• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan penelitian mengenai efikasi preparat antiprolaktin oral sebagai pendekatan terapi tambahan pada psoriasis vulgaris di masa yang akan datang.

2. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar prolaktin serum pada penderita psoriasis vulgaris dengan nilai skor PASI yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Gudjonsson JE, Elder JT. Psoriasis. Dalam: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, editor. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Edisi ke-7. New York. McGraw-Hill;2008. h.169-193.

2. Langley R, Krueger G, Griffiths C. Psoriasis: epidemiology, clinical features, and quality of life. Ann Rheum Dis. 2005;64:ii18-ii23.

3. Neimann A, Porter S, Gelfand J. The epidemiology of psoriasis. Expert Rev. Dermatol. 2006;1(1), 63-75.

4.

psoriasis. Pol Merkur Lekarski. 2007;22(127):75-8.

5. Foitzik K, Langan E, Paus R. Prolactin and the skin: A dermatological perspective on an ancient pleiotropic peptide hormone. Journal of investigative dermatology 2009;129:1071-87. 6. Guyton A, Hall J. Hormon-hormon hipofisis dan pengaturannya

oleh hipotalamus. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi ke-11. Indonesia. EGC;2006. h.964-991.

7. Freeman E, Kanyicska B, Lerant A. Prolactin: structure, function, and regulation of secretion. Physiological reviews 2000;80:4. 8. Yuan L, Lee Y. Prolactin modulation of immune and inflammatory

response.Endocrinology 2002;57:435-55.

9. Weber G, Neidhardt M, Frey H, Galle K, Geiger A. Treatment of psoriasis with bromocriptin. Arch Dermatol Res. 1981;271:437–9 10.Dunna SF, Finlay AY. Psoriasis, improvement during and

worsening after pregnancy. Br J Dermatol.1989;120:584

11.Giasuddin AS, El-Sherif AI, El-Ojali SI. Prolactin: does it have a role in the pathogenesis of psoriasis?. Dermatology 1998;197:119– 22

12.Azzizadeh M, Malek M, Amiri M. Does prolactin indicate severity of psoriasis?. Iranian journal of dermatology 2009;12:3.

13.Dilme E, Martin G, Regana M. Serum prolactin levels ini psoriasis and correlation with cutaneous disease activity. Clinical and experimental dermatology 2010;36:29-32.

14.Sanchez RM, Umbert MP. Psoriasis in association with prolactinoma: three cases. Br J Dermatol. 2000;143:864–7

15.Gorpeligolu C, Gungor E, Alli N. Is prolactin involved in etiopathogenesis of psoriasis? J Eur Acad Dermatol Venereol. 2008;22:1135-6.

16.Das R, Jain A, Ramesh V. Current concepts in pathogenesis of psoriasis. Indian JDermatol. 2009;54(1):7-12.

17.Blauvelt A. New concept in the pathogenesis and treatment of β

18.Bettina M, Vavricka P, Guitart J. Diagnostic evaluation. Psoriatis and Psoriatic Arthritis- An Integrated Approach. Edisi ke-1. New York. Springer;2005. h.83-91.

19.Lisi P. Differential diagnosis of psoriasis. Reumatismo 2007;59:56–60.

20.Lionel F. Differential diagnosis. An Atlas of Psoriasis. Edisi ke-2. London. Taylor & Francis;2004. h.67-69.

21.Meier M, Sheth P. Clinical spectrum and severity of psoriasis.Curr Probl Dermatol. Basel. 2009;38:1–20.

22.Feldman S, Krueger G. Psoriasis assesment tools in clinical trial. Ann Rheum. Dis. 2005;64:ii65-ii68.

23.Kenneth B. Clinical outcome measurements. Psoriatis and Psoriatic Arthritis- An Integrated Approach. Edisi ke-1. New York. Springer;2005. h.125-128.

24.Bonifati C, Berardesca E. Clinical outcome measures of psoriasis. Reumatismo 2007;59 :64-67.

25.Traub M, Marshall K. Psoriasis pathophysiology, conventional and alternative approaches to treatment. Alternative Medicine Review 2007;12:319-30.

26.Reich K, Mrowietz U. Treatment goal in psoriasis. JDDG. 2007;5:566–574.

27.Sullivan J. Treatment for severe psoriasis. Aust Prescr. 2009;32:14–18.

28.Harvey J, Guyda, Friesen H. Serum prolactin levels in humans from birth to adult life. Pediat. Res.1973;7:534-40.

29.Frantz AG. Prolactin. N Engl J Med. 1978;298: 201–207.

30.Franklin Scientific Projects Ltd. Normal and pathological prolactin levels. Clear Perspectives 1996;3:1-4.

31.Paus R, Theoharides TC, Arck PC. Neuroimmunoendocrine circuitry of the ‘‘brain–skin connection’’. Trends Immunol. 2006;27:32–9.

32.Girolomoni G, Phillips JT, Bergstresser PR. Prolactin stimulates proliferation of cultured human keratinocytes. J Invest Dermatol. 1993;101:275–9.

33.Yu-Lee L. Stimulation of interferon regulatory factor-1 by prolactin. Lupus 2001;10:691–9.

34.De Bellis A, Bizzarro A, Pivonello R, Lombardi G, Bellastella A. Prolactin and autoimmunity. Pituitary 2005;8:25–30.

35.Biswas R, Roy T, Chattopadhyay U. Prolactin induced reversal of glucocorticoid mediated apoptosis of immature cortical thymocytes is abrogated by induction of tumor. J Neuroimmunol. 2006;171:120–34.

36.Carreno PC, Jimenez E, Sacedon R, Vicente A, Zapata AG. Prolactin stimulates maturation and function of rat thymic dendritic cells. J Neuroimmunol. 2004;153:83–90.

37.Matera L, Mori M, Galetto A. Effect of prolactin on the antigen presenting function of monocyte-derived dendritic cells. Lupus 2001;10:728–34.

38.Sun R, Li AL, Wei HM, Tian ZG. Expression of prolactin receptor and response to prolactin stimulation of human NK cell lines. Cell Res. 2004;14:67–73

39.Malaguarnera L, Imbesi R, Di Rosa M, Scuto A et al. Action of prolactin, IFN-gamma, TNF-alpha and LPS on heme oxygenase-1 expression and VEGF release in human monocytes/macrophages. Int Immunopharmacol. 2005;5:1458–69.

40.Kanda N, Watanabe S. Prolactin enhances interferon-γ induced production of CXCL9, CXCL10, and CXCL11. Endocrinology 2007;148:2317–25.

41.Kanda N, Shibata S, Tada Y et al. Prolactin enhances basal and IL-17 induced CCL20 production by human keratinocytes. Eur J Immunol. 2009;39(4):996-1006.

42.Murase J, Chan K, Garite T et al. Hormonal effect of psoriasis in pregnancy and post partum. Arch Dermatol. 2005;141:601-606. 43.Raychaudhuri S, Navare T, Gross J et al. Clinical course of

psoriasis during pregnancy. International Journal of Dermatology 2003;42:518–520.

44.Griffiths CE, Katsambas A, Dijkmans BA et al. Update on the use of ciclosporin in immune-mediated dermatoses. Br J Dermatol. 2006;155:1–16.

45.Madiyono B, Moeslichan S, dkk. Perkiraan Besar Sampel. Dalam: Sastroasmoro S, Ismael S, editor. Dasar- Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. Jakarta. Sagung Seto;2002.h.259-285. 46.Suite M. The epidemiology of psoriasis in a dermatology clinic in a general hospital in port of Spain, Trinidad and Tobago, West Indies. West Indian Med J. 2006;55(6):1.

47.Naldi L. Epidemiology of psoriasis.Curr Drug Target Inflamm Allergy. 2004;3(2):121-8.

48.

saudi arabia. Saudi Med J. 2002;23(2):213-7.

49.Dogra S, Yadav S. Psoriasis in India: prevalence and pattern. Indian J Dermatol Venereol Leprol 2010;76:595-60.

50.Kato AM, Gheida SF, El-Bendary AS et al. Serum level of prolactin in psoriatic patients. Egyptian Dermatology Online Journal 2012;8(2):1-12.

LAMPIRAN 1.

NASKAH PENJELASAN KEPADA PASIEN / ORANGTUA / KELUARGA PASIEN

Selamat pagi/siang.

Perkenalkan nama saya dr. Oliviti Natali. Saat ini saya sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan Program Magister Kedokteran Klinik dengan konsentrasi pada Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang sedang saya jalani, saya melakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Kadar Prolaktin dalam Serum Penderita Psoriasis Vulgaris dengan Skor Psoriasis Area and Severity Index”.

Tujuan penelitian saya adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar prolaktin dalam serum dengan derajat keparahan psoriasis. Prolaktin merupakan suatu polipeptida (sejenis protein) di dalam darah yang terutama berperan dalam laktasi dan reproduksi. Adapun manfaat dari penelitiaan ini adalah untuk membuka wawasan mengenai penyebab psoriasis terutama dalam hubungannya dengan prolaktin sehingga nantinya diharapkan dapat dilakukan evaluasi yang bermanfaat untuk mengobati atau mengurangi derajat keparahan psoriasis. Penelitian ini akan saya lakukan terhadap kelompok pasien yang menderita psoriasis.

Psoriasis adalah suatu penyakit radang kulit kronis yang ditandai dengan adanya proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Daerah yang biasanya terkena psoriasis adalah di ekstremitas bagian ekstensor misalnya siku dan lutut, kulit kepala, punggung bagian bawah, bokong dan genital.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya psoriasis, tetapi hingga saat ini masih terdapat silang pendapat mengenai, ”apakah prolaktin berhubungan dengan derajat keparahan psoriasis?”. Dari berbagai penelitian disimpulkan bahwa prolaktin berperan dalam menyebabkan terjadinya psoriasis dan berhubungan dengan derajat keparahan psoriasis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memastikan hal ini.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh prolaktin terhadap timbul dan bertambah beratnya psoriasis, salah satunya adalah dengan melakukan pengkajian terhadap luasnya lesi psoriasis dengan menggunakan metode PASI kemudian menghubungkan hasilnya dengan nilai yang diperoleh dari hasil pengambilan darah untuk mengukur kadar prolaktin. Prolaktin ini kadarnya dalam darah akan meningkat pada pasien-pasien dengan psoriasis.

Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i bersedia untuk ikut serta dalam penelitian ini, maka saya akan melakukan tanya jawab terhadap Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i untuk mengetahui identitas pribadi secara lebih lengkap, melakukan pemeriksaan badan untuk menilai derajat keparahan psoriasis, serta pengambilan darah dari pembuluh darah balik lengan bawah.

menggunakan jarum suntik 5 ml. Pengambilan darah ini akan menimbulkan sedikit rasa sakit namun diharapkan tidak akan menimbulkan akibat yang membahayakan jiwa. Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i mengeluh adanya lebam, bercak-bercak atau pembengkakan berwarna merah yang terasa gatal atau nyeri, pusing (sakit kepala), demam, lemas (perasaan ingin pingsan), atau perdarahan yang tidak berhenti pada lokasi pengambilan darah, maka Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i dapat segera menghubungi saya melalui telepon di 061-4510706, atau 0811655750, atau di alamat : Jl. Bahagia no. 15 Juanda baru Medan, atau pergi ke rumah sakit terdekat dengan terlebih dahulu menghubungi saya.

Darah yang telah diambil selanjutnya akan dibawa ke Laboratorium Klinik Pramita Medan untuk dilakukan pemeriksaan kadar prolaktin serum. Peserta penelitian tidak akan dikutip biaya apapun dalam penelitian ini. Kerahasiaan mengenai penyakit yang diderita peserta penelitian akan dijamin.

Keikutsertaan Ibu/Kakak/Adik/Saudari dalam penelitian ini adalah bersifat sukarela. Bila tidak bersedia, Ibu/Kakak/Adik/Saudari berhak untuk menolak (menolak anaknya) diikutsertakan dalam penelitian ini. Jika /Ibu/Kakak/Adik/Saudari bersedia dan menyetujui pemeriksaan ini, mohon untuk menandatangani formulir persetujuan ikut serta dalam penelitian.

Jika Ibu/Kakak/Adik/Saudari masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi saya.

LAMPIRAN 2.

PERSETUJUAN IKUT SERTA DALAM PENELITIAN

Setelah mendapat penjelasan, saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

………

Jenis kelamin* : Laki-laki / perempuan

Umur :

………

Alamat :

………..…………, selaku orang tua/keluarga dari* :

Nama :

………

Jenis kelamin* : Laki-laki / perempuan

Umur :

………

Alamat :

………

dengan ini menyatakan secara sukarela SETUJU untuk ikut serta dalam penelitian dan mengikuti berbagai prosedur pemeriksaan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Demikianlah surat pernyataan persetujuan ini dibuat dengan sebenarnya dalam keadaan sadar tanpa adanya paksaan dari siapapun.

Medan, 2011

Dokter pemeriksa Yang menyetujui

LAMPIRAN 3.

STATUS PENELITIAN Tanggal pemeriksaan :

Nomor urut penelitian :

Nomor catatan medik :

IDENTITAS

Nama :

Alamat :

Telp. :

Tempat tanggal lahir (hari, bulan, tahun) :

Jenis kelamin : 1. Laki-laki 2. Perempuan

Bangsa/Suku : 1. Batak 2. Jawa 3. Melayu

4. Minangkabau 5. Tionghoa 6. Lainnya

Agama : 1. Islam 2. Kristen Protestan 3. Kristen Katolik

4. Hindu 5. Budha

Pendidikan : 1. Belum sekolah

3. SMP / sederajat

4. SMA / sederajat

5. Perguruan tinggi

Pekerjaan : 1. Pegawai Negeri Sipil / TNI / Polri 2. Pegawai swasta 3. Wiraswasta 4. Tidak bekerja

Status pernikahan : 1. Sudah menikah 2. Belum menikah

ANAMNESIS

Keluhan utama :

Riwayat perjalanan penyakit :

Riwayat penyakit keluarga :

PEMERIKSAAN FISIK Status antropomentri • Tinggi badan : • Berat badan : • Lingkar pinggang : Status generalisata Keadaan umum : • Kesadaran : • Gizi : • Tekanan darah : • Frekuensi nadi : • Suhu : • Frekuensi pernafasan : Keadaan Spesifik : • Kepala : • Leher : • Toraks : • Abdomen : • Genitalia :

• Ekstremitas : Status dermatologikus • Lokalisasi : • Efloresensi : • Pemeriksaan lain : - Tanda Auspitsz :

- Fenomena tetesan lilin :

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan kadar prolaktin dalam serum

• Nilai :

DIAGNOSIS BANDING :

DIAGNOSIS KERJA :

PENATALAKSANAAN :

• Quo ad functionam : • Quo ad sanactionam :

LAMPIRAN 4

Lembar Penilaian Psoriasis Area and Severity Index (PASI)

Nama pasien : Tanggal: No. Rekam Medis:

Skor lesi

Eritema (E)

Indurasi (I)

Skuama (S)

Tidak a Ringan Sedan Berat Sangat be

skor 0 1 2 3 4

Skor area

Area 1-9% 10-29 30-49 50-69 70-89 90-100%

Sko 1 2 3 4 5 6

Skor lesi Kepala

(a)

Badan

(b)

Ekstremita

Atas (c)

Ekstremit

Bawah (d

Eritema (E)

Indurasi (I)

Skuama (S)

Jlh: E+I+S

% area yg terkena

Skor area

Subtotal: Jlh x skor

Area tubuh : subto

...

x 0.1 x 0.3 x 0.2 x 0.4

LAMPIRAN 7

No. Nama Umur Jenis kelamin Skor PASI

Nilai Prolaktin

(ng/mL) Pendidikan Suku

Derajat keparahan

1 A 55 tahun L 31.2 12.07 SMA jawa berat

2 B 38 tahun L 10.9 12.3 SMA batak ringan

3 D 25 tahun L 4.5 4.94 SMA jawa ringan

4 E 37 tahun P 4.2 6.15 SMA batak ringan

5 E 38 tahun P 14.6 18.33 SMA batak sedang

6 J 17 tahun L 10.8 11.7 SMA batak ringan

7 K 51 tahun L 6.2 8.43 S1 batak ringan

8 M 17 tahun L 12.3 17.29 SMA padang sedang

9 M 55 tahun L 14.4 13.1 SMA padang sedang

10 M 40 tahun L 15.2 14.32 SMA jawa sedang

11 N 45 tahun P 15.6 12.01 S1 jawa sedang

12 Y 43 tahun P 12.7 20.65 SMA jawa sedang

13 R 31 tahun P 6.3 8.7 SMA jawa ringan

14 R 15 tahun L 16.5 17.47 SMA batak berat

15 R 40 tahun P 10.4 10.2 SMA jawa ringan

16 R 50 tahun P 42 21.54 SMA jawa berat

17 R 35 tahun L 3.9 3.7 S1 batak ringan

18 U 18 tahun P 18.2 20.13 SMA batak berat

19 Y 50 tahun L 4.1 4.3 S1 batal ringan

20 Y 44 tahun L 15.5 16.2 SMA jawa sedang

21 F 17 tahun P 12 10.93 SMA jawa sedang

22 S 45 tahun L 13.4 14.4 SMA jawa sedang

23 N 35 tahun P 13.1 17.14 SMA jawa sedang

24 A 31 tahun L 19.8 21.45 SMA batak berat

25 M 41 tahun L 3.4 4.2 S1 batak ringan

26 S 54 tahun L 6.8 6.2 SMA jawa ringan

27 N 42 tahun P 4.8 5.4 SMA batak ringan

28 S 38 tahun L 3.2 3.9 SMA batak ringan

29 S 35 tahun P 16.6 18.63 SMA melayu berat

LAMPIRAN 8

HASIL ANALISIS STATISTIK

Korelasi Pearson

Skor PASI Nilai Prolaktin

Skor PASI Pearson Correlation 1 .729**

Sig. (2-tailed) .000

N 30 30

Nilai Prolaktin Pearson Correlation .729** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 30 30

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

LAMPIRAN 9

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

1. Nama : dr. Oliviti Natali

2. Tempat & Tanggal Lahir : Medan, 18 Desember 1983

3. Usia : 29 tahun

4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Status : Menikah

6. Pendidikan : S1 Kedokteran

7. Agama : Islam

8. Kebangsaan : Indonesia

9. Alamat : JL. Bahagia no. 15 Medan

10.Telp. : 0811655750

Pendidikan Formal

1. SD : SD Harapan I Medan 2. SMP : SLTP Negeri 1 Medan 3. SMA : SMU Negeri 1 Medan

Dokumen terkait