• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 65-152)

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

a. Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan perlu memiliki website yang interaktif dan menarik untuk media penyampaian informasi pelayanan, kebijakan, maupun kegiatan suku dinas kesehatan.

b. Perlunya meningkatkan kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian (binwasdal) dalam rangka sosialisasi informasi dan peraturan baik mengenai sarana maupun tenaga kesehatan.

c. Perlunya penambahan sumber daya manusia dalam kegiatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian (Binwasdal).

DAFTAR PUSTAKA

Balai Pengawasan Obat dan Makanan. 2012. Keputusan Kepala BPOM RI Nomor HK.03.1.23.04.12.2205 tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. BPOM: Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1332/MENKES/SK/X/2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 922/MENKES/PER/X/1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek. Kemenkes RI: Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 2009. Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jakarta

Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2008. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta: Jakarta Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2009a. Peraturan Gubernur Provinsi

Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 150 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas kesehatan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Jakarta

Pemerintah Republik Indonesia. 2009. Peraturan Pemerintah no. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian. Pemerintah RI: Jakarta

Permenkes RI No. 1331/MENKES/SK/X/2002 tentang perubahan Permenkes RI No. 167 tahun 1972. Kemenkes RI: Jakarta

Pemerintah Republik Indonesia. 1996. Peraturan Pemerintah No.32 1996 tentang tenaga kesehatan. Pemerintah RI: Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Permenkes No. 1796/2011 tentang registrasi tenaga kesehatan. Kemenkes RI: Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Permenkes No. 889/MENKES/PER/V/2011 tentang registrasi, izin praktik dan izin kerja tenaga kefarmasian. Kemenkes RI: Jakarta

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, 2010. Pedoman Perizinan Sarana Pelayanan Kefarmasian, Makanaan dan Minuman. Sudinkes Jakarta Utara

Presiden RI, 2004, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah RI: Jakarta

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kotamadya Jakarta Utara.

Ka Sub Bagian Tata Usaha - Koordinator Kepegawaian - Koordiantor Keuangan - Koordinator Umum - Koordinator Perencanaan da Un iver sitas In d o

Ka Seksi Ka Seksi Yankes Ka Seksi Yankes Ka Seksi Yankes

Kesehatan Masyarakat Dasar Spesialistik Tradisional Ya

-Koordinator -Koordinator -Koordinator -Koordinator Perizinan -K

Pendataan Pelayanan Binwasdal -Koordinator Binwasdal P

-Koordinator Perizinan -Koordinator -Koordinator -K

Penyusunan Perizinan Administrasi B

Program -Koordinator -Koordinator -K

-Koordinator Umum Administrasi Administers A

-Koordinator

Pemohon Front Line Oficer Subbag TU Seksi Yankes/SDK PTSP Verifikasi Ulang Tidak Lengkap Pemohon Syah Perlu

Berkas Kelengkapan Verifikasi Disurvey ?

Permohonan Berkas Tidak Syah Perlu Lengkap Pembuatan Surat Tugas Pencatatan Pencatatan

Register Register Surat

Penerimaan Masuk Survey ke

Berkas Sarana Pemohon

Tidak Memenuhi Syarat M

Pembuatan Surat P Un ive rsitas Penolakan Surat Penolakan In d o n esi Paraf Kasubbag TU

58

Lampiran 3. Formulir Permohonan Surat Izin Apotek

FORMULIR PERMOHONAN IZIN APOTEK

Nomor :

Lampiran : 3 (tiga) berkas.

Hal. : Permohonan Surat Izin Apotek. .

Kepada

Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

di Jakarta. Utara Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Izin Apotik karena dengan data – data sebagai berikut :

1. Pemohon :

Nama Apoteker :

Nomor STRA :

Nomor KTP :

Alamat dan No. Telp. :

Pekerjaan sekarang : NPWP : 2. Apotik Nama Apotek : Alamat : No. Telpon : Kelurahan : Kecamatan :

Propinsi : DKI Jakarta.

3. Dengan menggunakan sarana : milik sendiri/ milik orang lain.

Nama pemilik sarana :

kte PerjanjianKerja Sama No. : Yang dibuat dihadapan Notaris :

di :

Bersama permohonan ini kami lampirkan persyaratan terlampir.

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan persetujuan Bapak/Ibu, kami sampaikan terima kasih.

Pemohon. Materai

Lampiran 4. Berita Acara Pemeriksaan Apotek

PEMERINTAH DAERAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA SUKU DINAS KESEHATAN

Gedung Walikota Administrasi Jakarta Utara Blok P Lt. 7 Telp. 430-1124 psw 5023-5123-5223-5323

Jakarta Utara NOMOR :

1332/MENKES/SK/X/2002

TENTANG : KETENTUAN DAN TATA CARA PEMERIKSAAN APOTEK

BERITA ACARA PEMERIKSAAN APOTEK Pada hari ini

………tanggal………bulan……….tahun…………..kami yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama : ………. Pangkat : ……… Jabatan : ……… NIP : ……… 2. Nama : ………... Pangkat : ……….. Jabatan : ……….. NIP : ………

Berdasarkan surat tugas dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota ………Nomor ………..

tanggal ……….tahun ………telah melakukan pemeriksaan setempat terhadap :

Nama Apotik :

Alamat :

Kecamatan :

Kabupaten/Kotamadya: :

60

Lampiran 4. (lanjutan)

HASIL PEMERIKSAAN

No Perincian Persyaratan Kenyataan Penilaian

TMS / MS

I BANGUNAN

Sarana Apotek dapat di dirikan

1.Sarana Apotek pada lokasi yang

sama dengan kegiatan pelayanan dan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi. 2.Bangunan Apotek seku

rang kurangnya memiliki ruangan khusus untuk:

a.Ruang Peracikan dan *ada

penyerahan Resep. sesuai kebutuhan

b.Ruangan administrasi dan *ada

Kamar kerja Apoteker sesuai kebutuhan

c.WC *ada

sesuai kebutuhan 3.Kelengkapan bangunan calon

Apotek:

harus memenuhi

a.Sumber air persyaratan *Sumur/PAM/

kesehatan sumur pompa dll

harus cukup terang

b.Penerangan sehingga dapat *PLN/generator

menjamin

pelaksanaan Petromak dll

tugas dan fungsi Apotek harus berfungsi dengan

c.Alat Pemadam Kebakaran baik …………..buah

sekurang

kurangnya 2 buah dengan ukuran …………..Lb

Lampiran 4. (lanjutan)

yang baik serta

d.Ventilasi memenuhi *Jendela………buah

persyaratan higyene

lainnya *Ventilasi……..buah

harus baik serta

e.Sanitasi memenuhi *saluran pembuangan

persyaratan higyene

lainnya limbah : ada / tidak

*bak bak / tempat pembuangan sampah ada / tidak

Berukuran minimal

4.Papan Nama : Berukuran:

Panjang : 60 cm Panjang………….cm

Lebar : 40 cm Lebar ………….cm

Dengan tulisan : Dengan tulisan : hitam diatas dasar

putih ………

tinggi huruf minimal :5 cm

tebal :5 cm

II PERLENGKAPAN

1.Alat pembuatan pengolahan dan peracikan

a.Timbangan miligram *minimal 1 set *ada / tidak dengan anak timbangan yg

sudah ditera

b.Timbangan gram *minimal 1 set *ada / tidak dengan anak timbangan yg

sudah ditera

c.Perlengkapan lain disesuai *ada / tidak kan dengan kebutuhan

2.Perlengkapan dan alat per bekalan farmasi :

a.Lemari dan rak untuk *ada dengan

penyimpanan obat jumlah sesuai *ada / tidak

62

Lampiran 4. (lanjutan)

b.Lemari pendingin *minimal 1 buah *ada / tidak ………buah *ada dengan

c.Lemari untuk penyimpanan jumlah sesuai *ada / tidak Narkotika dan Psikotropika kebutuhan ………buah 3.Wadah pengemas dan pem

bungkus :

*ada dengan

a. Etiket jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

*ada dengan

b.Wadah pengemas dan pem jumlah sesuai *ada / tidak bungkus untuk penyerahan kebutuhan ………buah obat.

4.Alat Administrasi

*ada dengan

a. Blanko pesanan obat jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

*ada dengan

b. Blanko kartu stok obat jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

*ada dengan

c. Blanko salinan Resep jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

d. Blanko faktur dan blnko *ada dengan

nota penjualan jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

*ada dengan

e.Buku pencatatan Narkotika jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

f.Buku pesanan obat *ada dengan

Narkotika jumlah sesuai *ada / tidak

Lampiran 4. (lanjutan)

g.Form laporan obat *ada dengan

Narkotika jumlah sesuai *ada / tidak

kebutuhan ………buah

5. Buku Standart yang *Farmakope

diwajibkan Indonesia edisi *ada / tidak terbaru I buah

2. Kumpulan Peraturan *ada dengan

perundang - undangan jumlah sesuai *ada / tidak yang berhubungan kebutuhan

dengan Apotek

III TENAGA KESEHATAN

1.Apoteker Pengelola Apotek *ada ………orang

2.Apoteker Pendamping ………orang

3.Asisten Apoteker ………orang

Demikianlah Berita Acara kami buat sesungguhnya dengan penuh tanggung jawab.

Berita Acara dibuat dalam rangkap 3 ( tiga ) dan dikirim kepada :

1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi 2. Pemohon.

3. Arsip

Jakarta,………

Mengetahui Kepala Dinas Kesehatan …

yang membuat berita

Kabupaten / Kota………. acara,

………

… ……….

64

Lampiran 5. Formulir Permohonan Izin UMOT

PERMOHONAN IZIN USAHA MIKRO OBAT TRADISIONAL (UMOT )

Nomor :

Lampiran :

Perihal : Permohonan Izin Usaha Mikro Obat Tradisional

Yang Terhormat,

Kepala Dinas KesehatJakarta Utara

Di

Jakarta Utara

Dengan ini kami mengajukan permohonan Izin Usaha Mikro Obat Tradisional sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 006 Tahun 2012 tentang industry dan Usaha Obat Tradisional dengan data sebagai berikut :

1. Umum 1.Pemohon

a. Nama Direktur Utama :………

b. Alamat dan No. Telepon :………..

c. Pimpinan Perusahaan : terlampir

(daftar nama direksi/pengurus

dan komisaris/badan pengawas

d. Surat Pernyataan tidak terlibat : terlampir

2. Perusahaan

a. Nama Perusahaan : …….……….

b. Alamat dan nomor telepon :………

c. Akta pendirian badan usaha : terlampir Perorangan yang sah sesuai

ketentuan peraturan perundang

undangan

d. Bukti Pengusahaan tanah dan : terlampir Bangunan

e. Surat Pernyataan kesanggupan : terlampir Pengelolaan dan pemantauan

Lampiran 5. (lanjutan)

f. Surat Tanda Daftar Perusahaan : terlampir Dalam hal permohonan bukan

Perseroan

g. Surat Izin Usaha Perdagangan : terlampir

h. Nomor Pokok Wajib Pajak :

i. Surat Keterangan Domisili :

Demekianlah Permohonan kami.

Pemohon

66

Lampiran 6. Berita Acara Pemeriksaan UMOT

BERITA ACARA PEMERIKSAAN USAHA MIKRO OBAT TRADISIONAL (UMOT)

Pada hari ini …………. Tanggal ……….. 2013, Tim Perizinan Sarana Farmasi Makanan dan Minuman berdasarkan Surat Tugas Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara No ………. Tanggal………. 2013

Telah melakukan pemeriksaan terhadap

Nama Sarana : ………

Nama Penanggung Jawab : ………

Alamat Sarana : ……… No Telp : ……… Hasil Pemeriksaan : ………. Saran : ………. Jakarta, ………. Tim Pemeriksa 1. Drs. Kusnaidi, Apt ……….. 2. Ade Maesaroh ……….. 3. Karolina Dewi ……….. 4. Siti Munawaroh ………..

Lampiran 7. Formulir Permohonan izin pedagang eceran obat

FORMULIR PERMOHONAN PEDAGANG ECERAN OBAT

Nomor : Lampiran :

Hal : Permohonan Izin Pedagang Eceran Obat

Kepada

Yth. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara di

Jakarta

Bersama ini kami mengajukan permohonan Izin Pedagang Eceran Obat dengan data-data sebagai berikut :

1. Data Pemohon

1.1 N ama : ……….

1.2 Alamat : ……….

………. 2. Data Toko Obat

2.1 Nama : ………

2.2 Alamat : ………

……… Kel. ………Kec ……….

Tel. ……… Fax. ……… 3. Data Penanggumg Jawab Teknis

3.1 Nama : ………

3.2 Alamat : ………

………

3.3 Nomor SIK : ………

Bersama Permohonan ini kami lampirkan surat-surat yang diperlukan. Demikian atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

Hormat Kami

Materai Rp 6000 & stempel

68

Lampiran 8. Berita Acara Pemeriksaan Toko Obat

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA SUKU DINAS KESEHATAN

Gedung Walikota Administrasi Jakarta Utara Blok P Lt.7 Telp. 430-1124 psw 5023-5123-5223-5323

BERITA ACARA PEMERIKSAAN TOKO OBAT

I. Nama Toko Obat :………

II. Alamat :………

Kel……….. Kec……… Telp……… … Fax……….

III. Surat Tugas : Nomor……….Tanggal………..

IV. Sehubungan dengan : ……….….

V. Hasil Pemeriksaan :

1. Nama Pemilik :………...

2. Nama Asisten Apoteker Penanggung Jawab:……….…………

No. SIAA :………..……..

No.SIKAA :………...…………..

3.Peta Lokasi : Sesuai / Tidak Sesuai

4.Status Tempat Usaha : Milik Sendiri / Kontrak / Sewa / …………

5.Luas Bangunan : M2

6. Surat Izin Tempat ( SIT), Surat Kontrak / Sewa : Sesuai Asli / Tidak Sesuai Asli

7.S I U P : Sesuai Asli / Tidak Sesuai Asli

8.N P W P : Sesuai Asli / Tidak Sesuai Asli

9. Alamat Sesuai SIT&SIUP: Sesuai / Tidak Sesuai

10. Obat Yang Dijual :………. ……….……….. ………...

11. Keterangan Lain : ………..……….

……….. ……….………..

Lampiran 8. (lanjutan)

Jakarta, ………..

Toko Obat Yang Diperiksa TIM PEMERIKSA

1. Tanda tangan Pemilik TO : 1.Nama:………..

NIP :………

2. Nama :……….

NIP :……… ……… ….

2. Tanda Tangan A.A : 3. Nama :………..

NIP :……… ……… ….

4. Nama :………..

NIP :……….

5. Nama :……….. NIP :………..

70

Lampiran 9. Formulir permohonan sertifikat produksi pangan IRT

FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA

Nomor : Jakarta,………

Lampiran :

Hal : Permohonan SPP-IRT

Kepada

Yth Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara

di

Jakarta Utara Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini kami,

Nama : ……… ………. Alamat : ……….

……….. ……….. Bertindak untuk dan atas nama Perusahaan :

Nama Perusahaan : ………

Alamat Perusahaan : ……… ………

No. Telp. : ………

Mengajukan permohonan untuk mendapatkan SPP-IRT berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republuk Indonesia No. : HK.00.05.5.1640 tanggal 30 April 2003 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

Demikian permohonan kami atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Pemilik Materei Rp 6000,-

Lampiran 9. (lanjutan)

Nomor : Jakarta,………

Lampiran: Kepada

Hal : Yth .Kepala Suku Dinas Kesehatan

Jakarta Utara di Jakarta

1. Nama Jenis Pangan : ………

(Sesuai dengan Jenis Pangan IRT)

2. Nama Dagang : ………

3. Jenis Kemasan : ………

4. Berat Bersih/isi bersih : ………

5. Komposisi : ………

6. Proses Produksi : ………

7. Informasi Masa Simpan : ………

(Kadaluarsa)

8. Informasi tentang Kode Produksi : ………

9. Nama ,Alamat,kode pos : ………

Dan no telp IRTP ………

10. Nama Pemilik : ………

Pemilik Materai 6000

72

Lampiran 10. Formulir Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan IRT FORMULIR PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI

PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT)

Nama dan alamat fasilitas Kabupaten / yang diperiksa Kota

Propinsi Nomor P-IRT Pemilik Fasilitas Penanggungjawab : (Perusahaan atau

Perorangan) :

Jenis Pangan IRT : Tanggal (tgl/bl/th)

Tujuan Pemeriksaan: Nama Pengawas Pangan Pemberian SPP-IRT

Kab/ Pemeriksaan Rutin IRTP

Kota

Cara Penetapan Ketidaksesuaian Sarana Produksi Pangan IRT

1. Pemeriksaan sarana produksi pangan dilakukan berdasarkan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT).

2. Bubuhkan tanda centang (√) apabila jawaban ya pada kotak dalam kolom yang telah disediakan menurut kategori ketidaksesuaian, yaitu Minor (MI),Mayor (MA), Serius (SE), atau Kritis (KR) yang ditemukan dalam pemeriksaan.

NO ELEMEN YANG DIPERIKSA

KETIDAKSESUAIAN

A LOKASI DAN LINGKUNGAN MI MA SE KR

PRODUKSI

1 Lokasi dan lingkungan IRTP tidak terawat, kotor dan berdebu

B BANGUNAN DAN FASILITAS MI MA SE KR

2 Ruang produksi sempit, sukar dibersihkan, dan

digunakan untuk memproduksi produk selain Pangan

3 Lantai, dinding, dan langit-langit, tidak terawat,kotor, berdebu dan atau berlendir 4 Ventilasi, pintu, dan jendela tidak terawat,

Lampiran 10. (lanjutan)

C PERALATAN PRODUKSI MI MA SE KR

5 Permukaan yang kontak langsung dengan pangan berkarat dan kotor

6 Peralatan tidak dipelihara, dalam keadaan

kotor, dan tidak menjamin efektifnya sanitasi.

7 Alat ukur / timbangan untuk mengukur /menimbang berat bersih / isi bersih tidak

tersedia atau tidak teliti.

D SUPLAI AIR ATAU SARANA MI MA SE KR

PENYEDIAAN AIR

8 Air bersih tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan produksi

9 Air berasal dari suplai yang tidak bersih

E FASILITAS DAN KEGIATAN HIGIENE MI MA SE KR

DAN SANITASI

10 Sarana untuk pembersihan / pencucian bahan pangan, peralatan, perlengkapan dan bangunan

tidak tersedia dan tidak terawat dengan baik.

11 Tidak tersedia sarana cuci tangan lengkap dengan sabun dan alat pengering tangan. 12 Sarana toilet/jamban kotor tidak terawat dan

terbuka ke ruang produksi.

13 Tidak tersedia tempat pembuangan sampah tertutup.

F KESEHATAN DAN HIGIENE MI MA SE KR

KARYAWAN

14 Karyawan di bagian produksi pangan ada yang tidak merawat kebersihan badannya dan atau ada yang sakit

15 Karyawan di bagian produksi pangan tidak

mengenakan pakaian kerja dan / atau mengenakan perhiasan.

16 Karyawan tidak mencuci tangan dengan bersih sewaktu memulai mengolah pangan, sesudah menangani bahan mentah, atau bahan/ alat yang kotor, dan sesudah ke luar dari toilet/jamban.

17 Karyawan bekerja dengan perilaku yang

tidak baik (seperti makan dan minum) yang

dapat mengakibatkan pencemaran produk pangan.

18 Tidak ada Penanggung jawab higiene karyawan

74

Lampiran 10. (lanjutan)

G PEMELIHARAAN DAN PROGRAM MI MA SE KR

HIGIENE

DAN SANITASI

19 Bahan kimia pencuci tidak ditangani

dan digunakan sesuai prosedur,

disimpan di dalam wadah tanpa label

20 Program higiene dan sanitasi tidak dilakukan secara berkala

21 Hewan peliharaan terlihat berkeliaran di sekitar dan di dalam ruang produksi pangan 22 Sampah di lingkungan dan di ruang produksi

tidak segera dibuang.

H PENYIMPANAN MI MA SE KR

23 Bahan pangan, bahan pengemas disimpan

bersama-sama dengan produk akhir dalam

satu ruangan penyimpanan yang kotor, lembab dan gelap dan diletakkan di lantai atau

menempel ke dinding.

24 Peralatan yang bersih disimpan di tempat yang kotor.

I PENGENDALIAN PROSES MI MA SE KR

25 IRTP tidak memiliki catatan; menggunakan bahan baku yang sudah rusak, bahan

berbahaya, dan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai dengan Persyaratan penggunaannya.

26 IRTP tidak mempunyai atau tidak mengikuti bagan alir produksi pangan.

27 IRTP tidak menggunakan bahan kemasan khusus untuk pangan.

28 BTP tidak diberi penandaan dengan benar. 29 Alat ukur / timbangan untuk mengukur

/menimbang BTP tidak tersdia atau tidak

Lampiran 10. (lanjutan)

J PELABELAN PANGAN

30 Label pangan tidak mencantumkan nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih/isi bersih, nama dan alamat IRTP, masa kedaluwarsa, kode produksi dan nomor P-IRT

31 Label mencantumkan klaim kesehatan atau klaim gizi

K PENGAWASAN OLEH PENANGGUNG MI MA SE KR

JAWAB

32 IRTP tidak mempunyai penanggung jawab

yang memiliki Sertifikat Penyuluhan

Keamanan Pangan

(PKP)

33 IRTP tidak melakukan pengawasan internal

secara rutin, termasuk monitoring dan

tindakankoreksi

L PENARIKAN PRODUK MI MA SE KR

34 Pemilik IRTP tidak melakukan penarikan

produk pangan yang tidak aman

M PENCATATAN DAN DOKUMENTASI MI MA SE KR

35 IRTP tidak memiliki dokumen produksi

36 Dokumen produksi tidak mutakhir, tidak akurat, tidak tertelusur dan tidak disimpan selama 2 (dua) kali umur simpan produk pangan yang diproduksi

N PELATIHAN KARYAWAN MI MA SE KR

37 IRTP tidak memiliki program pelatihan keamanan pangan untuk karyawan

Jumlah Ketidaksesuaian KRITIS Jumlah Ketidaksesuaian SERIUS Jumlah Ketidaksesuaian MAYOR Jumlah Ketidaksesuaian MINOR

76

Lampiran 10. (lanjutan)

Tada Tangan Pengawas Pangan Kab/Kota Dan Tanggal

Tanda Tangan Pemilik/Penanggung Jawab IRTP Dan Tanggal

Jadwal Frekuensi Audit Internal

Level IRTP Frekuensi Audit Jumlah Penyimpangan (maksimal) Internal

Level I Setiap dua bulan Minor Mayor Serius Kritis Level II Setiap bulan

Level III Setiap dua minggu Level IV Setiap hari

Lampiran 11. Surat Izin Praktik Apoteker

Nomor : 319/1.777.13

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA SUKU DINAS KESEHATAN

SURAT IZIN PRAKTIK APOTEKER

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes /Per/V/2011 tentang Registrasi ,Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian ,yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara menberikan Izin Praktik Apoteker Kepada :

NAMA

Tempat/Tanggal Lahir :

Alamat :

Nomor STRA :

STRA berlaku sampai dengan :

Untuk berpraktik sebagai : Apoteker

Nama dan Alamat Praktik :

Nomor Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)

19860828/SIPA-31.02/2012/2014 Masa berlaku s/d ... Dengan Ketentuan Sebagai Berikut :

1 Penyelenggara pekerjaan /praktik kefarmasian di fasilitas pelayanan kefarmasian harus selalu mengikuti paradima pelayanan kefarmasian dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketentuan peraturan perundang –undangan.

2 Surat Izin ini batal demi hukum apabila bertentangan dengan angka 1 diatas

Dan pekerjaan kefarmasian dilakukan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam surat izin. Dikeluarkan di : Jakarta Pada Tanggal : ...

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Adiministrasi Jakarta Utara

dr.H.Kurnianto Amien.MM NIP: 196109271989101001 Tembusan :

1 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 2 Ketua Komite Farmasi Nasional

3 Organisasi Profesi. 4 Arsip

78

Lampiran 12. Surat Izin Kerja Apoteker

Nomor : 2450/-1.7771.3

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA SUKU DINAS KESEHATAN

SURAT IZIN KERJA APOTEKER Nomor :2.43.523/ 07. 2013

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes /Per/V/2011 tentang Registrasi ,Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian ,yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara menberikan Izin Praktik Apoteker Kepada :

NAMA

Tempat/Tanggal Lahir : ………

Alamat : ………

Nomor STRA : ………

STRA berlaku sampai dengan : ………

Untuk berpraktik sebagai : Apoteker

Alamat Sarana : ………

Masa berlaku SIK : ………

Dengan Ketentuan Sebagai Berikut :

1 Penyelenggara pekerjaan kefarmasian di fasilitas produksi /distribusi /penyaluran harus mematuhi ketentuan Cara Pembuatan Obat Yang Baik/Cara Distribusi Obat Yang Baik dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketentuan peraturan perundang –undangan.

2 Surat Izin ini batal demi hukum apabila bertentangan dengan angka 1 diatas

Dan pekerjaan kefarmasian dilakukan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam surat izin.

Dikeluarkan di : Jakarta Pada Tanggal : ...

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Adiministrasi Jakarta Utara

dr.H.Kurnianto Amien.MM NIP: 196109271989101001 Tembusan :

1 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 2 Ketua Komite Farmasi Nasional

Lampiran 13. Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian

Nomor : 564/-1.777.13

PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA SUKU DINAS KESEHATAN

SURAT IZIN KERJA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes /Per/V/2011 tentang Registrasi ,Izin Praktik dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian ,yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara menberikan Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian Kepada :

NAMA

Tempat/Tanggal Lahir :

Alamat :

Nomor STRTTK :

STRTTK Berlaku sampai dengan :

Untuk Kerja Sebagai : Asisten Apoteker

Pada Sarana Kesehatan

Nama Sarana Ke 1 :

Alamat :

Nomor Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian(SIKTTK)

19530403/SIKTTK-31.02/2012/2009 Masa Berlaku s/d ...

Dengan Ketentuan Sebagai Berikut :

1. Penyelenggara pekerjaan kefarmasian fasilitas produksi/distribusi/pelayanan kefarmasian harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

serta ketentuan peraturan perundang - undangan

2. Surat Izin ini batal demi hukum apabila bertentangan dengan angka 1 diatas

Dan pekerjaan kefarmasian dilakukan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam surat izin. Dikeluarkan di : Jakarta Pada Tanggal : ...

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Adiministrasi Jakarta Utara

dr.H.Kurnianto Amien.MM NIP: 196109271989101001 Tembusan :

1 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta 2 Organisasi Profesi

UNIVERSITAS INDONESIA

TUGAS KHUSUS PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI SUKU DINAS KESEHATAN KOTA ADMINISTRASI

JAKARTA UTARA, JL. YOS SUDARSO NO. 27-29 PERIODE 1 JULI- 11 JULI 2014

SERTIFIKASI PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Apoteker

LUTFIANA, S.Far. 1306502560

ANGKATAN LXXIX

FAKULTAS FARMASI PROGRAM PROFESI APOTEKER

DEPOK JANUARI 2015

Halaman

HALAMAN JUDUL ………... i

DAFTAR ISI ……… …... sii

DAFTAR LAMPIRAN ……… iii

BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1

1.1 Latar Belakang ……….... 1 1.2 Tujuan ……….. 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ……… 3

2.1 Pangan ………. 3 2.2 Keamanan Pangan ……….. 4 2.3 Bahan Tambahan Pangan ……….. 5 2.4 Industri Pangan Rumah Tangga ………. 11 2.5 Sertifikasi Industri Pangan Rumah Tangga ……… 13

BAB III. METODOLOGI PENULISAN ……… 19

3.1 Waktu dan Tempat Penulisan ……… 19 3.2 Metode Penulisan ……….. 19

BAB IV. PEMBAHASAN ……….. 20 BAB V. PENUTUP ………. 23

5.1 Kesimpulan ……….... 23 5.2 Saran ………. 23

DAFTAR PUSTAKA ………. 25 LAMPIRAN ………... 27

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Formulir Permohonan Sertifikat Produksi Pangan IRT …… 27 Lamipran 2. Persyaratan Izin Industri Rumah Tangga Pangan ……….… 29 Lampiran 3. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan ………... 30 Lampiran 4. Formulir Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan IRT ………. 31 Lampiran 5. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga ………... 36 Lampiran 6. Kode Kemasan Primer Pangan IRT ……….... 37 Lampiran 7. Kode Jenis Pangan yang Diizinkan untuk Memperoleh SPP-IRT 38

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 65-152)

Dokumen terkait