• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Setelah selesainya peneliti mengadakan penelitian ini, saran peneiti yaitu sebaiknya masyarakat jika ingin melakukan perceraian lebih baikn menyelesaikan perceraiannya di pengadilan agama atau menggunakan tatacra hukum positif agar perceraian yang dilakukan sah menurut hukum positif maupun hukum islam, sehingga menjamin kepastian hukum pelaku perceraian.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam,(Jakarta: CV Akademika Pressindo, 2010)

Abdurrahman Ghazaly, Fiqh Munakahat, (Jakarta : Kencana, 2003)

Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi” (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006)

Abdul Aziz Dahlan, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Intermasa, 1996)

Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perdata Indonesia, (Bandung: Citra Aditya Bakti 2000)

Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqh Al-Mazahibul Al-Araba’ah, (Kairo: Maktabah Salafiyah, 1980)

Al Hafizh ibn Hajar al Asqalani, Bulughul Maram Hadits hukum-hukum syari’at

islam, (Surabaya: Bintang Usaha Jaya,2011)

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Antara Fiqih

Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan , (Jakarta: Kencana, 2007)

Arso Sosroatmodjo dan A. Wait Aulawi, Hukum Perkawinan di Indonesia, (Jakarta: Bulan Bintang , 1975)

Beni Ahmad Saebani, Fiqi Munakahat 2, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010) Dede Rohyadi, “Perceraian di Luar Prosedur Peradilan Agama di Kecamatan

Sodong Hilir, Tasikmalaya dan Hukumnya”, dalam

http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream

/123456789/8293/1/DEDE%20ROHYADI-FSH.pdf, di unduh pada 5 Oktober 2017

Deliar Noer, Administrasi Islam di Indonesia, (Jakarta: Rajawali, 1983)

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemah,(Bandung: Cv Diponogoro,2006) Departemen Pendidikan Nasionai, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga,

(Jakarta: Balai Pustaka,2002)

Hilman Hadikusuma, Hukum Perkawinan Adat dengan Adat Istiadat dan Upacra

Hilman Hadikusuma, Metode Pembuatan Kertas Kerja Atau Skripsi Ilmu Hukum, (Bandung, Mandar Maju, 2013)

Imam an-Nawawi, Syarah Shahih Muslim Jilid 10, alih bahasa; Ahmad Khatib, (Jakarta: Pustaka Azzam, 2011)

Indriaswari Dyah Saptaningrum, Sejarah UU No: 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pembakuan Peran Gender, dalam Perspektif Perempuan, (Jakarta: Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Untuk Keadilan, 2000)

Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Social, cet. Ke-V (Bandung: Alumni,2006)

Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011)

Mas Zain, di unduh di http://artikelilmiahlengkap.blogspot.com/2012/12/makalah-peradilan-hukum-islam- sebelum.html pada tanggal 20 juni 2018

Muhammad Bin Ismail Ash-Shan’ani, Subulus Salam Jilid 3, (Jakarta: Darussunah, 2013)

Muhammad Daud Ali, Kedudukan Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Indonesia, dalam Jurnal Hukum dan Pembangunan Vol 12, no. 2, Tahun ke XII, Maret 1982

Muhammad Syaifuddin, dkk, Hukum Perceraian cet. 2, (Jakarta: Sinar Grafika 2014)

Muh Rofiq Nasihudin, di unduh di http://pendidikan-hukum. blogspot.com /2010/11/ undang-undang-nomor-1-tahun-1974.html pada tanggal 20 juni 2018

Nani Suwondo, Kedudukan Wanita Indonesia Dalam Hukum dan Masyarakat, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1992)

Nurul Qodar, “Perceraian Di Luar Pengadilan Pada Masyarakat Muslim Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman”, dalam

http://digilib.uinsuka.ac.id/ 4036/1/BAB

%20I,V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf, di unduh Pada tanggal 5 Okober 2017

R. Soetedjo Prawirohamidjojo, Pluralisme Dalam Perundang-Undangan

Perkawinan di Indonesia, (Surabaya: Universitas Airlangga Press, 1988)

Salim Segaf al-Jufrie dan Miftah Faridi, Fiqh Sehari-hari, (Jakarta: Gema Insani, 2006)

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah VIII,(Bandung: PT. al-Ma’arif, 1983)

Sudarsono, Hukum Perkawinan Nasional, Cet. III, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005) Sugiyono, Metode Peneltian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta,

2012)

Suharsini Arikunto, Prosedur Penlitian Suatu Pendekatan Praktik , (Jakarta: Rineka Cipta, 2006)

Sutrisno Hadi, Metodologi Researc, (Yogyakarta: yayasan penerbit Fakultas psikologi UGM, 194)

Tim Redaksi Nulansa Aulia, Kompilasi Hukum Islam, (Bandung, CV Nuansa Aulia, cetakan 6, 2015)

Undang undang R.I. Nomor 1 Tahun 1974, Tentang Perkawinan, (Bandung: Citra Umbara,2015)

OUTLINE

PENGARUH HUKUM POSITIF TEHADAP PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN DI DESA NEGARA BATIN KECAMATAN JABUNG

KABUPATEN LAMPUNG TIMUR HALAMAN SAMPUL

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK

HALAMAN ORISINILITAS PENELITIAN HALAMAN MOTTO

HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian E. Penelitian Relevan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Perceraian Secara Umum

1. Pengertian Perceraian dan dasar hukum perceraian 2. Tata Cara Perceraian

3. Hukum Perceraian B. Perceraian di Bawah Tangan

1. Pengertian Perceraian di Bawah Tangan 2. Dasar Hukum Perceraian di Bawah Tangan 3. Kelemahan Perceraian di Bawah Tangan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sifat Penelitian B. Sumber Data

C. Teknik Pengumpulan Data

D. Teknik Penjamin Keabsahan Data E. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Gambaran Umum Desa Negara Batin Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur

E. Perceraian di Bawah Tangan di Desa Negara Batin Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur

F. Pengaruh Hukum Positif Tehadap Perceraian Di Bawah Tangan Di Desa Negara Batin Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur

BAB V PENUTUP

C. Simpulan D. Saran

ALAT PENGUMPUL DATA (APD)

PENGARUH HUKUM POSITIF TERHADAP PERCERAIAN DI BAWAH TANGAN DI DESA NEGARA BATIN KECAMATAN JABUNG

KABUPATEN LAMPUNG TIMUR A. Metode Wawancara

1. Interview dengan Tokoh Agama Desa Negara Batin, Kec Jabung, Kab Lampung Timur

a. Apakah menurut anda masyarakat mengetahui hukum perceraian? b. Apakah menurut anda masyarakat menetahui akibat hukum

perceraian?

c. Apakah anda mengetahui kenapa alasan masyarakat lebih memilih percraian menggunakan hukum positif ?

d. Apakah anda mengetahui akibat hukum perceraian menggunakan hukum positif ?

e. Bagaimana proses perceraian menggunakan hukum positif yang sering di lakukan oleh masyarakat ?

2. Interview dengan Pelaku Perceraian di Pengadilan Di Desa Negara Batin, Kec Jabung, Kab Lampung Timur

a. Apa alasan anda melakukan perceraiaan? b. Apakah anda mengetahui hukum perceraian?

c. Kenapa anda lebih memilih melakukan perceraian menggunakan hukum positif?

d. Bagaimana peroses perceraian menggunakan hukum positif yang anda lakukan?

e. Apakah anda mengetahui akibat hukum dari perceraian mengunakan hukum positif?

3. Interview dengan Pelaku Perceraian di Bawah Tangan Di Desa Negara Batin, Kec Jabung, Kab Lampung Timur

a. Apa alasan anda melakukan perceraiaan? b. Apakah anda mengetahui hukum perceraian?

c. Kenapa anda lebih memilih melakukan perceraian di bawah tangan ? d. Bagaimana peroses perceraian di bawah tangan yang anda lakukan? e. Apakah anda mengetahui akibat hukum dari perceraian di bawah

tangan ?

4. Interview dengan Kepala Desa Di Desa Negara Batin, Kec Jabung, Kab Lampung Timur

a. Berapa jumlah perceraian yang terjadi di Desa Negara Batin?

b. Apa alasan – alasan pelaku perceraian untuk melakukan perceraian menggunakan hukum positif?

c. Apakah pelaku perceraian mengetahui hukum perceraian di indonesia? d. Apakah pelaku perceraian mengetahui akibat hukum perceraian di

bawah tangan dan di depan pengadilan?

e. Apa alasan pelaku perceraian memilih perceraian menggunakan hukum positif?

B. Dokumentasi

1. Profil Desa Negara Batin, Kec Jabung, Kab Lampung Timur

2. Foto – foto dengan pelaku perceraian, tokoh Agama dan kepala Desa

Negara Batin

3. Catatan/administrasi jumlah perceraian yang terdaftar di Desa Negara Batin

LAMPIRAN FOTO-FOTO

Wawan cara dengan Tokoh Agama

Wawan cara dengan ibu Yuni

Wawan cara dengan ibu Halijah

RIWAYAT HIDUP

Amin Rais dilahirkan di Negara Batin pada tanggal 17 April 1995, anak ketiga dari pasangan Bapak Hasan dan Ibu Nursyiah

Pendidikan dasar peneliti ditempuh di SD Negeri 1 Negara Batin, dan selesai pada tahun 2008, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jabung, dan selesai tahun 2011. Sedangkan pendidikan sekolah menengah atas pada SMA Negeri 1 Jabung, dan selesai tahun 2014, kemudian melnjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri Metro di Fakutas Syariah Jurusan Ahwal-Syakshiyyah dimulai pada semester 1 TA. 2014/2015

Dokumen terkait