BAB V PEMBAHASAN
5.2 Hubungan Higiene Perorangan dengan Kejadian Kecacingan
5.3.1 Sanitasi Lingkungan Sekolah Dasar Negeri 101200 Desa
sawit dan karet PTPN III. Salah satu sarana sanitasi yang dimiliki sekolah adalah kamar mandi. SDN Desa Hapesong memiliki 2 buah kamar mandi yang terdiri dari kamar mandi laki-laki dan perempuan kamar mandi juga terpisah dengan ruangan lainnya. Meskipun hanya memiliki 2 kamar mandi, fasilitas ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh siswa. Air bersih yang digunakan di sekolah ini berasal dari air sumur gali yang dilengkapi dengan mesin pemompa
air. Kebutuhan air terpenuhi karena air mengalir terus menerus sesuai kebutuhan siswa dan guru.
Tersedia sebuah lapangan yang berfungsi untuk sarana olah raga dan upacara. Lapangan olah raga yang berupa tanah dan dapat menjadi media penyebaran telur cacing karena pada masih banyak siswa yang tidak memakai sepatu ketika berolah raga dan bermain ketika jam istirahat.
Sarana sanitasi lain yang diiliki adalah tersedianya tempat sampah di setiap kelas. Sampah yang ada di kelas akan di kumpulkan di tempat pembuangan sementara yang kemudian akan di bakar paling lambat tiga hari sekali.
Air buangan kamar mandi dialirkan ke septictank sehingga tidak mencemari permukaan tanah. Saluran pembuangan air limbah terpisah dengan saluran penuntasan air hujan sehingga tidak menimbulkan bau dan genangan. Tidak tersedia parit kecil sebagai saluran penuntasan air hujan, sehingga air dibiarkan saja meresap ke dalam tanah.
5.3.2 Sanitasi Lingkungan Sekolah Dasar Negeri 101300 Desa Napa
SD Negeri 101300 Desa Napa yang letaknya berada di kawasan perkebunan sawit yang dimiliki oleh penduduk sekitar memiliki satu kamar mandi dan hanya tersedia untuk guru. Secara fisik air yang tersedia berwarna dan berbau serta tidak mengalir secara terus menerus. Oleh karena hanya tersedia kamar mandi untuk guru, siswa yang ingin buang air kecil ataupun buang air besar dapat melakukannya di rumah yang memang dekat dengan sekolah. Siswa yang rumahnya jauh dari sekolah harus buang air besar ataupun buang air kecil ke kolam yang berada dekat sekolah ataupun ke sungai.
Fasilitas lain yang dimiliki SD Negeri 101300 Desa Napa adalah lapangan olahraga. Lapangan olah raga yang juga tempat bermain siswa berupa tanah yang memungkinkan siswa untuk terinfeksi telur cacing jika bermain tanpa memakai alas kaki.
Tidak tersedia tempat pembuangan sampah di setiap kelas. Kelas di bersihkan setiap hari oleh piket. Sampah yang telah terkumpul setelah kelas dibersihkan akan dikumpulkan ke tempat penampungan sementara yang berada di pekarangan sekolah yang sewaktu-waktu jika sudah terkumpul banyak kemudian dibakar.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan mengenai hubungan sanitasi lingkungan rumah dan higiene perorangan pada siswa SD Negeri 101200 Desa perkebunan Hapesong dan SD Negeri 101300 Desa Napa Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada hubungan yang signifikan antara kondisi sarana air bersih, sanitasi jamban dan pengelolaan sampah dengan kejadian kecacingan pada siswa SDN 101200 Desa Perkebunan Hapesong dan SDN 101300 Desa Napa Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan.
2. Ada hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku dan tangan dengan kejadian kecacingan pada siswa SDN 101200 Desa Perkebunan Hapesong dan SDN 101300 Desa Napa Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan.
6.2 Saran
Saran dari penelitian ini untuk mengurangi kejadian kecacingan pada anak siswa SD Negeri 101200 Desa Perkebunan Hapesong dan SD Negeri 101300 Desa Napa adalah:
1. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Puskesmas, khususnya pengelola Usaha Kesehatan Sekolah agar
menggalakkan program pemberantasan kecacingan, program promosi kesehatan dengan penyuluhan baik melalui pihak sekolah dan orang tua siswa.
2. Bagi pihak sekolah agar menegakkan disiplin pada siswa seperti pemeriksaan kebersihan kuku secara berkala, serta memperbaiki dan lebih memperhatikan sanitasi lingkungan sekolah yang belum memenuhi syarat kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar. 1990. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Mutiara Sumber widya Press.
Benenson, Abraham S. 1970. Control Of Communicable Disease in Man. Eleventh Edition. New York. The American Public Health Associaton. Brown, Harold W. 1979. Dasar Parasitologi Klinis. Jakarta. Gramedia.
Cecil, Russell L. 1985. Textbook of Medicine. Vol 2. 17th Edition. USA : WB Salinders Company.
Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC. Dainur. 1995. Materi-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta:
Widya Medika.
Dly, Rahmad RZ. 2008. Hubungan Higiene Perorangan Siswa dengan Infeksi Kecacingan Anak SD Negeri di Kecamatan Sibolga Kota. Thesis. Pasca Sarjana USU
DepKes RI.Pedoman Umum Program Nasional Permberantasan cacingan di Era Desentralisasi. Depkes RI, Jakarta.
Ditjend PPM-PL, 2004. Profil PPM-PL Tahun 2004. Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
, 2013. Profil PPM-PL Tahun 2012. Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Fitri, Juni. 2012. Analisis Faktor-faktor Risiko Infeksi Kecacingan Murid SD di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012. Jurnal Ilmu Lingkungan. Program Studi Ilmu Lingkungan PPS Universitas Riau.
Gandahusada, S., Ilahude, H., &Pribadi, W. 2000. Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta: FKUI.
Gasshani, Atika. 2010. Hubungan Infeksi Cacing Usus STH dengan Kebiasaan Bermain Tanah pada SDN 06 Pagi Paseban Tahun 2010. Skripsi. FK UI. Jakarta
Ideham, Bariah., & Suhintam, Pusarawati. 2007. Helmintologi Kedokteran.
Irianto, Koes. 2009. Parasitologi: Berbagi Penyakit yang Mempengaruhi Kesehatan Manusia. Bandung : Yrama Widya.
Isgianto, Awal. 2009. Teknik Pengambilan Sampel pada Penelitian Non- Eksperimental. Yogyakarta : Mitra Cendekia Press.
Jalaluddin, 2008. Pengaruh Sanitasi Lingkungan, Personal Higiene dan Karakteristik Anak terhadap Infejsi Kecacingan Pada Murid Sekolah Dasar di Kecamatan Blang mangat Kota Lhokseumawe.
Skripsi. USU. Medan.
Kalbermatten, John M. 1987. Teknik Sanitasi Tepat Guna. Bandung: PT Alumni.
Kartini. 2009. Analisis Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah terhadap Penyakit Kecacingan pada Anak SD Negeri 71 Kota Banda Aceh. Jurnal. Poltekkes Aceh
Kepmenkes No. 424/MENKES/SK/VI/2006. Pedoman Pengendalian Cacingan.
Jakarta.
Kepmenkes No. 1429/ MENKES/SK/XII/2006. Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah. Jakarta.
Kusnoputranto, Haryoto. 1986. Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Potter , Patricia A & Perry, Anne G. 2009. Fundamental Keperawatan. Buku 1. Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.
. 2006. Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Volume 2. Jakarta: EGC.
Pusarawati, Suhintam. 2007. Helmintologi Kedokteran. Surabaya: Airlangga University Press.
Salvato, Joseph A, 1982. Environtmental Engineering And Sanitation (Environtmental science and technology, ISSN 0194-0287). Third Edition. United States of America
Slamet, J.S. 2009. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Soedarto. 1991. Helmintologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
. 2009. Pengobatan Penyakit Parasit. CV Sagung Seto.
Soeparman, H. M. 2001. Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu Pengantar. Jakarta: EGC.
Utama, 2009. Parasitologi Kedokteran. Edisi IV. Cetakan II. Jakarta: FKUI. WHO. 2014. Schistosomiasis and Soil-Transmitted Helminths. Diakses dari :
http://www.who.int/tdr/research/ntd/schisto_helminth/en/, pada tanggal 13 Juni 2014.
WHO. 2014. Soil-Transmitted Helminth Infections. Diakses dari : http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs366/en/, pada tanggal 13 Juni 2014.
WHO. 2014. Soil-transmitted Helminths. Diakses dari : http://www.who.int/immunization/programmes_systems/interventions /helm nths/en/, pada tanggal 13 Juni 2014.
Widyati. 2005. Higiene dan Sanitasi Umum Dan Perhotelan. Jakatra: Grasindo. Zulkoni. 2010. Parasitologi. Cetakan pertama. Yogyakarta: Nuha Medika.
Lampiran 1
KUESIONER PENELITIAN
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA
SISWA SDN 101200 DESA PERKEBUNAN HAPESONG DAN SDN 101300 DESA NAPA KECAMATAN BATANG TORU
KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2015
Nomor Responden : Tanggal Wawancara : A. Identitas Responden 1. Nama Responden : 2. Umur : 3. Alamat rumah : 4. Jenis Kelamin : 5. Kelas : HIGIENE PERORANGAN Kebiasaan mencuci tangan
1. Apakah adik selalu mencuci tangan pada saat sebelum makan? a. Ya
b. Tidak
2. Bagaimana adik mencuci tangan pada saat sebelum makan? a. Dengan air saja
b. Dengan air dan sabun
3. Apakah adik selalu mencuci tangan pada saat sesudah buang air besar? a. Ya
b. Tidak
4. Bagaimana adik mencuci tangan pada saat sesudah buang air besar? a. Dengan air saja
b. Dengan air dan sabun
5. Apakah adik selalu mencuci tangan dan kaki setelah bermain? a. Ya
b. Tidak
6. Bagaimana adik mencuci tangan dan kaki setelah bermain? a. Dengan air saja
7. Apakah adik selalu mencuci tangan dan kaki sebelum tidur? a. Ya
b. Tidak
8. Bagaimana adik mencuci tangan dan kaki sebelum tidur? a. Dengan air saja
b. Dengan air dan sabun Penggunaan alas kaki
1. Apakah adik selalu memakai sendal/sepatu jika keluar rumah? a. Ya
b. Tidak
2. Apakah adik selalu memakai sendal/sepatu jika bermain-main diluar rumah? a. Ya
b. Tidak
Kebiasaan kontak dengan tanah 1. Apakah adik memegang tanah saat bermain?
a. Ya b. Tidak
Kebersihan kuku
1. Apakah adik selalu memotong kuku tangan dan kaki secara teratur 1x dalam seminggu?
a. Ya b. Tidak
2. Jika adik memotong kuku, apakah adik selalu memotong kuku tangan dan kaki sampai pendek dan membersihkannya?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah adik sering menggigiti kuku? a. Ya
b.Tidak
4. Apakah adik sering memasukkan jari ke dalam mulut? a. Ya
Lembar observasi 1. Kedaan kuku siswa
a. Bersih b. Kotor
2. Keadaan tangan siswa a. Bersih
b. Kotor
3. Apakah siswa memakai sepatu ? a. Ya
FORMULIR INSPEKSI SANITASI AIR BERSIH JENIS SARANA : Sumur Gali
No. Pertanyaan Risiko
Ya Tidak 1. Apakah ada jamban pada radius 10 m disekitar sumur ?
2. Apakah ada sumur pencemar lain pada radius 10 m disekitar sumur, misalnya kotoran hewan, sampah, genangan air, dll ? 3. Apakah ada/sewaktu-waktu ada genangan air pada jarak 2
(dua) meter sekitar sumur ?
4. Apakah saluran pembuangan air limbah rusak/tidak ada? 5. Apakah lantai semen yang mengitari sumur mempunyai
radius kurang dari 1 (satu) meter ?
6. Apakah ada/sewaktu-waktu ada genangan air diatas lantai semen
sekeliling sumur ?
7. Apakah didaerah hulu intake digunakan sebagai tempat limpahan
air dari hasil kegiatan peternakan (sapi perah, ayam, dan lainlain)?
8. Apakah ember dan tali timba diletakkan sedemikian rupa sehingga memungkan pencemaran ?
9. Apakah bibir sumur (cincin) tidak sempurna sehingga memungkinkan air merembes kedalam sumur ?
10. Apakah dinding semen sedalam 3 (tiga) meter dari atas permukaan tanah tidak diplester cukup rapat/tidak sempurna ? Jumlah jawaban Ya
JUMLAH
Skor resiko pencemaran : 6 – 10 = Tinggi (T) 0 – 5 = Rendah (R)
FORMULIR INSPEKSI SANITASI AIR BERSIH JENIS SARANA : Perpipaan
No. Pertanyaan Risiko
Ya Tidak 1. Apakah air yang dipergunakan berasal bukan dari sambungan
rumah sendiri ?
2. Bila air yang dipergunakan dari sambungan rumah sendiri, adakah kemungkinan terjadi cross-connection pada jaringan perpipaan disekitar rumah ?
3. Bila air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari berasal dari kran umum, adakah kemungkinan terjadi pencemaran pada kran umum tersebut ?
4. Bilamana air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari diperoleh tanpa melalui sarana penyaluran apakah
pencemaran berasal dari alat pengangkutan ?
5. Apakah air yang diambil dari tendon yang mudah terkena pencemaran ?
6. Apakah tempat pencemaran air (tandon) dalam keadaan tidak memenuhi syarat ?
Jumlah jawaban Ya J U M L A H
Skor resiko pencemaran :
4 – 6 = Tinggi (T) 0 – 3 = Rendah (R)
Formulir Inspeksi Sanitasi Jamban I. Jenis Jamban yang Dimiliki
1. Tidak ada
2. Cemplung tanpa tutup 3. Cemplung dengan tutup 4. Plengsengan
5. Leher angsa tanpa septiktank
6. Leher angsa dengan septiktank dan resapan
II. Uraian Diagnosa Tingkat risiko Pencemaran
No. Pertanyaan Ya Tidak
1. Jarak cubluk/ resapan atau lubang penampungan kurang dari 10 meter dari sumur atau sumber air bersih?
2. Apabila jarak dari penampungan atau dinding resapan kurang dari 10 m, apakah letak lubang/ resapan tersebut di bagian yang lebih tinggi dari sumber air?
3.
Lantai jamban tidak rapat, sehingga menungkinkan serangga dan binatang penular penyakit dapat masuk ke dalam cubluk/ resapan sehingga menimbulkan bau 4. Lubang masuk kotoran terbuka / tidak ditutup 5. Jamban belum dilengkapi dengan rumah jamban 6. Lantai licin dan tidak mudah dibersihkan
7. Panjang/ lebar lantai < 1 meter 8. Rumah jamban tanpa atap
9. Apakah di dalam/sekitar jamban ada kecoa/lalat? 10. Apakah lantai jamban kotor?
11. Apakah saluran jamban tidak mudah digelontor? 12. Apakah tidak tersedia sabun di jamban?
13. Apabila jamban dilengkapi dengan bak penampung air, apakah terdapat jentik nyamuk?
Penilaian Faktor Resiko:
Tingkat risiko Tinggi (T) = Bila jumlah jawaban ya: 7 - 13 ; atau
Bila jumlah jawaban ya: 3 - 5, tetapi terdapat
pada nomor 1, 2 dan 3.
Tingkat risiko Rendah (R) = Bila jumlah jawaban ya: 0 – 6 dan tidak terdapat pada nomor 1, 2 dan 3.
Formulir Inspeksi Saluran Pembuangan Air Limbah
No. Pertanyaan Risiko
Ya Tidak 1. Apakah air buangan dari septiktank/lubang penampungan
kotoran dialirkan ke pekarangan rumah?
2. Apakah air buangan yang di resapkan mencemari sumber air? (dengn jarak <10 m)
3. Apakah air buangan menimbulkan genangan?
4. Apakah saluran air buangan dalam keadaan terbuka? 5. Apakah menimbulkan bau atau aroma tidak sedap?
Jumlah jawaban Ya Penilaaian :
Skor risiko pencemaran : 0 – 2 = Rendah 3 – 5= Tinggi
Formulir Inspeksi Pengelolaan Sampah
No. Pertanyaan Risiko
Ya Tidak 1. Apakah tempat sampah tidak terbuat dari bahan kedap air?
2. Apakah tempat sampah tidak dalam kondisi tertutup?
3. Apakah tempat sampah tidak mudah dibuka? (mengotori tangan)
4. Apakah tempat sampah tidak dibersihkan setiap hari? 5. Apakah tempat sampah diletakkan di dalam rumah?
6. Apakah jumlah tempat sampah tidak cukup menampung seluruh sampah?
7. Apakah tempat sampah tidak mudah diangkat?
8. Apakah tempat pembuangan sementara dekat dari rumah? 9. Apakah TPS berjarak kurang dari 10 m dari sumber air? 10. Apakah TPS menjadi sarang perkembangbiakan binatang? 11. Apakah sampah tidak dimusnahkan selama tiga hari sekali?
Jumlah jawaban Ya Penilaaian :
Skor risiko pencemaran : 0 – 5 = Rendah 6 – 11= Tinggi
Lampiran II
MASTER DATA
NR JK Umur KLS KC KT KA KK KH IK SAB SJ AL SS JB JSAB
1 2.0 9.0 3.0 1.0 0.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 2.0 2 1.0 8.0 2.0 1.0 0.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 3 2.0 11.0 1.0 1.0 0.0 1.0 2.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 2.0 4 2.0 11.0 4.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 0.0 1.0 0.0 6.0 2.0 5 1.0 7.0 1.0 1.0 0.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 6 1.0 12.0 6.0 1.0 0.0 1.0 2.0 2.0 0.0 1.0 0.0 1.0 0.0 6.0 2.0 7 1.0 12.0 6.0 1.0 2.0 1.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 2.0 8 1.0 7.0 1.0 1.0 0.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 9 2.0 8.0 2.0 1.0 2.0 1.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 2.0 10 2.0 12.0 6.0 1.0 2.0 1.0 2.0 1.0 0.0 1.0 0.0 0.0 1.0 6.0 2.0 11 1.0 7.0 1.0 2.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 12 2.0 12.0 5.0 1.0 0.0 2.0 1.0 2.0 0.0 1.0 0.0 0.0 0.0 6.0 2.0 13 1.0 9.0 4.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 0.0 0.0 1.0 6.0 2.0 14 2.0 9.0 4.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1.0 6.0 2.0 15 1.0 12.0 6.0 1.0 0.0 1.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1.0 6.0 2.0 16 2.0 10.0 3.0 2.0 0.0 1.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 0.0 1.0 6.0 2.0 17 1.0 12.0 4.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 18 2.0 8.0 2.0 1.0 2.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 19 2.0 10.0 2.0 2.0 2.0 1.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 2.0 20 1.0 8.0 2.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 2.0 21 2.0 9.0 4.0 1.0 0.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 0.0 0.0 6.0 2.0 22 1.0 8.0 2.0 1.0 0.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 0.0 0.0 6.0 2.0 23 1.0 12.0 4.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 2.0 24 1.0 10.0 5.0 2.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 1.0 1.0 1.0 1.0 2.0 25 2.0 10.0 2.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 2.0 26 1.0 10.0 4.0 1.0 0.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 1.0 6.0 2.0 27 1.0 8.0 2.0 1.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 1.0 5.0 2.0 28 1.0 8.0 3.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 2.0 29 2.0 10.0 5.0 2.0 0.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 1.0
NR JK Umur KLS KC KT KA KK KH IK SAB SJ AL SS JB JSAB 31 2.0 10.0 4.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 1.0 32 2.0 10.0 4.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 1.0 33 2.0 11.0 5.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 6.0 1.0 34 1.0 9.0 3.0 2.0 2.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 1.0 35 1.0 11.0 5.0 2.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 36 2.0 11.0 5.0 1.0 0.0 2.0 1.0 2.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 5.0 1.0 37 1.0 11.0 5.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 1.0 0.0 1.0 6.0 1.0 38 2.0 10.0 4.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 0.0 6.0 1.0 39 1.0 9.0 3.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 6.0 1.0 40 1.0 9.0 3.0 2.0 2.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 41 1.0 9.0 3.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0 42 2.0 10.0 5.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0 43 1.0 10.0 5.0 1.0 2.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 44 1.0 9.0 4.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 1.0 45 2.0 9.0 4.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 0.0 1.0 6.0 1.0 46 1.0 10.0 4.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 1.0 47 2.0 9.0 4.0 2.0 0.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 48 1.0 10.0 4.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0 49 1.0 10.0 4.0 2.0 2.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 50 2.0 8.0 3.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 51 2.0 8.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 52 1.0 9.0 3.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 53 2.0 8.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0 54 1.0 8.0 3.0 1.0 2.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 1.0 1.0 0.0 6.0 1.0 55 1.0 8.0 3.0 1.0 0.0 2.0 1.0 1.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 56 2.0 9.0 3.0 2.0 2.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0 57 1.0 8.0 3.0 1.0 0.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 58 1.0 8.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 0.0 6.0 1.0 59 2.0 9.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 2.0 0.0 0.0 0.0 1.0 1.0 6.0 1.0 60 2.0 9.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 2.0 1.0 1.0 1.0 0.0 0.0 6.0 1.0
NR : Nomor Responden
JK : Jenis Kelamin Responden 1: Laki-laki; 2: Perempuan Umur : Umur Responden (Tahun) KLS : Kelas
KC : Kebiasaan Mencuci Tangan 1: baik ; 2: tidak baik
KT : Kebiasaan Kontak dengan Tanah 1: baik ; 2: tidak baik
KA : Kebiasaan menggunakan alas kaki 1: baik ; 2: tidak baik
KK : Keadaan Kuku dan Tangan 1: baik ; 2: tidak baik
KH : Keadaan Higiene Perorangan 1: baik ; 2: tidak baik
IK : Infeksi Kecacingan 0: kontrol ; 1: kasus
SAB : Keadaan Sanitasi Air Bersih
0: risiko pencemaran rendah ; 1: risiko pencemaran tinggi SJ : Keadaan Pengelolaan Tinja
0: risiko pencemaran rendah ; 1: risiko pencemaran tinggi SPAL : Keadaan Saluran Pembuangan Air Limbah
0: risiko pencemaran rendah ; 1: risiko pencemaran tinggi SS : Keadaan Pengelolaan Sampah
0: risiko pencemaran rendah ; 1: risiko pencemaran tinggi JB : Jenis Jamban
1: Tidak ada; 2: cemplung tanpa tutup; 3: cemplung dengan tutup; 4: plengsengan; 5: leher angsa tanpa septictank;
HASIL PEMERIKSAAN TELUR CACING PADA FESES SISWA SD NEGERI 101200 DESA PERKEBUNAN HAPESONG DAN
SD NEGERI 101300 DESA NAPA KECAMATAN BATANG TORU TAHUN 2015
No. Nama Jenis Kelamin Kelas Umur
(tahun) Hasil Pemeriksaan Positif Negatif 01 Santi Perempuan 3 9 02 Ronit Laki-laki 2 8 03 Tia Perempuan 1 11
04 Jerni Mutiara Perempuan 4 11
05 Robani Laki-laki 1 7
06 Wiran Pertobatan Laki-laki 6 12
07 Yuda Laki-laki 6 12
08 Mepi Putra Laki-laki 1 7
09 Darma Santi Perempuan 2 8
10 Yuliani Perempuan 6 12
11 Nius Laki-laki 1 9
12 Darma Wati Perempuan 5 9
13 Saham Laki-laki 4 12
14 Yulia Perempuan 4 10
15 Oprius Laki-laki 6 12
16 Indah Perempuan 3 8
17 Abdul Mukti Laki-laki 4 10
18 Lusi Yana Perempuan 2 8
19 Wilda Perempuan 2 10
20 Yomahius Laki-laki 2 8
21 Rintis Perempuan 4 9
22 Arisnu Laki-laki 2 8
23 Nito Laki-laki 4 12
24 Aldi Saputra Laki-laki 5 10 25 Warlina Perempuan 2 10 26 Abdul Hakim Laki-laki 4 10
27 Endiannus Laki-laki 2 8 28 Yonahius Laki-laki 3 8 29 Novita P Perempuan 5 10 30 Yulia Perempuan 5 10 31 Yani W Perempuan 4 10 32 Artinia Perempuan 4 10 33 Widia Perempuan 5 11 34 Oben Laki-laki 3 9 35 Darman Laki-laki 5 11 36 Rahma Y Perempuan 5 11 37 Arisman Laki-laki 5 11
No. Nama Jenis Kelamin Kelas Umur Hasil Pemeriksaan Positif Negatif 39 Noma Laki-laki 3 9 40 Ilham Laki-laki 3 9 41 Felix Laki-laki 3 9 42 Sabina Perempuan 5 10 43 Fauzan Laki-laki 5 10 44 Sukri Laki-laki 4 9
45 Sri Isti Perempuan 4 9
46 Ryan F Laki-laki 4 10 47 Nabila Perempuan 4 9 48 Alvin A Laki-laki 4 10 49 Afrizal Laki-laki 4 10 50 Aulia Perempuan 3 8 51 Aisyah Perempuan 3 8 52 Imam Laki-laki 3 9 53 Amanda Perempuan 3 8 54 Deni A Laki-laki 3 8 55 Fahri M Laki-laki 3 8 56 Enda A Perempuan 3 9 57 Dimas P Laki-laki 3 8 58 Ahmad A Laki-laki 3 8 59 Imelda R Perempuan 3 9 60 Reni Perempuan 3 9
Lampiran III
OUTPUT SPSS Frequencies
Jenis Kelamin Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Laki-laki 32 53.3 53.3 53.3 Perempuan 28 46.7 46.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Umur Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 7-9 tahun 32 53.3 53.3 53.3 10-12 tahun 28 46.7 46.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 1 1.7 1.7 1.7
Ya 59 98.3 98.3 100.0
Total 60 100.0 100.0 Cara mencuci tangan sebelum makan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Dengan air saja 6 10.0 10.0 10.0
Dengan air dan sabun 54 90.0 90.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan mencuci tangan setelah BAB
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya 60 100.0 100.0 100.0
Cara mencuci tangan setelah BAB
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Dengan air saja 11 18.3 18.3 18.3
Dengan air dan sabun 49 81.7 81.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan mencuci tangan setelah bermain
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 6 10.0 10.0 10.0
Ya 54 90.0 90.0 100.0
Total 60 100.0 100.0 Cara mencuci tangan setelah bermain
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Dengan air saja 15 25.0 25.0 25.0
Dengan air dan sabun 45 75.0 75.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan mencuci tangan sebelum tidur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 8 13.3 13.3 13.3
Ya 52 86.7 86.7 100.0
Total 60 100.0 100.0 Cara mencuci tangan sebelum tidur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Dengan air saja 20 33.3 33.3 33.3
Dengan air dan sabun 40 66.7 66.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan memakai sandal/sepatu jika keluar rumah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 6 10.0 10.0 10.0
Ya 54 90.0 90.0 100.0
Total 60 100.0 100.0 Kebiasaan memakai sandal/sepatu jika bermain
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 3 5.0 5.0 5.0
Ya 57 95.0 95.0 100.0
Penggunaan alas kaki
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 34 56.7 56.7 56.7 Ya 26 43.3 43.3 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan memotong kuku secara teratur 1x dalam seminggu
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 15 25.0 25.0 25.0 Ya 45 75.0 75.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan memotong kuku sampai pendek dan membersihkannya
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak 7 11.7 11.7 11.7 Ya 53 88.3 88.3 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan menggigiti kuku
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya 23 38.3 38.3 38.3 Tidak 37 61.7 61.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan memasukkan jari ke dalam mulut
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Ya 17 28.3 28.3 28.3 Tidak 43 71.7 71.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Keadaan kuku siswa
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Kotor 39 65.0 65.0 65.0 Bersih 21 35.0 35.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Keadaan tangan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Kotor 20 33.3 33.3 33.3
Bersih 40 66.7 66.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Kebiasaan Kontak dengan Tanah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Baik 27 45.0 45.0 45.0
Tidak Baik 33 55.0 55.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Sarana Air Bersih
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Risiko pencemaran rendah 37 61.7 61.7 61.7
Risiko peicemaran tinggi 23 38.3 38.3 100.0 Total 60 100.0 100.0
Sanitasi Jamban
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Risiko pencemaran rendah 39 65.0 65.0 65.0
Risiko Pencemaran Tinggi 21 35.0 35.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Saluran Pembungan Air Limbah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Risiko pencemaran rendah 24 40.0 40.0 40.0
Risiko Pencemaran tinggi 36 60.0 60.0 100.0 Total 60 100.0 100.0
Sarana Pembuangan Sampah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Risiko pencemaran rendah 32 53.3 53.3 53.3
Risiko Pencemaran tinggi 28 46.7 46.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Jenis Jamban
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Ada 8 13.3 13.3 13.3
Leher angsa tanpa septicktank 2 3.3 3.3 16.7 Leher angsa dengan
septicktank 50 83.3 83.3 100.0 Total 60 100.0 100.0
Jenis Sarana Air Bersih
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Air perpipaan 32 53.3 53.3 53.3 Sumur gali 28 46.7 46.7 100.0 Total 60 100.0 100.0
Crosstabs
Case Processing Summary Cases
Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent Sarana Air Bersih *
Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Sanitasi Jamban *
Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Saluran Pembungan Air
Limbah * Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Sarana Pembuangan Sampah
* Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Kebiasaan Cuci Tangan *
Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Kebiasaan Kontak dengan
Tanah * Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Kebiasaan Menggunakan
Alas Kaki * Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Keadaan Kuku * Kecacingan 60 100.0% 0 .0% 60 100.0% Keadaan Higiene Perorangan
Sarana Air Bersih * Kecacingan Crosstab Kecacingan Total Kontrol Kasus Sarana Air Bersih Risiko pencemaran rendah Count 30 7 37 Expected Count 21.6 15.4 37.0 % within Sarana Air Bersih 81.1% 18.9% 100.0% % within Kecacingan 85.7% 28.0% 61.7% % of Total 50.0% 11.7% 61.7% Risiko peicemaran tinggi Count 5 18 23 Expected Count 13.4 9.6 23.0 % within Sarana Air Bersih 21.7% 78.3% 100.0% % within Kecacingan 14.3% 72.0% 38.3% % of Total 8.3% 30.0% 38.3%
Total Count 35 25 60
Expected Count 35.0 25.0 60.0 % within Sarana Air Bersih 58.3% 41.7% 100.0% % within Kecacingan 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 58.3% 41.7% 100.0% Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square 20.549a 1 .000 Continuity Correctionb 18.180 1 .000 Likelihood Ratio 21.525 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear
Association 20.207 1 .000 N of Valid Casesb 60
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 9,58. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for Sarana Air Bersih
(Risiko pencemaran rendah / Risiko peicemaran tinggi)
15.429 4.256 55.928 For cohort Kecacingan = Kontrol 3.730 1.691 8.225 For cohort Kecacingan = Kasus .242 .120 .487 N of Valid Cases 60
Sanitasi Jamban * Kecacingan
Crosstab
Kecacingan
Total Kontrol Kasus
Sanitasi Jamban Risiko pencemaran rendah
Count 31 8 39
Expected Count 22.8 16.2 39.0 % within Sanitasi Jamban 79.5% 20.5% 100.0% % within Kecacingan 88.6% 32.0% 65.0% % of Total 51.7% 13.3% 65.0% Risiko Pencemaran Tinggi Count 4 17 21 Expected Count 12.2 8.8 21.0 % within Sanitasi Jamban 19.0% 81.0% 100.0% % within Kecacingan 11.4% 68.0% 35.0% % of Total 6.7% 28.3% 35.0%
Total Count 35 25 60
Expected Count 35.0 25.0 60.0 % within Sanitasi Jamban 58.3% 41.7% 100.0% % within Kecacingan 100.0% 100.0% 100.0% % of Total 58.3% 41.7% 100.0% Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square 20.515a 1 .000 Continuity Correctionb 18.104 1 .000 Likelihood Ratio 21.473 1 .000
Fisher's Exact Test .000 .000 Linear-by-Linear
Association 20.173 1 .000 N of Valid Casesb 60
a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 8,75. b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value
95% Confidence Interval Lower Upper Odds Ratio for Sanitasi Jamban
(Risiko pencemaran rendah / Risiko Pencemaran Tinggi)
16.469 4.321 62.774 For cohort Kecacingan = Kontrol 4.173 1.703 10.223 For cohort Kecacingan = Kasus .253 .132 .486
Saluran Pembungan Air Limbah * Kecacingan Crosstab Kecacingan Total Kontrol Kasus Saluran Pembungan Air Limbah Risiko pencemara n rendah Count 15 9 24 Expected Count 14.0 10.0 24.0 % within Saluran Pembungan Air Limbah 62.5% 37.5% 100.0% % within Kecacingan 42.9% 36.0% 40.0% % of Total 25.0% 15.0% 40.0% Risiko Pencemara n tinggi Count 20 16 36 Expected Count 21.0 15.0 36.0 % within Saluran Pembungan Air Limbah 55.6% 44.4% 100.0%