• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Yang di Hadapi petani dan Upaya Dalam Mengatasinya

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3. Masalah Yang di Hadapi petani dan Upaya Dalam Mengatasinya

5.3. Masalah Yang di Hadapi petani dan Upaya Dalam Mengatasinya.

Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) merupakan konsep pesanan yang ditetapkan oleh pemerintah dan diberlakukan mulai tahun 2006 sampai sekarang. Konsep ini di berlakukan dengan tujuan agar petani dapat memperoleh pupuk dengan harga murah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani agar petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi dengan tepat jumlah, jenis, tempat, mutu dan harga.

1.Jumlah

Dalam upaya pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan, petani yang lebih diutamakan dalam proses pengajuan RDKK adalah petani yang mengusahakan tanaman jenis padi sawah, dan petani padi sawah yang telah bergabung ke dalam kelompok tani dapat mengajukan RDKK sesuai dengan kebutuhan petani dalam mengembangkan usaha taninya. Pada daerah penelitian yaitu di Desa Serba Jadi sistem pengajuan RDKK yang diberlakukan kepada petani padi sawah sudah memiliki ketentuan dari Dinas Pertanian setempat. Sistem yang diberlakukan kepada petani yang sudah mengajukan RDKK yakni berdasarkan kepada luas lahan petani yang mengusahakan usaha tani pada sawah, oleh sebab itu petani yang mengajukan pupuk subsidi sesuai dengan luas lahan.

Pada tahun 2011 pupuk subsidi yang diajukan petani dalam konsep RDKK sudah sesuai dengan luas lahan petani, yang tergabung dalam kelompok tani. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 16. Jumlah Kebutuhan dan Realisasi Pupuk yang digunakan Petani No. Sampel Kebutuhan Pupuk Bersubsidi (Kg) Realiasi Pupuk Bersubsidi (Kg) Urea SP-36 ZA NPK Organik Urea SP-36 ZA NPK Organik 1 250 150 100 300 500 250 100 100 150 400 2 250 150 100 300 500 250 100 100 150 400 3 250 150 100 300 500 200 100 50 150 400 4 250 150 100 300 500 200 100 100 200 350 5 250 150 100 300 500 250 100 100 250 400 6 500 300 200 600 1000 400 200 100 450 850 7 375 275 150 450 700 300 200 100 350 550 8 125 75 50 150 250 100 60 30 100 100 9 250 150 100 300 500 250 100 50 200 400 10 250 150 100 300 500 250 100 100 250 400 11 375 225 150 450 750 350 200 100 350 600 12 250 150 100 300 500 250 100 50 400 400 13 500 300 200 600 1000 300 100 150 400 6000 14 500 300 200 600 1000 300 100 150 400 6000 15 225 135 90 270 450 200 100 60 220 320 16 125 75 50 150 250 100 60 40 100 200 17 500 300 200 600 1000 250 200 100 450 500 18 250 150 100 300 400 250 100 50 200 300 19 300 180 120 360 600 250 100 100 200 400 20 250 150 100 300 500 250 100 500 150 300 21 250 150 100 300 500 250 100 500 150 400 22 750 450 300 900 1500 625 225 150 700 1000 23 500 300 200 600 1000 425 150 100 300 6000 24 250 150 100 300 500 250 150 500 250 300 25 125 75 50 150 250 100 60 30 150 200 26 125 75 50 150 250 100 60 30 150 200 27 500 300 200 600 1000 450 150 100 550 6000 28 125 75 50 150 250 125 75 50 150 250 29 275 120 180 360 600 225 100 180 250 400 30 125 150 20 75 250 125 100 20 70 250 Jumlah 9050 5510 3660 10815 18000 7625 3490 3790 7840 34270 Sumber : analisis data primer, lampiran 5

Dari tabel 16 dapat dilihat bahwa kebutuhan pupuk yang diajukan petani, belum semua dapat terealisasikan kepada petani hal ini dikarenakan harga pupuk bersubsidi yang dibeli petani dari kios/pengecer tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pada daerah penelitian jumlah pupuk subsidi yang diberikan pemerintah bahkan sangat terbatas dan tidak sesuai dengan pengajuan RDKK. Ada juga petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi dan petani yang mendapatkan pupuk subsidi juga merasa tidak cukup dengan kebutuhan mereka dan petani yang lain yang tidak mendapatkan pupuk mereka menunggu menunggu atau membeli pupuk ke kios lain.

2. Jenis

Di dalam konsep RDKK petani yang mengajukan/ memesan berbagai jenis pupuk dalam mengembangkan usaha taninya. Adapun jenis pupuk yang dibutuhkan petani dan pupuk yang di subsidikan oleh pemerintah yaitu : Urea, Za, SP, NPK dan Organik.

Tabel 17. Kebutuhan Pupuk Dan Ketepatan Jenis Pupuk Yang Digunakan Oleh Petani.

Sumber : analisis data primer

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jenis pupuk Urea,SP,ZA,NPK yang terdapat di kios penegecer. Jenis pupuk organik yang dibutuhkan oleh petani tidak No.

Sampel

Pupuk yang dibutuhkan petani

Pupuk yang diterima

petani Keterangan 1 Urea,NPK,ZA,SP 36 Urea,NPK,ZA,SP 36 Sesuai

2 Urea,NPK,SP 36 Urea,NPK TidakSesuai

3 Urea,Organik,dan NPK Urea,Organik Tidak Sesuai

4 Urea,NPK dan ZA Urea,NPK dan ZA Sesuai

5 Urea,Organik dan SP 36 Urea,Organik Tidak Sesuai 6 Urea,SP 36 dan ZA Urea,SP 36 dan ZA Sesuai 7 Urea,ZA,SP 36dan NPK Urea,ZA,dan NPK Tidak sesuai

8 Urea,Organik,SP 36 Urea,SP 36 Tidak Sesuai

9 Urea,Organik,SP 36 Urea,NPK,SP 36 Sesuai 10 Urea,ZA,SP 36 dan NPK Urea,SP 36dan NPK Tidak Sesuai 11 Urea,Organik,NPK Urea,SP 36,NPK Tidak Sesuai 12 Urea,SP 36 dan Organik Urea,SP 36 dan NPK Tidak Sesuai

13 Urea,Organik,NPK Urea,NPK Tidak Sesuai

14 Urea,NPK dan ZA Urea,NPK dan ZA Tidak sesuai 15 Urea,NPK,Organik Urea,NPK dan SP 36 Tidak Sesuai 16 Urea,SP 36 dan Organik Urea,SP 36 dan NPK Tidak Sesuai 17 Urea,NPK,ZA dan Organik Urea,NPK,ZA Tidak Sesuai 18 Urea,Organik,ZA dan NPK Urea,ZA dan NPK Tidak Sesuai 19 Urea,SP 36, dan NPK Urea,SP 36, dan NPK Sesuai

20 Urea,NPK,SP 36 Urea,NPK,SP 36 Sesuai

21 Urea,NPK dan Organik Urea,NPK dan SP 36 Tidak Sesuai 22 Urea,SP 36,Organik Urea,SP 36,NPK Tidak Sesuai

23 Urea,NPK,SP 36 Urea,NPK,SP 36 Sesuai

24 Urea,NPK,Organik Urea,NPK,SP 36 TIdak Sesuai

25 Urea,SP 36,NPK Urea,SP 36,NPK Sesuai

26 Urea,NPK,SP 36 Urea,NPK,SP 36 Sesuai

27 Urea,SP 36,Organik Urea,SP 36,NPK Tidak Sesuai 28 Urea,NPK,SP 36 Urea,NPK,SP 36 Tidak sesuai 29 Urea,Orrganik,SP 36 Urea,NPK,SP 36 TIdak Sesuai 30 Urea,NPK,SP 36 dan Organik Urea,NPK,SP 36 Tidak sesuai Jumlah

disubsidi di daerah penelitian bahkan ada sebagian petani yang merasa tidak sesuai dengan kebutuhan pupuk yang diberikan pemerintah kepada mereka.

3. Mutu

Salah satu hal yang dapat menandakan pupuk bersubsidi itu dikatakan efektif jika mutu pupuk subsidi yang tertuang dalam konsep RDKK sudah dapat di terima oleh petani dan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitasnya dalam usaha tani. Pada daerah penelitian di desa Serba Jadi mutu pupuk yang disubsidi dari pemerintah sama dengan pupuk sebelumnya beda jauh kalau pupuk yang disubsidi sekarang berwarna merah sedangkan dulu berwarna putih sehingga tanaman yang diberikan pupuk yang disubsidi saat ini sangat lambat kalau dulu pertumbuhan tanaman padi sawah cepat. Pupuk yang diberikan pemerintah juga kurang bagus bagi petani tetap memakai pupuk tersebut dikarenakan kios pengecer dekat dengan lahan mereka.

Untuk lebih jelas mengenai kandungan apa saja yang terdapat dalam setiap kandungan pupuk bersubsidi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 18. Kandungan yang terdapat dalam setiap pupukbersubsidi

Sumber : Dinas Penyuluhan Pertanian NO Jenis Pupuk Kandungan

1 Urea Nitrogen 46% Bieuret 1% Air 0,50% 2 SP P₂O 36% P₂O larut asam 34% P₂O larut air 30% Air 5% Asam bebas H΄PO΅ 3 ZA Nitrogen 20,8% Belerang 23,8% Air 1% Asam bebas H₂SO 4 NPK Nitrogen 15 % Fospor 15% Kalium 15%

5 Organik Kadar C-Organik 12,5% Asam Organik 1%

Air 4-12%

4. Harga

Selain dari tujuan agar petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi dengan tepat jumlah, jenis, waktu, harga, mutu dan tempat, tujuan lain dari pemerintah menetapkan adanya pupuk bersubsidi bagi petani agar tidak ada persaingan harga sehingga petani dapat membeli pupuk dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh produsen. Adapun harga yang ditetapkan oleh pemerintah adalah sebagai berikut:

- Pupuk Urea = Rp. 1.800; per kg;

- Pupuk SP-36 = Rp. 2.000; per kg;

- Pupuk ZA = Rp. 1.400; per kg;

- Pupuk NPK Phonska (15 : 15 : 15) = Rp. 2.300; per kg; - Pupuk NPK Pelangi (20 : 10 : 10) = Rp. 2.300; per kg; - Pupuk NPK Kujang (30 : 6 : 8) = Rp. 2.300; per kg; - Pupuk Organik = Rp. 800; per kg.

Pedagang resmi diwajibkan untuk menjual pupuk bersubsidi tersebut sesuai dengan HET yang telah ditetapkan. Tetapi pedagang pengecer yang ada di daerah penelitian menjual pupuk bersubsidi tidak sesuai dengan HET itu dikarenakan biaya transport untuk mengambil pupuk subsidi dari distributor, banyaknya oknum meminta uang kepada pedagang kios pengecer, tidak sesuai berat pupuk yang diharapkan. Hal ini dapat kita lihat kenaikan harga pupuk pemerintah yang dijual di kios-kios pengecer dan di awasi langsung oleh kelompok tani yang ada di desa Serba Jadi sebagai berikut:

Tabel 19. Perbandingan Harga Pupuk Subsidi Pemerintah dengan Kios pengecer

Jenis Pupuk Harga Kenaikan

harga (%) HET (Rp) Kios pengecer (Rp)

Urea 1.800 2.400 75 SP 36 2.000 2.700 74 ZA 1.400 2.600 53 Organik 800 1.400 57 NPK 2.400 3.100 77 Rata-rata 8.400 12.200 68

Sumber: diolah dari lampiran 6

Dari Tabel 19. Dapat dilihat di daerah penelitian pupuk mengalami kenaikan 68% harga yang ditentukan oleh pemerintah atau harga kios pengecer jauh lebih mahal diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) , tetapi petani padi sawah tetap membeli pupuk subsidi tersebut walaupun harganya jauh dari HET atau kios-kios yang lain hal ini dikarenakan jarak antara kios pengecer dekat dengan lahan petani, pupuk yang dibutuhkan oleh kelompok tani mudah dicari, sehingga para petani tidak ada mempermasalahan dari segi harga.

5.Waktu

Untuk mendukung usaha tani padi sawah dan untuk meningkatkan produktivitas beras, sebaiknya pupuk bersubsidi sudah harus diterima oleh petani padi sawah sebelum massa musim tanam tiba. Menurut Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, dua bulan sebelum musim tanam tiba RDKK sudah harus selesai direncanakan dan telah diajukan ke pedagang pengecer. Hal ini dimaksudkan agar pedagang pengecer dapat mengajukan permintaan pupuk bersubsidi yang telah diajukan RDKK kepada produsen PT. PUSRI untuk jenis pupuk urea dan PT. Petrokimia

Gresik untuk jenis pupuk SP 36,ZA,NPK dan Organik, sehingga pupuk subsidi yang disalurkan produsen tersebut dapat segera menyalurkan pupuk subsidi hingga sampai ke petani sebulan sebelum masa musin tanam tiba. Di dalam daerah penelitian di desa Serba Jadi dalam segi waktu tidak ada hambatan dan masalah karena pupuk subsidi yang diberikan pemerintah tepat waktu dan tidak ada keterlambatan dalam pembagian pupuk subsidi.

6. Tempat

Petani yang boleh mengajukan RDKK hanyalah petani yang telah tergabung dalam sebuah kelompok tani. Hal ini dimaksudkan agar perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi dapat direncanakan secara bersama-sama dan digabungkan ke dalam satu RDKK. Dengan kata lain agar perencanaan RDKK dapat dilakukan efisien. Selanjutnya, RDKK tersebut harus diajukan oleh keua kelompok tani kepada salah satu pedagang pengecer yang ada di desa masing-masing. Para petani tersebut kemudian harus membeli pupuk bersubsidi di kios/pengecer dimana ketua kelompok taninya mengajukan RDKK. Ketua kelompok tani tidak boleh mengajukan RDKK kepada masing-masing pengecer lebih dari satu dan anggotanya/petani tidak boleh membeli pupuk subsidi ke pedagang pengecer lain begitu juga sebaliknya dengan pedagang pengecer, pedagang pengecer tidak diperbolehkan menjual pupuk subsidi kepada anggota kelompok lain selain dari kelompok tani yang mengajukan RDKK di kiosnya.

Pada daerah penelitian konsep tersebut sudah berjalan dengan baik, yang berdasarkan dengan konsep RDKK. Kios pengecer hanya menjual pupuk

bersubsidi kepada kelompok tani yang membutuhkannya. Selain itu tempat pedagang pengecer tidak begitu jauh dengan lahan pertanian petani padi sawah sehingga tidak ada terjadi penyalagunaan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Upaya yang dilakukan petani dalam mengatasi permasalahan perolehan pupuk bersubsdi kelompok tani tidak mempermasalahkannya sebab kios pengecer dekat dengan lahan kelompok tani walaupun dapat dikatakan dari segi harga, jenis, jumlah dan mutu sebagai salah satu masalah dalam perolehan pupuk.

BAB VI

Dokumen terkait