• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan kondisi eksisting di atas maka dapat dirumuskan isu strategis pengembangan permukiman dan infrastruktur perkotaan di Kabupaten Minahasa,

SANITASI / AIR

kabupaten Minahasa adalah masih tingginya tingkat kebocoran (20-30%), - Jam pelayanan yang masih

terbatas (2-3 jam/hari) bahkan ada yang

pelayanannya 2-3 kali per minggu.

- Sumber air baku utamanya adalah mata air, dengan sistem distribusi

menggunakan metode gravitasi.

masyarakat kota Tondano

- Adanya Rencana Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum oleh pihak PDAM dengan

memanfaatkan bahan baku air Danau Tondano untuk kebutuhan Instalasiair bersih Kota Tondano.

- Belum adanya rencana Induk SPAM (Sistem Pengelolaan Air Minum)

Kabupaten Minahasa.

SANITASI / AIR

LIMBAH

Kebersihan lingkungan pengelolaan limbah di Kabupaten Minahasa terdiri dari :

- Pengelolaan limbah Rumah Tangga (skala kecil), yang terdiri dari :

- Pengelolaan air limbah di Kabupaten Minahasa saat ini masih menggunakan cara pembuangan air limbah setempat (On Site Sanitation System), dimana air limbah

- Pengolahan limbah yang ada di

kabupaten Minahasa pada umumnya masih tergolong berskala kecil.

48

o WC (Buangan Air Besar), dikelola secara partial per rumah tangga menggunakan septictank.

o Limbah (air buangan) masak, cuci, dan mandi masih dibuang langsung ke saluran terdekat.

o Limbah usaha kecil/menengah untuk pengolahan bahan makanan seperti pengrajin tahu, tempe, nata de coco, bakso, sebagian besar masih di buang langsung ke tanah, ke sumur resapan.

- Pengelolaan limbah berskala sedang seperti :

o Limbah Pabrik/Industri, standar pabrik yaitu sesuai dengan baku mutu effluent saat limbah tersebut akan di buang ke saluran/riol kota.

o Limbah Rumah sakit, harus terdapat pengelolaan IPAL khusus sesuai standar Rumah Sakit.

- Pengelolaan Limbah berskala Besar Perkotaan yakni :

o Belum ada perencanaan IPAL Perkotaan untuk sebuah kota di wilayah kabupaten

Minahasa.

buangan langsung dibuang ke saluran terdekat yang ada, termasuk ke sungai yang melintasi tempat tersebut.

- Intalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)/Instalasi Pengelolaan Limbah Terpadu (IPLT) atau pengelolaan limbah yang “Off Site Sanitation System” belum terbangun.

- Fasilitas buang air besar (MCK/WC) sebagian besar menggunakan septic tank.

- Belum adanya perencanaan pengolahan limbah berskala perkotaan ataupun berskala lingkungan/ terpadu baik oleh pemerintah maupun dari pihak swasta. Kecuali pada beberapa unit rumah sakit.

DRAINASE

- Pada umumnya pola permukiman penduduk di Minahasa telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana drainase sebagai antisipasi terhadap terjadinya genangan. Di Kota tondano, sebagian besar saluran tertiernya (selokan) begitu baik bahkan masih baru, tersusun rapih mengarah ke jaringan sekunder dan ke primer.

- Dibeberapa tempat terutama dibeberapa desa di kecamatan Eris dan Langowan masih didapati adanya badan jalan

- Klasifikasi jaringan drainase di kota Tondano terbagi atas saluran primer, sekunder dan tersier. Dimana sungai menjadi sarana pembuangan akhir dari keseluruhan saluran drainase tersebut.

- Kapasitas saluran cukup memadai, tetapi belum seluruh kawasan memiliki jaringan drainase (sekunder dan tersier), hanya sekitar 70% dari keseluruhan kawasan terbangun.

- Sering terjadinya genangan di

- Pembangunan drainase hanya terkonsentrasi di perkotaan, terutama di kota Tondano sebagai Ibukota Kabupaten - Pembangunan

drainase di perdesaan pada umumnya ditangani secara swadaya oleh

masyarakat setempat - Pembangunan akan

tertata rapih bilamana

49

tanpa dilengkapi saluran drainase tertier /selokan.

- Di seputar danau pada umumnya jalur drainasenya langsung dibuang ke danau, tidak terdapat jaringan drainase sekunder dan primer di sekitar permukiman penduduk.

- Jaringan drainase terstruktur secara baik, sejak dari tertier, sekunder sampai dengan jaringan primer hanya terlihat pada kawasan persawahan, sampai aliran airnya masuk ke danau.

wilayah perkotaan Kabupaten Minahasa akibat air hujan disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

d. Kurang memadainya pemeliharaan rutin

terhadap saluran yang telah ada

e. Belum tersedianya prasarana drainase yang memadai untuk melayani kawasan rawan genangan f. Belum tertatanya sistem

jaringan drainase kota yang baik.

- Prasarana dan sarana drainase di kawasan IKK lainnya di kabupaten Minahasa pada umumnya mengikuti pola jalan, di mana pada umumnya masih dalam kondisi saluran tanah, kecuali di KK Langowan Timur, Kawangkoan dan Tombariri.

- Masih terdapat Aliran Sungai yang dijadikan pembuangan akhir aliran drainase, antara lain :

▪ Sungai Sumesempot (melayani areal di sekitar Kampung Jawa),

▪ Sungai Sumalangka (melayani areal di sekitar Sasaran),

▪ Sungai Roong (melayani areal di sekitar Roong),

▪ Sungai Talu/Papakelan (melayani kawasan bagian Timur),

▪ Sungai Toubeke (melayani kawasan bagian selatan) dan

▪ sungai Tondano (sebagai sungai utama melayani anak-anak sungai dan kawasan kota Tondano pada

pembangunannya merupakan satu kesatuan paket pekerjaan dengan pembangunan badan jalan atau jembatan - Perlu adanya

perhatian terhadap

‘Run Off’ ke Danau Tondano, dari

pengairan/sungai kecil seputaran Danau Tondano agar tidak terjadi pendangkalan dan ancaman banjir.

50

umumnya).

PERSAMPA HAN

- Tempat-tempat pembuangan sampah perkotaan, di Kota Tondano telah tersistem pada bak pembuangan sampah yang nantinya akan dilanjutkan oleh truck pengankut sampah ke TPA.

- Di beberapa tempat sampah masih berserakan dan tidak diperhatikan

- Di desa-desa pada umumnya di Kabupaten Minahasa, sampah masih di kelola secara tradisional dengan menggali lobang sampah di pekarangan atau dibakar di dalam lobang sampah tersebut.

- Di kota-kota kecamatan, pembuangan sampah dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

- Sumber dan timbunan sampah di kota Tondano dan kawasan Ibukota Kecamatan di kabupaten Minahasa pada umumnya adalah kawasan permukiman penduduk, kawasan komersial (pertokoan/pasar),

perkantoran, jalan kota dan lainnya.

- Wilayah pelayanan

persampahan di kota Tondano sudah mencapai 80,6% dari 36 kelurahan/desa yang ada di kota Tondano. Luas daerah urban mencapai 7.726 ha dan produksi sampah sekitar 71,15 M3 per hari.

- Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah berlokasi di kecamatan Tondano Utara (TPA Kulo). Sampai saat ini TPA tersebut belum

difungsikan sebagai TPA yang menggunakan sistem Sanitary Landfill dan masih bersifat Open Dumping, karena belum dilengkapi dengan peralatan berat yang berfungsi dalam penyediaan, pengangkutan dan pemadatan tanah.

- Frekuansi pengangkutan sampah 2-3 kali seminggu, dilayani oleh 4 Unit truck pengangkut sampah, dilengkapi dengan 20 unit kontainer yang berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Sementara yang tersebar di 20 titik di wilayah Tondano.

- Pengelolaan sampah belum secara keseluruhan

tertangani oleh pihak pemerintah

kabupaten. Masih banyak jalan lorong yang tidak terlayani truk sampah kota Tondano/Kab.

Minahasa - Belum adanya

pengelolaan sampah secara professional sehingga sampah bisa dikelola menjadi suatu produk bahan baku.

- Pengolahan sampah di perdesaan masih menggunakan system yang tradisional dengan menggali lobang sampah di pekarangan.

- Sampah perkampungan seputaran Danau Tondano masih dibiarkan masuk ke Danau

PBL

JALAN

- Jalan-jalan yang ada di Kabupaten Minahasa pada umumnya berada dalam kondisi yang memungkinkan dan dapat

- Total panjang jalan di Kabupaten Minahasa yaitu 613,60 Km. Secara umum dari total panjang jalan tersebut,

- Kondisi jalan lingkungan di permukiman masih banyak yang belum

51

dikatakan masih baik.

- Klasifikasi jalan yang termasuk pada jalan propinsi (jalan lingkar Danau Tondano - seharusnya berukuran ROW 22 m, lebar minimum 7,5m, ruas jalan yang menghubungkan Kota Minahasa PKW dengan pusat-pusat permukiman, baik itu antara PKL dengan PKW maupun antara PKL dan PPK), tetapi di lapangan hanya selebar ± 5 m.

64% panjang jalan dengan kondisi baik.

- Sedangkan total jembatan yang ada di Kabupaten

Minahasa yaitu 144 jembatan.

tertangani / rusak - Kondisi Jalan lintas

antar kecamatan belum tertangani dengan baik

BANGUNAN

- Bangunan di perkotaan (Tondano, Langowan,

Kawangkoan dan di kota-kota kecamatan lainnya) pada umumnya berada dalam kondisi baik dengan struktur bangunan yang permanen.

- Sebagian bangunan di perdesaan juga berada dalam kondisi baik, tetapi terdapat juga bangunan yang belum tertata, bahkan perletakannya belum sesuai aturan bangunan yang layak huni.

- Kondisi bangunan di seputar Danau Tondano sebagian besar tergolong pada bangunan sederhana berkelompok dengan jarak yang terlalu dekat bahkan cenderung dinilai kumuh.

- Bangunan gedung pada umumnya sudah memenuhi persyaratan keselamatan bangunan.

- Bangunan gedung dan rumah negara diperhadapkan pada kondisi persyaratan kesehatan (khususnya sanitasi),

kenyamanan (pandangan, getaran dan kebisingan) serta kemudahan (kelengkapan prasarana dan sarana, serta aksesibilitas bagi penyandang cacat/lansia) yang kurang memadai.

- Umur bangunan sebagian besar > dari 20 tahun.

Bangunan gedung selain untuk peruntukan hunian atau tempat tinggal yang ada pada umumnya merupakan fasilitas sosial-budaya (pendidikan dan kesehatan), fasilitas

keagamaan, dan fasilitas dan fasilitas ekonomi (usaha) termasuk perkantoran pemerintah.

- Fungsi bangunan gedung yang ada antara lain sebagai bangunan usaha dan tempat tinggal.

- Fungsi bangunan gedung pada umumnya adalah :

- Kondisi bangunan perkotaan tergolong baik bahkan sebagian bisa dikategorikan mewah

- Kondisi bangunan di perdesaan terlalu bertolak belakang atau terdapat perbedaan / kesenjangan yang terlalu jauh dengan kondisi bangunan perkotaan, bila ditinjau dari segi kualitas.

52

▪ untuk hunian atau tempat tinggal (90%)

▪ sedangkan yang lainnya untuk aktivitas usaha, sosial budaya, keagamaan dan kegiatan khusus lainnya (10%).

- Bangunan tradisional, bersejarah, dan bernilai ekonomis terdapat di :

▪ Kecamatan Tondano Timur (Kawasan Kelurahan Kampung Jawa).

- Permukiman nelayan yang ada di kabupaten Minahasa pada umumnya terdapat di :

▪ Seputaran Danau Tondano (10 desa) dan

▪ Pesisir Timur dan Barat Minahasa (10 Desa).

LINGKUNGAN

- Lingkungan perkotaan telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup baik, tetapi pada beberapa titik masih perlu di tambahkan berdasarkan spesifikasi kegiatan atau unsur kegiatan tertentu.

- Kelengkapan sarana dan prasarana kota sebagai

pelengkap dan aksentuasi suatu kota juga perlu diperhatikan untuk di desain dengan konsep yang baik agar ciri suatu kota bisa lebih menonjol, antara lain kelengkapan desain taman, seperti RTH ataupun RTNH yang menjadi tempat

berkegiatan/santai –duduk-duduk, jalan-jalan dsb, di saat selesai kerja dan juga bisa dijadikan tempat pengamatan pada suatu kota (mis. Di Kota Tondano)

- Pemerintah harus lebih tegas menetapkan kawasan mana

- Sarana lingkungan seperti Ruang Terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Minahasa masih terbatas pada kawasan Ibukota Kabupaten.

- Kondisi dan kleberadaan RTH, serta sarana prasarana olah raga, dan tempat-tempat bersejarah lainnya berupa gua-gua jaman jepang adala sbb:

✓ Luas Ruang Terbuka Hijau masing-masing :

▪ Taman Kota 1 ha dan hutan kota 2 ha.

▪ Prasarana dan sarana olahraga yang ada sudah cukup memadai.

✓ Terdapat 1 Stadiun (Kapasitas 20.000 tempat duduk),

✓ Lapangan Tenis Indoor dan parasarana olahraga lainnya.

✓ Gua-gua bersejarah jaman

- Adanya konsep yang jelas dalam

perencanaan RTH dan RTNH, memiliki tujuan dan maksud tertentu untuk kepentingan kawasan perkotaan (khususnya kota Tondano).

- Adanya perhatian terhadap keberadaan lingkungan dikaitkan dengan kesehatan dan kenyamanan

pengguna atau masyarakat setempat.

- Kurangnya area hijau yang memadai pada kawasan permukiman penduduk sehingga dibutuhkan adanya RTH baik publik maupun privat.

53

sebagai kawasan konservasi dengan alas an yang jelas dan mana yang bisa di bangun untuk dijadikan area perumahan dan permukiman.

Jepang

✓ Makam Pahlawan Nasional Kyai Modjo

✓ Makam Misionaris Riedel

PENGGUN