BAB V PENUTUP
B. Saran
Setelah melakukan penelitian, penulis memberikan saran kepada pihak-pihak tertentu dalam hal kewarisan dan hubungannya dengan anak angkat:
1. Pengangkatan anak yang di lakukan khususnya di Kota Lhokseumawe harus mengikuti prosedur yang telah di tentukan, baik itu dengan cara menurut KHI maupun menurut ketentuan hukum adat aceh itu sendiri.
2. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kota Lhokseumawe jangan sampai memisahkan atau juga memutuskan hubungan nasab anak angkat dari orang tua asal dari si anak angkat tersebut.
3. Untuk orang tua angkat dan anak angkat lebih memahami masalah perwarisan untuk mencari ridho allah dan menghindarkan pertikaian dalm masalah perwarisan
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku
Al-Bari, Zakaria Ahmad, Ahkam al-Aulad fi al-Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Ali, Afandi, Hukum Waris Hukum Keluarga Hukum Pembuktian, Jakarta: Rineka Cipta, 2000)\.
Ali, Zainuddin, Islam Tekstual dan Kontekstual : Suatu Kajian Aqidah, Syariah dan Akhlak, Makassar : Yayasan Al-Ahkam, 1998
Apeldoorn, Van L.J, Pengangkatan Ilmu Hukum, Jakarta: Pradnya Paramita, 1982
Arrasyid, Chainur, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2001 Azhari, Muhammad Thahir, Negara Hukum : Suatu Studi Tentang Prinsip-prinsipnya dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya Pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini, Jakarta : Kencana, 2003
Budiarto, M, Pengangkatan Anak ditinjau dari Segi Hukum, Jakarta : Akademika Presindo, 1991.
Departemen Agama RI, Alquran dan terjemahannya, Jakarta: Yayasan Penyelenggaran Penterjemah Alquran, 1984
Departemen Sosial RI, Program Pengangkatan Anak (Department of Social Affairs Child Adoption Program), Direktorat Jendral Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Direktorat Bina Pelayanan Sosial Anak Departemen Sosial, Jakarta.
Friedman, 1990, Teori dan Filsafat Hukum, Idealisme Filosofi dan Problema Keadilan, (Susunan II), Jakarta: Rajawali Pers, 1990.
Gede, Atmadja, Hukum dalam Teori dan Praktek, Kumpulan Karangan Majalah Ilmiah, FH Udayana, 1994.
Ghani, Abdul, Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Gema Insani Press, 1994
Harahap, M. Yahya, Kedudukan Janda, Duda, dan Anak Angkat dalam Hukum Adat, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993
Haroen, Nasroen, Ushul Fiqh Jakarta : Pustaka Kautsar, 1998
Haroen, Nasroen, Ensiklopedia Hukum Islam, Jakarta: P.T. Iktiar Baru van Hoeve, 1996
Hasan, M. Ali, Masahil Fiqhiyah, Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995
Hazairin, Hendak Kemana Hukum Islam, Jakarta : Tintamas, 1976, cetakan 3.
Jamaluddin, Analisis Hukum Perkawinan Terhadap Perceraian dalam Masyarakat Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, disertai, Medan:
PPs-USU, 2008
Kadir, Faqihuddin Abdul dkk, figh amti trafficking : Jawaban atas berbagai kasus kejahatan perdagangan manusia dalam perpektif hukum Islam, Cirebon : Fahmina-Institute, 2006
Kamello, Tan, Perkembangan Lembaha Jaminan Fidusia, Medan: PPs-USU, 2002
Kamil, H. Ahmad dan H.M. Fauzan, Hukum Perlindungan dan Pengangkatan Anak di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008
Kusuma, Hilman Hadi, Hukum Perkawinan Adat, Bandung: Alumni, 1977 Lubis, M. Solly, Filsafat Ilmu dan Penelitian, Bandung: CV. Mandar Maju, 1994
Lubis, Nur Fadhil, Hukum Islam dalam Kerangka Teori Fikih dan Tata Hukum Indonesia, Medan: Pustaka Ubidya Sarana, 1995
Marhijanto, Bambang, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini, Surabaya: Penerbit Terang Surabaya, 1999, Jilid I.
Meliala, S, Djaja, Pengangkatan Anak (Adopsi) di Indonesia, Bandung:
Tarsito, 1982
Mertokusumo, Sudikno, Mengenai Hukum (Suatu Pengantar), Yogyakarta: Penerbit Liberty, 1988
Mertokusumo, Sudikno, Penemuan Hukum Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1996
Rasjidi Ira dan Lili Rasjidi, 2001, Dasar-Dasar Filsafat Hukum, Bandung:
PT. Citra Aditya Bakti, 2001
Samekto, Adji, ―Membangun Kesadaran Baru Melalui Studi Hukum Kritis‖ dalam Menggagas Hukum Progredif Indonesia, Jakarta : Pustaka Pelajar, 2006
Sari, Dewi Wulan, Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar, Bandung : Rafika Aditama, 2012
Satrio, J, Hukum Keluarga Tentang Kedudukan Anak dalam Undang-Undang. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000
Soekanto, Soejono, Pengantar Penelitian Hukum, Universitas Indonesia Press, Jakarta, 1984.
Soepomo, R, Bab-Bab Tentang Hukum Adat, Jakarta: Pradnya Paramita, 1996
Sudiyat, Iman, Hukum Adat dan Sketsa Azas, Yogyakarta: Liberty, 1981 Sunggono, Bambang, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1996
Syarifuddin, Amir, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Kencana, 2004 Thaib, H M. Hasballah, Hukum Keluarga Dalam Syariat Islam, Medan : Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa, 1993
Thaib, H M. Hasballah, Memahami Islam Secara Rasional, Medan:
Program Pasca Sarjana USU, 1998
Thaib, H M. Hasballah, Reaktualisasi dan Elastisitas Hukum Islam, Konsentrasi Hukum Islam Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan: 2002
Thalib, Sayuti, Hukum Kekeluargaan Indonesia, Jakarta : YP. Universitas Indonesia, 1974
Wingjodipuro, Surojo Pengantar Dan Asas-asas Hukum Adat, Jakarta:
Haji Masagung, 1990
Wuisman, M,J.J.J dalam M. Hisyam, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Asas-Asas, Jakarta: FE UI, 1996
Zaini, Muderis, Adopsi Suatu Tinjauan dari Tiga Sistem Hukum, Jakarta : Sinar Grafika, 2002
B. Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1989, Tentang Peradilan Agama.
Undang-Undang No. 23 Tahun 2002. Tentang Perlindungan Anak.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.
Kompilasi Hukum Islam C. Jurnal
Jurnal AL-Syir`ah vol.4 no 2 2006
Jurnal Dinamika Hukum Vol.12 no 3 September 2012
DAFTAR WAWANCARA
Daftar pertanyaan wawancara ini berfungsi untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian yang berjudul “KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ADAT ACEH DAN KHI ( Studi Di Dalam Masyarakat Adat Kota Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara )”. berikut daftar pertanyaan wawancara untuk menjawab rumusan masalah bagaimana KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ADAT ACEH DAN KHI ( Studi Di Dalam Masyarakat Adat Kota Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara )
(Pegawai Mahkamah Syariah kota lhokseumawe)
Pertanyaan :
Apa yang bapak/ibu tahu tentang anak angkat ? Jawaban
Anak angkat adalah anak yang di angkat dari keluarga sahnya untuk kemudian di pelihara dan di asuh oleh keluarga yang menagngkat si anak tersebut.
Pertanyaan
Apa dampak dari pengangkatan anak itu sendiri ?
Jawaban
Dampaknya ya anak yatim, anak korban pasca konlik anak fakir miskin dapat menjadi lebih terurus kehidupannya, bisa mendapat pendidikan yang lebih layak, bisa belajar ke dayah dayah dan jugaksudah selayaknya sesama umat muslim saling tolong menolong kan.
Pertanyaan
Apakah sudah pernah ada pemasalahan yang menyangkut anak angkat masuk ke dalam mahkamah syariah ?
Jawaban
Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan atau kasus yang menyangkut anak angkat apapun itu, kedalam mahkamah syariah
(tokoh adat dan ulama)
Pertanyaan
Apakah kita (orang Aceh) memiliki aturan tersendiri dalam hal mengangkat anak ?
jawaban
tentu saja ada, hukum adat kita memiliki aturan aturan tersendiri dalam pengangkatan anak terutama di bagian prosedur pengangkatan anak itu sendiri, kita agak sedikit berbeda karena kita haru melapor dulu ke imum, mukim, tuha peut, dan keuchik gampong
Pertanyaan
Apakah hukum dari mengangkat anak ? Jawaban
Hukum mengangkat anak adalah sah atau halal asal di lakukan dengan cara cara yang sudah di tentukan oleh Allah SWT dan juga sudah di
tetapkan di dalam hukum islam itu sendiri. Juga sudah memenuuhi syarat syarat yang sudah di atur di dalam hukum adat kita (Aceh) dan hukum islam.
Pertanyaam
Apakah adopsi dan hukumnya sama dengan mengangkat anak ?
Jawaban
Tidak adopsi tidak di kenal disini (Aceh) adopsi juga hukumnya haram di dalam islam.
Pertanyaam
Apakah pengangkatan anak adat aceh ini masih bersinambungan dengan hukum islam ?
Jawaban
Iya, hukum adat aceh masih menjunjung syariat islam jadi hukum adat aceh dengan hukum islam sangat berdekatan dan kadang nyaris hampir sama
Pertanyaan
Apakah hak dan kewajiban anak angkat sama seperti halnya nnak kandung ?
Jawaban
Iya, hak dan kewajiban anak angkat sama seperti hak dan kewajiban anak kandung, orang tua angkat tidak boleh menbeda bedakan hak dan kewajibannya
Pertanyaan
Apakah anak angkat bisa mendapat warisan ? Jawaban
Tidak, anak angkat tidak ada hak dari harta waris orang tua angkatnya meskipun sudah di angkat sedari bayi.
Pertanyaan
Jadi anak angkat tidak mendapatkan apa apa dari orang tua angkatnya meninggal ?
Jawaban
dapat, tetapi bukan harta warisan melainkan harta hibah yang harus melalui wasiat dari orang tua angkatnya, kalok tidak ada ya sama aja tidak bisa mendapatkan apa apa.
Pertanyaan
Apakah anak angkat harus mengetahui asal usulnya meskipun orang tua kandungnya sudah tidak ada lagi ?
Jawaban
Tentu saja walaupun anak itu sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi tetap anak itu harus tau asal usul dia dan siapa orang tau kandungnya agar tidak memutuskan nasab dari orang tua kandungnya.
(keluarga yang melakukan pengangkatan anak)
Pertanyaan
Mengapa bapak/ibu melakukan pengangkatan anak ? Jawaban
-Karena awalnya kami tidak memiliki anak setelah bertahun tahun menikah
-larena saudara saya tidak mampu untuk membiayai pendidikan dan kehidupan anaknya
-karena saya tak tega melihat bayi ini (anaknya )berada di panti asuhan
Pertanyaan
Dalam hal pengangkatan anak prosedur yang abagimana bapak/ibu lakukan ?
Jawaban
Kami mengangkat anak ini sudah mengikuti prosedur hukum adat aceh
Pertanyaan
Apakah bapak/ibu sudah mengetahui hak hak dan kewajiban anak angkat itu ?
Jawaban
Sudah, kami di beritahu ketika kami melakukan pengangkatan anak Pertanyaan
Berarti bapak/ibu sudah tau mengenai hak anak angkat tidka dapat mewarisi ?
Jawaban
Sudah, kami sudah di beritahukan oleh imum dan tuha peut tentang hak anak angkat yang tidak bisa menerima warisan
Pertanyaan
Apakah bapak/ibu sudah memberitahukan kepada anak tersebut tentang asal usul dirinya ?
Jawaban
-sudah, dan alhamdulillahnya mereka dapat menerima dengan lapang dada dan mereka juga sudah menjumpai orang tua kandungnya
-belum karena umurnya belum cukup, kami juga merasa terlalu dini dan kami juga takut jiwanya jadi terbebani kalok kami kasih tau sekarang.
(pertanyaan tambahan yang di tujukan langsung kepada dua anak angkat yang sebaya penulis)
Pertanyaan
Apakah kamu sudah tahu bahwa kamu anak angkat ? Jawaban
Sudah Pertanyaan
Tahu sendiri atau di beri tahu orang tua ? Jawaban
Di beri tahu orang tua Pertanyaan
Apa yang kamu rasakan ketika pertama kali mengetahui bahwa kamu anak angkat dari keluarga kamu ?
jawaban
awalnya ya sedih serasa gak percaya gitu tetapi mau gimana lagi ya kan harus di terima dengan lapang dada dan juga gak bisa menyalahkan siapa siapa mungkin ini sudah jadi takdir Allah jugakan.
Pertanyaan
Apakah di dalam keluarga nagkatmu kamu di perlakukan sama dengan anak akndung mereka ?
Jawaban
-ya mau gimanapun saya adalah anak angkat sudah menjadi nasib sayan mungkin menerima perbedaan kasih sayang dari orang tua angkat saya, seperti halnya pendidikan saya tidak seberuntung adik adik saya yang bisa masuk ke dlam sekolah favorit tetapi saya masih bersyukur bisa sekolah dan juga masalah uang saku saya ketika sma di berikan uang jajan yung sama seperti adik saya yang sd, tetapi masih saya syukuri daripada tidak diberikan sma sekali. Dan juga masalah pakaian dan kebutuhan sekunder lainnya selalu saya tidak mendapat sebagaimana yang diberikan keapada adik saya, yang bisa saya lakukan hanya tetap terus bersabar mungkin ini sudah kehendak Allah bagi saya.
-saya merasa orang tua saya berbeda ketika saya memasuki smp, orang tua saya mulai memaksa saya untuk ikut bekerja dengan dia ke lapangan sebagai kuli bangunan, apabila saya tidak menuruti ayah angkat saya maka saya tidka di berikan uang saku, kejadian ini terus belanjut sampai saya sma, dan ketika saya sma saya juga memponyai adik yang sudah memasuki smp kelas 3 tetapi yang saya heran mengapa adik saya tidak melakukan seperti apa yang saya lakukan disini saya mulai merasakan perbedaan kami. Orang tua angkat saya juga sering memarahi saya dengan kesalahan yang saya buat tetapi tidak begitu dengan adik saya, ia hanya di nasehati dan di ingati saja. Dan sampai sat ini ayah saya tidak ada sekalipun membelikan syaa motor kepada saya sedangkan adik sayan ktika umur 17 tahun di berikan hadiah motor, tapi ya saya tetap terima toh yang orang tua saya berikan selama ini kepada saya sudah lebih dari cukup