BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
7.2. Saran
Adapun saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sosialisasi mengenai adanya bantuan kesehatan gratis atau bersubsidi dari pemerintah harus lebih ditingkatkan agar seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat lapisan bawah mengetahuinya.
2. Sosialisasi mengenai prosedur pembuatan kartu pelayanan kesehatan gratis atau bersubsidi juga harus dilakukan.
3. Pengawasan terhadap aparatur desa agar tidak ada lagi pungutan liar yang sangan memberatkan masyarakat miskin selama proses pembuatan kartu pelayanan kesehatan gratis atau bersubsidi.
4. Perbaharuan terhadap kriteria penerima Gakin harus segera dilakukan. Hal tersebut karena syarat penerima Gakin yang ditetapkan oleh pemerintah sudah tidak relevan lagi dengan kenyataan yang ada saat ini.
5. Diharapkan pada penelitian yang akan datang agar pembahasan mengenai fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah lebih diperdalam lagi.
Sumber Buku
Biro Pusat Statistik. 2000. Proyeksi Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia 2000-2025. Jakarta: BPS DKI Jakarta.
_____. 2007. Jakarta Dalam Angka (Penduduk, Migrasi dan Ketenagakerja). Jakarta: BPS DKI Jakarta.
Faisal, Sanapiah. 2005. Format-format Penelitian Sosial, Dasar-dasar dan Aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Keyfitz, Nathan dan Widjojo Nitisastro. 1955. Soal Penduduk Dan Pembangunan Indonesia. Jakarta: Pembangunan.
Lucas, David et al. 1984. Pengantar Kependudukan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif: teori dan aplikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Rakhmat, Jalaluddin. 1997. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rusli, Said. 1995. Pengantar Ilmu Kependudukan-cet 7(revisi). Jakarta: Pusaka LP3ES.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1982. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.
Suyono, Haryono. 2003. Visi Kependudukan Berwawasan Kemanusiaan. Jakarta: Damandiri.
Jurnal Ilmiah
Basundoro, Purnawan. 2004. Pembangunan Kota dan Perebutan Ruang: Studi Tentang Permukiman Liar Di Kota Surabaya. The 1st International Conference On Urban History, Surabaya, August 23rd-25th 2004. Diakses tanggal 20 November 2008.
Chotib. 2000. Desentralisasi Dalam Konteks Urbanisasi. Visi Nomor 07/Th.VI/2000. Diakses tanggal 4 September 2009.
Rindarjono, M.G.2007.Residential Mobility Di Pinggiran Kota Semarang Jawa Tengah, Forum Geografi Vol.21 Desember 2007:135-146. Diakses tanggal 1 November 2008.
Laporan Tidak Diterbitkan
Astuti, Ruri.2006. Permukiman Liar Di Kawasan Lindung, Situ Rawa Besar, Depok. Skripsi. Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Jakarta.
Nasution, Demi Hasfinul. 2002. Dampak Sosial dan Ekonomi Kebijakan Relokasi dan Penataan Permukiman Liar di Wilayah Perkotaan (Studi Kasus Kota Batam). Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Pardede, Ilham Akbar. 2008. Pengaruh Migrasi Internasional Terhadap Daerah Asal (Kasus: TKI di Desa Kertamukti, Kecamatan Haur Wangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat). Skripsi. Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sandyatma, Yudhi Harsatriadi. 2004. Strategi Adaptasi Pendatang di Perkotaan Studi Kasus Tiga Keluarga Pendatang Di Tempat Penampungan Sampah Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok. Skripsi. Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Jakarta.
Sugianto, Ujang Firman. 2007. Derajat Kesehatan Keluarga Nelayan di Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Program Studi Manajemen Bisnis dan Ekonomi Perikanan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tangnga, Muh Idrus. 1988. Urbanisasi dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Permukiman di Kotamadya Ujung Pandang Sulawesi Selatan. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana. KPK IPB UNHAS. Ujung Pandang.
Wahyuni, Ekawati S dan Pudji Muljono. 2007. Bahan Kuliah Metode Penelitian Sosial. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Internet
Admin. 2007. Prosedur Untuk Mendapatkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). http://pks-cimanggis.or.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=21. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Ariane, Zely. 2007. Sering Dipersulit, Pelayanan Kesehatan Bagi Orang Miskin. http://www.balipost.com/BaliPostcetak/2007/7/22/Potret.html. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Badan Informasi Daerah. 2007. Masyarakat Miskin Kota Yogyakarta Peroleh
Jaminan Kesehatan.
http://mediainfokota.jogjakota.go.id/detail.php?berita_id=44. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Baskoro, Sandy. 2007. 3185 Warga Depok Urus Surat Miskin. http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2007/07/12/brk,20070712-103591,id.html. Diakses tanggal 23 Mei 2009.
Bian. 2008. Sosialisasi Gakin Tak Optimal, Masyarakat Tetap Dipungut Biaya. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=Sosialisasi+Gakin+ Tak+Optimal%2C+Masyarakat+Tetap+Dipungut+Biaya&dn=200803102 02601. Diakses tanggal 14 Mei 2009.
Departemen Kesehatan. 2007. Tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat. http://www.jpkmonline.net/index.php?option=com_content&task=view&i d=53&Itemid=89. Diakses tanggal 22 Mei 2009.
Hambuako, Ihm. 2009. Tinjauan Yuridis Penyelenggaraan Jamkesmas 2008.
http://dinkesbanggai.wordpress.com/2009/04/23/tinjauan-yuridis-penyelenggaraan-jamkesmas-2008/. Diakses tanggal 14 Mei 2009.
KBI Gemari. 2003. Dilema Kemiskinan di DKI Jakarta.
http://kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=248. Diakses tanggal 4 September 2009.
Nafi, Muchamad. 2006. Pemerintah DKI Jakarta Tekan Urbanisasi. http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2006/01/17/brk,20060117-72424,id.html. Diakses tanggal 4 September 2009.
Setiawan, Yudha. 2006. Urbanisasi ke Jakarta Menurun.
http://www.tempointeractive.com/hg/jakarta/2006/10/31/brk,20061031-86811,id.html. Diakses tanggal 4 September 2009.
Suyogo. 2009. Slum and Squatter Area.
http://suyogo.students.uii.ac.id/2009/03/08/hello-world/. Diakses tanggal 23 Mei 2009.
Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia. 2008. Program JPK Gakin.
Bedeng tempat tinggal migran
Letak bedeng yang berdekatan dengan rel kereta api
Aliran sungai anak ciliwung yang ada di belakang bangunan bedeng
Pekerjaan yang dilakukan migran di halaman bedeng
Kartu Jamkesmas
atau Bersubsidi
Crosstab
Count
Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau
Bersubsidi
Total
lemah sedang
Pengetahuan Responden baik 2 3 5
kurang baik 24 1 25 Total 26 4 30 Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square 11.308a 1 .001 Continuity Correctionb 6.981 1 .008 Likelihood Ratio 8.433 1 .004
Fisher's Exact Test .009 .009
Linear-by-Linear
Association 10.931 1 .001
N of Valid Casesb 30
a. 3 cells (75.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .67. b. Computed only for a 2x2 table
Symmetric Measures
Value Approx. Sig.
Nominal by Nominal Contingency Coefficient .523 .001
N of Valid Cases 30
Hipotesis :
H0 : tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
H1 : ada hubungan antara pengetahuan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
Keputusan : p-value = 0,001 < α = 0,05 sehingga Tolak H0, artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
Hasil Analisis Rank Spearman Antara Tingkat Pendidikan dengan Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi
Correlations Pendidikan Terakhir Responden Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi Spearman's rho Pendidikan Terakhir
Responden
Correlation Coefficient 1.000 .284
Sig. (2-tailed) . .128
N 30 30
Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi
Correlation Coefficient .284 1.000
Sig. (2-tailed) .128 .
N 30 30
Hipotesis :
H0 : tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
H1 : ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
Keputusan : p-value = 0,128 > α = 0,05 sehingga Terima H0, artinya tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
Hasil Analisis Rank Spearman Antara Pendapatan dengan Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi
Correlations Pendapatan Responden Perbulan Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi Spearman's rho Pendapatan Responden
Perbulan
Correlation Coefficient 1.000 -.043
Sig. (2-tailed) . .822
N 30 30
Akses Terhadap Fasilitas Kesehatan Gratis atau Bersubsidi
Correlation Coefficient -.043 1.000
Sig. (2-tailed) .822 .
N 30 30
Hipotesis :
H0 : tidak ada hubungan antara pendapatan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
H1 : ada hubungan antara pendapatan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi
Keputusan : p-value = 0,822 > α = 0,05 sehingga Terima H0, artinya tidak ada hubungan antara pendapatan dengan akses terhadap fasilitas kesehatan gratis atau bersubsidi