VII. Kesimpulan dan Saran
7.2 Saran
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada instansi yang terkait seperti Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Bekasi, pemerintah Kabupaten Bekasi, dan dinas lainnya yang terkait dalam melakukan kebijakan. Adapun beberapa saran yang dihasilkan dalan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Diperlukan adanya sosialisasi mengenai perubahan iklim kepada para petambak udang secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dilakukan agar para petambak udang memiliki pengetahuan yang baik mengenai perubahan iklim dan dapat memahami serta mampu merespon dengan baik dampak perubahan iklim.
2. Pemerintah serta stakeholder yang terkait harus membantu petambak udang dalam menyediakan sarana dan prasarana yang baik dan menunjang khususnya yang memerlukan modal besar. Hal ini dapat berupa pembangunan
70 tanggul permanen untuk menahan banjir, pemecah ombak dan pasang agar tidak terlalu besar, pembuatan saluran-saluran air yang lebih baik, dan penyediaan pompa air.
3. Masih tradisionalnya teknik tambak udang yang dilakukan oleh para petambak membuat produktifitasnya masih rendah karena masih sangat bergantung kepada alam. Sehingga diperlukan fasilitator dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan para petambak udang dalam melakukan usaha budidaya tambak udang yang baik dan benar serta mendatangkan penghasilan yang besar. Selain itu juga diperlukan bantuan dari pemerintah mengenai perbaikan teknologi penangkapan dan penyediaan modal berbunga rendah. 4. Diperlukannya penelitian lanjutan untuk keterkaitan mengenai penurunan
produktifitas, daya dukung lingkungan, dan tingkat kesejahteraan dengan perubahan iklim dilakukan dengan uji statistik serta menggunakan data dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga keterkaitannya lebih jelas terlihat.
71 DAFTAR PUSTAKA
Anwar, N. 2009. Analisis Respon Produksi, Permintaan Domestik, dan Penawaran Ekspor Udang Indonesia. Skripsi. Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Bogor.
Azizy, A. 2009. Analisis Keterkaitan Daya Dukung Ekosistem Terumbu Karang Dengan Tingkat Kesejahteraan Nelayan Tradisional (Studi Kasus Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta). Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bogor. 2010. Curah dan Jumlah Hari Hujan Menurut Bulan.BMKG Bogor. Bogor.
Badan Pusat Satistik Kabupaten Bekasi. 2009. Kecamatan Muaragembong Dalam Angka. BPS Kabupaten Bekasi. Bekasi.
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Japara. 2007. Penerapan Best Management Practices (BMP) Pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius) Intensif. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan. Jepara.
Boer R, Baharsjah J. S, Las I, Pawitan H. 2003. Analisis Kerentanan dan Adaptasi Terhadap Keragaman dan Perubahan Iklim. Di dalam seminar Anomali dan Perubahan Iklim Sebagai Peluang Untuk Meningkatkan Hasil Perikanan dan Ketahanan Pangan 9-10 September 2003 di Bogor. PERHIMPI. Bogor.
Britain’s Meteorological Office. November 1999. Dalam
http://www.ecobridge.org.htm. Diakses tanggal 30 September 2010.
Buwono, I.D. 1993. Tambak Udang Windu Sistem Pengelolaan Berpola Intensif.
Kanisius. Yogyakarta.
Dinas Hidro dan Oseanografi TNI AL. 2010. Data Ketinggian Pasang Surut Perairan Indonesia. Dishidros TNI AL. Jakarta.
Dekimpraswil. 2002. Review Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional: Kebijakan Nasional Untuk Pengembangan Kawasan Budidaya. Bahan Sosialisasi RTRWN dalam rangka Roadshow dengan Departemen Pertanian 17 Oktober. Ditjen Penataan Ruang Dekimpraswil. Jakarta.
Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Bekasi. 2008. Kajian Potensi Perikanan Laut di Kecamatan Muaragembong. Dinas Peternakan. Perikanan. dan Kelautan. Bekasi.
Hardjawinata, S. 1997. Perubahan Iklim Bumi, di Dalam Sumberdaya Air dan Iklim dalam Mewujudkan Pertanian Efisien. PERHIMPI. Jakarta. Hal. 255-283.
Handoko, I., Y. Sugiharto, dan Y. Syaukat. 2007. Keterkaitan Perubahan Iklim dan Produksi Pangan Strategis: Telaah Kebijakan Independen dalan Bidang Perdagangan dan Pembangunan. Seameo Biotrop. Bogor.
72
Intergovermental Panel Climate Change. 2000. Emission Scenarios. Cambridge University Press. Cambridge.
Jarraud, M. 2008. Perubahan Iklim III: Dampak Terhadap Kawasan Pantai dan Negara Kepulauan. Dalam lokakarya media 21. Global Journalism Network. Geneva.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2001. Naskah Akademis Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tentang Perubahan Iklim. Laporan Akhir. KLH. Jakarta.
. 2007. Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Konteks dan Implikasinya Bagi Indonesia. Seameo Biotrop. Bogor.
Kisworo, Y. 2007. Analisis Usaha Budidaya Tambak Udang Dengan Pendekatan Tata Ruang Wilayah Pada Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang.
Koesmaryono, I. 1999. Pendekatan IPTEK Dalam Mengantisipasi Penyimpangan Iklim. Di dalam Prosiding Diskusi Panel Strategi Antisipasif Menghadapi Gejala Alam El-Nino dan La-Nina untuk Pembangunan Pertanian 1 Desember 1998 di Bogor. PERHIMPI. Bogor. Hal. 43-57.
Kompas. 5 Mei 2009. Perubahan Cuaca Ekstrem, Penyakit Udang Merebak.
Http://koralonline.com/artikel/12. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2010. Lains, A. 2003. Ekonometrika Teori dan Aplikasi Jilid 1. A. Mulyadi, Julius.
Pustaka LP3ES Indonesia. Jakarta.
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional. 2002. Perubahan Iklim: Basis Ilmiah dan Dampaknya. LAPAN. Jakarta.
Marindro, I. 2008. Waspada terhadap Musim Hujan. Artikel. Dalam marindro-ina.blogspot.com. Diakses pada tanggal 30 September 2010.
Moediarta, R dan P, Stalker. 2007. Sisi Lain Perubahan Iklim: Mengapa Indonesia Harus Beradaptasi untuk Melindungi Rakyat Miskinnya. UNDP Indonesia. Jakarta.
Mulyadi, S. 2005. Ekonomi Kelautan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Muralidhar, M., M. Kumaran, B. Muniyandi, N. W. Abery, N. R. Umesh, S. De Silva, dan S. Jumnongsong. 2010. Perception of Climate Change Impacts and Adaptation of Shrimp Farming in India: Farmer Focus Group Discussion and Stakeholder Workshop Report (2nd Edition). Network of Aquaculture Centers in Asia-Pasific. India.
Murdiyarso, D. 2003. Protokol Kyoto Implikasinya Bagi Negara Berkembang. Kompas. Jakarta.
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut. 2005. Kajian Daya dukung Lingkungan Pengembangan Pulau Wetar Kabupaten Maluku Tenggara Barat. IPB. Bogor.
73 Natawijaya, R.S, D. Supyandi, C. Tulloh, A.C. Tridakusumah, E.M. Calford, dan
M. Ford. 2009. Ketahanan Pangan dan Distribusi Pendapatan: Adaptasi Petani Padi Berlahan Sempit. Crawford School of Economics and Government at The Australian National University. Australia.
Sari, N. 2005. Penilaian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.) dan Kedelai (Glicine mak L.) di Puspanegara dan Margahayu Jawa Barat. Skripsi. Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB. Bogor.
Satria, A. 2009. Pesisir dan Laut Untuk Rakyat. IPB Press. Bogor.
Suryani, S. 2008. Analisis Kelayakan Ekologi Budidaya Tambak Udang Dalam Rangka Pengembangan Kawasan Pesisir di Kabupaten Purworejo. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sutjahjo, H dan Gatut S. 2007. Akankah Indonesia Akan Tenggelam Akibat Pemanasan Global ? Penebar Plus. Jakarta.
Tahir, A.G. 2000. Kajian Pengembangan Pertambakan Dalam Pemanfaatan Lahan Pesisir Secara Lestari (Studi Kasus: Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sulawesi Selatan. Tim Peneliti LPPM-IPB. 2010. Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap
Perekonomian Masyarakat Pesisir di Kecamatan Kadang Haur Kabupaten Cirebon. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Bogor.
United Nations Development Program – Indonesia. 2007. Sisi lain perubahan iklim - Mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya. ISBN: 978-979-17069-0-2.
Ustriyana, I N. G. 2005. Model dan Pengukuran Nilai Tukar Nelayan (Kasus Kabupaten Karangasem). Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wackernagel, M and W.E. Rees. 1996. Our Ecological Footprint: Reducing Human Impact on the Earth. New Society Publishers. Canada.
74
LAMPIRAN
75 Lampiran 1: Kuesioner Penelitian
INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN Jl. Kamper level 5 Wing 5 Kampus IPB Darmaga Bogor (16680)
Telp. (0251) 8621 834. Fax. (0251) 8421 762 KUESIONER PENELITIAN Hari/Tanggal: ……….. Nomor Responden : ……….. Nama Responden : ……….. Alamat Responden : ……….. ……….. No. Telpon/HP : ... Kuesioner ini digunakan sebagai bahan skripsi mengenai “Analisis
Dampak Perubahan Iklim Lokal Terhadap Kesejahteraan Petambak Udang (Studi Kasus Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi
Jawa Barat)” oleh Nurman Syahbana, Mahasiswa Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB. Saya mohon partispipasi Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini dengan teliti dan lengkap sehingga dapat memberikan data yang obyektif. Informasi Bapak/Ibu/Saudara/i berikan akan terjamin kerahasiaannya, tidak untuk dipublikasikan dan tidak untuk kepentingan politis. Atas perhatian dan partisipasinya Saya ucapkan terima kasih. A. Karakteristik Responden
1. Jenis Kelamin : L/P
2. Usia : …….. tahun
3. Pendidikan Terakhir : a. Tidak Sekolah e. D1/Sederajat b. SD/Sederajat f. D2/Sederajat c. SLTP/Sederajat g. D3/Sedarajat d. SLTA/Sederajat h. S1/Sederajat 4. Status Perkawinan : a. Menikah b. Belum Menikah 5. Jumlah Tanggungan : ………. Orang
6. Penghasilan Bertambak: Rp. ………/Bulan 7. Penghasilan Selain Bertambak: Rp. ………./Bulan
8. Jumlah Pengeluaran : Rp. ……….../bulan
Keluarga Untuk Pangan
9. Jumlah Pengeluaran : Rp. ……….../bulan
Keluarga Untuk Non-Pangan
B. Kondisi Sumberdaya Perikanan Tambak 10. Lahan Tambak :
- Luas Lahan : ……….(Ha)
- Jenis Udang : ……….
- Sumber Air : a. Laut b. Sungai c. Lainnya………
- Satus Lahan : a. Pemilik b. Penyewa c. Lainnya………
76 - Jumlah Panen dalam Setahun : …………. Kali
- Jumlah Produksi Rata-Rata Udang setiap panen: ...Kg/Ha - Jumlah Biaya dalam Bertambak : Rp………./Ha
- Jumlah Keuntungan Tambak : Rp. ………../Ha
11. Konsumsi Udang Per KK/hari:
- Jenis Udang: ……….. (…….Kg/hari)
- Jenis Udang: ……….. (…….Kg/hari)
- Lainnya ………
12 Berapa kali makan udang setiap hari? ... kali C. Persepsi Terhadap Perubahan Iklim
13 Apakah Saudara pernah mendengar istilah perubahan iklim?
a. Pernah: Dari 1. TV 2. Radio 3. Koran
4. Petugas Pemerintah 5. Lainnya………
b. Belum Pernah
14 Apakah Saudara memahami apa yang dimaksud dengan perubahan iklim?
a. Ya b. Tidak
Jika Ya. Jelaskan: ………
………
15 Menurut Saudara perubahan apa yang telah dirasakan di daerah Saudara dalam 10 tahun terakhir?
- Suhu a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Curah hujan a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Jumlah hari/bulan hujan a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Jumlah hari/bulan kering a. Meningkat c. Menurun
b. Tetap d. Tidak Tahu
- Tinggi dan Intensitas a. Meningkat c. Menurun
Banjir Pasang b. Tetap d. Tidak Tahu
- Tinggi dan Intensitas a. Meningkat c. Menurun
Banjir Sungai b. Tetap d. Tidak Tahu
16. Sejak kapan Saudara merasakan adanya perubahan iklim?
a. 0 – 5 tahun lalu b. 5 – 10 tahun lalu c. Tidak Jelas 17. Apakah dampak perubahan iklim di Muaragembong sangat
berpengaruh terhadap kehidupan nelayan?
a. Ya b. tidak
18. Jika Ya, apakah yang dirasakan?...
19. Apakah Saudara mengalami kerugian akibat adanya perubahan iklim?
a. Ya, sejak kapan: ………
b. Tidak, alasan : ………
20. Apakah Saudara pernah mengalami gagal panen akibat perubahan iklim?
77 b. Ya, Karena (pilihan boleh lebih dari satu)
- Pasang yang tidak menentu. Kapan? ... - Hujan yang tidak menentu. Kapan? ………
- Kemarau panjang. Kapan? …………...………
- Lainnya………..………...
Jumlah kerugian : ………..……….
21. Menurut Saudara, apakah perubahan iklim telah menurunkan tingkat