BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Sanksi/ hukuman disiplin kerja
Sasaran utama pengadaan sanksi disiplin kerja bagi para karyawan yang melanggar norma-norma perusahaan adalah memperbaiki dan mendidik para karyawan yang melakukan pelanggaran disiplin. Manajemen dalam memberikan
hukuman harus terlebih dahulu melakukan penelitian dengan metode dan validitas yang tinggi atas tindakan dan praduga pelanggaran disiplin yang dilakukan karyawan yang bersangkutan (Sastrohadiwiryo, 2002 : 293). Sanksi atas pelanggaran disiplin yang diberikan harus setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukan karyawan sehingga secara adil dapat diterima. Berikut adalah tingkat dan jenis disiplin kerja :
a. Sanksi Disiplin Berat, terdiri atas :
1 Demosi jabatan yang setingkat lebih rendah dari jabatan/pekerjaan yang diberikan sebelumnya.
2 Pembebasan dari jabatan/pekerjaan untuk dijadikan sebagai tenaga kerja biasa bagi yang memegang jabatan.
3 Pemutusan hubungan kerja dengan hormat atas permintaan sendiri tenaga kerja yang bersangkutan.
4 Pemutusan hubungan kerja dengan tidak hormat sebagai tenaga kerja di perusahaan.
b. Sanksi Disiplin Sedang, terdiri atas :
1 Penundaan pemberian kompensasi yang sebelumnya telah dicanangkan sebagaimana tenaga kerja lainnya
2 Penurunan upah sebesar satu kali upah yang biasa diberikan
3 Penundaan program promosi bagi tenaga kerja yang bersangkutan pada jabatan yang lebih tinggi.
c. Sanksi Disiplin Ringan, terdiri atas :
1 Teguran lisan kepada tenaga kerja yang bersangkutan. 2 Teguran tertulis.
3 Pernyataan tidak puas secara tertulis.
Yang berwenang dalam pemberian sanksi terhadap karyawan yang melanggar disiplin kerja adalah manajemen puncak, akan tetapi dalam praktek hal ini didelegasikan kepada manajer tenaga kerja. Manajer puncak maupun manajer tenaga kerja harus berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dari pemerintah. Pemberian hukuman bagi karyawan yang melanggar disiplin kerja hendaknya dipertimbangkan dengan cermat, teliti, dan seksama sehingga sanksi yang dijatuhkan setimpal dengan kesalahan yang dilakukan karyawan. Bagi karyawan yang melakukan kesalahan yang sama berulang kali perlu dijatuhi sanksi hukuman yang lebih berat, dengan tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah
E. Disiplin Kerja
1. Pengertian Disiplin Kerja
Kedisiplinan adalah sikap yang secara sukarela mentaati semua peraturan dan menyadari semua tugas dan tanggungjawabnya. Dalam dunia kerja disiplin kerja dapat diartikan sebagai sikap karyawan yang mematuhi semua peraturan perusahaan; datang dan pulang tepat waktu, mengerjakan semua pekerjaan dengan baik, tidak mangkir (Fathoni, 2006 : 130). Disiplin kerja dapat diartikan sebagai suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan uang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya (Sastrodiwiryo, 2002 : 192)
2. Tipe Disiplin Kerja
a. Disiplin Preventif
Disiplin preventif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan- penyelewengan dapat dicegah. Sasaran pokok disiplin preventif adalah mendorong disiplin diri di antara para karyawan, sehingga karyawan menjaga disiplin kerja bukan semata-mata dipaksa manajemen.
Manajemen mempunyai tanggungjawab untuk menciptakan suatu disiplin preventif dimana berbagai standar diketahui dan dipahami oleh para karyawan. Bila para karyawan tidak mengetahui standar-standar yang harus dicapai mereka cenderung menjadi salah arah. Selain itu manajemen hendaknya menetapkan standar-standar secara positif bukan secara negatif, seperti “Utamakan Keselamatan” bukan “Jangan Ceroboh”. Para karyawan biasanya perlu mengetahui alasan-alasan yang melatarbelakangi suatu standar agar mereka dapat memahaminya.
b. Disiplin Korektif
Disiplin korektif adalah kegiatan yang diambil untuk menagani pelanggaran- pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran- pelanggaran lebih lanjut. Tindakan disiplin korektif sering berupa hukuman dan sering disebut tindakan pendisiplinan (disciplinary action), seperti pemberian peringatan atau skorsing. Sasaran-sasaran pendisiplinan hendaknya positif, bersifat mendidik dan mengoreksi, bukan tindakan negatif yang menjatuhkan karyawan yang berbuat salah. Maksud pendisiplinan adalah untuk memperbaiki
perbuatan dimasa yang akan datang bukan untuk menghukum perbuatan di masa lalu. Bila pendisiplinan menggunakan pendekatan negatif akan menimbulkan pengaruh yang merugikan, seperti hubungan emosional terganggu, absensi meningkat, dan ketakutan pada penyelia. Sasaran tindakan pendisiplinan secara ringkas adalah untuk : memperbaiki pelanggaran, menghalangi karyawan lain melakukan tindakan yang sama, untuk menjaga berbagai standar kelompok tetap konsisten dan efektif. Pemecatan merupakan bentuk pendisiplinan yang terakhir. Tindakan ini sering dikatakan sebagai kegagalan manajemen dan departemen personalia, tetapi pandangan itu tidak realistik. Karena bagaimanapun juga, organisasi mempunyai batasan kemampuan untuk mempertahankan karyawan yang tidak memiliki kinerja yang tidak baik.
3. Pentingnya Disiplin Kerja
Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggungjawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan padanya. Disiplin kerja yang baik akan mendorong gairah kerja, semangat kerja. Sehingga tujuan perusahaan maupun karyawan dapat tercapai. Kedisiplinan harus dapat ditingkatkan dalam organisasi perusahaan. Tanpa dukungan kedisiplinan karyawan yang baik akan sulit bagi perusahaan dalam mewujudkan tujuannya.
4. Tujuan Pembinaan Disiplin Kerja
Setiap karyawan mempunyai motif tersendiri dalam bekerja, dan hampir tidak ada karyawan yang memiliki motif yang sama. Hal ini menimbulkann perbedaan reaksi terhadap seluruh beban kerja bagi setiap karyawan. Oleh karena itu tidak ada teknik dan strategi yang menjamin bahwa setiap karyawan memiliki moral
dan disiplin kerja yang tinggi. Beberapa karyawan bekerja hanya untuk mendapatkan uang, ada yang bekerja karena alasan gengsi, dan ada yang bekerja karena tertarik terhadap pekerjaannya. Bahkan mungkin ada beberapa karyawan yang tidak tahu apa yang menjadi motif mereka dalam bekerja ( Sastrohadiwiryo, 2002 : 291).
Motif utama karyawan pada saat ini mungkin dapat berubah untuk hari esok. Perubahan motif dalam bekerja ini dapat terjadi kapan saja setelah satu motif terpenuhi dengan baik sehingga motif yang lain akan menggantikannya. Motif lama yang telah terpuaskan akan menjadi reda sehingga akan mengurangi keinginan karyawan untuk bertindak dan berperilaku bila dibandingkan dengan motif yang baru yang masih belum terpuaskan.
Motif karyawan yang selalu berubah-ubah apabila motif yang satu telah terpenuhi sangat mempengaruhi kondisi disiplin kerja para karyawan. Dampak perubahan motif dalam bekerja ini harus mendapat porsi pembinaan dengan prioritas utama dari pihak manajemen.
Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan pembinaan disiplin kerja karyawan adalah untuk kelangsungan perusahaan sesuai dengan motif perusahaan. Menurut Sastrohadiwiryo (2002 : 292) tujuan khusus pembinaan disiplin kerja karyawan adalah :
a. Agar karyawan menepati segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan baik secara tertulis maupun tidak tertulis, serta melaksanakan perintah manajemen.
b. Mampu melaksanakan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan pelayanan maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan perusahaan sesuai dengan bidang pekerjaan yang diberikan kepadanya.
c. Mampu menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana barang dan jasa perusahaan sebaik-baiknya.
d. Mampu bertindak dan berperilaku sesuai norma-norma yang berlaki pada perusahaan.
e. Karyawan mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai harapan perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
BAB III
GAMBARAN PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT Perkebunan Nusantara III disingkat PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (Persero), merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan. Kegiatan usaha Perseroan mencakup usaha budidaya dan pengolahan tanaman kelapa sawit dan karet. Produk utama Perseroan adalah Minyak Sawit (CPO) dan Inti Sawit (Kernel) dan produk hilir karet.
Sejarah Perseroan diawali dengan proses pengambilalihan perusahaan- perusahaan perkebunan milik Belanda oleh Pemerintah RI pada tahun 1958 yang dikenal sebagai proses nasionalisasi perusahaan perkebunan asing menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN). Pada tahun 1968, PPN direstrukturisasi menjadi beberapa kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PPN) yang selanjutnya pada tahun 1974 bentuk badan hukumnya diubah menjadi PT Perkebunan (Persero). Guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan usaha perusahaan BUMN, Pemerintah merestrukturisasi BUMN subsektor perkebunan dengan melakukan penggabungan usaha berdasarkan wilayah eksploitasi dan perampingan struktur organisasi. Diawali dengan langkah penggabungan manajemen pada tahun 1994, 3(tiga) BUMN Perkebunan yang terdiri dari PT Perkebunan III (Persero), PT Perkebunan IV (Persero) dan PT Perkebunan V (Persero) disatukan pengolahannya ke dalam manajemen PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
Selanjutnya melalui Peraturan Pemerintah NO. 8 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996, ketiga perseroan tersebut digabung dan diberi nama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang kemudian berkedudukan di Medan, Sumatera Utara. PT Perkebunan Nusantara III ( Persero) didirikan dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH, No. 36 tanggal 11 Maret 1996 dan telah disahkan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-8331.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 yang dimuat di dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 Tahun 1996 Tambahan Berita Negara No. 8674 Tahun 1996.
Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 1996 tanggal 14 februari 1996 diadakan peleburan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan III, PT Perkebunan IV dan PT Perkebunan V menjadi:
Nama : Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara III disingkat
dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Alamat : Jln. Sei Batanghari No.2 Sei Sikambing
Po.Box No. 91 Medan 20122
Telepon : 061-8452244-8454728
Email : [email protected]
B. Visi Dan Misi Perusahaan
1. Visi
Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik.
2. Misi
1. Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan.
2. Menghasilkan produk berkualitas untuk pelanggan.
3. Memperlakukan karyawan sebagai aset stratejik dan mengembangkan secara optimal.
4. Menjadikan perusahaan terpilih yang memberikan “imbal-hasil” terbaik bagi para investor.
5. Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis.
6. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan komunitas
C. Struktur Organisasi Dan Uraian Tugas Perusahaan
Struktur organisasi merupakan kerangka dasar dari pelaksanaan setiap bentuk usaha. Kegunaan struktur organisasi adalah supaya bentuk usaha itu mempunyai landasan pola pelaksanaan dalam mencapai tujuan dan
hasil usaha semaksimal mungkin. Dengan adanya struktu organisasi dapat kita lihat dengan jelas pendelegasian wewenang mengandung unsur-unsur penugasan dan tanggungjawab.
Struktur organisasi dari PTPN III dapat dilihat pada gambar 3.1
1. DIREKTUR SDM /UMUM
a. Fungsi Utama
Mengelola dan memberdayakan sumberdaya manusia dan sarana pendukung lainnya sehingga tercapai kinerja bidang SDM/ UMUM yang optimal.
1. Terwujudnya tenaga kerja sesuai dengan rasio yang ditetapkan.
2. Terwujudnya Competence Level index (CLI) : 10
3. Terwujudnya Employee Satisfaction Index (ESI) : 75 %
4. Terwujudnya seluruh aspek legal perusahaan pada tingkat Zero Risk.
5. Terwujudnya lingkungan kerja yang aman pada tingkat Zero Conflict
dan Zero Accident.
c. Tugas
1. Menetapkan kebutuhan SDM (kompetensi, kuantitas dan waktu) sesuai dengan kebutuhan perusahaan
2. Menetapkan sistem kerja (work system) bidang SDM untuk mewujudkan operational excelence.
3. Melaksanakan mapping personil secara periodik
4. Menetapkan dan melaksanakan sistem pendidikan dan pelatihan.
5. Menetapkan dan melaksanakan sistem penilaian karya.
6. Menetapkan sistem kompensasi dan remunerasi.
7. Menetapkan sistem rekruitmen karyawan.
8. Menetapkan sistem jejang karier karyawan.
9. Menetapkan program peningkatan kesejahteraan (Quality of life).
11. Menetapkan kebijakan untuk memenuhi aspek legal perusahaan..
12. Menjalin hubungan yang harmonis dengan stake holders.
13. Menetapkan kebijakan dan mengevaluasi pelaksanaan bina lingkungan.
14. Mengendalikan biaya pembinaan SDM dan umum secara efisien.
15. Mensukseskan pelaksanaan sistem manajemen ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3.
16. Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayakan secara maksimal.
6. KEPALA BAGIAN SUMBER DAYA MANUSIA
a. Fungsi Utama
Melaksanakan fungsi manajemen dalam memberdayakan sumber daya manusia, perusahaan secara optimal sehingga terwujudnya karyawan yang berilmu pengetahuan (knowledgeable worker).
b. Sasaran
1. Tercapainya kompetensi karyawan pada tingkat “Competence Level Index” (CLI) : 7,5.
2. Tersedianya kebutuhan tenaga kerja dengan rasio:
b. Karet ≤ 0, 20 (tanpa PPK)
c. PKS 60 ton, (2 Shift = 210 orang, 3 Shift = 260 orang)
d. PKS 30 ton (2 Shift = 160 orang)
e. Pabrik Pengolahan Karet (PPK) :
RSS (8.000 Kg KK/ Hari) = 80 orang
CR High Grade (8.000 Kg KK/ Hari) = 32 orang CR Low Grade (8.000 Kg KK/ Hari = 35 orang Lateks pusingan ( 10.000 Kg KK/ Hari) = 25 orang c.Tugas
1. Melaksanakan pengelolaan SDM berbasis kompetensi, kinerja dan kontribusi yang diberikan perusahaan.
2. Melakukan pembangunan system dan Training Program dalam melaksanakan pemenuhan kompetensi.
3. Melaksanakan proses Reward dan Punishment
4. Melaksanakan kegiatan Survei Kepuasan Karyawan
5. Merekapitulasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Sistem Penilaian Karya (SPK), kesepakatan karya, bimbingan karya dan penilaian karya serta melaksanakan SPK di Bagian SDM.
7. Melaksanakan sosialisasi mengenai hak dan kewajiban karyawan.
8. Melaksanakan kegiaatan rekrutmen SDM (kecuali tenaga permanen/penderes dan golongan IA di Pabrik).
9. Melakukan kegiatan Promosi, Kenaikan Golongan, Demosi dan Mutasi.
10.Melaksanakan dan mengkoordinir program Asuransi Karyawan dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku.
11.Melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan Kesejahteraan Karyawan.
12.Melaksanakan system penggajian dan remunerasi.
13.Monitoring dan evaluasi pelaksanaan System jenjang karir.
14.Menyusun Sistem hubungan industrial untuk menciptakan hubungan yyang harmonis antara manajemen dan karyawan.
15.Menyusun dan mengevaluasi struktur organisasi perusahaan dan unit kerja.
16.Monitoring dan evaluasi kinerja bidang SDM.
17.Membuat dan mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (AKAP)/Rencana Kerja Operasional (ROP) bagian SDM.
18.Monitoring dan evaluasi pelaksanaan RKAP/RKO bidang SDM Kebun/Unit.
19.Mengusulkan Strategic Planning (SP) dan RJP bidang SDM.
20.Menjamin bahwa kebijakan mutu, lingkungan dan SMK3 dimengerti, diterapkan dan dipelihara di bagian SDM.
21.Melaksanakan pengendalian sistem komputerisasi yang terintegrasi berbasis data base secara konsisten dan up to date
22.Mengkoordinir pelaksanaan program assessment centre untuk proses rekrutmen/ penempatan dan pemetaan kompetensi guna menunjang system perencanaan karir karyawan yang diselenggarakan secara internal dan eksternal
23.Menyusun dan mereview profil kompetensi setiap jabatan di semua strata secara bertahap dan berkala.
24.Memberikan masukan dan melakukan presentasi kepada direksi tentang profil karyawan.
25.Mengup-date dan menjaga kerahasiaan data profil karyawan dengan menggunakan DSS (Data Supporting System)
3. DIREKTUR KEUANGAN
a. Fungsi Utama
Mengelola dan memberdayakan sumberdaya keuangan secara tepat guna, sehingga tercapainya cash flow, dan biaya operasional perusahaan yang efektif dan efisien
b. Sasaran
1. Terciptanya cosh effectiveness pada tingkat harga pokok (FBO) ≤ 80% dari nilai penjualan, dan tercapainya Asset Turn Over (ATO) sebesar 1,1 kali.
2. Terpeliharanya solvabilitas pada tingkat DER ≤ 40 : 60
3. Terpeliharanya likuiditas pada tingkat ≥ 150 %.
c. Tugas
1. Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.
2. Melaksanakan Assets Assessment secara berkesinambungan untuk memberdayakan asset potensial.
3. Monitor dan mengevaluasi biaya produksi (harga pokok FOB) melalui pemanfaatan Activity Based Costing (ABC).
4. Memelihara Cash Reserve Requirement minimum 2 (dua) bulan kebutuhan dana operasional.
5. Mengkoordinasi dan memberi pengarahan dalam penyusunan RKAP/RKO dan RJP.
6. Mencari sumber dana bagi pertumbuhan perusahaan.
7. Membuat laporan manajemen interin dan laporan keuangan konsolidasian.
8. Menjalin hubungan yag harmoni dengan stake Holders
9. Membangun sarana dan prasarana informasi manajemen keuangan melalui teknologi informatika (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal.
10.Mensukseskan Pelaksanaan Sistem Manajemen ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3
11.Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi informatika (TI) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal.
4. KEPALA BAGIAN AKUNTANSI
a. Fungsi Utama
Melaksanakan fungsi manajemen dalam memberdayakan sumber daya keuangan akuntansi secara optimal untuk mewujudkan kondisi keuangan yang sehat.
b. Sasaran
1. Penerbitan Laporan Manajemen dan Laporan Keuangan Konsolidasian interim pada tanggal 30 bulan berikutnya.
2. Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian pada bulan Maret tahun berikutnya yang disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Pemerintah lainnya.
4. Tercapainya tingkat ROA 20 %.
5. Tersedianya cash effectiveness pada tingkat harga pokok free on Board (FOB) ≤ 80 % dari nilai penjualan.
6. Tercapainya Asset Turn Over (ATO) 1, 1 kali.
c. Tugas
1. Membuat dan menyampaikan Laporan Manajemen (LM) interim dan tahunan kepada pemegang saham.
2. Membuat dan menyampaikan Laporan Keuangan (Konsolidasian) interim dan tahunan sesuai dengan standar akuntansi keuangan kepada stake holders (pemegang saham, Bapepam, instansi terkait lainnya).
3. Mempersiapkan bahan Rapat Umum Pemegang Saham yang berkaitan dengan data keuangan.
4. Monitoring dan evaluasi system internal control dalam rangka mengamankan asset perusahaan.
5. Monitoring dan evaluasi terlaksananya sistem Informasi Manajemen (SIM) agar berjalan sesuai dengan fungsi dan tujuan.
6. Melaksanakan pemeriksaan kas, persediaan dan aktiva lainnya serta verifikasi penggunaan uang kerja dan administrasi keuangan Distrik/ General Manajer dan kebun/ unit secara periodik.
7. Melaksanakan kegiatan proses akuntansi yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuiti, penjualan dan beban.
8. Melaksanakan penagihan piutang non niaga.
9. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap aktiva perusahaan.
10. Menindaklanjuti proses penghapusan aktiva perusahaan ( piutang, persediaan, aktiva tetap dan aktiva lainnya).
11. Melaksankan rekonsiliasi perkiraan internal, eksternal.
12. Monitoring dan evaluasi kinerja keuangan anak perusahaan serta administrasi PIR.
13. Monitoring dan evaluasi kinerja Bagian Pembiayaan.
14. Menyusun Strategic Planning (SP) dan rencana Jangka Panjang (RJP) Bagian serta Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)/ Rencana Kerja serta Operasional (RKO) Bagian Pembiayaan.
15. Membuat dan menghimpun pedoman penyusunan RKAP.
16. Mengkoordinir pembuatan dan penyusunan RKAP dan RKO perusahaan dan proyeksi keuangan.
17. Menindaklanjuti permintaan anggaran biaya (PPAB, DPBB, P4T dan P4S).
18. Membuat dan mendistribusikan laba dan rugi per unit kerja.
19. Menyusun proyeksi dan realisasi cash flowi perusahaan.
21. Melindungi asset perusahaan dengan melaksanakan penutupan assuransi yang cukup.
22. Memenuhi kebutuhan modal kerja kebun dan unit kerja sesuai dengan pengajuan permintaan Distrik/ General Manajer.
23. Membuat laporan pemakaian modal kerja kebun dan unit kerja kepada Direksi.
24. Melaksanakan adminstrasi Keuangan, penerimaan hasil penjualan dan hasil lainnya serta melaksanakan pembayaran semua kewajiban perusahaan.
25. Melaksanakan administrasi perpajakan dan assuransi sesuai Peraturan Pemerintah dibidang Keuangan.
26. Mengusahakan sumber pendanaan yang mempunyai tingkat bunga rendah.
27. Melaksakan Sistem Penilaian Karya (SPK)
28. Melaksanakan pengendalian system komputerisasi yang terintegrasi berbasis data base secara konsisten dan up to date.
29. Menerima, menyimpan dan mendistribusikan barang ke kebun/ Unit Kerja.
30. Monitoring, evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan RKO dan RKAP.
31. Menjamin bahwa kebijakan mutu, lingkungan dan SMK3 dimengerti, diterapkan dan dipelihara di Bagian Pembiayaan.
7. DIREKTUR PEMASARAN
a. Fungsi Utama
Mengelola dan memberdayakan sumberdaya pemasaran dan pengadaan secara optimal, sehingga tercapainya kepuasan pelanggan dan pemasok.
b. Sasaran
1. Tercapainya peningkatan nilai penjualan sebesar 10% setiap tahun.
2. Terwujudnya kepuasan pelanggan dengan indeks kepuasan pelanggan 80 %.
3. Tercapainya Account Receivable (A/ R) Turn Over ≤14 hari.
4. Tercapainya finished Goods Inventory Turn over 16 kali.
5. Tercapainya Inventory Turn Over 8 kali.
6. Tercapainya economic Order Quantity 2 kali (pupuk) dan 4 kali (barang lainnya).
c. Tugas
1. Menetapkan dan mengevaluasi upaya strategik dan kebijakan pemasaran serta pengadaan barang dan jasa.
2. Mencari dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pemasok dan pelanggan) serta mitra aliansi
3. Menetapkan sistem pengendalian persediaan hasil produksi serta bahan baku dan pelengkap.
4. Menetapkan pedoman harga barang dan jasa.
5. Menetapkan kebijakan dalam menyiasati perkembangan pasar perilaku pesaing (market intelligence).
6. Menginformasikan kebutuhan pasar secara berkesinambungan kepada Direktur Produksi.
7. Merancang proses bisnis dan work system bidang pemasaran dan bidang pengadaan barang dan jasa untuk mewujudkan operational excellence.
8. Memasarkan produk dengan biaya penjualan yang efektif dan efisien, serta terwujudnya pembinaan pemasok.
9. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa secara efektif dan efisien, serta terwujudnya pembinaan pemasok.
10. Mengendalikan biaya penjualan dan biaya pengadaan pada tingkat yang efisien.
11. Mensukseskan pelaksanaan sistem manajemen ISO 9000, ISO 14000 dan SMK3.
12. Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi informasi (IT) yang terintegrasi dan berbasis data base, serta memberdayagunakan secara maksimal.
8. KEPALA BAGIAN PEMASARAN
a. Fungsi Utama
Melaksanakan fungsi manajemen pemasaran denga menggunakan sumber daya pemasaran secara maksimal sehingga tercapai kepuasan pelanggan, peningkatan arus kas masuk, optimalisasi harga, minimalisasi stock dan penagihan pembayaran yang efektif.
b. Sasaran
1. Tercapainya peningkatan nilai penjualan sebesar 10 % setiap tahun.
2. Terwujudnya kepuasan pelanggan dengan indeks kepuasan pelanggan 80 %
3. Tercapainya Account Receivable (A/ R) Turn Over ≤14 hari.
c. Tugas
1. Menyusun program dan menetapkan strategi pemasaran, kebijakan pemasaran yang berdasarkan informasi dan analisa pasar.
2. Mengelola Instalasi Belawan sebagai bagian operasional proses penjualan dalam hal pergudangan, pemeriksaan/ pengawasan mutu dan pengapalan komoditi karet.
3. Monitoring dan evalusasi mutu persediaan hasil produksi bersama Bagian terkait.
4. Mengelola proses transaksi penjualan dan administrasi pengiriman produksi karet dan CPO ke pelabuhan (Belawan/ Dumai).
5. Melakukan koordinasi dengan bagian terkait yang menyangkut kebijakan produksi, mutu, penjualan, penyelesaianl klaim, asuransi maupun perlindungan hukum.
6. Monitoring dan evaluasi penjualan hasil produksi ekspor/ lokal dan menginformasikan harga jual ke unit kerja.
7. Menyiapkan laporan pemasaran secara periodik sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
8. Melaksanakan analisa pasar dan mengevaluasi survei kepuasan pelanggan.
9. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Bagian Pemasaran.
10. Menyusun dan monitoring Strategic Planning (SP) dan RJP Bagian Pemasaran.
11. Menjamin bahwa kebijakan mutu, lingkungan dan SMK3 dimengerti, diterapkan dan dipelihara di Bagian Informasi.
12. Melaksanakan Sistem Penilaian Karya ( SPK)
13. Melaksanakan pengendalian system komputerisasi yang terintegrasi berbasis data base secara konsisten dan up to date.
D. Sanksi/ Hukuman Disiplin Kerja
Karyawan yang melanggar ketentuan disiplin kerja berupa kewajiban dan larangan dapat dijatuhi sanksi/ hukuman disiplin sebagai berikut:
1. Tegoran Tertulis
Tegoran Tertulis dikenakan kepada karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan disiplin kerja Perusahaan yang berdasarkan penilaian Atasan karyawan yang bersangkutan patut diberi hukuman, dan dapat dilaksanakan oleh atasan karyawan langsung. Tegoran Tertulis hanya dapat dikeluarkan oleh Kepala Bagian Distrik Manajer, General Manajer dan Manajer dengan menyampaikan Tembusan ke Bagian SDM.
2. Peringatan Tertulis
Peringatan Tertulis dikenakan kepada Karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan disiplin Perusahaan.
Peringatan tertulis untuk:
a. Strata I s/d III
Peringatan tertulis terhadap karyawan Strata I s/d III kantor Direksi/ DM/ GM/ Kebun/ Unit diterbitkan oleh Kepala Bagian/ DM/ GM/