• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Banyak pasien anak dengan autisme yang terlambat didiagnosis oleh psikiater anak sehingga perlu diadakannya penyuluhan mengenai deteksi dini autisme karena ketidaktahuan orangtua terhadap gejala-gejala dini dari gangguan tersebut. 2. Banyak pasien anak dengan autisme yang putus terapi dikarenakan keputus-asaan orangtua dalam menghadapi anaknya tersebut, sehingga sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra’ ayat 31 orangtua tidak boleh berputus asa terhadap anaknya.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Al isra’: 31) 3. Sampel yang diambil dalam penelitian kali ini tidak mencukupi sampel minimal,

sehingga untuk penelitian selanjutnya sebaiknya penelitian dilakukan di beberapa tempat untuk mendapatkan sampel yang lebih banyak.

4. Beberapa faktor resiko seperti BBLR, riwayat kejang, jenis kelamin, dan usia dapat dicari hubungannya dengan kejadian autisme.

5. Beberapa terapi farmakologi dapat diteliti lebih lanjut mengenai efektifitasnya dalam mengontrol gejala-gejala autisme.

40

DAFTAR PUSTAKA

1. Herman A. Neurobiological insights into infantile autism. Harvard: The Harvard Brain Spring; 1996.h.14-56.

2. Kementrian Kesehatan. Rencana aksi tahun 2010-2014. Jakarta: Warta Yanmed;2010.h.9-13.

3. Behrman RE, Kliegman R, Arvin MA. Pervasive developmental disorders and childhood psychosis in Nelson textbook of pediatrics 15th ed. Philadelphia: W.B. Saunders Company;1996.h.120-6.

4. Kaplan HI, Saddock BJ. Gangguan perkembangan pervasif dalam buku ajar psikiatri klinis. Ed 2.Jakarta: EGC;2010. h.588-96.

5. Campbell M, Shay J. Pervasive developmental disorders. In clinical psychiatry. US: 2007. h.2277-92.

6. Wiener JM, Dulcan MK. Autistic disorder in textbook of child and adolescent psychiatry 3rd ed. Washington:The American Psychiatry Publishing;2004.h.1-58. 7. Gamayanti I. Aspek psikologis pada anak autisme. Yogyakarta: Temu ilmiah

dietetic IV; 2003.

8. Fombonne E, Zakarian R, Bennet A, Linyang M, Heywood DM. Pervasive developmental disorders in Montreal, Quebec, Canada: 2006;118.h.139-50.

9. Susianti Y. Perbandingan uji tapis modifikasi baru pada anak normal dan anak dengan gangguan perkembangan pervasive yang berusia 1 sampai 3 tahun. Jakarta: Dep.IKA.FKUI;2008.h.6-20.

10. Whitley P, Todd L, Carr K, Shattock P. Gender ratios in autisme, asperger syndrome and autism spectrum disorder in Journal autism insights. UK: Libertas Academica;2010.h.17-24.

11. Young R, Brewer N, Pattinson C. Parental identification of early behavioral anomalies in children wih autistic disorder. South Australia: SAGE Publication;2003.

12. Russo AJ. Autism etiology: Genes and the environment. USA: Libertas Academica; 2009.h.521-6.

13. Sunartini. Aspek medis autisme pada anak. Yogyakarta: Temu ilmiah dietetic IV; 2003.

14. Hexanto M.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap autisme. Semarang: Biomedik Diponegoro University; 2004.

15. Rutter M, Schopler E. Autism and pervasive developmental disorder concept and diagnosis issues. Journal of autism and developmental disorders; 1997.

16. Kay J, Tasman A. Childhood disorders; the autism spectrum disorder dalam Essential of psychiatry.England: John Wiley & sons,Ltd;2006.h.304-20.

17. Roger J, Porter M, Meldrum BS. Obat anti kejang dalam farmakologi dasar dan klinis. In; Katzung BG, editors. Jakarta: EGC;2010.h.383-98.

18. Purbaningrum V, Wardhani YF. Terapi medikasi untuk penyandang autisme. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI;2008.

19. Veskarisyanti GA. Terapi autisme. Yogyakarta: pustaka anggrek;2008.

20. Rudy LJ, What is the differences between ABA, discrete trials, and the lovaas method; 2007.

21. Betrand J, Mars A, Boyle C, Bove F, Allsop MY. Prevalence of autism in united states population. New Jersey: The Brick Township; 2001.

22. Lingam R, Miller E, Stowe J, Taylor B. Prevalence of autism and parentally reported triggers in north east London population. London: Arch Dis child;2003.h.340-50.

23. Roassia PG, Possar A, Permeggiani A. Epilepsy in adolescents and young adult with autistic disorder in journal of pediatric;1999.

24. Arozal W, Gan S. Psikotropik dalam farmakologi dan terapi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI;2007.h.161-78.

25. Yuniar S. Masalah perilaku pada gangguan spektrum autisme. Konferensi nasional autisme I. Jakarta: 2003.

26. Dahlan MS. Membuat proposal penelitian bidang kedokteran dan kesehatan. Ed 2 Jakarta: Sagung Seto;2009.h. 79-96.

27. William E, Kate T, Helen S, Alan E. Prevalence and characteristic autistic spectrum disorders in ALSPAC cohort. 2008. Diunduh dari

42

d=2&fmt=4&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS=125 8547162&clientId=63928. Diakses tanggal 21 Juni 2012.

28. Deliana M, Tata laksana kejang demam pada anak. Jakarta: Sari Pediatri; 2002.h.59-62.

29. Sarachana T, Xu M, Wu RC, Hu VW. Sex hormones in autism: androgens and esterogens differentially and reciprocally regulate RORA, a novel candidate gene for autism.Plos One. 2011 Feb 1;6(2):1-8

LAMPIRAN

.

RIWAYAT PENULIS

Identitas:

Nama : Salwa Jenis kelamin : Perempuan

TTL : Makkah, 30 April 1991

Alamat : Jl. Cikoko Barat III no. 22 Pancoran Jakarta-Selatan No. telepon : +6285714005870

E-mail : [email protected]

Pendidikan :

• 2009 – sekarang : Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

• 2006 – 2009 : MA Raudlatul Ulum Pati

• 2003 – 2006 : MTS Raudlatul Ulum Pati

• 2002 - 2003 : Diniyyah Raudlatul Ulum Pati

• 1996 – 2002 : MI Raudlatul Ulum Pati

45

Lampiran 3

usiapasien

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 1 4 17.4 17.4 17.4 2 9 39.1 39.1 56.5 3 9 39.1 39.1 95.7 4 1 4.3 4.3 100.0 Total 23 100.0 100.0 Kjg Frequen cy Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid tidak 15 65.2 65.2 65.2 iya 8 34.8 34.8 100.0 Total 23 100.0 100.0 Jk Frequen cy Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 1 20 87.0 87.0 87.0 2 3 13.0 13.0 100.0 Total 23 100.0 100.0

berat lahir2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid 1 4 17.4 17.4 17.4 2 6 26.1 26.1 43.5 3 8 34.8 34.8 78.3 4 3 13.0 13.0 91.3 5 2 8.7 8.7 100.0 Total 23 100.0 100.0 Rsp

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberikan 16 69.6 69.6 69.6 tidak 7 30.4 30.4 100.0 Total 23 100.0 100.0 Asv

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberikan 19 82.6 82.6 82.6 tidak 4 17.4 17.4 100.0 Total 23 100.0 100.0 b6

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Diberikan 16 69.6 69.6 69.6

tidak 7 30.4 30.4 100.0

47

Clo

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Diberikan 4 17.4 17.4 17.4 Tidak 19 82.6 82.6 100.0 Total 23 100.0 100.0 trhsf

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberikan 7 30.4 30.4 30.4 tidak 16 69.6 69.6 100.0 Total 23 100.0 100.0 Mtlf

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberikan 5 21.7 21.7 21.7 tidak 18 78.3 78.3 100.0 Total 23 100.0 100.0 Arp

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid diberikan 8 34.8 34.8 34.8

tidak 15 65.2 65.2 100.0

Tw

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberikan 16 69.6 69.6 69.6 tidak 7 30.4 30.4 100.0 Total 23 100.0 100.0 tp

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid diberika 6 26.1 26.1 26.1 tidak 17 73.9 73.9 100.0 Total 23 100.0 100.0 si

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid diberikan 17 73.9 73.9 73.9

tidak 6 26.1 26.1 100.0

4

4

Dokumen terkait