikhlas mengharapkan rida dari Allah Swt. 3. Mengerjakan salat wajib dan sunah secara khusyuk.

4. Mengerjakan salat sunah yang paling ringan dahulu, seperti salat sunah rawatib. 5. Membuat target dalam mengerjakan salat sunah.

6. Membiasakan mengerjakan salat sunah dalam keadaan apa pun. 7. Memperbanyak berzikir dan berdoa kepada Allah setelah salat.

Pada kegiatan kali ini ada dua tugas yang harus diselesaikan oleh kalian, yaitu menjelaskan tentang jenis-jenis salat sunah lainnya serta mempraktikkannya. Untuk menuntun kalian melakukan kegiatan ini, perhatikan langkah-langkah berikut.

1. Kelas dibagi menjadi lima kelompok dengan tugas setiap kelompok menjelaskan pelaksanaan salat-salat sunah.

2. Untuk kelompok pertama, bertugas mencari informasi tentang salat duha. Kelompok kedua tentang salat gerhana. Kelompok ketiga tentang tahiyatul masjid. Kelompok keempat tentang salat witir. Kelompok kelima tentang salat istiska.

3. Hasil informasi yang diperoleh, selanjutnya dirangkum secara lengkap dan jelas dalam buku tugas.

4. Jika tugas di atas telah dikerjakan, dilanjutkan dengan mempraktikkan salat sunahnya dengan mempersiapkan tempat salat serta mengenakan pakaian yang bersih, sopan, dan rapi.

5. Lakukan praktik salatnya dengan memenuhi syarat-syaratnya secara khusyuk.

1. Ibadah salat dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, disertai dengan doa dan gerakan-gerakan tertentu. Salat ada dua macam, salat wajib lima waktu dan salat sunah.

2. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa orang yang sedang mengerjakan salat, berarti ia akan mendapatkan tiga macam (kebaikan).

3. Salat sunah ada yang dapat dilakukan secara berjamaah maupun secara munfarid. 4. Salat id dikerjakan pada waktu duha, yaitu pada pagi hari setelah terbitnya matahari

hingga sebelum zawal.

5. Salat istiska dilakukan ketika umat muslim dilanda kekeringan untuk mengharapkan turunnya hujan.

6. Salat gerhana/ salat khusuf dianjurkan kepada umat Islam ketika terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan.

7. Salat tahajud artinya salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari hingga menjelang subuh. Salat tahajud juga disebut dengan s.ala-tul-lail (salat malam) atau qiya-mul-lail (melaksanakan salat malam).

8. Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat yang diiringi dengan doa tertentu, untuk memohon petunjuk yang baik kepada Allah terhadap rencana yang masih ragu untuk diputuskan.

Salah satu rukun Islam yang sangat penting untuk dikerjakan oleh setiap muslim adalah salat. Bahkan, dalam salah satu hadis Rasulullah dijelaskan bahwa tegak tidaknya agama Islam tergantung pada kemampuan umatnya dalam menjalankan salat. Sebagai ibadah yang sangat penting, selain salat wajib, ada juga salat-salat sunah. Salah-salat sunah perlu kita kerjakan sebagai penyempurna dari salat-salat wajib kita.

Jawablah dengan tepat!

1 . Apa hikmah membiasakan diri mengerjakan salat sunah? 2 . Jelaskan tentang tata cara mengerjakan salat sunah!

3 . Sebutkan lima contoh salat sunah yang dilakukan secara munfarid! 4 . Jelaskan bahwa ibadah salat dapat menjadi penerang rohani kita!

5 . Apakah yang dimaksud dengan ibadah salat sunah Idul Fitri dan Idul Adha? 6 . Jelaskan bahwa salat id dilaksanakan pada waktu duha!

7 . Jelaskan ketentuan dalam pelaksanaan salat istiska! 8 . Apakah dalam salat istiska ada khotbahnya? Jelaskan!

9 . Mengapa berniat salat tahajud juga perlu dilakukan sebelum tidur? 10. Mengapa dalam salat istikharah perlu berdoa dengan khusyuk?

• seni • budaya lokal • animisme • dinamisme • tradisi Islam • interaksi, dan • upacara adat Sejarah tradisi Islam

di Nusantara

Seni budaya Islam sebagai bagian dari tradisi Islam

Tradisi dan upacara adat di Nusantara

yang akan dipelajari

Perhatikan gambar di atas! Gambar di atas disebut gunungan. Kalian dapat menyaksikan gunungan pada puncak acara peringatan Sekaten di Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Upacara Sekaten masih berlangsung hingga saat ini. Apa hubungan Sekaten dengan bab ini? Mari kita simak bersama.

W Gambar 13.1

Bentuk gunungan dalam upacara sekaten.