BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai gaya bahasa hiperbola dan ironi dalam lagu-lagu Slank album Generasi Biru sdan implikasinya bagi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA terdapat beberapa saran yang dianggap perlu untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, yaitu:
1. Bagi Pembaca
Semoga penelitian ini bermanfaat dan dapat dijadikan pedoman untuk penelitian selanjutnya. Khususnya dalam kajian gaya bahasa hiperbola dan ironi yang berhubungan dengan lirik lagu.
2. Bagi Guru
Bagi guru bahasa Indonesia penelitian ini dapat dijadikan media pembelajaran. Guru dapat membuat pembelajaran lebih bervariasi agar siswa mendapatkan pengalaman belajar baru.
3. Bagi Peserta Didik
Peserta didik hendaknya dapat membiasakan kegiatan analisis sehingga dapat lebih berfikir kritis dalam menghadapi masalah.
DAFTAR PUTAKA
Al-Ma‟ruf, Ali Imron. 2010. Kajian Stilistika: Perspektif Kritik Holistik.
Surakarta: UNS Press.
Aminuddin. 2020. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Arifin Muhamad Syamsul dkk. "GAYA BAHASA DAN PESAN-PESAN PADA
LIRIK LAGU EFEK RUMAH KACA BERJUDUL
“MERAH”." Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) 2.1 (2019): 53-60.
Awe, Mokoo. 2003. Iwan Fals: Nyanyian di Tengah Kegelapan. Yogyakarta:
Ombak.
Bahari, Nooryan. 2008. Kritik Seni Wacana: Wacana Apresiasi Dan Kreasi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djohan. 2003. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik.
Djoko Pradopo,rachmad. 2014. Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Djoko Pradopo, Rachmat. 1997. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Eagleton, Terry. 2016. Marxisme dan Kritik Sastra. Terjemahan Roza Muliati dkk. Yogyakarta: Sumbu.
Hasanah dkk, (2019). ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA PUISI-PUISI KARYA FADLI ZON. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(1), 13-26.
Hamid, mukhlis A. 2007. Pengajaran Sastra Indonesia di Sekolah.
Hermintoyo, Muhammad. 2013 Kode Bahasa dan Sastra Kalimat Metaforis Lirik Lagu Populer. Semarang: Gigih Pustaka Mandiri.
Jamalus. 1988. Panduan Pengajaran buku Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Proyek pengembangan Lembaga Pendidikan : Jakarta.
Kasmi, Hendra. 2016. “Kajian Ironi dalam Antalogi Puisi Negeri di Atas Kabut Karya Sulaiman Juned”. Jurnal STKIP Bina Bangsa Getsempena. 2(4), 1-7.
Keraf, Gorys. (1981). Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 2008. Diksi Dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Keraf, Gorys. 2000. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Rinneka Cipta.
Keraf, Gorys. 2004. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores:
Nusa Indah.
Keraf. G. (2007). Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Keraf, Gorys. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Keraf, Gorys. 2008. Diksi Dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Laila, M. Pd. (2016). Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Kumpulan Puisi Melihat Api Bekerja Karya M Aan Mansyur (Tinjauan Stilistika). Jurnal Gramatika, 2(2)..
Pradopo, Rachmat Djoko. 2014. Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Purwadi. 2009. Sejarah Sastra Klasik. Yogyakarta: Panji Pustaka.
Subroto. 1992. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudjiman, Panuti. 1998. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sumardjo, Jacob dan Saini K.M 1985. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Sylado, Remi 1983. Menuju Apresiasi Musik. Bandung : Angkasa.
Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1984. Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa
Teeuw. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Umami, Imam Mahdil, 2009. “Analisis Wacana Penggunaan Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu-lagu Ungu : Kajian Stilistika”. Dinamika Bahasa &
Budaya. 3(2), 201-207.
Uli Indriyana dkk "Analisis Gaya Bahasa Pada Lirik Lagu Daerah Pontianak dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Puisi di SMA." Jurnal Pendidikan Bahasa 5.1 (2016): 100-115.
Wellek, dkk. 1989. Teori Kesusastraan Terjemahan Melalui Budianto. Jakarta:
Grameda.
Windusari Tri dkk. "GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO." Dialektika:
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 4.2 (2017): 166-188.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA ………
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : X / 2
Materi Pokok : Teks Puisi
Alokasi Waktu : 4 X45 Menit (2 JP) A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif melalui keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang a. ilmu pengetahuan, b.
teknologi, c. seni, d. budaya, dan e. Humaniora, dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara: a. efektif, b.
kreatif, c. produktif, d. kritis, e. mandiri, f. kolaboratif, g. komunikatif, dan h.
solutif, dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.17Menganalisis unsur pembangun puisi. 3.17.1 Menganalisis kata konkret dalam puisi.
3.17.2 Menganalisis gaya bahasa dalam puisi
3.17.3 Menganalisis rima dalam puisi 3.17.4 Menganalisis tipografi dalam
puisi
3.17.5 Menganalisis tema dalam puisi 3.17.6 Menganalisis rasa dalam puisi 3.17.7 Menganalisis nada dalam puisi 3.17.8 Menganalisis amanat dalam
puisi
4.17 Menulis puisi dengan memerhatikan
unsur pembangunnya. 4.17.1 Menulis puisi dengan
memerhatikan diksi, imaji, diksi,
4.17.2 Mempresentasikan puisi yang ditulis
4.17.3 Menanggapi puisi yang dipresentasikan
4.17.4 Merevisi puisi yang telah ditulis
C. Tujuan Pembelajaran
1. Pertemuan 1: Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
pedagogik genre, saintifik, dengan model pembelajaran diskoveri, peserta didik dapat menganalisis unsur pembangun puisi dengan rasa ingin tahu, kreatif, tanggung jawab, teliti, serta jujur.
2. Pertemuan 2: Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pedagogik genre, saintifik, dan dengan diskusi dan penugasan, peserta didik dapat menulis puisi dengan kreatif, jujur, dan penuh tanggung jawaab.
D. Materi Pembelajaran Fakta
Teks Puisi Konsep
Unsur-unsur pembangun puisi
diksi;
imaji;
kata konkret;
gaya bahasa;
rima/irama;
tipografi;
tema/makna (sense);
rasa (feeling);
nada (tone);dan
amanat/tujuan/maksud (itention).
Prinsip
Analisis unsur pembangun puisi
Prosedur Menulis Puisi
E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran
Pendekatan : Pedagogi genre, Saintifik approach Model : discovery learning (pertemuan pertama),
Penugasan dan diskusi (pertemuan ke 2) Metode : penugasan, tanya jawab, diskusi.
F. Media/Alat Bahan
1. Media/Alat : LCD, Laptop 2. Bahan : Teks Puisi
G. Sumber Belajar
Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017 buku siswa halaman 243 dan 271
Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017 buku guru
Internet
Video
Buku/ sumber lain yang relevan.
H. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (2 X 45 menit) Indikator:
3.17.1 Menganalisis kata konkret dalam puisi.
3.17.2 Menganalisis gaya bahasa dalam puisi 3.17.3 Menganalisis rima dalam puisi
3.17.4 Menganalisis tipografi dalam puisi
3.17.5 Menganalisis tema dalam puisi 3.17.6 Menganalisis rasa dalam puisi 3.17.7 Menganalisis nada dalam puisi 3.17.8 Menganalisis amanat dalam puisi
Tahap Langkah-langkahpembelajaran diberikan guru dengan mendengarkan pembacaan puisi oleh guru dengan teliti dan sungguh-sungguh
3. Peserta didik memprediksi materi yang akan dipelajarinya
4. Peserta didik menerima informasi tentang materi dan tujuan yang akan dipelajari serta kegiatan pembelajaran yang akan dipelajari dalam teks biografi.
10 menit
2. INTI DISCOVERY
1. Stimulation (pemberian rangsangan) Peserta didik membaca teks puisi dalam buku pembelajaran yaitu teks puisi “Sajak Matahari” karya W.S.Rendra(hal. 253buku Siswa)
2. Problem Statement (identifikasi masalah) Peserta didik menyimak penjelasan Pendidik tentang analisis unsur
70 me10 Menit
pembangun puisi yang meliputi
3. Data collection (Pengumpulan Data) Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber untuk
mengetahui (pengertian, teknik analisis) unsur pembangun puisi yang meliputi
diksi;
4. Data Processing (Pengolahan Data)
Peserta didik mendiskusikan analisis data unsur pembangun puisi teks puisi yang berjudul “Sajak Matahari” karya W.S.Rendra(hal. 253buku Siswa) 5. Verification (Pemeriksaan data) Kelompok dengan secara bergantian mempresentasikan hasil kerja
kelompoknya dalam diskusi kelas untuk memverifikasikan hasil
kerjanya; kelompok lain memberikan tanggapan
.
6. Generalisation (penarikan kesimpulan)
Di bawah bimbingan Pendidik, peserta
didik menyimpulkan hasil analisis unsur pembangun puisi
.
3. PENUTUP Kegiatan Pendidik bersama peserta didik yaitu:
Menghubungkan isi puisi dengan menunjukkan perilaku unggul dalam kehidupan sehari-hari.
Mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dikuasai.
Meringkas hasil pembelajaran secara lisan .
Merefleksi hasil pembelajaran Kegiatan guru yaitu:
Menyampaikan tugas yang harus
dikerjakan peserta didik untuk pertemuan kedua.
Menjelaskan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
15 menit
Pertemuan kedua (2 X 45 menit) Indikator:
4.17.1 Menulis puisi dengan memerhatikan diksi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, tipografi, tema/makna (sense); rasa (feeling), nada (tone), dan amanat/tujuan/maksud (itention).
4.17.2 Mempresentasikan puisi yang ditulis 4.17.3 Menanggapi puisi yang dipresentasikan 4.17.4 Merevisi puisi yang telah ditulis
Tahap Langkah-langkahpembelajaran Alokasiwaktu Pendahuluan: 1. Pesertadidik merespon salam dan
mensyukuri anugerah Tuhan dengan berdoa bersama
2. Peserta didik merespon pertanyaan Pendidik tentang materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya, “ Apa yang kalian ketahui tentang puisi?”; “ Apa saja unsur pembangun puisi”
3. Peserta didik menerima informasi tentang materi dan tujuan yang akan dipelajari serta kegiatan pembelajaran yang akan dipelajari dalam menulis teks puisi. 4. Peserta didik mendemonstrasikan
hasil puisi yang ditulisnya dengan membacakan di depan kelas
5. Peserta didik memberikan komentar terhadap puisi yang ditulis teman 6. Peserata didik merevisi (jika perlu)
berdasarkan masukan teman
70 menit
3. PENUTUP Kegiatan Pendidik bersama peserta didikyaitu:
Membuat simpulan hasil pembelajaran.
Merefleksi manfaat pembelajaran teks puisi bagi kehidupan nyata.
Kegiatan Pendidik yaitu:
15 menit
Memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengumpulkan puisi yang dibuatnya untuk dijadikan antologi kumpulan puisi karya siswa
G. Penilaian
1. Kompetensi keagamaan dan sosial
a. Teknik penilaian : observasi/ pengamatan b. Bentuk : catatan hasil observasi c. Instrumen : jurnal (terlampir) 2. Kompetensi Pengetahuan:
a. Teknik penilaian :tes b. Bentuk Penilaian :Tes tulis.
c. Instrumen penilaian: Tes uraian 3. Kompetensi keterampilan : a. Teknik penilaian :penugasan.
b. Bentuk :tugas tertulis.
c. Instrumen penilaian :lembar kerja dan penilaian presentasi 4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui
remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tugas remedial, dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dengan cara menugaskan kepada peserta didik untuk membenahi tugas yang telah dikerjakan sehingga memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
5. Pengayaan
Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
a. Siwa yang mencapai nilai diberikan
materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
b. Siwa yang mencapai nilai diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.
Mengetahui ……., ………
Kepala SMA Guru Mata Pelajaran,
Lampiran :
……., …………..
Kepala SMA …….. , Guru Mata Pelajaran,
INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI PENGETAHUAN KUIS
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia - Wajib
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.17 Menganalisis unsur pembangun puisi.
Indikator : 3.17.1 3.17.2 3.17.3 3.17.4 3.17.5 3.17.6 3.17.7 3.17.8
Menganalisis kata konkret dalam puisi.
Menganalisis gaya bahasa dalam puisi Menganalisis rima dalam puisi
Menganalisis tipografi dalam puisi Menganalisis tema dalam puisi Menganalisis rasa dalam puisi Menganalisis nada dalam puisi Menganalisis amanat dalam puisi Materi : Unsur-unsur pembangun puisi
Instrumen:
1. Apa yang kalian ketahui tentang puisi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat membaca puisi?
3. Unsur-unsur apa saja yang membangun puisi?
4. Apa manfaat membaca puisi?
Rubrik Penilaian Tes Lisan (Kuis) Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Nama Peserta didik/kelompok :
………
Kelas :
………
Tanggal Penilaian :
...
Pedoman penyekoran:
No soal Deskripsi Skor
1,2,3,4 Menjawab dengan benar dan sempurna. 3
Menjawab hamper benar. 2
Menjawab hanya sebagian kecil yang benar. 1
Instrumen Tugas kelompok :
INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI PENGETAHUAN KUIS
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia - Wajib
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.17 Menganalisis unsur pembangun puisi.
Indikator : 3.17.1
Menganalisis kata konkret dalam puisi.
Menganalisis gaya bahasa dalam puisi Menganalisis rima dalam puisi
Menganalisis tipografi dalam puisi Menganalisis tema dalam puisi Menganalisis rasa dalam puisi Menganalisis nada dalam puisi Menganalisis amanat dalam puisi Materi : Unsur-unsur pembangun puisi
Petunjuk : Bacalah puisi ”Sajak Matahari” karya W.S. Rendra berikut ini, kemudian kerjakan tugas-tugas di bawahnya dengan tepat secara berkelompok!
Sajak Matahari
Kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Satu juta leleki gundul Keluar dari hutan belantara Tubuh mereka terbalut lumpur
Dan kepala mereka berkilatan Memantulkan cahaya matahari Mata mereka menyala
Tubuh mereka menjadi bara Dan mereka membakar dunia Matahari adalah cakra jingga Yang dilepas tangan Sang Khrisna Ia menjadi rahmat dan kutukanmuya, ya umat manusia!
Rubrik Penilaian Penugasan Individu : Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Nama : ………
Kelas : ………
Tanggal Penugasan :...
Pedoman penyekoran:
No soal Deskripsi Skor Skor
maksimal 1 Menjawab dengan benar disertai alasan yang benar. 30 30
Menjawab benar tetapi alasan salah 20
Menjawab hampir benar 10
2 Menjawab dengan benar dengan menyebutkan 5 unsur instrinsik dengan tepat.
40 40
Menjawab dengan benar dengan menyebutkan 4 unsur instrinsik dengan tepat.
30 Menjawab dengan benar dengan menyebutkan 3 unsur 20
instrinsik dengan tepat.
Menjawab dengan benar dengan menyebutkan kurang dari 3 unsur instrinsik dengan tepat.
10 3 Menjawab dengan tepat makna yang terkandung di
dalam puisi disertai alasan yang benar.
40 40
Menjawab dengan tepat makna yang terkandung di dalam puisi disertai alasan yang salah.
30 Menjawab dengan tepat makna yang terkandung di
dalam puisi tanpa disertai alasan.
20 Menjawab hamper benar makna yang terkandung di
dalam puisi disertai alasan yang salah.
10
Total 100
Kunci :
……, ………….
Kepala SMA ………, Guru Mata Pelajaran,
……… ………
S I L A B U S
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran IPK
Penilaian Alokasi Waktu
Sumber Belajar 3.1 Mengidentifikasi teks
laporan hasil observasi yang dipresentasikan yang dilaporkan, dan ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
· Menafsirkan teks laporan hasil observasi berdasarkan struktur, ciri kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi. kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.
4.1.1 Menafsirkan teks laporan hasil observasi
Produk, Praktik
observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan maupun tulis.
menanggapi teks laporan hasil observasi
memerhatikan isi dan aspek kebahasaan baik lisan maupun tulis hasil observasi yang dibaca dengan memerhatikan isi, struktur, dan ciri kebahasaan.
· Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi teks laporan hasil observasi yang telah disusun.
3.2.1. Mengidentifikasi isi dalam teks laporan hasil observasi.
3.2.2. Mengidentifikasi struktur dalam teks laporan hasil observasi.
3.2.3. Mengidentifikasi ciri kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi. eksposisi yang didengar dan atau dibaca
4.2.1 Menyusun garis besar isi teks laporan hasil observasi yang telah disusun..
eksposisi yang didengar dan atau dibaca pengetahuan, dan rekomendasi), dan kebahasaan dalam teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca.
· Menyusun teks eksposisi dengan memerhatikan struktur, isi, permasalahan, argumentasi, pengetahuan, rekomendasi, dan kebahasaan.
· Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi teks eksposisi yang telah disusun.
3.3.1. Menggali struktur (permasalahan,
3.3.3. Menggali kebahasaan (permasalahan,
rekomendasi) dalam dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan / tulis. kebahasaan dalamteks eksposisi yang dibaca.
· Menyusun kembali teks eksposisi dengan memerhatikan isi
(permasalahan, argumen,
pengetahuan, dan rekomendasi), struktur, dan kebahasaan.
· Mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi teks eksposisi yang telah disusun.
3.4.1. Menemukan struktur teks eksposisi yang dibaca.
3.4.2. Menumukan
kebahasaan teks yang dibaca.
3.4.3. Membandingkan dua teks eksposisi teks eksposisi dengan memerhatikan isi dengan memerhatikan makna tersirat dalam teks anekdot yang dibaca
· Mempresentasikan,
4.5 Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan
mengomentari,dan merevisi teks anekdot yang telah disusun. struktur(bagian-bagian teks) anekdot dan kebahasaan .
· Menyusun kembali teks anekdot dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan.
· Mempresentasikan,
menanggapi,dan merevisi teks anekdot yang telah disusun. terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik karakteristik, dan nilai-nilai dalam hikayat.
· Menyusunteks eksposisi berdasarkan pokok-pokok isi, dan nilai-nilai dalam hikayat.
3.7.2. Mendata karakteristik dalam hikayat.
3.7.3. Mendata nilai-nilai dalam hikayat. (hikayat) yang didengar dan dibaca.
4.7.1 Menyusun teks eksposisi berdasarkan pokok-pokok isi dalam hikayat. perbedaan isi dannilai-nilai dalam cerpen dan cerita rakyat.
(kuno). memerhatikan isi dan nilai-nilai.
· Mempresesntasikan, menanggapi, dan merevisiteks cerpen yang disusun.
4.8.1 Menyusun kembali isi cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan isi dan nilai-nilai. butir-butir penting dari dua buku nonfiksi (buku pengayaan) dan satu novel yang dibacakan nilai-nilai dan dan merevisi ikhtisar yang dilaporkan.
3.9.1 mengungkapkan butir-butir penting dari buku pengayaan nonfiksi yang dibaca 3.9.2 mengungkapkan
butir-butir penting dari satu
Blues Males
Berharap ada lagi rabun malam Menang lotre mimpi kesampaian Banyak uang tinggal tidur-tiduran Cari pacar anak konglomerat Biar hidup nggak lagi melarat
Nunggu warisan sambil tidur-tiduran Dapat sebuah lampu Aladin
Biar gue bisa manggil jin
Cari kesenangan sampai ketiduran Kenal relasi orang paling kuat Biar kesulitan langsung lewat Dapat jabatan buat tidur-tiduran Ranjang air buat tidur-tiduran Hotel bintang buat tidur-tiduran Punya jabatan buat (nidurin) bawahan Cewek cantik
Buat ditidurin
Terbunuh Sepi
Gerimis ditengah malam
Ditempat sedingin ini aku sendiri Dan tak ada tempat mengadu
Dan bibir untuk kukecup sepi membunuhku Terbunuh sepi
Kuterlepas tak terkendali
Dan aku tenggelam semakin dalam Oh tak ada tempat berteduh
Dan tubuh untuk kupeluk sepi membunuhku Kuterbunuh sepi
Generasi Biru
Biru biru biru biru generasi baru Biru biru biru biru uuu yeh Biru biru biru biru generasi biru Biru biru biru biru biru biru ouooo Biarkan terbuka lebar
Ngomong ini salah ngomong itu salah ngomong sembarangan takut salah Ikut ini salah ikut itu salah
cari keinginan takut salah
Selalu main vonis tanpa banyak tanya Slalu larang2 tanpa penjelasan
Mikir ini salah mikir itu salah
mikir apa sih yang gak salah
Yang begini salah yang begitu salah apalagi sampai salah paham
Slalu main tuduh tanpa pembelaan Slalu menyalahkan tanpa pakai sidang
Ini pasti salah Itu pasti salah semua2nya pasti salah
Gw jadi bingung gw serba salah Apa yang kulakukan serba salah Bisa diomelin bisa digebukin Sementara aku ya pasrah saja
Nggak Perawan Berenang di tepi pantai
Banyak minyak sampah dan kotoran Aku nyebur menerjang ombak Bikin lengket badan dan rambut Lepas kail tepi sungai
Airnya coklat dan berbusa Nggak ada ikan yang nyangkut Malah bikin gatel kulit dan bau Lautku nggak biru nggak biru lagi Sungaiku nggak jernih nggak jernih lagi Alamku nggak bagus nggak bagus lagi Alamku nggak perawan nggak perawan lagi Lereng dan pegunungan
Penuh lapangan golf dan villa Nggak ada yang nahan air Bikin banjir kota-kota Lihat hutan dari pesawat Mana solusi Indonesia Imajiku hutan rimba Yang ada botak dan tandus
Gunungku nggak hijau nggak hijau lagi
Hutanku nggak lebat nggak lebat lagi Alamku nggak bagus nggak bagus lagi Alamku nggak perawan nggak perawan lagi
Hey Bung
Hey bung, yang diatas sana coba turun kejalan Lihat-lihat situasi apa yang terjadi
Hey bung, yang di balik meja coba turun kejalan Tunjukan rasa perhatian
Jangan tunggu kami Turun di jalanan Jangan sampai kami Yang tunjukkan rasa rasa
Hey bung, didalam gedung megah coba turun kejalan Lihat-lihat kondisi biar pasti
Hey bung, yang berkuasa coba turun kejalan Berikan rasa kelembutan
Feodalisme (Warisan Kompeni)
Salah nggak salah, sama atasan slalu diturutin Maunya seumur hidup minta-minta dihormatin Nang ning nang ning-nang-ning gung
Feodalisme warisan kompeni
Bagus nggak bagus orang yang kuat slalu berkuasa Absolute segala-galanya dia-dia yang paling perintah Pintar nggak pintar orang bertitel pasti didengar Banyak bicara sepertinya dia-dia yang paling pintar Benar nggak benar yang lebih tua sudah pasti benar
Suruh-menyuruh, larang-melarang dia-dia yang paling benar Tutup kuping, palingkan muka dan diam saja
Kalau bos manipulasi nggak apa-apa
Birokrasi Complex Mau bikin usaha
Harus lewat sini, lewat sana Meja sini, meja sana
Sogok sini, sogok sana Izin sini, izin sana
Complex Birokrasi Komplek Mau punya jabatan
Pake topeng ini, topeng itu Sikut sini, sikut situ Bual ini, bual itu Jilat sini, jilat Mau menuntut hak
Dibelokin sini, belok sana
Dibelokin sini, belok sana