BAB IV PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian hukum yang telah dilaksanakan terkait dengan pelaksanaan Resi Gudang sebagai jaminan kredit, maka penulis akan memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak bank maupun peneliti selanjutnya yang akan meneliti topik yang sama, yaitu sebagai berikut :
1. Bagi Pihak Bank (Kreditur)
72
Melalui hasil penelitian yang telah penulis lakukan, pemberian kredit dengan jaminan Resi Gudang yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sukoharjo telah membantu masyarakat khususnya petani. Namun, untuk menjamin pihak bank selaku kreditur dalam melindungi haknya maka sebaiknya BRI Sukoharjo membentuk divisi khusus yang bertugas untuk eksekusi barang yang dijadikan objek jaminan kredit, khususnya apabila terjadi wanprestasi yang disebabkan karena debitur lalai atau disengaja/itikad buruk. Hal ini akan memudahkan pihak bank dalam eksekusi barang.
2. Bagi Pihak Debitur
Sistem Resi Gudang memiliki banyak manfaat bagi debitur khususnya petani yang dapat memperoleh fasilitas kredit untuk mengembangkan usahanya. Dalam hal menjamin kelangsungan sistem ini, sebaiknya pemerintah membentuk peraturan guna mengatur besaran tarif/biaya maksimal pengelolaan barang yang disimpan di Gudang agar tidak memberatkan petani sehingga dapat meningkatkan antusiasme para petani untuk menyimpan barangnya di Gudang terakreditasi.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Sistem Resi Gudang hadir untuk membantu petani dalam mendapatkan modal usaha guna mengembangan usahanya. Namun, pembahasan mengenai Sistem Resi Gudang masih kurang memadai. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk membahas lebih dalam diharapkan untuk dapat mengkaji tentang perlindungan hak-hak petani dalam menyimpan barang di Gudang karena selama penyimpanan barang di Gudang, petani harus membayar biaya penyimpanan, perawatan dan pengelolaan yang tentunya akan memberatkan petani dan bagaimana solusinya. Selanjutnya, dapat pula diteliti apabila barang yang disimpan di Gudang menyusut harga jualnya dan pada saat yang sama barang tersebut adalah jaminan
73
kredit serta bagaimana proses pengembalian kewajiban oleh debitur kepada kreditur.
74
DAFTAR PUSTAKA BUKU :
Anis Fuad dan Kadung Sapto Nugroho. 2014. Panduan Praktis Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Astiko. 1996. Manajemen Perkreditan. Yogyakarta: Andi Offset.
Badrulzaman, Mariam Darus, Syahdeini dkk. 2001. Kompilasi Hukum Perikatan.
Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Bambang Waluyo. 1991. Penelitian Hukum dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika.
Dahlan Siamat. 2015. Kebijakan Moneter dan Perbankan. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesa.
H.B. Sutopo. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukoharjo: UNS Press.
Ismail. 2010. Manajemen Perbankan Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.
Iswi Hariyani dan S. Serfianto. D.P. 2010. Resi Gudang sebagai Jaminan Kredit
& Alat Perdagangan. Jakarta: Sinar Grafika.
Kasmir. 2003. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Baru. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Philipus M. Hadjon. 1987. Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia: Sebuah Studi tentang Prinsip-prinsipnya, Penanganannya oleh Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Umum. Surabaya: PT. Bina Ilmu.
Salim. 2007. Perbankan Hukum Jaminan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Soerjono Soekanto. 2008. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.
_______________. 2010. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.
Subekti. 2003. Pokok-pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.
______. 2007. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.
Sutarno. 2003. Aspek-aspek Hukum Perkreditan pada Bank. Bandung: Alfabeta.
Teguh Pudjo Mulyono. 1987. Manajemen Perkreditan Komersil. Yogyakarta:
BPFE.
75 JURNAL :
Anggo Doyoharjo. 2008. “Sistem Resi Gudang sebagai Alternatip Sumber Pembiayaan untuk Komoditas Pertanian”. Jurnal Wacana Hukum. Volume VII. No. 1. Surakarta: Fakultas Hukum Slamet Riyadi.
Bambang Catur. 2014. “Pengamanan Pemberian Kredit Bank dengan Jaminan Hak Guna Bangunan”. Jurnal Cita Hukum. Vol. 1 No. 2. Jakarta: Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah.
Desyani Panekenan, Grace A. J. Rumagit dan Paulus A. Pangemanan. Peran Kredit Perbankan Pada Sektor Pertanian di Provinsi Sulawesi Utara.
Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat. Volume 13. Nomor 1 A. Manado.
Etty Mulyati dan Fajrina Aprilianti Dwiputri. 2018. “Prinsip Kehati-hatian dalam Menganalisis Jaminan Kebendaan sebagai Pengaman Perjanjian Kredit Perbankan”. Acta Diurnal. Volume 1. Nomor 1. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Padjajaran.
Fitria Olivia. 2013. “Tanggung Jawab Pengelola Gudang mengenai Resi Gudang Terhadap Kelalaian yang Mengakibatkan Kerugian”. Lex Jurnalica. Vol.
10 No. 3. Jakarta: Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah UEU.
Gentur Cahyo Setiono. 2018. “Jaminan Kebendaan dalam Proses Perjanjian Kredit Perbankan (Tinjauan Yuridis Terhadap Jaminan Benda Bergerak Tidak Berwujud”. Jurnal Transparansi Hukum. Volume 1. Nomor 1.
Kediri: Fakultas Hukum Uiversitas Kediri.
Hasan Abdurahman dan Asep Ririh Riswaya. 2014. “Aplikasi Pinjaman Pembayaran Secara Kredit pada Bank Yudha Bhakti”. Jurnal Computech
& Bisnis. Vol. 8. No. 2. Bandung: E Jurnal LPPM STMIK Mardira Indonesia.
I Gusti Ngurah Anom. 2015. “Adendum Kontrak Pemborongan Perspektif Hukum Perjanjian di Indonesia”. Jurnal Advokasi. Vol. 5. No. 2. Denpasar: FH Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Miriam Katunze, Annete Kuteesa, Teresa Mijumbi and Dennis Mahebe. 2017.
“Uganda Warehousing Receipt System: Improving Market Performance and Productivity”. African Development Review. Vol. 29. No. S2. United Kingdom: Blackwell Publishing Inc.
Pangemanan Gledi Ester. 2018. “Penilaian dan Penetapan Nilai Transaksi Objek Jaminan Kredit Bank Berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan”. Jurnal Lex Privatum. Vol. VI. No. 1. Manado:
Universitas Sam Ratulangi.
76
Revando Yitro Goni. 2016. “Penyelesaian Kredit Macet Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 1998”. Lex Crimen. Vol. V. No. 7. Manado: FH Universitas Sam Ratulangi.
Saduldyn Pato. 2013. “Analisis Pemberian Kredit Mikro Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Manado”. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi. Vol. 1. No. 4. Manado: FEB Universitas Sam Ratulangi.
Sedyo Prayogo. 2016. “Penerapan Batas-Batas Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum dalam Perjanjian”. Jurnal Pembaharuan Hukum.
Volume III. No. 2. Semarang: UNISSULA PRESS.
William J.G dan Kaserwa N. 2015. “Improving Smallholder Farmer Access to Finance Through Receipt System in Tanzania”. International Journal of Economics and Financial Research. Volume I. No. 3. Pakistan: Academic Research Publishing Group.
Yusmita, Riski Pebru Ariyanti, Enricho Duo Putra Njoto dan Rizal Yudistira.
2019. “Perlindungan Hukum Terhadap Debitur dan Kreditur dalam Melakukan Perjanjian Baku”. Jurnal Ilmu Hukum. Volume 15. Nomor 1.
Surabaya: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Yoda Ditria, Jenni Vivian dan Indra Widjaja. 2008. “Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah dan Jumlah Ekspor Terhadap Tingkat Kredit Perbankan”. Journal of Applied Finance and Accounting (JAFA). Vol. 1.
No. 1. Jakarta: Universitas Bina Nusantara.
INTERNET :
https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2019/05/27/harga-gabah-anjlok-petani-bingung diakses pada tanggal 4 November 2019 pukul 07.50 WIB.
https://indopos.co.id/read/2019/03/27/169717/petani-tekor-harga-gabah-anjlok/
diakses pada tanggal 4 November 2019 pukul 08.02 WIB.
https://www.bri.co.id diakses pada tanggal 15 Januari 2020 pukul 19.37 WIB.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN : Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer)
Undang-undang Nomor 9 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang
77
Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK/05/2009 tentang Skema Subsidi Resi Gudang
78 LAMPIRAN