• Tidak ada hasil yang ditemukan

SANKSI HUKUM YANG TERJADI APABILA TERJADI PELANGGARAN TERHADAP PERJANJIAN JCPOA A. Beberapa Sanksi yang dikenal dalam Hukum Internasional.

a. Embargo

Embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara. Kata ini umumnya digunakan dalam perniagaan dan politik internasional. Embargo dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit.116 Menurut Holsti, bahwa embargo adalah suatu kebijakan pemerintah yang melarang para pengusahanya sendiri untuk melakukan transaksi dengan badan-badan usaha niaga dinegara dimana embargo itu diberlakukan.117

Embargo dibagi menjadi 2 yaitu embargo ekonomi dan embargo senjata. Embargo ekonomi berkaitan dengan masalah-masalah ekonomi. Sedangkan embargo Senjata berkaitan dengan pembelian alat-alat persenjataan militer. contoh embargo adalah yang pernah diterapkan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari tahun 1999 hingga 2005 dalam hal pengadaan senjata militer akibat pelanggaran HAM yang dilakukan ABRI di Timor Timur.118

116 Seperti yang dimuat dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Embargo terakhir diakses pada tanggal 01 Januari 2016 pukul 10.23 Wib

117 K.J. Holsti, Politik Internasional Kerangka Analisa Pertama, Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1987, hal. 329.

82 b. Pemutusan Hubungan Diplomatik

Pemutusan hubungan diplomatik merupakan suatu sanksi yang dapat diterapkan akibat terjadinya pelanggaran perjanjian internasional. Akibat dari pemutusan hubungan diplomatik ini mempunyai dampak yang luas apalagi ketika suatu negara sangat bergantung dengan negara yang bersangkutan yang memutuskan hubungan diplomatik tersebut. Contoh pemutusan hubungan diplomatik adalh pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Iran. Karena dianggap iran telah melanggar perjanjian internasional.

Menurut Jubeir Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa "Agresi yang berlangsung terhadap misi diplomatik ini adalah pelanggaran terhadap semua perjanjian dan konvensi internasional,"119

c. Travel Warning

Travel warning adalah adalah pernyataan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh sebuah badan pemerintah untuk memberikan informasi tentang keamanan relatif dari bepergian ke atau mengunjungi satu atau lebih spesifik negara asing atau tujuan.120

d. Dikucilkan dalam Pergaulan Internasional

Dikucilkan dalam pergaulan internasional dapat berupa tidak diikutsertakan dalam pembahasan perjanjian internasional. Serta tidak dilibatkan dalam kerjasama-kerjasama internasional.

119 Seperti yang dimuat dalam http://internasional.republika.co.id/berita/internasional /timur-tengah/16/01/04/o0ei2s384-arab-saudi-putuskan-hubungan-diplomatik-dengan-iran terakhir diakses pada tanggal 06 Januari 2015 pukul 23.34 Wib

120 Seperti yang dimuat dalam https://en.wikipedia.org/wiki/Travel_warning terakhir diakses pada tanggal 06 Januari 2015 pukul 23.50 Wib

83

e. Dibekukan Semua Dana dan Mata Uang

dengan dibekukannya semua Dana dan mata uang disini adalah semua dana dan mata uang yang ada diluar negeri. Sanksi ini pernah diterapkan pada Republik Federal Yugoslavia cq Serbia dan Montenegro yang dituduh paling bertanggung-jawab dan mendorong berkobarnya perang saudara, serta dianggap melancarkan aksi agresi terhadap Bosnia Herzegovina. Sanksi tersebut dikeluarkan melalui resolusi DK PBB No. 757. Resolusi tersebut dikeluarkan berdasarkan pasal 7 Piagam PBB yang mengancam untuk "mengenakan hukuman terberat kepada sesuatu negara yang telah melanggar perdamaian dan keamanan internasional", dan juga memberi wewenang "kemungkinan pelaksanaan intervensi militer sekiranya sanksi ekonomi tidak memberikan hasil yang diharapkan".121

B. Contoh Pelanggaran dalam Hukum Internasional Terkait Pelanggaran Nuklir dan Sanksi yang Dikeluarkan

a. Korea Utara

Korea Utara merupakan salah satu negara yang mempunyai senjata nuklir. Baru-baru ini Gempa 5,1 skala richter mengguncang Korea Utara pagi ini. Usai diselidiki, gempa itu berasal dari uji coba nuklir negeri pimpinan Kim Jong-un. Situs Lembaga Gempa Bumi China mengatakan aktivitas gempa ini diketahui merupakan ledakan tes nuklir Korut.122 Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan kritik atas dilakukannya uji coba bom hidrogen oleh Pemerintah Korea Utara, yang dilakukan pada Rabu

121Seperti yang dimuat dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi_757_ Dewan_Keamanan _Perserikatan_Bangsa-Bangsa terakhir diakses pada tanggal 7 Januari 2015 Pukul 00.14 Wib.

122Seperti yang dimuat dalam http://www.merdeka.com/dunia/tes-nuklir-korea-utara-sebabkan-gempa-51-skala-richter .html terakhir diakses pada tanggal 7 Januari 2015 Pukul 02.12 Wib.

84

(6/1/2016). Lebih lanjut dikatakan Indonesia menilai, uji coba tersebut bertentangan dengan Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty (CTBT) dan semangat yang terkandung di dalam perjanjian tersebut.123

Korea Utara telah dikenakan resolusi terkait pelanggaran terhadap program nuklirnya yaitu resolusi 1874, mempertajam larangan bagi Korut untuk melakukan ekspor-impor senjata. Termasuk, kendaraan perang lapis baja, sistem artileri kaliber besar, helikopter penyerang, kapal perang dan hulu ledak peluru kendali. Sebelumnya telah ada Resolusi 1718, DK PBB melarang Korut melakukan semua kegiatan yang berkaitan dengan program roket dan senjata atom. DK PBB juga menjatuhkan sanksi keuangan terbatas dan embargo perdagangan sebagian serta senjata terhadap Korut.

b. Iran

Iran telah banyak dikenai sanksi terhadap pelanggaran mengenai pengembangan nuklir sebelum adanya JCPOA tersebut. Beragam sanksi didapat Iran karena melanggar Perjanjian mengenai Nuklir. Baik itu dari PBB, Uni Eropa ataupun negara. Sanksi tersebut berupa pelarangan penjualan senjata, embargo, pembekuan mata uang dan sebagainya.

C. Sanksi yang Timbul Apabila Terjadi Pelanggaran Terhadap Perjanjian JCPOA

Perjanjian JCPOA ini mencabut beberapa sangksi yang pernah diterapkan kepada iran baik itu dari Resolusi DK PBB, Uni Eropa, Maupun Amerika Serikat. Dengan disetujuinya perjanjian JCPOA maka sanksi yang dulu pernah berlaku

123Seperti yang dimuat dalam http://internasional.kompas.com/read/2016/01/07/ 08591591/Indonesia.Prihatin.atas.Uji.Coba.Bom.Hidrogen.Korea.Utara terakhir diakses pada tanggal 08 Januari 2015 Pukul 10.10 Wib.

85

kepada iran akan dihapuskan, namun apabila terjadi pelanggaran terhadap hal-hal yang telah ditetapkan maka sanksi yang dicabut tersebut akan kembali berlaku.

Resolusi Dewan Keamanan PBB mendukung JCPOA akan mengakhiri semua ketentuan resolusi Dewan Keamanan PBB sebelumnya pada masalah nuklir iran yaitu resolusi No. 1696 (2006), 1737 (2006), 1747 (2007), 1803 (2008), 1835(2008), 1929 (2010) dan 2224 (2015). Bersamaan dengan IAEA memverifikasi langkah-langkah pelaksanaan terkait nuklir yang disepakati oleh Iran dan akan membangun pembatasan tertentu, sebagaimana ditentukan dalam Lampiran V JCPOA.124

Uni Eropa dan negara anggota Uni Eropa akan mengakhiri Peraturan Dewan (UE) No 267/2012 (sebagaimana telah diubah) dan Keputusan Dewan 2010/413/CFSP (sebagaimana telah diubah) terkait atau tindakan pembatasan terkait :

1. finansial, Perbankan dan asuransi 2. minyak, gas dan Sektor petrokimia

3. Perkapalan, galangan kapal dan sektor transportasi 4. Emas, logam mulia lainnya, uang kertas dan koin 5. Terkait langkah pengembangan nuklir

6. Logam

7. Perangkat lunak 8. Senjata

9. Listing of persons, entities and bodies (pembekuan aset dan larangan visa)

10. Dan ketentuan lain

86

Amerika Serikat akan berhenti beraplikasi, dan akan terus melakukannya, Sesuai dengan JCPOA. Sanksi yang ditetapkan dalam Lampiran II berlaku bersamaan dengan pelaksanaan verifikasi IAEA yang disepakati langkah-langkah yang berhubungan dengan nuklir Iran sebagaimana ditentukan dalam Lampiran V. sanksi tersebut menutupi bidang berikut seperti yang dijelaskan dalam Lampiran II JCPOA seperti :

1. Transaksi keuangan dan perbankan dengan bank Iran dan keuangan lembaga sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II JCPOA, termasuk Bank Sentral Iran dan individu tertentu dan entitas diidentifikasi sebagai Pemerintah Iran oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri pada

Specially Designated Nationals dan Daftar Orang yang Diblokir (daftar

SDN), sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3 Lampiran II (termasuk pembukaan dan pemeliharaan koresponden dan hutang melalui rekening di non-lembaga keuangan AS, investasi, asing transaksi valuta dan letter of credit);

2. Transaksi Rial di Iran;

3. Penyediaan uang kertas AS untuk Pemerintah Iran;

4. Keterbatasan perdagangan bilateral pada pendapatan Iran di luar negeri, termasuk keterbatasan pada transfer mereka;

5. Pembelian , berlangganan, atau fasilitasi penerbitan utang Iran, termasuk obligasi pemerintah;

6. pesanan layanan keuangan kepada Bank Sentral Iran danclembaga keuangan Iran ditetapkan dalam Attachment 3 Lampiran II;

87

8. Upaya untuk mengurangi penjualan minyak mentah Iran;

9. Investasi, termasuk partisipasi dalam sendi usaha, barang, jasa, informasi, teknologi dan keahlian teknis dan dukungan untuk minyak Iran, sektor gas dan petrokimia;

10. Pembelian, akuisisi, penjualan, transportasi atau pemasaran minyak bumi, produk petrokimia dan gas alam dari Iran;

11. Ekspor, penjualan atau penyediaan produk olahan minyak bumi dan petrokimia produk ke Iran;

12. Transaksi dengan sektor energi Iran;

13. Transaksi dengan pengiriman dan pembuatan sektor kapal Iran dan port

operator;

14. Perdagangan emas dan logam mulia lainnya;

15. Perdagangan dengan Iran dalam grafit, logam mentah atau setengah jadi seperti aluminium dan baja, batu bara, dan perangkat lunak untuk mengintegrasikan proses industri;

16. Penjualan, pasokan atau transfer barang dan jasa yang digunakan sehubungan dengan sektor otomotif Iran;

17. Sanksi pada layanan terkait untuk masing-masing kategori di atas;

18. Menghapus individu dan entitas ditetapkan dalam attachment 3 Lampiran II dari daftar SDN, Daftar Penghindar sangsi asing, dan / atau Non-SDN UU Daftar Sanksi Iran; dan

19. Menghentikan Pesanan Eksekutif 13574, 13590, 13622, dan 13645, dan Bagian 5 - 7 dan 15 dari Executive Order 13628.125

88

Apabila terjadi sengketa diantara pihak dalam perjanjian JCPOA tersebut para pihak dapat mengajukan pengaduan kepada komisi bersama hal ini diatur pada pasal 36 dan 37 yang berbunyi :

“If Iran believed that any or all of the E3/EU+3 were not meeting their commitments under this JCPOA, Iran could refer the issue to the Joint Commission for resolution; similarly, if any of the E3/EU+3 believed that Iran was not meeting its commitments under this JCPOA, any of the E3/EU+3 could do the same. The Joint Commission would have 15 days to resolve the issue, unless the time period was extended by consensus. After Joint Commission consideration, any participant could refer the issue to Ministers of Foreign Affairs, if it believed the compliance issue had not been resolved. Ministers would have 15 days to resolve the issue, unless the time period was extended by consensus. After Joint Commission consideration – in parallel with (or in lieu of) review at the Ministerial level - either the complaining participant or the participant whose performance is in question could request that the issue be considered by an Advisory Board, which would consist of three members (one each appointed by the participants in the dispute and a third independent member). The Advisory Board should provide a non-binding opinion on the compliance issue within 15 days. If, after this 30-day process the issue is not resolved, the Joint Commission would consider the opinion of the Advisory Board for no more than 5 days in order to resolve the issue. If the issue still has not been resolved to the satisfaction of the complaining participant, and if the complaining participant deems the issue to constitute significant non-performance, then that participant could treat the unresolved issue as grounds to cease performing its commitments under this JCPOA in whole or in part and/or notify the UN Security Council that it believes the issue constitutes significant

non-performance.

Dilanjutkan dengan pasal 37 yang menyatakan bahwa :

Upon receipt of the notification from the complaining participant, as describedabove, including a description of the good-faith efforts the participant made to exhaust the dispute resolution process specified in this JCPOA, the UN Security Council, in accordance with its procedures, shall vote on a resolution to continue the sanctions lifting. If the resolution described above has not been adopted within 30 days of the notification, then the provisions of the old UN Security Council resolutions would be re-imposed, unless the UN Security Council decides otherwise. In such event, these provisions would not apply with retroactive effect to contracts signed between any party and Iran or Iranian individuals and entities prior to the date of application, provided that the activities contemplated under and execution of such contracts

89

are consistent with this JCPOA and the previous and current UN Security Council resolutions. The UN Security Council, expressing its intention to prevent the reapplication of the provisions if the issue giving rise to the notification is resolved within this period, intends to take into account the views of the States involved in the issue and any opinion on the issue of the Advisory Board. Iran has stated that if sanctions are reinstated in whole or in part, Iran will treat that as grounds to cease performing its commitments under this JCPOA in whole or in part.”

Iran dapat menyatakan bahwa jika sanksi dikembalikan secara keseluruhan atau sebagian, Iran akan memperlakukan itu sebagai alasan untuk menghentikan melakukan komitmennya berdasarkan JCPOA secara keseluruhan atau sebagian. Artinya iran dapat mengembang nuklir tanpa batasan apabila sanksi tersebut diberlakukan kembali.

Apabila Iran melanggar JCPOA maka sangksi yang pernah diterapkan mulai dari resolusi DK PBB, Uni Eropa , dan embargo Amerika dapat kembali berlaku. Sedangakn untuk Iran Apabila tidak ada pencabutan atau kembalinya sanksi yang pernah diterapkan kepanya sesuai yang terkandung dalam JCPOA dapat kembali mengembangkan nuklir tanpa batasan-batasan yang telah disepakati dalam JCPOA tersebut.

90 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pengaturan mengenai pembatasan nuklir dalam hukum internasional telah banyak perangkatnya. Didalam penggunaan nuklir hanya lima negara yang dapat mempunyai senjata nuklir yaitu : Amerika Serikat, Rusia, China, Perancis, dan Inggris yang juga disebut dengan Nuclear Weapon State, sedangkan negara lain selain lima tersebut disebut dengan Nuclear Non

Weapon State. Penggunaan nuklir hanya dapat dilakukan untuk tujuan

damai, artinya penggunaan nuklir tidak dibenarkan seperti untuk memperkuat senjata militer dan hal-hal lain yang mengancam perdamaian. Walaupun kelima negara yang disebut Nuclear Weapon State mempunyai senjata nuklir tetapi dilarang untuk melakukan uji coba senjata nuklirnya. Setiap negara dilarang melakukan segala macam percobaan senjata nuklir di Atmosfer , Ruang Angkasa, dan Bawah Air, Permukaan Laut atau dibawahnya.

2. Status perjanjian nuklir Iran dengan E3/EU+3 ( Jerman, China, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Uni Eropa ) sah menurut Hukum Internasional karena telah dilakukan menurut hukumm atau kebiasaan internasional yang berlaku. Perjanjian tersebut telah melalui proses perundingan, penandatangan, dan ratifikasi serta telah memenuhi unsur suatu perjanjian dapat diaktan sebagai perjanjian internasional. Didalam perjanjian tersebut terdapat klausul bahwa perjanjian tersebut harus

91

didukung oleh DK PBB yang kemudian akhirnya juga disahkan oleh DK PBB. karena telah memenuhi unsur Kemudian telah didukung dan disahkan oleh DK PBB sebagai persyaratan sahnya perjanjian JCPOA tersebut. Maka perjanjian tersebut sah menurut hukum internasional. 3. Sanksi hukum yang timbul akibat pelanggaran perjanjian JCPOA tersebut

apabila Iran yang melanggarnya maka sanksi-sanksi yang pernah diterapkan kepada Iran sebelum terjadinya perjanjian JCPOA akan kembali diterapkan seperti resolusi DK PBB, Peraturan Uni Eropa terkait pembatasan-pembatasan tertentu terhadap Iran, dan sanksi-sanksi dari Amerika sebagaimana yang tertuang dalam JCPOA. Sedangkan apabila salah satu atau lebih dari E3/EU+3 belum mencabut sanksi maka Iran dapat mengembangkan nuklirnya tanpa acuan JCPOA tersebut.

B. Saran

1. Begitu banyak perangkat hukum internasional yang telah melarang tentang penggunaan nuklir untuk kepentingan militer tetapi implementasinya dirasa masih belum cukup ampuh untuk menekan perkembangan senjata nuklir. Hendaknya ada peraturan internasional yang membatasi pengembangan nuklir yang tujuannya untuk membuat senjata nuklir dengan sanksi didalam perjanjian tersebut dibuat tegas agar para pihak yang ingin mencoba-coba mengembangkan senjata nuklir menjadi berfikir seribu kali untuk membuatnya.

92

2. Dalam menilai sebuah perjanjian internasional sah atau tidak harus dilihat terlebih dahulu unsur-unsur sebuah perjanjian internasional apakah telah terpenuhi sehingga dapat dikatakan perjanjian internasional. Sebaiknya ada suatu badan yang dapat menilai bahwa suatu perjanjian internasional dapat dikatakan sah atau tidak.

3. Pemerintah Indonesia apabila ingin membuat perjanjian kerjasama mengenai nuklir dengan Iran hendaknya berhati-hati dan mempertimbangangkan segala aspek. Karena sanksi terhadap Iran dapat berlaku lagi sewaktu-waktu apabila terjadi pelanggaran terhadap JCPOA yang memungkinkan Indonesia juga akan terkena dampaknya.

15 BAB II

PENGATURAN INTERNASIONAL TENTANG PENGGUNAAN NUKLIR

A. Sejarah Nuklir

Nuklir merupakan bagian terkecil dari atom. Untuk mendefinisikan pengertian nuklir lebih mudah dapat diambil contoh pada kehidupan sehari-hari yaitu nasi. Nasi merupakan bagian yang jika diuraikan tersusun atas molekul-molekul. Molekul adalah bagian terkecil dari benda yang masih memiliki sifat fisik dan kimiawi . Misal berwarna putih, maka molekul dari nasi berwarna putih. Jika diuraikan lagi, maka akan diperoleh atom-atom penyusun molekul tersebut. Rumus molekul nasi adalah C6H12O6. Satu molekul nasi tersusun atas 6 atom Carbon (C), dua belas atom Hidrogen (H) , dan enam atom Oksigen (O). Jadi, molekul penyusun nasi terdiri dari atom C, H, dan O.18 Atom merupakan bagian yang terkecil dari molekul yang sudah tidak memiliki dasar molekul. Jika diuraikan lagi pada kulit atom terdiri dari elektron yang mengelilinginya dan pada bagian inti terdapat proton dan neutron. Bagian inti atom inilah dalam fisika disebut juga nuklir.

Pada awalnya nuklir diteliti tidak untuk menciptakan senjata. Keingin tahuan dan percobaan manusia mengalami perkembangan yang signifikan dan menghasilkan energi nuklir yang dapat menjadi senjata yang amat berbahaya serta daya ledaknya yang dahsyat. Dalam sejarah perkembagan nuklir ini dapat kita bagi menjadi beberapa bagian yaitu :

16 a. Tahun 1800 an sampai 1940 an

Penemuan nuklir diawali ketika Wilhelm Conrad Röntgen (1845-1923), fisikawan berkebangsaan Jerman, pada tahun 1895 menemukan jenis sinar yang belum pernah ditemukan. Karena belum pernah ditemukan maka diberi nama dengan sinar X.19 Untuk menghargai jasa Wilhelm Conrad Röntgen tersebut maka diberilah nama sinar Roentgent.20

Setelah satu tahun yaitu pada tahun 1886 Antoine Henri Becquerel ( 1852 -1908 ) seorang fisikawan asal Perancis yang menemukan radioaktivitas. Namanya digunakan untuk satuan radioaktivitas. ketika mengamati fosforesensi garam uranium, tanpa sengaja Becquerel menemukan radioaktivitas. Meneliti karya Wilhelm Conrad Röntgen, Becquerel mengurung zat yang berpijar, kalium uranil sulfat, dalam pelat foto dan bahan hitam untuk mempersiapkan penelitian yang memerlukan cahaya terang. Namun, sebelum melakukan penelitian, Becquerel menemukan pelat foto itu itu sudah terpajan, menunjukkan gambaran zat. Penemuan itu membuatnya meneliti emisi spontan radiasi nuklir.21 Pada tahun 1998 Marie curie dan suaminya pierre mempelajari gejala dan menemukan dua elemen baru yang memperlihatkan produksi energi spontan : Polonium dan Radium. Mereka dinamakan fenomena "radioaktivitas".22

19 salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (sama dengan frekuensi dalam rentang 30 petahertz - 30exahertz) dan memiliki energi dalam rentang 100 eV - 100 Kev. Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya. Sebagimana dimuat dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Sinar-X terakhir diakses pada tanggal 02 Oktober 2015 pukul 09.10 Wib

20 Mukhlis Akhadi, Op.Cit, hal.. 9

21 Seperti dimuat dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Henri_Becquerel terakhir diakses 02 Oktober 2015 pukul 10.34 Wib

22 Seperti yang dimuat dalam http://www.whatisnuclear.com/articles/nuclear_history.html terakhir diakses pada tanggal 04 Oktober 2015 pukul 12.29 Wib

17

Pada tahun 1902, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris, Ernest Rutherford (1871-1937) dan ahli kimia Frederick Soddy (1877-1956) menerangkan peluruhan radioaktif yang mengubah unsur seperti radium menjadi unsur lain sambil menghasilkan energi. fisikawan tahu atom mengandung jumlah energi yang besar. Fisikawan Inggris Ernest Rutherford disebut ayah dari ilmu nuklir karena kontribusinya untuk teori struktur atom. Pada tahun 1904 ia menulis: If it were ever possible to control at will the rate of disintegration of the radio elements, an enormous amount of energy could be obtained from a small

amount of matter. 23

Albert Einstein (1879-1955) mengembangkan teori dari hubungan antara massa dan energi setahun kemudian. Rumus matematikanya adalah E = mc2, atau "Energi sama dengan massa kali kecepatan cahaya kuadrat." Butuh waktu hampir 35 tahun untuk seseorang untuk membuktikan teori Einstein.

Penelitian terus dilakukan oleh para ahli fisika, James Chadwick (1891-1974) ilmuan asal Inggris, Saat perang dunia I pecah, ia sedang meneliti peluruhan sinar beta di Jerman. Chadwick ditahan pemerintah Jerman, karena dianggap sebagai musuh. Setelah perang, ia bergabung dengan Ernest Rutherford di Cambridge. Ia memakai hamburan partikel sinar alfa untuk membuktikan bahwa nomor atom suatu unsur kimia sama dengan muatan nuklir. Ia dan Rutherford mengajukan usul yang menyatakan bahwa dalam inti terdapat

23 U.S. Department of Energy Office of Nuclear Energy, Science and Technology, Washington, D.C. 20585 hal. 3 sebagaimana dimuat dalam http://www.energy .gov/sites/prod/files/The%20History%20of%20Nuclear%20Energy_0.pdf diakses terakhir pada tanggal 06 oktober 2015 pukul 15.30 Wib

18

partikel tak bermuatan, namun mereka belum bisa mendeteksi partikel itu secara eksperimental sampai 1932. Pada tahun tersebut, Chadwick berhasil

Dokumen terkait