BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperbanyak jumlah sampel dan melakukan pengambilan responden secara random sampling.
2. Pada penelitian berikutnya diharapkan untuk melakukan pengukuran hemoglobin terlebih dahulu sebelum melakukan pengecekan nilai HbA1c untuk mengetahui pengaruh jumlah hemoglobin terhadap nilai HbA1c.
3. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat diketahui mengenai gaya hidup, aktivitas fisik, keadaan fisik, dan keadaan patologis dari responden melalui wawancara atau pemeriksaan sehingga dapat diketahui dengan lebih jelas mengenai faktor-faktor tidak terkendali yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
American Diabetes Association, 2010, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2797383/, diakses tanggal 20 Oktober 2014.
American Diabetes Association, 2011, Data from The 2011 National Diabetes Fact Sheet, http://www.diabetes.org/diabetes-basics/statistics/, diakses tanggal 22 Februari 2014.
American Diabetes Association, 2013, Non Modifiable Risk Factors, http://professional.diabetes.org/resourcesforprofessionals.aspx?typ=17&c id=60390, diakses tanggal 20 Februari 2015.
American Diabetes Association, 2014, Diagnosing Diabetes and Learning Prediabetes, http://www.diabetes.org/are-you-at-risk/prediabetes/?loc=atrisk-slabnav, diakses tanggal 5 Mei 2015.
Bays, H.E., Chapman, R.H., and Grandy, S., 2007, The relationship of body mass index to diabetes mellitus , hypertension and dyslipidaemia: comparison of data from two national surveys, International Journal of Clinical Practice, 61(5), 737-747.
Banglitbangkes, 2013, Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, hal. 276-277.
Chen, Y.Y., Lin, Y.J., Chong, E., Chen, P.C., Chao, T.F., Chen S.A., et al., 2015, The Impact of Diabetes Mellitus and Corresponding HbA1c Levels on the Future Risks of Cardiovacular Diasease and Mortality: a Representative Cohort Study in Taiwan, PLOS ONE, 10(4), 1-12.
Dahlan, S., 2009, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, Salemba Medika Jakarta, pp. 46, 53-54, 102, 157, 163-166.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Uji Fungsi Alat Kimia Klinis
dan Hematologi,
http://www.depkes.go.id/download/yandu/uji_fungsi_alat_kimia_klinis_ hematologi.pdf, diakses tanggal 16 Februari 2015.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2013, Diabetes Melitus Penyebab Kematian Nomor 6 di Dunia: Kemenkes Tawarkan Solusi Cerdik Melalui Posbind, http://www.depkes.go.id/article/view/2383/diabetes- melitus-penyebab-kematian-nomor-6-di-dunia-kemenkes-tawarkan-solusi-cerdik-melalui-posbindu.html, diakses tanggal 13 Mei 2015.
Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., and Posey, L.M., 2008, Pharmacotherapy: A pathophysiologyc Approach, Seventh edition, Mc Graw Hill, New York, pp. 1210, 1221-1222.
Hidayatulloh, A., Nurhanasah, A., Irawan, E., Firdaus, F., Isnaini, F., Anggraeni, N., dkk., 2011, Hubungan Faktor Risiko Obesitas dengan Rasio Lingkar Pinggang Pinggul Mahasiswa FKM UI, http://akgfkmui.files.wordpress.com/2015/03/jurnal-fixed21.pdf, diakses tanggal 20 Februari 2015.
Hiza, H.A., Pratt, C., Mardis, A.L., dan Anand, R., 2000, Body Mass Index and Health, 202, 418-2312.
Hoffman, J., 2006, Norm for Fitness Performance and Health, Health Kinetics, Champaign, p. 88.
International Diabetes Federation, 2013, IDF Diabetes Atlas, 6th edition, p. 34. Ismail, H., Hanafiah, M., Saa’diah, S., Salmiah, M.S., Tahir, A., Huda, Z., et al.,
2011, Control of glycosylated haemoglobin (HbA1c) among type 2 diabetes mellitus patients attending an urban health clinic in Malaysia, Medical and Health Science Journal, volume 9, 58-65.
Kato, M., Takahashi, Y., Matsushita, Y., Mizuoe, T., Inoue, M., Kadowaki, T., et al., 2011, Diabetes mellitus defined by hemoglobin A1c value: Risk characterization for incidence among Japanese subjects in the JPHC Diabetes Study, Journal of Diabetes Investigation, 2(5), 359-365.
Knowles, K.M., Paiva, L.L., Sanches, S.E., Revilla, L., Lopez, T., Yasuda, M.B., et al., 2011, Waist Circumference, Body Mass Index, and Other Measures of Adiposity in Predicting Cardivascular Disease Risk Factors among Peruvian Adults, International Journal of Hypertension, vol. 2011, 1-10.
Lam, B.C.C., Koh, G.C.H, Chen, C., Wong, M.T.K., and Fallows, S.J., 2015, Comparasion of Body Mass Index (BMI), Body Adiposity Index (BAI), Waist Circumference (WC), Hip Ratio (WHR) and Waist-To-Height Ratio (WHtR) as Predictors of Cardivacular Disease Risk Factors in an Adult Population in Singapore, PLOS ONE, 10(4), 1-15.
Lashkari, T., Borhani, F., Sabzevari, S., and Abbaszadeh A., 2013, Effect of Telenursing (Telephone Follow-up) on Glycemic Control and Body Mass Index (BMI) of Type 2 Diabetes Melitus, Iran J Nurs Midwifery Res, 18, 451-456.
Lee, J.W., Lim, N.K., Baek, T.H., Park, S.H., and Park, H.Y., 2015, Anthropometric indices as predictors of hypertension among men and women aged 40-69 years in the Korean population: the Korean Genome and Epidemiology Study, BMC Public Health, 15, 140.
Martins, R., Jones, J.G., Cumming, S.P., Silva, M.J., Teixeira, A.M., and Verissimo, M.T., 2012, Glycated hemoglobin and associated risk factors in older adults, Cardiovascular Diabetology, 11(13), 1-8.
National Health and Nutrition Examination Survey, 2004, Anthropometry Procedures Manual, Centers for Disease Control and Prevention, USA, pp 7-8.
Notoatmodjo, S., 2010, Jenis dan Rancangan Penelitian,hal. 37-38, Rineka Cipta, Jakarta.
Önal, Z.E., Vildan, A., Gürbüz, T., Hepkaya, E., and Nuhoğlu, Ç., 2014, Association of glycosylated hemoglobin (HbA1c) levels with insulin resistance in obese children, African Health Sciences, 14(3), 533-538. Onyesom, Oweh, O., Sandra, E.O., and Josiah, I.E., 2013, Correlation between
Body Mass Index and Blood Glucose Level among some Nigerian
Undergraduates, HOAJ Biology,
http://www.hoajonline.com/journals/pdf/2050-0874-2-4.pdf, diakses tanggal 16 Februari 2015.
Papalia, D., Old, S., Feldman, D., 2008, Psikologi Perkembangan, Kencana Prenada Media Grup, Jakarta, hal. 86-89.
Pika, 2011, Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa, Skripsi, 43-46, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Poerwowidjojo, F.S., 2011, Korelasi Body Mass Index (BMI) dan Abdominal Skinfold Thickness terhadap Kadar Trigliserida pada Staf Wanita Universitas Sanata Dharma, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Preedy, V.R., (ED), 2011, Handbook of Growth and Growth Monitoring in Health and Disease, Volume 1, Springer, New York, pp. 405-406.
Putri, A.E.S., dan Lestari, T.A., 2013, Hubungan Obesitas dengan Kadar HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung, Medical Journal of Lampung University, 2 (4), 9-18.
Santrock, J., 2004, Life-Span Development, 9th edition, The McGraw-Hill Company, New York.
Sarah, A., dan Tjipta, G.D., 2013, Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tekanan Darah Anak di Sekolah Dasar Negeri 064979, Hubungan IMT dan Tekanan Darah pada Anak., volume 1, hal. 1-4.
Sherwood, L., 2011, Fisiologi Manusia: Dari sel ke sistem, Ed. 6, diterjemahkan oleh Brahm, Pendit,, hal 786, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Soriguer, F., Goday, A., Bosch-Comas, A., Bordiú, E., Calle-Pascual, A.,
Carmena, R., et al., 2012, Prevalence of Diabetes Melitus and Impaired Glucose Regulation in Spain : The [email protected] Study, Diabetologia., 55, 88-93.
Stephanie, L., 2007, Pengaruh dan Hubungan antara BMI (Body Mass Index) dengan Kadar Glukosa Darah Puasa dan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post-Prandial, Karya Tulis Ilmiah, Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Sugiyono, 2010, Statistik untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung, pp. 1-2.
Sulistyoningrum, E., 2010, Tinjauan Molekular dan Aspek Klinis Resistensi Insulin, Mandala of Health, 4 (2), p. 132.
Sweileh, W.M., Abu-Hadeed, H.M., Al-Jabi, S.W., and Zyoud, S.H., 2014, Prevalence of Depression among People with Type 2 Diabetes Melitus a Cross Sectional Study in Palestine, Sweileh et al. BMC Public Health., 14, 1-12.
The International Expert Committee, 2009, International Expert Committee report on the role of the A1c essay in the diagnose of diabetes, Diabetes Care, 32(7), 1327-1334.
Tilaki, K.H., and Heidari, B., 2015, Is Waist Circumference A Better Predictor of Diabetes Than Body Mass Index Or Waist-To-Height Ratio In Iranian Adults?, International Journal of Preventive Medicine, 6, 5.
Trisnawati, S.K., dan Setyorogo, S., 2012, Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012, Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5, 1-11.
World Health Organization, 2011, Use of Glycated Haemoglobin (HbA1c) in the Diagnosis of Diabetes Mellitus, WHO Press, Switzerland, pp. 3-20.
World Health Organization, 2014, Diabetes Mellitus, WHO, http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs138/en/, diakses pada tanggal 14 April 2014.
World Health Organization, 2015, Body Mass Index, WHO, http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/bmi_text/en/, diakses pada tanggal 16 Januari 2015.
Yki-Järvinen, H., 2011, Pathophysiology of type 2 diabetes mellitus, Oxford University Press, Oxford, p. 2.
LAMPIRAN
Lampiran 5. Leaflet Tampak Depan
Lampiran 7. Informed Consent
PERNYATAAN PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT) Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama :_________________________________________ Jenis Kelamin : ________________________________________ Usia/Tanggal Lahir : ________________________________________ Alamat : ________________________________________ No. Telp/HP : ________________________________________ Menyatakan bahwa:
1. Saya telah mendapatkan penjelasan mengenai penelitian yang berjudul: “Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap HbA1c dan Rasio Lipid pada Staf dan Karyawan Pria dan Wanita Dewasa Sehat di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.”
2. Setelah saya memahami penjelasan tersebut, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, saya bersedia ikut berpartisipasi dalam penelitian ini dengan kondisi:
a. Secara sukarela bersedia untuk berpuasa 10-12 jam, diambil darahnya, dan melakukan pengukuran antropometri serta digunakan data mediknya untuk kepentingan penelitian.
b. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dijaga kerahasiaanya dan hanya digunakan untuk kepentingan ilmiah.
3. Apabila saya inginkan, saya boleh memutuskan keluar dan tidak berpartisipasi lagi dalam penelitian ini tanpa menyatakan alasan apapun. Demikian pernyataan ini saya buat sejujur-jujurnya tanpa paksaan dari pihak manapun dan penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada saya sebagai suatu tindakan deteksi dini untuk kesehatan pribadi saya.
Yogyakarta, ...
Saksi Yang membuat pernyataan,
Lampiran 8. Pedoman Wawancara
PEDOMAN WAWANCARA
“ Korelasi Pengukuran Antropometri terhadap HbA1c dan Rasio Lipid pada Staf dan Karyawan Pria dan Wanita Dewasa Sehat “
a. Identitas
1. Nama : ___________________________________________________ 2. Jenis Kelamin : ____________________________________________ 3. Tempat / Tanggal Lahir : _____________________________________ 4. Umur : ______ tahun 5. Pekerjaan : ________________________________________________ b. Kondisi Kesehatan *) 1. Riwayat penyakit a. Tidak ada b. Ada, sebutkan___________________________________________ 2. Status menopause (Untuk perempuan)
a. Sudah b. Belum
3. Menggunakan KB a. Tidak
b. Ya, sebutkan ____________________________________________ 4. Konsumsi obat-obatan rutin
a. Tidak
b. Ya, sebutkan ____________________________________________ 5. Kondisi hamil (Untuk perempuan)
a. Tidak b. Ya
Lampiran 10. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian No Timbangan Berat Badan (kg) Mean SD CV (%) 1. 48 48,14 0,22 0,455 2. 48 3. 48,50 4. 48,20 5. 48 No Pengukur Tinggi Badan (cm) Mean SD CV (%) 1. 149,50 149,72 0,26 0,173 2. 150 3. 149,40 4. 149,90 5. 149,80
Lampiran 11. Deskriptif dan Uji Normalitas Usia Responden Descriptives
Statistic Std. Error
UMUR Mean 44,37 ,371
95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 43,62 Upper Bound 45,11 5% Trimmed Mean 44,31 Median 44,00 Variance 8,655 Std. Deviation 2,942 Minimum 40 Maximum 50 Range 10 Interquartile Range 5 Skewness ,186 ,302 Kurtosis -,951 ,595 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
UMUR ,107 63 ,072 ,948 63 ,010
Lampiran 12. Deskriptif dan Uji Normalitas BMI Responden Descriptives
Statistic Std. Error
BMI Mean 24,8781 ,43193
95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 24,0147 Upper Bound 25,7415 5% Trimmed Mean 24,8922 Median 25,1000 Variance 11,753 Std. Deviation 3,42830 Minimum 15,98 Maximum 34,32 Range 18,34 Interquartile Range 3,92 Skewness -,131 ,302 Kurtosis ,810 ,595 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
BMI ,092 63 ,200* ,980 63 ,407
*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction
Lampiran 13. Deskriptif dan Uji Normalitas HbA1c Responden Descriptives
Statistic Std. Error
HbA1c Mean 5,5913 ,04493
95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5,5015 Upper Bound 5,6811 5% Trimmed Mean 5,5819 Median 5,6200 Variance ,127 Std. Deviation ,35659 Minimum 4,66 Maximum 6,64 Range 1,98 Interquartile Range ,43 Skewness ,443 ,302 Kurtosis ,971 ,595 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
HbA1c ,102 63 ,171 ,975 63 ,223
*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction
Lampiran 14. Deskriptif dan Uji Normalitas HbA1c pada Kelompok BMI ≥ 25 kg/m2 dan < 25 kg/m2 Descriptives Kategori.BMI Statistic Std. Error
HbA1c BMI => 25 Mean 5,6282 ,06771
95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5,4903 Upper Bound 5,7661 5% Trimmed Mean 5,6242 Median 5,6500 Variance ,151 Std. Deviation ,38896 Minimum 4,66 Maximum 6,64 Range 1,98 Interquartile Range ,37 Skewness ,092 ,409 Kurtosis 1,310 ,798 BMI < 25 Mean 5,5507 ,05821
95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5,4316 Upper Bound 5,6697 5% Trimmed Mean 5,5337 Median 5,4600 Variance ,102 Std. Deviation ,31884 Minimum 5,03 Maximum 6,35 Range 1,32 Interquartile Range ,43 Skewness ,989 ,427 Kurtosis ,761 ,833
Tests of Normality
Kategori .BMI
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
HbA1c BMI =>
25 ,128 33 ,186 ,967 33 ,400
BMI <
25 ,154 30 ,066 ,922 30 ,031
a. Lilliefors Significance Correction
Lampiran 15. Uji Komparatif antara HbA1c pada Kelompok BMI ≥ 25
kg/m2 dan < 25 kg/m2 Test Statisticsa HbA1c Mann-Whitney U 400,000 Wilcoxon W 865,000 Z -1,308
Asymp. Sig. (2-tailed) ,191
a. Grouping Variable: Kategori.BMI
Lampiran 16. Uji Korelasi Spearman antara BMI dan HbA1c Correlations
BMI HbA1c
BMI Pearson Correlation 1 ,202
Sig. (2-tailed) ,113
N 63 63
HbA1c Pearson Correlation ,202 1
Sig. (2-tailed) ,113
BIOGRAFI PENULIS
Penulis skripsi bernama lengkap Scolastika Christifide Permatasari, anak pertama dari pasangan Antonius Suharsono dan Christiana Dwi Ratnati. Penulis lahir di Dumai, 28 Februari 1994. Pendidikan awal penulis di mulai di TK Santo Tarcisius Dumai (1998-1999), SD Santo Tarcisius Dumai (1999-2005), SMP Santo Tarcisius Dumai (2005-2008), SMA Santa Maria Yogyakarta (2008-2011). Penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi pada tahun 2011 di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama kuliah penulis aktif sebagai Wakil Ketua UKM PSM Cantus Firmus periode Januari-Desember 2013 dan periode Januari-Januari-Desember 2014. Penulis juga meraih medali emas dalam Bali International Choir Competition 2012 dan meraih Juara II dalam “Lomba Paduan Suara Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Se Kopertis Wilayah V Yogyakarta” serta menjadi peserta dalam “Program Kreativitas Mahasiswa” yang dinyatakan lolos seleksi dan didanai Hibah Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Tahun 2014.