BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.3. Saran
1. Penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi mekanisme corporate governance
lain untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap nilai perusahaan, seperti sistem insentif untuk manajemen, dewan komisaris, budaya korporasi, pertemuan RUPS dan lain sebagainya.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian sejenis, hendaknya menambah jumlah sampel yang digunakan dan memperpanjang periode pengamatan agar data lebih akurat dalam menghasilkan kesimpulan. 3. Memperbanyak variabel independen maupun indikator-indikator yang lain yang
berhubungan dengan penelitian, seperti faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba dari sisi variabel makro, agar penelitian semakin berkembang dan menghasilkan sebuah teori baru.
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Sejak pertumbuhan nilai perusahaan sangat penting untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham dan untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan, penting untuk mengeksplorasi semua faktor memungkinkan yang berdampak pada nilai perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, maka semakin tinggi pula kemakmuran pemegang saham. Oleh karena itu, nilai perusahaan yang tinggi akan menjadi keinginan para pemilik modal (pemegang saham). Untuk memaksimalkannya mengharuskan adanya optimalisasi biaya modal perusahaan melalui kebijakan keuangan yang tepat. Dengan banyaknya rival pada masa sekarang ini, perusahaan dituntut untuk dapat memiliki manajemen yang baik untuk menarik minat investor. Tuntutan tersebut harus dipenuhi untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dalam dunia usaha.
Salah satu hal yang sangat mempengaruhi nilai perusahaan adalah corporate governance. Corporate governance didefinisikan sebagai sistem dimana bisnis perusahaan diarahkan dan dikendalikan (Kajola, 2008). Mempertahankan mekanisme corporate governance yang baik sangat penting karena ia membantu menguatkan image perusahaan, di samping meningkatkan budaya yang sehat kepada tanggung jawab perusahaan (Baek, JK & JS, 2004; Carter, Simkins, & Simsons, 2002; Chtourou S.Marrakchi, 2001). Corporate governance juga
bertujuan mengatur dan mengendalikan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua yang berkepentingan dalam perusahaan (stakeholder) (Beasley, 1996; Chtourou S. Marrakchi, 2001).
Corporate governance pada dasarnya menyangkut masalah pengendalian perilaku para eksekutif puncak perusahaan untuk melindungi kepentingan pemilik perusahaan (pemegang saham). Masalah ini muncul karena adanya pemisahan antara kepemilikan dan pengelola perusahaan. Pemilik sebagai pemasok modal perusahaan mendelegasikan kewenanangan atas pengelolaan perusahaan kepada professional managers. Akibatnya, kewenangan untuk menggunakan sumber daya perusahaan sepenuhnya ada di tangan para eksekutif. Setiap keputusan yang diambil seharusnya didasarkan pada kepentingan pemegang saham dan sumber daya yang ada digunakan semata-mata untuk kepentingan pertumbuhan (nilai) perusahaan. Meskipun demikian, yang sering terjadi adalah bahwa keputusan yang diambil oleh manajemen tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan tapi juga untuk kepentingan para eksekutif. Bahkan dalam banyak kasus, keputusan dan tindakan yang diambil seringkali hanya menguntungkan eksekutif dan merugikan perusahaan. Lemahnya corporate governance ini ditandai dengan tidak transparannya pihak pengelola perusahaan terutama dalam penggunaan dana dan ketimpangan kepentingan antara pemegang saham dan pihak manajemen (Iswati, 2007). Kondisi ini akan sangat berakibat fatal jika berlangsung terus-menerus seperti terjadinya kebangkrutan pada sebuah perusahaan seperti yang pernah terjadi pada perusahaan Enron, Tyco, Worldcom dan Global Crossing
dimana karena skandal keuangan berskala besar tersebut menyebabkan dikenalnya istilah corporate governance bagi dunia usaha.
Isu mengenai corporate governance mulai mengemuka, khususnya di Indonesia pada tahun 1998 ketika Indonesia mengalami krisis berkepanjangan. Sebagaimana dikemukakan oleh (Baird, 2000), salah satu dari penyebab timbulnya krisis ekonomi di Indonesia adalah pelaksanaan corporate governance yang tidak baik. Iskander dan Chamlou (2000) juga menyampaikan bahwa krisis ekonomi yang terjadi di kawasan Asia Tenggara dan negara lain terjadi bukan hanya akibat faktor ekonomi makro namun juga karena lemahnya corporate governance yang ada di negara-negara tersebut, seperti lemahnya hukum, standar akuntansi dan pemeriksaan keuangan (auditing) yang belum mapan, pasar modal yang masih under-regulated, lemahnya pengawasan komisaris, dan terabaikannya hak minoritas. Hal ini berarti bahwa good corporate governance tidak saja berakibat positif bagi pemegang saham, namun juga bagi masyarakat yang lebih luas yang berupa pertumbuhan ekonomi nasional. Nervel dan Wilson (2002) yang dikutip oleh Tjager et al., (2003) menyatakan bahwa secara teori praktek good corporate governance dapat meningkatkan kinerja keuangan, mengurangi risiko yang merugikan dan dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Selain corporate governance, faktor keuangan merupakan kunci utama yang akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Faktor keuangan berbicara tentang bagaimana perusahaan mencari dana, mendapatkan dan mengalokasikan dana tersebut agar efisien dalam penggunaannya. Terdapat tiga fungsi manajemen keuangan, yang terdiri dari tiga keputusan atau kebijakan utama yang harus
dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan dividen. Dikatakan bahwa kombinasi ketiganya akan memaksimumkan nilai perusahaan (Sutrisno, 2000 : 7).
Di dalam menetapkan keputusan pendanaan, yang sering juga disebut sebagai kebijakan struktur modal, manajer dituntut untuk dapat mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya, yaitu apakah menggunakan sumber dana intern (internal financing) atau sumber dana ekstern (external financing), yaitu utang. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam aktivitas pendanaan adalah kebijakan leverage, yaitu menentukan sampai sejauh mana utang digunakan dalam struktur modal perusahaan.
Struktur hutang atau financial leverage perusahaan memberikan gambaran pada investor bahwa suatu perusahaan dapat menghasilkan laba operasi yang tinggi dengan adanya beban tetap yang ditanggung perusahaan setiap bulannya sehingga memberikan tambahan keuntungan bagi para pemegang saham. Bukan hanya keuntungan, risiko yang dihadapi investor juga dapat digambarkan melalui struktur financial leverage. Investor pada umumnya menyukai rasio leverage yang lebih besar guna memperoleh keuntungan dari leverage keuangan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat pengaruh kebijakan utang dan nilai perusahaan. Modigliani dan Miller (MM) mengembangkan teori trade off dari struktur modal. Mereka menunjukkan bahwa utang bermanfaat karena bunga dapat dikurangkan dalam menghitung pajak, tetapi utang juga menimbulkan biaya
yang berhubungan dengan kebangkrutan yang aktual dan potensial. Menurut teori MM, struktur modal yang optimal berada pada keseimbangan antara manfaat pajak dari utang dan biaya yang berkaitan dengan kebangkrutan. Dari temuan ini dapat dikatakan bahwa kebijakan untuk meningkatkan utang memang akan meningkatkan nilai perusahaan, namun akan menurun pada titik tertentu akibat adanya biaya keagenan dan kemungkinan kebangkrutan.
Jika perusahaan terlalu berlebihan terhadap pemakaian leverage di mata pasar, misalnya dengan menerbitkan sekuritas utang yang berlebihan maka harga saham perusahaan akan segera melakukan penyesuaian ke bawah. Pasar modal sepenuhnya memahami pedang bermata dua dari penggunaan leverage. Segalanya baik ketika pendapatan naik, namun akan menjadi buruk ketika pendapatan turun. Dan penggunaan leverage memperbesar fluktuasi awal pendapatan.
Corporate governance dan financial leverage perusahaan adalah faktor penting yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji dampak dari corporate governance dan financial leverage terhadap nilai perusahaan. Hasilnya dapat digeneralisasikan untuk perusahaan manufaktur. Variabel-variabel yang diproksikan dipilih dari penelitian empiris sebelumnya. Himpunan variabel proksi meliputi enam faktor : Ukuran dewan direksi, proporsi komite audit, financial leverage, dan nilai perusahaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap masalah tersebut dengan mengambil judul
“Pengaruh Corporate Governance dan Financial Leverage Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
1.2 Perumusan Masalah
Permasalahan yang dikemukakan pada penelitian ini adalah:
1. Apakah ukuran dewan direksi berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan?
2. Apakah proporsi komite audit berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan?
3. Apakah financial leverage berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan?
4. Apakah ukuran dewan direksi, proporsi komite audit, dan financial leverage berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris :
1. Ukuran dewan direksi berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan
2. Proporsi komite audit berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan
3. Ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan
4. Financial leverage berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan
5. Ukuran dewan direksi, proporsi komite audit, dan financial leverage berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi mekanisme corporate
governance lain untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap nilai
perusahaan, seperti sistem insentif untuk manajemen, dewan direksi, budaya korporasi, pertemuan RUPS dan lain sebaginya.
2. Penulis, untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis, khususnya mengenai pengaruh corporate governance dan financial leverage terhadap nilai perusahaan.
3. Bagi perusahaan, dapat digunakan sebagai bahan referensi dan informasi di dalam menerapkan kebijakan keuangannya dalam rangka meningkatkan nilai perusahaannya.
4. Investor, sebagai bahan masukan di dalam mempertimbangkan pemilihan investasi yang direncanakan.
5. Bagi akademisi, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian – penelitian selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan corporate governance dan financial leverage serta pengaruhnya terhadap nilai perusahaan.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah corporate governance dan financial leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang dipublikasikan melalui websiteIndonesia Capital Market Directory ( ICMD ).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantatif, dengan pengujian asumsi klasik,analisis statistik yaitu analisis Regresi dengan Menggunakan Model Pooled Least Square, Regresi dengan menggunakan Model Fixed Effect dan Regresi dengan menggunakan Model Random Effect. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini terdiri dari corporate governance yang diproksikan kedalam ukuran dewan direksi dan proporsi komite audit, dan financial leverage sebagai variabel independen, dan nilai perusahaan sebagai variabel dependen dengan total sampel per tahun sebanyak 25 perusahaan.
Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan secara simultan. Dan secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi dan proporsi komite audit sebagai variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, Financial Leverage sebagai variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Kata kunci : corporate governance, ukuran dewan direksi, proporsi komite audit, financial leverage dan nilai perusahaan
ABSTRACT
This study aims to determine if corporate governance and financial leverage affects firm value in manufacturing companies listed on stock exchanges Indonesia for the period of 2008-2011. Data used in this research are the financial statements of each sample firm, published on its website Indonesia Capital Market Directory (ICMD).
The method of analysis used in this research is quantitative method, the classical assumption testing, statistical analysis of the regression analysis with Model Using Pooled Least Square Regression using the Fixed Effect Model. The sampling method used was purposive sampling. The variables of this study are corporate governance proxied into a board size, audit committee proportion and financial leverage as the independent variables, and firm value as the dependent variable with a total sample of 25 companies per year.
The results of this study is that, partially, three of the independent variables has significantly affect on firm value. And the partial results of this study show that the board size and audit committee proportion as independent variable have no effect on firm value (Q) of manufacturing companies. While financial leverage as independent variable has significant effect on firm value of manufacturing companies listed on the Stock Exchange.
Key words : corporate governance, board size, audit committee proportion, financial leverage and firm value
SKRIPSI
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN FINANCIAL
LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA
OLEH
DEWI PUSPITOSARI NUR ARIYANTI 090503253
PROGRAM STUDI STRATA – 1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul ”Pengaruh Corporate Governance dan Financial Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
.
Medan, April 2013
Yang membuat pernyataan,
NIM: 090503253
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah corporate governance dan financial leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel yang dipublikasikan melalui websiteIndonesia Capital Market Directory ( ICMD ).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi terhadap penelitian sebelumnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantatif, dengan pengujian asumsi klasik,analisis statistik yaitu analisis Regresi dengan Menggunakan Model Pooled Least Square, Regresi dengan menggunakan Model Fixed Effect dan Regresi dengan menggunakan Model Random Effect. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini terdiri dari corporate governance yang diproksikan kedalam ukuran dewan direksi dan proporsi komite audit, dan financial leverage sebagai variabel independen, dan nilai perusahaan sebagai variabel dependen dengan total sampel per tahun sebanyak 25 perusahaan.
Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan secara simultan. Dan secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi dan proporsi komite audit sebagai variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, Financial Leverage sebagai variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.
Kata kunci : corporate governance, ukuran dewan direksi, proporsi komite audit, financial leverage dan nilai perusahaan
ABSTRACT
This study aims to determine if corporate governance and financial leverage affects firm value in manufacturing companies listed on stock exchanges Indonesia for the period of 2008-2011. Data used in this research are the financial statements of each sample firm, published on its website Indonesia Capital Market Directory (ICMD).
The method of analysis used in this research is quantitative method, the classical assumption testing, statistical analysis of the regression analysis with Model Using Pooled Least Square Regression using the Fixed Effect Model. The sampling method used was purposive sampling. The variables of this study are corporate governance proxied into a board size, audit committee proportion and financial leverage as the independent variables, and firm value as the dependent variable with a total sample of 25 companies per year.
The results of this study is that, partially, three of the independent variables has significantly affect on firm value. And the partial results of this study show that the board size and audit committee proportion as independent variable have no effect on firm value (Q) of manufacturing companies. While financial leverage as independent variable has significant effect on firm value of manufacturing companies listed on the Stock Exchange.
Key words : corporate governance, board size, audit committee proportion, financial leverage and firm value
KATA PENGANTAR
Skripsi ini berjudul “PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN
FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan, yaitu kepada:
1. Bapak Prof.Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak selaku Ketua Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Firman Syarif, M.si, Ak selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
4. Ibu Dra. Mutia Ismail MM, Ak selaku sekretaris Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara.
5. Bapak Iskandar Muda, SE, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan petunjuk, pengarah, bimbingan dan bantuan dari awal hingga selesainya skripsi ini.
6. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Dosen Pembaca Penilai yang telah memberikan masukan dan arahan dalam penulisan skripsi ini. 7. Teristimewa buat Ayahanda Hadi Nyoto dan Ibunda Sari Wijayanti, terima
kasih banyak untuk kasih sayang, didikan, dan dukungan berupa nasehat, doa dan materi yang diberikan kepada penulis dari kecil hingga sekarang penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Keluarga besar yang selalu memberikan dukungan dan doa demi keberhasilan penulis.
9. Seluruh teman-teman penulis yang selalu memberikan semangat, motivasi, bantuan maupun doa yang setiap waktu diberikan kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua pihak. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan karunia-Nya. Amin.
Medan, April 2013 Yang membuat pernyataan,
NIM: 090503253
DAFTAR ISI PERNYATAAN ... i ABSTRAK ... ii ABSTRACT ... iii KATA PENGANTAR ... iv DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah ... 1
1.2 Perumusan masalah ... 6
1.3 Tujuan penelitian ... 6
1.4 Manfaat penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka ... 9
2.1.1. Corporate Governance ... 9
2.1.1.1. Ukuran Dewan Direksi ... 12
2.1.1.2. Komite Audit ... 16
2.1.2. Financial Leverage ... 18
1. Pendekatan Modigliani dan Miller ... 20
2. Signaling Theory ... 21
3. Pecking Order Theory ... 22
2.1.3 Nilai Perusahaan... 24
1. Replacement Cost vs Book Value ... 26
2. Total Assets vs Total Equity ... 27
2.2. Penelitian Terdahulu ... 27
2.4. Kerangka Konseptual ... 30
2.5. Hipotesis ... 33
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis penelitian ... 35
3.2 Sumber penelitian ... 35
3.3. Batasan Operasional ... 36
3.4. Definisi Operasional ... 36
3.4.2. Financial Leverage ... 38
3.4.3. Nilai Perusahaan... 38
3.5. Skala pengukuran Variabel ... 39
3.6 . Populasi dan Sampel penelitian ... 40
3.7. Jenis data ... 47
3.8. Metode Pengumpulan data ... 48
3.9. Teknik Analisis data ... 48
3.9.1. . Pengujian Model ... 49
1. Pendekatan Kuadrat Terkecil ... 49
2. Pendekatan Efek Tetap ... 50
3. Pendekatan Efek Acak Random ... 51
3.9.2. Pengujian Hipotesis ... 53
1. Uji koefisien Determinasi (R2) ... 53
2. Uji Signifikan Simultan (F-test) ... 54
3. Uji Signifikan Parsial (T-test) ... 55
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian ... 56
4.1.1. Deskripsi Data Penelitian ... 56
4.1.2. Statistik Deskriptif ... 58
4.1.3. Pengujian Model ... 60
4.1.3.1. Pooled Least Squared vs Fixed Effect ... 60
4.1.3.2. Fixed Effect vs Random Effect ... 63
4.1.4. Persamaan Pada Model Regresi Linear Berganda ... 68
4.1.5. Pengujian Hipotesis ... 69
4.1.5.1. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 69
4.1.5.2. Uji Signifikansi Simultan (F-test) ... 69
4.1.5.3. Uji Signifikansi Parsial (T-test) ... 70
4.2. Analisis Hasil Penelitian ... 71
4.2.1. Ukuran Dewan Direksi ... 71
4.2.2. Proporsi Komite Audit ... 72
4.2.3. Financial Leverage ... 73
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 74 5.2. Keterbatasan Penelitian ... 75 5.3. Saran ... 76 DAFTAR PUSTAKA ... 77 LAMPIRAN ... 79
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
2.1 Penelitian Terdahulu ... 29
3.1 Definisi Operasional & Pengukuran Variabel... 39
3.3 Sampel Penelitian ... 41
4.1 Daftar Perusahaan yang Menjadi Sampel Penelitian ... 56
4.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 58
4.3 Model Pooled Least Square ... 61
4.4 Model Fixed Effect ... 61
4.5 Chow Test ... 63
4.6 Model Random Effect ... 64
4.7 Haussman Test ... 66
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman 2.1 Kerangka Konseptual ... 33