Melalui hasil analisis dan kesimpulan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses dalam manajemen
pembelajaran PAI di SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang, ada beberapa hal yang
perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Adapun saran yang ditujukan terhadap
pihak-pihak yang terkait ialah:
1. Kepala sekolah hendaknya memantau aktivitas guru dalam segi apapun, yang
berkaitan dengan pelaksanaan proses pembelajaran, agar ketika terdapat
kekurangan dapat diperbaiki hingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
2. Waka kurikulum perlu melakukan inovasi-inovasi dan peningkatan terhadap
model yang berkaitan dengan kurikulum di Al-Azhar 14 Semarang.
3. Guru hendaknya dapat menyusun silabus dan RPP dengan baik sehingga
perencanaannya lebih matang. Guru juga harus lebih memperhatikan dalam
pemilihan strategi agar lebih bervariasi. Keterampilan dalam pembelajaran
harus selalu ditingkatkan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi, Jakarta: PT.
Bumi Aksara, 2006.
_______, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media, 2008.
_______, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
_______, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta,
2002.
_______, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, Jakarta; Rinneka Cipta,
1993.
Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Alfabeta, 2009.
Handoko, T, Manajemen Edisi II, Yogyakarta: BPKE, 2001.
Hasan, Iqbal, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya,
Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
Hidayat, Ara dan Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan, Bandung: EDUCA,
2010.
http://okeeducation.blogspot.com/2008/09/pembelajaran-elaborasi.html, 9 Januari
2011,10.19 am.
http://www.scribd.com/doc/38112197/Pengertian-Eksplorasi-Elaborasi-Konfirmasi, 22
Desember 2010, 11: 48 am.
Ismail SM, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Semarang:
RaSAIL Media Group, 2008.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi
Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Margono, S. Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Moloeng, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2005.
Mulyasa, E, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2006.
_______, Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan), Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.
_______, Manajemen Berbasis Sekolah: Strategi dan Implementasi, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2007.
Muslich, Mansur, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstekstual,
Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru
Algensindo Offset, 2009.
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, Cet. 7 Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2008.
Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, BSNP,
2006.
Partanto, Pius A, Kamus Ilmiah Populer Surabaya: Arkola, 2001.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar
Penilaian untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar
Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Jakarta, Sinar Grafika, 2005.
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005.
Sagala, Syaiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: Alfabeta, 2008.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
Jakarta: Kencana, 2006.
Seng, Tan Oon, Educational Psychology : A Practitioner Researcher Approach,
Singapore: Seng Lee Press, 2003.
Shohih Abdul Aziz dan Abdul Majid, At-Tarbiyah Wa Thuruku At-Tadris, Mesir:
Darur Ma’ruf, 1965, Juz 1.
Sisk, Hanry L, Principles of Management a System Appoach to The Management
Proces, Chicago: Publishing Company, 1969.
Sudiyono, Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 2009.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2009.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R
& D, Bandung: Alfabeta, 2006.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung; Alfabeta, 2005.
Suparlan, Membangun Sekolah Efektif, Yogyakarta: HIKAYAT, 2008.
Suryobroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: PT. Rineka Cipta,
2002, Cet. I.
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta :
Rineka Cipta, 2000.
Tim Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Metodologi
Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Departemen Agama RI, 2001.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, Semarang:
CV Aneka Ilmu, 2003.
Wahyosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan
Permasalahannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Warsita, Bambang, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya, Jakarta:
Rineka Cipta, 2008.
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Rasmudi, S.Pd
Jabatan : Kepala Sekolah
Alamat : Jl. Klentengsari No. 1, Pedalangan, Banyumanik,
Semarang-50268
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa tersebut di bawah ini :
Nama : ARMI ZULAEKHA
NIM : 073311012
Fakultas : Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang
telah melaksanakan penelitian dari tanggal 18 Januari – 18 Februari 2011 di SMP
Islam Al-Azhar 14 Semarang, untuk penulisan Skripsi dengan judul :
Efektivitas Manajemen Pembelajaran PAI Di SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang
(Tinjauan Terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun
2007 Tentang Standar Proses)
Demikian Surat Keterangan ini kami buat untuk kepentingan yang bersangkutan
dan harap menjadikan maklum.
Lampiran 1
Peserta didik dilatih untuk menyampaikan materi di kelas
Lampiran 2
PEDOMAN WAWANCARA
A. Gambaran umum SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang
1. Tinjauan histories
a. Kapan berdirinya SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang ?
b. Siapa yang mempunyai ide gagasan pertama kali?
c. Apa yang melatarbelakangi didirikannya SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang?
d. Apa visi, misi dan tujuan SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang?
2. Struktur organisasi
a. Bagaimana struktur organisasi di SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang?
b. Bagaimana keadaan guru dan karyawan yang ada di SMP Islam Al-Azhar 14
Semarang?
3. Bagaimana perkembangan pembelajaran khususnya mata pelajaran PAI dari
tahun ke tahun ?
B. Gambaran Khusus Efektivitas Manajemen Pembelajaran PAI ( Tinjauan
Terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007
Tentang Standar Proses )
1. Kepala Sekolah
a. Apa yang bapak ketahui tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses?
b. Bagaimana kaitan Visi, Misi dan Tujuan pendidikan yang dimiliki SMP
Islam Al-Azhar 14 Semarang dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 41 Tahun 2007?
c. Selama ini, pernahkah bapak mengadakan supervisi pada guru dalam hal
proses pembelajaran di kelas?
f. Apakah bapak melakukan kunjungan kelas saat berlangsungnya proses
belajar mengajar yang dilakukan guru?
g. Pernahkah bapak memberikan ide-ide tentang proses pembelajaran?
h. Bagaimana efektivitas manajemen pembelajaran PAI ditinjau dari Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 di SMP Islam Al-Azhar
14 Semarang?
i. Bagaimana proses manajemen pembelajaran PAI terkait dengan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007?
j. Bagaimana kebijakan kepala sekolah dalam mengimplementasikan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 dalam meningkatkan
standar proses pembelajaran PAI?
k. Apa kendala-kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan dalam
pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007?
2. Guru
a. Bagaimana proses pembelajaran PAI, dari segi perencanaan ?
b. Bagaimana Pembelajaran PAI dari segi pelaksanaan ? dan
c. Bagaimana Pembelajaran PAI dari segi evaluasinya?
d. Dalam penggunaan metode, apakah sesuai dengan materi yang
disampaikan?
3. Waka kurikulum
a. Model kurikulum apakah yang digunakan di SMP Islam Al-Azhar 14
Semarang?
b. Perubahan apakah yang dilakukan dalam proses pembelajaran, sejak
lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007?
c. Apakah guru PAI ikut membantu dalam perancangan pembuatan
Lampiran 4
Observasi Standar Proses Pada Pembelajaran PAI di SMP
Islam Al-Azhar 14 Semarang
A. Komponen Perencanaan Proses pembelajaran
No. Perencanaan Proses Pembelajaran
Tally
Ya Tidak
1. Guru menyiapkan silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP)
2. Komponen silabus meliputi:
a. Identitas mata pelajaran/tema
pelajaran.
b. Standar kompetensi.
c. Kompetensi dasar
d. Materi pembelajaran
e. Kegiatan pembelajaran
f. Indikator pencapaian kompetensi
g. Penilaian
h. Alokasi waktu
i. Sumber belajar.
3. Komponen RPP meliputi:
a. Identitas mata pelajaran
b. Standar kompetensi
c. Kompetensi dasar
d. Indikator pencapaian kompetensi
e. Tujuan pembelajaran
h. Metode pembelajaran
i. Kegiatan pembelajaran
j. Penilaian hasil belajar
k. Sumber belajar
B. Komponen Pelaksanaan Proses Pembelajaran
No. Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Tally
Ya Tidak
A. Persyaratan Pelaksanaan proses pembelajaran
1. Beban kerja guru PAI di SMP Al azhar 14
Semarang mencakup kegiatan pokok;
merencanakan pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, membimbing danmelatih
peserta didik, serta melaksanakan tugas
tambahan.
2. Beban kerja guru PAI dalam kegiatan
pokokdiatas adalah sekurang-kurangnya
24 (dua puluhempat) jam tatap muka
dalam 1 (satu) minggu.
3. Buku teks pelajaran yang akan digunakan
olehsekolah dipilih melalui rapat guru
denganpertimbangan komite sekolah.
4. Rasio buku teks pelajaran untuk peserta
didikadalah 1 : 1 per mata pelajaran.
5. Guru PAI di SMP Al azhar 14
menggunakan bukupanduan, buku
pengayaan dan buku referensiserta
sumber belajar lainnya.
6. Guru PAI membiasakan peserta didik
menggunakan buku-buku dan sumber
belajar lainyang ada di perpustakaan
sekolah.
7. Guru PAI memperhatikan tata kelola
tempat duduk yang disesuaikan dengan
karakteristikpeserta didik dan mata
pelajaran, serta aktivitaspembelajaran
yang akan dilakukan.
8. Guru PAI memperhatikan volume dan
intonasisuaranya dalam proses
pembelajaran sehinggadapat didengar
dengan baik oleh peserta didik.
9. Tutur kata guru PAI santun dan dapat
dimengertioleh peserta didik.
10.Guru PAI menyesuaikan materi pelajaran
dengankecepatan dan kemampuan belajar
peserta didik.
11.Guru PAI menciptakan ketertiban,
kedisiplinan,kenyamanan, keselamatan,
dan kepatuhan padaperaturan.
12.Guru PAI memberikan penguatan dan
umpanbalik terhadap respons dan hasil
belajar pesertadidik selama proses
pembelajaran berlangsung.
13.Guru PAI menghargai peserta didik tanpa
memandang latar belakang agama, suku,
jeniskelamin, dan status sosial ekonomi.
14.Guru PAI menghargai pendapat yang
15.Guru PAI memakai pakaian yang sopan,
bersih,dan rapi.
16.Guru PAI menyampaikan silabus mata
pelajaranyang diampunya pada tiap awal
semester.
17.Guru PAI memulai dan mengakhiri proses
pembelajaran sesuai dengan waktu yang
dijadwalkan.
B. Pelaksanaan Pembelajaran
18. Dalam kegiatan pendahuluan guru PAI;
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis
dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran.
b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari.
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai.
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.
19. Kegiatan inti pembelajaran dilakukan
secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
20. Kegiatan inti pembelajaran guru PAI
melakukan kegiatan;
a) Pelibatan peserta didik mencari
informasi yang luas dan dalam
tentang topik/tema materi yang akan
dipelajari dengan belajar dari aneka
sumber.
b) Penggunaan beragam pendekatan
pembelajaran, media pembelajaran,
dan sumber belajar lain.
c) Memfasilitasi terjadinya interaksi
antar peserta didik serta antara
peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar
lainnya.
d) Pelibatan peserta didik secara aktif
dalam setiap kegiatan pembelajaran.
e) Memfasilitasi peserta didik
melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.
B. Elaborasi, yang meliputi:
a) Pembiasaan peserta didik membaca
dan menulis yang beragam melalui
tugas-tugas tertentu yang bermakna.
b) Memfasilitasi peserta didik melalui
pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan
baru baik secara lisan maupun
tertulis.
c) Pemberian kesempatan untuk
berpikir, menganalisis,
bertindak tanpa rasa takut.
d) Memfasilitasi peserta didik dalam
pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif.
e) Memfasilitasi peserta didik
berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar.
f) Memfasilitasi peserta didik membuat
laporan eksplorasi yang dilakukan
baik lisan maupun tertulis, secara
individual maupun kelompok.
g) Memfasilitasi peserta didik untuk
menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok.
h) Memfasilitasi peserta didik
melakukan pameran, turnamen,
festival, serta produk yang
dihasilkan.
i) Memfasilitasi peserta didik
melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa
percaya diri peserta didik.
C. Konfirmasi, yang meliputi:
a) Pemberian umpan balik positif dan
penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah
terhadap keberhasilan peserta didik.
b) Pemberian konfirmasi terhadap hasil
c) Memfasilitasi peserta didik
melakukan refleksi untuk
memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.
d) Memfasilitasi peserta didik untuk
memperoleh pengalaman yang
bermakna dalam mencapai
kompetensi dasar.
21. Dalam kegiatan penutup guru PAI
melakukan kegiatan;
a) Bersama-sama dengan peserta didik atau
sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran.
b) Melakukan penilaian atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram.
c) Pemberian umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran.
d) Merencanakan kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk pembelajaran remedi,
program pengayaan, layanan konseling
atau memberikan tugas baik tugas
individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik.
e) Menyampaikan rencana pembelajaran
C. Komponen Penilaian Proses Pembelajaran
No. Penilaian Proses Pembelajaran
Tally
Ya Tidak
1. Penilaian dilakukan oleh guru PAI
dimaksudkan untuk mengukur tingkat
pencapaian kompetensi peserta didik.
2. Penilaian dilakukan oleh guru PAI
digunakan sebagai bahan penyusunan
laporan kemajuan hasil belajar.
3. Penilaian dilakukan oleh guru PAI
dimaksudkan untuk memperbaiki proses
pembelajaran.
4. Sebagaimana dalam acuan standar
penilaian, apakah penilaian yang
dilakukan senantiasa memperhatikan
prinsip-prinsip;
5. Sebagaimana dalam acuan standar
penilaian, apakah teknik penilaian yang
dilakukan meliputi hal-hal berikut;
a. Penilaian hasil belajar oleh
pendidik menggunakan berbagai
teknik penilaian berupa; tes,
observasi, penugasan perseorangan
atau kelompok, dan bentuk lain
yang sesuai dengan karakteristik
kompetensi dan tingkat
perkembangan peserta didik.
b. Teknik tes berupa tes tertulis, tes
lisan, dan tes praktik/tes kinerja.
c. Teknik observasi atau pengamatan
berlangsung atau di luar kegiatan
pembelajaran.
d. Teknik penugasan baik
perseorangan maupun kelompok
dapat berbentuk tugas rumah atau
proyek.
D. Komponen Pengawasan Proses Pembelajaran
No. Pengawasan Proses Pembelajaran
Tally
Ya Tidak
1. Pemantauan proses pembelajaran
senantiasa dilakukan pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, hingga
penilaian hasil pembelajaran.
2. Pemantauan senantiasa dilakukan dengan
cara diskusikelompok terfokus,
pengamatan, pencatatan,perekaman,
wawacara, dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilakukan kepala
dan pengawassatuan pendidikan.
4. Supervisi proses pembelajaran senantiasa
dilakukanpada tahap perencanaan,
pelaksanaan, hingga penilaianhasil
pembelajaran
5. Supervisi pembelajaran senantiasa
diselenggarakandengan cara pemberian
contoh, diskusi, pelatihan, dankonsultasi.
6. Kegiatan supervisi senantiasa dilakukan
7. Evaluasi proses pembelajaran
diselenggarakan dengancara
membandingkan proses pembelajaran
yangdilaksanakan guru dengan standar
proses.
8. Evaluasi proses pembelajaran
diselenggarakan dengancara
mengidentifikasi kinerja guru dalam
prosespembelajaran sesuai dengan
kompetensi guru.
9. Evaluasi proses pembelajaran dipusatkan
padakeseluruhan kinerja guru dalam
proses pembelajaran.
10.Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan
evaluasiproses pembelajaran diatas
senantiasa dilaporkankepada pemangku
kepentingan.
11.Penguatan dan penghargaan senantiasa
diberikankepada guru yang telah
memenuhi standar.
12.Teguran yang bersifat mendidik diberikan
kepada guruyang belum memenuhi
standar.Guru PAI diberi kesempatan
untuk mengikutipelatihan/penataran lebih
lanjut.
Lampiran 5
HASIL WAWANCARA
A. Hari/Tanggal : Selasa, 18 dan 19 Januari 2011
Tempat : Ruang guru SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang
Waktu : 11.30 WIB
Narasumber : Guru PAI, Ibu Siti Su’aidah S. Ag
1. Peneliti : Bagaimana proses pembelajaran PAI, dari segi
perencanaan ?
Guru PAI :
Dalam tahap perencanaan harus disesuaikan dengan
materi dan ketika awal pembelajaran guru mentargetkan
materi PAI yang harus dikuasai oleh peserta didik berupa
perilaku-perilaku yang sesuai dengan materi itu dengan
tujuan yang diharapkan dapat tercapai, hal itu dilakukan
guna menguasai materi yang dikuasai oleh guru. Misalnya
materi thaharah, guru lebih menekankan peserta didik
untuk mengetahui tatacara dan hal-hal yang berkaitan
dengannya, kemudian ditindak lanjuti di kehidupan
sehari-hari.
2. Peneliti : Bagaimana Pembelajaran PAI dari segi pelaksanaan ?
Guru PAI :
Dalam pelaksanaan pembelajaran PAI, Sebelum
pembelajaran dilaksanakan, setiap harinya guru
memberikan motivasi kepada peserta didik paling tidak 15
menit, hal ini dilakukan supaya peserta didik termotivasi
dalam melakukan pembelajaran. Sedangkan dalam proses
pembelajaran, guru harus mencari metode yang dapat
membuat peserta didik menjadi lebih menyenangkan,
khususnya untuk kelas VIII yang cenderung lebih ramai
dibandingkan dengan yang lain. Metode yang dilakukan
bukan hanya metode diskusi dan tanya jawab saja,
melainkan dengan cara guru memberikan tema untuk
dijadikan materi, kemudian peserta didik menyampaikan
tema tersebut tetapi materi itu diluar isi buku panduan.
Pada intinya, metode yang digunakan tergantung pada
materi yang akan disampaikan. Kemudian untuk tahap
akhir, guru selalu memberikan tanya jawab kepada peserta
spontan lebih cepat diingat dan dipahami. Selain itu, guru
menyimpulkan materi yang telah disampaikan sekalian
memberikan motivasi.
3. Peneliti : Bagaimana Pembelajaran PAI dari segi evaluasinya?
Guru PAI :
Pada penilaian akhlak / perbuatan dilihat dari
tingkah laku dalam keseharian peserta didik itu sendiri. Dan
selalu memberikan tugas sesuai absensi pada materi PAI,
misalnya dengan cara mencari di dalam Al- Qur’an tentang
sejarah Nabi Nuh, dan bukti yang menceritakan tentang
Nabi Nuh, pengetahuan tentang tokoh cendekiawan muslim
yang ada di Indonesia yang bergerak di bidang kedokteran
beserta gambar dan fotonya. Tugas ini merupakan tugas
individu, yang harus diselesaikan oleh peserta didik,
mereka bisa menanyakan kepada teman, atau keluarga
tentang materi tugas yang diberikan oleh guru.
4. Peneliti : Dalam proses pembelajaran, sumber belajar/buku
panduan apa yang digunakan?
Guru PAI :
Buku panduan PAI digunakan sebagai panduan
pembelajaran yang disediakan oleh sekolah sebagai bahan
panduan pembelajaran. Sebagai bahan perluasan, biasanya
guru memperluas dari bahan-bahan tertentu, seperti koran
atau dari internet yang mendukung dengan materi dengan
tujuan memperdalam tentang materi yang akan diajarkan.
5. Peneliti : Bagaimana bentuk dari RPP mata pelajaran PAI itu
sendiri?
Guru PAI :
RPP untuk mata pelajaran PAI sesuai dengan
standar yang ada sekarang ini, memuat seperti: identitas
mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar,
indikator pencapaian kompetensi, materi ajar, alokasi
waktu, metode pembelajaran, tujuan pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber
belajar.
B. Hari/Tanggal : Jum’at, 21 Januari 2011
Tempat : Ruang tamu SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang
Waktu : 14: 10 WIB
Narasumber : Waka kurikulum, Bapak Komari M. Ag
1. Peneliti : Bagaimana pelaksanaan manajemen pembelajaran
yang ada di SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang?
Waka kurikulum :
Dalam segi perencanaan, setiap awal pembelajaran
guru harus menyerahkan silabus, RPP, dan perangkat
pembelajaran. Pelaksanaan, pembelajaran dimulai dari jam
07:00 wib, kegiatan pembelajaran ini siap dimulai seiring
dengan bel pertanda masuk kelas berbunyi. Sebelum
pembelajaran di setiap kelas dimulai, terlebih dahulu
seluruh peserta didik SMP Al-Azhar membaca ikrar (doa
awal pelajaran). Bacaan-bacaan do’a ini rutin dilakukan
oleh seluruh peserta didik di SMP Al-Azhar. Dalam
pengelolaan kelas, sudah menggunakan moving class dalam
pembelajaran, yang terdiri dari 12 kelas dan diterapkan
sejak tahun 2006. Dalam segi penilaian, ada beberapa
sistem penilaian yang dilakukan di SMP Al-Azhar
diantaranya: ulangan harian, ulangan tengah semester, dan
ulangan akhir semester.
2. Peneliti : Kurikulum yang seperti apa yang dipakai di SMP
Islam Al-Azhar 14 Semarang?
Waka kurikulum :
Kurikulum yang dibuat dari pusat dan dari Al azhar
sendiri. Kurikulum yang khusus dari Al-Azhar, hanya
untuk mata pelajaran Bahasa Arab, PAI, dan Qur’an Hadits.
3. Peneliti : Perubahan apakah yang dilakukan dalam proses
pembelajaran, sejak lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 41 Tahun 2007?
Waka kurikulum :
Secara umum SMP Islam Al-Azhar sudah
menerapkan atau berpatokan dalam Permendiknas nomor
41 tahun 2007 tentang standar proses, dilihat dari
pelaksanaannya yang sesuai dengan komponen yang
terdapat pada Permendiknas itu sendiri dimulai dari
perencanaan sampai pengawasan pembelajaran.
C. Hari/Tanggal : Senin, 07 Februari 2011
Tempat : Ruang kepala sekolah SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang
Waktu : 09: 22 WIB
Narasumber : Kepala sekolah, Bapak Rasmudi M. Pd
1. Peneliti : Tinjauan histories tentang gambaran SMP Islam
Al-Azhar 14 Semarang, sejarah berdirinya?
Kepala sekolah :
Sebelum berdirinya SMP, yang bertepatan tahun
1997 sudah ada TK-SD Al-Azhar, ketika sudah sampai
pada tahun tenang dilanjutkan dengan SMP, kemudian
diusulkan dengan berdirinya SMP, karena kebutuhan
setelah lulus dari SD. Disamping itu visi Al-Azhar itu
pendidikan yang berkelanjutan dari TK-SD sampai SMP,
bahkan sampai SMA.
2. Peneliti : Siapa yang mempunyai ide gagasan pertama kali dan
latar belakang didirikannya SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang?
Kepala sekolah :
Ide gagasan pertama kali dalam pendirian SMP
Al-Azhar, yaitu bapak Fuad Ba’asyir sebagai Menteri
Keuangan, beliau menggandeng beberapa orang untuk
bekerja sama dalam mendirikan Al-Azhar di Semarang.
SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang dibangun dengan
dilatarbelakangi oleh beberapa hal, diantaranya: memiliki
landasan yang baik, yaitu anak belajar dengan baik dari
tingkat TK sampai jenjang SMA dan sebagai wadah
orang-orang islam untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah
Islam yang bagus, sehingga pengembangan islam di
Semarang bisa lebih baik.
3. Peneliti : Bagaimana perkembangan pembelajaran khususnya
mata pelajaran PAI dari tahun ke tahun ?
Kepala sekolah :
Proses pembelajaran yang ada di Al-Azhar relative
sama, boleh dikatakan distandarkan, tetapi ada perbedaan
karakteristik setiap sekolah/daerah sehingga memerlukan
sentuhan-sentuhan atau kasus-kasus khusus dan juga
penanganan yang berbeda pula. Setiap saat pasti ada
perubahan dalam proses pembelajaran, tetapi secara umum
proses pembelajaran sudah distandarkan, tinggal
pengembangannya satu nilai tambah dari masing-masing
unit. Misalnya hafalan surat pendek, khitobah dan
penambahan baca tulis Al Qur’an, inovasi-inovasi itu yang
4. Peneliti :Kaitannya dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007
tentang standar proses, apakah SMP Islam Al-Azhar 14 Semarang sudah
menerapkan standar itu?
Kepala sekolah :
Permen diknas dalam proses pendidikan termasuk