Berdasarkan kuatnya anjuran untuk melaksanakannya, salat rawatib dibagi menjadi salat rawatib muakkad dan rawatib gairu muakkad.
1. Salat Rawatib M uakkad
Salat rawatib muakkad adalah salat rawatib yang dikuatkan. Artinya, anjuran untuk melaksanakannya sangat ditekankan oleh Rasulullah saw. Adapun salat rawatib muakkad terdiri atas salat- salat sebagai berikut.
a. Salat dua rekaat sebelum Subuh. b. Salat dua rekaat sebelum Zuhur. c. Salat dua rekaat sesudah Zuhur. d. Salat dua rekaat sesudah M agrib. e. Salat dua rekaat sesudah Isya.
Salat rawatib dapat dilihat dari dua segi.
1. Salat rawatib berdasarkan waktunya.
2. Salat rawatib berdasarkan kuatnya anjuran untuk melaksanakannya.
Salat rawatib muakkad ini merujuk pada hadis Ibnu Umar berikut ini.
‘An ‘Abdilla-hibni ‘Umara qa-la: h.afiz.tu ‘an Rasu-lilla-hi s.allalla-hu ‘alaihi wa sallama rak‘ataini qablaz.-z.uhri wa rak‘ataini ba‘dal- magribi wa rak‘ataini ba‘dal-‘isya-’i wa rak‘ataini qablal-gada-ti Artinya:
D ari Abdullah Ibnu Umar berkata, “ Saya memelihara dari Rasululah saw. senantiasa melaksanakan salat dua rekaat sebelum Zuhur dan dua rekaat sesudah Zuhur dan dua rekaat sesudah magrib dan dua rekaat sesudah Isya, serta dua rekaat sebelum Subuh.” (H.R. Bukha-ri- dan M uslim)
Hadis inilah yang menjadi dasar para ulama menyebutkan jumlah salat rawatib muakkad adalah sepuluh rekaat. Disamping pendapat ini, terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa salat rawatib muakkad berjumlah dua belas rekaat.
Pendapat terakhir ini merujuk pada hadis dari U mmu Habibah bahwa Rasulullah bersabda,” Barangsiapa melaksanakan salat dua belas rekaat, Allah akan membuatkan rumah baginya di surga. Angka dua belas rekaat tersebut sama dengan salat rawatib muakkad di atas dengan ditambah dua rekaat lagi sebelum Zuhur.
2. Salat Rawatib Gairu M uakkad
Salat rawatib gairu muakkad adalah salat rawatib yang anjuran melaksanakannya tidak dikuatkan. Salat ini ada kalanya dilaksanakan Rasulullah saw. dan ada kalanya pula ditinggalkan. Secara umum salat rawatib gairu muak- kad terdiri atas salat-salat berikut ini. Bacalah hadis disamping
dengan baik dan benar beserta terjemahnya. Manakah yang telah kalian lakukan?
Sumber:
www. nurizahcanthiklho. blogspot.com
Gambar 5.2.
Salat rawatib dapat kita laksanakan sebelum atau sesudah salat.
a. Salat dua rekaat sebelum Zuhur selain rawatib muakkad.
b. Salat dua rekaat sesudah Zuhur selain rawatib muakkad.
c. Salat empat rekaat sebelum Asar. d. Salat dua rekaat sebelum M agrib. e. Salat dua rekaat sebelum Isya.
Kegiatan Kelompok
Dengan dipandu Bapak Ibu Guru, lakukan praktik salat rawatib dua rekaat bersama teman sekelas. Kalian dapat melaksanakan kegiatan praktik ini di kelas atau di musalla. Laksanakanlah secara bergantian.
Kegiatan Pribadi
1. Laksanakan salat rawatib dalam kehidupan kalian sehari-hari.
2. Buatlah lembar kontrol kegiatan yang berisi tanggal, waktu, dan tempat kamu melaksanakan salat rawatib.
3. Gunakanlah tabel kontrol tersebut selama satu minggu. Selanjutnya, biasakanlah melaksanakan salat rawatib tanpa menggunakan lembar kontrol. Dengan demikian, kalian terbiasa melaksanakannya tanpa merasa terpaksa.
Pada dasarnya mengerjakan salat rawatib bukanlah sesuatu yang sulit. Kita cukup berniat melaksanakan salat rawatib yang dimaksud lalu mengerjakannya pada saat yang telah ditentukan. M isal, kita ingin salat rawatib dua rekaat sebelum Subuh. Untuk melaksanakan hal tersebut kita berniat salat raw atib qabliyah Subuh lalu melak- sanakannya setelah masuk waktu Subuh.
M eski demikian terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat kita ingin melaksanakan salat rawatib. Hal-hal tersebut sebagai berikut.
1. Rukun salat dilaksanakan dengan baik. M eskipun salat rawatib adalah salat sunah bukan berarti kita boleh mengurangi tata cara salat sebagaimana telah dituntunkan.
2. M endahulukan salat w ajib ketika sudah siap dilaksanakan berjamaah. Jika salat wajib siap dilaksanakan, salat rawatib harus kita hentikan meskipun hampir selesai kita laksanakan. Hal ini menunjukkan penghormatan kita kepada salat wajib.
3. Sebaiknya dilaksanakan dua rekaat-dua rekaat. Hal ini sekadar anjuran sebagaimana salat rawatib yang sering Rasulullah saw. laksanakan.
4. Dilaksanakan pada waktu yang telah dituntunkan. Salat rawatib qabliyah kita laksanakan setelah masuk waktu salat dan salat rawatib bakdiyah kita laksanakan tidak lama setelah salat wajib. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan selain zikir, seperti berbincang-bincang, setelah salat ketika hendak salat rawatib.
Alhamdulillah, kita telah selesai memelajari bab salat rawatib ini. Pelaj aran b ab i n i akan m em b aw a m an faat saat ki t a d ap at melaksanakannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, mari membiasakan diri melaksanakan salat rawatib. Dengan demikian, kekurangan salat wajib kita dapat tertolong dengan salat rawatib ini saat kita berhadapan dengan hisab Allah swt. nanti di akhirat
Untuk memperdalam mengingatkan kembali pemahamanmu atas materi yang telah kalian pelajari, kerjakan beberapa soal dalam Ulangan Harian berikut ini.
1. Salat rawatib adalah salat yang mengiringi salat wajib. 2. Salat rawatib berhukum sunah.
3. Berdasarkan waktu, salat rawatib terdiri atas salat rawatib qabliyah dan salat rawatib bakdiyah.
4. Berdasarkan kuatnya anjuran salat rawatib terdiri atas salat rawatib muakkad dan salat rawatib gairu muakkad.
5. Salat raw ati b sangat p enti ng bagi ki ta karena d ap at menyempurnakan kekurangan salat wajib.
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah salat rawatib itu?
2. Apa akibat salat rawatib berstatus hukum sunah?
3. Apakah yang akan kita dapatkan setelah membiasakan diri mengerjakan salat sunah rawatib?
4. Bolehkan kita melaksanakan salat sunah rawatib di rumah? 5. Apakah salat rawatib qabliyah itu?
6. Sebutkanlah contoh salat rawatib qabliyah?
7. M engapa sebuah salat rawatib disebut salat bakdiyah? 8. Apakah maksud kata muakkad dalam salat sunah?
9. Pernahkah kalian mengerjakan salat sunah rawatib? Ceritakanlah pengalaman kalian.
M acam-macam sujud
Salam jumpa lagi di bab VI
Pada bab ini kita akan mempelajari berbagai hal seputar aturan sujud. Sujud yang akan kita bahas dalam bab ini bukanlah sujud yang kita laksanakan saat salat melainkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.
Bahasan ini sangat perlu kalian kuasai dengan baik. Dengan memahami tema ini, kalian akan dapat menjelaskan kepada adik atau siapapun tentang apa sujud-sujud tersebut berikut tata cara m elaksanakannya. Ti d ak hanya i tu, kali an j uga akan d ap at melaksanakan sujud-sujud tersebut sesuai ketentuan yang benar. M isal, saat kalian mendapatkan hadiah yang sangat kalian idamkan dari ayah ibu. Apakah kalian cukup berterima kasih kepada ayah dan ibu? Sebenarnya tidak. Ada hal lain yang juga sangat layak kalian lakukan, yaitu sujud syukur.
Inilah yang akan kita bahas pada bab ini.
Sujud syukur
Sujud sahwi
Sujud tilawah
Pengertian, tata cara, dan praktik sujud syukur.
Pengertian, tata cara, dan praktik sujud sahwi
Pengertian, tata cara, ragam ayat sajdah, dan praktik sujud tilawah.