SMI Keterangan :
H. Prosedur Penelitian
Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan dengan prosedur yang melalui tahapan-tahapan, tahapan pertama diawali dengan studi pendahuluan yakni identifikasi masalah, rumusan masalah, dan studi literatur. Kemudian dari hasil studi pendahuluan tersebut dihasilkanlah perangkat penelitian yang berupa bahan ajar, pendekatan pembelajaran dan instrumen penelitian. Perangkat penelitian ini sebelum digunakan di lapangan, dilakukan uji validitas oleh dosen ahli dan uji coba terlebih dahulu.
Ketika di lapangan hal yang pertama kali dilakukan yaitu pretes yang diberikan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Kemudiaan dilakukan tindakan berupa pembelajarn geometri dengan pendekatan realistik yang diberikan kepada kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Ketika pembelajaran dilakukan obsevasi. Tes skala sikap matematik pun dilakukan setelah pembelajaran selesai, hal ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang sudah diberikan. Selain tes skala sikap, dilakukan pula postes untuk mengetahi peningkatan kemampuan metakognitif siswa. Setelah data yang diperlukan terkumpul semua, selanjutnya
No. Pembelajaran Matematika dengan
Pendekatan Realistik Pembelajaran Konvensional
1
Bahan ajar dirancang berdasarkan pada indikator kemampuan metakognitif. Bahan ajar yang dirancang akan berhubungan dengan masalah real yang dibangun sendiri oleh siswa melalui proses matematisasi.
Bahan ajar yang digunakan yaitu dari buku paket yang tersedia. Guru menerangkan langsung secara prosedural kemudian memberikan contoh-contoh dan latihan.
2
Guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam mengarahkan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.
Guru berperan sebagai pemberi informasi dan sebagai sumber utama pembelajaran. Menerangkan konsep matematika secara langsung, memberikan contoh soal dan pembahannya secara langsung, dan memberikan soal-soal latihan sekaligus evalusinya. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 3
Siswa berperan secara aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran baik secara individual maupun kooperatif.
Siswa mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan sol-soal latihan yang diberikan.
4 Interaksi dalam kegiatan pembelajaran bersifat multi arah.
Interaksi dalam kegiatan pembelajaran bersifat satu arah atau dua arah.
46
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dilakukan analisis data dan penarikan kesimpulan.
Berikut ini merupakan bagan dari tahapan alur kerja penelitian yang dilakukan:
Gambar 3.1
Bagan Alur Tahap Penelitian (Sumber: Dahlan, 2004)
Studi Pendahuluan
Pengembangan dan validasi
Pemilihan subyek penelitian Kelas kontrol Pretes Pembelajaran Konvensional Data Analisis data Kesimpulan Posttes Kelas eksperimen Pretes Pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik Observasi, Pemberian angket, & Wawancara
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu berkaitan dengan peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa, kualitas peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa, indikator kemampuan metakognisi matematis siswa, dan respon siswa terhadap pembelajaran matematika-kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2. Kualitas peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa baik yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik maupun yang mendapatkan pembelajaran konvensional sama-sama tergolong rendah.
3. Kualitas peningkatan setiap indikator kemampuan metakognisi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional adalah sebagai berikut:
a. Kualitas peningkatan indikator mengidentifikasi ciri atau masalah untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol tergolong sedang.
b. Kualitas peningkatan mengelaborasi untuk kelas eksperimen tergolong tinggi sedangkan kelas kontrol tergolong rendah.
c. Kualitas peningkatan indikator mengkonstruksi hubungan antara pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru untuk kelas eksperimen maupun kontrol tergolong rendah.
93
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
d. Kualitas peningkatan indikator menyusun strategi yang tepat dalam melakukan tindakan solusi untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol tergolong rendah.
e. Kualitas peningkatan indikator menjelaskan alasan yang logis dalam menggunakan suatu strategi untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol tergolong sedang.
4. Respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik adalah positif.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka berikut ini beberapa saran yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak yang berkepentingan dalam peningkatan kemampuan metakognisi matematis, khususnya pada materi bangun ruang sisi lengkung (BRSL). Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa perlu ditingkatkan yaitu salah satu alternatifnya dengan menggunakan pendekatan realistik. 2. Kemampuan metakognisi yang dikaji di dalam penelitian ini sebatas pada
aspek pengetahuan metakognitif, oleh karena itu alangkah lebih baiknya untuk penelitian selanjutnya dikaji pula aspek lainnya dari kemampuan metakognisi yaitu aspek keterampilan metakognisi.
3. Materi yang diteliti dalam penelitian ini terfokus pada materi geometri bangun ruang sisi lengkung (BRSL), maka alangkah lebih baiknya untuk penelitian selanjutnya materi yang diteliti lebih bervariasi lagi.
4. Dari hasil penelitian menunjukkan kualitas peningkatan kemampuan metakognisi matematis siswa yang masih rendah baik dengan pendekatan realistik maupun konvensional, oleh karena itu perlu dilakukannya usaha-usaha lain yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan metakognisi matematis siswa.
5. Jenis sekolah yang dijadikan objek penelitian sebaiknya disesuaikan dengan jenis kemampuan yang akan ditingkatkan. Untuk kemampuan
metakognisi matematis sebaiknya dilakukan pada sekolah yang kemampuan siswanya minimal sudah mencapai tingkat pemahaman.
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Candraningrum, E. S. (2010). Kajian Kesulitan Siswa dalam Mempelajari
Geometri Dimensi Tiga Kelas X Man Yogyakarta I. Skripsi Pendidikan
Matematika FMIPA UNJ. Tidak diterbitkan.
Dahlan, J. A. (2004). Menigkatkan Kemampuan Penalaran dan Pemahaman
Matematika Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Melalui Pendekatan Pembelajaran Open-Ended. Disertasi Dokter Pendidikan IPA Pascasarjana
UPI: tidak diterbitkan.
De Lange, J. (1996). Using and Applying Mathematics in Education. in: A.J. Bishop, et al. (eds). 1996. International handbook of mathematics education, Part one. 49-97. Kluwer academic publisher.
Desoete, A. (2001). Off-Line Metacognition in Children with Mathematics
Learning Disabilities. Faculteit Psychologies en Pedagogische Wetenschappen. Universiteit-Gent [Online]. Tersedia: https:/archive.ugent.be/retrieve/917/801001505476.pdf [26 Mei 2013] Downing, K. J. (2009). Self-efficacy and Metacognitive Development. [Online].
Tersedia: http://jamiesmithportfolio.com/EDTE800/wp-content/Self-Efficacy/Downing.pdf [26 Mei 2013]
Garrett, J. (2007). Assessing Student’ Metacognitive Skill. Am J Pharm Educ vol 71(1). AmeriCa: American Association of Colleges of Pharmacy.
Handayani, S. P. (2011). Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Interaktif
Berbasis Komputer Tipe Tutorial untuk Meningkatkan Kemampuan Spatial Sense Siswa SMP dalam Materi Geometri Ruang. Skripsi pada
FPMIPA UPI: tidak diterbitkan.
Haji, S. (2005). Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Hasil
Belajar Matematik. Disertasi Dokter Pendidikan Matematika Pascasarjana
UPI: tidak diterbitkan.
Haryani, S. N. (2007). Pembelajaran Matematika Melalui Pembelajaran
Diskursus Berbasis Pendekatan Realistik dalam Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMA. Skripsi pada FPMIPA
Haryani, S. (2012). Pengembangan Mahasiswa Model Praktikum Kimia Analitik
Instrumen Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Metakognisi Mahasiswa Calon Guru. Disertasi Dokter Pendidikan IPA Pascasarjana
UPI: tidak diterbitkan.
Hendrayana, A. (2008). Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Mengaplikasikan Konsep Matematika.
Tesis pada Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan. Hidayat, E. (2009). Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematik dan
Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Menengah pertama dengan Menggunakan Pendekatan matematika Realistik. Tesis pada Pendidikan
Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Kaune, C., Cohor-Fresenborg, E. dan Nowinska, E. (2011). Development of
Metacognitive and Discursive Activities in Indonesian Maths Teaching: A theory based design and test of a learning environment. IndoMS. J.M.E
Vol.2 No. 1 January 2011, pp. 15-39
Kesumawati, N. (2010). Peningkatan Kemampuan Pemahaman, Pemecahan
Masalah, dan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Pendididkan Matematika Realistik. Disertasi Dokter Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Kusnadi, K. N. (2012). Pengaruh Gaya dan Motivasi Belajar terhadap
Kemampuan kognitif Siswa dalam Pembelajaran IPS di SMKN Kelompok Bisnis dan Manajemen Se-Kota Bandung. Tesis pada Pascasarjana UPI:
tidak diterbitkan.
Larkin, S. (2010). Metacognition in Young Children. Routledge 2 park square, Milton Park. Abingdon.
Latifah, L. N. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Op
Co-Op terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Ketuntasan Belajar Matematika Siswa SMA Bandung. Skripsi pada FPMIPA UPI:
tidak diterbitkan.
Latifah, R. (2012). Pengaruh Model ‘core’ (Conecting, Organizing, Reflecting, Extending) dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif Siswa SMP.
96
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Laurens, Theresia. (2011). Pengembangan Metakognisi Dalam Pembelajaran
Matematika. Seminar Nasional Matematika Juli 2011. [Online]. Tersedia:
http://p4mriunpat.wordpress.com/2011/11/14/metakognisi-dalam-pembelajaran-matematika/[6 Juni 2013]
Livingston, J. A. (1997). Metacognition: An Overview. [Online]. Tersedia: http://www.ased.org/ASCD/pdf/journal/ed-lead/el_199205-szetela.pdf [06 Juni 2013]
Magno, C. (2009). The role of metacognitive skills in developing critical thinking. Metacognition Learning (2010) 5:137–156. Springer Science+Business Media, LLC 2010.
Maulana. (2008). Pendekatan Metakognitif Sebagai Alternatif Pembelajaran
Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD. Jurnal Pendidikan Dasar Nomor: 10 – Oktober 2008.
Mulyana, T. (2008) Pembelajaran Analisis Sintetik untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa SMA. Disertasi
Doktor pada SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Nindiasari, H. (2004). Pembelajaran Metakognitif untuk Meningkatkan
Pemahaman dan Koneksi Matematik Siswa SMU ditinjau dari Perkembangan Kognitif Siswa : Studi Eksperimen pada Siswa Salah Satu SMU di Cirebon. Tesis pada Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI:
tidak diterbitkan.
Nn. (2010). Ranking Indonesia Pada PISA 2009 dan 10 Terbaik. [Online]. Tersedia: http://pisaindonesia.wordpress.com/2010/12/17/ranking-indonesia-pada-pisa-2009-dan-10-terbaik [05 Juli 2013]
Noordyana, M. A. (2012). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan
Berpikir Kritis Melalui Pendekatan Metakognitive Instruktion. Tesis pada
Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Novia, S. S. P. (2011). Penggunaan Multimedia Interaktif Pada Model
Pembelajaran Savi (Somatic, Auditory, Visual, Intelektual) Dalam Materi Geometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Spatial Sense (Tilikan Ruang) Siswa. Skripsi pada FPMIPA UPI: tidak diterbitkan.
Nur, Mohammad. (2000). Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan PendekatanKonstruktivis Dalam Pengajaran.Pusat Pendidikan Sains dan
Peirce, W. (2003). Metacognition: Study Strategies, Monitoring, and Motivation.
[Online]. Tersedia:
http://academic.pg.cc.md.us/~wpeirce/MCCCTR/metacognition.htm [26 Mei 2013]
Purnama, S. M. (2012). Pengembangan Model Pembelajaran Fisika Dasar
Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan. Disertasi
Dokter Pendidikan IPA Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Putri, M. S. (2010). Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan
Brain Based Learning untuk Meningkatkan
Kemampuan Metakognisi Siswa SMP. Skripsi pada FPMIPA UPI: tidak
diterbitkan.
Rahmah, M. Ar. (2011). Penggunaan Media Software Cabri Geometry II dalam
Pembelajaran Geometri Bidang Datar Terhadap Peningkatan Pemahaman Geometri Siswa SMP : Penelitian Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Percontohan Upi Bandung Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi pada FPMIPA UPI: tidak diterbitkan.
Risnanosantri. (2008). Melatih Kemampuan Metakognitif Siswa dalam
Pembelajaran Matematika. Semnas Matematika dan Pendidikan
Matematika.
Ruseffendi, E. T. (1994). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang
Non-Eksata Lainnya. Semarang: IKIP Semarang Press.
Saragih, S. (2007). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis dan Komunikasi
Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Pendekatan Matematika Realistik. Disertasi Dokter Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Shen, C.Y. dan Liu, H.C. (2011). Metacognitive Skills Development: A
Web-Based Approach in Higher Education. TOJET: The Turkish Online
Journal of Educational Technology – April 2011, volume 10 Issue2.
Siswanto, E. (2011). Pengaruh Penggunaan Software Cabri 3d V2 Terhadap
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Dimensi Tiga dan Motivasi Siswa SMA (Penelitian Eksperimen di Sebuah SMA IT di Bekasi. Tesis pada Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak
98
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Subooz, S. L. (2008). Attitudes and Performance of Community College Students
Receiving Metacognitive Strategy Instruction in Mathematics CourseI.
[Online]. Tersedia: http://books.google.co.id/ [ 26Mei 2013]
Suhandri. (2011). Meningkatkan Pemahaman dan Penalaran Matematis Siswa
SMP pada Pembelajaran Geometri dengan Menggunakan Strategi React.
Tesis pada Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan. Suhendra. (2010). Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Keterampilan
Metakognitif untuk Mengembangkan Kompetensi Matematis Siswa.
[Online].
Tersedia:http://repository.upi.edu/operator/upload/art_lppm_2010_suhendr a_pembelajaran_matematika_metakognitif.pdf[06 Juni 2013]
Suherman, E. (2008). Buku Suplemen Perkuliahan Strategi Belajar Mengajar,
model Belajar dan Pembelajaran Matematika. Jurusan Pendidikan
Matematika FPMIPA UPI. Tidak diterbitkan.
_______. (2010). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Hands-out perkuliahan UPI Bandung. Tidak diterbitkan.
Suherman, E. Dan Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan
Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijaya Kusumah.
Sumarmo, U. (2010). Berfikir dan Disposisi Matematik: Apa, Mengapa, dan
Bagaimana Dikembangkan pada Peserta Didik. [online]. Tersedia:
http://id.scribd.com/doc/76353753/Berfikir-Dan-Disposisi-Matematik-Utari [06 Juni 2013]
Supriatna, T. (2011). Pengembangan Disain Didaktis Bahan Ajar Pemecahan
Masalah Maematis Luas Daerah Segitiga pada Sekolah Menengah Pertama. Tesis pada Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI: tidak
diterbitkan.
Suryadi, D. (2010). Metapedadidaktik dalam Pembelajaran Matematika: Suatu
Strategi Pengembangan Diri menuju Guru matematika Profesional.
[Online]. Tersedia:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1958 02011984031-DIDI_SURYADI/DIDI-09.pdf [26Juni 2012]
Syahputra, E. (2011). Peningkatan Kemampuan Spasial dan Disposisi Matematis
Berbantuan Komputer. Disertasi Dokter Pendidikan Matematika
Pascasarjana UPI: tidak diterbitkan.
Syaiful. (2011). Metakognisi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Realistik di
Sekolah Menengah Pertama. Edumatica. 01, (02), 1-13.
Szetela, W. dan Nicol, C. (1992). Evaluating Problem Solving in Mathematics. [Online]. Tersedia: http://www.ased.org/ASCD/pdf/journal/ed-lead/el_199205-szetela.pdf [26 Mei 2013]
Turmudi. (2003). Model Buku Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama
Panduan Pengembangan. Jakarta: Departeman Pendidikan nasional.
______. (2007). Persepsi Guru Terhadap Inovasi Pembelajaran Matematika
Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung (Suatu Expploratory Factor
Analysis). [Online]. Tersedia:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1961 01121987031-TURMUDI/F17-Makalah2007_SEMNAS.pdf [26 Juni 2012]
______. (2009). Students’ Responses to The Realistic Mathematics Teaching Approach Junior Secondary School in Indonesia. [Online]. Tersedia:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1961 01121987031-TURMUDI/F1-IICMA09.pdf [26 Juni 2012]
______. (2010a). Pembelajaran Matematika Kini dan Kecenderungan Masa
Mendatang. [Online]. Tersedia:
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1961 01121987031-TURMUDI/F2_Bunga_Rampai-MIPA2010-oke.pdf [26 Juni 2012]
______. (2010b). Metodologi Pembelajaran Matematika. [Online]. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/1961
01121987031-TURMUDI/F25-Metodologi_dan_Model_PembelajaranMatematika.pdf [26Juni 2012] ______. (2012). Teachers’ Perception Toward Mathematics Teaching Innovation
in Indonesian Junior High School: An Exploratory Factor Analysis.
Journal of Mathematics Education. August 2012, Vol. 5, No. 1, pp. 97-1210
100
Ida Maryam Nurlailiyah, 2014
MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Van den Heuvel-Panhuizen, M. (1996). Assessment and Realistic Mathematics
Education. Utrecht: CD-b Press / Freudenthal Institute, Utrecht University.
New Theory: Realistic Mathematics Education.
______. (2000). Mathematics education in the Netherlands: A guided tour. Freudenthal Institute Cd-rom for ICME9. Utrecht: Utrecht University. ______. (2003). The Didactical Use of Models in Realistic Mathematics
Education: An Example From A Longitudinal Trajectory on Percentage.
Educational Studies in Mathematics 54: 9–35, 2003. Kluwer Academic Publishers. Printed in the Netherlands.
Wilson, J. (1998). Metacognition within mathematics: A new and practical