BAB V PENUTUP
B. Saran
Apabila suatu saat ditemukan grafik kalibrasi yang tidak linear dari hasil kalibrasi spektrofotometer serapan atom, maka penulis menyarankan agar hubungan absorbansi dan konsentrasi dari grafik kalibrasi dibuat dalam bentuk persamaan polinom dan nilai konsentrasi sampel ditentukan dengan menggunakan persamaan tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
DAFTAR PUSTAKA
Bax, D. 2004. Atomic Absorption Spectrometry (II). Yogyakarta: Sanata Dharma University
Bax, D. 2010. Atomic Absorption Spectrometry. Yogyakarta: Sanata Dharma University
Broekaert, J. 2002. Analytical Atomic Spectrometry with flames and Plasmas. Germany: Wiley-VHC
Gandjar, I dan Rohma, A. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Krane, K. 1992. Fisika Modern. Jakarta: UI Press
Khopkar, M. 1990. Konsep Dasar Kimia analitik. Penerjemah: S. Saptohardjo. Jakarta: UI Press
NN. 2010. “Stainless Steel-Grade 304”.
http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=965# Physical Properties. Diakses 23 Oktober 2010.
Skoog, D. 1985. Principles of Instrumental Analysis, Third edition. Japan: The Dryden Press
Willard, H., Merritt, L., Dean, J., & Settle, F. 1988. Instrumental Methods of analysis, 7th edition. California: Wadsworth Publishing Company
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
Lampiran 1
Di dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran absorbansi Fe, Ni, Mn dan Cr di dalam sampel. Pengukuran absorbansi unsur-unsur tersebut dilakukan setelah kalibrasi. Pengukuran absorbansi setiap unsur dilakukan sebanyak 5 kali. Hasil pengukuran absorbansi Fe, Ni, Mn dan Cr di dalam sampel tampak pada tabel 1.1.
Tabel 1.1. Hasil pengukuran absorbansi Fe, Ni, Mn dan Cr di dalam sampel
Unsur Absorbansi A1 A2 A3 A4 A5 Fe 0,397 0,390 0,373 0,381 0,383 Ni 0,091 0,093 0,096 0,093 0,095 Mn 0,532 0,512 0,519 0,534 0,504 Cr 0,130 0,122 0,124 0,125 0,130
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
Lampiran 2
Contoh perhitungan
Pada penelitian ini, pengukuran absorbansi unsur di dalam sampel dilakukan sebanyak 5 kali. Dari 5 kali pengukuran diperoleh 5 nilai absorbansi. Untuk mengetahui konsentrasi unsur di dalam sampel, setiap nilai absorbansi disubstitusikan pada persamaan grafik kalibrasi.
Pada lampiran 1 ditunjukkan nilai-nilai absorbansi Fe secara berturut-turut adalah 0,397; 0,390; 0,373; 0,381; dan 0,383. Untuk mengetahui nilai konsentrasi Fe, setiap nilai absorbansi disubstitusikan pada persamaan grafik kalibrasi unsur Fe yaitu:
Untuk nilai absorbansi 0,397, nilai konsentrasi Fe adalah:
mg/l
Setelah mengetahui nilai konsentrasi dari setiap nilai absorbansi, nilai konsentrasi Fe rata-rata dihitung dengan menggunakan persamaan:
dengan: ci adalah nilai konsentrasi ke i adalah nilai konsentrasi rata-rata n adalah jumlah data
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
Nilai konsentrasi rata-rata Fe adalah:
Untuk mencari ketidakpastian dari hasil perhitungan digunakan persamaan:
Dengan menggunakan persamaan diatas, nilai ketidakpastian dari hasil perhitungan konsentrasi Fe adalah 0,6 mg/l. Sehingga nilai konsentrasi Fe di dalam sampel yang diukur sebesar (18,3 ± 0,6) mg/l.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
Lampiran 3
.
Di dalam penelitian ini digunakan 4 set larutan standar yang, yaitu larutan standar unsur Fe, unsur Ni, unsur Mn dan unsur Cr. Pembuatan larutan standar dilakukan dengan mengencerkan larutan induk masing-masing unsur. Pengenceran yang dilakukan yaitu:
1. Larutan standar Fe
a. Larutan induk Fe 96,85 mg/l diencerkan menjadi larutan Fe 9,97 mg/l. Untuk membuat larutan Fe 9,97 mg/l diperlukan 5 ml larutan Fe 96,85 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
b. Larutan induk Fe 96,85 mg/l diencerkan menjadi larutan Fe 19,93 mg/l. Untuk membuat larutan Fe 19,93 mg/l diperlukan 10 ml larutan Fe 96,85 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
c. Larutan induk Fe 96,85 mg/l diencerkan menjadi larutan Fe 29,91 mg/l Untuk membuat larutan Fe 29,91 mg/l diperlukan 15 ml larutan Fe 96,85 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
2. Larutan standar Ni
a. Larutan induk Ni 107,21 mg/l diencerkan menjadi larutan Ni 2,14 mg/l Untuk membuat larutan Ni 2,14 mg/l diperlukan 1 ml larutan Ni 107,21 mg/l kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
b. Larutan induk Ni 107,21 mg/l diencerkan menjadi larutan Ni 2,14 mg/l Untuk membuat larutan Ni 4,29 mg/l diperlukan 2 ml larutan Ni 107,21 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
c. Larutan induk Ni 107,21 mg/l diencerkan menjadi larutan Ni 6,43 mg/l Untuk membuat larutan Ni 6,43 mg/l diperlukan 3 ml larutan Ni 107,21 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
d. Larutan induk Ni 107,21 mg/l diencerkan menjadi larutan Ni 8,58 mg/l Untuk membuat larutan Ni 8,58 mg/l diperlukan 4 ml larutan Ni 8,58 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
3. Larutan standar Mn
a. Larutan induk Mn 101,80 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 5,09 mg/l.
Untuk membuat larutan Mn 5,09 mg/l diperlukan 2,5 ml larutan Mn 101,80 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
b. Larutan induk Mn 101,80 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 10,18 mg/l.
Untuk membuat larutan Mn 10,18 mg/l diperlukan 5 ml larutan Mn 101,80 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
c. Larutan induk Mn 101,80 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 15,27 mg/l
Untuk membuat larutan Mn 15,27 mg/l diperlukan 7,5 ml larutan Mn 101,80 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
d. Larutan induk Mn 101,80 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 20,36 mg/l
Untuk membuat larutan Mn 20,36 mg/l diperlukan 10 ml larutan Mn 101,80 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
4. Larutan standar Cr
a. Larutan induk Mn 201,47 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 20,15 mg/l
Untuk membuat larutan Cr 20,15 mg/l diperlukan 5 ml larutan Cr 201,47 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
b. Larutan induk Cr 201,47 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 40,29 mg/l
Untuk membuat larutan Cr 40,29 mg/l diperlukan 10 ml larutan Cr 201,47 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
c. Larutan induk Cr 201,47 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 60,44 mg/l
Untuk membuat larutan Cr 60,44 mg/l diperlukan 15 ml larutan Cr 201,47 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.
d. Larutan induk Cr 201,47 mg/l diencerkan menjadi larutan Mn 80,58 mg/l
Untuk membuat larutan Cr 80,58 mg/l diperlukan 20 ml larutan Cr 201,47 mg/l, kemudian ditambahkan dengan pelarut hingga volume larutan menjadi 50 ml.