TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN
6. Sanitasi Lingkungan Permukiman
Sanitasi dapat dipahami sebagai upaya membuang limbah cair domestik dan sampah untuk menjamin kebersihan dan lingkungan hidup sehat, baik ditingkat rumah tangga maupun di lingkungan perumahan.
Terdapat 3 (tiga) instalasi pengolah limbah di Kota Balikpapan, yaitu :
1. Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) yang berada di TPA Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.
IPLT dibangun di TPA Manggar untuk mengolah lumpur tinja dari septik tank. Lumpur tinja dari septik tank dibawa ke IPLT dengan menggunakan truk tinja. Kota Balikpapan memiliki satu unit truk tinja, tetapi sudah tidak dapat beroperasi lagi karena rusak. Sedangkan truk tinja yang beroperasi di Balikpapan adalah milik swasta.
2. Instalasi Pengolah Air Lindi yang berada di TPA Manggar Kecamatan Balikpapan Timur 3. Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) yang berada di Kelurahan Margasari Kecamatan
Balikpapan Barat, terpusat dibangun melalui Kalimantan Urban Development Project (KUDP) di danai oleh Bank Dunia (IBRD — Loan 3854 — IND).
Gambar 3.32. IPAL Marga Sari
LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2015 III. 36
Instalasi ini mulai dioperasikan pada bulan September 2002 dengan jumlah jam operasi selama 24 jam/hari dengan volume limbah yang masuk mencapai ± 250 m3/hr. Standar mutu air olahan (effluent) yang digunakan dalam perencanaan adalah SK Gubernur Kalimantan Timur Tahun 1995 mengenai Kualitas Air Buangan Kelas C. Limbah yang diolah dalam IPAL ini adalah limbah padat cair yang berasal dari WC, kamar mandi, dan dapur.
Ketiga instalasi pengolah limbah di atas, dikelola oleh dua institusi yang berbeda. IPLT dan IPAL Sampah dikelola oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Balikpapan. Sedangkan pengelolaan sistem air limbah terpusat dan IPAL Margasari dilakukan oleh PDAM Kota Balikpapan.
Kondisi sanitasi lingkungan permukiman di Kota Balikpapan dapat dilihat dari tempat pembuangan air besar. Tempat pembuangan air besar rumah tangga di Kota Balikpapan diantaranya adalah tempat buang air besar sendiri, bersama, umum dan ada juga rumah tangga yang tidak memiliki tempat buang air besar.
Berdasarkan Tabel SP-8 Buku Data SLHD, diketahui bahwa rumah tangga di Kota Balikpapan yang telah mempunyai tempat buang air besar sendiri mencapai 88.051 rumah tangga atau 89,66 %, meningkat 6,66% dari tahun 2014. Sedangkan rumah tangga yang menggunakan tempat buang air besar bersama atau umum adalah kurang lebih 6.956 rumah tangga atau 7,08 %. Jumlah rumah tangga yang tidak mempunyai tempat buang air besar mencapai 3.179 rumah tangga atau 3,24 %.
Gambar 3.33.
Proporsi Fasilitas Tempat Buang Air Besar
LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2015 III. 37
Kondisi tempat buang air besar yang kurang baik dapat dilihat dalam gambar berikut: Gambar 3.34.
Kondisi Tempat Buang Air Besar
Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Tahun 2015
Untuk kondisi tempat buang air besar yang sehat dapat dilihat dari adanya tempat buang air besar yang memenuhi syarat dan sarana pengolahan air limbah. Pada tahun 2015, umumnya rumah tangga di Kota Balikpapan mempunyai tempat buang air besar yang memenuhi syarat yaitu sebesar 84,15% meningkat 5,52% dari tahun 2014. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat adalah 6,36%
meningkat 3,33% dari tahun 2014. Sebanyak 7,24% tidak mempunyai tempat buang air besar yang berarti mengalami penurunan dibandingkan dengan data tahun 2014 yaitu sebesar 1,48%. Sedangkan yang tidak mempunyai tempat buang air besar yang memenuhi syarat sebesar 3,23% menurun 0,91% dibandingkan data tahun 2014. Kecamatan yang sebagian masyarakatnya belum mempunyai tempat buang air besar adalah Kecamatan Balikpapan Barat sebanyak 28,67%. Hal ini dapat dilihat pada Tabel SP-8A di Buku Data.
C. Kesehatan
Pemerintah Kota Balikpapan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sampai saat ini telah tersedia fasilitas kesehatan yang cukup memadai bagi kepentingan masyarakat, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini mempunyai dampak yang positif bagi meningkatnya angka harapan hidup penduduk kota Balikpapan yang dipengaruhi oleh makin meningkatnya pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tersedianya sarana kesehatan yang memadai dan didukung oleh meningkatnya status ekonomi dan tingkat pendidikan di kota Balikpapan.
Sesuai Tabel DS-2 Buku Data SLHD, pola penyakit per Januari sampai dengan Desember 2015 di dominasi penyakit Nasopharingitis Akuta (common cold) ISPA, dimana terjadi peningkatan penderita penyakit ini sebanyak 79,83% dibandingkan tahun 2014. Peningkatan jumlah penderita penyakit ini terjadi terutama pada triwulan III karena adanya kabut asap yang melanda Kota Balikpapan. Selain itu, penyebab penyakit ini merupakan hal umum, karena belum optimalnya sanitasi lingkungan kota, antara lain drainase, sampah, limbah domestik, dan air bersih. Kenyataan ini menunjukkan pentingnya upaya peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi tiap-tiap warga masyarakat.
LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2015 III. 38
Gambar 3.35.
Sepuluh Jenis Penyakit Utama
Sumber : DKK Balikpapan, Tahun 2015
Salah satu faktor lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian adalah pengelolaan limbah rumah sakit dan data dibawah ini menunjukkan data limbah rumah sakit baik padat maupun cair.
Volume limbah sebagaimana dalam Tabel SP-10 Buku Data SLHD, dipengaruhi oleh klasifikasi rumah sakit dan dipengaruhi pula oleh jumlah daya tampung pasien. Untuk rumah sakit dengan Type B memiliki kontribusi limbah padat maupun cair lebih banyak dibanding dengan rumah sakit type C. Penghasil limbah padat rumah sakit terbanyak adalah limbah padat domestik rumah sakit berasal dari kegiatan Rumah Sakit Umum Kanudjoso Djatiwibowo.
Persentase peningkatan volume limbah dibandingkan tahun 2015 dapat dijelaskan bahwa untuk limbah padat (non medis) sebesar 5,35%, limbah cair sebesar 32,4%, serta untuk limbah padat B3 sebesar 6,23%, dan limbah cair B3 sebesar 29,5%. Untuk limbah B3 belum terinventarisasi dengan baik karena pelaporan volume limbah B3 yang dihasilkan oleh beberapa rumah sakit tidak dilaporkan dengan baik.
Gambar 3.36.
Perkiraan Volume Limbah Padat dan Cair Rumah Sakit
LAPORAN STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2015 III. 39
Pada Tabel SP-10 Buku Data diketahui bahwa terjadi peningkatan volume limbah B3 padat yang dihasilkan pada tahun 2015 sebesar 14.2% jika dibandingkan dengan tahun 2014, yaitu dari 1,18 m3/hari menjadi 1,372 m3/hari. Di sisi lain terjadi penurunan sebesar 30% volume limbah B3 cair dibandingkan tahun 2014).
D. Pertanian