V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
7. OPNET cocok untuk untuk simulasi jaringan ATM karena menyediakan
banyak model standar yang dapat digunakan untuk memodelkan jaringan
baik dalam kondisi normal maupun kondisi abnormal seperti kongesti.
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat penulis berikan pada Tugas Akhir ini yaitu:
1. Membuat lebih banyak variasi jumlah node, kapasitas buffer, dan trafik bursty. Tentu saja akan dibutuhkan waktu simulasi yang lebih lama.
2. Memodifikasi model proses OPNET untuk menerapkan metode kendali
kongesti, dibandingkan dengan hanya menggunakan model bawaan dan
kemudian menganalisa kinerjanya.
3. Menggunakan software simulator jaringan yang lain seperti NS2 dan OMNeT++ sebagai perbandingan.
54 DAFTAR PUSTAKA
1. Kasera, Sumit, Pankaj Sethi, ATM Networks Concept and Protocols, Edisi Pertama, McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi, 2001. 2. Stalling, W., Data and Computer Communications, Edisi Keenam,
Prentice Hall International, Inc, New Jersey, USA, 1996.
3. Kumar, Balaji, Broadband Communications A Proffesional’s Guide to ATM, Frame Relay, SMDS, SONET, and BISDN, McGraw-Hill, Inc, Singapura, hal. 141-145, 1995.
4. OPNET Technology Inc., ATM Model User Guide, OPNET Modeler/ Release 10.0, 1999.
5. Perror, Harry G., An Introduction to ATM Networks, John Wiley & Sons Ltd, West Sussex, hal. 69-79, 2002.
6. Mahbub, Hassan, Mohammed Atiquzzaman, Performance of TCP/IP Over ATM Network, Artech House, Norwood, 2000.
7. Yao, Zhunghoi, ATM Network Models For Traffic Management. Tesis, Departement of Electrical and Computer Engineering, University of Manitoba, Winnipeg, 1997
8. M Sreenivasulu et al, Performance Evaluation of EFCI and ERICA Schemes for ATM Networks, Int, J. Com. Tech. Appl, vol 2 (4), 2011. 9. Gupta B.K et al, Performance Evaluation of ATM Networks with Round
Robin and Weighted Round Robin Algorithm, International Journal of Computer Science and Telecommunications, Vol. 4, hal. 34 – 37, 2013. 10.Baharuddin, Anton, Analisa Throughput dan Layanan Dalam Jaringan
ATM, http://repository.unand.ac.id/1036 (diakses tanggal 12 April 2013) 11.Ricky Ng et al, Implementation of IPv6 ToS over ATM Network,
http://ensc.sfu.ca/~ljilja/papers/opnetwork01_ng_yip.pdf (diakses tanggal 5 May 2013)
12.ATM Forum, Traffic Management Specification Version 4.1 AF-TM-0121.000, Maret 1999
13.Lu Zheng, Hongji Yang, Unlocking the Power of OPNET Modeler, Cambridge University Press, UK, 2012.
14.OPNET Technology Inc., Introduction to Modeler, OPNET Training Manual,2004.
55 LAMPIRAN
A. Cara Install OPNET Modeler di Windows 7
Berikut ini akan dijelaskan file apa saja yang dibutuhkan dan juga
langkah-langkah yang dilakukan untuk menginstall OPNET di windows 7. A.1 Persiapan
Sebelum menginstall, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain: 1. Visual Studio 2005, 2008, atau 2010 (di sini digunakan Visual Studio 2010)
2. File OPNET Modeler 14.5 yang terdiri dari:
modeler_145A_PL8_7808_win
modeler_docs_02_Sep-2008_win
models_145A_PL8_24Sep08_win 3. File lisensi (license maker):
OPNET.Modeler.14.5.License.Maker-FFS
A.2 Langkah – Langkah Instalasi
Adapun langkah – langkah yang dilakukan untuk menginstall OPNET Modeler 14.5 di windows 7 adalah sebagai berikut:
1. Install Visual Studio terlebih dahulu dengan mengikut sertakan C++ di dalamnya.
2. Ins tall file OPNET Modeler 14.5 dengan urutan:
modeler_145A_PL8_7808_win
modeler_docs_02_Sep-2008_win
56 3. Setelah seluruh file OPNET Modeler selesai diinstall, lakukan setting variable
yaitu dari Control Panel -> System -> Advanced System Setting -> Environment Variables. Bila nama variabel sudah ada, maka tinggal ditambahkan value-nya. Bila belum ada maka dibuat baru. Setting variabelnya sebagai berikut:
Path =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\Common7\IDE; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\BIN;
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\Common7\Tools; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\Common7\Tools\bin; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\PlatformSDK\bin; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\SDK\v2.0\bin;
C:\Windows\Microsoft.NET\Framework\v2.0.50727;
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\VCPackages; INCLUDE =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio10.0\VC\ATLMFC\INCLUDE; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\INCLUDE;
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\PlatformSDK\include; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\SDK\v2.0\include;
LIB =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\ATLMFC\LIB; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\LIB;
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\PlatformSDK\lib; C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\SDK\v2.0\lib;
LIBPATH =
C:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework\v2.0.50727;
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\ATLMFC\LIB; DevEnvDir =
57 FrameworkDir =
C:\WINDOWS\Microsoft.NET\Framework; FrameworkSDKDir =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\SDK\v2.0; FrameworkVersion =
v2.0.50727;
NetSamplePath =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\SDK\v2.0; VCBUILD_DEFAULT_CFG =
Debug^|Win32;
VCBUILD_DEFAULT_OPTIONS = /useenv;
VCINSTALLDIR =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC; VS100COMNTOOLS =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\Common7\Tools\ VSINSTALLDIR =
C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0;
4. Setelah semua variable selesai disetting, langkah selanjutnya adalah menginstall lisensi OPNET dengan klik file OPNET.Modeler.14.5.License.Maker-FFS
5. Terakhir, jalankan OPNET yang sudah terinstall. Pilih menu Edit > Preferences, pilih kategori Discrete Event Simulation, ubah property Network Simulation Repositories menjadi stdmod.
58 B. Langkah – Langkah Pembuatan Model Jaringan
Berikut ini akan dijelaskan langkah – langkah untuk membuat model jaringan
ATM menggunakan OPNET.
B.1 Pembuatan Proyek Baru
1. Buka OPNET Modeler 14.5 -> Pilih New dari menu File
2. Pilih Project dan klik OK -> Beri nama proyek TugasAkhir_ATM, dan nama
skenario Jaringan A -> Klik OK
3. Pada bagian kotak dialog Startup Wizard: Initial Topology, pilih Create
Empty Scenario -> Klik Next -> Dari daftar yang ada pilih Choose From Maps -> Klik Next -> Dari daftar Select Technologies, klik atm_advanced seperti ditunjukkan pada gambar -> Klik Next -> Terakhir klik Finish.
Gambar B.1 Startup Wizard: Initial Topology
B.2 Inisialisasi Jaringan
Langkah – langkah dalam membuat jaringan adalah sebagai berikut:
1. Object Pallette akan muncul pada workspace. Bila belum ada, klik tools object palette dari toolbar. Pastikan atm_advanced terpilih pada menu pull-down pada object palette.
59 2. Tambahkan objek – objek berikut dari palette: Application Config, Profile Config, dan 7 buah subnet seperti pada Gambar. Untuk menambahkan objek dari palette, klik ikon pada palette – Gerakkan mouse ke workspace dan klik untuk menempatkan objek. rename objek (klik kanan pada node -> Set Name) seperti yang terlihat pada gambar dan kemudian simpan project.
Gambar B.2 Jaringan A
B.3 Pembuatan Jaringan di Dalam Subnet
Di dalam tiap subnet dibuat jaringan client server. Caranya adalah seperti berikut: 1. Klik dua kali node subnet. Akan didapat workspace kosong yang menandakan
bahwa subnet tidak berisi objek.
2. Buka objectpalette dan pastikan bahwa atm_advanced dipilih dari menu pull-down pada paletteobject.
3.Tambahkan item-item berikut pada workspace: 5 buah node switch atm8_crossconn_adv, 1 buah atm_uni_server_adv, dan 20 buah atm_uni_client_adv, dan hubungkan semua menggunakan link atm_adv -> Tutup palette.
60 Gambar B.3 Jaringan Pada Subnet Winnipeg
Adapun penamaan objek pada subnet di gambar B.2 adalah seperti berikut:
1. Nama tiap switch dibuat tambahan dengan inisial subnetnya. Untuk sub_winnipeg inisialnya win, sub_seattle inisial sea, sub_portland inisial por, sub_reno inisial ren, sub_lasvegas inisial las, sub_chicago inisial chi, dan sub_cincinnati inisial cin. Maka switch 1 pada sub_winnipeg akan diubah namanya menjadi switch_1_win dan demikian juga untuk yang lainnya.
2. Nama server juga dibuat seperti pada pengubahan nama switch. Jadi server pada subnet seattle akan dibuat menjadi server_sea.
3. Untuk tiap subnet yang berhubungan, masing-masing terhubung ke switch_5 dari tiap subnet lain. Maka switch_5_ren akan terhubung dengan switch_5_las.
61 B.4 Konfigurasi Aplikasi
Node aplikasi dikonfigurasi dengan cara seperti berikut:
1. Klik kanan pada node applications -> Edit Attributes -> Expand atribut Application Definitions dan set rows ke 4 -> Beri nama rows: Email, FTP, Remote Login, dan Video Conferencing
a. Pilih Email -> Ekspansi hirarki Descriptions -> Ubah nilainya ke Low
Load
b. Pilih FTP -> Ekspansi hirarki Descriptions -> Ubah nilainya ke Medium
Load
c. Pilih Remote Login -> Ekspansi hirarki Descriptions -> Ubah nilainya ke
High Load
d. Pilih Video Conferencing -> Expand hirarki Descriptions -> Ubah nilainya
ke High Resolution Video
Gambar B.4 Atribut Aplikasi
62 B.5 Konfigurasi Profile
Node profile dikonfigurasi dengan cara sebagai berikut:
1. Klik kanan pada node profile -> Edit Attributes -> Expand atribut Profile Configuration dan set Number of Rows ke 4
a. Atur atribut dari baris ke 0. Isi Profile Name dengan Email_P dan pengaturannya seperti pada gambar berikut:
Gambar B.5 Atribut Profile Email
a. Atur atribut dari baris ke 1. Isi Profile Name dengan FTP_P dan pengaturannya seperti pada gambar berikut:
63 Gambar B.6 Atribut Profile FTP
c. Atur atribut dari baris ke 2. Isi Profile Name dengan RemoteLogin_P dan
pengaturannya seperti pada gambar berikut:
Gambar B.7 Atribut Profile Remote Login
d. Atur atribut dari baris ke 3. Isi Profile Name dengan VdeoConferencing_P
64 Gambar B.8 Atribut Profile Video Conferencing
B.6 Konfigurasi Client
Langkah yang paling penting adalah konfigurasi semua client pada jaringan. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Set atribut berikut untuk client 1 sampai 5 pada tiap subnet: a. Set ATM Application Parameters ke UBR only
b. Ekspansi hirarki ATM Parameters -> Set Queue Configuration ke UBR
65 Gambar B.9 Atribut Client_1
c. Ekspansi hirarki Application:Supported Profiles -> Set Profile Name ke
Email_P
d. Ekspansi hirarki Application: Destination Preferences -> Set row ke 1. Pilih
Email pada kolom Application
Gambar B.10 Tabel Application: Destination Preferences
e. Klik pada kolom pilihan Actual Name. Ganti kotak Rows dengan 7. Klik pada
kolom Name. Akan muncul daftar nama-nama node. Pada masing – masing baris pilih nama server. Pada kolom Selection Weight isi biarkan nilainya tetap 10 (nilai default).
66 Gambar B.11 Tabel Destination Server
2. Untuk client 6 sampai 10, set atribut berikut:
a. Set ATM Application Parameters ke ABR only
b. Ekspansi hirarki ATM Parameters -> Set Queue Configuration ke ABR
only (Per VC Queue).
c. Ekspansi hirarki Application:Supported Profiles -> Set Profile Name ke
FTP_P
d. Ekspansi hirarki Application: Destination Preferences -> Set row ke 1.
Pilih FTP pada kolom Application
e. Klik pada kolom pilihan Actual Name. Ganti kotak Rows dengan 7. Pada masing – masing baris pilih nama server. Pada kolom Selection Weight ganti nilainya dengan 15.
3. Untuk client 11 sampai 15, set atribut berikut:
a. Set ATM Application Parameters ke RT_VBR only
67 c. Ekspansi hirarki Application:Supported Profiles -> Set Profile Name ke
RemoteLogin_P
d. Ekspansi hirarki Application: Destination Preferences -> Set row ke 1.
Pilih RemoteLogin pada kolom Application
e. Klik pada kolom pilihan Actual Name. Ganti kotak Rows dengan 7. Pada
masing – masing baris pilih nama server. Pada kolom Selection Weight isi dengan 25.
4. Untuk client 16 sampai 20, set atribut berikut: a. Set ATM Application Parameters ke CBR only
b. Ekspansi ATM Parameters->Set Queue Configuration ke CBR
c. Ekspansi hirarki Application:Supported Profiles -> Set Profile Name ke
VideoConferencing_P
d. Ekspansi hirarki Application: Destination Preferences -> Set row ke 1. Pilih VideoConferencing pada kolom Application
e. Klik pada kolom pilihan Actual Name. Ganti kotak Rows dengan 7. Pada
masing – masing baris pilih nama server. Pada kolom Selection Weight isi dengan 20.
B.7 Konfigurasi switch
Tiap switch dikonfigurasi dengan cara sebagai berikut:
1. Untuk switch 1 sampai 4 ekspansi ATM -> ATM Parameter -> Ubah Queue Configuration masing-masing ke UBR, ABR, RT_VBR, dan CBR
68 2. Untuk switch 5 ekspansi ATM -> ATM Parameter -> Ubah row Queue Configuration ke 4 -> Set masing-masing ke CBR, RT_VBR, ABR, dan UBR.
Gambar B.12 Atribut Queue ConfigurationSwitch
3. Untuk semua switch ubah parameter Policing Parameters ke Enabled.
69 B.8 Konfigurasi Server:
1. Klik kanan nodeServer -> Pilih Edit Attributes
2. Ubah Atribut Server Address menjadi sama dengan nama server. Misalnya atribut Server Address dari server pada subnet winnipeg akan diubah menjadi server_win.
Gambar B.14 Atribut Server
3. Pilih edit atribut Application: Supported Services. Ubah rows menjadi 4.
Kemudian buat masing-masing seperti gambar berikut:
70 B.9 Pembuatan Jaringan Untuk Tiap Skenario
Jaringan untuk tiap skenario dibuat dari duplikasi dan modifikasi jaringan A.
Cara duplikasi skenario adalah dari Menu Scenario -> Duplicate Scenario…
Kemudian beri nama skenario hasil duplikasi. Adapun perbedaan dan tambahan
untuk tiap skenario adalah sebagai berikut:
1. Untuk skenario 1 yang bertujuan untuk melihat pengaruh jumlah node, jumlah node client pada tiap subnet ditambah masing-masing 2 untuk tiap kategori layanan (total tambahan 8 node untuk tiap subnet).
2. Untuk skenario 2 yang bertujuan untuk melihat pengaruh trafik imbalance maka semua node client di kolom Actual Name-nya pada pilihan Application Destination Preferences hanya diisi dengan 1 dan Kolom Name diganti dengan server_win.
3. Untuk skenario 3 yang bertujuan untuk melihat kapasitas buffer, atribut Size (cells) masing-masing kategori layanan di pilihan Queue Configuration pada tiap switch diubah dari 10000 menjadi 5000 dan 1000.
4. Untuk skenario 4 yang bertujuan untuk melihat pengaruh trafik bursty, aplikasi remote login akan dinaikkan dua kali lipat dari nilai awal.
5. Untuk skenario 5 yang bertujuan untuk melihat pengaruh gabungan dari faktor
kapasitas buffer, trafik imbalance, dan trafik bursty pada jaringan, semua parameter diubah digabungkan dalam satu skenario.
71 B.10 Pemilihan Statistik Simulasi
Cara memilih statistik simulasi adalah sebagai berikut:
1. Klik dimana saja pada workspace. Akan muncul pop-up seperti gambar. Pilih
Gambar B.13 Pop-up Statistik Simulasi
2. Pada jendela yang muncul pilih statistik yang diinginkan. Selanjutnya klik OK.
72 C. Menjalankan dan Menampilkan Hasil Simulasi
Setelah jaringan selesai dimodelkan, maka jaringan akan disimulasikan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Pilih Menu DES -> Configure/Run Discrete Event Simulation atau bisa juga dengan klik ikon di toolbar.
2. Selanjutnya akan muncul jendela seperti gambar berikut. Isi kotak Duration dengan 20 second(s). Untuk parameter lain biarkan tetap (default).
Gambar C.1 Jendela Run Simulasi
3. Klik Run. Selanjutnya akan muncul tampilan jendela simulation progress yang menampilkan waktu simulasi tersisa dan juga grafik kecepatan simulasi.
73 Selanjutnya setelah simulasi selesai dijalankan, hasil simulasi bisa ditampilkan
dengan cara sebagai berikut:
1. Pilih Menu DES -> Results -> View Results, atau klik pada ikon di
toolbar. Akan muncul jendela result browser.
Gambar C.3 Jendela Result Browser
2. Pilih skenari Skenario Simulasi yang diinginkan dan pilih global statistik. Akan
tampak preview dari hasil simulasi. Klik Show untuk menampilkan hasil grafik.
Untuk memindahkan nilai-nilai grafik ke microsoft excel klik kanan pada hasil
dan pilih Export Graph Data to Spreadsheet.
74 D. Atribut Default Aplikasi
Atribut default untuk aplikasi email, FTP, remote login, dan video conferencing pada OPNET ditunjukkan oleh gambar – gambar berikut.
(a) (b)
(c) (d)
Gambar D.1 Atribut Default Aplikasi OPNET (a) Email (b) FTP (c) Remote Login (d) Video Conferencing