BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Melakukan penelitian mendalam terhadap penggunaan
cangkang kerang hijau sebagai fluks.
2. Melakukan penelitian dengan menggunakan additives
selain Natrium Sulfat.
3. Melakukan penelitian tentang pembentukan pori pada
Astuti, Widi, Zulfiadi Zulhan, Achmad Shofi, Kusno
Isnugroho, Fajar Nurjaman, and Erik Prasetyo.
"Pembuatan Nickel Pig Iron (NPI) dari Bijih Nikel
Laterit Indonesia Menggunakan Mini Blast
Furnace." Prosiding InSINas, 2012: 70.
Babich, A, D Senk, H.W Gudenau, and K.Th Mavrommatis.
Ironmaking . Aachen: Institut fur Eisenhuttenkunde
der RWTH Aachen, 2008.
Bolukbasi, O Saltuk, Baran Tufan, Turan Batar, and Akin
Altun. "The Influence of Raw Material Composition
on the Quality of Sinter." Nature and Science , 2013:
37-47.
Bogdandy, L Von, and H.J Engell. The Reduction of Iron
Ore. Springer-Verlag, 1971.
Campbell, F.C. Elements of Metallurgy and Engineering
Alloys. New York: ASM International, 2008.
Choi, Ung-Kyu, Ok-Hwan Lee, and Young-Chan Kim.
"Effect of Calcinated Oyster Shell Powder on
Growth, Yield, Spawn Run, and Primordial
Formation of King Oyster Mushroom." Molecules,
2011: 2313-2320.
Crundwell, Frank K. Extractive Metallurgy of Nickel,
Cobalt and Platinum-Group Metals. Amsterdam:
Elsevier Ltd, 2011.
Dalvi, Ashok D, W Gordon Bacon, and Robert C Osborne.
"The Past and The Future of Nickel Laterites."
International Convention , 2004: 1-7.
El-Hussiny, N.A, I.A Nafeaa, M.G Khalifa, S.S
Abdel-Rahim, and M.E.H Shalabi. "Sintering and
Reduction of Pellets of El-Baharia Iron Ore with
Dolomite by Hydrogen." International Journal of
Ore Oxidized Pellets." Natural Science, 2010:
733-737.
Fathoni, M. W., & Mubarok, M. Z. (2015). Studi Perilaku
Pelindian Bijih Besi Nikel Limonit dari Pulau
Halmahera dalam Larutan Asam Nitrat. Majalah
Metalurgi, 115-116.
Gan, Min, Xiaohui Fan, and Xuling Chen. "Calcium Ferrit
Generation During Iron Ore Sintering —
Crystallization Behavior and Influencing Factors."
Natural Science, 2015: 50-62.
Geerdes, Maarten, Hisko Toxopeus, and Cor van der Vliet.
Modern Blast Furnace Ironmaking an Introduction.
Amsterdam: IOS Press BV, 2009.
Gupta, R.C. Theory And Laboratory Experiments In Ferrous
Metallurgy. New Delhi: PHI Learning Private Ltd,
2010.
Jiang, M., Sun, T., Liu , Z., Kou, J., Liu, N., & Zhang, S.
(2013). Mechanism of Sodium Sulfate in Promoting
Selective Reduction of Nickel Laterit Ore during
Reduction Roasting Process. International Journal
of Mineral Processing, 32-33.
Kalenga , M.K, and A.M Garbers-Craig. "Investigation into
how magnesia, silica, and alumina contents of iron
ore sinter influence its mineralogy and properties."
The Journal of The Southern African Institute of
Mining and Metallurgy, 2010: 447-455.
Kato, Takahiro, kenji Murakami, and Katsuyasu Sugawara.
"Carbon Reduction of Gypsum Produced from Flue
Gas Desulfurization." Chemical Engineering
Transactions , 2012: 807-808.
Li, Shoubao. "Study of Nickeliferrous Laterite Reduction."
1999: 1-8.
Limpoe Kecamatan Suppa." Jurnal Sains dan
Pendidikan Fisika, 2015: 169-172.
Noviyanti, Jasruddin, and Hadi Sujiono. "Karakterisasi
Kalsium Karbonat (CaCO3) dari Batu Kapur
Kelurahan Tellu Limpoe Kecamatan Suppa." Jurnal
Sains dan Pendidikan Fisika, 2015: 169.
Rodrigues, Filipe Manuel. "Investigation Into The Thermal
Upgrading of Nickeliferous Laterite Ore." Material
Science, 2013: 1-10.
Takuda, M, H Yoshikoshi, and M Ohtano. "Trans." ISIJ,
1973: 350.
Tyroler, G.P, and C.A Landolt. Extractive Metallurgy of
Nickel and Cobalt. New York: The Metallurgical
Society, 1998.
Ulfah, Ulil. "Preparasi dan Karakterisasi Limbah
Biomaterial Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis)
dari Pantai Labuhan Maringgai sebagai Bahan Dasar
Biokeramik." 2016: 2.
Yildirim, Halil, Hakan Morcali, Ahmet Turan, and Onuralp
Yucel. "Nickel Pig Iron Production from Lateritic
Nickel Ores ." Ferronickel Production and
Operation, 2013: 237.
Yu, Q L, and H J Brouwers. "Thermal Properties and
Microstructures of Gypsum Board and Its
Dehydration Products : A Theoretical and
Experimental Investigation." Fire and Materials,
2011: 576-577.
LAMPIRAN
A. Perhitungan Stoikiometri Briket Variasi Tanpa Fluks
Pada setiap reaksi kimia diperlukan kesetimbangan rumus molekul untuk senyawa kimia dengan persamaan stoikiometri. Pada proses reduksi laterit terdapat beberapa reaksi kimia yang
terlibat, seperti reduksi, dekomposisi, reaksi Bouduard.
Persamaan reaksi yang terjadi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: CO2 + C → 2CO 3Fe2O3 + CO → 2Fe3O4 + CO2 Fe3O4 + CO → 3FeO + CO2 NiO + CO → Ni + CO2 Na2SO4 + 4CO → Na2S + 4CO2 Na2SO4 + 3CO → Na2O + 3CO2 + S
Na2S + FeO → 2SiO2 + FeS + Na2Si2O5
Data yang dibutuhkan dalam perhitungan komposisi material
1. Bijih Nikel Laterit
Dari data pengujian EDX, diperoleh presentase berat elemen-elemen yang terkandung didalam bijih nikel laterit.
Hasil EDX Nikel Laterit
Unsur Ni Fe Si Mg Ca Al Mn Cr
% Wt 1.25 69.3 10.6 1.18 0.136 8.1 0.886 2.87
Dari data pengujian XRD, mineral-mineral kompleks yang terkandung dalam laterit diolah menjadi senyawa oksida, antara lain :
Hematite (Fe2O3) Nikel oksida (NiO)
Dari data pengujian proximate analysis (fixed carbon) diperoleh konsentrasi 42,35 %.
Dari kadar unsur dalam laterit, maka jumlah Fe2O3dan NiO diketahui dengan cara sebagai berikut :
Berat Fe2O3dalam lateri %Wt Fe2O3= ୰ୣమయ
ଶ୰ୣ × %Wt Fe =ଵହଽǡଽ
ହହǡ଼ସ× 69.3% = 99.080 % Berat NiO dalam laterit
%Wt NiO = ୰୧
୰୧× %Wt Ni =ସǡଽସ
ହ଼ǡଵ × 1.25 =1.59 %
Dari perhitungan diperoleh presentase Fe2O3 dan NiO dalam laterit. Jika diasumsikan dalam 1000 gram ore maka terdapat
Fe2O3 = 990.8025 gram
NiO = 15.906 gram
Dari massa kedua senyawa maka diperoleh jumlah mol yang terkandung dalam lateri
Fe2O3 =୫ ୟୱୱୟୣమయ ୰ୣమయ 8 =ଽଽǤ଼ଶହ ଵହଽǡଽ = 6.2045 mol NiO =୫ ୟୱୱୟ୧ ୰୧ = ଵହǤଽ ସǡଽସ = 0.2129 mol
Dalam penelitian ini reduksi nikel oksida dan besi oksida pada laterit bertahap seperti berikut.
NiO (1) → Ni (2)
Fe2O3(3) → Fe3O4 (4) → FeO (5) → Fe (6) Dengan target reduksi Fe2O3→ Fe3O4= 100 %
reduksi Fe3O4 → FeO = 100 % reduksi FeO → Fe = 100% reduksi NiO → Ni = 100 %
Natrium sulfat ditambahkan sebesar 10% dari massa total briket untuk meningkatkan agregasi dari Fe-Ni.
Dari skema reaksi di atas dapat diketahui berapa mol gas CO yang dibutuhkan untuk reaksi dan berapa mol C untuk membentuk bereaksi dengan CO2membentuk gas CO yang harus bereaksi dengan C batu bara.
a. Reaksi 1
3Fe2O3 + CO → 2Fe3O4 + CO2
6.2045 mol 2.068 mol 4.1363 mol 2.068 mol
Reaksi Boduard
CO2 + C → 2CO
1.034 mol 1.034 mol 2.068 mol
Reaksi gas CO2hasil reaksi 1 dengan C batu bara
CO2 + C → 2CO
2.068 mol 2.068 mol 4.136 mol
b. Reaksi 2
Fe3O4 + CO → 3FeO + CO2
4.1363 mol 4.1363 mol 12.4089 mol 4.1363 mol
Reaksi Boduard
CO2 + C → 2CO
0 mol 0 mol 0 mol
Reaksi gas CO2hasil reaksi 2 dengan C batu bara
CO2 + C → 2CO
4.1363 mol 4.1363 mol 8.2726 mol
c. Reaksi 3
FeO + CO → Fe + CO2
12.4089 mol 12.4089 mol 12.4089 mol 12.4089 mol
Reaksi Boduard
CO2 + C → 2CO
2.06815 mol 2.06815 mol 4.1363 mol
Reaksi gas CO2hasil reaksi 3 dengan C batu bara
CO2 + C → 2CO
12.4089 mol 12.4089 mol 24.8178 mol
d. Reaksi 4
0.2129 mol 0.2129 mol 0.2129 mol 0.2129 mol Reaksi Boduard
CO2 + C → 2CO
0.10645 mol 0.10645 mol 0.2129 mol
Reaksi gas CO2hasil reaksi 3 dengan C batu bara
CO2 + C → 2CO
0.2129 mol 0.2129 mol 24.8178 mol
e. Reaksi 5
Semisal diketahui kebutuhan Natrium sulfat sebesar 16,581225 gram, maka diperoleh sebesar 0,116031 mol.
2Na2S O4 + 7CO → Na2S + Na2O + 7CO2 + S 0,1160 3 mol 0,40 6 mol 0,058 mol 0,058 mol 0,40 1 mol 0,05 8 mol Reaksi gas CO2hasil reaksi 4 dengan C batubara
CO2 + C → 2CO
0,020305 mol 0,020305 mol 0,4061 mol
Perhitungan Kebutuhan Batubara
Total mol C = 1.034 + 2.068 + 0 + 4.1363 + 2.06815 +
12.4089 + 0.10645 + 0.2129 = 22.0347 mol
Massa C yang dibutuhkan = total mol C x Ar C
= 22.0347 mol ×
12,01115 = 264.63675 gram
Massa batu bara yang dibutuhkan= ଵ
ସଶǡଷହΨ× massa C
= ଵ
ସଶǡଷହΨ× 263.63675 = 624.88 gram
Pembulatan jumlah batu bara dijadikan sebesar 625 gram. Perhitungan Kebutuhan Natrium Sulfat
Natrium sulfat yang ditambahkan yaitu sebesar 10% dari massa total briket.
= 1000 gram + 625 gram = 1625 gram
Maka, massa natrium sulfat yang ditambahkan sebesar 162.5 gram
Perhitungan Kebutuhan Kanji
Kanji yang ditambahkan sebagai oengikat sebesar 3 % dari massa campuran briket. Dengan komposisi ore 1000 gram, batu bara 625 gram, natrium sulfat 162,5 gram, maka kanji yang ditambahkan sebesar 55,3 gram
Sehingga rasio perbandingan komposisi ore : batu bara : Na2SO4: kanji yaitu 1000 : 625 : 162,5: 55,3.
B. Perhitungan Stoikiometri Briket Variasi Fluks Dolomit
Batu Kapur
Dari data pengujian XRF, diperoleh persentase berat elemen-elemen yang terkandung di dalam batu kapur yang diperoleh dari Gresik, Jawa Timur.
Hasil EDX Batu Kapur
No. Elemen Rumus
Kimia
Komposisi (%)
1. Kalsium Oksida CaO 25.21
2. Magnesium Oksida MgO 24.23
Dari data pengujian XRD, terdapat mineral – mineral lain yang terkandung dalam batu kapur adalah dolomite (CaMg(CO3)2
Perhitungan Kebutuhan Fluks Dolomit
Mempertimbangkan nilai basisitas dari campuran Basicity = (SiO(CaO + MgO)
Menghitung basisitas ore Basisitas = ሺǡଵଽାଵǡଽହሻ
ሺଶଶǡାଵହǡଷሻ= 0,056523
Sedangkan target basisitas briket adalah sebesar 1,2, sehingga diperlukan penambahan kapur sebesar 878,5232 gram untuk setiap 1000 gram ore, dengan factor safety maka menjadi 878,5. Reaksi dekomposisi termal yang terjadi pada dolomit yaitu :
CaMg(CO3)2 → CaO + MgO + 2CO2
Batu kapur berperan sebagai penyedia gas CO2 untuk reaksi
Boduard yang akan menghasilkan gas reduktor CO, maka CO2
yang dihasilkan dari dekomposisi termal pada dolomit perlu direaksikan dengan C pada batu bara, sehingga akan diberi penambahan batu bara pada briket variasi fluks dolomit.
Perhitungan jumlah gas CO2
CaCO3 → CaO + CO2
3,94875 3,94875
MgCO3 → MgO + CO2
5,28064 5,28064
Reaksi CO2hasil dekomposisi termal dolomit
CO2 + C → 2CO
9,229394 mol 9,229394 mol 18,458788 mol
Perhitungan Kebutuhan Batubara
Total mol C = 22.0347 mol (Jumlah Batu bara briket tanpa
fluks) + 9,229394 mol = 31,26404
Massa C yang dibutuhkan = total mol C x Ar C
= 31,26404 mol × 12,01115 = 375,481 gram
Massa batu bara yang dibutuhkan= ଵ
ସଶǡଷହΨ× massa C
= ଵ
ସଶǡଷହΨ× 375,481 = 886,6142 gram
Karena safety factor batu bara dijadikan sebesar 887 gram. Perhitungan Kebutuhan Natrium Sulfat
Natrium sulfat yang ditambahkan yaitu sebesar 10% dari massa total briket.
Massa total briket tanpa fluks = massa ore + massa batu bara + massa dolomit
= 1000 gr + 887 gr + 878,5 gr = 2765,5 gram
Maka, massa natrium sulfat yang ditambahkan sebesar 276,55 gram
Perhitungan Kebutuhan Kanji
Kanji yang ditambahkan sebagai oengikat sebesar 3 % dari massa campuran briket. Dengan komposisi ore 1000 gram, batu bara 887 gram, batu kapur 878,5 gram, natrium sulfat 276,5 gram, maka kanji yang ditambahkan sebesar 94,1 gram
Sehingga rasio perbandingan komposisi ore : batu bara : batu kapur : Na2SO4: kanji yaitu 1000 : 887 : 878,5: 276,5 : 94,1. C. Perhitungan Stoikiometri Briket Variasi Fluks Kerang Hijau
Kerang Hijau
Dari data pengujian XRF, diperoleh persentase berat elemen-elemen yang terkandung di dalam cangkang kerang hijau.
Hasil EDX Cangkang Kerang Hijau
No. Elemen Rumus
Kimia
Komposisi (%)
1. Kalsium Oksida CaO 38.24
Dari data pengujian XRD, terdapat mineral yang
Perhitungan Kebutuhan Fluks Kerang Hijau Mempertimbangkan nilai basisitas dari campuran
Basicity = (SiO(CaO + MgO) ଶ+ AlଶOଷ) Menghitung basisitas ore
Basisitas = ሺǡଵଽାଵǡଽହሻ
ሺଶଶǡାଵହǡଷሻ= 0,056523
Sedangkan target basisitas briket adalah sebesar 1,2, sehingga diperlukan penambahan kerang hijau sebesar 1135,785 gram untuk setiap 1000 gram ore, dengan factor safety maka menjadi 1136 gram.
Reaksi dekomposisi termal yang terjadi pada kerang hijau yaitu :
CaCO3 → CaO + CO2
Kerang hijau berperan sebagai penyedia gas CO2 untuk reaksi
Boduard yang akan menghasilkan gas reduktor CO, maka CO2
yang dihasilkan dari dekomposisi termal pada kalsium karbonat perlu direaksikan dengan C pada batu bara, sehingga akan diberi penambahan batu bara pada briket variasi fluks kerang hijau. Perhitungan jumlah gas CO2
CaCO3 → CaO + CO2
7,74462 7,74462
Reaksi CO2hasil dekomposisi termal kerang hijau
CO2 + C → 2CO
7,74462 mol 7,74462 mol 15,48924 mol
Total mol C = 22.0347 mol (Jumlah Batu bara briket tanpa fluks) + 7,74462 mol = 29,77932
Massa C yang dibutuhkan = total mol C x Ar C
= 29,77932 mol × 12,01115 = 357,6496 gram
Massa batu bara yang dibutuhkan= ଵ
ସଶǡଷହΨ× massa C
= ଵ
ସଶǡଷହΨ× 357,6496 = 844,509 gram
Pembulatan jumlah batu bara dijadikan sebesar 845 gram. Perhitungan Kebutuhan Natrium Sulfat
Natrium sulfat yang ditambahkan yaitu sebesar 10% dari massa total briket.
Massa total briket tanpa fluks = massa ore + massa batu bara + massa kerang hijau
= 1000 gr + 845 gr + 1136 gr = 2981 gram
Maka, massa natrium sulfat yang ditambahkan sebesar 298,1 gram
Perhitungan Kebutuhan Kanji
Kanji yang ditambahkan sebagai oengikat sebesar 3 % dari massa campuran briket. Dengan komposisi ore 1000 gram, batu bara 845 gram, kerang hijau 1136 gram, natrium sulfat 208,1 gram, maka kanji yang ditambahkan sebesar 105 gram
Sehingga rasio perbandingan komposisi ore : batu bara : kerang hijau: Na2SO4 : kanji yaitu 1000 : 845 : 1136: 298,1 : 105
C. Perhitungan Stoikiometri Briket Variasi Fluks Gypsum
Gypsum
Dari data pengujian XRF, diperoleh persentase berat elemen-elemen yang terkandung di dalam gypsum,
Hasil EDX Cangkang Kerang Hijau
No. Elemen Rumus Kimia Komposisi (%)
1. Kalsium Oksida CaO 23.93
Dari data pengujian XRD, terdapat mineral yang
terkandung dalam gypsum adalah CaSO4
Perhitungan Kebutuhan Fluks Gypsum
Mempertimbangkan nilai basisitas dari campuran Basicity = (SiO(CaO + MgO)
ଶ+ AlଶOଷ) Menghitung basisitas ore
Basisitas = ሺǡଵଽାଵǡଽହሻ
ሺଶଶǡାଵହǡଷሻ= 0,056523
Sedangkan target basisitas briket adalah sebesar 1,2, sehingga diperlukan penambahan gypsum sebesar 1814,806 gram untuk setiap 1000 gram ore, dengan factor safety maka menjadi 1815 gram.
Reaksi dekomposisi yang terjadi pada gypsum yaitu :
CaSO4 + 2C → 4CaO + 2CO2 + 4SO2
13,33 6,665 13,33 6,665 13,33
Gypsum berperan sebagai penyedia gas CO2 untuk reaksi
Boduard yang akan menghasilkan gas reduktor CO, maka CO2
yang dihasilkan dari dekomposisi pada gypsum perlu direaksikan dengan C pada batu bara, sehingga akan diberi penambahan batu bara pada briket variasi fluks gypsum.
Reaksi CO2hasil dekomposisi kalsium sulfat pada gypsum
CO2 + C → 2CO
6,665 mol 6,665 mol 13,33 mol
Perhitungan Kebutuhan Batubara
Total mol C = 22.0347 mol (Jumlah Batu bara briket tanpa
fluks) + 6,665 (Kebutuhan C untuk dekomposisi kalsium sulfat) + 6,665 mol = 35,3647 mol
Massa C yang dibutuhkan = total mol C x Ar C = 35,3647 mol × 12,01115 = 424,73 gram
Massa batu bara yang dibutuhkan= ଵ
ସଶǡଷହΨ× massa C
= ଵ
ସଶǡଷହΨ× 424,73 = 1002,905 gram
Pembulatan jumlah factor batu bara dijadikan sebesar 1003 gram. Perhitungan Kebutuhan Natrium Sulfat
Natrium sulfat yang ditambahkan yaitu sebesar 10% dari massa total briket.
Massa total briket tanpa fluks = massa ore + massa batu bara + massa gypsum
= 1000 gr + 1003 gr + 1815 gr = 3818 gram
Maka, massa natrium sulfat yang ditambahkan sebesar 381,8 gram
Perhitungan Kebutuhan Kanji
Kanji yang ditambahkan sebagai oengikat sebesar 3 % dari massa campuran briket. Dengan komposisi ore 1000 gram, batu bara 1003 gram, gypsum 1815 gram, natrium sulfat 381,8 gram, maka kanji yang ditambahkan sebesar 130 gram
Sehingga rasio perbandingan komposisi ore : batu bara : kerang hijau: Na2SO4 : kanji yaitu 1000 : 1003 : 1815: 381,8 : 130
D. Hasil Pengujian
Hasil Uji XRD Bijih Nikel Limonit
Peak List : Pos. [°2Th.] Height [cts] FWHM Left [°2Th.]
d-spacing [Å] Rel. Int. [%] 21.3319 162.50 0.4684 4.16536 59.17 33.1447 60.69 0.5353 2.70290 22.10 35.6694 105.51 0.2007 2.51717 38.42 36.5204 274.63 0.0502 2.46044 100.00 59.3184 30.95 0.5353 1.55795 11.27 61.4627 34.32 0.5353 1.50864 12.50 77.6681 39.86 0.4015 1.22943 14.51
Position [°2Theta] (Copper (Cu))
20 30 40 50 60 70 80 Counts 0 200 400 600 800 Limonit 200 Mesh
Hasil Uji XRD Batu Kapur Dolomit Peak List : Pos. [°2Th.] Height [cts] FWHM Left [°2Th.]
d-spacing [Å] Rel. Int. [%]
22.0253 96.98 0.0836 4.03577 2.41 23.0640 20.57 0.2007 3.85633 0.51 24.0750 194.18 0.0669 3.69663 4.82 27.8354 10.58 0.2007 3.20519 0.26 29.4675 241.94 0.1171 3.03127 6.01 30.9404 4025.23 0.1004 2.89025 100.00 33.5214 198.52 0.0836 2.67338 4.93 35.2988 170.14 0.1004 2.54274 4.23 37.3602 380.36 0.0836 2.40704 9.45 39.4620 31.78 0.1338 2.28355 0.79 41.1198 943.84 0.1224 2.19342 23.45 41.2406 491.06 0.0612 2.19271 12.20 43.2661 21.03 0.1632 2.08945 0.52 43.7884 142.23 0.0816 2.06573 3.53 44.9227 494.58 0.1020 2.01617 12.29 45.0616 260.36 0.0612 2.01528 6.47 47.5962 35.20 0.1632 1.90897 0.87 48.5714 49.76 0.1224 1.87290 1.24 49.2485 133.08 0.0816 1.84872 3.31 50.4901 387.48 0.1428 1.80613 9.63
Position [°2Theta] (Copper (Cu))
20 30 40 50 60 70 80 Counts 0 1000 2000 3000 4000 Limestone 200Mesh
51.0620 566.64 0.1224 1.78724 14.08 51.2255 338.04 0.0612 1.78634 8.40 57.5178 15.27 0.2448 1.60104 0.38 58.8791 102.10 0.1224 1.56723 2.54 59.8041 196.15 0.1428 1.54518 4.87 59.9851 116.90 0.0612 1.54477 2.90 62.0630 12.17 0.4896 1.49425 0.30 63.4062 153.55 0.1020 1.46579 3.81 64.4703 62.17 0.1632 1.44414 1.54 65.1337 66.92 0.2448 1.43103 1.66 66.0429 53.28 0.1632 1.41351 1.32 67.3645 172.51 0.1428 1.38896 4.29 67.6030 82.52 0.1224 1.38808 2.05 70.4225 45.24 0.2448 1.33595 1.12 72.8225 38.38 0.1224 1.29772 0.95 74.6692 43.69 0.2856 1.27014 1.09 76.9099 47.27 0.2040 1.23862 1.17 79.6817 30.40 0.1632 1.20236 0.76 82.5618 31.60 0.3264 1.16756 0.79 84.6788 9.42 0.9792 1.14369 0.23 86.5982 28.35 0.1632 1.12320 0.70 87.8726 83.43 0.2856 1.11017 2.07 89.2212 28.87 0.4080 1.09685 0.72
Hasil Uji XRD Kerang Hijau Peak List : Pos. [°2Th.] Height [cts] FWHM Left [°2Th.] d-spacing [Å] Rel. Int. [%] 26.3930 421.61 0.1506 3.37699 47.19 27.3676 243.09 0.0836 3.25890 27.21 27.5487 163.13 0.1004 3.23788 18.26 31.2720 183.30 0.1004 2.86035 20.52 33.2966 893.50 0.1632 2.68869 100.00 33.3954 774.21 0.0816 2.68763 86.65 36.2555 284.94 0.1224 2.47576 31.89 37.4627 63.53 0.2448 2.39870 7.11 38.0050 281.70 0.1632 2.36571 31.53 38.1474 316.13 0.0816 2.36307 35.38 38.7850 208.51 0.4080 2.31991 23.34 41.4271 40.54 0.3264 2.17786 4.54 43.0602 65.97 0.2448 2.09896 7.38 45.9897 217.03 0.1020 1.97185 24.29 48.5428 161.43 0.3264 1.87394 18.07 50.3809 126.96 0.3264 1.80979 14.21 52.5772 382.63 0.1428 1.73925 42.82 52.7128 352.08 0.0816 1.73940 39.40 53.1501 229.33 0.0612 1.72184 25.67 54.1383 17.01 0.2448 1.69272 1.90
Position [°2Theta] (Copper (Cu))
20 30 40 50 60 70 80 Counts 0 200 400 600 800
56.4460 15.45 0.4896 1.62887 1.73 59.3899 20.85 0.2448 1.55496 2.33 60.4691 7.97 0.4080 1.52976 0.89 62.0682 14.85 0.3264 1.49414 1.66 63.6248 18.91 0.2040 1.46128 2.12 64.9940 7.82 0.4896 1.43377 0.88 66.1503 123.13 0.1224 1.41148 13.78 69.1029 89.71 0.1020 1.35820 10.04 69.7322 25.94 0.2448 1.34748 2.90 75.4152 26.81 0.3264 1.25942 3.00 76.6664 26.54 0.3264 1.24195 2.97 77.1967 40.35 0.4080 1.23474 4.52 78.0571 67.42 0.0816 1.22326 7.55 79.4927 38.44 0.1224 1.20474 4.30 80.8863 27.61 0.2856 1.18746 3.09 82.4603 21.26 0.3264 1.16874 2.38 86.5309 9.75 0.4896 1.12390 1.09 88.0957 38.60 0.2040 1.10793 4.32
Hasil Uji XRD Gypsum
Peak List : Pos. [°2Th.] Height [cts] FWHM Left [°2Th.] d-spacing [Å] Rel. Int. [%] 12.9838 8.75 0.2342 6.81866 1.03
Position [°2Theta] (Copper (Cu))
20 30 40 50 60 70 80 Counts 0 200 400 600 800 Gypsum 180mesh
14.7813 381.97 0.0502 5.99326 45.19 20.3511 20.83 0.2676 4.36383 2.46 25.4528 172.60 0.0502 3.49955 20.42 25.7299 443.48 0.1171 3.46249 52.46 29.3574 107.14 0.1673 3.04239 12.67 29.7467 845.34 0.1506 3.00345 100.00 30.9251 69.24 0.0836 2.89164 8.19 31.7984 462.10 0.0836 2.81419 54.66 33.0139 60.24 0.2007 2.71331 7.13 38.3906 44.86 0.1004 2.34478 5.31 39.6725 37.45 0.1673 2.27192 4.43 40.9030 47.11 0.0502 2.20637 5.57 41.3290 36.22 0.1004 2.18461 4.29 42.2191 127.08 0.0836 2.14058 15.03 45.3436 14.10 0.3346 2.00009 1.67 47.6303 67.57 0.1171 1.90926 7.99 49.2582 330.64 0.0836 1.84991 39.11 52.7923 50.56 0.2007 1.73410 5.98 54.0913 162.74 0.0836 1.69548 19.25 55.1322 104.87 0.2342 1.66591 12.41 57.2480 9.15 0.5353 1.60927 1.08 60.2075 12.31 0.2007 1.53706 1.46 60.8151 14.09 0.4015 1.52315 1.67 63.0562 36.35 0.3346 1.47430 4.30 64.4592 19.23 0.2676 1.44556 2.27 69.1566 17.39 0.3346 1.35840 2.06 72.0829 36.11 0.2007 1.31029 4.27 72.5338 64.56 0.1673 1.30325 7.64 75.0926 51.42 0.1673 1.26507 6.08 76.4338 40.29 0.1224 1.24515 4.77 79.0515 29.81 0.2676 1.21136 3.53 82.2303 12.91 0.2007 1.17240 1.53 83.6504 31.32 0.2676 1.15607 3.71 85.5774 9.54 0.4015 1.13490 1.13 86.6641 15.64 0.4015 1.12345 1.85 88.5415 6.21 0.4684 1.10442 0.73
E. JCPDS Card
A. 00-02-0915 (Hematit)
C. 01-074-1345 (Calcium Ferrite)
E. 00-047-1744 (Calcium Ferrite)
F. Hasil Pengujian EDX
b. Hasil EDX Briket Fluks Dolomit
d. Hasil EDX Briket Fluks Gypsum
G. Foto Dokumentasi
Gambar Proses Aglomerasi pada Temperatur 1200oC (kiri) dan Penyusunan Briket pada Muffle Furnace (kanan)
Penulis dilahirkan di Surabaya, 26 November 1995, merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Penulis telah menempuh pendidikan formal di TK Bakti Pertiwi, SDN Kepuh Kiriman I Waru, kemudian SMP Negeri 3 Surabaya dan SMA Negeri 2 Surabaya. Setelah lulus dari SMA
penulis melanjutkan studinya
melalui jalur SBMPTN di Jurusan
Teknik Material dan Metalurgi
Institut Teknologi Sepuluh
Nopember pada tahun 2013 terdaftar dengan NRP 2713100088. Di Teknik Material dan Metalurgi penulis memilih bidang Metalurgi Ekstraksi. Penulis sejak kuliah aktif mengikuti
organisasi di BEM Fakultas sebagai Staff Departemen
Pendidikan, Keilmiahan, dan Teknologi di BEM FTI-ITS. Berbagai pelatihan seperti LKMM Pra TD dan LOT I pernah diikuti oleh penulis. Penulis dapat dihubungi di 082234608003 atau email [email protected].