• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : PENUTUP

4.2. Saran

1. Diharapkan kepada masyarakat agar tidak melakukan nikah siri. Karena dapat menyulitkan masing-masing pasangan, terutama dalam pengurusan harta bersama.

2. Hendaknya pernikahan siri tidak dilakukan karena akan menimbulkan kesulitan-kesulitan dan kerugian khususnya bagi isteri. Isteri tidak bisa melaksanakan pernikahan dengan orang lain karena masih terikat dalam hubungan nikah siri. Selain itu, ia juga akan sulit dalam menggugat hak-haknya terhadap mantan suami, apabila mereka bercerai.

3. Penelitian-penelitian serupa dengan penelitian ini hendaknya diperbanyak melalui perspektif-perspektif yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memperkaya rujukan pustaka khususnya di program studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum.

4. Diharapkan kepada eksekutif dan legislatif agar membuat ketentuan hukum yang jelas tentang prosedur dan cara pembagian harta bersama pasangan nikah siri yang kematian alah satu dari keduanya agar tidak terjadi kekosongan hukum.

5. Dalam Enakmen Keluarga Islam Negeri Kedah, tampak belum diatur tentang harta bersama satu pasangan poligami. Untuk itu, hendaknya Enakmen Keluarga Islam Negeri Kedah tersebut memuat aturan secara lengkap konsep pembagian harta bersama bagi satu pasangan poligami.

75

Abd. Shomad, Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syari’ah dalam Hukum

Indonesia, Jakarta: Griya Ilmu, tt.

Abdul Manan, Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, cet. 2, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

, Reformasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.

Abdul Rahman Ghazali, Fiqh Munakahat, cet. 3, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Ahmad Ibrahim, Sistem Undang-Undang di Malaysia, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2007.

Ahmad Rafiq, Hukum Islam di Indonesia, cet. 3, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003.

Ahmad Warson al-Munawwir, Kamus al-Munawwir: Arab-Indonesia, cet. 3, Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 1999.

Ahsin W. Al-Hafids, Kamus Ilmu al-Quran, cet. 4, Jakarta: Amzah, 2012.

Al Yasa’ Abu Bakar, Ahli Waris Sepertalian Darah; Kajian Perbandingan

Terhadap Penalaran Hazairin dan Penalaran Fikih Mazhab, Jakarta:

INIS, 1998.

, Metode Istislahiah; Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dalam Ushul Fiqh, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2016.

Al-Imam Al-Syaikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi,

Mukhtaṣar Minhāj al-Qāsidīn, ed. In, Minhajul Qasidin: Jalan Orang-Orang yang Mendapat Petunjuk, terj: Kathur Suhardi, cet. 20, Jakarta:

Pustaka al-Kautsar, 2014.

Al-Imām Mālik bin Anas, Al-Muwaṭā’ li Imām A’immah wa ‘Ālim

al-Madīnah, Al-Qāhirah: Dār al-Ḥadīṡ, 1992.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh

Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Kancana Prenada

, Usul Fiqih, jilid 2, cet. 6, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011. Analiansyah, Ushul Fiqh III, Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2009.

Eka Srimulyani, dkk, Perempuan dalam Masayarakat Aceh: memahami Beberapa

Persoalan Kekinian, Banda Aceh: Bandar Publishing, 2009.

Fauzi, Teori Hak dan Istislahi dalam Fiqh Kontemporer: Sebuah Aplikasi pada

Kasus Hak Cipta, Banda Aceh: Arraniry Press, 2012.

Hamdani, “Ahwal al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) Islam di Malaysia”. Disertasi Program Doktor Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam-Banda Aceh, 2012.

Hamid Sarong, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, cet. 3, Banda Aceh: Yayasan PeNA, 2010.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, I’lām al-Muwāqi’īn ‘an Rabb al-‘Ālamīn, ed. In,

Panduan Hukum Islam, terj: Asep Saefullah FM & Kamaluddi Sa’diyatul

Haramain, Jakarta: Pustaka Azzam, 2000.

Iskandar Usman, Istihsan dan Pembaruan Hukum Islam, Banda Aceh: RajaGrafindo Persada, 1994.

Institut Kefahaman Islam, Pentadbiran Undang-Undang Islam di Malaysia, Kuala Lumpur: Institut Kefahaman Islam-IKIM, 1997.

Jaih Mubarok, Kaidah Fiqh Sejarah dan Kaidah Asasi, Jakarta: Rajawali Pers, 2002.

Jurnal Laporan Syariah, The Malaysian Cuent Law Journal, Kuala Lumpur: ICL-Sya, 2008.

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Acehnologi Volume 83, Banda Aceh: Bandar Publishing, 2012.

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Islam Historis: Dinamika Studi Islam di

Indonesia, Galang Press, 2002

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Wajah Baru Islam di Indonesia, UII Press, 2004.

Khoiruddin Nasution, Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern: Studi

Perbandingan dan Keberanjakan UU Modern dari Kitab-Kitab Fiqih,

Kustini (editor), Menelusuri Makna di Balik Fenomena Perkawinan di Bawah

Umur dan Perkawinan Tidak Tercatat, Jakarta: Kementerian Agama,

Badan Litbang dan Diklat, 2013.

M. Ali Hasan. Lihat dalam M. Ali Hasan, Pedoman Hidup Berumah Tangga

dalam Islam, cet. 2, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Mardani, Hukum Perkawinan Islam di Dunia Islam Modern, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.

Mohd. Idris Ramulyo, Asas-Asas Hukum Islam: Sejarah Timbul dan

Berkembangnya Kekdudukan Hukum Islam dalam Sistem Hukum di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Muhammad Amin Suma, Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005.

Muhammad Siddiq Armia, Perkembangan Pemikiran Teori Ilmu Hukum, Jakarta: Pradnya Paramita, 2010.

Muhammad Siddiq Armia, Studi Epistemologi Perundang-Undangan, Banda Aceh: Teratai Publisher, 2011.

Muhammad Siddiq Armia, Wajah Antropologi Dan Sosiologi Hukum Keluarga Di

Beberapa Daerah Indonesia Lembaga kajian Konstitusi Indonesia, 2017.

Muhammad Siddiq Armia, Pelaksanaan waqaf Uang Perspektif Peraturan

Perundang-Undangan, Banda Aceh Kantor Wilayah Kememnterian

Agama RI, Provinci Aceh, 2017.

Nabiela Naily dan Kemal Riza, Hukum Keluarga Islam Asia Tenggara

Kontemporer: Sejarah, Pembentukan dan Dinamikanya di Malaysia,

Artikel: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2013.

Noor Aziah Mohd Awal, Pengenalan Kepada Sistem Perundangan di Malaysia, cet. 2, Kuala Lumpur: International Law Book Services, 2005.

Ratno Lukito, Islamic Law and Adat Encounter: The Experience of Indonesia, ed, in, Pergumulan antara Hukum Islam dan Adat di Indonesia, terj: Rano Lukito, Jakarta: INIS, 1998.

Sayyid Ahmad al-Muyassar, Akhlāq al-Urah al-Muslimah Buhūṡ wa Fatāwā, ed. In, Fiqih Cinta Kasih: Rahasia Kebahagiaan Rumah Tangga, terj: Habiburrahman, cet. 12, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2008.

Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, ed. In, Fiqih Sunnah, ter: Nor Hasanuddin, jilid 2, Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2006.

Syaikh Imad Zaki al-Barudi, Tafīr al-Qur’ān al-‘Ażīm li al-Nisā’, ed. In, Tasfir

Wanita, terj: Samson Rahman, cet. 5, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2008.

Tarmizi M. Jakfar, Poligami dan Talak Liar dalam Perspektif Hakim Agama di

Indonesia, Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2007.

Taufiqurrahman Syahuri, Legislasi Hukum Perkawinan Islam di Indonesia:

Pri-Kontra Pembentukannya hingga Putusan Mahkamah Konstitusi, Jakarta:

Kencana Prenada Media Group, 2013.

Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Pustaka Phoenix, 2012.

Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIA), Harta Sepencarian Prosiding

Ex-Parte Perintah Injuksi, Kuala Lumpur: Universiti Islam Antarabangsa

Malaysia, 2003.

Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, ed. In, Fiqih Islam: Pernikahan,

Talak, Khuluk, Meng-Ila’ Isteri, Li’an, Zihar, dan Masa Iddah, terj: Abdul

86

Nama : Nur Amanina Fahami Binti Mohd Najib Fahami

NIM : 111309815

Fakultas/Prodi : Syariah dan Hukum/ Hukum Keluarga

Tempat Lahir : Hospital Doktor Aisyah Sungai Petani, Kedah Tanggal Lahir : 04 Disember 1994

Alamat : Gampong Blang Krueng, Kec. Darussalam, Aceh Besar

RIWAYAT PENDIDIKAN

Sekolah Dasar : Sekolah Rendah Islam Darul Ulum (tahun 2001-2005) Sekolah Kebangsaan Padan Lumat (tahun 2006)

Sekolah Menengah : Sekolah Menengah Agama Taufikiah (tahun 2007-2012) Penguruan Tinggi :UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

DATA ORANG TUA

Nama Ayah : Mohd Najib Fahmi bin Yahaya Nama Ibu : Siti Zabedah binti Ahmad Pekerjaan Ayah : Wiraswasta

Pekerjaan Ibu : Ibu Rumahtangga

Alamat : Alor Setar, Kedah Malaysia

Banda Aceh, 16 September 2017 Penulis,

Dokumen terkait