• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORETIS ..................................................................... 11- 32

C. Populasi dan sampel

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2014). Bila subjek dalam penelitian kurang dari 100, sebaiknya diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, tetapi bila subjek penelitiannya besar atau lebih dari 100 dapat diambil antara 10-15% atau lebih (Hatmoko, 2015: 1731).

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini untuk penarikan sample yaitu teknik Non Probability Sampling. Dengan metode penarikan quota sampling yaitu penelitian yang memiliki sampel terbatas, karena dalam penelitian ini sampelnya hanya 60 orang maka sampelnya diambil semua sehingga disebut dengan penelitian populasi. Adapun, rincian nama siswa/i tersebut, yaitu:

Tabel 3.1

Data 60 sampel siswa/i Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo

39 Yusril Asmar XII

55 Muhammad Reski Ramadhan XII

56 Muhammad Aris XII

57 Andi Jihan XII

58 Rahmanuddin XII

59 Ikhsan Usman XII

60 Besse Rina Awalia XII

(Sumber: Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo)

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data bertujuan untuk mendapatkan data dalam kegiatan penelitian berupa data objektif serta valid maka digunakan instrumen penelitian yang diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung penelitian yang dilakukan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:

1. Observasi

Observasi adalah suatu aktifitas untuk koleksi data dengan cara mengamati yang diperlukan. Dalam pengumpulan data ini peneliti melakukan pengamatan langsung dengan memberi makna terkait sesuatu yang diamati. Pada kegiatan ini, observasi dilakukan di dalam lingkungan sekolah baik itu di dalam

maupun di luar kelas Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.

2. Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan yang diketik di google forms, kemudian kuesioner atau angket tersebut dibagikan kepada siswa/i Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo melalui google forms, hal ini dilakukan untuk mendapatkan jawaban dari rumusan masalah dalam penelitian yaitu bagaimana minat baca siswa, dan berapa besar pengaruh gawai terhadap minat baca di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yakni keterangan tertulis berupa dokumen yang dianggap relevan dan dapat mendukung penelitian ini.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan media atau fasilitas yang digunakan untuk pengumpulan data supaya lebih mudah serta hasil yang diperoleh akurat. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu angket, yang memberikan pernyataan untuk dijawab oleh responden dalam rangka melengkapi data peneliti yang akan diteliti. Sehingga instrumen penelitian ini diharapkan data yang kumpulkan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui besaran atau presentasi berbentuk kuantitatif. Jawaban dalam setiap item instrument di jawab responden dengan menggunakan skala likert untuk mengukur data yang telah tersusun.

Instrumen ini dilakukan untuk mengukur kedua variabel yang diteliti:

Tabel 3.2

Skor Pernyataan Skala Likert

No Pernyataan

Jawaban Nilai

1 Sangat setuju 5

2 Setuju 4

3 Kadang-kadang 3

4 Tidak setuju 2

5 Sangat tidak setuju 1

F. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah semua sesuatu yang sudah ditetapkan oleh peneliti untuk menjadi sebuah penelitian kemudian ditarik kesimpulannya untuk memperoleh informasi. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel independen atau variabel bebas

Variabel independen atau variabel bebas merupakan variabel mempengaruhi atau variabel yang menjadi sebab timbulnya sebuah variabel dependen (Sugiyono, 2014). Jadi, di penelitian ini yang menjadi variabel independen yaitu pengaruh gawai yang dinyatakan sebagai variabel X.

2. Variabel dependen atau variabel terikat

Variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel dipengaruhi atau variabel yang menjadi akibat karena adanya variabel independen (Sugiyono, 2014). Jadi, di penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah minat baca yang dinyatakan debagai variabel Y.

Dalam sebuah variabel dalam penelitian terdapat indikator-indikator yang memudahkan dalam mengumpulkan data yang relevan untuk variabel tersebut.

Adapun indikatornya yaitu:

Tabel 3.3

Penjabaran Variabel Penelitian dan Indikator Penelitian

Variabel Indikator Sub Indikator Nomor

Iten Bentuk gawai Bentuk gawai yang simpel

memudahkan saya dalam membaca dengan keadaan

bebas

2

Penggunaan gawai Komunikasi 3

Sosial 4

Pendidikan 5

Dampak positif Mengembangkan imajinasi 6 Melatih kecerdasan 7,8

Dampak Negatif Penurunan konsentrasi saat belajar

11 Malas menulis dan membaca 12

Penurunan dalam Saya senang membaca di

gawai lebih mudah dan praktis

5

Ketertarikan untuk Berusaha menangkap isi atau 6

G. Teknik Pengolahan Data

Di dalam penelitian ini menggunakan dua teknik dalam mengolah data yakni uji normalitas, uji korelasi dan uji regresi linear sederhana, yaitu:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat tingkat kenormalan data yang digunaka, apakah data berdistribusi normal atau tidak. Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai signikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal

b. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (Priyanto, 2013: 34).

2. Uji korelasi

Teknik pengolahan data di penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dalam pengolahan datanya bersifat statistik dengan menggunakan perhitungan dan statistik. Adapun rumus yang digunakan untuk frekuensi data dalam penelitian ini:

selalu membaca pesan bacaan dengan cara mengulang-ulang bacaan

Penasaran apabila bacaan di gawai belum selesai sehingga Tindak lanjut Setelah membaca satu bacaan

di gawai, langsung ingin membaca bacaan lainnya

10

Keterangan:

F = Angka presentase

N = Jumlah frekuensi atau jumlah responden P = Frekuensi yang sedang di cari presentase

Untuk mengetahui berapa besar pengaruh gawai terhadap minat baca siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Peneliti menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Adapun rumus korelasi product moment menurut Arikunta (2002: 146), yaitu sebagai berikut:

∑ ∑

Keterangan:

= Korelasi antara variabel X dan Y = Variabel pengaruh gadget

= Variabel minat baca

∑ = Jumlah hasil dari X dan Y

Untuk mencari koefisien korelasi yang menunjukkan kuat dan lemahnya pengaruh antar variabel X dan Y yaitu menggunakan pedoman korelasi product moment yang ditentukan Sugiyono (2008: 193) sebagai berikut:

Tabel 3.4

Pedoman korelasi product moment

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah

0, 20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0, 60 – 0, 799 Kuat

0, 80 – 1, 000 Sangat kuat

3. Uji regresi linear sederhana

Di dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh gawai terhadap minat baca siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Menurut Mathar (2013: 68) kegunaaan dari uji regresi linear sederhana ini untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas dengan nilai probabilitas 0,05. Adapun rumus regresi linear sederhana, sebagai berikut:

Keterangan:

Y = Nilai dalam variabel dependen yang diprediksi (minat baca) a = Konstanta (bila harga X = 0)

b = Koefisien regresi variabel independen yang menunjukan angka peningkatan atau penurunan variabel independen di dasarkan variabel dependen

X = Nilai variabel independen (gawai) H. Uji Validitas dan Reabilitas

1. Uji Validitas

Validas merupakan suatu instrumen dalam kuesioner yang menunjukkan kevalidan atau tidak validnya suatu instrumen pernyataan. Suatu instrumen yang valid jika memiliki validitas tinggi. Sebaliknya jika instrumen tidak valid memiliki validitas rendah (Arikunto, 2010: 168).

Uji validitas dimaksudkan di sini untuk menguji valid atau tidak validnya pernyataan dalam kuesioner yang di jawab oleh responden. Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu item pernyataan dalam kuesioner jika nilai rhitung > r

tabel, maka uji validitasnya dinyatakan valid, jika nilai rhitung ˂ r tabel, maka uji validasinya dinyatakan tidak valid.

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas Variabel Penggunaan Gawai (Variabel X) No. Item

Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

1 0,362 0,254 Valid

Hasil Uji Validitas Variabel Minat Baca Siswa (Variabel Y) No. Item

Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

1 0,701 0,254 Valid

9 0,443 0,254 Valid

10 0,743 0,254 Valid

(Sumber: Olah data SPSS, 2021 )

Dari hasil uji validitas variabel X dan variabel Y diatas, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan peneliti, jika nilai rhitung > r tabel, maka uji validitasnya dinyatakan valid, jika nilai rhitung ˂ r tabel, maka uji validasinya dinyatakan tidak valid. Dalam penelitian ini berdasarkan taraf signitikan 5% dan didapatkan r tabel = 0,254. Jadi semua pernyataan dapat dinyatakan valid atau layak dijadikan angket penelitian.

2. Uji Reabilitas

Suharsimi Arikunto (2013: 100) mengemukakan bahwa reabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Tuntutan bahwa instrumen evaluasi harus valid menyangkut harapan diperolehnya data yang valid, sesuai dengan kenyataan. Jika validitas terkait dengan ketetapan objek yang tidak lain adalah tidak menyimpang data dari kenyataan artinya bahwa data tersebut benar.

Uji reabilitas yaitu suatu instrumen kuesioner dapat dipercaya (reliable) untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data. Dalam penelitian ini menggunakan rumus Alfa Cronbach yaitu dengan melihat kriteria indeks koefisien reabilitas. Untuk menentukan reliable atau tidak reliable jawaban dari setiap item. Jika nilai Croancbach’s Alpha > 0,6, maka data dikatakan dikatakan reliable, dan jika Croancbach’s Alpha ˂ 0,6 maka dikatakan tidak reliable.

Untuk menguji reabilitas instrument menggunakan croancbach’s alpha dengan bantuan program olah data SPSS 2021.

Tabel 3.7

Hasil Uji Realibitas Variabel X Penggunaan Gawai Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.630 15

(Sumber: Olah data SPSS, 2021)

Tabel 3.8

Hasil Uji Realibitas Variabel Y Minat Baca Siswa Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.781 10

(Sumber: Olah data SPSS, 2021 )

Dari tabel tersebut diketahui nilai croancbach’s alpha untuk semua variabel bernilai lebih besar dari 0.6. Dengan demikan pernyataan dari variabel X dan variabel Y dikatakan reliabel, dikarenakan nilai Croancbach’s Alpha >

0,6.

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo

1. Profil Sekolah

Nama Sekolah : Madrasah Aliyah DDI Paria

NSM : 131273130181

NPSN : 60729995

Status : Swasta

Bentuk Pendidikan : MAS Penyelenggaraan : Perorangan SK Pendirian Sekolah : 2006 Tahun 2006 Tanggal SK Pendirian : 2006-04-11

SK Izin Operasional : AHU-0017015.AH.01.04. Tahun 2015 Tanggal SK Operasional : 2015-10-15

Alamat : Jl. Makmur Paria

Kepala Sekolah : Drs. Ambo Sengngeng, S. Pd.

2. Sejarah berdirinya

Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria di dirikan oleh KH. ABD.

Rahman Ambo Dalle pada tahun 1944 yang merupakan cabang pertama DDI Mangkoso. KH. Abd. Rahman Ambo Dalle yang akrab dipanggil “Gurutta” oleh para santri dan santriwati pada masyarakat umumnya di Wilayah Indonesia Timur, adalah sosok ulama kharismatik di Sulawesi Selatan, bahkan beliau tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia.

Ambo Dalle adalah putra semata wayang dari kedua orang tuanya.

Ayahnya bernama Pung Ngati Daeng Patobo, dan ibunya bernama Andi Cendra Dewi, yang lazim dipanggil Puang Cendaha. Beliau dilahirkan di Desa Ujung”E, Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo, sekitar 7 km di sebelah utara kota Sengkang. Oleh orang tuanya diberi nama Ambo Dalle. Ambo artinya bapak, Dalle artinya rezeki. Dengan nama ini, terkandung harapan agar kehidupan sang anak senantiasa murah rezeki dari sisi Allah. Adapun nama Abdurrahman baru disandangnya ketika ia mulai belajar mengaji.

Ambo Dalle melanjutkan pendidikannya ke kota Sengkang, selain masuk ke Volk School (sekolah Rakyat) juga mengikuti kursus bahasa Belanda di (HIS) Hollandsch Inlandsch Sengkang. Selepas itu, beliau melanjutkan pendidikannya di Sekolah Guru Syarikat Islam (SI) di Makassar.

Ambo Dalle berhasil melanjutkan cita-citanya, mendirikan Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) di Mangkoso. Ambo Dalle selaku pimpina MAI yang telah memiliki cabang di beberapa daerah, maka oleh musyawarah alim ulama diamanatkan untuk memimpin organisasi DDI. Dalam musyawarah yang diadakan di Mangkoso ini disepakati pengintegrasian MAI Mangkoso beserta cabang-cabangnya ke dalam DDI.

Cabang pertama DDI Mangkoso yaitu DDI Paria yang berlokasi di Jln.

Makmur Paria, Kelurahan Paria, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. Di dalam Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria terbagi atas 2 tingkatan yaitu ada tingkatan Madrasah Tsanawiyah DDI Paria dan tingkatan Madrasah Aliyah DDI Paria. Namun, tingkatan aliyah baru diresmikan pada tahun 2005.

3. Visi dan Misi Madrasah Aliyah DDI Paria Visi

Mewujudkan lembaga pendidikan keagamaan yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang berakidah islam Ahlasunnah Waljamaah.

Misi

a. Mengefektifkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan bimbingan agar siswa dapat berkembang secara maksimal sesuai kemampuan.

b. Mengembangkan situasi kompetitif di lingkungan madrasah baik antar siswa maupun tenaga edukatif.

c. Mengembangkan nilai kehidupan yang islam, berilmu, dan beraklakul karimah.

4. Susunan Organisasi a. Ketua Yayasan b. Komite Sekolah c. Kepala Sekolah d. Wakil Kepala Sekolah e. Sekretaris

f. Bendahara g. Wali Kelas h. Guru TU i. Operator

5. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana Madrasah Aliyah DDI Paria terdiri dari ruang belajar, perpustakaan, kantor, UKS, mesjid, WC, kantin, ruangan guru,

laboratorium komputer, sarana olahraga, ruangan pramuka, ruangan PMR, ruangan OSIS. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.1

Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah DDI Paria

NO Jenis Ruangan Jumlah Baik Rusak

1 Ruang Belajar 3 -

2 Perpustakaan 1 -

3 Kantor 1 -

4 UKS 1 -

5 Mesjid 1 -

6 WC 3 -

7 Kantin 2 -

8 Ruangan Guru 1 -

9 Laboratorium Komputer 1 -

10 Sarana Olahraga 1 -

11 Ruangan Pramuka 1 -

12 Ruangan PMR 1 -

13 Ruangan OSIS 1 -

(Sumber: Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo).

B. Penggunaan Gawai Siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo

Gawai merupakan suatu alat eletronik kecil yang multifungsi, gawai bisa digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi yang diinginkan dan dapat juga digunakan untuk membaca tanpa harus datang lagi ke perpustakaan untuk meminjam buku, karena sekarang sudah banyak perpustakaan yang koleksinya di digitalkan, jadi dengan menggunakan gawai kita bisa mengaksesnya.

Berdasarkan jawaban yang telah diberikan responden dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan cara menyebar kuesioner melalui google forms sebanyak 60 eksamplar dan terisi semua, maka dari itu peneliti akan memaparkan hasil jawaban responden dalam bentuk tabel sebagai berikut:

1. Waktu menggunakan gawai

Penggunaan gawai yang berlebihan akan menganggu kinerja otak, oleh karena itu dalam penggunaan gawai harus dibatasi yaitu menggunakan gawai dalam sehari yang ideal berdurasi 257 menit atau sekitar 4 jam, jika melebihi daari 4 jam dianggap menganggu kinerja otak.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai waktu menggunakan gawai sebagai berikut:

Tabel 4.2

Menggunakan gawai 4 jam perhari

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.2 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika menggunakan gawai 4 jam perhari sebanyak 8 orang dengan persentase 13%, responden yang menjawab setuju sebnyak 16 orang dengan persentase 27%, responden yang menjawab kadang-kadang sebanyak 3 orang dengan persentase 5%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 23 orang dengan persentase 38%, dan responden yang

menjawab sangat tidak setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 17%.

2. Bentuk gawai

Jenis gawai yang dimaksudkan disini yaitu smartphone. Kehadiran smarthpone memudahkan seseorang melakukan aktivitas membaca dengan posisi apapun karena ukurannya lebih kecil dan simpel sehingga pengguna bisa menyelesaikan sampai akhir cerita sambil rebahan, duduk, atau segala macam posisi yang membuatnya nyaman untuk membaca.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai bentuk gawai sebagai berikut:

Tabel 4.3

Bentuk gawai yang simple memudahkan dalam membaca dengan keadaan bebas

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

Sangat Setuju 5 9 15%

Setuju 4 33 55%

Kadang-kadang 3 0 0%

Tidak setuju 2 18 30%

Sangat tidak setuju 1 0 0%

Total 60 100%

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.3 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika bentuk gawai yang simple memudahkan dalam membaca dalam keadaan bebas sebanyak 9 orang dengan persentase 15%, responden yang menjawab setuju 33 orang dengan responden 55%, dan responden yang menjawab tidak setuju ada 18 orang dengan persentase 30%.

3. Penggunaan gawai a. Komunikasi

Kehadiran gawai memudahkan manusia berkomunikasi jika dulu manusia hanya bisa berkomunikasi dengan batin, kemudian mengalami perkembangan yaitu melalui tulisan yang dikirim di pos yang membutuhkan waktu cukup lama. Namun, sekarang tinggal menghitung detik kita sudah bisa berkomunikasi dengan orang banyak menggunakan handphone.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai penggunaan gawai dalam dunia komunikasi sebagai berikut:

Tabel 4.4

Memudahkan berkomunikasi dengan teman

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.4 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika gawai memudahkan berkomunikasi dengan teman sebanyak 28 orang dengan persentase 47%, responden yang menjawab setuju 25 orang dengan responden 41%, dan responden yang menjawab tidak setuju ada 7 orang dengan persentase 12%.

b. Sosial

Gawai memiliki berbagai macam aplikasi dan fitur-fitur yang bisa digunakan untuk berbagi dan mendapatkan kabar, berita, dan cerita.

Sehingga dalam memanfaatkannya kita dapat berkomunikasi dengan kerabat yang jauh dan juga bisa menambah teman.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang persentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai penggunaan gawai di bidang sosial sebagai berikut:

Tabel 4.5

Fitur-fitur yang ada di gawai di gunakan untuk berbagi dan mendapatkan informasi

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika fitur-fitur yang ada di gawai, digunakan untuk berbagi dan mendapatkan informasi sebanyak 5 orang dengan persentase 8%, responden yang menjawab setuju sebanyak 30 orang dengan persentase 50%, dan responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 25 orang dengan persentase 42%.

c. Pendidikan

Jika dulu belajar harus berfokus dengan buku namun seiring dengan perkembangan zaman, kita dapat belajar menggunakan melalui gawai dan berbagai ilmu pengetahuan dapat diakses, jadi kita tidak perlu repot pergi ke perpustakaan.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran

tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai penggunaan gawai dalam dunia pendidikan sebagai berikut:

Tabel 4.6

Menggunakan gawai untuk belajar di rumah

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

Sangat Setuju 5 15 25%

Setuju 4 35 58%

Kadang-kadang 3 0 0%

Tidak setuju 2 10 17%

Sangat tidak setuju 1 0 0

Total 60 100%

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.6 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika menggunakan gawai untuk belajar di rumah sebanyak 15% dengan persentase 25%, responden yang menjawab setuju sebanyak 35% dengan persentase 58%, dan responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 10 orang dengan persentase 17%.

4. Dampak Positif

a. Mengembangkan imajinasi

Dalam hal ini mengembangkan imajinasi adalah dengan melihat gambar kemudian menggambarnya dengan keinginan sendiri sesuai imajinasi sehingga dapat melatih daya pikir.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria tentang penggunaan gawai dapat mengembangkan imajinasi sebagai berikut:

Tabel 4.7

Menggunakan gawai bisa menemukan ide-ide kreatif dan menarik dari suatu informasi bacaan di gawai

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.7 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika menggunakan gawai bisa menemukan ide-ide kreatif dan menarik dari suatu informasi bacaan di gawai sebanyak 1 orang dengan persentase 2%, responden yang menjawab setuju sebanyak 31 orang dengan persentase 52%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 17%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju ada 1 orang dengan persentase 2%.

b. Melatih kecerdasan

Melatih kecerdasan maksudnya di sini siswa dapat membiasakan diri dengan adanya angka-angka, gambar-gambar dan tulisan-tulisan yang dapat membantu dalam proses belajar.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria tentang penggunaan gawai dapat melatih kecerdasan sebagai berikut:

Tabel 4.8

Tampilan di gawai membuat tertarik untuk membaca Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase

(%)

Sangat Setuju 5 7 12%

Setuju 4 30 50%

Kadang-kadang 3 1 2%

Tidak setuju 2 20 33%

Sangat tidak setuju 1 2 3%

Total 60 100%

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.8diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika tampilan di gawai membuat tertarik untuk membaca ada 7 orang dengan persentase 12%, responden yang menjawab setuju sebanyak 30 orang dengan persentase 50%, responden yang menjawab kadang-kadang ada 1 orang dengan persentase 2%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 20 orang dengan persentase 33%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju ada 2 orang dengan persentase 3%.

Tabel 4.9

Dengan menggunakan gawai membantu dalam mencari informasi sumber bacaan

Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase (%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika dengan menggunakan gawai membantu dalam mencari informasi sumber bacaan sebanyak 20 orang dengan persentase 33%, responden yang menjawab setuju sebanyak 28 orang dengan persentase 47%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 11 orang dengan persentase 17%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju ada 1 orang dengan

persentase 2%.

c. Meningkatkan rasa percaya diri

Meningkatkan rasa percaya diri di sini yaitu agar siswa PD tampil di depan umum karena adanya rasa percaya diri yang dimiliki tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria tentang pengunaan gawai dapat meningkatkan rasa percaya diri sebagai berikut:

Tabel 4.10

Kecanggihan yang dimiliki gawai membuat senang dalam membaca Uraian Skor Frekuensi (F) Persentase

(%)

(Sumber: Hasil Pengolahan Data Mei 2021)

Berdasarkan tabel 4.10 diketahui dari 60 responden, yang menjawab sangat setuju jika kecanggihan yang dimiliki gawai membuat senang dalam membaca sebanyak 28 orang dengan persentase 47%, responden yang menjawab setuju sebanyak 27 orang dengan persentase 45%, responden yang menjawab sangat tidak setuju ada 4 orang dengan persentase 7%, dan responden yang menjawab sangat tidak setuju ada 1 orang dengan persentase 2%.

d. Mengembangkan kemampuan dalam menulis, membaca, dan memecahkan masalah

Dalam hal ini akan timbul dalam diri seorang siswa rasa ingin tahu terhadap segala hal yang mendorong dirinya untuk belajar sendiri tanpa

paksaan.

Berdasarkan hasil penelitian, tabel berikut ini adalah gambaran tentang presentase siswa di Sekolah Madrasah Aliyah DDI Paria mengenai penggunaan gawai dapat mengembangkan kemampuan dalam menulis, membaca, dan memecahkan masalah sebagai berikut:

Tabel 4.11

Tabel 4.11

Dokumen terkait