BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
Diharapkan kepada pihak puskesmas di Bagian Promosi Kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan gizi lainnya, terutama dengan metode ceramah dan pembagian leaflet guna membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.
DAFTAR PUSTAKA
Anjelisa, dkk. 2009. Sosialisasi Cara Penggunaan Obat yang Baik melalui Penyebaran Poster dan Leaflet pada Unit Pelayanan Kesehatan di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat. 3 (1) : 73-90.
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta: Jakarta.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. PT Rineka Cipta: Jakarta.
Arisman. 2004. Gizi dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Arnita, G. 2007. Pola Penyapihan, Pola Pemberian Makanan Tambahan dan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Skripsi. FKM USU Medan.
As’ad, S. 2002. Gizi-Kesehatan Ibu dan Anak. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.
Azwar, S. 2007. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar Offset: Yogyakarta.
Bandari, dkk. 2004. An Educational Intervention to Promote Appropriate Complementary Feeding Practices and Physical Growth in Infants and Young Children in Rural Haryana India: Intervensi Pendidikan untuk Mempromosikan Pemberian Makanan Pendamping ASI yang Tepat dan Pertumbuhan Fisik pada Bayi dan Anak-Anak di Rural Haryana India. The Journal of Nutrition, 134: 2342–2348.
Carnoto. 2000. Hubungan antara Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi Bayi Umur 4-12 Bulan di Desa Gunan Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Skripsi. FKM UNDIP. 21 Januari 2011).
Departemen Kesehatan RI. 2006. Penyebab Kurang Gizi. Departemen Kesehatan RI: Jakarta.
Desa Pantai Gemi. 2010. Profil Desa Pantai Gemi Tahun 2010. Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
Dhamayanti, dkk. 2005. Promosi Kesehatan Jiwa melalui Metode Ceramah dengan
Role-Play pada Keluarga Penderita Skizofrenia dan Tokoh Masyarakat di
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sains Kesehatan, 18(3): 313-323.
Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat. 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Langkat Tahun 2009. Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.
Gunawan, T. 2007. Gambaran Status Gizi dan Pola Pemberian Makanan pada Anak Baduta (0-24 Bulan) Keluarga Etnis Tionghoa di Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung. Skripsi. FKM USU Medan.
Khairunnisak. 2008. Pengaruh Penyuluhan Sayur dan Buah terhadap Pengetahuan Remaja Putri SMAN 1 Julok Kabupaten Aceh Timur. Skripsi. FKM USU Medan.
Khodiyah, N. 2006. Makanan Pendamping ASI. Raihana’s Site (diakses pada 10 Februari 2011).
Kurniasih, dkk. 2010. Sehat dan Bugar Berkat Gizi Seimbang. PT Gramedia: Jakarta. Kusmana, W. 2006. Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI dan Status
Gizi Anak Usia 6-24 Bulan pada Masyarakat Suku Laut di Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Skripsi. FKM USU Medan.
Liliweri, A. 2007. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Lucie, S. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Ghalia
Indonesia: Bogor.
Mariastuti, N. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi Umur 3-6 Bulan di Wilayah Upt. Puskesmas Abiansemal I Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Skripsi. Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Udayana.
Maryunani, A. 2010. Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. CV Trans Info Media: Jakarta.
Muchtadi, D. 2004. Gizi untuk Bayi, ASI, Susu Formula, dan Makanan Tambahan. Sinar Harapan: Jakarta.
Mulyati, dkk. 2004. Pengaruh Pendidikan Gizi pada Ibu tentang Konsumsi Makanan dan Status Gizi Anak yang Terinfeksi Tuberkulosis Primer di RS Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Gizi Klinik Indonesia (The Indonesian Journal Of Clinical Nutrition). 1(2).
Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta: Jakarta. Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta: Jakarta. Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. PT Rineka Cipta:
Jakarta.
Persagi Indonesia. 1992. Penuntun Diit Anak. PT Gramedia: Jakarta. Pudjiadi, S. 2005. Bayiku Sayang. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.
Pulungan, R. 2007. Pengaruh Metode Penyuluhan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Dokter Kecil dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) di Kecamatan Helvetia. Tesis. Sekolah Pascasarjana USU Medan.
Puskesmas Stabat. 2009. Profil Puskesmas Stabat Tahun 2009. Puskesmas Stabat Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
Rahmawati, dkk. 2006. Efektifitas Leaflet Diabetes Mellitus Modifikasi terhadap Pengendalian Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Sains Kesehatan. 19 (3).
Rajagukguk, T. 2007. Pengaruh Promosi Konsumsi Sayur dan Buah terhadap Perilaku Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Skripsi. FKM USU Medan.
Rapiasih, dkk. 2009. Pelatihan Hygiene Sanitasi dan Poster Berpengaruh terhadap Pengetahuan, Perilaku Penjamah Makanan, dan Kelayakan Hygiene Sanitasi di Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Gizi Klinik Indonesia (The Indonesian Journal Of Clinical Nutrition). 7 (2).
Santoso, J. 2005. Health Mass Research Paper. Hmrpjs.blogspot.com (diakses pada 01 Januari 2011).
Sari, N.C. 2008. Pengaruh Penyuluhan Kadarzi terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Kadarzi serta Pola Konsumsi Pangan pada Ibu Hamil di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Skripsi. FKM USU Medan.
Simanjuntak, E. 2007. Gambaran Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pola Pemberian ASI di Kelurahan Tiga Balata Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Skripsi. FKM USU Medan.
Suhardjo. 2003. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. PT Bumi Aksara: Jakarta. Sulistijani, dkk. 2001. Menjaga Kesehatan Bayi dan Balita. Puspa Swara: Jakarta. Supardi. 2002. Pengaruh Metode Ceramah dan Media Leaflet terhadap Perilaku
Pengobatan Sendiri yang sesuai dengan Aturan untuk Keluhan Demam, Sakit Kepala, Batuk dan Pilek di Jawa Barat. (diakses pada 23 Februari 2011)
Tampubolon, F. 2009. Pengaruh Media Visual Poster dan Leaflet Makanan Sehat terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Pelajar Kelas Khusus SMA Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Skripsi. FKM USU Medan.
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG POLA PEMBERIAN
MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) PADA ANAK 6-24 BULAN DI DESA PANTAI GEMI KECAMATAN STABAT
KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2011
1. KARAKTERISTIK IBU Nama : Umur : Agama : Suku : Pendidikan : Pekerjaan : 2. KARAKTERISTIK ANAK Nama :
Tanggal Lahir/ Umur : Jenis Kelamin :
Umur pertama kali diberikan MP ASI:
3. PENGETAHUAN IBU TENTANG MP ASI
Petunjuk Pengisian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang menurut Anda paling benar.
1. Menurut ibu, apakah yang dimaksud dengan Air Susu Ibu (ASI)? a. makanan yang kandungan gizinya tidak lengkap (0)
b. makanan pertama dan utama segera setelah bayi dilahirkan yang mengandung hampir semua zat gizi (2)
c. cairan yang keluar dari puting ibu (1)
2. Menurut ibu, apakah kelebihan ASI bagi kesehatan bayi? d. ASI lebih praktis (0)
e. ASI membuat bayi tidak merasa lapar (1)
f. Bayi jarang sakit karena ASI mengandung zat antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit (2)
3. Menurut ibu, apakah yang disebut dengan MP ASI?
d. makanan yang diberikan pada anak berusia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya (2)
e. makanan yang diberikan pada anak agar tetap sehat (1) f. makanan pengganti ASI (0)
4. Menurut ibu, apa tujuan pemberian MP ASI pada bayi? a. untuk memberikan tambahan makanan (1)
b. untuk melengkapi zat gizi ASI yang kurang sehingga bayi dapat menerima bermacam-macam makanan (2)
c. untuk menggantikan ASI (0)
5. Menurut ibu, berapa jenis bahan dasar untuk pemberian MP ASI pada bayi berusia 6- 8 bulan?
d. 1-2 jenis bahan dasar (2) e. 2-3 jenis bahan dasar (1) f. 3-4 jenis bahan dasar (0)
6. Menurut ibu, berapa jenis bahan dasar untuk pemberian MP ASI pada bayi berusia 8- 9 bulan?
d. 1-2 jenis bahan dasar (1) e. 2-3 jenis bahan dasar (2) f. 4 jenis bahan dasar (0)
7. Menurut ibu, berapa jenis bahan dasar untuk pemberian MP ASI pada bayi berusia 9- 12 bulan?
d. 1-2 jenis bahan dasar (1) e. 2-3 jenis bahan dasar (0) f. 3-4 jenis bahan dasar (2)
8. Menurut ibu, berapa jenis bahan dasar untuk pemberian MP ASI pada bayi berusia 12-24 bulan?
d. 2-3 jenis bahan dasar (0) e. 3-4 jenis bahan dasar (1)
f. Sudah bisa diberikan makanan orang dewasa (makanan keluarga) (2)
9. Menurut ibu, berapa kali frekuensi pemberian MP ASI pada bayi berusia 6-8 bulan? a. 4 kali sehari (0)
b. 3 kali sehari (1) c. 1-2 kali sehari (2)
10. Menurut ibu, berapa kali frekuensi pemberian MP ASI pada bayi berusia 8-9 bulan? d. 1 kali sehari (1)
e. 2-3 kali sehari (2) f. 4-5 kali sehari (0)
11. Menurut ibu, berapa kali frekuensi pemberian MP ASI pada bayi berusia 9-12 bulan? d. 3 kali sehari (2)
e. 4 kali sehari (1) f. 5 kali sehari (0)
12. Menurut ibu, berapa kali frekuensi pemberian MP ASI pada anak berusia 12-24 bulan?
a. 3 kali sehari (2) b. 5 kali sehari (0) c. 4 kali sehari (1)
13. Menurut ibu, bentuk makanan untuk bayi berusia 6-8 bulan adalah…… a. makanan lunak (1)
b. makanan semi cair (2) c. makanan padat (0)
14. Menurut ibu, bentuk makanan untuk bayi berusia 8-9 bulan adalah…… a. makanan lunak (2)
b. makanan cair (1) c. makanan padat (0)
15. Menurut ibu, bentuk makanan untuk bayi berusia 9-12 bulan adalah…… d. Makanan lunak (1)
e. Makanan padat (0)
f. Makanan kasar (dicincang) (2)
16. Menurut ibu, bentuk makanan untuk bayi berusia 12-24 bulan adalah…… d. Makanan padat (2)
e. Makanan lunak (0) f. Makanan kasar (1)
17. Menurut ibu, berapa banyak MP ASI yang diberikan pada bayi berusia 6-8 bulan? a. 3-4 sendok teh (0)
b. 2-3 sendok teh (1) c. 1-2 sendok teh (2)
18. Menurut ibu, berapa banyak MP ASI yang diberikan pada bayi berusia 8-9 bulan? d. 1 sendok makan (0)
e. 2-3 sendok makan (2) f. 3-4 sendok makan (1)
19. Menurut ibu, berapa banyak MP ASI yang diberikan pada bayi berusia 9-12 bulan? d. 1 sendok makan (0)
e. 2-3 sendok makan (1) f. 3-4 sendok makan (2)
20. Menurut ibu, berapa banyak MP ASI yang diberikan pada bayi berusia 12-24 bulan? d. 3 sendok makan (1)
e. 2 sendok makan (0)
f. 5 sendok makan atau lebih (2)
21. Menurut ibu, apa yang akan terjadi jika anak Anda terlalu cepat diberikan MP ASI? d. Anak menjadi tidak lapar (1)
e. Anak menderita gangguan pencernaan atau diare (2) f. Tidak terjadi apa-apa (0)
4. SIKAP IBU TENTANG MP ASI
Petunjuk Pengisian
Pada pertanyaan di bawah ini, baca dan simaklah kalimat tersebut dengan baik. Kemudian berilah tanda checklist (√) pada kalimat yang Anda anggap paling benar dengan memilih Setuju atau Tidak setuju.
No Pernyataan Setuju Tidak
Setuju 1. Bayi berusia kurang dari 6 bulan sudah boleh diberikan
MP ASI
2. Pemberian MP ASI tidak harus bertahap, tidak harus dari makanan cair sampai makanan padat.
3. Tujuan pemberian MP ASI adalah untuk menggantikan ASI.
4. Frekuensi pemberian MP ASI pada anak usia 6-8 bulan sebanyak 1-2 kali sehari
5. Frekuensi pemberian MP ASI pada anak usia 8-9 bulan sebanyak 2-3 kali sehari
6. Bayi yang baru pertama kali diberikan MP ASI sebaiknya sebanyak 1-2 sendok teh
7. Bentuk MP ASI yang pertama kali harus diberikan pada anak adalah semi cair.
8. Bentuk MP ASI untuk anak usia 12-24 bulan adalah makanan lunak
9. Bayi berusia 6-8 bulan boleh diberikan makanan selingan sesuka hati ibu.
10. Bayi berusia 9-12 bulan sudah bisa diberikan makanan yang kasar (dicincang)
11. Bayi berusia 9-12 bulan sudah dapat diberikan makanan selingan 2 kali sehari.
12. Dalam memberikan MP ASI, ibu harus menghindari gula, garam, bahan penyedap, santan ataupun gorengan.
13. Pemberian MP ASI yang terlalu cepat dapat menyebabkan anak mengalami gangguan pencernaan atau diare.
14. MP ASI sebaiknya diberikan dengan berbagai variasi makanan.
15. Pemberian MP ASI yang terlalu cepat dapat mengakibatkan anak menjadi gemuk.