• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

5.3 Saran

Berdasarkan hasil peneitian sebagaimana diuraikan di atas, peneliti ingin menyampaikan saran sebagai berikut:

Guru hendaknya lebih meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Indonesia, sehingga dapat memperkaya kosa kata bahasa Indonesia siswa kelas IV. Guru hendaknya dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia

menghilangkan penggunaan bahasa Jawa. Dalam pembelajaran guru hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan kontekstual sehingga siswa mudah memahaminya.

Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian yang lain. Penelitian ini membahas interferensi leksikal bahasa Jawa dalam tuturan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari segi kategori katanya, mengenai fonologi, sintaksis, dan morfologi belum dibahasa dlama penelitian ini, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan penelitian selanjutnya. Selain itu penelitian ini lebih menyoroti bahasa Jawa sebagai bahasa kedua, maka terbuka kemungkinan bagi peneliti lain untuk meneliti dalam bahasa daerah lainnya.

Bagi sekolah, hendaknya membuat kebijakan menghilangkan penggunaan bahasa daerah untuk kelas I sampai kelas III dalam pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia. Keadaan ini lambat laun akan membiasakan anak untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Adisumarto, Mukidi. 1985. Pengantar Ilmu Bahasa Umum. Bandung: Angkasa. Alwasilah, A. Chaedar. 1993. Pengantar Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa. __________________ 1985. Sosiologi Bahasa. Bandung:Angkasa

Arinkunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, Abdul dan Agustina. 1995. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta

Depdikbud. 1981. Interferensi Gramatikal Bahasa Bali dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Murid Sekolah Dasar di Bali. Jakarta: Depdikbud.

Handayani, Yutina Sugeng. 2003. Interferensi Morfologis Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia Tuturan Lisan (Studi kasus: Guru SDN Gatak Delanggu). Skripsi PBSID. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Kridalaksana, Harimurti. 1974. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende: Nusa

Indah.

____________________ 1992. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

____________________ 1994. Kelas Kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Lusia Rina Arsanti. 2005. Interferensi Morfologis Bahasa Jawa dalam Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas I Dan II SD Kanisius Trengguno Ponjong Gunug Kidul Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi PBSID. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Moeliono, Anton, M. Dkk. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa. Jakarta: Gramedia. Nababan, P.W.J. 1991. Sosiolinguistik Suatu Pengatar. Jakarta: Gramedia ______________1986. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa

Pramudya, Mahar. 2006. Skripsi: “Interferensi Gramatikal Bahasa Melayu Bangka dalam Pemakaian Bahasa Indonesia: dengan Data Rubrik “MAK PER dan AKEK BUNENG” dalam Surat Kabar Bangka Pos”. Semarang:Universitas Diponegoro.

Pranowo. 1996. Analisis Pengajaran Bahasa. Yogyakarta:Gajah Mada University press

Ridjin, Ketut. 1981. Interferensi Gramatikal Bahasa Bali Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Murid SD di Bali. Jakarta: Depdikbud.

Soempomo. 1977/1978. Interferensi Gramatikal Bahasa Jawa dalam Pemakaian Bahasa Indonesia: Studi Kasus Pada Murid Kelas VI SD Inpres Banyurojo, Mertoyudan, Magelang. Yogjakarta:USD

Soewandi, AM. Slamet. 1995. Kedwibahasaan (Pengertiaan, Implikasi, dan

Kenyataan Empiris dalam penelitian Bahasa).Yogyakarta: USD Sudaryanto. 1991. Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa. Yogjakarta: Duta Wacana

University Press.

Sunah Hartati. 2004. Interferensi Leksikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia Pada Karangan Narasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar (Studi Kasus Pada SDN Mranggen I dan SDN Kradenan II, Srumbung, Magelang). Skripsi PBSID. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suwito. 1983. Sosiolinguistik. Teori dan problema. Surakarta: Hanary Offset Weinreich, Uriel.1968. Languages In Contact: Findings And Problems. New

york: The Hague,Mouton.

Wijayanto, Apri. 2004. Interferensi Sintaksis Bahasa Jawa dalam Pemakaina Bahasa Indonesia Pada Karangan Dskripsi Siswa Kelas VI SD Negeri 04 Kawungaten, Cilacap, Jawa Tengah Tahun Ajaran 2003/2004. Skripsi PBSID. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Catatan Penelitian Hari Senin Tanggal 3 Januari 2011

“Baik, Selamat siang” “Siang”

“Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kita Bahasa Indonesia. Kemarin anak-anak sudah membuat pantun ya? Sekarang kita mengingat kembali yo? Pelajaran kita dulu tentang pengumuman yo? Menyampaikan pengumuman,sekarang hal-hal yang perlu diperhatikan apa? Masih ingat apa tidak? Yang pertama apa?” “Waktu pembuatan pengumuman. Ni anak-anak akan Bapak bagikan sebuah pengumuman satu meja satu. Diperhatikan pengumuman itu! Dalam membuat pengumuman hal-hal yang perlu diperhatikan

1. yang pertama waktu pembuatan pengumuman jadi waktunya kapan. Kalau dilihat disitu itu waktunya tanggal berapa? Itu ’12 April 2011’ “

2. tempat pembuatan pengumuman. Kamu dian, jadi tempatnya dimana, itu dibuat dimana? Surakarta

3. Kemudian yang ke 3, maksud/isi pengumuman. Jadi isinya tentang apa disitu? Itu yang pengumuman itu, isinya seluruh siswa kelas 4-6 SD Negeri 1 Megasari bahwa gerak jalan sehat akan dilaksanakan besok pada hari senin taggal 12 April 2011 pukul 7.00 WIB. Seluruh peserta diharapkan berkumpul di halaman sekolah dengan pakaian OR. Demikian pengumuman ini kami buat atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasi. Nah ini kira-kira isinya tentang apa? Opo? Hari senin, tgl 12/4 2011, pukul 07.00 WIB

4. Sumber pengumuman, ora sumber bakalan, sumber pengumuman itu sumber dari mana? Sumber asale soko ngendi? Yo Surakarta kan template la kui soko sopo sing gawe pengumuman kui sopo to? “ketua panitia” ketua panitia opo? Ireng pambudi kui kan jenenge, iyo to? Ketua panitia

opo? Kegiatane opo to kui? Kegiatane opo? Gerak jla sehat, berarti sumber pengumuman dari? Panitia gerak jalan sehat.

Mudeng? Mudeng po belum? Udah apa belum? Sudah? Sudah ditulis? Nah sekarang coba perhatikan itu? Pengumuman yang telah anak-anak terima udah ya? Satu meja satu untuk 2 anak sudah? Nah perhatikan! Perhatikan pengumuman ini ya. Dibaca dulu coba. Ya coba dibaca bersama-sama.

Sudah dibaca ya? Nah sekarang anak-anak lihat tugas dibawahnya tugas mandiri na itu ada 5 pertanyaan ya? Silahkan anak-anak coba dijawab dulu yo? Yang pertama ada... di isi di buku tulisnya, siapa yang membuat pengumuman, kapan, ditujukan kepada siapa? Jadi dijawab ya siapa yang membuat pengumuman? Sopo sing gawe pengumuman kui? Kapan pengumuman di atas dibuat? Kapan? Sing gawe kapan pengumuman kui?

“Wes Gus?” jawabannya sesuai itu ya? Yang sudah ada di situ jawabannya dengan membuat sendiri jawabannya. Yang sudah ada disitu dicari. Jawaban disitu sudah ada di pegumuman itu.

“Bayu sudah sampai nomor berapa itu? Sudah?” “Sudah belum?”

“Siapa yang belum?”

“Diselesaikan dulu. Cepet selesaikan” “Ayo jangan rame”

“Sudah belum?” “Sudah?”

“Siapa yang belum?” Kurang berapa?” “Sudah ya... kita bahas bersama-sama” “Ok no 1,. Rudy dibaca Rud..”

Siapa ya membuat pengumuman, sopo? Sopo? Ini jawabannya bisa ketua panitia gerak jalan sehat bisa Ireng Pambdui, ada yang salah? Yo No 2. Coba Rini yang keras kapan pengumuman di atas dibuat kapan? Tanggal berapa? Tanggal 4 april 2011. Agus bener po salah? Salah kok, la ini keliatan di sini to? Tadi Pak Guru sudah menjelaskan ini di sini tulisannya ada di pojok bawah itu lo.

No 3, Bayu, yang keras yo.. Pengumuman di atas ditujukan kepada siapa? Ya, kelas 4-6mana? SD Negeri Megasari dikompliti smpai itu. No 4, Wardani! Apa isi pengumuman di atas, isinya apa? Akan dilaksanakan gerak jalan sehat. No 5 Sri Wahyu., sek-sek yang lain perhatikan, baca yang keras! Na.. kapan? Dalam menjawab harus komplit. Senin kapan? 12 April 2011, waktunya kapan? Jam pitu... jadi tepat dan jelas.

Sudah jelas belum anak-anak? Ini bapak akan member contoh coba kalian kerjakan seperti conbtoh di atas. (memberi soal kepada anak-anak) kerjakan di selembar kertas ya? Nanti dikumpulkan. Mengerti tidak? Jelas ora? “jelas pak” (sambil mengamati anak-anak mengerjakan soal)

Wes rampung dereng? Sudah belum? Agus? Ra gojek wae. Rita sudah selesai belum? Kalau sudah bawa kedepan. (menunggu anak-anak menyelesaikan dan mengumpulkan pekerjaan)

Sudah ya semua? Na untuk pelajaran bahasa Indonesia tentang surat pengumuman sudah jelas belum? Ayo wes jelas durung? Kalu sudah sampai disini dulu pelajaran kali ini. Selamat siang.

Catatan Penelitian Rabu 5 Januari 2011

Sebelum melanjutkan materi kita Bapak akan nanya dulu, anak-anak ada yang suka membaca cerita?

“Ada Pak”

Sopo? “semuanya” jadi yang dibaca cerita opo? Pengen opo? Tentang opo? Agus suka cerita membaca cerita opo? Biasanya Agus membaca cerita dimana? Pernahkah anak-anak membaca cerita di perpustakaan itu? Anak-anak sering kali menjumpai cerita yang belum lengkap. Ada sebuah cerita tapi belum lengkap jadi isinya tentang apa belum lengkap. Pagi hari ini kita akan membahas tentang melengkapi cerita yang belum lengkap. Na melengkapi cerita rumpang. Bapak akan bertanya rumpang kui opo to? Sapa tau? Rumpang kui opo? Wahyuni tau? Antok tau? Rumpang kui opo? Rumpang itu hilang apane sing hilang nenggon cerita? Cerita rumpang adalah cerita yang belum selesai permasalahannya atau belum lengkap pembahasannya. Yang dimasksud cerita rumpang. Jadi dalam suatu cerita itu terkadang kita menjumpai ada yang belum lengkap, ada bagian yang hilang mungkin di awal, tengah, ataupun akhir. Itu namanya adalah cerita rumpang. Ayo di catat dulu. Sampun...sampun?

Na ini ya dalam cerita rumpang itu kan, kalau misalnya dalam suatu cerita terus tidak lengkap di awalnya tidak ada, di tengahnya tidak ada/ di akhirnya tidak ada/ hilang itu kira-kira ceritanya jelas apa tidak? “tidak” pasti membutuhkan kejelasan. Ceritane tentang opo to kok ora eneng bagian-bagianne., ada yang hilang, kok mencar-mencar, mlencar mrene mlencar mrono. Na jadi apabila ada cerita yang rumpang ini kalau kemudian anak-anak melengkapi ada beberapa langkah jadi kalau misalnya ada cerita rumpang dan anak-anak suruh melengkapi ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yang pertama.

Membaca keseluruhan cerita, dan memahami alur cerita dari awal sampai akhir jadi dibaca seluruh ceritanya dan dipahami. Alurnya bagaimana. Alur apa? Alur cerita di ingat-ingat kembali. Alurnya bagaimana. apa? alur cerita hayo ini sudah

ditulis belum, dibawahnya alur adalah jalannya cerita dari awal sampai akhir. Jadi dalam cerita itu ada alurnya. Bagaimana ceritanya awal sampai akhir.

Melengkapi cerita dengan mungkin cerita yang cocok sehingga mudah di pahami kemudian dilengkapi ceritanya dimana yang rumpang. Di lengkapi dengan pilihan kata yang tepat yang nyambung yang sesuai dengan ceritanya sehingga alur ceritanya runtut. Runtut ngerti ra? Runtut kui urut ya? Sehingga ceritanya runtut dan mudah dipahami. Sekarang misalnya Bapak mencari contoh satu kalimat yang rumpang ini sebuah contoh cerita yang pendek dan lengkap ya? (Contoh di ppn) apa anak-anak bisa melengkapi ini? Coba kita lengkapi bersama-sama. Wardani dan Yuni adalah...sekelas kira-kira apa kata yang tepat untuk melengkapi titik-titik di atas? Opo? “teman”

Kalau misalnya diganti musuh bisa atau tidak? Bisa saja tapi artinya nanti sudah berbeda. Jadi kita harus perhatikan ceritanya itu tentang apa to? Jadi anak2 coba pikirkan kata-kata yang tepat untuk melengkapi, jadi setelah dilengkapi ceritanya jadi jelas ya po tidak?

Sapa yang belum jelas dalam cerita rumpang itu yang perlu diperhatikan alur ceritanya bagaimana. Setelah alurnya mudah dipahami kemudian memilih kata-kata yang tepat dan mudah dipahami.

Na sekarang anak-anak tulis di buku tulisnya yo? Bapak akan membacakan cerita anak-anak catat dan melengkapi cerita rumpang sudah siap? Bapak dektekan judulnya pergi berlibur. Judul di tulis di tengah ya? Pergi berlibur pada liburan panjang tahun lalu, (sudah) mana di ajak oleh kedua orang tuanya ke...(nanti tugas mencari) mereka naik...(kira-kira apa kata yang tepat) di terminal. Sampun? Mereka melewati perjalanan dengan penuh kebahagiaan karena selama di...mereka menikmati...panorama alam desa.

Setibanya di..., nina di ajak temannya ani untuk...pmandangan di desa. Bahkan mereka mandi di...yang airnya...nina senang sekali, ia ingin selamanya...ke kota. Na itu ada sebuah teks rumpang. Tugas anak melengkapi teks rumpang

tersebut. Memilih kata-kata yang tepat dan melengkapi di titik itu dengan kata yang tepat sehingga ceritanya bisa runtut dan jelas. Ayao kerjakan! sudah?

Coba maju bacakan di depan. (menyuruh muridnya).

Ayo coba yang lainnya sebelum kita bahasa bersama-sama. Tio, agus maju! Ayo satu lagi, Wardani maju. Oke terima kasih. Na anak-anak setelah membaca cerita ini apa yang dipahami. Ceritane tentang opo? Tentang apa? dibuku anak-anak itu? Di buku tulise. Liburan, pergi berlibur. Ini ceritane tentang pergi berlibur kemana? Ke de yo? Liburan ke desa. Biasanya lo di desa itu suasanya bagaimana, anak-anak pasti tau. Bapak yakin anak-anak punya gambaran piye to nang ndeso kui sepi trus bagaimana,pemandangannya bagaimana yo kita bahasa bersama-sama.

Pergi berlibur.

Pada tahun lalu nina di ajak pergi berlibur ke desa. Mereka naik bus di terminal (jadi harus tepat pilihan katanya misalnya naik becak di terminal ya tidak cocok kalau perjalanan panjang biasanya naik bus) mereka melewati perjalanan dengan penuh kebahagiaan karena selama di perjalanan mereka menikmati (panorama ki opo) keindahan panorama alam desa.

Setibanya di desa, nina di ajak temannya ani untuk melihat pemandangan di desa. Bahkan mereka mandi sungai, (kali bahasane opo)yang airnya jernih (bening tidak butek). nina senang sekali, ia ingin selamanya (titik opo) (nek wis krasan opo) tinggal di desa. Namun , karena keterbatasan waktu libur , ia harus (kembali po pulang) kembali ke kota.

Na itu contoh dari cerita rumpang. Sekarang anak-anak sudah jelas belum mengenai cerita rumpang itu? Ayo sopo sing during jelas? Sapa yang belum jelas? Kalau sudah jelas maka bapak akhiri pelajaran bahasa Indonesia kali ini. Besok kita sambung lagi. Selamat siang.

Catatan Penelitian Tanggal 17 Janauari 2011

“Ya selamat siang anak-anak?” “siang pak”

Siang hari ini kita akan melanjudkan pelajaran wingi sudah belajar tentang apa? Denah yo?

Denah merupakan letak suatu tempat. Anak-anak sudah menggabar ya di buku gambar sudah. Sekarang kita akan melanjudkan materi kita tentang menulis surat, menulis surat! Anak-anak bapak yakin semua tahu tentang surat itu apa. Surat kui opo? Contone, anak-anak pernah membuat surat apa belum? Surat opo? He... “surat izin”

“opo?” “surat izin”

Itu merupakan surat untuk mengkomunikasikan memberi keterangan bahwa anak-anak tidak masuk sekolah itu contohnya. Sekarang menurut jenisnya surat itu ada dua.

Yang pertama surat dinas, surat dinas kui opo? Coba dibuka buku fokusnya halaman 44. Nah disitu ada contoh surat. Sebelum masuk kesitu anak-anak perlu tahu dulusurat tadi adalah alat opo? Komunikasi yang masih digunakan sekarang ini. Na... kemudian jenis surat itu ada dua yang pertama surat dinas. Opo kui surat dinas? Dilanjudkan yo? Udah?

Na sekarang di bawahnya surat dinas ini, bawahnya surat dinas yo ditulis ayo Rudi. Surat dinas adalah surat yang ditulis berkaitan dengan kepentingan kedinasan, kelembagaan. Pada umumnya surat kedinasan bersifat resmi dan dibubuhi stempel. Dibubuhi ki opo to? Tau stempel tidak anak-anak? Ngerti

surat dinas itu bersifat opo? Dibaca surat dinas itu. Kemudian yang kedua jenis surat.

Surat pribadi sampun? Surat pribadi pengertiannya ditulis. Surat pribadi adalah satu bentuk menyurat yang ditulis seseorang sebagai pribadi dan tidak berkaitan dengan kedinasan, sampun? Pada umumnya surat pribadi bersifat tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi. Biar anak-anak bisa membedakan surat pribadi atau dinas bapak akan mengambilkan dulu.

Na ini ya, yang pertama tadi surat dinas. Na ini bapak membawa contoh surat dinas, surat dinas ini dari panitia lomba penulisan cerita ini formatnya. Coba anak-anak lihat di buku Fokus. Di buku Fokus yang menulis surat untuk teman sebaya. Menulis surat untuk teman sebaya pada tema sebelumnya. Anak-anak sudah menulis surat kepada teman sekarang kita tulis surat dari kamu kepada teman kamu disebut surat pribadi. Sudah mengerti apa yang bapak jelaskan ya anak-anak Berhubung waktu pelajaran sudah berakhir buat PR ya anak-anak-anak-anak , Selamat Siang.

Catatan Lapangan tanggal 19 Januari 2011

Selamat siang anak-anak? bagaimana PR nulis surat kemarin sudah kan? Ya kita bahas sama-sama ya. Ini bapak bawakan contoh surat resmi dan surat pribadi. Na itu perbedaan anttara surat dinas dan pribadi. Itu ciri yang pertama tadi surat pribadi tidak ada kepala surat yo? Kalau surat dinas ada. Kemudian bahasa yang digunakan bahasa sehari-hari itu ciri surat pribadi, kalu yang dinas ini bahasa resmi. “ada dengan hormat melajuti K3S kecamatan Selo dan dalam rangka menyambut bulan bahasa tahun 2010 kami bermaksud menyelenggarakan lomba penulisan sinopsis cerita bagi siswa SD tingkat kecamatan Selo dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut. Ada tanggal, waktu, tempat, ketentuan-ketentuan teknisnya disini ada” ya jadi bahasa yang digunakan resmi yo? Bukan bahasa sehari-hari. Ini bahasanya bahasa indonesia bukan bahasa jawa, bahasa daerah. Kemudian selanjudnya surat pribadi tidak ada lampiran dan perihal. Kalau surat dinas ada lampiran, hal (lomba penulisan sinopsis) misalnya ini contoh surat dinas. Ada yang mau ditanyakan? Kalau surat dinas itu bahasa resmi atau kalau tidak resmi? Surat pribadi bahasanya piye? Nganggo bahasa resmi atau tidak resmi? Tidak resmi dan menggunakan bahasa sehari-hari. Na sekarang ciri-ciri surat pribadi yang petama apa?

1. Tidak memakai kepala surat. Anak-anak bisa melihat kepala surat itu seperti apa? Kepala surat seperti ini (menunjuk contoh) yang di atas disebut kepala surat yo. Dibuku anak-anak itu ada kepala surat tidak? Tulisan seperti ini sudah ada apa belum wardani? Tidak ya?

2. Bahasa yang digunakan merupakan bahass sehari-hari yang biasa anak gunakan untuk berkomunikasi yo, ge jagongan pendak ndino karo kancane. Itu namanya bahasa sehari-hari. Nek koe biasane nganggo boso opo? Boso jowo itu bahasa sehari-hari.

3. Kenudian tidak bernomer surat, kalau ini ada nomer suratnya anak-anak, kelihatan tidak? (menunjuk contoh yang di tangan) yang belakang kelihatan tidak? Na ini ada nomernya ya? Ada nomernya.

Kemudian kalau disini surat dinas menggunakan kepala surat, di surat pribadi ada atau tidak? Eneng po ora? Nek surat pribadi ki eneng kepala surate koyo ngene po ra? he? Tidak ya? Na sekarang kita baca. Wardani membacakan surat ini yang ada di buku ini, ya sampai itu. Ayo yang lain perhatikan! Sek banter!

Yang lain perhatikan! Gatekke! Sudah itu adalah contoh dari surat pribadi. Ayo perhatikan! Na dalam menulis surat itu yang perlu diperhatikan apa? Ada yang tahu? Yang pertama anak-anak bisa tulis di bukunya. Hal-hal yang diperhatikan (ditulis) dalam membuat surat pribadi. Sudah? Sampun? Yang pertama,

1. Etika dan sopan santun berkirim surat. Etika kui opo? Etika dan sopan santun. Etika na kui nama orang? Ngerti etika dan sopan santun ra cah? Sopan santun ki yo opo? Ada yang tahu? Pada orang lain harus sopan santun. Sopan santun itu melakukan sesuatu yang tidak melanggar, pada orang lain menghormati, sopan santun dalam berkata-kata tidak boleh berkata-kata kotor iku jenenge santun.

2. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi, contone anak-anak kalo disini kan satu daerah mungkin anak-anak menggunakan bahasa jawa untuk mengirim. Kalau anak punya teman dari Kalimantan kemudian anak-anak menulis surat dengan bahasa Jawa kira-kira bagaimana? Kiro-kiro mudeng pora koncomu sing nang kalimantan? Mudeng po ra? “tidak” kalau begitu anak-anak harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Seumpomo koe duwe konco nang kalmantan koe ngirim nganggo boso jowo trus koe dibalesi nganggo boso Dayak pie? Anak-anak pasti tidak yah, tidak bisa jadi harus memperhatikan bahasa yang digunakan. Kalau misalnya kita punya teman yang ada di kalimantan kita memakai boso opo? “bahasa Indonesia” ia bahasa Indonesia supaya mereka juga tahu. Kemudian selanjudnya,

3. Format surat pribadi. Na format surat pribadi, anak-anak sudah membaca na... paling atas itu ono opo? Opo yang pertama paling atas sendiri? Ada Kula Lumpur 20 Februari itu nama apa? Kuala Lumpur kui jenenge opo? Tempat dan tanggal. Yang pertama tempat dan tanggal penulisan surat. Yang kedua “buat temanku Nindia di Jakarta” kui opo kui? Opo he? Tujuan atau alamat. Setelah alamat pengirim surat selanjudnya “salam sejahtera” kui opo? Salam pembuka atau kalimat pembuka, kemudia setelah itu “halo Nin apa kabar semoga baik-baik saja...” itu menceritakan tentang bagaimana keadaannya tentang sopo? Si Dina. Kui opo jenenge?

Dokumen terkait