• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan pada pemaparan hasil penelitian, sehingga diperoleh saran sebagai berikut:

1. Guru agar memberikan pelajaran matematika dengan menggunakan cara yang mampu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah matematika peserta didik dalam mengerjakan soal Higher Order Thinking

Skill (HOTS) baik dengan lisan ataupun tulisan.

2. Siswa semestinya sering membiasakan dalam menjawab soal-soal HOTS dan senantiasa mengingat indikator-indikator kemampuan pemecahan masalah matematika agar ketika mengerjakan soal dapat menuliskan dan menyebutkan masalah dengan baik dan sistematis.

3. Peneliti lain yang juga mengangkat pembahasan mengenai keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan matematika agar lebih memperdalam hasil-hasil temuan pada penelitian ini, serta menciptakan dan menentukan indikator yang berbeda terhadap keterampilan peserta didik dalam memecahkan suatu permasalahan matematika.

75

DAFTAR PUSTAKA

Agustyaningrum, Nina. 2015. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pembelajaran Matematika SMP. Jurnal Program Studi

Pendidikan Matematika, 4(1).

Amir, M. F. 2015. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Seminar

Nasional Pendidikan, Sidoarjo: 24 Oktober 2015, Hal. 1-7.

Aryani, I., dan Maulida. 2019. Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Melalui Higher Order Thinking Skill (Hots). Jurnal

Serambi Ilmu, 20(2).

Ayuningtyas, N. dan Rahaju, E.B. 2013. Proses Penyelesaian Soal Higher Order Thinking Materi Aljabar Siswa Smp Ditinjau Berdasarkan Kemampuan Matematika Siswa. MATHEdunesa.

Dinni, H.N. 2018. HOTS (High Order Thinking Skills) dan Kaitannya dengan

Kemampuan Literasi Matematika. Prosiding Seminar Nasional

Matematika, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Fanani, M.Z. 2018. Strategi Pengembangan Soal Higher Order Thinking Skill (Hots) Dalam Kurikulum 2013. Journal Of Islamic Religious Education, 2(1): 57-76.

Fatmawati,H., Mardiyana, dan Triyanto. 2014. Analisis Berpikir Kritis Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Polya Pada Pokok Bahasan Persamaan Kuadrat. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika,

2(9): 899-910.

Helmawati. 2019. Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Jatisunda, M.G. 2017. Hubungan Self-Efficacy Siswa SMP dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Jurnal The Original Research Of

Mathematics, 1(2): 24-30.

Mawaddah, S., dan Hana Anisah. 2015. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP. Jurnal

Pendidikan Matematika, 3(2): 166-175.

Rochmah, N.W. 2017. Analisis Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah

76

Langkah Polya. Skripsi. Purworejo: Universitas Muhammadiyah

Purworejo.

Puspa, R.D., As’ari, A.R., dan Sukoriyanto. 2019. Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Tipe Higher Order Thinking Skills (Hots) Ditinjau dari Tahapan Pemecahan Masalah Polya. Jurnal Kajian

Pembelajaran Matematika, 3(2).

Sariningsih, R., dan Ratni, P. 2017. Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Efficacy Mahasiswa Calon Guru. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 1(1): 163-177.

Sundayana, Rostina. 2016. Kaitan Antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran Matematika.

Jurnal Pendidikan Matematika STKIP Garut, 5(2).

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

LAMPIRAN A

A.1: LEMBAR SOAL

A.2: KUNCI JAWABAN

A.1. LEMBAR SOAL

LEMBAR SOAL TES PEMECAHAN MASALAH BARISAN DAN DERET

Mata Pelajaran : Matematika

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Materi : Barisan dan Deret

Kelas : VIII

Waktu : 60 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal:

1. Berdoalah sebelum mengerjakan.

2. Tulislah Nama, Nis dan Kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan. 3. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum mengerjakan.

4. Sebaiknya dahulukan menjawab soal yang anda anggap mudah

5. Dilarang menyontek, memberikan jawaban, atau bekerja sama dengan peserta tes lain.

6. Periksalah pekerjaan Anda sebelum dikumpul.

1. Seorang karyawan PT Jaya Abadi menerima bonus tahunan pertama sebesar Rp 3.000.000. Setiap tahun bonus yang diterima akan naik Rp 200.000. Pada tahun ke berapa bonus yang diterima karyawan tersebut naik sebesar 40% dari bonus tahun pertama?

2. Suatu pabrik pada bulan pertama memproduksi 6000 unit barang dan jumlah produksi selama satu semester sebesar 42.000 unit, pada bulan ke berapakah pabrik tersebut mampu memproduksi barang sebesar 8.800 unit?

3. Di dalam suatu gedung banyak kursi pada barisan kedua adalah 30 kursi. Banyak kursi pada barisan keempat adalah 120 kursi sehingga penyusunan kursi tersebut membentuk deret geometri. Apabila jumlah kursi dalam gedung tersebut 465 kursi, banyak barisan kursi yang terbentuk adalah....

A.2. Kunci Jawaban

No Langkah Penyelesaian Skor

1 Langkah 1. Memahami masalah

Diketahui: Suku pertama (π‘Ž) = 3.000.000 Beda (𝑏) = 200.000

Ditanyakan: Pada tahun ke berapa karyawan menerima bonus 40%

dari bonus tahun pertama?

2

2

Membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit

4

Langkah 2.

Bonus naik sebesar 40% dari bonus tahun pertama : = 40% Γ— 3.000.000

= 1.200.000

Sehingga total bonus (π‘ˆπ‘›) = 3.000.000 + 1.200.000 = 4.200.000

Menstruktur informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola Langkah 3. π‘ˆπ‘› = π‘Ž + (𝑛 βˆ’ 1)𝑏 4.200.000 = 3.000.000 + (𝑛 βˆ’ 1) Γ— 200.000 4.200.000 βˆ’ 3.000.000 = (𝑛 βˆ’ 1) Γ— 200.000 1.200.000 = (𝑛 βˆ’ 1) Γ— 200.000 𝑛 βˆ’ 1 =1.200.000 200.000 𝑛 βˆ’ 1 = 6 𝑛 = 6 + 1 𝑛 = 7

Jadi, bonus yang diterima karyawan naik sebesar 40% pada tahun ke-7.

2

2 Langkah 1. Memahami masalah

Diketahui:

Produksi bulan pertama (a) = 6.000 Jumlah 1 semester (S6) = 42.000 Ditanyakan:

Banyak produksi pada bulan ke-8 adalah...?

2

2

Membuat hipotesis, mengkritik dan melakukan pengujian

Langkah 2. Penyelesaian : 𝑆6 = 𝑛 2(π‘Ž + π‘ˆ6) 42.000 =6 2(6.000 + π‘ˆ6) 42.000 = 3(6.000 + π‘ˆ6) 42.000 3 = (6.000 + π‘ˆ6) 14.000 = 6.000 + π‘ˆ6 π‘ˆ6 = 14.000 βˆ’ 6.000 π‘ˆ6= 8.000 2 4

Memberikan penilaian terhadap solusi dan metodologi dengan menggunakan kriteria yang sesuai untuk memastikan nilai

efektivitasnya.

Langkah 3.

Mencari jumlah kenaikan produksi setiap bulan

π‘ˆ6 = π‘Ž + (𝑛 βˆ’ 1)𝑏 8.000 = 6.000 + (6 βˆ’ 1)𝑏 8.000 βˆ’ 6.000 = 5𝑏 2.000 = 5𝑏 𝑏 =2.000 5 𝑏 = 400 2 4

Menghubugkan unsur-unsur bagian sehingga mampu menyimpulkan keputusan penyelesaian tersebut

Langkah 4. Menentukan pada bulan ke berapa pabrik tersebut mampu

memproduksi sebesar 8.800 unit barang

π‘ˆπ‘› = π‘Ž + (𝑛 βˆ’ 1)𝑏 8.800 = 6.000 + (𝑛 βˆ’ 1)400 8.800 = 6.000 + 400𝑛 βˆ’ 400 8.800 = 5.600 + 400𝑛 400𝑛 = 8.800 βˆ’ 5.600 400𝑛 = 3.200 𝑛 =3.200 400 𝑛 = 8

Jadi, pabrik tersebut mampu memproduksi sebesar 8.800 unit barang pada bulan ke-8.

2

4

2

3 Langkah 1. Memahami masalah

Diketahui.

Barisan ke-2 (U2) = 30 Barisan ke-4 (U4) = 120 Jumlah kursi (Sn) = 465 Ditanyakan:

Banyak barisan kursi yang terbentuk adalah...?

2

2 Merancang suatu cara untuk menyelesaikan masalah

2

2

Langkah 2. Membuat rencana

Rumus suku ke-n, yaitu : π‘ˆπ‘› = π‘Žπ‘Ÿπ‘›βˆ’1 Sehingga,

π‘ˆ4 = π‘Žπ‘Ÿ4βˆ’1 β†’ π‘ˆ4 = π‘Žπ‘Ÿ3 π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ2βˆ’1β†’ π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ1

Langkah 3. Menentukan nilai dari barisan yang telah dibentuk β€’ Mencari nilai r π‘ˆ4 π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ3 π‘Žπ‘Ÿ 120 30 = π‘Ÿ3 π‘Ÿ 4 = π‘Ÿ2 π‘Ÿ = √4 π‘Ÿ = 2 β€’ Mencari nilai a π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ2βˆ’1 π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ 30 = π‘Ž. 2 π‘Ž =30 2 π‘Ž = 15 4 4

Mengorganisasikan unsur-unsur atau bagian-bagian menjadi struktur baru

Langkah 4.menentukan banyak barisan kursi yang terbentuk

𝑆𝑛 =π‘Ž(π‘Ÿ π‘›βˆ’ 1) π‘Ÿ βˆ’ 1 465 = 15(π‘Ÿ π‘›βˆ’ 1) 2 βˆ’ 1 465 15 = π‘Ÿ π‘›βˆ’ 1 31 = π‘Ÿπ‘›βˆ’ 1 31 + 1 = π‘Ÿπ‘› 32 = π‘Ÿπ‘› 25 = π‘Ÿπ‘› 25 = 2𝑛 𝑛 = 5

Jadi, banyak barisan kursi yang terbentuk adalah 5 baris.

2

Skor Maksimal 60

LAMPIRAN B

B.1 PEDOMAN WAWANCARA

PEDOMAN WAWANCARA

➒ Tujuan : Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS).

➒ Metode : Wawancara tidak terstruktur ➒ Langkah Pelaksanaan

1. Perkenalan antara subjek dan pewawancara

2. Memulai wawancara, pewawancara menayakan kepada subjek tentang hasil pengerjaan tes kemampuan berpikir kreatif yang telah diberikan sebelumnya

3. Mengarahkan subjek untuk menjawab sesuai maksud dari pertanyaan 4. Mencatat pokok-pokok wawancara

5. Menyusun hasil wawancara ➒ Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif

a. Menganalisis

1) Menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi kedalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya;

2) Mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat sebuah skenario yang rumit;

3) Mengidentifikasi/merumuskan pertanyaan. b. Mengevaluasi

1) Memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, dan metodologi dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya;

2) Membuat hepotesis, mengkritik, dan melakukan pengujian;

3) Menerima atau menolak suatu pernyataan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

c. Mencipta

1) Membuat generalisasi suatu ide atau cara pandang terhadap sesuatu; 2) Merancang suatu cara untuk menyelesaikan masalah;

3) Mengorganisasikan unsur-unsur atau bagian-bagian menjadi struktur baru yang belum pernah ada sebelumya.

➒ Pertanyaan Pokok

1. Apayang diketahui dari soal tersebut? 2. Apa yang ditanyakan dari soal tersebut?

3. Bagaimana rencana adik dalam menyelesaikan soal tersebut? 4. Apakah adik sudah memeriksa kembali jawaban yang diperoleh? 5. Apakah adik sudah yakin dengan jawabannya?

LAMPIRAN C

C.1: LEMBAR JAWABAN SUBJEK

C.2: TRANSKRIP HASIL WAWANCARA

C.1LEMBAR JAWABAN SUBJEK

C.2: TRANSKRIP HASIL WAWANCARA 1. Subjek T1

β€’ Nomor 1

P1,1 : Setelah adik membaca soal tersebut. Apakah adik memahami soal

tersebut?

T11,1 : Iya kak, memahami

P1,2 : Setelah adik memahami soal tersebut, apa yang adek ketahui dari soal

tersebut?

T11,2 :Yang ini kak, terdapat bonus tahun pertama sebesar Rp 3.000.000,- yang

merupakan suku pertamanya atau biasa disimbolkan (a). Dan bonus setiap tahun naik Rp 200.000,- yang merupakan nilai bedanya atau biasa disimbolkan (b).

P1,3 : Lalu, apa yang ditanyakan pada soal tersebut dek?

T11,3 :Pada tahun ke berapa bonus yang diterima naik sebesar 40%, kak

P1,4 : Setelah mengetahui apa saja yang diketahui dan ditanyakan dari soal

tersebut, jadi rumus apa yang digunakan dek? T11,4 :Rumus barisan aritmatika kak

P1,5 : Jadi, setelah mengetahui rumusnya dek selanjutnya apa lagi?

T11,5 :Terlebih dahulu dicari dulu total bonus yang diterima pada tahun

pertama kak. Disini kak saya kalikan dulu 40% dengan 3.000.000 sehingga hasilnya yang kudapat 1.200.000. Terus, saya tambah 3.000.000 dengan 1.200.000 jadi kudapatmi nilai Un-nya 4.200.000 kak. P1,6 : Coba jelaskan lagi dek apa selanjutnya yang dikerjakan sampai di dapat

nilai akhirnya

T11,6 :Selanjutnya itu kak, kupake mi rumus barisan aritmatikanya yaitu π‘ˆπ‘› = π‘Ž + (𝑛 βˆ’ 1)𝑏. Terus ku subtitusi mi semua nilai yang diketahui, 4.200.000 = 3.000.000 + (𝑛 βˆ’ 1)200.000, terus ku kurangkan

4.200.000 dengan 3.000.000, dan ku kalikan 200.000 dengan n dan 1 kak. Jadi nilainya 1.200.000 = 200.000𝑛 βˆ’ 200.000, lalu saya

jumlahkan lagi yang sejenis kak jadi 1.400.000 = 200.000𝑛. Terus

hasil akhirnya 7 kak. Jadi, kesimpulannya bonus naik 40% pada tahun ke-7 kak.

P1,7 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T11,7 :Tidak, kak. Saya langsung melanjutkan ke soal sebelumnya.

P1,8 : Tapi apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T11,8 :Insya Allah kak, yakin. β€’ Nomor 2

P2,1 : Selanjutnya kita beralih ke nomor 2, silahkan dibaca kembali soalnya.

T12,1 : (membaca soal)

P2,2 :Setelah adik membaca soal tersebut. Apakah adik dapat memahami soal

tersebut?

T12,2 : Iya kak, saya dapat memahami

P2,3 :Jika dilihat dari soal tersebut, apa yang bisa adek ketahui?

T12,3 : Terdapat produksi pabrik pada bulan pertama yaitu 6000 unit barang

yang merupakan suku pertama (π‘Ž), dan jumlah selama satu semester yaitu

42.000 unit yang merupakan nilai 𝑆6 kak.

P2,4 :Lalu, apa yang ditanyakan dari soal tersebut dek?

T12,4 : Pada bulan ke berapa produk yang dihasilkan sebesar 8.800 unit kak.

P2,5 :Selanjutnya, bagaimana rencana adek dalam menyelesaikan soal

tersebut?

T12,5 : Dengan mencari nilai bedanya (𝑏) terlebih dahulu kak menggunakan

rumus deret aritmatika, Kemudian saya subtitusi nilai-nilai yang diketahui kak. Karena diketahui nilai 𝑆6 sehingga nilai 𝑛 yang saya

gunakan adalah 6, sehingga dihasilkan nilai (𝑏) = 400 kak.

P2,6 : Selain menggunakan cara itu, ada cara lain lagi untuk menentukan nilai

bedanya dek. Kenapa adik pilih cara tersebut?

T12,6 : Cara ini lebih mudah saya pahami kak, karena hanya menggunakan 1

rumus saja sudah bisa mengetahui nilai bedanya (𝑏) kak.

P2,7 : Selanjutnya rumus apa lagi yang digunakan untuk menemukan hasil

T12,7 : Rumus barisan aritmatika kak.

P2,8 : Bisa dijelaskan lagi dek cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil

akhirnya?

T12,8 : Iya kak. Dengan menggunakan rumus barisan aritmatika tadi, kemudian

saya subtitusi nilai yang diketahui yaitu 8.800 = 6.000 + (𝑛 βˆ’ 1)400.

Lalu, saya kurangkan 8.800 dengan 6.600 kak dan saya kalikan 400 dengan yang ada di dalam kurung. Jadi ku dapat hasilnya 2.800 = 400𝑛 βˆ’ 400 lalu ku jumlahkan yang sejenis, sehingga di dapat hasil

akhirnya 𝑛 = 8. Jadi, kesimpulannya pada bulan ke-8 pabrik tersebut

dapat memproduksi barang sebesar 8.800 unit.

P2,9 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T12,9 : Sudah, kak.

P2,10 : Apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T12,10 : Insya Allah kak, yakin. β€’ Nomor 3

P3,1 : Selanjutnya kita beralih ke nomor 3, silahkan dibaca kembali soalnya.

T13,1 : (membaca soal)

P3,2 :Bagaimana? Apakah adik bisa memahami soalnya?

T13,2 : Bisa kak

P3,3 :Jika dilihat dari soal tersebut apa yang bisa adik ketahui?

T13,3 : Nilai barisan ke-2 (π‘ˆ2) = 30, barisan ke-4 (π‘ˆ4) = 120, dan nilai (𝑆𝑛) = 465

P3,4 :Lalu, apa yang ditanyakan dari soal tersebut dek?

T13,4 : Banyak barisan kursi yang terbentuk, kak.

P3,5 :Lalu, bagaimana rencana adek dalam menyelesaikan soal tersebut?

T13,5 : Pertama kita cari dulu nilai rasionya (π‘Ÿ) kak tapi sebelumnya kita

gunakan dulu rumus suku ke-n untuk mengetaui barisan dari suku ke-2

(π‘ˆ2) dan suku ke-4 (π‘ˆ4). Sehingga di dapat π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ˆ4 = π‘Žπ‘Ÿ3

P3,6 :Selanjutnya apa lagi yang dilakukan dek?

T13,6 : Selanjutnya kak, barisan yang sudah terbentuk tadi digunakan untuk

(π‘ˆ2). Jadi bentuknya π‘ˆ4

π‘ˆ2 =π‘Žπ‘Ÿ3

π‘Žπ‘Ÿ terus subtitusi nlai yang diketahui 120

30 = π‘Ÿ3

π‘Ÿ hasilnya 4 = π‘Ÿ2 atau π‘Ÿ = √4 nilainya 2 kak. Jadi rasionya π‘Ÿ = 2

P3,7 :Setelah diketahui nilai rasionya, apakah langsung dicari hasil akhirnya?

T13,7 : Tidak kak, sebelumnya dicari dulu nilai π‘Ž-nya dengan mengunakan

barisan kedua π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ terus ku subtitusi lagi nilai π‘ˆ2 π‘‘π‘Žπ‘› π‘Ÿ-nya kak 30 = π‘Ž. 2 sehingga di dapat nilai π‘Ž-nya dari hasil bagi 30 dengan 2

jadi nilainya π‘Ž = 15

P3,8 :Selanjutnya dek apa lagi yang dilakukan?

T13,8 : Mencari nilai akhirnya lagi kak, dengan menggunakan rumus deret

aritmatika terus disubtitusi nilai-nilai yang telah di cari tadi kak 465 = 15(π‘Ÿπ‘›βˆ’1)

2βˆ’1 lalu 465 dibagi dengan 15 kak terus 2 dikurang 1 kak sehingga

31 = π‘Ÿπ‘›βˆ’ 1 lalu 31 + 1 = π‘Ÿπ‘› jadinya 32 = π‘Ÿπ‘›. Terus saya cari pangkat berapa yang hasilnya 32 yaitu 25 sehingga 25 = 2𝑛 jadi didapat hasil akhirnya 𝑛 = 5 atau banyak barisan kursi yang terbentuk

adalah 5 baris kak.

P3,9 :Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T13,9 : Sudah, kak.

P3,10 : Apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T13,10 : Sebenarnya belum terlalu yakin kak, karena takutnya nanti salah

analisis soalku dan soalnya lumayan sulit untuk dianalisis kak 2. Subjek T2

β€’ Nomor 1

P2,1 : Kita mulai dari soal nomor 1 dek, silahkan dibaca dulu soalnya!

T22,1 : (membaca soal)

P2,2 : Setelah adik membaca soal tersebut. Apakah adik memahami soal

tersebut?

T22,2 :Iya kak, memahami

P2,3 : Apa yang bisa adek ketahui dari soal tersebut?

T22,3 :Nilai π‘Ž-nya kak 3.000.000,- dan nilai 𝑏-nya 200.000,- kak.

T22,4 :Tahun ke berapa bonus karyawan naik sebesar 40%, kak

P2,5 : Bisa jelaskan bagaimana jawabannya dek?

T22,5 :Bisa, kak. Kan yang ditanyakan nilai 𝑛-nya jadi pertama saya cari dulu

nilai π‘ˆπ‘›-nya dengan cara saya kalikan 40% dengan 3.000.000,- di dapat hasilnya 1.200.000,- terus saya jumlahkan dengan 3.000.000,- lagi kak. Jadi total nilai π‘ˆπ‘›-nya itu 4.200.000.

P2,6 : Coba jelaskan lagi dek apa selanjutnya yang dikerjakan sampai di dapat

nilai akhirnya

T22,6 :Selanjutnya itu kak, saya pake rumus barisan aritmatika lalu ku subtitusi

semua nilai yang diketahui jadi bentuknya 4.200.000 = 3.000.000 + (𝑛 βˆ’ 1)200.000, terus ku operasikan semua kurangkan yang sejenis

4.200.000 dengan 3.000.000, dan ku kalikan 200.000 dengan yang berada di dalam kurung kak. Jadi nilainya 1.200.000 = 200.000𝑛 βˆ’ 200.000, lalu saya jumlahkan lagi yang sejenis kak jadi 1.400.000 = 200.000𝑛. Terus untuk dapat nilai 𝑛-nya 1.400.000 dibagi 200.000 jadi

hasil akhirnya 7 kak. Jadi, kesimpulannya bonus karyawan naik 40% pada tahun ke-7 kak.

P2,7 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T22,7 :Sudah, kak.

P2,8 : Apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T22,8 :Insya Allah kak, yakin.

P2,9 : Bagaimana caranya adek koreksi jawabannya dan yakin bahwa

jawabannya sudah benar?

T22,8 :Dengan cara ku baca ulang soalnya kak lalu ku cek kembali di jawaban

ku apakah sudah benar rumus yang saya gunakan dan nilai-nilai yang ku masukkan di rumus.

P2,9 : Iya dek, sudah bagus. β€’ Nomor 2

P2,1 : Selanjutnya kita beralih ke nomor 2, silahkan dibaca kembali soalnya!

P2,2 :Setelah adik membaca soal tersebut. Apakah adik dapat memahami soal

tersebut?

T22,2 : Iya kak, saya dapat memahami

P2,3 :Jika dilihat dari soal tersebut, apa yang bisa adek ketahui?

T22,3 : Nilai suku pertama (π‘Ž) = 6.000, dan nilai 𝑆6 = 42.000

P2,4 :Lalu, apa yang ditanyakan dari soal tersebut dek?

T22,4 : Pada bulan ke berapa produk barang sebanyak 8.800 unit kak.

P2,5 :Selanjutnya, bisa adek jelaskan rencana dalam menyelesaikan soal

tersebut?

T22,5 : Mencari nilai bedanya (𝑏) dulu kak, kan nilai 𝑆6 yang diketahui, jadi yang saya gunakan rumus deret aritmatika dengan nilai 𝑛 = 6, terus

saya selesaikan dengan mensubtitusi semua nilai yang diketahui sehingga saya dapat nilai bedanya (𝑏) = 400.

P2,6 : Apakah adek tahu bahwa ada cara lain untuk mencari nilai bedanya (𝑏)?

T22,6 : Tidak, kak. Saya hanya mengecek nilai yang diketahui terus saya

cocokkan dengan rumusnya kemudian saya coba untuk mencari nilai

(𝑏)-nya kak

P2,7 : Iya dek, sudah benar juga cara yang kita gunakan. Selanjutnya apa lagi

yang dilakukan untuk menemukan hasil akhirnya dek?

T22,7 : Dengan menggunakan rumus barisan aritmatika kak, kemudian saya

subtitusi nilai yang diketahui dan dicari tadi kak yaitu 8.800 = 6.000 + (𝑛 βˆ’ 1)400. Lalu, saya kurangkan yang sejenis 8.800 dengan 6.600 kak

dan saya kalikan 400 dengan yang ada di dalam kurung. Setelah itu saya operasikan lagi kak, sehingga ku dapat hasilnya 2.800 = 400𝑛 βˆ’ 400

lalu ku jumlahkan yang sejenis, jadi saya dapat hasil akhirnya 𝑛 = 8.

P2,8 : Jadi, kesimpulannya apa dek?

T22,8 : Jadi, kesimpulannya pada bulan ke-8 pabrik tersebut dapat

memproduksi barang sebesar 8.800 unit kak.

P2,9 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T22,9 : Tidak, kak

P2,10 : Bisa dikoreksi ulang jawabannya sekarang dek?

P2,11 : Tapi apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T22,11 :Insya Allah, yakin kak. β€’ Nomor 3

P3,1 : Selanjutnya kita beralih ke nomor 3, silahkan dibaca kembali soalnya

dek.

T23,1 : (membaca soal)

P3,2 :Apakah adik bisa memahami soalnya?

T23,2 : Bisa kak

P3,3 :Jika adek bisa memahami soal tersebut, kenapa adek tidak menuliskan

apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan?

T23,3 : Maaf kak saya lupa, saya langsung kerjakan hasilnya.

P3,4 : Lalu, bagaimana caranya dijawab soalnya jika tidak tahu apa yang

diketahui dan apa yang ditanyakan?

T23,4 : Saya langsung cek ke soalnya kak untuk menjawabnya.

P3,5 :Lalu, bagaimana rencana adek dalam menyelesaikan soal tersebut?

T23,5 : Terlebih dahulu saya mencari nilai rasionya (π‘Ÿ) menggunakan rumus

mencari rasio yaitu suku ke-𝑛 terbesar dibagi suku ke-𝑛 terkecil, yaitu π‘ˆ4

π‘ˆ2 =π‘Žπ‘Ÿ3

π‘Žπ‘Ÿ tapi sebelumnya kita menggunakan rumus mencari π‘ˆπ‘›-nya juga sebelum dimasukkan ke rumus mencari rasio.

P3,6 :Selanjutnya apa lagi yang dilakukan dek?

T23,6 : Selanjutnya kak, saya subtitusi nilai yang diketahui ke rumus mencari

rasio tadi 120

30 = π‘Ÿ3

π‘Ÿ lalu saya operasikan sesuai dengan aturan operasi hitung terus hasilnya 4 = π‘Ÿ2 atau π‘Ÿ = √4 sehingga di dapat nilai

rasionya (π‘Ÿ) = 2

P3,7 :Setelah diketahui nilai rasionya, apa lagi yang dilakukan dek?

T23,7 : Selanjutnya mencari nilai π‘Ž-nya dengan mengunakan barisan kedua π‘ˆ2 = π‘Žπ‘Ÿ terus saya subtitusi lagi nilai π‘ˆ2 π‘‘π‘Žπ‘› π‘Ÿ-nya 30 = π‘Ž. 2

sehingga di dapat nilai π‘Ž-nya dari hasil bagi 30 dengan 2 jadi nilai π‘Ž = 15

T23,8 : Terus, dengan menggunakan rumus deret aritmatika untuk mencari nilai

akhirnya kak dan nilai yang telah di cari tadi kak di subtitusi ke rumus yang akan digunakan sehingga 465 =15(π‘Ÿπ‘›βˆ’1)

2βˆ’1 lalu 465 dibagi dengan 15 kak terus 2 dikurang 1 kak sehingga 31 = π‘Ÿπ‘›βˆ’ 1 lalu 31 + 1 = π‘Ÿπ‘›

jadinya 32 = π‘Ÿπ‘›. Terus saya cari pangkat berapa yang hasilnya 32 yaitu 25 sehingga 25 = 2𝑛 jadi saya dapat hasil akhirnya 𝑛 = 5 kak, 5

itu banyak kursi yang terbentuk kak. P3,9 :Jadi kesimpulannya dek?

T23,9 : Kesimpulannya kak, jadi banyak kursi yan terbentuk adalah 5 baris kak

P3,10 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T23,10 :Sudah, kak.

3. Subjek T3

β€’ Nomor 1

P1,1 : Kita mulai dari soal nomor 1 dek, silahkan dibaca dulu soalnya!

T31,1 : (membaca soal)

P1,2 : Setelah adik membaca soal tersebut. Apakah adik memahami soal

tersebut?

T31,2 :Iya kak, memahami

P1,3 : Jika sudah dipahami soalnya, terus kenapa adek tidak menulis apa yang

diketahui dan apa yang ditanyakan?

T31,3 :Maaf kak, saya lupa menulisnya. Saya langsung menyelesaikan setelah

membaca soalnya kak.

P1,4 : Lain kali, sebelum ke penyelesaian soal, terlebih dahulu tulis nilai yang

diketahui dan yang ditanyakan, dek! T31,4 :iya kak.

P1,5 : Lalu, bagaimana rencana adek dalam menyelesaikan soal tersebut?

T31,5 :Untuk menyelesaikan soal nomor 1, saya menggunakan rumus barisan

dan deret kak yaitu π‘ˆπ‘› = π‘Ž + (𝑛 βˆ’ 1)𝑏 terus saya masukkan semua nilai

yang diketahui. Karena π‘ˆπ‘›-nya belum diketahui, jadi saya masukkan nilai π‘Ž + 40% untuk mencari nilai π‘ˆπ‘›-nya kak sehingga bentuknya π‘Ž + 40% jadi saya dapat nilai π‘ˆπ‘› = 4.200.000. Karena nilai π‘ˆπ‘›-nya telah

diketahui, jadi saya lanjut lagi dengan menggunakan rumus awal tadi kak.

P1,6 : Seharusnya, untuk mencari nilai π‘ˆπ‘›-nya sebelum masuk ke rumus dek. Jadi, nilai π‘ˆπ‘› yang terlebih dahulu dicari kemudian baru di subtitusikan ke rumusnya supaya jawabannya lebih terstruktur.

T31,6 :Iya kak

P1,7 : Coba jelaskan dek apa selanjutnya yang dilakukan lagi sampai di dapat

nilai akhirnya?

T31,7 :Selanjutnya itu kak, saya masukkan semua nilai yang telah diketahui

sehingga bentuknya 4.200.000 = 3.000.000 + (𝑛 βˆ’ 1)200.000, terus

ku operasikan semua kurangkan yang sejenis 4.200.000 dengan 3.000.000, dan ku kalikan 200.000 dengan nilai yang berada di dalam kurung. Jadi nilainya 1.200.000 = 200.000𝑛 βˆ’ 200.000, lalu saya

jumlahkan lagi yang sejenis kak jadi 1.400.000 = 200.000𝑛. Terus

1.400.000 dibagi 200.000 sehingga di dapat nilai 𝑛-nya 7 kak. jadi hasil

akhirnya 7 kak.

P1,8 : Apakah adek sudah koreksi atau periksa kembali jawabannya?

T31,8 :Sudah, kak.

P21,9 : Apakah adek sudah yakin dengan jawabannya?

T31,9 :Insya Allah kak, yakin.

P1,10 : Bagaimana caranya adek koreksi jawabannya dan yakin bahwa

jawabannya sudah benar?

T31,10 :Ku cek ulang hasil operasi hitungku kak dan rumus yang saya gunakan.

P1,11 : Iya dek, sudah bagus. Hanya perlu diperbaiki saat menyelesaikan soal

supaya mencari nilai lain sebelum masuk ke rumus utamanya biar lebih rapih dan terstruktur lagi.

T31,11 : Iya kak β€’ Nomor 2

P2,1 : Selanjutnya kita beralih ke nomor 2, silahkan dibaca kembali soalnya!

T32,1 : (membaca soal)

P2,2 :Apakah adik dapat memahami soal tersebut?

P2,3 :Jadi, apa yang diketahui dari soal tersebut dek?

T32,3 : Yang diketahui itu ka produksi pada bulan pertama atau nilai suku

pertama (π‘Ž) = 6.000, dan produksi selama satu semester atau nilai 𝑆6 = 42.000 kak

P2,4 : Lalu, apa yang ditanyakan dari soal tersebut dek?

T32,4 : Bulan ke berapa pabrik tersebut mampu memproduksi barang sebesar

8.800 unit kak.

P2,5 :Bagaimana rencana adek dalam menyelesaikan soal tersebut?

T32,5 : Mencari nilai suku ke-𝑛(π‘ˆπ‘›) terlebih dahulu kak dengan menggunakan

rumus deret aritmatika lalu dilanjut dengan menggunakan rmus barisan aritmatika unuk mencari nilai bedanya (𝑏). Kemudian semua nilai yang

diketahui saya subtitusi ke dalam rumus sehingga saya dapat nilai bedanya (𝑏) = 400.

P2,6 : Selanjutnya apa lagi yang dilakukan untuk menemukan hasil akhirnya

dek?

T32,6 : Terlebih dahulu saya gunakan rumus barisan aritmatika kak, kemudian

saya subtitusi nilai yang ditemukan sebelumnya kak yaitu 8.800 = 6.000 + (𝑛 βˆ’ 1)400. Lalu, saya kurangkan yang sejenis 8.800 dengan

6.600 kak dan saya kalikan 400 dengan yang ada di dalam kurung. Setelah itu saya operasikan lagi kak, jadi nilainya 2.800 = 400𝑛 βˆ’ 400

lalu ku jumlahkan yang sejenis, sehingga saya dapat hasil akhirnya yaitu

𝑛 = 8.

P2,7 : Setelah dapat hasil akhirnya, apakah adek mengecek kembali jawaban

yang diperoleh atau tidak?

T32,7 : Iya kak, di cek kembali jawabannya beserta operasi hitungnya apakah

sudah sesuai atau belum. P2,8 : Jadi, kesimpulannya apa dek?

Dokumen terkait