BAB V PENUTUP
B. Saran
89
melihat Allah SWT. Akan tetapi tidak dapat disifati dengan tempat dan arah. Kelak tidak bisa dibayangkan melihat Allah SWT dengan mata kepala, bahwa Allah SWt berada di suatu tempat dan di suatu arah. Allah SWT ada tanpa arah dan tempat.
3. Kiai Ihsan Jampes menginterpretasi ru‘yatulla>h secara isha>ri> bahwa kelak orang-orang mukmin akan melihat Allah SWT tidak hanya di akhirat, juga di dunia. Namun hal tersebut tidak dapat dialami oleh semua orang. Hanya orang-orang pilihan yang dapat melihat Allah SWT di dunia. Sebagaimana Nabi SAW bertemu Allah SWT dalam peristiwa Isra>’ Mi’ra>j. Peristiwa tersebut menjadi mu’jizat yang hanya dimiliki oleh Nabi SAW. Selain itu, Kiai Ihsan berpendapat bahwa para wali> Alla>h juga dapat melihat Allah SWT di dunia. Hal ini disebut kara>mah (keistimewaan para wali>). Kara>mah melihat Allah SWT dapat dialami para wali> dalam kondisi terjaga maupun tidak. Kondisi tersebut diyakini Kiai Ihsan sebagai suatu keistimewaan yang hanya dimiliki oleh para wali dan tidak dapat dimiliki oleh orang-orang biasa lainnya. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai wah}dah} al-wuj>u>d.
B. Saran-saran
Dalam penelitian ini penulis hanya fokus pada hadis tentang ru‘yatulla>h dalam kitab S}ira>j al-T}a>libi>n. Fokus permasalahannya juga hanya terhadap interpretasi isha>ri> oleh Kiai Ihsan Jampes. Berdasarkan hal tersebut, tentu banyak permasalahan yang belum tersentuh dalam penelitian ini. Oleh karena itu diperlukan kajian yang lebih mendalam dengan dilakukan penelitian oleh para peneliti berikutnya. Misalkan penelitian tentang corak interpretasi isha>ri> Kiai
90
Ihsan, interpretasi isha>ri> dalam syarah hadis oleh ulama-ulama tertentu khususnya ulama nusantara, dan lain sebagainya. Penulis berharap adanya akademisi yang menekuni hal ini. Sebab interpretasi isha>ri> dalam memahami hadis masih belum marak dilakukan.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna dan banyak kekurangan yang perlu direvisi. Maka, diharapkan adanya kritik dan saran yang rekonstruktif dan evaluatif dari para tokoh-tokoh dan akademisi lainnya. Karya ini merupakan bentuk apresiasi terhadap ulama yang berkontribusi dalam kajian hadis. Semoga karya ini dapat menginspirasi bagi penulis dan seluruh pembaca untuk terus berkarya, serta meningkatkan pemahaman terhadap teks-teks hadis Nabi SAW. Mengingat hadis Nabi SAW merupakan sumber pokok ajaran Islam yang tak dapat ditinggalkan dalam menjalani kehidupan, baik sebagai individu maupun makhluk sosial.
91
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Moh. “Penafsiran Alquran KH. Ihsan Jampes; Studi Intertekstualitas dalam Kitab S}ira>j al-T}a>libi>n” STAI Al-Anwar Rembang. Jurnal Al-Itqan vol. 1 No. 2. Juli-Desember, 2015.
Asqalani (al-)>, Ah}mad ibn ‘Ali> ibn H}ajr. Nuzlah al-Naz}a>r Sharh} al-Fika>r . Damaskus: Mat}ba’ah al-S}abah}. 1993.
Barizi, Ahmad . “al-H}arakah al-Fikriyyah wa al-Tura>th ‘inda al-Shaikh Ih}sa>n Jampes Kediri; Mula>haza}ah Tamh}i>diyyah”, Studi Islamika. Vol. 11 No. 3. 2014.
Barsary (al-), Noer Iskandar. Pemikiran Kalam Imam Abu Mansur al-Maturidi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2001.
______, Biografi dan Garis Besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah wal Jamaah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2001.
Bruinessen, Martin van .“Indonesian Muslims and Their Place in the Larger World of Islam” dalam Indonesia Rising: The Repositioning of Asia’s Third Giant.ed. Anthony Reid. Singapore: ISEAS. 2012.
______, Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Bandung: IKAPI. 1999.
Bukha>ri> (), Muh{ammad ibn Isma>‘i>l. S{ah{i>h{ Bukha>ri>. Vol. 5. t.k: Da>r T{awq al-Naja>h.
Dhahabi> (). Tafsi>r Mufassiru>n. Vol. 1. t.k: Maktabah Wahbah. 2000. Di>n, Shams. Lawa>mi ‘ Anwa>r Bahiyyah wa sawa>t}i ‘ Asra>r al-Athariyyah li Shirh} al-Durrah al-Mad}yyah fi> ‘Aqd al-Farq al-Mard}iyyah. Vol. 2. Damaskus: Al-Nashr. 1982.
Faiz (), Moh. “Interpretasi Isha>ri> atas Hadis Nabi; Studi Analitis atas Fayd} al-Qadi>r karya al-Muna>wi,” Tesis tidak diterbitkan (Surabaya: Program Studi Dirasah Islamiyah, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, 2016) Hanafi, Ahmad. Teologi Islam; Ilmu Kalam. Jakarta: Bulan Bintang. 2001. Harari> (al-), ‘Abdullah. ‘Aqi>dah T}ah}a>wiyyah . Beirut: Shirkah Da>r
92
Idri. Studi Hadis. Jakarta: Kencana. 2010.
‘Itr, Nu>r al-Di>n. Manaha>j al-Naqd fi> ‘Ulu>m al-H}adi>th al-Nabawi> . Damaskus: Da>r al-Fikr. 1997.
Itr, Nuruddin. ‘Ulumul Hadis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012
‘Iydru>s (), Zayn ibn Muh}ammad ibn H}usain.Ma‘a>ni> Isha>ri>yyah fi> al-Sunnah al-Nabawiyyah . t.k: Da>r al-S}a>lih}. 2013.
Jabar, Al-Qa>d}i> Abdul. Sharh} al-Us}u>l al-Khamsah. Kairo: Maktabah Wahbah. 1960.
Jampes, Ihsan Muhammad Dahlan. S}ira>j al-T}a>libi>n. vol. 2. Beirut: Da>r al-Fikr. 2012.
Kementrian Agama RI. Alquran dan Terjemahnya. Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia. 2012.
Khon, Abdul Majid.Ulumul Hadis . Jakarta: Amzah. 2013.
Mughni, Bushrol Karim. Syekh Ihsan bin Dahlan Jampes Kediri: Pengarang Sira>j Al-T}a>libi>n. Jampes: PP. Al-Ihsan. 2012.
Mulyati, Sri. Tasawuf Nusantara; Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka. Jakarta: Kencana. 2006.
Muthahhari, Murtadha. Mengenal Ilmu Kalam. Jakarta: Pustaka Zahra. 2002. Nadzirin, Ulama-ulama Kitab Kuning Indonesia. Kediri: Mitra Gayatri, t.t. Nasution, Harun. Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah Analisa Perbandingan.
Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2001.
Naysa>bu>ri> (al-), Muh{amma>d ibn al-H{ajja>j. S{ah{i>h{ Muslim. Vol 4. Beirut: Da>r Ih{ya>’al-Tura>th al-‘Arabi. t.t.
Noor, Juliansyah. Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kharisma Putra Utama. 2011.
Purwanto, Yedi . “Konsep Aqabah dalam tasawuf Al-Ghazali; Tela’ah atas kitab Minha>j al-‘A>bidi>n.”Jurnal Sosioteknologi. Agustus 2006.
Qardhawi (al-), Yusuf. al-Madkhal li Dira>sah al-Sunnah al-Nabawiyyah. Kairo: Maktabah Wahbah. 1992.
93
Qat}t}a>n (al-), Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, ter. Mudzakir. Bogor: Litera Antar Nusa. 2016.
Rahman, Fazlur , dkk. Wacana Studi Hadis Kontemporer . Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. 2002.
S}a>buni>y (al-), Muhammad Ali. al-Tibya>n fi> ‘Ulu>m Al-Qur’a>n . Pakistan: Maktabah al-Bushra>. 2011.
Saeed, Abdullah. Pengantar Studi Al-Qur’an, ter. Shulkhah dan Sahiron Syamsuddin. Yogyakarta: Baitul Hikmah Press. 2016.
Shalihah, Radliyatush. “Nilai Hadis Kitab Al-Tauhi>d Karya Ibn Khuzaymah Bab Ru‘yatullah Yaum Al-Qiya>mah dalam Perspektif Kaedah Kesahihan Hadis,” Tesis tidak diterbitkan (Surabaya: Program Studi Ilmu Hadis, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. 2016.
Sholikhin, Muhammad. “ Orientasi Dakwah Islam Keindonesiaan dan Aktualisasi Nilai-nilai Lokal”Jurnal Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto Komunika. Vol. 3 No. 2. Juli-Desember. 2009.
Solahudin, M. 5 ulama Internasional dari Pesantren. Kediri: Nous Pustaka Utama. 2014.
SS, Wasid. Tasawuf Nusantara Kiai Ihsan Jampes;Menggapai Jalan Ma’rifat
Harmoni Umat. Surabaya: Pustaka Idea. 2016.
Suryadilaga, M. Alfatih. Metodologi Syarah Hadis. Yogyakarta: Kalimedia. 2017.
Suyu>t}i> (al-), Jala>l al-Di>n ‘Abd al-Rah}ma>n ibn Abi> Bakr.Tadri>b al-Ra>wi> fi> Sharh} Taqri>b al-Nawa>wi>. Vol. 2. Beirut: Da>r al-Fikr. 1989.
T}abari (), Abu> Ja’far. Jami>‘ baya>n fi> Ta‘wi>l Alquran. Beirut: Muassasat al-Risa>lah. 2000.
T}alh}a>n (al-), Mah}mu>d. Taysi>r Mus}t}alah} al-H}adi>th. t.k: Al-H}aramayn. t.t. Taymiyah, Ibn.‘Ilm al-H}ad>th. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘ilmiyah. 1989.
Tim Redaksi. Kamus bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008.
Tirmidhi> (al-), Sunan al-Tirmidhi>. Vol. 5. Beirut: Da>r al-G}arb al-Isla>mi>. 1998. Warson, Ahmad. Kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka
94
Wensink, A.J. al-Mu‘jam al-Mufahras. Vol. 3. t.k: Maktabah Bri>l fi> Madi>nah li>dan al-Sunnah. 1963.
Yusuf, M. Yunan. Alam Pemikiran Islam. Jakarta: Perkasa. 1990.
Zarnu>ji> (), Burhanuddin. Ta‘li>m Muta‘a>lim. Beirut: Da>r Kutub al-‘Ilmiyyah. 2012.